GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. HUBUNGAN ANTARA HEALTHY LIFESTYLE DENGAN SELF-ESTEEM SISWA SMA DI BANTUL. YOGYAKARTA THE RELATIONSHIP BETWEEN HEALTHY LIFESTYLE AND SELFESTEEM OF HIGH SCHOOL STUDENTS IN BANTUL. YOGYAKARTA Rahmah Widyaningrum*1. Isti Antari2. Panca Umar Saputra2 Program Studi Profesi Ners. Universitas Madani Program Studi S1 Keperawatan. Universitas Madani (Email:rahmah. widyaningrum@gmail. ABSTRAK Self-esteem merupakan perasaan seseorang tentang diri sendiri terkait pentingnya prestasi, hubungan interpersonal yang positif, dan kesejahteraan psikologis. Rendahnya self-esteem saat remaja merupakan prediktor kesehatan fisik dan mental yang buruk. Self-esteem yang rendah ditemukan pada individu yang memiliki gangguan psikiatris seperti depresi, gangguan makan, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat. Healthy lifestyle adalah kegiatan individu untuk menjaga dan meningkatkan kesehatannya yang terbentuk dari aktivitas fisik secara teratur, rutin, serta menjaga pola makan yang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara healthy lifestyle dengan selfesteem siswa SMA di Bantul. Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik stratified random sampling. Sampel berjumlah 354 siswa berasal dari 6 SMA di 6 Kecamatan di Kabupaten Bantul. Yogyakarta. Kriteria inklusi: . Siswa SMA berstatus aktif di Kabupaten Bantul. Usia 15 -20 tahun. Bersedia menjadi responden, dan kriteria eksklusi: . menggunakan obat antidepresan atau narkotik. Instrumen yang digunakan yakni Kuesioner the Healthy Lifestyles Beliefs Scale (HLB), terdiri 16 item pertanyaan dan kuesioner Rosenberg self-esteem scale (RSES) terdiri dari 10 item pertanyaan. Data dianalisis menggunakan Spearman Rank dengan aplikasi SPSS. Mayoritas responden memiliki pola hidup sehat sebanyak 201 siswa . %) dan harga diri rendah 199 siswa . %). Hasil uji spearman rank menunjukkan nilai p-value 0. 005 (<0. yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara healthy lifestyle dan self-esteem dan nilai r = 0. menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah lemah. Kata kunci: Healthy lifestyle. self-esteem. ABSTRACT Self-esteem is a person's feelings about themselves regarding the importance of achievement, positive interpersonal relationships, and psychological well-being. Low self-esteem during adolescence is a predictor of poor physical and mental health. Low self-esteem is found in individuals who have psychiatric disorders such as depression, eating disorders, anxiety disorders, and substance abuse A healthy lifestyle is an individual's activity to maintain and improve their health which is formed from regular, routine physical activity, and maintaining a balanced diet. The purpose of this study was to determine the correlation between a healthy lifestyle and self-esteem of high school students in Bantul. Yogyakarta. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach with a stratified random sampling technique. The sample consisted of 354 students from 6 high schools in 6 sub-districts in JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Bantul Regency. Yogyakarta. Inclusion criteria: . High school students with active status in Bantul Regency. Age 15-17 years. Willing to be respondents, and exclusion criteria: . using antidepressants or narcotics. The instruments used were the Healthy Lifestyles Beliefs Scale (HLB) questionnaire, consisting of 16 question items and the Rosenberg self-esteem scale (RSES) questionnaire consisting of 10 question items. Data were analyzed using Spearman Rank with the SPSS application. The results showed that there was a relationship between healthy lifestyles and self-esteem of students at SMA Bantul. Yogyakarta with a p value = 0. 005, r=0. Keywords: Healthy lifestyle. self-esteem. PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan hanya sekadar tidak adanya penyakit atau kelemahan. Tidur, nutrisi dan aktivitas fisik menjadi pilar penting kesehatan (Cassidy et al. , 2. Aktivitas fisik sebagai perilaku kesehatan yang dapat dimodifikasi diidentifikasi sebagai faktor yang berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental (Rhodes et al. , 2. Aktivitas fisik yang rutin dilakukan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, hipertensi, diabetes tipe 2, dan depresi (Fulton, 2. Kemampuan untuk mengadopsi dan mempertahankan gaya hidup sehat, termasuk olahraga teratur dan pola makan sehat, sangat penting untuk mencapai dan (Monpellier et al. , 2. Aktivitas fisik dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan fisik dan mental. Selain itu, aktivitas fisik dikaitkan dengan pengembangan harga diri dan nilai diri, tetapi hubungannya masih belum jelas. Manfaat aktivitas fisik telah berulang kali didokumentasikan dalam banyak studi kesehatan mental dan fisik (Gjestvang et al. , 2. Mayoritas masyarakat tidak mematuhi tingkat aktivitas fisik yang direkomendasikan (Corazza et , 2. Praktik kesehatan yang positif seperti rutin olahraga, konsumsi makanan yang sehat, pola tidur yang baik, dan menghindari penggunaan zat berbahaya dalam makanan serta minimal keluhan masalah fisik dan mental Harga diri dikaitkan dengan harga diri (Ma, 2. Harga diri sebagai suatu sikap yang relatif stabil terhadap diri sendiri didasarkan pada JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 perbandingan antara pribadi seseorang seperti perilaku, karakteristik fisik atau mental dengan ideal diri (Chen et al. , 2. Elemen harga diri seperti kepuasan terhadap penampilan diri atau kesehatan dan saling terkait erat serta bergantung pada faktor sosial, budaya, atau lingkungan (Erin Barker & Bornstein, 2. Peranan penting harga diri dalam mengatur tingkat depresi (Muljadi et al. , 2. Studi menunjukkan siswa yang memiliki harga diri yang lebih tinggi dapat memanfaatkan dukungan secara efektif dalam menghadapi kesulitan (McRae. , et al, 2. Pemberian dukungan dapat membantu mereduksi stres dan meningkatkan kemampuan beradaptasi dan berpotensi menghambat gejala depresi lebih lanjut (Gan et al. , 2. Sebaliknya harga diri yang rendah dapat menyebabkan penurunan efektivitas koping dan meningkatkan kerentanan terhadap tekanan mental dan depresi (Baumeister et al. , 2. Harga diri mengubah tahap-tahap kehidupan, khususnya perubahan-perubahan pada masa remaja dan dewasa akhir. Hal ini khususnya terjadi selama periode-periode kehidupan di mana ada perubahan pada bentuk tubuh atau fisik yang diakibatkan oleh pubertas atau proses penuaan (McLean & Syed, 2. Efek ketidakpuasan terhadap tubuh seseorang dapat menurunkan harga diri dan dapat menjadi faktor risiko untuk harga Perubahan bentuk tubuh dikaitkan dengan perubahan berat badan dan mungkin bergantung pada faktor-faktor seperti aktivitas fisik dan diet (Yoshimura et al. , 2. Berdasarkan fenomena yang ada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara healthy GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. lifestyle dengan self esteem siswa SMA di Bantul. Yogyakarta. BAHAN DAN METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional, menganalisis hubungan antara variabel healthy lifestyle dengan variabel self-esteem. Metode cross-sectional dan responden diambil dengan metode stratified random Lokasi penelitian di SMA se-Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada bulan AgustusSeptember 2024. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA di Kabupaten Bantul yang tercatat aktif di data Kemendikbud pada Tahun Ajaran 2024/2025. Jumlah kecamatan di Kabupaten Bantul adalah 17 kecamatan dan diambil secara acak 6 kecamatan yaitu kecamatan Imogiri. Dlingo. Banguntapan. Piyungan. Jetis, dan Pleret yakni sebesar 3040 siswa. Kriteria Inklusi: . Siswa kelas XI-XII SMA sederajat. usia 15 Ae 20 tahun. bersedia menjadi responden. memiliki smartphone. Kriteria eksklusi: mengalami insomnia atau stres berat dalam 3 bulan terakhir dan pernah menggunakan obat antidepresan atau narkotik. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 354 orang. Hasil dari randomisasi didapatkan: SMA Muhammadiyah Imogiri: 171/ 3. 040 x 354 = 20 orang. SMA 1 Dlingo: 531/ 3040 x 354 = 62 orang. SMA 2 Banguntapan: 749/ 3040 x 354 = 87 orang. SMA 1 HASIL Penelitian dilakukan pada 353 siswa SMA di Kabupaten Bantul, yang tersebar di 6 Sekolah di 6 kecamatan. Berdasarkan kriteria inklusi yang Piyungan: 537/ 3040 = 63 orang. SMA 1 Jetis sebanyak: 858/ 3040 = 100 orang. SMA Muhammadiyah Pleret: 194/ 3040 = 23 orang. Eksklusi 1 orang karena usia >20 tahun. Variabel yang diteliti adalah healthy lifestyle . dan self-esteem . ariabel depende. Instrumen yang digunakan untuk mengukur healthy lifestyle adalah the Healthy Lifestyles Beliefs Scale (HLB), dengan 16 item pertanyaan skala likert menggunakan angka 1 sampai 5 dengan alternatif jawaban 5 = sangat setuju (SS), 4 = setuju (S), 3 = netral (N), 2 = tidak setuju (TS), dan 1 = sangat tidak setuju (STS). Sedangkan Self esteem dapat diukur menggunakan kuesioner Rosenberg self-esteem scale (RSES). Kuesioner ini dibuat oleh Rosenberg tahun 1965 dan dikembangkan di Indonesia dan telah dilakukan beberapa kali uji validitas, yang terdiri atas 10 item pertanyaan. Penilaian pada skala likert ini menggunakan angka 0 sampai 3 dengan alternatif jawaban 3 = sangat setuju (SS), 2 = setuju (S), 1 = tidak setuju (TS), dan 0 = sangat tidak setuju (STS). Penelitian dilakukan setelah mendapatkan ethical clearance dari Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Universitas Muhammadiyah Purwokerto KEPK/UMP/64/Vi/2024. ditetapkan oleh peneliti, berikut karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin, usia, uang saku, dan asal sekolah. Tabel 1. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin. Usia. Uang Saku, dan Asal Sekolah . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 15 tahun 16 tahun 17 tahun 18 tahun Karakteristik JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 Jumlah . Presentase (%) GG I ILM Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. AT A N S EK O L e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Jurnal Kesehatan Medika Saintika DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. 19 tahun 20 tahun Uang Saku Rp 5. 000,00 Rp 5. 000,00 Ae Rp 10. 000,00 Rp 10. 000,00 Ae Rp 15. 000,00 Rp 15. 000,00 Ae Rp 20. 000,00 Rp 20. 000,00 Ae Rp 30. 000,00 Rp 30. 000,00 Ae Rp 40. 000,00 Rp 40. 000,00 Ae Rp 50. 000,00 Asal Sekolah SMA 1 Dlingo SMA 1 Jetis SMA 1 Piyungan SMA 2 Banguntapan SMA Muhammadiyah Imogiri SMA Muhammadiyah Pleret Sumber data: primer . Berdasarkan tabel 1. di atas mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sejumlah 227 . 31%), usia responden mayoritas 18 tahun 217 siswa . 47%) dengan rerata usia 17,62 tahun, asal sekolah terbanyak dari SMA 1 Jetis 101 siswa . 61%), serta jumlah uang saku per hari mayoritas Rp 5. 000,00 Ae Rp 10. 000,00 sejumlah 128 siswa . 26%) dengan rata-rata uang saku harian Rp 15. 467,00. Tabel 2. Analisis Bivariat antara healthy lifestyle dan self-esteem . Variabel Healthy lifestyle Tinggi (X>62,. Rendah (XO62,. Self-esteem Tinggi (X>19,. Rendah (XO19,. Frekuensi (%) P-Value 201 . %) 152 . %) Sumber data: primer . Kategori rendah dan tinggi dihitung berdasarkan nilai rata-rata atau mean pada masingmasing variabel. Kategori tinggi jika (X>nilai mea. dan kategori rendah jika (XOnilai mea. Berdasarkan tabel 2. di atas didapatkan data bahwa mayoritas responden memiliki pola hidup sehat sebanyak 201 siswa . %) dan harga diri PEMBAHASAN Karakteristik Responden Berdasarkan data penelitian mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sejumlah 227 . 31%). Hal ini senada dengan penelitian bahwa mayoritas responden peserta didik di SMA JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 rendah 199 siswa . %). Hasil uji spearman rank menunjukkan nilai p-value 0. 005 (<0. yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara healthy lifestyle dan self-esteem. Nilai r = 0. menunjukkan bahwa tingkat kekuatan hubungan antara kedua variabel adalah lemah. yang diambil responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 201 . ,2%). Terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan perilaku gaya hidup sehat pada remaja SMA, dengan p=0. 001 (Widyaningrum, 2. I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. Healthy lifestyle Gaya hidup sehat dikaitkan dengan penurunan risiko terjadinya mortalitas terkait kardiovaskular, infark miokard, angina tidak stabil, dan revaskularisasi arteri koroner, pada pasien dengan hiperkolesterolemia familial (Tada et al. Gaya hidup yang buruk di Eropa menyebabkan peningkatan risiko orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Hal ini menjadi predisposisi penyakit pada orang dewasa. Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian edukasi pada siswa SMA terhadap peningkatan gaya hidup sehat. Tingkat pendidikan orang tua dikaitkan dengan peningkatan pengetahuan tentang gaya hidup remaja tersebut (MedranoSynchez. , et al. , 2. Penggunaan media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup remaja di kota Bandung sebesar 43%, dimana penting dalam menggunakan media sosial dengan pola sehat dan bijaksana untuk remaja (Achmad. , et al. , 2. Metode yang diidentifikasi untuk intervensi digital yang berhasil untuk mempromosikan gaya hidup sehat adalah pemantauan diri, motivasi diri, penetapan tujuan, umpan balik yang dipersonalisasi, keterlibatan peserta, pemberdayaan psikologis, persuasi, literasi digital, kemanjuran, dan kredibilitas (Chatterjee A. Prinz A. Gerdes M. Martinez S. , 2. Terdapat hubungan antara gaya hidup sehat dalam manajemen diabetes, seperti: tidak merokok, konsumsi alkohol sedang, aktivitas fisik teratur, pola makan sehat, perilaku sedenter, durasi tidur yang cukup, dan hubungan sosial yang tepat dengan mortalitas pada individu dengan Diabetes Mellitus Tipe 2. Gaya hidup sehat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap mortalitas karena semua penyebab dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular, kanker, penyakit pernapasan, dan penyakit pencernaan di antara individu dengan diabetes tipe 2 (Han. , et al, 2. Berdasarkan penelitian didapatkan data bahwa mayoritas siswa kelas XI SMPN 19 Surabaya pada akhir tahun 2020 menerapkan pola hidup sehat dengan kategori sedang 150 orang . 5%). Terdapat 3 dimensi pola hidup sehat antara lain: kebersihan pribadi, perilaku sadar gizi. JURNAL KESEHATAN MEDIKA SAINTIKA JUNI 2025 |VOL 16 NOMOR 1 dan perilaku menyehatkan lingkungan (Rohman, , et al, 2. Menurut penelitian (Widyaningrum, 2. bahwa perilaku gaya hidup sehat pada remaja SMA mayoritas kurang baik sebanyak 243 orang . ,2%). Perilaku gaya hidup sehat juga dipengaruhi oleh dukngan keluarga dan efikasi diri. Self-esteem Terdapat tujuh belas faktor yang dapat memengaruhi tingkat harga diri siswa. Faktor tersebut diantaranya adalah hubungan sosial, bakat, psychological well-being, positive emotion, penggunaan media sosial, kepuasan dalam menjalani hidup, presentasi diri, perasaan malu, hubungan dalam pertemanan, masa kanakkanak, tekanan psikologis, dukungan sosial, interpersonal, manajemen emosi negatif, kontrol terhadap peristiwa yang dialami, dan perasaan (Ariyanti. Berdasarkan penelitian (Irawan, 2. maryoritas remaja usia 18-23 tahun memiliki self esteem yang baik. Hal ini dibuktikan dengan puas terhadap diri sendiri . ,4%), dirinya berguna, mempunyai kualitas yang bagus . ,9%), sulit melakukan tanggung jawab yang telah diberikan . ,1%), percaya dengan kemampuan dirinya . ,9%), dan menyayangi diri sendiri . ,1%). Hubungan healthy lifestyle dengan self-esteem Harga diri dan efikasi diri memiliki (Prestwich et al. , 2. Harga diri yang rendah dapat menumbuhkan konsep diri yang negatif dan sebagai timbulnya gejala depresi (Orth & Sowislo, 2. Terbentuk harga diri sejak awal perkembangan kesadaran diri seseorang yang mencerminkan persepsi diri dan penilaian individu terhadap penampilan dan kemampuan fisik (Baumeister et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Mayoritas siswa SMA memiliki pola hidup sehat dan harga diri rendah. Didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara healthy lifestyle dengan selfesteem pada siswa SMA di Kabupaten Bantul. Penting bagi pihak sekolah untuk melakukan GG I ILM AT A N S EK O L Jurnal Kesehatan Medika Saintika e-ISSN:2540-9611 p-ISSN:2087-8508 Volume 16 nomor 1 (Juni 2. | https://jurnal. DOI: http://dx. org/10. 30633/jkms. berbagai upaya dalam meningkatkan harga diri Harga diri yang tinggi dan positif erat kaitannya dengan pencapaian siswa dalam menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. DAFTAR PUSTAKA