Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat Competitiveness Analysis of Indonesian Palm Oil Exports in the United States Market Nur Maulida Khasanah1. Siswanto Imam Santoso2. Agus Setiadi3 Program Studi Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Jacub Rais. Tembalang. Semarang. Indonesia 50275 Korespondensi: maulidakha12@gmail. ABSTRAK Permintaan akan produk minyak kelapa sawit yang terus meningkat di pasar global menjadi ancaman bagi negara-negara yang memproduksi jenis minyak nabati lainnya. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke pasar Amerika Serikat menghadapi hambatan perdagangan non-tarif yang diberlakukan untuk melindungi industri minyak nabati lokal mereka, yaitu minyak Permasalahan juga terjadi pada banyaknya industri kelapa sawit Indonesia yang tidak tersertifikasi secara internasional sehingga dinilai tidak memenuhi standar minyak kelapa sawit di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya saing komparatif dan kompetitif ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk deret waktu . ime serie. dari tahun 2012 hingga 2022 yang diperoleh dari United Nations Commodity Trade (UN Comtrad. Statistics Database. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode Revealed Comparative Advantage (RCA) untuk menganalisis keunggulan komparatif ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat. Metode Export Product Dynamics (EPD) digunakan untuk menganalisis kinerja dan posisi daya saing ekspor minyak kelapa sawit Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan daya saing yang kuat di pasar Amerika Serikat, dengan nilai RCA sebesar 71,21. Minyak kelapa sawit Indonesia berada pada posisi rising star yang berarti bahwa pangsa pasar ekspor minyak kelapa sawit Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya pangsa produk di pasar Amerika Serikat. Kata kunci: daya saing. EPD. minyak kelapa sawit. RCA ABSTRACT The increasing global demand for palm oil products poses a threat to countries that produce other types of vegetable oils. Indonesian palm oil exports to the US market are confronted with non-tariff trade barriers to protect their local vegetable oil industry, specifically soybean oil. Additionally, issues arise in many Indonesian palm oil industries that lack international certification, causing them to fall out of compliance with global palm oil standards. The study aims to analyze the comparative and competitive competitiveness of Indonesian palm oil exports in the US market. The study employed a quantitative descriptive method. The data used in this study is secondary data in the form of time series from 2012 until 2022 obtained from the United Nations Commodity Trade (UN Comtrad. Statistics Database. The study utilized the Revealed Comparative Advantage (RCA) to analyze the comparative advantage of Indonesian palm oil exports in the United States Export Product Dynamics (EPD) was used to analyze the performance and position of Indonesian palm oil export competitiveness. The results indicate that Indonesian palm oil has a comparative advantage and strong competitiveness in the US market, with an RCA value of 71. Indonesian palm oil is in a rising star position, which means that the share of Indonesian palm oil exports continues to increase along with the increasing share of products in the US market. Keywords: competitiveness. EPD. palm oil. RCA Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia yang telah menyumbang 56% dari total pasokan minyak kelapa sawit global pada tahun 2021. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 24,68 juta ton per tahun (UN Comtrade, 2. Tren penggunaan produk berbahan baku minyak kelapa sawit semakin meningkat pada berbagai industri seperti industri pangan, oleokimia, dan biofuel. Pangsa minyak kelapa sawit dalam struktur konsumsi minyak nabati dunia mencapai 41%, atau lebih besar dibandingkan minyak nabati lainnya yaitu minyak kedelai . %), minyak rapeseed . %), dan minyak bunga matahari . %) (PASPI, 2. Permintaan akan minyak kelapa sawit yang meningkat di pasar global menjadi ancaman bagi negara penghasil produk minyak nabati lainnya, seperti Amerika Serikat yang merupakan negara produsen kedelai terbesar di Persaingan minyak kedelai dan minyak kelapa sawit mengindikasikan berbagai hambatan perdagangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Asosiasi minyak kedelai USA (American Soybean Association Ae ASA) mempelopori gerakan anti tropical oil sejak awal tahun 1980-an dengan memberikan tuduhan terhadap minyak kelapa sawit sebagai tropical oil yang mengandung kolesterol berbahaya dan mengajukan resolusi kepada Kongres USA agar minyak kelapa sawit dilarang masuk ke Amerika Serikat. Amerika Serikat pada tahun 2012 kembali menolak produk minyak kelapa sawit dan turunannya dari Indonesia. Lembaga perlindungan lingkungan Amerika Serikat yaitu US Environmental Protection Agency (USEPA atau EPA) menilai minyak kelapa sawit Indonesia tidak ramah lingkungan karena berada di bawah ketentuan minimum 20% pengurangan emisi gas rumah kaca. Minyak kelapa sawit Indonesia sebagai bahan baku produk biodiesel dan renewable diesel hanya berada pada level 11-17% pengurangan emisi gas rumah kaca, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai bahan bakar terbarukan yang efisien (Masruroh. Tahun 2020. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden kembali bergabung dengan keputusan Konferensi Perubahan Iklim PBB yang telah disepakati di Paris pada tahun 2015 yang disebut Paris Agreement. Poin utama dari Paris Agreement yaitu komitmen setiap negara untuk mengurangi produksi emisi gas rumah kaca guna menjaga peningkatan suhu bumi stabil di bawah 2oC (Satriyo et , 2. Kebijakan green energy Presiden Biden berisi larangan perdagangan yang merusak lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan illegal logging, yang dapat menjadi hambatan krusial bagi ekspor komoditas energi berbasis fosil dan juga minyak kelapa sawit. Perkebunan kelapa sawit Indonesia juga dihadapkan oleh permasalahan sertifikasi yang tumpah Indonesia memiliki sistem sertifikasi nasional yaitu Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) yang wajib dimiliki oleh seluruh produsen minyak kelapa sawit di Indonesia, namun sistem sertifikasi yang berlaku secara global dan diakui di dunia internasional yaitu Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Sertifikasi ISPO dan RSPO memiliki elemen persyaratan yang berbeda sehingga perusahaan perlu . Vol. No. 2 September 2024 memiliki lebih dari satu sertifikat untuk memenuhi kebutuhan pasar. Luas perkebunan kelapa sawit yang tersertifikasi RSPO hanya mencapai 2,02 juta hektar (RSPO, 2. , atau 12,3% dari total luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Rendahnya tingkat adopsi sertifikasi RSPO disebabkan karena minimnya keahlian, finansial, serta akses terhadap produk hukum yang berlaku (Kementerian Perindustrian, 2. Penolakan minyak kelapa sawit oleh negara-negara maju disebabkan karena banyaknya perusahaan sawit di Indonesia yang dianggap tidak memenuhi prinsip dan kriteria berkelanjutan. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat memiliki performa yang fluktuatif. Hal tersebut tentunya memerlukan penelitian mengenai bagaimana sebenernya daya saing ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat baik secara komparatif maupun kompetitif, terutama setelah adanya berbagai hambatan nontarif dan keterbatasan dalam pemenuhan aspek keberlanjutan. buku literatur dan internet. Metode analisis data yang digunakan adalah Revealed Comparative Advantages (RCA) yang bertujuan untuk menganalisis keunggulan komparatif ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat, dan Export Product Dynamics (EPD) untuk menganalisis keunggulan kompetitif dan posisi daya saing ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat. Analisis RCA dan EPD menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Revealed Comparative Advantages Metode RCA digunakan untuk mengukur daya saing komoditas ekspor suatu negara sehingga diketahui komoditas yang berdaya saing kuat dan komoditas yang berdaya saing lemah (Aprilia et al. , 2. Indeks RCA menunjukkan perbandingan pangsa ekspor komoditas di suatu negara dengan pangsa ekspor komoditas yang sama dari seluruh dunia. rumus RCA adalah sebagai berikut. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan Analisis Data Sekunder (ADS). Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dalam bentuk data deret waktu . ime serie. dari tahun 2012 hingga tahun Data yang digunakan merupakan data mengenai perdagangan minyak kelapa sawit seperti data volume dan nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia dan dunia ke negara tujuan Amerika Serikat yang diperoleh dari United N a t i o n s C o m m o d i t y Tr a d e ( U N Comtrad. Statistics Database serta informasi lainnya yang diperoleh dari Apabila nilai RCA minyak kelapa sawit Indonesia lebih dari satu (RCA>. , berarti negara tersebut memiliki keunggulan komparatif di atas rata-rata dunia sehingga komoditas terkait memiliki daya saing yang kuat. Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat sebaliknya apabila nilai RCA kurang dari satu (RCA<. maka keunggulan komparatifnya rendah atau di bawah ratarata dunia, serta daya saingnya lemah (Akbar & Widyastutik, 2. Sumbu Y: Pertumbuhan pangsa pasar produk . inyak kelapa sawi. Export Product Dynamics Metode EPD digunakan untuk menganalisis posisi daya saing pasar suatu komoditas dari suatu negara untuk tujuan pasar tertentu. Analisis EPD menggambarkan dinamis atau tidaknya pertumbuhan komoditas dalam arus perdagangan ekspor di suatu negara (Pradipta & Firdaus, 2. Analisis EPD menunjukkan perbandingan perubahan . ekspor produk suatu negara dengan dinamika perubahan ekspor secara global. Posisi daya saing terbagi menjadi 4 kuadran, yaitu rising star, falling star, lost opportunity, dan retreat. Rising star merupakan posisi yang paling diharapkan. Posisi ini menunjukkan pangsa pasar minyak kelapa sawit Indonesia dan pangsa pasar . ekspor minyak kelapa sawit di pasar Amerika Serikat meningkat. Lost opportunity mengindikasikan penurunan pangsa pasar ekspor minyak kelapa sawit Indonesia, sedangkan pangsa pasar produk di Amerika Serikat meningkat. Falling star menunjukkan adanya peningkatan pangsa pasar ekspor, meskipun tidak terjadi pada produk yang dinamis di pasar Amerika Serikat. Retreat menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit tidak diminati oleh pasar Amerika Serikat. Posisi daya saing produk dengan metode EPD dirumuskan sebagai berikut. Sumbu X: Pertumbuhan pangsa pasar ekspor (Indonesi. HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia ke Amerika Serikat Amerika Serikat telah menjadi negara pengimpor minyak kelapa sawit Indonesia sejak tahun 1960-an. Menurut data UN Comtrade . , nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat meningkat 20% per tahun selama periode 2012-2022. Ekspor minyak kelapa sawit yang terus meningkat menunjukkan bahwa minyak kelapa sawit Indonesia masih diminati di pasar Amerika Serikat. American Soybean Association . menyatakan bahwa pada tahun 20012022, pangsa konsumsi minyak kelapa sawit Amerika Serikat meningkat dari 215 ribu ton menjadi 1,6 juta ton atau dari 2% menjadi 8%. Peningkatan konsumsi berdampak terhadap permintaan ekspor yang meningkat sebagai upaya pemenuhan kebutuhan minyak kelapa sawit oleh pasar Amerika Serikat. Vol. No. 2 September 2024 Berdasarkan Gambar 1. volume ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2021 yaitu sebesar 34%. Volume ekspor yang meningkat dipengaruhi oleh peningkatan pangsa konsumsi atau penggunaan minyak kelapa sawit oleh industri di Amerika Serikat. Menurut Ewaldo . permintaan ekspor minyak kelapa sawit meningkat karena jumlah populasi yang terus bertambah sehingga meningkatkan konsumsi produk dengan bahan baku minyak kelapa sawit. Konsumsi minyak kelapa sawit di Amerika Serikat tahun 2021 mencapai 1,6 juta ton atau meningkat 6% dari konsumsi tahun Perekonomian global mulai pulih dari pandemi dan tumbuh positif pada Menurut United Nations Conference on Trade and Development ( U N C TA D ) ( 2 0 2 1 ) , p e m u l i h a n perdagangan dunia dari krisis Covid-19 mencapai rekor tertinggi pada kuartal pertama tahun 2021 yang meningkat sebesar 10%. Pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap penurunan permintaan ekspor minyak kelapa sawit karena konsumsi yang menurun serta pengetatan regulasi di beberapa negara tujuan ekspor. Konsumsi minyak kelapa sawit di Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 7% pada tahun Menurut Kinski et al. penurunan konsumsi terjadi akibat pembatasan sosial, lockdowns, dan kesadaran masyarakat untuk mempersiapkan tabungan pencegahan. Volume ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat bergerak fluktuatif dipengaruhi oleh faktor luas lahan, jumlah produksi, dan nilai kurs. Produksi minyak kelapa sawit terus meningkat seiring dengan peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit. Luas perkebunan kelapa sawit Indonesia bertambah 6,73% per tahun dan produksinya meningkat 7,13%. Produksi minyak kelapa sawit pada tahun 2020 mengalami penurunan 2,93%. Menurut Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) . , produktivitas kelapa sawit pada tahun 2021 menurun akibat terbatasnya mobilitas dan jumlah tenaga kerja di perkebunan sawit karena karantina wilayah yang diterapkan selama pandemi Covid-19. cuaca buruk yang menyebabkan banjir di perkebunan sawit sehingga aktivitas terhambat. tingginya harga pupuk yang menyulitkan Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat petani untuk mengakses pupuk yang Peningkatan volume ekspor juga dipengaruhi oleh nilai tukar dollar yang merupakan komponen penting dalam perdagangan internasional. Bank Indonesia mencatat bahwa nilai tukar dollar terhadap rupiah terus menguat 4% Berdasarkan Gambar 2. Indonesia memiliki nilai ekspor minyak kelapa sawit tertinggi pada tahun 2022. Peningkatan nilai ekspor bukan hanya dipengaruhi oleh volume ekspor, tetapi juga mengikuti fluktuasi harga minyak kelapa sawit dunia. Harga CPO di bursa Rotterdam, yang menjadi acuan harga CPO Indonesia, pada tahun 2022 meningkat 12% menjadi USD1. 351 per MT. Lonjakan harga telah terjadi sejak tahun 2021 yang menyebabkan nilai ekspor Indonesia meningkat tajam hingga Harga minyak kelapa sawit yang tinggi disebabkan karena permintaan yang meningkat di tengah produksi minyak nabati dunia yang menurun. Menurut United States Department of Agriculture . , berkurangnya pasokan minyak nabati internasional disebabkan karena faktor kekeringan di Kanada dan Dataran Utara AS, konflik antara Rusia dan Ukraina, serta masalah buruh migran di Indonesia dan Malaysia. per tahun. Nilai tukar dollar terhadap rupiah pada tahun 2012 sebesar Rp9. 334/USD menjadi Rp14. 796/USD di tahun 2022. Menurut Advent et al. , nilai tukar nasional yang mengalami depresiasi akan meningkatkan permintaan ekspor, sedangkan apresiasi mata uang akan menurunkan ekspor. Nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia menunjukkan tren yang positif, namun sempat mengalami penurunan pada tahun 2018 dan 2019 yang disebabkan karena harga CPO di pasar global yang menurun. Harga CPO di bursa Rotterdam pada tahun 2018 turun sebesar 20% dan turun lagi 6% pada tahun 2019 menjadi USD563 per MT. Menurut Bappebti . , harga minyak kelapa sawit terus mengalami penurunan disebabkan karena perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat perang dagng AS-Cina. Pertumbuhan ekonomi global yang melambat berdampak terhadap daya beli yang melemah dan penurunan harga komoditas sehingga nilai ekspor Indonesia menurun. Nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia pada tahun 2013 meningkat tajam hingga 87%. Ekspor pada tahun 2013 didominasi oleh produk olahan . Vol. No. 2 September 2024 minyak kelapa sawit. Menurut Irawan & Soesilo . , pada tahun 2013 terjadi peningkatan konsumsi CPO domestik dan output produksi industri hilir paling tinggi selama periode tahun 2000-2015. Pemerintah menerapkan program hilirisasi dengan menetapkan kebijakan pengenaan bea keluar untuk CPO dan produk turunannya. Pembebanan bea keluar akan menyebabkan penurunan pasokan bahan baku impor sehingga dapat mempengaruhi kenaikan harga bahan baku di pasar internasional. Dengan harga yang lebih murah dan juga Berdasarkan Tabel 1. nilai RCA minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat memiliki nilai lebih dari satu (RCA>. , artinya Indonesia memiliki daya saing komparatif atas ekspor komoditas minyak kelapa sawit yang kuat di pasar Amerika Serikat. Nilai RCA yang semakin tinggi menunjukkan semakin kuat pula daya saingnya. Menurut Nurhayati et al. , apabila suatu negara memiliki nilai RCA lebih besar dari satu (RCA>. , maka negara tersebut dianggap memiliki keunggulan komparatif di atas rata-rata dunia atau komoditas tersebut memiliki daya saing yang kuat, namun apabila nilai RCA kurang dari 1 (RCA<. , maka suplai yang berlimpah, para pelaku industri hilir CPO dalam negeri akan memanfaatkan dampak dari penerapan bea keluar tersebut dengan meningkatkan konsumsi CPO domestik untuk diolah menjadi produk-produk turunan yang mempunyai nilai tambah Revealed Comparative Advantages Hasil analisis RCA ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat ditunjukkan pada tabel berikut. keunggulan komparatif negara tersebut dianggap di bawah rata-rata dunia sehingga komoditas tersebut dianggap memiliki daya saing yang lemah. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat menunjukkan nilai RCA yang Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia yang tinggi dipengaruhi oleh GDP yang tinggi, bahkan GDP Amerika Serikat termasuk yang tertinggi di dunia. GDP yang semakin besar akan meningkatkan daya beli negara karena konsumsi barang yang semakin tinggi. Menurut Pradipta & Firdaus . GDP suatu negara yang semakin besar mengindikasikan bahwa negara tersebut Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat memiliki kemampuan menyerap produk yang diperdagangkan lebih tinggi sehingga permintaan impor akan Berdasarkan Gambar 3. kecenderungan Amerika Serikat beralih dari mengimpor minyak kelapa sawit Malaysia ke minyak kelapa sawit Indonesia. Indonesia mengambil alih pangsa pasar Amerika Serikat dari Malaysia dilihat dari nilai RCA yang semakin naik, sedangkan nilai RCA Malaysia menurun. Menurut Turnip et al. , daya saing ekspor minyak kelapa sawit Indonesia didukung oleh faktor produksi yang potensial, sumber daya manusia dalam jumlah yang besar dan murah, serta ketersediaan industri pendukung untuk industri minyak kelapa Nilai RCA Indonesia yang tinggi dipengaruhi oleh keunggulan komparatif seperti luas lahan, tenaga kerja, jumlah produksi, dan volume ekspor. Luas areal perkebunan kelapa sawit Indonesia terus bertambah 6,73% per tahun, hingga mencapai 16,83 juta hektar pada tahun Produksi yang melimpah juga dipengaruhi oleh iklim dan kondisi lingkungan Indonesia yang sangat mendukung untuk budidaya tanaman kelapa sawit. Menurut Alfajar et al. kelapa sawit tumbuh baik pada dataran rendah yang beriklim tropis dengan curah hujan sekitar 2. 000 mm/tahun. Indonesia memiliki kondisi lingkungan yang optimal karena berada pada daerah beriklim tropis dengan curah hujan yang relatif Produksi minyak kelapa sawit Indonesia mencapai 45,12 juta ton pada tahun 2021 (Kementerian Pertanian. Meski memiliki jumlah produksi yang tinggi, produktivitas kelapa sawit Indonesia masih berada di bawah negara produsen kelapa sawit lain seperti Malaysia. Kolombia, dan Thailand. Keterbatasan lahan optimal mendorong pengembangan perkebunan kelapa sawit mengarah ke lahan-lahan sub optimal dengan berbagai faktor pembatas seperti lahan yang memiliki keasaman lahan atau pH tanah, kondisi tergenang, dan lahan rawa . awa pasang surut termasuk lahan gambu. yang berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan produktivitas kelapa Faktor lain yang mendorong daya saing minyak kelapa sawit Indonesia yaitu faktor produksi berupa upah tenaga kerja yang murah. Upah tenaga kerja yang rendah di Indonesia disebabkan . Vol. No. 2 September 2024 karena tingginya jumlah tenaga kerja terutama untuk non-skilled worker sehingga terjadi kelebihan penawaran dan berakibat harganya turun. Industri sawit Indonesia mampu menghasilkan minyak kelapa sawit dengan biaya produksi yang lebih rendah, maka harga jualnya pun akan lebih murah. Menurut Aulia et al. , negara importir lebih menyukai produk sawit Indonesia karena harganya yang lebih rendah dari produk sawit Malaysia. Aksesibilitas terhadap bahan baku yang mudah menjadi faktor yang mendorong daya saing minyak kelapa sawit Indonesia. Industri perkebunan kelapa sawit Indonesia didukung oleh ketersediaan industri pendukung yang terkait seperti industri penyedia bibit kelapa sawit dan industri pupuk untuk produksi kelapa sawit. Benih kelapa sawit dapat diperoleh dari beberapa produsen resmi di Indonesia seperti PT London Sumatera. Pusat Penelitian Kelapa Sawit Berdasarkan Gambar 4. kelapa sawit Indonesia rata-rata berada pada posisi yang ideal di pasar Amerika Serikat yaitu rising star. Menurut Trilarasati et al. , posisi rising star menunjukkan permintaan akan komoditas yang mengalami peningkatan dan pangsa pasarnya mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga (PPKS). PT Tunggal Yunus Estate. PT Dami Mas Sejahterah. PT Tania Selatan, dan PT Bina Sawit Makmur. Kebutuhan pupuk dalam negeri diperoleh dari produksi perusahaan dalam negeri, yaitu PT Petrokimia Gresik. PT Pupuk Kujang. PT Kaltim, dan PT Pupuk Iskandar Muda. Pemerintah Indonesia juga memberikan subsidi pupuk untuk membantu petani Indonesia yang mengalami kesulitan dalam mengusahakan tanaman kelapa sawit akibat permasalahan harga pupuk di pasaran yang selalu melambung Menurut Situngkir . , subsidi pupuk menjadi salah satu keunggulan komparatif perkebunan kelapa sawit Indonesia. Export Product Dynamics (EPD) Hasil analisis EPD ekspor minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat ditunjukkan pada gambar berikut. komoditas memiliki keunggulan Posisi rising star dapat dicapai oleh Indonesia karena nilai ekspor yang terus meningkat. Menurut Nurkhoiry . , peningkatan nilai ekspor dipengaruhi oleh pertumbuhan produksi dan perkembangan sektor hilir kelapa sawit yang menghasilkan produk turunan yang bernilai tambah tinggi. Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat Ekspor komoditas minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2018 berada pada posisi retreat. Posisi retreat mengindikasikan bahwa pangsa pasar ekspor dan permintaan ekspor minyak kelapa sawit di Amerika Serikat mengalami penurunan. Menurut Akbar & Widyastutik . , retreat menunjukkan posisi produk yang kehilangan pangsa pasar dan produk tidak dinamis atau tidak diinginkan lagi di Penurunan pangsa pasar ekspor dan produk minyak kelapa sawit di Amerika Serikat terjadi akibat perang dagang AS-Cina yang terjadi sejak tahun Menurut Sari et al. , konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina berupa saling membalas tarif perdagangan menyebabkan terjadinya perang dagang yang akan menghambat laju pertumbuhan ekonomi kedua negara sehingga akan menurunkan permintaan Perang dagang AS-Cina semakin meluas menyasar partner dagang Amerika Serikat dan Cina sehingga memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Volume ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Amerika Serikat pada tahun 2018 meningkat 4% dari tahun sebelumnya, namun bertambahnya volume ekspor ini tidak diiringi dengan meningkatnya nilai ekspor. Data UN Comtrade . menunjukkan bahwa nilai ekspor minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2018 menurun hingga Penurunan nilai ekspor terjadi karena adanya penurunan harga CPO di pasar internasional yaitu mencapai 20%. Perang dagang AS-Cina yang terjadi hingga tahun 2019 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat melambat, namun volume ekspor minyak kelapa sawit Indonesia tercatat mengalami peningkatan. Volume ekspor yang meningkat disebabkan karena produksi minyak kelapa sawit Indonesia meningkat sebesar 9,88% pada tahun Falling star mengindikasikan posisi pasar yang mengalami peningkatan pangsa pasar ekspor, meskipun tidak terjadi pada komoditas yang kontinu . di pasar Amerika Serikat. Menurut Nisa et al. , falling star menunjukkan pangsa pasar yang tetap meningkat meskipun pergerakan produk pada pasar Amerika Serikat terjadi Permintaan yang menurun di tengah produksi yang meningkat menyebabkan harga CPO di pasar internasional pada tahun 2019 anjlok. Bappebti . menyatakan bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi global akibat perang dagang AS-Cina membuat harga minyak sawit terus mengalami penurunan selama semester I Kondisi lost opportunity mengindikasikan bahwa pangsa pasar produk di Amerika Serikat bergerak dinamis tapi pangsa pasar ekspor minyak kelapa sawit Indonesia mengalami Menurut Nurhayati et al. bahwa posisi lost opportunity merupakan posisi hilangnya pangsa pasar dari produk yang sebenarnya Penurunan volume ekspor minyak kelapa sawit Indonesia tahun 2020 disebabkan karena produksi yang menurun akibat pandemi Covid-19, cuaca buruk, dan harga pupuk yang melambung tinggi. Kementerian Pertanian . menyatakan bahwa perkebunan minyak kelapa sawit Indonesia mengalami penurunan produksi sebesar 2,93%. Harga minyak kelapa sawit di bursa Rotterdam pada tahun 2020 turut mengalami peningkatan sebesar 21% dari USD563 per MT pada tahun 2019 menjadi USD715 per MT pada tahun 2020. Keunggulan kompetitif merupakan nilai tambah dari hasil implementasi strategi dan inovasi yang menjadi penguat daya saing suatu Menurut Prasetyo et al. daya saing suatu komoditas dalam konsep keunggulan kompetitif . Vol. No. 2 September 2024 dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi seperti kebijakan nilai tukar, kebijakan penetapan tarif pajak, pemasaran serta faktor kebijakan negara lain sebagai mitra Nilai tukar dalam perdagangan internasional sangat berpengaruh bagi negara pengekspor maupun pengimpor Nilai tukar mata uang negara pengekspor yang semakin tinggi akan menjadi ancaman bagi negara pengimpor karena harus menyediakan biaya yang lebih tinggi. Menurut Kusuma & Firdaus . nilai tukar mata uang negara asal yang semakin kuat akan menyebabkan harga barang di negara tujuan lebih mahal sehingga negara tujuan akan mencari barang dari negara lain dengan harga yang lebih rendah. Kebijakan tarif merupakan penerapan tarif untuk ekspor maupun impor barang-barang tertentu dan menjadi hambatan perdagangan paling Besaran pajak ekspor dan impor berbeda tergantung kebijakan yang diterapkan oleh masing-masing negara. Amerika Serikat memberlakukan pembebasan tarif bea masuk atau disebut Generalized System of Preferences (GSP) untuk impor barangbarang tertentu dari negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Pembebasan tarif bea masuk akan meningkatkan terjadinya perdagangan karena dapat mengurangi biaya p e r o l e h a n b a r a n g i m p o r, s e r t a mengurangi biaya produksi sehingga dapat menstimulasi para produsen negara tujuan untuk memproduksi lebih banyak barang. Sertifikasi minyak kelapa sawit menjadi daya tarik bagi negara tujuan ekspor Indonesia. Menurut Nugroho & Lubis . , keinginan konsumen untuk membeli produk minyak kelapa sawit yang memiliki sertifikat atau label ramah lingkungan . co-labellin. lebih tinggi dibandingkan produk yang tidak memiliki Pemerintah Indonesia pada tahun 2020 melakukan proses revisi ISPO guna membenahi reputasi kelapa sawit Indonesia di pasar internasional. Sertifikasi ISPO baru bertujuan untuk meningkatkan keberterimaan dan daya saing hasil perkebunan kelapa sawit Indonesia di pasar internasional, serta meningkatkan upaya percepatan penurunan emisi gas rumah kaca yang selama ini menjadi dalih Amerika Serikat untuk melakukan penolakan terhadap produk minyak kelapa sawit Indonesia. Menurut Hutabarat . , sertifikasi dapat menjadi jaminan akses pasar di tengah berkembangnya hambatan non tarif yang menyasar industri sawit. KESIMPULAN Minyak kelapa sawit Indonesia di pasar Amerika Serikat memiliki daya saing kuat yang ditunjukkan dengan nilai RCA lebih besar dari satu, selama kurun waktu tahun 2012 hingga 2022. Posisi daya saing minyak kelapa sawit Indonesia berada pada posisi rising star, artinya minyak kelapa sawit Indonesia tumbuh dalam pasar yang kompetitif dan dinamis yang ditunjukkan dengan pertumbuhan pangsa pasar ekspor dan pangsa produk yang positif di pasar Amerika Serikat. SARAN Indonesia memiliki hasil produksi minyak kelapa sawit yang melimpah dan potensial di pasar ekspor dunia, termasuk di pasar Amerika Serikat. Indonesia perlu meningkatkan kualitas sesuai dengan standar internasional agar produk minyak kelapa sawit Indonesia dapat lebih diterima di pasar Keunggulan komparatif minyak kelapa sawit Indonesia agar perlu dipertahankan dengan mengoptimalkan produksi dan produktivitas kelapa sawit tanpa membuka lahan baru untuk budidaya, yaitu dengan intensifikasi sehingga tercapai target produktivitas dan perlindungan lingkungan. Indonesia sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia perlu lebih Nur Maulida Khasanah . Siswanto Imam Santoso . Agus Setiadi : Analisis Daya Saing Ekspor Minyak Kelapa Sawit Indonesia di Pasar Amerika Serikat memacu industri hilir kelapa sawit untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang berkualitas dan berdaya saing sehingga dapat meningkatkan nilai tambah komoditas dan menghasilkan nilai jual yang lebih tinggi. Aulia. Harianto, & Novianti. Analisis posisi pasar Indonesia pada pasar Refined Palm Oil (RPO) di negara Penelitian Kelapa Sawit. : 1-12. DAFTAR PUSTAKA