Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 24 June 2021 :: Published: 30 June 2021 PENINGKATAN MEKANISME KOPING PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUMAH SAKIT GRANDMED LUBUK PAKAM Tati Murni Karokaro1*. Rahmad Gurusinga. Dian Anggriyanti. Rosita Ginting. Mila Gustia. Miftahul Zannah2. Abdi Lestari Sitepu3 Program Studi Keperawatan Program Sarjana. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Program Studi Keperawatan Diploma i. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: tatikarokaro612sp@gmail. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Keberhasilan mekanisme koping pada pasien dengan kanker payudara tidak hanya bergantung pada pendeteksian sejak dini, tetapi juga pemahaman akan mekanisme Dampak Psikologis yang dialami setiap pasien khususnya kanker payudara yang menajalani tindakan pengobatan berbeda-beda tergantung dari segi tingkat keparahan . Perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dapat mempengaruhi mekanisme koping individu itu sendiri. Kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan adalah proses pelaksanaan pengobatan kemoterapi. Tujuan penyuluhan ini dalah untuk mengetahui peningkatan mekanisme koping pada penderita kanker payudara di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Penyuluhan yang menginformasikan langsung kepada pasien kanker payudara mengenai mekanisme koping dengan edukasi, membagikan leaflet dan melakukan analisis data sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dan nilai = 0,05. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini telah menunjukkan adanya perubahan mekanisme koping pasien sebelum dan sesudah diberikan edukasi penerapan mekanisme koping dengan nilai p-value = 0,001 (> 0,. Kesimpulan, terdapat peningkatan mekanisme koping pada pasien kanker payudara yang dilakukan sesuai dengan standar, bagi institusi kesehatan perlu adanya pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga kesehatan khususnya pada penderita kanker payudara di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Kata kunci: Mekanisme koping dan kanker payudara Abstract The success of the coping mechanism for patients breast cancer depends not only on early detection but also an understanding of the mechanisms that cause it. Psychological impact experienced by each patient, especially breast cancer which underwent different treatment depending on the level of severity . The differences before and after being given education can affect the coping mechanism of the individual itself. One of the conditions that can cause anxiety is the process of implementing chemotherapy treatment. This study was purpose to determine the increase in coping mechanisms in breast cancer patients at Grandmed Lubuk Pakam Hospital. Counselling was carried out to see an increase coping mechanisms, directly informing breast cancer patients about coping mechanisms with education, distributing leaflets and analyzing data before and after education. Data analysis was performed using the Paired Sample T-Test with a confidence level of 95% and a value of = The results obtained from this study have shown a change in the coping mechanism of the patient before and after being given education on the application of Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 24 June 2021 :: Published: 30 June 2021 the coping mechanism with a p-value = 0. 001 (> 0. In conclusion, there is an increase in coping mechanisms in breast cancer patients who are carried out according to standards, for health institutions there is a need for supervision and counselling to the public about the importance of maintaining health, especially for breast cancer patients at Grandmed Lubuk Pakam Hospital. Keywords:coping mechanism and breast cancer Pendahuluan Penyakit yang menjadi penyebab utama kematian masyarakat dunia adalah kanker. Dampak Psikologis yang dialami setiap pasien khususnya kanker payudara yang menajalani tindakan pengobatan berbeda-beda tergantung dari segi tingkat keparahan . Perbedaan individu itu sendiri. Kanker payudara merupakan peyakit ganas yang dialami oleh wanita ancaman yang serius bagi Indonesia, masalah kanker payudara menjadi lebih besar yang membutuhan perhatian khusus (Andri, & Dewi, 2. Berdasarkan dari data badan World Health Organisasi (WHO), bahwa penderita kanker meningkat dari 1,4 juta menjadi 12,7 juta. Data yang diambil dari GLOBOCAN. Internasional Agency for Research on Cancer (IARC) diketahui bahwa pada tahun 2015 894 kasus baru dan angka kematian kanker di seluruh dunia. Tahun 2017, kasus baru43,1 per 100. 000 perempuan dan angka kematian sebesar 12. 9 per Indonesia estimasi insiden sebesar 40,3 000 perempuan atau 48. kasus baru pertahun (Rahayuwati & Witdiawati, 2. Tahun 2014 Prevalensi penyakit kanker di Indonesia memiliki persentase 1,5 per 1000 penduduk sama dengan Yogyakarta dengan 5,1%, lalu di jawa tengah dengan 3,1% di ikuti oleh bali 3% dan DKI Jakarta serta Bengkulu masing-masing 2,0%. Insiden kanker payudara di Indonesia menempati urutan teratas dari 10 penyakit kanker pada wanita yaitu 134 per 100. penduduk perempuan kanker payudara 40 per 100. 000 berdasarkan data informasi rumah sakit (SIDR) tahun 2010 kasus rawat inap kanker payudara 28,7% (Mannopo, 2. Tindakan kemoterapi mengalami depresi, ketakutan dan kecemasan tingkat yang di pengaruhi oleh dua faktor atara lain faktor prediposisi seperti: psiko analitik, pandangan interpersonal pandangan prilaku, kajian keluarga dan kajian biologis sedangkan faktor presipitasi dilihat dari internal dan ekternal yang dapat dikelompokan menjadi dua kategori yaitu ancaman terhadap integritas fisik dan ancaman terhadap sistem diri (Setiawan, 2. Dari hasil pengamatan atau observasi yang dilakukan oleh peneliti di RS Grandmed Lubuk Pakam, didapat data bahwa jumlah pasien yang menderita kanker payudara dari bulan september 2019 - Desember 2019 terdapat 30 orang terdiagnosa kanker payudara. Berdasarkan wawancara singkat dengan beberapa pasien yang kebetulan ada 10 orang dan 8 diantaranya mengatakan megalami kecemasan dalam menjalani kemoterapi dan rawat inap di rumah Metode Penyuluhan dilaksanakan di ruang kemoterapi Rumah Sakit Grandmed. Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 24 June 2021 :: Published: 30 June 2021 sampel yang diambil adalah seluruh pasien yang menderita kanker payudara di Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam yaitu 30 orang. Penyuluhan yang dilakukan untuk melihat peningkatan langsung kepada pasien kanker payudara mengenai mekanisme koping dengan edukasi, membagikan leaflet dan melakukan analisis data sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Pasien yang menjadi sasaran penyuluhan ini merupakan pasien kanker payudara yang rawat jalan dan pasien yang menjalani Post test 1,60 Std. Deviation ,498 Std. Error Mean ,091 Sesudah Mean Std. Deviation Std. Error Mean 1,97 ,183 ,033 Paired Differences Pair Pre Post Tabel 2 Mekanisme Koping pada pasien kanker payudara sesudah diberikan edukasi di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Tahun 2020. Mekanisme 0,001 Tabel 4 Rata-rata . Standart Deviasi . Lower. Upper,p Value Tabel 1. Mekanisme Koping pada pasien kanker payudara sebelum diberikan edukasi di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Tahun 2020. Mean 0,033 Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji dependent sample ttest /paired t test menunjukkan bahwa pValue yaitu 0. 001 yang berarti pValue O dari 0. Maka hipotesa diterima yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terhadap mekanisme koping Berdasarkan hasil uji statistik dengan t-test menunjukkan bahwa rerata tingkat mekanisme koping yaitu 1. 60 , rerata peningkatan mekanisme kopingsebelum Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara sebelum dan sesudah dilakukan pemberian mekanisme koping. Hasil dan Pembahasan Dari Tabel 1 dan 2 ditampilkan data payudara di rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam sebanyak 30 orang sebelum dan sesudah penyuluhan. Mekanisme Tabel 3 Mekanisme koping sebelum dan sesudah diberikan edukasi pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Tahun 2020 Edukasi Ratarata Standar Deviasi Standar Eror pValue Pre test 0,091 0,001 Mea 0,36 Std. Deviati 0,556 Std. Error Mea 0,10 Confidence Interval of Difference Low Upp 0,15 0,57 3,61 Sig. taile 0,00 Mekanisme sebanyak 59 orang terdapat 61% pasien koping adaptif dan 39% pasien kanker Hal ini dipicu oleh sedikitnya angka kejadian ansietas/depresi yang dialami oleh pasien kanker sehingga lebih banyak pasien menggunakan mekanisme koping adaptif. Koping strategi seharusnya dapat dikendalikan secara personal, akan tetapi lingkungan sosial dapat pula mempengaruhi koping secara individu. Pada penelitian ini. Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 24 June 2021 :: Published: 30 June 2021 ancaman sehingga pasien tidak dapat mengendalikan situasi dengan baik sehingga lebih banyak menggunakan dibandingkan dengan pasien yang adaptif (Gina, 2014. siswanto, 2007. Carver & Connor-smith, 2. Pada penelitian lain, responden menganggap penyakit kanker suatu responden masih mampu mengatasi penyakit yang dideritanya. Hal tersebut didukung dari hasil penelitian yaitu lebih dari separuh pasien menggunakan mekanisme koping adaptif sehingga pasien dapat mengatasi penyakitnya dibandingkan dengan pasien yang Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan perlakuan mekanisme koping akan menghasilkan hasil yang lebih baik dibanding sebelum diberi perlakuan mekanisme koping. Hal ini dapat di asumsikan terjadi peningkatan ke arah yang lebih baik tentang hasil setelah diberi perlakuan mekanisme koping mekanisme koping. Pada penelitian ini, gejala fisiologis yang ditimbulkan tidak menimbulkan penderitaan yang bermakna bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Hal ini disebabkan oleh pasien yang terkena penyakit kanker lebih berfokus kepada pekerjaan lain yang dapat membuat pasien mengalihkan rasa cemasnya. Pasien kanker mengalami kecemasan berat dikarenakan ketakutan yang berlebihan akan adanya perubahan fisik, psikologis serta takut akan terjadinya kematian (Setiawan, 2. Pasien yang mengalami penurunan mekanisme koping akan berusaha untuk mencari simpati dari orang lain dan sekitarnya, mengganggap masalah yang dihadapi memiliki manfaat bagi dirinya dan menjadikan individu menjadi lebih baik, kondisi yang di hadapi pasien Ini adalah penyakit yang tidak dapat dihindari, dan semakin banyak ibadah yang Anda miliki, semakin besar ketaatan dan kepercayaan Anda kepada Tuhan. Ini menurunkan tingkat stres yang dapat mempengaruhi perkembangan kanker, dan pasien terkadang menyangkal bahwa itu terjadi sesuai dengan Tidak (Thompson, 2. Penolakan menimbulkan lebih banyak masalah. Singkatnya, menyangkal fakta dapat menyebabkan yang lebih Pasien mengontrol reaksi emosional yang mereka rasakan. Studi ini menunjukkan bahwa 28,6% pasien menggunakan mekanisme koping emosional yang berorientasi pada masalah. Koordinasi memungkinkan individu untuk memiliki beradaptasi dengan tingkat stres yang Koping pertarungan atau masalah dengan cara mencari dukungan sosial, reinterpretasi positif, penerimaan, penolakan dan Penggunaan koping berfokus dalam emosi olehindividu dipakai buat mengatasi emosi negatif dimana taktik tersebut tidak membarui situasi stres, namun hanya mengubah cara individu mengahayati atau memikirkan situasi (Tasripiyah. Prawesti, and Rahayu n. Koping kemoterapi pada pasien kanker. Koping Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK ============================================================================================== Received: 16 June 2021 :: Accepted: 24 June 2021 :: Published: 30 June 2021 kepatuhan dalam mengikuti terapi akan semakin patuh, meskipun mekanisme koping tidak menentukan prevalensi terjadinya kejadian kanker(Sonia. Arifin, and Murni 2014. Surtees, 2. Diketahui nilai t saat diberikan penderita Kanker Payudara adalah 3,612 dengan problablitas . 0,000 < 0,001 maka Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh pemberian mekanisme koping pada pasien penderita kanker payudara di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Dari disimpulkan bahwa sebelum dan setelah diberikan edukasi mekanisme koping akan didapati perubahan mekanisme Hal ini dapat di asumsikan terjadi peningkatan kearah yang lebih baik tentang hasil setelah diberi perlakuan mekanisme koping dibanding sebelum mendapat tindakan mekanisme koping maka Ho diterima dan Ha mendapatkan peningkatan mekanisme Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Insitut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam Daftar Pustaka