JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 3. September 2024 PENGARUH PERAN PENDAMPING UMKM TERHADAP PENINGKATAN PERFORMA UMKM DI KOTA BANDUNG Agus Elga Uyuandi1. Elih Sudiapermana2. Nike Kamarubiani3 1,2,3 Universitas Pendidikan Indonesia. Bandung. Jawa Barat. Indonesia aguselgauyuandi@gmail. com, 2elsud@upi. edu , 3nike. kamarubiani@upi. Received: Agustus, 2024. Accepted: September, 2024 Abstract Micro. Small and Medium Enterprises (SME. play an important role in the development of the national However, the importance of this sector has not been offset by its contribution to the value of Gross Domestic Product (GDP), which is still relatively low when compared with the population of SMEs perpetrators of 99. Therefore, this study aims to analyze the influence of the role of SMEs accompaniment on the improvement of SMEs performance with the mediation of the variable SMEs managerial ability. The data was collected using an angket of 360 respondents taken using a simple random sampling approach on SMEs perpetrators in the district of Bandung which is included in the SMEs Associate Programme of Cooperative Services and the SMEs of Bandung. The result was a significant direct influence of the accompaniment role on managerial capabilities, a significant influence on the accompanying role on the performance of SMEs, and a mediation influence in which the management ability served as the mediation variable, in other words, mediating the indirect influence that the accomplishment role had on SMEs performance. This study provided useful insights for policymakers in developing SMES support programmes Keywords: The Role Of Companions, managerial skills. SMEs performance Abstrak Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional. Namun, pentingnya sektor ini belum diimbangi dengan kontribusi terhadap nilai Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif masih rendah bila dibandingkan dengan populasi pelaku UMKM sebanyak 99,9%. Program pendampingan UMKM menjadi program strategis dalam memberdayakan pelaku UMKM. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran pendamping UMKM terhadap peningkatan performa UMKM dengan dimediasi variabel Kemampuan manajerial UMKM. Pendekatan kuantitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakan angket dari 360 responden yang diambil dengan menggunakan pendekatan simple random sampling pada pelaku UMKM diwilayah Kota Bandung yang tergabung dalam Program Pendampingan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung. Diperoleh hasil adanya pengaruh langsung secara signifikan peran pendamping terhadap kemampuan manajerial, adanya pengaruh signifikan peran pendamping terhadap performa UMKM, adanya pengaruh signifikan kemampuan manajerial terhadap performa UMKM, dan terdapat pengaruh mediasi dimana kemampuan manajerial berperan sebagai variabel mediasi yaitu memediasi pengaruh tidak langsung peran pendamping terhadap performa UMKM. Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan program pendampingan UMKM. Kata Kunci: Peran Pendamping. Kemampuan Manajerial. Performa UMKM How to Cite: Uyuandi. AE. Sudiapermana,E. , & Kamarubiani. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Peningkatan Performa UMKM di Kota Bandung. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 390-401. Volume 7. No. September 2024 pp 390-401 PENDAHULUAN Pembangunan masyarakat adalah suatu pendekatan untuk revitalisasi masyarakat yang difokuskan pada memperkuat kapasitas penduduk, asosiasi, dan organisasi untuk bekerja, secara individu dan bersama dalam mendorong dan mempertahankan perubahan lingkungan yang positif (Pinkett & OAoBryant, 2. Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomi nasional karena memiliki jumlah yang dominan dalam setiap sektor ekonomi dalam hal mengurangi pengangguran, serta meningkatkan pendapatan negara (Putri, 2. Usaha Kecil di Indonesia menempati porsi 99 % dan 1 % usaha menengah dan besar (Sudati. Hanung. Dian, 2. Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor yang amat vital sebagai penyangga ekonomi daerah dalam menciptakan pertumbuhan dan lapangan pekerjaan (Bank Indonesia, 2. Kondisi ini tidak terlalu mengejutkan, karena banyak studi maupun data nasional menunjukkan kinerja UMKM relatif buruk dibandingkan dengan usaha besar, bahkan dengan UMKM di negara maju (Tambunan, 2. Demikian juga hasil kajian Pusat Inovasi MKM APEC tentang daya saing global UMKM di 13 negara termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara yang UMKM-nya berdaya saing rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Singapura. Malaysia. Thailand, dan Filipina (Susilo, 2. Rendahnya kinerja yang dihasilkan UMKM di Indonesia disebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) (Dipta, 2. atau dengan kata lain rendahnya kompetensi kewirausahaan (Susilo, 2. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya pengembangan dan penguasaan ilmu pelaku UMKM dibidang manajemen, organisasi, teknologi, pemasaran dan kompetensi lainnya yang diperlukan dalam mengelola usaha. Terlebih lagi spirit Harus adanya suatu gerakan pemberdayaan untuk menjawab permasalahan yang sering terjadi pada UMKM, secara umum pemberdayaan berarti memberikan kekuatan kepada orang lain, dalam arti mengerahkan dan menegaskan kekuatan sebagai perwujudan peran masing-masing individu adanya sumber daya seperti keterampilan dan sikap. Jaringan hubungan . odal sosia. , material dan peran orang lain untuk menentukan tujuan dan menindaklanjutinya (Pigg, 2. Pada proses pemberdayaan memberikan kekuatan pada kelompok rentan dan lemah sehingga mereka memiliki kekuatan atau kemampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya, mengoptimalkan sumber daya yang produktif, serta ikut berpartisipasi dalam proses pemberdayaan (Khusna, 2. Konsep pendampingan menjadi relevan dalam konteks ini sebagai bagian dari pendidikan masyarakat yang bertujuan untuk memberdayakan pemilik dan manajer UMKM. Pendampingan dalam konteks UMKM tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teknis, tetapi juga mencakup peran sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator. Melalui pendampingan yang efektif, pemilik UMKM dapat meningkatkan kemampuan manajerial mereka, yang pada akhirnya dapat berkontribusi pada peningkatan performa bisnis. Peran pendamping sebagai fasilitator memungkinkan UMKM untuk mendapatkan akses ke sumber daya dan informasi yang kritis untuk pengembangan bisnis. Sebagai pendidik, pendamping berperan dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajerial, yang penting untuk pengambilan keputusan yang lebih baik. Sebagai motivator, pendamping membantu meningkatkan semangat dan komitmen pemilik UMKM dalam menghadapi tantangan bisnis. 392 Uyuandi. Sudiapermana & Kamarubiani. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Peningkatan Performa UMKM di Kota Bandung Pendekatan Balanced Scorecard (BSC) sering digunakan untuk mengukur performa UMKM dari berbagai perspektif, seperti keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan meningkatnya kemampuan manajerial melalui pendampingan, diharapkan terjadi peningkatan performa UMKM di semua dimensi BSC. Namun, meskipun pentingnya peran pendamping telah diakui, masih ada sedikit penelitian yang secara empiris menguji bagaimana pendampingan berpengaruh terhadap performa UMKM melalui mediasi kemampuan manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan menguji pengaruh peran pendamping terhadap performa UMKM yang dimediasi oleh kemampuan manajerial, menggunakan pendekatan Balanced Scorecard sebagai alat ukur performa. Penelitian ini juga berkontribusi pada penguatan keilmuan pendidikan masyarakat, dengan menekankan pentingnya peran pendampingan dalam pemberdayaan UMKM, yang merupakan bagian integral dari upaya pembangunan ekonomi berbasis masyarakat. KAJIAN PUSTAKA Menurut (Jim Ife, 2. pendampingan atau mentoring adalah proses yang melibatkan hubungan interpersonal antara seorang mentor . ang memiliki lebih banyak pengalaman atau pengetahuan dalam bidang tertent. dan mentee . ang sedang belajar atau berkembang dalam bidang tersebu. Menurut Binaswadaya 1999 dalam Hufad, dkk 2017: hal 84 menjelaskan peran pendamping sebagai berikut: Fasilitator, yaitu memberikan pendampingan terhadap permasalahan yang dihadapi dengan memberikan solusi serta membantu anggotanya dalam menggapai kemandirian. Pendidik yaitu berperan aktif dalam memberikan masukan yang positif dan direktif berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya serta bertukar pengalam dengan kelompok yang didampingi. Meningkatkan kesadaran masyarakat, menyampaikan informasi dan memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan kelompok yang didampingi. Motivator, peran motivator berkaitan dengan kemampuan pendamping dalam memberikan stimulus, memberikan mendorong dalam mengembangkan minat berwirausaha bagi anggota kelompok sasaran pendampingan agar dapat berwirausaha dan menjadi mandiri dalam menjalani usahanya. Hitt et al dalam Hajar . Kemampuan manajerial adalah pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan oleh seseorang dalam memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menggerakan semua yang dimiliki dalam mengelolah usahanya yaitu mengoptimalkan proses produksi, karyawan, pemasaran, keuangan dan sumber daya yang Kemampuan manajerial yang harus dimiliki oleh pelaku usaha menurut (Hajar, 2. sebagai berikut: membuat rencana usaha, membangun tim kerja, berusaha menggerakan sumber daya manusia, melakukan kerjasama atau bermitra dengan pihak lain, serta mengawasi Pengukuran kinerja dengan sistem tradisional mendorong terciptanya Balanced Scorecard yang memperhatikan empat perspektif pengukuran, yaitu . perspektif keuangan, . perspektif pelanggan, . perspektif proses bisnis internal, . perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Penjelasan keempat perspektif tersebut adalah sebagai berikut (Kaplan dan Norton, 1997:. Volume 7. No. September 2024 pp 390-401 METODE Penelitian dilaksanakan dalam rangka memperoleh kebenaran ilmiah. Untuk memperoleh kebenaran tersebut, diperlukan adanya suatu metode penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, karena gejalaAegejala hasil pengamatan dikonversikan kedalam angkaAe angka sehingga dapat digunakan teknik statistik untuk menganalisis hasilnya. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka, atau yang diangkakan . Penelitian ini menggunakan teknik korelasi untuk mengetahui arah dan Pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode kuesioner. Dalam metode kuesioner digunakan angket sebagai alat pengumpul data yang sebelumnya akan diuji validitas dan reliabilitas. Jadi, dari total populasi sebanyak 1260 responden, maka diketahui sampelnya berjumlah 360 Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel mengunakan random sampling. Teknik ini digunakan bila pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan karena anggota populasi yakni wirausaha dalam program pendampingan Dinas Koperasi dan UKM Kota bandung memiliki peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel, sehingga peneliti menentukan sampel sebanyak 360 orang yang dianggap merupakan sampel yang dapat mewakili . anggota populasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis SEM (Structural Equation Mode. SEM adalah suatu teknik statistik yang mampu menganalisis pola hubungan antara konstruk laten dan indikatornya, konstrak laten yang satu dengan lainnya, serta kesalahan pengukuran secara langsung (Ghozali, 2. SEM merupakan keluarga statistik multivariate dependent. SEM memungkinkan dilakukannya analisis di antara beberapa variabel dependen dan independen secara langsung (Hair et al. , 2. SEM memiliki fleksibilitas yang tinggi bagi peneliti untuk menghubungkan antara teori dan data (Ghozali. Berdasarkan uraian pada kerangka pemikiran dan paradigma penelitian, maka penulis mengambil hipotesis sebagai berikut : Direct Effect (Pengaruh Langsun. H0: Tidak terdapat pengaruh antara peran pendamping terhadap kemampuan manajerial H1: Terdapat pengaruh antara peran pendamping terhadap kemampuan manajerial H0: Tidak terdapat pengaruh antara peran pendamping terhadap performa UMKM H2: Terdapat pengaruh antara peran pendamping terhadap performa UMKM H0: Tidak terdapat pengaruh antara kemampuan manajerial terhadap performa UMKM H3: Terdapat pengaruh antara kemampuan manajerial terhadap performa UMKM Mediation Effect (Pengaruh Medias. H0: Kemampuan manajerial tidak memediasi pengaruh peran pendamping terhadap performa UMKM H4: Kemampuan manajerial signifikan memediasi pengaruh peran pendamping terhadap performa UMKM 394 Uyuandi. Sudiapermana & Kamarubiani. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Peningkatan Performa UMKM di Kota Bandung HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Pengujian Hipotesis Direct Effect (Pegaruh Langsun. Hipotesis Path Coefficient H1. Peran Pendamping -> Kemampuan Manajerial 0,416 H2. Peran Pendamping -> Performa UMKM 0,496 H3. Kemampuan Manajerial -> Performa UMKM 0,299 p-value 0,000 (<0,05 Si. 0,000 (<0,05 Si. 0,000 (<0,05 Si. 95% Interval Kepercayaan Path Coefficient Batas Bawah Batas Atas 0,333 0,503 0,209 0,391 0,592 0,377 0,205 0,396 0,137 f-square Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diatas maka diketahui sebagai berikut: Hipotesis pertama (H. diterima yaitu ada pengaruh signifikan peran pendamping terhadap kemampuan manajerial dengan path coefficient . dan p-value . ,000 < 0,. Setiap perubahan pada peran pendamping maka akan meningkatkan kemampuan manajerial. Dalam selang kepercayaan 95% besar pengaruh peran pendamping terhadap kemampuan manajerial terletak antara 0,333 sampai 0,503. Meskipun demikian keberadaan peran pendamping dalam meningkatkan kemampuan manajerial UMKM mempunyai pengaruh sedang/moderat dalam level structural . square = 0,. Perlunya program peningkatan peran pendamping dinilai sangat penting dimana ketika kebijakan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung dalam meningkatkan peran pendamping maka peningkatan kemampuan manajerial UMKM akan meningkat hingga 0,503. Hipotesis kedua (H. diterima yaitu ada pengaruh signifikan peran pendamping terhadap performa UMKM dengan path coefficient . dan p-value . ,000 < 0,. Setiap perubahan pada peran pendamping maka akan meningkatkan performa UMKM. Dalam selang kepercayaan 95% besar pengaruh peran pendamping terhadap performa UMKM terletak antara 0,391 sampai 0,592. Keberadaan peran pendamping dalam meningkatkan performa UMKM mempunyai pengaruh tinggi dalam level structural . square = 0,. Maka perlu ditingkatkan program pendampingan melalui peran pendamping, karena terbukti peran pendamping dapat meningkatkan performa UMKM. Hipotesis ketiga (H. diterima yaitu ada pengaruh signifikan kemampuan manajerial UMKM terhadap performa UMKM dengan path coefficient . dan p-value . ,000 < 0,. Meskipun demikian kemampuan manajerial UMKM dalam meningkatkan performa UMKM mempunyai pengaruh lemah dalam level structural . square = 0,. Setiap perubahan pada kemampuan manajerial UMKM maka akan meningkatkan performa UMKM. Dalam selang kepercayaan 95% besar pengaruh peran pendamping terhadap performa UMKM terletak antara 0,205 sampai 0,396. Perlunya peningkatan kemampuan manajerial UMKM agar dapat meingkatkan performa UMKM hingga 0,396. Volume 7. No. September 2024 pp 390-401 Tabel 2. Pengujian Hipotesis Mediation Effect (Pengaruh Medias. Hipotesis H4. Peran Pendamping -> Kemampuan Manajerial -> Performa UMKM Path Coefficient 0,125 p-value 0,000 (<0,05 Si. 95% Interval Kepercayaan Path Coefficient Batas Bawah Batas Atas 0,080 0,176 Upsilon V 0,015 Hipotesis keempat (H. diterima dimana kemampuan manajerial UMKM berperan sebagai variabel mediasi yaitu memediasi pengaruh tidak langsung peran pendamping terhadap performa UMKM dengan path coefficient . dan p-value . ,000 < 0,. Meskipun demikian dalam level struktural peran mediasi kemampuan manajerial UMKM ini masih tergolong pengaruh mediasi rendah . psilon v=0,. Ogbeibu et al . Dalam selang kepercayaan 95% dengan meningkatkan kemampuan manajerial UMKM maka peran mediasi ini akan meningkat hingga 0,176. Pembahasan Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Kemampuan Manajerial UMKM Dalam konteks UMKM, peran pendamping yang efektif sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan manajerial UMKM. Kemampuan manajerial yang baik mencakup berbagai keterampilan seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Pendampingan dalam UMKM dapat dilihat melalui tiga dimensi utama: fasilitator, pendidik, dan motivator, yang berfungsi dalam meningkatkan kemampuan manajerial. Konsep pendampingan Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife memberikan kerangka teoretis untuk memahami bagaimana pendampingan ini dapat dioptimalkan untuk hasil yang lebih baik. Sebagai fasilitator, pendamping berfungsi untuk membantu UMKM dalam mengakses berbagai sumber daya dan informasi yang diperlukan untuk mengembangkan kapasitas manajerial mereka. Menurut Jim Ife . , pendidikan masyarakat berfokus pada pemberdayaan individu dan kelompok untuk mengambil alih kendali atas kehidupan mereka sendiri melalui akses yang lebih baik terhadap sumber daya dan informasi. Dalam hal ini, pendamping UMKM yang berperan sebagai fasilitator menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan manajerial dengan menyediakan akses ke sumber daya yang vital. Dengan adanya akses yang lebih baik. UMKM dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam hal perencanaan strategis dan operasional, serta pengorganisasian sumber daya yang lebih efektif. Sebagai pendidik, pendamping bertugas untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan manajerial UMKM. Jim Ife menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang berbasis pada kebutuhan dan partisipasi aktif Dalam konteks UMKM, pendamping sebagai pendidik memanfaatkan pendekatan partisipatif untuk meningkatkan keterampilan manajerial melalui metode pelatihan yang relevan dengan kebutuhan spesifik UMKM dan mendorong pembelajaran yang bersifat praktis. Pelatihan dan mentoring yang diberikan oleh pendamping meningkatkan pengetahuan manajerial dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengelola bisnis secara lebih efektif, meningkatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian dalam UMKM. Sebagai motivator, pendamping berperan dalam mendorong dan memotivasi pemilik UMKM untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan bisnis. Dalam kerangka Jim Ife, motivasi dalam pendidikan masyarakat mencakup pemberdayaan individu untuk percaya pada 396 Uyuandi. Sudiapermana & Kamarubiani. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Peningkatan Performa UMKM di Kota Bandung kemampuan mereka sendiri dan berkontribusi pada perubahan sosial yang positif. Pendamping UMKM yang berperan sebagai motivator membantu pemilik usaha untuk mengatasi hambatan psikologis dan meningkatkan kepercayaan diri, yang penting untuk pengambilan keputusan yang efektif dan inovasi. Motivasi yang diberikan oleh pendamping meningkatkan ketahanan dan kepercayaan diri pemilik UMKM, yang pada gilirannya meningkatkan efektivitas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian kegiatan bisnis. Peran pendamping UMKM sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan manajerial UMKM. Dalam konteks pendampingan Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife, pendamping yang efektif memberdayakan UMKM dengan memberikan akses ke sumber daya, pelatihan yang relevan, dan dukungan moral. Dengan demikian. UMKM dapat memperbaiki keterampilan manajerial mereka, yang berdampak positif pada kinerja dan keberlanjutan bisnis. Pendampingan yang didasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan masyarakat membantu memastikan bahwa proses pembelajaran dan pengembangan berlangsung secara holistik dan partisipatif. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Performa UMKM Pendampingan UMKM yang berperan sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan performa UMKM di berbagai dimensi yang diukur oleh Balanced Scorecard. Dengan mengintegrasikan pendekatan pendampingan menurut Jim Ife . , pendamping mampu memberdayakan UMKM melalui akses ke sumber daya, pendidikan yang relevan, dan motivasi yang berkelanjutan. Hal ini menghasilkan peningkatan kinerja yang holistik, mencakup efisiensi operasional, pertumbuhan jangka panjang, kepuasan pelanggan, dan stabilitas keuangan. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peran pendamping UMKM berpengaruh positif terhadap performa UMKM. Artinya semakin tinggi peran pendamping UMKM akan semakin tinggi pula kemampuan manajerial yang didampinginya. Secara umum, penelitian ini mendukung Syamsi . Hubungan pendidikan masyarakat dan pemberdayaan dalam hal ini adalah suatu cara untuk menggali suatu proses belajar kelompok masyarakat dan berlatih secara sistematis untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja mereka dalam pekerjaannya sekarang dan menyiapkan diri untuk peranan dan tanggungjawab yang akan datang, dengan memaknai belajar mengetahui . earning to kno. , belajar berbuat . earning to d. , belajar hidup bersama . earning to live togethe. , dan belajar menjadi seseorang . earning to b. secara bersamaan dan berkesinambungan. Penelitian ini juga mendukung Jiim & Tesoriero . terkait Peran pendamping memiliki empat peran, yaitu Facilitative roles, educational roles, representationals roles, dan technical Fasilitator yaitu peran yang berkaitan dengan stimulasi dan penunjang pengembangan masyarakat serta memberikan dukungan bagi masyarakat yang berkaitan dengan tugas antara lain memberikan . sosial, negosiasi dan mediasi, memberikan dukungan, membangun konsensus, memfasilitasi kelompok, pemanfaatan berbagai sumberdaya, mengatur, serta komunikasi atau pendekatan secara personal. Pendidik yaitu berperan aktif dalam memberikan masukan yang positif dan direktif berdasarkan pengetahuan dan pengalamanya serta bertukar pengalam dengan kelompok yang didampingi. Meningkatkan kesadaran masyarakat, menyampaikan informasi dan memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan kelompok yang didampingi. Motivator, peran motivator berkaitan dengan kemampuan pendamping dalam memberikan stimulus, memberikan mendorong dalam mengembangkan minat berwirausaha bagi anggota kelompok sasaran pendampingan agar dapat berwirausaha dan menjadi mandiri dalam menjalani usahanya. Volume 7. No. September 2024 pp 390-401 Pengaruh Kemampuan Manajerial UMKM terhadap Performa UMKM Kemampuan manajerial UMKM dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen, yaitu Planning . Organizing . Actuating . , dan Controlling . , sangat berpengaruh terhadap performa UMKM yang dapat diukur melalui Balanced Scorecard (BSC). BSC mencakup empat perspektif utama: keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pertumbuhan. Pendekatan POAC yang kuat akan mendukung pencapaian hasil yang optimal pada setiap perspektif ini. Perencanaan adalah dasar dari seluruh aktivitas manajemen. Kemampuan manajerial dalam menyusun rencana strategis, menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek, serta merumuskan anggaran keuangan adalah kunci untuk mencapai kinerja keuangan yang baik. Perencanaan yang matang membantu UMKM dalam mengelola sumber daya secara efisien, mengoptimalkan penggunaan anggaran, dan meningkatkan profitabilitas. Dengan perencanaan yang efektif. UMKM dapat mencapai target keuangan yang telah ditetapkan, seperti peningkatan pendapatan, pengurangan biaya, dan peningkatan margin keuntungan, yang secara langsung meningkatkan performa keuangan UMKM dalam perspektif BSC. Pengorganisasian melibatkan pengaturan sumber daya manusia dan material untuk mencapai tujuan organisasi. Kemampuan manajerial dalam mengorganisir tim, menetapkan struktur organisasi yang efektif, dan mendistribusikan tugas secara efisien sangat penting untuk kelancaran operasional UMKM. Pengorganisasian yang efisien meningkatkan aliran kerja dan mengurangi pemborosan dalam proses bisnis internal, yang tercermin dalam peningkatan efisiensi operasional, kualitas produk, dan kepuasan pelanggan. Pelaksanaan yang efektif berdampak langsung pada kepuasan pelanggan, yang merupakan salah satu perspektif utama dalam BSC. Tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi akan meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar UMKM. Pengendalian melibatkan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan rencana serta membuat koreksi yang diperlukan untuk memastikan pencapaian tujuan. Kemampuan manajerial dalam mengukur kinerja, mengidentifikasi masalah, dan mengambil tindakan korektif adalah kunci untuk pengembangan berkelanjutan. Pengendalian yang baik memastikan bahwa UMKM dapat terus belajar dan berkembang, memperbaiki proses bisnis internal, dan meningkatkan inovasi. Hal ini mendukung perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam BSC, yang merupakan fondasi untuk keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang. Kemampuan Manajerial UMKM Memediasi Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Performa UMKM Penelitian ini berfokus pada pemahaman bagaimana peran pendamping UMKM, yang mencakup peran sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator, dapat mempengaruhi performa UMKM melalui peningkatan kemampuan manajerial. Kemampuan manajerial di sini dianggap sebagai variabel mediasi yang memperkuat atau menjelaskan hubungan antara peran pendamping dan performa UMKM. Konsep pendampingan dalam Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife memberikan kerangka teoritis untuk memahami bagaimana intervensi yang dilakukan oleh pendamping dapat memberdayakan UMKM dan memaksimalkan kinerja 398 Uyuandi. Sudiapermana & Kamarubiani. Pengaruh Peran Pendamping UMKM terhadap Peningkatan Performa UMKM di Kota Bandung Sebagai fasilitator, pendamping UMKM membantu pemilik usaha mengakses sumber daya, informasi, dan jaringan yang penting untuk pengembangan bisnis. Ini termasuk bantuan dalam hal keuangan, teknologi, pemasaran, dan pengelolaan operasional. Dengan akses yang lebih baik ini, kemampuan manajerial UMKM dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian (POAC) dapat ditingkatkan. Kemampuan manajerial yang diperoleh melalui fasilitasi ini memungkinkan UMKM untuk menerapkan strategi bisnis yang lebih efektif, yang pada gilirannya meningkatkan performa UMKM di berbagai dimensi, seperti efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. Dalam konsep Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife, pendamping bertindak sebagai agen pemberdayaan, membantu individu atau kelompok untuk mengakses sumber daya yang dapat meningkatkan kapasitas mereka. Pendamping yang bertindak sebagai fasilitator tidak hanya membantu UMKM mengatasi hambatan praktis tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi lebih mandiri dan proaktif dalam mengelola bisnis mereka. Pendamping berperan sebagai pendidik dengan memberikan pelatihan, mentoring, dan coaching yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan manajerial UMKM. Pengetahuan yang ditransfer melalui pelatihan ini mencakup aspek-aspek penting dalam manajemen seperti perencanaan strategis, pengorganisasian tim, dan pengendalian operasional. Dengan peningkatan keterampilan manajerial. UMKM dapat mengimplementasikan proses bisnis yang lebih efisien dan inovatif, yang pada akhirnya meningkatkan performa dalam hal kualitas produk, loyalitas pelanggan, dan stabilitas keuangan. Konsep Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife menekankan pentingnya pendidikan yang partisipatif dan relevan dengan konteks Pendamping sebagai pendidik memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik UMKM, memungkinkan penerapan yang lebih efektif dalam konteks bisnis mereka. Pendampingan ini memberdayakan UMKM untuk tidak hanya memahami teori manajemen tetapi juga menerapkannya secara praktis dan adaptif. Sebagai motivator, pendamping memainkan peran penting dalam membangun kepercayaan diri dan motivasi pemilik UMKM. Dengan motivasi yang tinggi, pemilik UMKM lebih cenderung untuk berinovasi, mengambil risiko yang diperhitungkan, dan terus belajar untuk mengembangkan bisnis mereka. Motivasi yang tinggi, didukung oleh kemampuan manajerial yang memadai, memungkinkan UMKM untuk lebih responsif terhadap tantangan pasar dan mengoptimalkan kinerja mereka dalam berbagai aspek yang diukur oleh Balanced Scorecard, seperti kepuasan pelanggan dan pertumbuhan finansial. Menurut Jim Ife, motivasi dan pemberdayaan adalah inti dari pendidikan masyarakat yang efektif. Pendamping berperan dalam memperkuat rasa percaya diri dan keyakinan pemilik UMKM, sehingga mereka merasa lebih mampu untuk mengelola dan mengembangkan bisnis mereka. Pendampingan yang berfokus pada motivasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas manajerial tetapi juga memupuk budaya kerja yang positif dan produktif. Peran pendamping UMKM, yang meliputi fasilitator, pendidik, dan motivator, memiliki pengaruh signifikan terhadap peningkatan performa UMKM. Kemampuan manajerial UMKM berfungsi sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan ini. Pendampingan yang efektif, seperti yang dijelaskan oleh konsep Pendidikan Masyarakat menurut Jim Ife, memberdayakan UMKM untuk meningkatkan kemampuan manajerial mereka, yang pada gilirannya memungkinkan mereka untuk mencapai kinerja bisnis yang lebih tinggi. Dengan demikian, pendampingan yang berfokus pada peningkatan kemampuan manajerial melalui pendidikan yang relevan dan pemberdayaan motivasi akan berkontribusi secara langsung pada peningkatan performa UMKM di berbagai perspektif yang diukur oleh Balanced Scorecard. Volume 7. No. September 2024 pp 390-401 KESIMPULAN Berdasarkan Pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis akan memberikan kesimpulan mengenai penelitian ini yang membahas tentang pengaruh peran pendamping UMKM dalam meningkatkan performa UMKM di Kota Bandung. Beberapa kesimpulan dapat diambil terkait pengaruh peran pendamping UMKM terhadap performa UMKM dengan mediasi kemampuan Pengaruh Positif Peran Pendamping: A Peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM. Ini menunjukkan bahwa peran pendamping yang efektif dapat membantu UMKM dalam meningkatkan kinerja mereka melalui bimbingan dan dukungan. A Peran pendamping memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan manajerial UMKM. Ini menunjukkan bahwa peran pendamping yang efektif sesuai dengan tupoksinya dapat membantu meningkatkan kemampuan manajerial UMKM dalam mengelola bisnis mereka. Pengaruh Positif Kemampuan Manajerial: Kemampuan manajerial UMKM memiliki perngaruh positif dan signifikan terhadap performa UMKM. Ini menunjukan bahwa kemampuan manajerial yang baik yang dimiliki oleh pelaku UMKM dapat meningkatkan performa UMKM. Pentingnya Kemampuan Manajerial: Kemampuan manajerial secara konsisten ditemukan sebagai mediator yang signifikan dalam hubungan antara peran pendamping UMKM terhadap performa UMKM. Ini berarti bahwa peran pendamping tidak hanya langsung meningkatkan kinerja, tetapi juga secara tidak langsung melalui peningkatan kemampuan manajerial UMKM. UCAPAN TERIMAKASIH Penelitian ini didukung oleh Departemen Pendidikan Masyarakat FIP UPI. Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih atas dukungan dan arahan dari Dr. Elih Sudiapermana. Pd. Dr. Nike Kamarubiani. Pd. yang telah membimbing dan mengarahlan agar terlaksananya penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA