ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN PASCA STROKE DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENJALANI FISIOTERAPI DI RSU M NATSIR SOLOK SUMATERA BARAT PERIODE JANUARI Ae JUNI 2022 Andi Asda Astiah 1. Yusmahendri Galindra2. Gelfis Sananda3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, andiasda@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, yusmahendri@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, gelfissananda7@gmail. ABSTRACT Background: Adherence in carrying out physiotherapy for post-stroke patients is important, because physiotherapy is one of the ways to optimize and maximize limb function and abilities that are still left in post-stroke patients so as to reduce dependence on others. Knowledge is one of the factors that play an important role in creating obedience for a person. Methods: This research method is an observational analytic with a cross sectional approach conducted at at RSUD M Natsir. Solok City in 2022 with a total of 42 samples and filled out a questionnaire by patients to see knowledge and compliance. The analysis test used is the rho spearman test. Results: : The results of statistical tests show that there is a meaningful relationship between poststroke patient knowledge and compliance levels at M Natsir Hospital. Solok City. From the results of the spearman rho test, a p-value of 0. 002 and an r value of 0. 461 were obtained so that H0 was rejected and Ha was accepted. Conclusion: Based on the results of this study, it can be concluded that there is a meaningful relationship between post-stroke patient knowledge and compliance level. Keywords: Adherence. Knowledge. Post-stroke. Physiotherapy ABSTRAK Latar Belakang: Kepatuhan dalam menjalankan fisioterapi bagi pasien pasca stroke merupakan hal yang penting, karena fisioterapi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk bisa mengoptimalkan dan memaksimalkan fungsi anggota gerak tubuh dan kemampuan yang masih tersisa pada pasien pasca stroke sehingga mengurangi ketergantungan dengan orang lain. Pengetahuan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam menciptakan kepatuhan bagi seseorang. Metode: Metode Penelitian ini merupakan adalah analitik observasional, dengan pendekatan CrossAe sampel dalam penelitian ini adalah pasien pasca stroke di RSUD M Natsir Kota Solok Tahun 2022 dengan total 42 sample dan dilakukan pengisian kuesioner oleh pasien untuk melihat pengetahuan dan kepatuhan. Uji analisis yang digunakan adalah uji spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan di RSUD M Natsir Kota Solok. Dari hasil uji spearman rho didapatkan p-value sebesar 0,002 dan nilai r sebesar 0. 461 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan. Kata kunci: Pengetahuan. Kepatuhan. Fisioterapi Universitas Batam Page 416 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 1 JANUARI 2023 PENDAHULUAN Di Indonesia, masalah stroke menjadi Saat ini stroke masih menjadi penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker pada negara maju ataupun negara berkembang. Satu dari 10 kematian disebabkan oleh stroke (Setiawan. Menurut Fisher, dkk. , yang tercantum didalam penelitian Azizah. , secara global, stroke mempengaruhi 13,7 juta orang dengan 5,5 juta kematian per tahunnya. Menurut WHO setiap tahunnya, 15 juta orang di dunia menderita stroke. Dari 15 juta orang tersebut, 5 juta orang meninggal, dan 5 juta orang lainnya mengalami kecacatan permanen. Stroke jarang ditemukan pada orang di bawah 40 tahun. 70% kasus stroke ditemukan di menengah, 87% kematian akibat stroke juga negara-negara Sedangkan pada negara dengan penghasilan sebanyak 42% dalam beberapa decade terakhir Selama 15 tahun terakhir, rata-rata stroke terjadi dan menyebabkan kematian lebih banyak pada negara berpendapatan rendah dan berpendapatan tinggi. Stroke sebagai bagian digolongkan ke dalam penyakit katastropik yang terbanyak di Kawasan Asia. Prevalensi penderita stroke di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 10,9 permil atau sekitar 2. ekonomi dan sosial. Penyakit stroke dapat dapat menyebabkan kecacatan permanen yang tentunya dapat mempengaruhi produktivitas penderitanya (Kemenkes RI, 2. [Type tex. Menurut data Riskesdes pada tahun 2018 dinyatakan bahwa prevalensi stroke . berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur Ou15tahun provinsi dengan pasien stroke tertinggi terjadi di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 14,7 permil dan terendah ada di Provinsi Papua sebesar 4,1 permil. Sedangkan Sumatera Barat berada di urutan ke 16 dengan prevalensi . sebesar 10,8 permil. Jumlah penderita stroke di Provinsi Sumatera Barat tahun 2018 sebanyak 8. 557 kasus. Persentase penderita stroke di Sumatera Barat sebesar 0,24%. Menurut BPS Kota Solok 2020,stroke non-hemoragik adalah penyebab kematian keempat di Kota solok dengan persentase 8,72% atau sekitar 1. 697 orang (Walter et al, 2. angka kejadian stroke di Indonesia merupakan orang (NINDS, 2. semakin penting untuk diperhatikan karena (Infodatin, 2. Stroke mempengaruhi banyak fungsi tubuh keterampilan motorik kasar, keterampilan motorik halus, ucapan dan bahasa, pengartian, penglihatan, dan emosi (American Heart Association, 2. Secara global, stroke Kecacatan >80 menyebabkan masalah yang signifikan dalam aspek kehidupan fisik, psikologis, dan sosial, dan mengganggu kualitas hidup penderita Page 417 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 memiliki gejala sisa gangguan motorik belum patuh menjalani fisioterapi sesuai yang dapat menghambat kemampuan mereka instruksi dari tenaga Kesehatan. untuk melakukan aktivitas hidup sehari-hari (Kemenkes RI, 2. Kepatuhan dalam menjalankan fisioterapi bagi pasien pasca stroke merupakan hal yang Secara umum, ada tiga tahap pengobatan penting, karena fisioterapi merupakan salah stroke yaitu. pencegahan, terapi segera setelah mengoptimalkan dan memaksimalkan fungsi Rehabilitasi pasca stroke membantu individu anggota gerak tubuh dan kemampuan yang mengatasi kecacatan akibat kerusakan stroke masih tersisa pada pasien pasca stroke (Pitaloka & Kariasa, 2. sehingga mengurangi ketergantungan dengan Salah satu cara rehabilitasi pasien stroke orang lain. yaitu dengan memberikan terapi fisioterapi Berdasarkan survey pendahuluan di ruang dimana tujuan fisioterapi pada penderita pasca fisioterapi RSU M Natsir Kota solok yang stroke adalah untuk meningkatkan kualitas sebelumnya dilaksanakan oleh peneliti, dari hidup, dapat bekerja kembali sesuai dengan total 10 responden yang di wawancarai, pola gerak yang normal atau mendekati normal serta menurunkan tingkat kecacatan. pengetahuan baik dan dikategorikan patuh. Penanganan fisioterapi pasca stroke adalah Berdasarakan uraian latar belakang diatas dan kebutuhan yang mutlak bagi pasien untuk karena banyak sekali sudah terjadi kasus dapat meningkatkan kemampuan gerak dan pemahaman pasien pasca stroke tentang fisioterapi seperti pemanfaatan electrotherapy, fisioterapi peniliti tertarik untuk melakukan (Bobath penelitian hubungan pengetahuan pasien pasca Neuromuscular stroke dengan kepatuhan menjalani fisioterapi Facilitation. Neuro Developmental Treatment, di RSU M. Natsir Kota Solok Sumatera Barat Sensory Motor Integration, dll. ) telah terbukti Tahun 2022. Setidaknya dari hasil penelitian dan ilmu yang didapatkan bisa bermanfaat dan Berbagai Proprioceptive pasca stroke (Ipaenin, 2. pengetahuan pasien pasca stroke mengenai variabel kepatuhan pasien pasca stroke dalam menjalani fosioterapi di Ruang Fisioterapi RSUD Dr. Pirngadi Medan, mengembalikan gerak dan fungsi pada pasien Dalam penelitian Arianti dkk, . fisioterapi untuk meningkatkan persentase SUBJEK DAN METODE PENELITIAN responden yang patuh menjalani fisioterapi sebanyak 11 responden . ,4%). Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien Penelitian pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien pasca stroke di Universitas Batam Page 418 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 ruang fisioterapi RS M Natsir priode Januari Ae fisioterapi yang telah ditentukan. Hasil ini Juni 2022 sebanyak 54 orang. Dengan kriteria cenderung sejalan dengan penelitian Wiwik sebagai berikut. Teknik pengambilan sampel Dwi Arianti. Suriani Ginting dan Ayu C. Tampubolon . yang didapatkan dari sampling dengan jumlah total sebanyak 42 sampel setelah jumlah populasi sebanyak 54 berpengetahuan baik sebanyak 9 responden orang dikurangi dengan jumlah pasien yang . ,1%), menderita afasia dengan jumlah 12 orang. Analisis Univariat Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Pasien pasca stroke Tabel Distribusi Persentase (%) Tabel 1 menunjukkan bahwa dari 42 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 7 responden . ,6%) berada dalam kategori berpengetahuan kurang, 12 ,6%) berada dalam kategori berpengetahuan cukup dan 23 responden ,8%) berpengetahuan baik. Dari mayoritas pasien pasca stroke dengan pengetahuan baik dan masih ada pasien stroke dengan pengetahuan kurang. Dengan pengetahuan yang baik dapat menjadi . %). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Wiwik Dwi Tampubolon populasi, sampel, tempat penelitian yang Frekuensi . Kurang Cukup Baik Total Arianti. Suriani Ginting dan Ayu C. pengetahuan pasien pasca stroke Pengetahuan responden . ,5%), pasien stroke yang HASIL DAN PEMBAHASAN Distribusi menjalankan terapi fisioterapi yang telah Demikian sebaliknya, dengan pengetahuan yang kurang dapat menjadi berbeda dan persentase untuk kategori pengetahuan cukup lebih banyak dari kategori pengetahuan baik (Arianti, 2. Distribusi Frekuensi Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kepatuhan Menjalani Fisioterapi Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Kepatuhan Menjalani Fisioterapi Kepatuhan Menjalani Fisioterapi Tidak Patuh Cukup Patuh Patuh Total Frekuensi . Persentase (%) Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 42 responden yang menjadi sampel penelitian didapatkan 4 responden . ,5%) berada dalam kategori tidak patuh, sebanyak 25 responden . ,5%) berada dalam kategori cukup patuh dan 13 responden . ,0%) berada dalam kategori patuh menjalani penghambat pasien pasca stroke menjalani Universitas Batam Page 419 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Hasil diatas menunjukkan bahwa dari Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan cukup penelitian didapatkan 4 responden . ,5%) lebih banyak daripada kategori patuh. Walupun demikian, pasien dengan kategori sebanyak 25 responden . ,5%) berada tidak patuh terbilang sedikit karena hanya dalam kategori cukup patuh dan 13 berjumlah 4 responden. ,0%) berada dalam kategori Kepatuhan pasien pasca stroke dapat patuh menjalani fisioterapi. Responden dipengaruhi oleh pengetahuan sebagaimana memiliki kepatuhan sedang menunjukkan diterangkan pada tinjauan teoritis. Jika adanya kesadaran gangguan motorik yang semakin tinggi pengetahuan maka akan muncul akibat stroke yang mengganggu semakin tinggi tingkat kepatuhan, sejalan aktifitas sehingga berkeinginan untuk dapat dengan teori Niven . Dalam dengan patuh menjalani fisioterapi. Hal ini didefinisikan keadaan dimana pasien pasca Suci stroke menjalani fisioterapi sesuai dengan Rahayu. Khurin In Wahyuni dan Puspita jadwal yang ditentukan dan mengganti Raras Anindita . dari 106 responden memiliki kepatuhan rendah sebanyak 9 melewatkan jadwal sebelumnya. Elok orang . ,50%), sedang sebanyak 67 orang . ,2%), dan tinggi sebanyak 30 orang Analisis Bivariat . ,3%). Tabel 3. Analisis Hubungan pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan menjalani fisioterapi Frekuensi Pengetahuan . Kepatuhan Spearman Tidak Cukup Correlation Patuh Kurang Cukup Baik . 0,461 0,002 Berdasarkan hasil penelitian pada tabel yang berada pada kategori pengetahuan 3 didapatkan bahwa dari 7 responden yang cukup, terdapat 1 responden . 4%) berada berada pada kategori pengetahuan kurang, di kategori tidak patuh, 8 responden . 0%) berada di kategori cukup patuh dan kategori tidak patuh, 4 responden . 3 responden . 1%) berada di kategori berada di kategori cukup patuh dan tidak Dari 25 responden yang berada pada ada responden . 0%), dengan pengetahuan kategori pengetahuan baik, terdapat 13 kurang dikategori patuh. Dari 12 responden responden . 0%) dengan kategori cukup Universitas Batam . Page 420 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 patuh, 10 responden . 8%) dengan kepatuhan pasien stroke menjalani fisioterapi . terhadap orang lain dapat diminimalkan pengetahuan baik berada dikategori tidak (Irdawati, 2. Sebagian kecil responden pada kategori Hasil analisis diperoleh p-value 0,002, pengetahuan cukup juga didapati berada di karena nilai P lebih kecil dari 0,05 maka kategori tidak patuh. Hal ini dapat terjadi keputusan uji adalah H0 ditolak dan Ha dikarenakan adanya faktor yang menghambat Didapatkan angka koefesien korelasi responden untuk melakukan fisioterapi sesuai . bernilai 0,461 yang artinya kekuatan jadwal yang telah ditentukan, seperti faktor hubungan dalam taraf cukup dan terdapat ekonomi, jarak tempat tinggal dan dukungan Hal terdapat hubungan pengetahuan dengan tingkat penelitian Harmayetty. Nur Firdaus dan kepatuhan menjalani fisioterapi pada pasien NiAomah . menyatakan adanya hubungan pasca stroke di Rumah Sakit Umum Daerah antara dukungan keluarga dengan kemandirian Mohammad Natsir kota solok. pasien pasca stroke dengan nilai korelasi Pada penelitian ini menunjukkan tidak sedang (Harmayetty, 2. terdapat responden pada kategori pengetahuan Pada penelitian ini, responden yang baik dengan kategori tidak patuh dan tidak berada pada tingkat pengetahuan baik lebih terdapat responden pada kategori pengetahuan banyak pada tingkat kepatuhan cukup patuh kurang dengan kategori patuh. Pada penelitian ini Hal tidak terdapat disebabkan karena untuk mencapai tahap responden pada kategori pengetahuan kurang patuh dibutuhkan aspek-aspek pendorong lainnya, seperti kemandirian pasien, dukungan Hal dikarekan responden dengan pengetahuan kurang memiliki kendala dalam memotivasi keluarga dan motivasi pasien itu sendiri. KESIMPULAN diri untuk kembali mandiri sebab sebagian dari mereka berpikiran bahwa stroke merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Hal ini sejalan dengan Hal ini sejalan dengan Irdawati . penyakit stroke tidak dapat sembuh dan akan diderita seumur hidup, sementara dengan perawatan yang baik kecacatan pasca stroke dapat diminimalkan, dengan demikian perlu Universitas Batam Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan menjalani fisioterapi di RSU M. Natsir Kota Solok Sumatera Barat Periode Januari-Juni tahun 2022 disimpulkan : Berdasarkan analisis univariat variabel responden dalam kategori baik dengan jumlah . ,8%). Page 421 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Berdasarkan analisis univariat variabel kepatuhan, didapatkan bahwa mayoritas . ,5%) serta arahan selama penelitian di RSU Natsir Kota Solok. DAFTAR PUSTAKA kepatuhan di kategori cukup patuh. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien pasca stroke dengan tingkat kepatuhan menjalani fisioterapi di RSU M. Natsir Kota Solok Sumatera Barat Periode Januari-Juni tahun 2022 Arianti. Ginting. Tampubolon. Hubungan Pengetahuan Pasien Tentang Stroke Menjalani Dengan Fisioterapi Kepatuhan Ruang Fisioterapi Rsud Dr. Pirngadi Medan Tahun 2016. Jurnal Ilmiah PANNMED dengan p= 0,002. (Pharmacist. Analyst. Nurse. Nutrition. SARAN Midwivery. Environment. Dentis. Diharapkan dapat memberikan saran 54Ae60. Doi:10. 36911/pannmed. dan masukan bagi Bagi petugas kesehatan Harmayetty. Nur Firdaus. , & NiAomah, disarankan agar lebih meningkatkan usaha . Hubungan Dukungan Keluarga promotif berhubungan dengan kepatuhan Dan Kepatuhan Rehabilitasi Dengan pasien agar kualitas kepatuhan pasien yang Kemandirian menjalani fisioterapi di RSU M Natsir Kota Critical Medical and Surgical Nursing Solok Journal Pasien (CMSNJ), Pasca Stroke. 26Ae33. rehabilitatif pada pasien terealisasi lebih https://w. gov/Disorders/All- Disorders/Stroke-Information. Diharapkan Infodatin. Pusat data dan informasi Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes hendaknya tetap meningkatkan kepatuhan RI: Jakarta dalam menjalani rehabilitasi pasca stroke Ipaenin. Hubungan dukungan dengan program fisioterapi agar kualitas keluarga terhadap motivasi pasien pasca Bagi fisioterapi di rs pku Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi acuan bagi peneliti gamping Yogyakarta. Naskah publikasi Diharapkan menggunakan sampel dan uji faktor yang Ucapan Fakultas Latihan Kesehatan universitas aisyiyah: Yogyakarta Irdawati. UCAPAN TERIMA KASIH