Jurnal Kebidanan Malakbi Volume 4. Nomor 1. Januari 2023, pp. 32 Ae 41 ISSN 2720-8842 (Onlin. Journal homepage: http://jurnal. id/index. EFEK DAN PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI PADA REMAJA: STUDI LITERATUR HardiyatiA . Hasir . Supratti Program Studi D-i Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju ARTICLE INFO Article history Submitted : 2022-02-27 Revised : 2023-01-09 Accepted : 2023-01-11 Keywords: Early Marriage. Health Reproduction. Education. Kata Kunci: Pernikahan Dini. Kesehatan Reproduksi. Pendidikan. ABSTRACT Marriage is a very sacred thing and maintains the integrity of the family by looking at several aspects of a person's physical, spiritual and psychological aspects that support Early marriage is marriage that has not reached the age of 18 years. This is referred to as one of the social pathologies that cause or poverty. The Sustainable Development Goals (SDG. on education, maternal health, poverty, women's empowerment and human rights cannot be achieved if the problem of early marriage is not addressed in many low and medium prayer countries. The results of the investigation of the literature study from these 15 articles can be described that the occurrence of early marriage can be caused by several factors, namely economic problems, customs, education, decision makers are parents, living in rural areas. Some of the effects that can occur in early marriage are domestic violence, psychosocial burden and stress, reduction, illness, women's independence, health of mothers and children, and the level of school activity of children. Intervention efforts that can be made are increasing education and knowledge, media exposure, peer education methods, involving religious shops, social in educational activities for adolescents. From the results of this literature study, it can provide an understanding of the development and prevention of early marriage and seek therapeutic and comprehensive preventive measures. Pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan menjaga keutuhan keluarga dengan cara melihat beberapa aspek lahir batin, biologis dan psikologis seseorang yang mendukung Pernikahan dini adalah pernikahan yang belum mencapai usia 18 tahun. Hal ini disebut sebagai salah satu patologi sosial yang menyebabkan atau memperburuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. tentang pendidikan, kesehatan ibu, kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan hak asasi manusia tidak dapat dicapai jika masalah perkawinan dini tidak ditangani di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. Hasil investigasi studi literatur dari 15 artikel ini dapat diuraikan bahwa terjadinya pernikahan dini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu masalah ekonomi, adat istiadat, pendidikan, pengambil keputusan adalah orang tua, tinggal Beberapa efek yang dapat terjadi pada pernikahan dini adalah kekerasan dalam rumah tangga, beban psikis dan stres, pelecehan, penyakit, kemandirian perempuan, kesehatan ibu dan anak, dan tingkat keaktifan sekolah anak. Upaya intervensi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pendidikan dan pengetahuan, paparan media, metode pendidikan sebaya, melibatkan toko agama, sosial dalam kegiatan edukasi pada remaja. Dari hasil studi literatur ini dapat memberikan pemahaman perkembangan dan pencegahan pernikahan dini serta mengupayakan tindakan pencegahan yang terapeutik serta komprehensif. A Corresponding Author: This is an open access article under the CC BY-SA Hardiyati Program Studi D-i Keperawatan Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju Telp. Email: hardiyati. umar@yahoo. https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 PENDAHULUAN Pernikahan adalah hal yang sangat sakral dan keutuhan perkawinan didukung oleh beberapa aspek yaitu kebahagiaan baik itu lahir batin, biologis dan psikologis seseorang. Pernikahan dini di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor individu dimana rendahnya tingkat pendidikan dan bimbingan masalah perkawinan, lebih lanjut fenomena sekarang ini, maraknya gerakan sejumlah aktivis keagamaan yang menggalakkan pernikahan muda tanpa memberi edukasi untuk para pelaku pernikahan Faktor yang lain adalah faktor eksternal seperti adanya perjodohan, orang tua, lingkungan . dat istiada. dan ekonomi (Alfa. Pernikahan usia dini masih banyak terjadi di indonesia. Beberapa alasan mengapa pernikahan dini terjadi yaitu karena alasan orang tua karena ekonomi dapat juga dipengaruhi oleh alasan sosial dan budaya adat dalam keluarga yaitu harus menjodohkan anaknya sejak mereka masih kecil, disisi lain ada pandangan masyarakat yang negatif jika tidak menikah pada usia 18 tahun dapat dianggap perawan tua (Abera et al. , 2020. Alfa, 2. Hampir pernikahan dini mengacu pada wanita sebagai objek penelitian. Hal ini karena kejadian pernikahan dini lebih sering terjadi pada wanita, dan perempuan lebih rentan terhadap dampak negatif dari pernikahan dini. Secara global hampir satu dari tiga anak perempuan menikah sebelum berusia 18 tahun. Diperkirakan 10 juta pernikahan anak terjadi setiap tahun. Tingkat pernikahan dini bervariasi antar negara dan wilayah: tingkat tertinggi ditemukan di Afrika Barat, diikuti oleh Asia selatan. Afrika utara/Tengah Amerika Timur dan Latin. Namun, mengingat Asia selatan ukuran populasi dan tingkat pernikahan dini, perkiraan setengah dari anak perempuan dalam pernikahan dini tinggal di sana (Alem et al. , 2. Sementara menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, usia rata-rata menikah pertama secara bertahap meningkat, ini peningkatan telah terbatas terutama untuk anak perempuan dari keluarga dengan pendapatan yang lebih tinggi. Sayangnya, kecepatan perubahan tetap lambat. Sementara 48 persen wanita berusia 45Ae49 tahun menikah sebelum usia 18 tahun. Efek dan konsekuensinya sangat luas, pernikahan dini https://doi. org/10. 33490/b. meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan dan persalinan, peningkatan risiko kematian atau komplikasi serius yang berlangsung lama seperti fistula lebih besar untuk anak perempuan di awal dan remaja Kematian ibu yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan merupakan komponen penting dari kematian anak perempuan berusia 15Ae19 di seluruh dunia, masing-masing menyumbang 70. 000 kematian setiap tahun. Risiko kematian yang berhubungan dengan kehamilan adalah 4 kali lebih tinggi untuk remaja di bawah 16 tahun daripada untuk wanita di awal usia dua puluhan (Svanemyr et , 2. Jika seorang ibu di bawah usia 18 tahun, risiko bayinya meninggal di tahun pertama hidup adalah 60 persen lebih besar daripada bayi yang lahir dari ibu yang lebih tua dari 19 tahun. Bayi yang lahir dari ibu muda lebih mungkin untuk dilahirkan dengan berat badan kurang, prematur dan mengalami masalah kesehatan yang serius. Pernikahan anak juga telah terbukti meningkatkan kemungkinan penularan HIV dan kekerasan dalam rumah tangga. Selanjutnya, anak mempelai wanita berisiko mengalami Pernikahan dini melanggengkan siklus buta huruf dan kemiskinan. Di seluruh dunia, lebih banyak anak perempuan yang terdaftar sekolah dari sebelumnya. Gadis-gadis ini jauh lebih kecil kemungkinannya menikah pada usia dini, namun sayangnya, peran lingkungan sekolah menurun tajam setelah lima atau enam tahun sekolah. Putus sekolah merupakan efek dari perkawinan anak, menurunkan kesempatan anak dalam belajar untuk memperoleh keterampilan yang memudahkan anak remaja untuk memulai menghasilkan pendapatan (Aychiluhm et al. Svanemyr et al. , 2. Pernikahan dini adalah pernikahan orangorang yang belum mencapai usia 18 tahun. Hal ini juga disebut sebagai salah satu patologi sosial kemiskinan (UNICEF, 2. Beberapa permasalahan yang ada pada penduduk di Provinsi Sulawesi Barat yaitu tingginya pernikahan dini dan perkawinan anak, rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan, kemiskinan, sanitasi dan air bersih, serta persoalan remaja. Setelah mengkaji lebih dalam dengan menggunakan metode study literatur dan berbagai sumber yang relevan, ditemukan . ,42 perse. berpendidikan tamat SD . ,13 perse. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 tidak tamat SD, . ,17 perse. berpendidikan tamat SMP, dan . ,11 perse. tidak bersekolah. Pernikahan usia anak tercatat 6 persen relatif tinggi, wanita usia subur pertama kali menikah pada usia dibawah 15 tahun dan diantaranya pernikahan usia remaja antara umur 15-19 tahun melangsungkan pernikahan di usia 10-14 tahun. Masalah yang lain pada remaja adalah penyalahgunaan narkoba. Angka prevalensi penyalahgunaan sebesar 1,70 persen dari total penduduk Sulbar sejumlah 16,269 orang pada kelompok usia 10-59 tahun dan Sulawesi Barat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (Alfa, 2. Efek dari pernikahan dini tidak hanya terbatas pada anak perempuan dan rumah tangga mereka tetapi juga merusak agenda pembangunan Mengingat dampak yang dinyatakan sebelumnya, ada potensi bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. tentang pendidikan, kesehatan ibu, kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan hak asasi manusia tidak dapat dicapai jika masalah perkawinan dini tidak ditangani di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah. Demikian juga yang terjadi di wilayah indonesia yaitu Sulawesi Barat. Banyaknya efek yang dapat ditimbulkan, hal itu dapat dihubungkan karena meningkatnya angka pernikahan di bawah umur. Remaja yang melakukan pernikahan dini memang belum memiliki kemampuan pemenuhan ekonomi maupun mental dalam menjalani yang namanya berumah tangga. Salah satu peran perawat adalah memberikan layanan kesehatan remaja melalui pendidikan kesehatan baik di rumah sakit maupun Tujuan studi literatur ini untuk mengidentifikasi beberapa efek dan pencegahan pernikahan dini berdasarkan artikel berbasis bukti . vidence base. Adapun kriteria inklusi dari literatur ini adalah artikel yang menganalisis tentang efek dan pencegahan dari pernikahan dini pada remaja. Hasil studi litertur ini yang terdiri dari 15 artikel dari tahun 2012 hingga 2021 memaparkan tentang efek dan pencegahan dari pernikahan dini pada remaja dapat membantu dan memberikan informasi untuk pemeliharaan kesehatan remaja serta upaya agar pernikahan dini pada remaja dapat menurun serta bagaimana mengembangkan tindakan pencegahan dan intervensi terapeutik yang berfokus pada kesehatan remaja. METODE Deskripsi artikel yang dimasukkan dalam review Hasil temuan diidentifikasi melalui pencarian berdasarkan database . Identifikasi Skrining Inklusi Hasil temuan setelah reduksi terhadap duplikasi temuan . Hasil temuan setelah skrining melalui pencarian berdasarkan database . Hasil temuan yang diidentifikasi melalui tambahan sumber lain . Eksklusi . Kelayakan Artikel yang dimasukkan dalamreview . Artikel full text dieksklusikan . Artikel Full text dilakukanpengkajian terhadap kelayakan. Gambar 1. PRISMA Flow Diagram of Trial Selection Process for the Literatur Review https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Metode yang digunakan dalam penulisan studi literatur ini dengan penelusuran internet dari Proquest. Google Scholar. EBSCOHost. Science Direct, dan buku dari tahun 2010 Ae 2021 dengan kata kunci Efek. Pernikahan dini. Total hasil penelusuran artikel dengan kata kunci yang telah ditentukan adalah 439 artikel, dengan rincian Science Direct sejumlah 30 artikel. ProQuest sejumlah 339 artikel. EBSCOHost. Google Scholar sejumlah 50 artikel, dan sumber lain sebanyak 20 artikel. Didapatkan 80 artikel melalui pemilihan judul dan menjadi 40 artikel melalui screening kesesuaian dengan tujuan review. Sebanyak 25 artikel dieksklusikan karena tidak memenuhi kriteria yang ditentukan. menjelaskan tentang efek pernikahan dini. Setelah skrining, lebih lanjut dibahas beberapa efek dan pencegahan pernikahan dini merujuk pada artikel yang terpilih yaitu 15 artikel. HASIL PENELITIAN Pada studi literatur ini penulis mengambil 15 sampel penelitian yang terkait dengan efek dan pencegahan pernikahan dini pada remaja. Artikel tersebut mencakup penelitian tahun 2012 hingga 2021 yang dilakukan baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Selanjutnya hasil penelitian akan dipaparkan sebagai berikut. Tabel 1. Beberapa Efek Dan Pencegahan Pernikahan Dini Pada Remaja Peneliti Tujuan Hasil Svanemyr. Artikel ini Pernikahan anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang Chandra-Mouli. , menyajikan data mendasar dan berdampak pada semua aspek kehidupan seorang et al, . tentang prevalensi dan remaja gadis. Pernikahan seorang remaja gadis di masa kecilnya akan efek, faktor yang mengganggu pendidikannya, membatasi peluangnya, meningkatkan berkontribusi dan risiko kekerasan dan pelecehan, serta membahayakan kesehatannya. tindakan untuk Glick. Handy. Studi ini memperkirakan Secara keseluruhan, hasil kami memberikan bukti kuat tentang peran & Sahn. E . determinan pencapaian penting pendidikan baik perempuan secara individu maupun orang pendidikan, usia tua mereka dalam menunda pernikahan dan kesuburan perempuan pernikahan, dan usia kelahiran pertama di antara perempuan berusia 12-25 di Madagaskar Bastomi. Pernikahan Dini Dan Dampaknya Delprato. , & Akyeampong. Memberikan bukti tentang manfaat kesehatan dari menunda pernikahan Delprato. Akyeampong. , & Dunne. Menganalisis evolusi Hasilnya menunjukkan bahwa pernikahan dini masih merupakan efek pada sumber ketimpangan yang signifikan, meskipun dampaknya telah menurun dari waktu ke waktu: anak perempuan yang lahir dari ibu pendidikan pernikahan yang menikah dini memiliki kemungkinan untuk tidak pernah dini dengan melihat bersekolah dan lebih kecil kemungkinannya untuk menyelesaikan dampak apakah sekolah dasar. Kedua, pernikahan anak meningkatkan perempuan menikah ketidaksetaraan gender dalam rumah tangga. Ketiga, selanjutnya muda pada hasil sekolah menyatakan bahwa pendidikan dan kesehatan ibu memediasi anak-anak mereka untuk beberapa efek pernikahan dini. Keempat, pemberdayaan istri yang 25-32 negara (Survei usia muda dapat melemahkan saluran transmisi ketimpangan Demografi dan pendidikan lainnya. Secara keseluruhan, hasil dari penelitian ini Kesehata. pada tahun menyoroti kebutuhan untuk intervensi dan dukungan yang tepat 2000 dan 2010 untuk untuk mencapai fokus yang lebih besar pada kesetaraan dalam agenda Afrika Sub-Sahara pendidikan global pasca-2015. https://doi. org/10. 33490/b. Permasalahan pernikahan dini pada umumya disebabkan oleh faktor pendidikan, ekonomi, orang tua dan adat istiadat. Pernikahan dini akan berdampak pada segi ekonomi, psikologis dan kesehatan hasil penelitian menggambarkan akan manfaat kesehatan dari menunda pernikahan dini di antara usia wanita . ari usia 10-14 hingga usia 15-. pada perawatan kesehatan wanita dan kesehatan anak-anak. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Peneliti Tujuan Hasil Mehra. Sarkar. Tujuan dari penelitian Strategi intervensi dan paparan media massa, menunjukkan efek . Sreenath. ini adalah untuk menilai dalam mengurangi pernikahan dini, kehamilan dini dan peningkatan Behera. , & Mehra, dampak dari intervensi retensi sekolah. Pendidikan sebaya yang dilakukan terbukti menjadi . berbasis komunitas model yang efektif. Intervensi berbasis komunitas multi-komponen multi-cabang pada dapat menjadi model potensial untuk mengurangi jumlah pernikahan pernikahan dini, kehamilan dini dan retensi sekolah di antara orang-orang muda di dua negara bagian India. Amoako Johnson. Studi cross-sectional ini Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan bagi Abu. bermaksud untuk perempuan dan pasangan mereka, religiusitas, kepemilikan kekayaan Utazi. , . mengeksplorasi faktor- dan lokasi geografis adalah beberapa faktor penting dengan efek faktor yang terkait signifikan pada prevalensi pernikahan dini di Bangladesh. dengan prevalensi Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan pernikahan dini di menyiapkan ketentuan pendidikan untuk semua, pembangunan kalangan remaja kesadaran melalui mobilisasi sosial, inisiatif reformasi dan perempuan di memperkuat strategi pengurangan kemiskinan untuk mempercepat Bangladesh proses penghapusan pernikahan dini. Rahmawati. Rohaedi. , & Sumartini. Penelitian ini bertujuan Hasil penelitian didapatkan bahwa setengah dari responden mengidentifikasi tingkat dikelompokan dalam keadaan hampir setengahnya dari responden stres dan indikator stress dikelompokan dalam keadaan stress ringan, stres normal, sebagian yang terjadi pada usia kecil dari responden dikelompokan dalam keadaan stress sangat remaja yang melakukan berat. Menikah pada usia dini merupakan suatu beban psikis. pernikahan dini. 9 Abera. Nega. Penelitian ini bertujuan Penelitian ini melaporkan bahwa wanita yang menikah di/setelah 18 Tefera. , & Abebaw, untuk menilai dampak lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan rumah tangga dari pernikahan dini daripada pengantin anak. Pengantin perempuan lebih cenderung terhadap kondisi mengalami berbagai bentuk pelecehan pasangan dan kekerasan dalam kehidupan pernikahan. Hasil penelitian menggambarkan bagaimana perubahan tingkat individu, terutama didorong oleh usia pada pernikahan pertama, berinteraksi dengan faktor struktural untuk menentukan perubahan status dan peran wanita yang sudah menikah di rumah tangga dan masyarakat. 10 Adugnaw, z. Bertujuan untuk menilai Distribusi spasial pernikahan dini bervariasi secara signifikan di yeshaw, y. , sewnet, a. distribusi spasial dan Ethiopia. Pendidikan perempuan, otonomi perempuan, dan daerah , alemneh, m. penentu perkawinan dini ditemukan sebagai penentu signifikan dari pernikahan dini. Oleh tesema, g. , chilot, d. di kalangan wanita yang karena itu, intervensi kesehatan masyarakat yang menargetkan area , & teshale, a. pernah menikah di hotspot penting yang diidentifikasi dari pernikahan dini sangat . Ethiopia. penting untuk mengurangi kejadian pernikahan dini dan Selain itu, meningkatkan pendidikan perempuan dan memberdayakan mereka untuk membuat pilihan mereka sendiri sangat penting untuk mengubah kebiasaan masyarakat dan menghilangkan pernikahan dini di Ethiopia. 11 Rahayu. , & Tujuan dari penelitian Hasilnya menunjukkan bahwa prevalensi pernikahan dini di Wahyuni. ini adalah untuk Indonesia sudah mencapai 16,36 persen. Di antara mereka, 46,61 . menganalisis pengaruh persen perempuan yang menikah di masa remaja mereka . ebelum 18 pernikahan dini terhadap tahu. tidak menyelesaikan amanat sembilan tahun pendidikan dasar, kemiskinan moneter di dan 52,35 persen perempuan yang sudah menikah sejak usia dini Indonesia tidak memiliki kartu asuransi kesehatan. Hasil model probit biner menunjukkan bahwa pernikahan dini tidak mempengaruhi kemungkinan seorang wanita mengalami kemiskinan moneter. Artinya pernikahan dini tidak mempengaruhi pendapatan per kapita bulanan perempuan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa pengukuran kemiskinan lainnya mungkin perlu Oleh karena itu, kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi pernikahan dini harus mempertimbangkan dampak faktor lain terhadap kemiskinan. Konsep kemiskinan absolut . mengukur jumlah kemiskinan dengan membandingkan tingkat pendapatan atau pengeluaran seseorang dengan tingkat https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Peneliti Tujuan 12 Talukder. Hasan. Untuk mengetahui . Razu. , & bahwa Hossain. Pendidikan pendidikan mitra, agama, indeks kekayaan dan divisi . ilayah geografis digunakan sebagai variabel prediktor. 13 Amzat. Penelitian ini mengeksplorasi peran pemimpin iman dalam memajukan penyebab remaja perempuan mengenai waktu Hasil pendapatan minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Pendidikan perempuan, pendidikan mitra, agama, indeks kekayaan dan divisi . ilayah geografis administrati. digunakan sebagai variabel prediktor terjadinya pernikahan dini. Studi ini merekomendasikan bahwa mempertimbangkan posisi sosial para tokoh agama dan peran penting dalam sanksi serikat perkawinan, mereka dapat dianggap sebagai penghubung penting dalam upaya untuk mengurangi pernikahan dini. Peneliti melakukan 24 diskusi kelompok fokus dengan gadis-gadis remaja, 24 wawancara mendalam dengan para tokoh agama, dan 12 wawancara informan kunci dengan pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kerangka kerja untuk menganalisis data Studi ini menemukan bahwa para tokoh agama memainkan peran penting dalam merasionalisasi atau mengecilkan hati remaja untuk melakukan pernikahan dini melalui kagiatan ceramah dan lainnya. 14 Aychiluhm. Penelitian ini Penelitian ini mengungkapkan bahwa 73% . % CI 71. 38, 74,. Tesema. , & dimaksudkan untuk wanita berusia 15-49 tahun menikah sebelum 18 tahun. Tadesse. menilai prevalensi dan Dalam model multivariable bertingkat. tinggal di pedesaan ( AOR = penentu perkawinan 95% CI: 2. 17, 8. , tidak ada pendidikan ( AOR = 2. dini di kalangan CI: 2. 23, 9. , hanya menempuh pendidikan dasar ( AOR = 2. perempuan, di negara 95% CI: 1. 68, 8. , pengambil keputusan adalah orang tua kapan daerah Amhara harus menikah ( AOR = 3. 95% CI: 2,20, 5,. , status miskin (AOR = 1. 95% CI: 1,16, 4. , dan status termiskin (AOR = 2. 95% CI: 2. 19, 7. adalah prediktor independen pernikahan dini. 15 Bengesai. Bertujuan untuk Menunjukkan bahwa di Zimbabwe, ada tiga pendorong utama Amusa. , & mengkaji statistik pernikahan anak: praktik pernikahan budaya dan . Makonye. tentang pernikahan dan, kurangnya penegakan kebijakan. Pernikahan anak menghilangkan masa kecil anak gadis remaja mereka dan merupakan kemunduran yang signifikan untuk Ini menghambat partisipasi penuh mereka dalam masyarakat serta upaya untuk mencapai kesetaraan gender secara Pernikahan dini juga memberikan risiko terhadap penyakit menular seksual (IMS), termasuk HIV dan AIDS, melahirkan anak dini dan bahaya kesehatan terkait. Ada bukti bahwa pengantin anak lebih cenderung menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga dan tumbuh merasa tidak berdaya. Pencegahan fokusnya adalah pada penentu atau prevalensi, upaya hukum dan pengembangan terfokus untuk mengakhiri praktik pernikahan dini serta sangat berhubungan dengan kesehatan Pernikahan dini di Indonesia sebenarnya sudah menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan oleh masyarakat terdahulu. Pada pemahaman mereka, terdapat stigma kurang baik jika seorang gadis menikah pada usia matang. Prevalensi pernikahan dini di Indonesia sudah mencapai 16,36 persen. Di antara mereka 46,61 persen PEMBAHASAN SEBAB DAN EFEK PERNIKAHAN DINI Fenomena sosial yang banyak terjadi di berbagai wilayah sekarang adalah pernikahan Hal ini merupakan masalah yang sangat sedikit terlihat pada publik, tetapi kenyataannya begitu banyak yang terjadi pada masyarakat luas. https://doi. org/10. 33490/b. Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 perempuan yang menikah di masa remaja mereka . ebelum 18 tahu. tidak menyelesaikan amanat sembilan tahun pendidikan dasar dan 52,35 persen perempuan yang sudah menikah sejak usia dini tidak memiliki kartu asuransi kesehatan (Rahayu & Wahyuni, 2. Beberapa bagian dunia, perempuan diharapkan untuk menikah dan mulai memiliki anak pada usia dini. Dimana perkawinan anak yang lazim berfungsi sebagai norma sosial, orang tua merasa tertekan dengan harapan yang ada dan tradisi karena kesulitan ekonomi. Keluarga boleh menikahkan putri mereka di usia muda karena mereka percaya bahwa pernikahan akan melindungi putri mereka dari seks pranikah dan kehamilan atau karena kekhawatiran bahwa jika anak perempuan mereka tidak menikah dini menurut tradisi lokal, mereka tidak boleh menikah sama sekali (Amoako Johnson et al. Pernikahan dini dapat terjadi disebabkan oleh beberapa permasalahan dalam keluarga diantaranya karena ekonomi, pendidikan, orang tua dan masalah adat istiadat. Dampak dari pernikahan dini yaitu ekonomi, psikologis, dan kesehatan pelakunya (Bastomi, 2. Sebab yang lain adalah kemiskinan hal ini berkorelasi dengan tingkat pernikahan anak yang lebih tinggi. Keluarga miskin mungkin tidak memiliki sumber daya untuk mempertahankan anak perempuan untuk tetap sekolah atau bahkan susah untuk memberi makan dan pakaian kepada mereka (Svanemyr et al. , 2. Penelitian Aychiluhm mengungkapkan bahwa 73% wanita berusia 1549 tahun menikah sebelum 18 tahun. Beberapa prediktor independen pernikahan dini adalah tinggal di pedesaan, tidak ada pendidikan (AOR = 2. 95% CI: 2. 23, 9. , hanya menempuh pendidikan dasar (AOR =2. 95% CI: 1. , pengambil keputusan adalah orang tua kapan harus menikah (AOR = 3. 95% CI: 2,20, 5,. , status miskin (AOR = 1. 95% CI: 1,16, 4. , dan status termiskin (AOR = 2. 95% CI: 2. 19, 7. Pernikahan pada usia dini memberikan sejumlah kesulitan biologis dan sosial bagi https://doi. org/10. 33490/b. gadis-gadis muda dan anak-anak mereka. Pernikahan dini mempengaruhi kesehatan, pendidikan dan risiko terjadinya kekerasan pada Wanita yang menikah lebih muda cenderung memiliki pendidikan yang lebih rendah, mulai membesarkan anak lebih awal, memiliki kekuatan pengambilan keputusan yang lebih sedikit di rumah tangga mereka dan lebih cenderung mengalami kekerasan dalam rumah Selain itu, pelecehan fisik dan emosional sering terjadi di kalangan wanita yang menikah lebih awal karena mereka lebih terkena kekerasan dan intimidasi dalam bentuk ancaman pengabaian dan perceraian (Bengesai et al. Pernikahan anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang mendasar dan berdampak pada semua aspek kehidupan seorang remaja Pernikahan seorang remaja gadis di masa kecilnya akan mengganggu pendidikannya, membatasi peluangnya, meningkatkan risiko kekerasan dan pelecehan, serta membahayakan kesehatannya (Svanemyr et al. , 2. Lebih lanjut efek dari pernikahan dini didapatkan bahwa setengah dari responden setengahnya dari responden dalam keadaan stress ringan, stres normal, sebagian kecil dari responden dikelompokan dalam keadaan stress sangat berat. Menikah pada usia dini merupakan suatu beban psikis. Sebagian kecil dari responden dikelompokan dalam keadaan stress (Alfa, 2. Pernikahan dini masih menimbulkan berbagai ketimpangan, meskipun dampaknya telah menurun dari waktu ke waktu akan tetapi anak perempuan yang lahir dari ibu yang menikah dini memiliki kemungkinan antara 6% dan 11% untuk tidak pernah bersekolah dan 1,6% dan 1,7% untuk masuk terlambat, dan 3,3% dan 5,1% lebih kecil kemungkinannya untuk menyelesaikan sekolah dasar, sedangkan anak laki-laki antara 5,2% dan 8,8% lebih mungkin tidak pernah ke sekolah dan 1% dan 1,9% terlambat masuk, dan 2,3% dan 5,5% lebih kecil kemungkinannya menyelesaikan sekolah Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 Pernikahan ketidaksetaraan gender. Perkiraan kami menunjukkan bahwa pendidikan dan kesehatan ibu memediasi beberapa efek pernikahan dini dan bahwa prevalensi besar pernikahan anak di suatu komunitas juga mengganggu transmisi pendidikan untuk ibu yang tidak menikah dini. Secara keseluruhan, temuan ini menyoroti kebutuhan untuk menargetkan anak-anak ini dengan intervensi dan dukungan yang tepat untuk mencapai fokus yang lebih besar pada kesetaraan dalam agenda pendidikan global (Delprato et al. , 2017. masyarakat dan menghilangkan pernikahan dini (Alem et al. , 2. Strategi intervensi seperti paparan media menurunkan angka kehamilan dini dan kejadian pernikahan dini serta peningkatan retensi Pendidikan sebaya yang dilakukan terbukti menjadi model yang efektif. Oleh karena itu, intervensi berbasis komunitas multikomponen ini dapat menjadi model potensial untuk mengurangi jumlah pernikahan dini dan konsekuensi terkait dengan pengaturan sosio ekonomi dan budaya (Mehra et al. , 2. Lebih direkomendasikan, dapat mempertimbangkan posisi sosial para tokoh agama dan peran penting dalam sanksi serikat perkawinan, mereka dapat dianggap sebagai penghubung penting dalam upaya untuk mengurangi pernikahan dini. Peneliti melakukan 24 diskusi kelompok fokus dengan gadis-gadis remaja, 24 wawancara mendalam dengan para tokoh agama dan 12 wawancara informan kunci dengan pemangku Penelitian menggunakan metode kerangka kerja untuk menganalisis data kualitatif. Studi ini menemukan bahwa para tokoh agama memainkan peran penting dalam merasionalisasi atau mengecilkan hati remaja untuk melakukan pernikahan dini melalui kegiatan ceramah dan lainnya Amzat. INTERVENSI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Beberapa manfaat kesehatan dari menunda pernikahan dini diantaranya terkait kemampuan perawatan kesehatan wanita dan kesehatan anakanak (Delprato et al. , 2017. Secara keseluruhan, memberikan bukti kuat tentang peran penting pendidikan baik perempuan secara individu maupun orang tua mereka dalam menunda pernikahan dan kesuburan perempuan muda (Glick et al. , 2. Wanita yang cukup umur untuk menikah lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan rumah tangga daripada wanita yang tidak cukup umur dalam menikah. Perempuan yang sudah matang untuk menikah akan mengalami perubahan tingkat individu, terutama didorong oleh usia pada pernikahan pertama, seorang wanita yang matang akan mampu berinteraksi dengan faktor struktural untuk menentukan perubahan status dan peran wanita dalam masyarakat (Abera et al. , 2. Pendidikan perempuan, otonomi perempuan, ditemukan sebagai penentu signifikan dari pernikahan dini. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat yang menargetkan area hotspot penting yang diidentifikasi dari pernikahan dini sangat penting untuk mengurangi kejadian pernikahan dini dan Selain itu, meningkatkan pendidikan perempuan dan memberdayakan mereka untuk membuat pilihan mereka sendiri sangat penting untuk mengubah kebiasaan https://doi. org/10. 33490/b. Strategi Pemerintah Dalam Penanganan Pernikahan Dini Menurut artikel Anugrah. , dkk . bahwa sudah ada sosialisasi pada masyarakat tetapi belum optimal kemudian regulasi sudah dijalankan akan tetapi belum tegas dalam pelaksanaannya, serta pelaksanaan sanksi pada pelaku pernikahan dini sudah berjalan relatif. Dahriah . menyatakan bahwa Strategi Pemerintah dalam Meminimalisir Pernikahan Dini masih belum berjalan dengan optimal karena hal ini terlihat dari maraknya pernikahan dini yang terjadi. Serta kurangnya pemahaman akan edukasi yang telah diberikan kepada Upaya pemerintah secara represif Jurnal Kebidanan Malakbi Efek dan Pencegahan Pernikahan Dini A Volume 4. Nomor 1. Januari 2023 1Ae13. https://link. com/article/10. 12905-020-01070-x. Alfa. Pernikahan Dini dan Perceraian di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 1. , 49Ae56. http://download. php?article=1796504&val=19004&t itle=PERNIKAHAN DINI DAN PERCERAIAN DI INDONESIA Amoako Johnson. Abu. , & Utazi. Geospatial correlates of early marriage and union formation in Ghana. PLOS ONE, https://doi. org/10. 1371/journal. Amzat. Faith Effect and Voice on Early Marriage in a Nigerian State. SAGE Open, 10. , https://doi. org/10. 1177/215824402091951 Anugrah. Muhiddin. , & MaAoruf. Strategi Pemerintah Daerah Dalam Menangani Pernikahan Dini di Kecamatan Sinjai Selatan Kabupaten Sinjai. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP), 203Ae217. https://journal. id/index. php/ki map/article/view/3680 Aychiluhm. Tesema. , & Tadesse. Early Marriage and Its Determinants Married Reproductive Age Group Women in Amhara Regional State. Ethiopia: A Multilevel Analysis. BioMed Research International, 1Ae9. https://doi. org/10. 1155/2021/1969721 Bastomi. Pernikahan Dini Dan Dampaknya (Tinjauan Batas Umur Perkawinanmenurut Hukum Islam Dan Hukum Perkawinan Indonesi. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam, 7. , 354Ae384. https://doi. org/http://dx. org/10. Bengesai. Amusa. , & Makonye. The impact of girl child marriage on the completion of the first cycle of secondary education in Zimbabwe: A propensity score analysis. PLOS ONE, https://doi. org/10. 1371/journal. meliputi penerimaan laporan, mediasi kepada orang tua, mediasi kepada anak, penanganan kasus dan advokasi. Akan tetapi terdapat faktor penghambat upaya pemdes antara lain faktor orang tua, faktor putus sekolah dalam pendidikan anak, rendahnya tingkat ekonomi keluarga, faktor pelanggaran adat dan faktor pergaulan bebas. Adanya faktor pendukung upaya pemdes, antara lain faktor dukungan dari orang tua anak dan faktor pendidikan yang sedang ditempuh anak yang mengurangi kemungkinan terjadinya perkawinan anak (Mubarak et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Dapat diuraikan bahwa terjadinya pernikahan dini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu masalah ekonomi, adat istiadat, pendidikan, pengambil keputusan adalah orang tua, tinggal Beberapa efek yang dapat terjadi pada pernikahan dini adalah kekerasan dalam rumah tangga, beban psikis dan stres, pelecehan, penyakit, kemandirian perempuan, kesehatan ibu dan anak, dan tingkat keaktifan sekolah Upaya intervensi yang dapat dilakukan pendidikan sebaya, melibatkan toko agama, sosial dalam kegiatan edukasi pada remaja. Dari hasil literatur ini dapat membantu dalam memahami efek pernikahan dini serta mengupayakan tindakan pencegahan terapeutik yang komprehensif. DAFTAR PUSTAKA