(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PEROKOK AKTIF DAN PASIF DI TERMINAL BULUPITU PURWOKERTO DIFFERENCES IN TRIGLYCERIDE LEVELS IN ACTIVE AND PASSIVE SMOKERS AT BULUPITU TERMINAL PURWOKERTO Syifani Aulia Ahnaf Athala1. Retno Sulistiyowati2*. Tantri Analisawati Sudarsono3. Kurnia Ritma Dhanti4 1,2,3,4 Program Studi Teknologi Laboratorium Medik D4. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Indonesia (*email korespondensi: retnosulistiyowati62@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Rokok mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya salah satunya adalah nikotin. Zat tersebut dapat menstimulasi sistem simpatis adrenal yang menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin di korteks adrenal dimana bagian ini merupakan tempat medulla adrenal berperan menghasilkan hormon adrenalin dan non-adrenalin saat stress yang dapat meningkatkan konsentrasi serum free fatty acid (FFA), lebih lanjut merangsang sintesis dan sekresi kolesterol di hati, seperti: mensekresi very low-density lipoprotein (VLDL) di hati dan dengan demikian meningkatkan kadar trigliserida darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik menggunakan desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang responden yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Pemeriksaan kadar trigliserida dalam darah menggunakan fotometer. Hasil penelitian ini menggunakan uji T independent didapatkan rata-rata kadar trigliserida pada perokok aktif sebesar 154,96 mg/dL, sedangkan pada perokok pasif didapatkan hasi sebesar 104,70 mg/dL. Kesimpulannya secara rerata terdapat perbedaan rerata antara kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: kadar trigliserida, perokok aktif, perokok pasif ABSTRACT Background: Cigarettes contain various harmful chemicals, one of which is nicotine. These substances can stimulate the sympathetic adrenal system, leading to increased secretion of adrenaline in the adrenal cortex, where the medulla of the adrenal glands plays a role in producing adrenaline and non-adrenaline hormones during stress, which can increase serum free fatty acid (FFA) concentrations and further stimulate synthesis and secretion of cholesterol in the liver. For instance, its leads to very low-density lipoprotein (VLDL) secretion on the liver, thus increasing blood triglyceride levels. This study aims to determine the differences in triglyceride levels between active and passive smokers at Bulupitu terminal in Purwokerto. Banyumas Regency. This study used an observational analytical design with a cross-sectional research design,the sample consisted of 24 respondents obtained through purposive sampling. Triglyceride levels in the blood were measured using a photometer. The independent T test studi showed that the average triglyceride level in active and passive smokers were 154. 96 mg/dL and 104. 70 mg/dL, respectively. In conclusion, there is an signifikan difference in the mean triglyceride level between active and passive smokers at Bulupitu Terminal in Purwokerto. Banyumas Regency Keywords: triglyceride levels, active smokers, passive smokers. (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. PENDAHULUAN et al. , 2. Adanya Kebiasaan merokok Rokok merupakan salah satu zat adiktif menjadikan perokok memerlukan energi mengakibatkan efek tambahan dikarenakan kerja otot pernapasan berbahaya bagi kesehatan individu ataupun yang lebih besar dibandingkan dengan orang Rokok selama ini menjadi salah yang tidak merokok. Bagi perokok aktif jika satu masalah yang belum dapat dipecahkan sudah berhenti merokok dan melakuan sampai saat ini. Seseorang yang sudah aktivitas fisik seperti olahraga, maka peran merokok pasti akan kecanduan sehingga sulit organ paru-paru di dalam tubuhnya akan dilepaskan (Rohmani et al. , 2. kembali normal. Nikotin ini memiliki dampak Perokok aktif adalah seseorang yang ketergantungan serta dapat mempengaruhi memiliki kebiasaan merokok melebihi 2 lipid darah salah satunya trigliserida (De bungkus dalam sehari serta lebih dari 6 bulan Borba et al. , 2. dan asap utamanya dihisap langsung dari Pada perokok tersebut. Perokok pasif merupakan jantung koroner, serta trigliserida(Munir, menghirup asap rokok dari perokok aktif Trigliserida merupakan senyawa yang (Sartika et al. , 2. terdiri dari 3 molekul asam lemak yang yang tidak merokok Rokok merupakan sebuah hasil olahan teresterisasi menjadi gliserol. Disintesis dari tembakau yang dibungkus dengan kertas, karbohidrat dan disimpan dalam bentuk temasuk cerutu, kretek, pipa. Dalam rokok Trigliserida berfungsi sebagai sumber dan berbahaya salah satunya nikotin, tar, karbon cadangan energi utama dalam tubuh dan disimpan dalam jaringan adiposa (Rohmani et berbahaya seperti kadmium, amoniak, asam sianida (HCN) metil klorida, dan metanol (Binita et al. , 2. (Hardisari Koiriyah, , 2. Peningkatan kadar trigliserida pada perokok aktif karena kandungan rokok Merokok menjadi suatu kebiasaan tersebut terdapat nikotin dan kadar CO. Zat sehari-hari di kalangan masyarakat, terutama tersebut menstimulasi sistem simpatis adrenal pada pekerja terminal, seperti sopir, petugas yang akan menstimulasi sekresi hormon kebersihan, dan petugas loket. Merokok mempunyai keunikan yaitu dapat meredakan terjadinya peningkatan konsentrasi asam kecemasan, menimbulkan perasaan senang lemak bebas, laktat dan gliserol (Wowor, dan dapat mempererat pertemanan (Setiawan Faktor (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. konsumsi makanan, obesitas, alkohol, rokok, perbedaan kadar trigliserida darah perokok stress dan aktivitas fisik. Pada faktor internal yang dapat meningkatkan kadar trigliserida Purwokerto Kabupaten Banyumas. Terminal Bulupitu yaitu, usia, jenis kelamin dan riwayat keluarga juga diperhatikan. Peningkatan BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakan rancangan kadar trigliserida dapat disebabkan oleh lainnya(Santi Terminal merupakan tempat yang digunakan untuk angkutan umum, dan menaikan, menurunkan orang yang sedang berpergian (Hidayati et al. penelitian adalah pekerja Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas. Sampel penelitian ini darah para pekerja Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dan teknik pengambilan sampel dilakukan Pekerjaan masyarakat sekitar terminal pada umumnya adalah sebagai pedagang asongan, warung makan, porter, tukang ojek, petugas parkir, calo dan pekerjaan-pekerjaan informal di sekitar terminal (Putradana & Cahyono, 2. Berdasarkan inilah, maka peneliti tertarik melakukan penelitian ini penelitian cross sectional. Populasi dalam dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel diperoleh 24 responden yang dibagi menjadi 12 perokok aktif dan 12 perokok HASIL Pemeriksaan yang telah dilakukan pada kadar trigliserida ini menggunakan spesimen serum diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Uji T Independent Kadar Trigliserida Perokok Aktif dan Pasif Berdasarkan tabel 1. Uji T Independent ada perbedaan rerata yang signifikan antara Kadar Trigliserida pada perokok aktif dan kadar trigliserida antara perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Purwokerto Demikian dibuktikan melalui nilai p= Kabupaten Banyumas diketahui bahwa tidak 0,074 . (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian Tabel 1 Penelitian ini dilakukan di Terminal responden perokok aktif dengan jumlah Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas sebesar 12 orang, mengonsumsi batang rokok dengan responden penelitian sebanyak 12 dalam sehari 6-12 batang sebanyak 11 orang orang perokok aktif dan 12 orang perokok . ,7%), dan 1 orang mengonsumsi batang Menurut Setiawan et al. , . rokok dalam sehari >12 batang . 3%). mengatakan bahwa merokok menjadi suatu Sedangkan, sebanyak 12 reponden tidak kebiasaan sehari-hari di kalangan masyarakat, merokok atau dapat dikatakan sebagai terutama pada pekerja terminal seperti sopir, perokok pasif. Menurut Binita et al. , . petugas kebersihan, dan petugas loket. terdapat tiga tipe perokok aktif berdasarkan Merokok memiliki keunikan yaitu dapat banyak rokok yang dihisap, perokok berat meredakan kecemasan, dan menimbulkan dapat menghisap rokok >10 batang rokok rasa senang sehingga dapat mempererat dalm satu hari, perokok sedang dapat pertemanan (Asriani Dwi et al. , 2. menghisap rokok 5-10 batang dalam sehari. Karakteristik dan perokok ringan dapat menghisap 1-4 bahwa reponden perokok aktif dan pasif di batang rokok dalam sehari (Binita et al. penelitian ini sebesar 20-30 tahun . sebanyak 7 responden, umur 31-40 tahun Berdasarkan lama merokok responden . 8%) sebanyak 11 responden, 41-50 perokok aktif, hasil yang didapatkan perokok . 5%) sebanyak 3 reponden, dan 51-60 sudah merokok selama <5 tahun sebanyak 3 tahun . 5%) sebanyak 3 reponden. Hasil orang . %), kemudian 5-10 tahun sebanyak data tersebut didapatkan jumlah rerata sebesar 3 orang . %), dan >10 tahun sebanyak 6 08 dengan standar deviasi 0. 974, dengan orang . %). Sedangkan, pada responden nilai median sebesar 2. 00 dengan nilai perokok pasif dengan jumlah 12 orang, sudah minimum sebesar 1 dan maiximum sebesar 4. menjadi perokok pasif selama 5 tahun Hal ini sejalan dengan penelitian Santi et al. sebanyak 1 orang . 2%), kemudian >10 . usia dapat menjadi salah satu faktor tahun sebanyak 11 orang . ,8%). Menurut untuk mempengaruhi kadar trigliserida yang Parwati & Sodik . dapat dikatakan disebabkan oleh kelebihan karbohidrat, lipid, sebagai perokok aktif jika seseorang sudah atau hal lainnya. Akibat terjadinya hal memiliki kebiasaan merokok lebih dari 6 tersebut akan terjadi penumpukan lipid bulan, dan dapat dikatakan sebagai perokok sehingga dapat mengganggu metabolisme pasif jika seseorang berada satu lingkungan (Santi et al. , 2. dengan perokok aktif dan ikut menghirup (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. asap rokok yang dihasilkan oleh perokok aktif lemak jenuh seperti daging merah dan jeroan (Parwati & Sodik, 2. ,3%), Pada responden perokok aktif dan pasif, mengonsumsi sebanyak 9 orang . ,5%), dan sebanyak 24 responden yang menggunakan sebanyak 1 orang tidak pernah mengonsumsi masker saat bekerja sebanyak 12 orang . %) makanan lemak jenuh . ,2%). Kemudian dan tidak menggunakan masker saat bekerja didapatkan hasil responden yang sering sebanyak 12 orang . %). Hasil penelitian ini mengonsumsi makanan cepat saji seperti sosis juga menemukan beberapa kasus seorang dan daging asap sebanyak 14 orang . ,3%), perokok pasif yang memiliki nilai kadar pernah mengonsumsi sebanyak 7 orang trigliserida yang tinggi yang disebabkan oleh . ,2%), dan sebanyak 3 orang tidak pernah lamanya seseorang ini menghirup asap rokok mengonsumsi makanan cepat saji . ,5%). di lingkungannya. Menurut Prasetyo & Menurut Ramadhani & Probosari . Junianto . karbon monoksida (CO. mengonsumsi makanan cepat saji, dan merupakan zat yang berbentuk gas yang makanan yang mengandung lemak jenuh serta Karbon tidak mempunyai pola makan yang teratur monoksida dapat menyebabkan kerusakan dan sehat akan menyebabkan tingginya kadar trigliserida dalam darah (Ramadhani & meningkatkan endapan lemak di dinding dalam darah sehingga pembuluh darah dapat tersumbat (Prasetyo & Junianto, 2. Probosari, 2. Berdasarkan uji T independent yang didapatkan nilai p 0,074 . > 0,. sehingga Rerata kadar trigliserida responden dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan dengan perokok aktif sebesar 154. 96 A 80. signifikan rerata kadar trigliserida antara mg/dL sedangkan rerata kadar trigliserida perokok aktif dan perokok pasif. Penelitian ini responden dengan perokok pasif sebesar sejalan dengan De Borba et al. , . 70 A 43. 65 mg/dL. Secara rerata terdapat mengatakan bawah tidak terdapat perbedaan perbedaan rerata kadar trigliserida antara kadar trigliserida antara perokok aktif dan perokok aktif dan perokok pasif. Penelitian ini pasif (De Borba et al. , 2. Namun, berbeda sesuai dengan penelitian Wowor . yang dengan penelitian Sariyanto & Heriyansyah menyatakan bahwa kadar trigliserida pada . mengatakan bahwa terdapat perbedaan perokok aktif lebih tinggi dari pada perokok yang bermakna antara kadar trigliserida pasif (Sariyanto & Heriyansyah, 2. terhadap perokok aktif dan pasif (Sariyanto & Pada responden penelitian didapatkan Heriyansyah, 2. hasil yang sering mengonsumsi makanan (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. karakteristik responden berdasarkan Faktor eksternal seperti aktivitas fisik, obesitas dan responden . 2%) yang mengonsumsi vitamin mengonsumsi alkohol tidak digunakan dalam dan terdapat 23 responden . 8%) yang tidak penelitian ini. Dengan demikian, peningkatan kadar trigliserida selain dari rokok juga dapat Hasil didapatan rerata sebesar 1. dengan dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut. Menurut Maulidina & Kusumastuti, 2014 mengonsumsi vitamin dapat memberikan pengaruh terhadap kadar trigliserida, contohhnya seperti vitamin C. homeostatis sehingga dapat menurunkan KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dan pembahasan mengenai perbedaan kadar trigliserida pada perokok aktif dan pasif di Terminal Bulupitu Kabupaten Banyumas kesimpulan bahwa: Rerata kadar trigliserida kadar trigliserida yang tinggi. Pola hidup sehat seperti berolahraga dapat mempengaruhi kadar trigliserida dalam pada penelitian ini didapatkan hasil sebanyak 15 orang yang hanya melakukan olahraga kurang dari 1 kali dalam seminggu atau dapat dikatakan tidak pernah berolahraga . %,. , sebanyak 7 orang yang melakukan olahraga 2-3 kali dalam seminggu, dan sebanyak 2 orang yang mempunyai kebiasaan olahraga lebih dari 3 kali selama seminggu . ,3%). Menurut Santi et al. , . olahraga Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas sebesar 96 A 80. 44 mg/dL. Rerata kadar Terminal Bulupitu Purwokerto Kabupaten Banyumas 70 A 43. 65 mg/dL. Berdasarkan uji T independent yang didapatkan nilai p 0,074 . > 0,. sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan signifikan rerata kadar trigliserida antara perokok aktif dan perokok pasif. dapat menjadi salah satu faktor untuk seseorang tidak sering dalam melakukan olahraga dapat menyebabkan penumpukan lipid sehingga mengganggu metabolism UCAPAN TERIMA KASIH Pada Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu mengucapkan terima kasih kepada para Dosen di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik dalam tubuh (Santi et al. , 2. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. tidak memperhatikan faktor eksternal yang (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 4 No 2 . Oktober 2024 DOI: 10. 36086/medlabscience. DAFTAR PUSTAKA