JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL. PERPUTARAN MODAL KERJA DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (Studi Kasus Pada Perusahan Manufaktur Sektor Aneka Industri periode 2019-2. Herlina Helmy Klau. Maria Immaculata Bahantwelu. Universitas Nusa Cendana klau@staf. ABSTRAK Pertumbuhan setiap perusahaan harus diimbangi dengan cara mengelola keuangan dan merancang suatu manajemen dengan baik. Hal ini dikarenakan setiap perusahaan mengharapkan adanya pertumbuhan laba di setiap periode waktu. Oleh karena itu, untuk mempertahankan laba yang harus dicapai perusahaan, maka perusahaan harus memperhatikan fato-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba. Faktor-faktor tersebut berupa kepemilikan manajerial, modal kerja, dan struktur modal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari w. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, modal kerja berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pertumbuhan laba, stuktur modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba dan kepemilikan manajerial, modal kerja, dan struktur modal secara simultan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Kata kunci: pertumbuhan laba, kepemilikan manajerial, modal kerja dan struktur ABSTRACT The growth every company must be able to manage its finances and design a management properly. This is because every company expects profit growth in each time Therefore, to maintain the profit that must be achieved by the company, the company must pay attention to the factors that influence profit growth. These factors are in the form of managerial ownership, working capital, and capital structure. The type of research used is quantitative research using secondary data originating from The results show that managerial ownership has a positive and significant effect on profit growth, working capital has a positive but not significant effect on profit growth, capital structure has a positive and significant effect on profit growth and managerial ownership, working capital, and capital structure simultaneously have a positive effect on profit growth. Key words: profit growth, managerial ownership, working capital and capital structure. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Pendahuluan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan perkembangan dunia usaha di Indonesia semakin maju. Kemajuan usaha dalam bidang ekonomi yang semakin pesat dan dinamis menuntut setiap perusahaan untuk mengolah dan menjalankan manajemen perusahaan secara baik dan benar. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk mengembangkan usahanya dengan semaksimal mungkin terutama dalam meningkatkan laba. Hal ini dikarenakan laba sebagai salah satu indikator bagi pemakai laporan keuangan dalam menilai kinerja perusahaan. Penelitian ini dilakukan di perusahaan Manufaktur Sektor Aneka Industri sub sektor pulpen dan kertas periode 2019- 2024. Diketahui bahwa pertumbuhan laba dari 22 perusahaan mengalami fluktuasi. Diantaranya pada tahun 2019 berada diangka 4,02%, pada tahun 2020 melangalami penurunan sebesar 4% tahun 2021 3,99% di 2022 4,02% pada tahun 2023 pertumbuhan laba mengalami kenaikan 4,24%. Hal ini merupakan sebuah peristiwa yang umum dan lumrah terjadi, khususnya di industri manufaktur. Tetapi ada satu hal yang membuat peneliti ingin menganalis bagian tersebut lebih dalam. Peneliti ingin menganalisis penyebab terjadinya fenomena diatas, dimana pertumbuhan laba di setiap perusahaan mengalami ketidakstabilan. Peneliti ingin menganalisi lebih lanjut, mengenai pertumbuhan laba pada perusahan tersebut, apakah dipengarui oleh variabel kepemilikan manajerial, perputaran modal kerja dan struktur modal. Kepemilikan manajerial merupakan situasi dimana seorang manajer memiliki saham pada perusahaan tersebut. Kepemilikan manajerial menunjukkan peran ganda seorang manajer. Dalam hal ini, manajer tersebut sekaligus sebagai pemegang saham. Adanya peran ganda tersebut, maka manajer akan mengoptimalkan keuntungan perusahaan dan tidak menginginkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau bahkan mengalami kebangkrutan yang berdampak hilangnya insentif dan return serta investasinya. Oleh karena itu, kepemilikan pemegang saham oleh manajer, diharapkan akan berindak sesuai dengan keinginan para principal karena manajer akan termotivasi untuk meningkatkan kinerja. Tarigan . , besar kecilnya jumlah kepemilikan saham manajerial dalam perusahaan mengindikasikan adanya kesamaan kepentingan antara manajer dengan pemegang saham. Modal kerja adalah dana-dana yang dimiliki oleh perusahaan seluruhnya akan digunakan untuk menghasilkan laba sesuai dengan usaha pokok perusahaan. Modal kerja yang dimiliki perusahaan haruslah memadai karena salah satu penyebab kegagalan dari sebuah perusahaan adalah tidak cukupnya modal kerja yang dimiliki perusahaan (Rambe 2. Apabila perusahaan kekuarangan modal maka kemungkinan besar perusahaan akan kehilangan pendapatan atau keuntungan yang berdampak pada pertumbuhan laba. Demikian pula dengan halnya bila perusahaan melakukan investasi berlebihan pada modal kerja, maka laba perusahaan akan berkurang, hal ini di karena kelebihan dana tersebut dapat digunakan untuk investasi lain yang dapat menguntungkan oleh perusahaan. Modal kerja yang tinggi menunjukkan semakin besar kemampuan perusahaan memperoleh laba. Semakin banyak dana yang digunakan sebagai modal kerja seharusnya dapat meningkatkan perolehan laba. Oleh karena itu, modal kerja merupakan faktor yang paling penting dalam sebuah perusahaan karena modal kerja berpengaruh terhadap laba bersih yang dihasilkan dalam perusahaan (Rambe, 2. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Struktur modal merupakan masalah yang penting bagi perusahaan karena baik buruknya struktur modal akan mempunyai dampak langsung terhadap posisi finansial perusahaan sehingga dapat diketahui nilai keuntungan suatu perusahaan pada saat tertentu. Hal ini dikarena rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang berada di dalamnya. Sumber pembiayaan untuk memperoleh keuntungan dapat diperoleh dari modal sendiri dan modal pinjaman . Oleh karena itu perusahaan harus mengatur strategi dalam perencanaan struktur modal yang baik karena struktur modal yang baik akan meningkatkan laba perusahaan (Simmamora, 2. Metode Dilihat dari objek dan metode analisis yang digunakan, maka penelitian ini termasuk dalam tipe penelitian kuantitatif. Data kuantitatif adalah data penelitian yang sesuai dengan namanya, banyak dituntut menggunakan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan hasilnya (Arikunto 2019 : . Data kuantitatif dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor Aneka Industri sub sektor pulpen dan kertas dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Data diambil dari situs resmi BEI yaitu w. Populasi dalam penelitian ini adalah sektor Aneka Industri sub sektor pulpen dan kertas dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2020 terdapat 50 perusahaan. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu. Sehingga terdapat 22 perusahaan yang memenuhi keriteria. Kriteria penentuan perusahaan sampel adalah sebagai berikut: Perusahaan manufaktur sektor aneka industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2019-2023. Perusahaan manufaktur yang menerbitkan laporan keuangan tahunan lengkap yang berakhir pada 31 desember selama tahun 2019-2023 dalam satuan rupiah yang telah di audit. Laporan keuangan yang disajikan perusahaan memiliki data lengkap terkait dengan variabel penelitian Sumber data yang didapat peneliti yaitu data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan Manufaktur sektor Aneka Industri sub sektor pulpen dan kertas dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023 diperoleh dari situs w. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Uji asumsi klasik yaitu uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heterokedastisitas, uji normalitas dan uji hipotesis yaitu uji regresi linear berganda, uji t, uji ketetapan model (Uji F), uji koefisien determinasi (R2 ). JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Hasil dan Pembahasan Analisis Statistik Deskriptif Table 1. Hasil analisis statistic deskriptif Minumum Variabel Kepemilikan 0,00 Manajerial Modal Kerja 0,00 Stuktur Modal 1,00 Pertumbuhan Laba 2,00 Maximum 2,00 Mean 0,0917 3,00 4,00 5,00 1,0818 2,0818 3,0818 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Menunjukkan bahwa variable kepemilikan manajerial pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023 yang dihitung dengan indikator jumlah saham milik manajer dibagi dengan jumlah saham beredar memiliki nilai minimum sebesar 0,00 atau 0%, nilai maksimum sebesar 2,00 atau 0,02%. Nilai rata-rata kemepilikan manajerial sebesar 0,0917 atau 9,17%. Variabel modal kerja pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2020 yang dihitung dengan indikator penjualan bersih dibagi aktiva lancar dikurang kewajiban lancar memiliki nilai minimum sebesar 0,00 atau 0%, nilai maksimum sebesar 3,00 atau 0,03%. Nilai rata-rata sebesar 0,43117 atau 43,11%. Variabel struktur modal yang diproksikan dengan debt to asset ratio (DAR) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023 yang dihitung dengan indicator total utang bagi total aset memiliki nilai minimum sebesar 1,00 atau 0,01%, nilai maksimum sebesar 4,00 atau 0,04 %. Nilai rata-rata sebesar 2,0818 atau 2,81%. Variabel pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023 yang dihitung dengan indikator laba bersih tahun sekarang dikurangi laba bersih tahun sebelumnya di bagi dengan laba bersih tahun sebelumnya memiliki nilai minimum sebesar 2,00 atau 0,02%, nilai maksimum sebesar 5,00 atau 0,05%. Nilai rata-rata 3,0818 atau 3,81%. Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Table 2. Hasil Uji Multikolinearitas Variable Nilai Kepemilikan manajerial (X. 0,268 Modal kerja (X. 0,870 Struktur modal (X. 0,271 Kriteria Kriteria VIF 0,10 0,10 1,006 1,010 1,005 Hasil uji Multikolinearitas dapat diketahui bahwa semua variable indepeden yaitu kepemilikan manajeria (X. , modal kerja (X. dan struktur modal (X. menunjukkan tidak terjadi Multikolinearitas. Hal ini dikarenakan oleh nilai tolerance value > 0,10 dan nilai VIF<10. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Uji Autokolerasi Table 3. Hasil uji autokolerasi Runs Test Asymp. Sig. 2,08 Hasil uji autokorelasi yaitu bila p-value . > 0,05 maka tidak terjadi autokorelasi. Hasil menunjukkan keadaan yang signifikan 2,089 > 0,05 hal ini berarti tidak terjadi autokorelasi . ebas autokorelas. Uji Heterokedasitas Tabel 4. Hasil uji heterokedasitas Standardi Coeffi Unstandardized Coefficients Model (Consta. Kepemilikan Manajerial (X. Modal Kerja (X. Struktur Modal (X. Std. Error Beta Sig Hasil uji Hetrokedasitas menunjukkan p-value untuk variabel kepemilikan manajerial (X. sebesar 0,091, modal kerja (X. sebesar 0,968, dan variabel struktur modal sebesar 0,181, semua p-value > 0,05 hal ini berate model regresi yang digunakan tidak terjadi heterokedasitas. Uji Normalitas Table 5. Hasil uji normalitas Unstandardized Residual Normal Mean Parameters a. Std. Deviation 0,0000000 0,09270218 Most Absolute Extreme Positive Differences Negative KolmogrovSminov Sig. -taile. 0,135 0,067 -0,135 0,330cd JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Hasil uji normalitas diperoleh nilai p-value 0,330 > 0,05. Hal ini menunjukkan keadaan yang tidak signifikan, berate Ho diterima artinya bahwa data residual berdistribusi normal. Uji Hipotesis Uji Regresi Linear Berganda Table 6. Hasil uji regresi linear berganda Variable (Constan. Kepemilikan Manajerial Modal Kerja Struktur Modal Adjusted R Square = 0,705 F-hitung = 157,062 Sig. F = 0,005 0,036 0,583 0,006 0,358 0,988 7,521 0,283 4,072 Sig. 0,328 0,000 0,778 0,000 Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persaman regerasi sebagai berikut: Y = 0,0361 0,583 X1 0,006 X2 0,358 X3 e Interpretasi dari persamaan regres tersebut adalah: a: 0,0361 artinya jika kepemilikan manajerial (X. , modal kerja (X. dan struktur modal (X. sama dengan nol, maka pertumbuhan laba (Y) adalah positif sebesar 0,0361. b1: 0. 583 artinya pengaruh kepemilikan manajerial (X. terhadap pertumbuhan laba (Y) positif, artinya apabila kepemilikan manajerial meningkat maka dapat meningkatkan pertumbuhan laba (Y), dengan asumsi variabel modal kerja (X. dan struktur modal (X. dianggarp tetap. b2: 0,006 artinya pengaruh modal kerja (X. terhadap pertumbuhan laba (Y) positif, artinya apabila modal kerja meningkat maka dapat meningkatkan pertumbuhan laba (Y), dengan asumsi variabel kepemilikan manajerial (X. dan struktur modal (X. b3: 0,358 artinya pengaruh struktur modal (X. terhadap pertumbuhan laba (Y) positif, artinya apabila struktur modal meningkat maka dapat meningkatkan pertumbuhan laba (Y), dengan asumsi variabel kepemilikan manajerial (X. , modal kerja (X. dianggap tetap. Berdasarkan analisis tersebut, maka variabel yang dominan pengaruhnya terhadap pertumbuhan laba adala variabel kepemilikan manajerial yaitu 0,583 diantara koefisien regresi variabel bebas yang lain modal kerja (X. dan struktur modal (X. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Uji t Tabel 7 Hasil uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Model Error (Constan. (X. modal kerja (X. modal (X. Standar Coeffic Beta Sig. Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerian memiliki pvalue 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak berarti kepemilikan manajerial (X. berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Variabel modal kerja memiliki p-value 0,778 > 0,05, maka Ho diterima berarti modal kerja (X. tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Variabel struktur modal memiliki p-value sebesar 0,000 > 0,05, maka Ho ditolak berarti struktur modal (X. berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Uji Ketepatan Model (Uji F) Table 8. Hasil uji ketepatan model . ji F) ANOVAa Model Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. Hasil uji ketepatan model . ji F) diperoleh F hitung sebesar 157,0 dengan pvalue sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak berarti ada pengaruh yang signifikan variabel independent yaitu kepemilikan manajerial (X. , modal kerja (X. dan struktur modal (X. secara simultan terhadap petumbuhan laba (Y) pada JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Uji Ketapatan Model (Uji F) Table 9. Hasil uji ketepatan model . ji F) Model Summary Adjusted Std. Error of the Model Square Square Estimate Hasil Uji Koefisien Determinasi diperoleh koefisien determinasi (Adjusted R. = 0,705 berartu diketahui bahwa pengaruh yang diberikan oleh variabel independent yaitu kepemilikan manajerial (X. , modal kerja (X. , dan struktur modal (X. terhadap variabel dependen yaitu pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 sebesar 70,5% sedangkan sisanya . %-70,5%) = 30,5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap petumbuhan laba. Hasil anaisis diperoleh t hitung sebesar 7,521 dengan p-value 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak berarti kepemilikan manajerial (X. berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Hal ini dkarenakan manajer akan mengoptimalkan keuntungan perusahaan dan tidak mengingikan perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau bahkan mengalami kebangkrutan yang berdampak hilangkanya insentif dan retrun serta investasinya (Tarigan,2. Modal kerja tidak berpengruh tehadap pertumbuhan laba. Hasil analisis diperoleh t hitung sebesar 0,283 dengan p-value 0, 778 > 0,05, maka Ho diterima berarti modal kerja (X. tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023. Hal ini dikarenakan adanya modal kerja yang berlebihan menunjukkan adanya dana yang tidak produktif dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan karena menyia-nyiakan keuntungan. Struktur modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Hasil analisis diperoleh t hitung sebesar 4,072 dengan p-value 0,000 < 0,005, maka Ho ditolak berarti struktur modal (X. berpengaruh positif signifikan terhdapa pertumbuhan laba (Y) pada perusahaan manufaktur sektor aneka industri sub sektor pulpen dan kertas yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Dalam hal ini pihak manajer perusahaan harus dapat memahami struktur modal dengan baik karena kputusan struktur modal yang kurang tepat akan mempengaruhi pertumbuhan laba. JUMBA: Jurnal Manajemen. Bisnis, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 Tahun 2025 e-ISSN: 2828-8815 Kesimpulan dan Saran Kepemilikan manajerial berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Artinya apabila kepemilikan manajerial tinggi maka pertumbuahn laba tinggi. Modal kerja tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Artinya semakin rendah modal kerja maka pertumbuhan laba juga rendah. Struktur modal berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba. Artinya semakin tinggi struktur modal maka semakin tinggi juga pertumbuhan laba. Adapun saran penelitian ini adalah meningkatkan kinerja perusahaan dalam pengelolaan laba ataupun kinerka keuangan. Hal ini akan berdampak pada pertumbuhan laba perusahaa. Bagi peneliti selanjutnya dapat lebih memvariasikan variabel-variabel yang diteliti agar pembaca dapat semakin memiliki banyak wawasan tentang hal-hal yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Serta dapat memperluas objek-objek penelitian di sektor-sektor lain. DAFTAR PUSTAKA