Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PULAU SERIBU MELALUI PROGRAM PENDIDIKAN DAN EKONOMI SYARIAH Wahyu Bhekti Prasojo1* Zahidah Rosyidah2. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti4 1,2,3,4 STAI Al-Qudwah Depok *Korespondensi : wahyubhekti@staiq. ABSTRACT This community service program in Pulau Tidung focused on addressing several needs of the local community, particularly in religious education, digital awareness, social welfare, and environmental care. The main goal was to help children improve their Quranic reading skills, guide students in understanding moral values and digital risks, support families through parenting education, and contribute to the islandAos environmental sustainability. The program used a participatory and community-based approach through activities such as TPA sessions, mentoring at schools, seminars on online loans, online gambling, and halal tourism, social assistance for orphans, bazaars, library management, mangrove planting, and community clean-up. Evaluation was carried out through observation, short assessments, participation monitoring, and feedback from local The results showed noticeable improvements: children became more confident in reading the Quran, students understood the dangers of digital misuse, parents gained new insight into Islamic parenting, and environmental conditions improved with the planting of 500 mangrove seedlings. Despite facing several challenges, including weather changes, time limitations, and logistical constraints, the program successfully met its objectives and provided meaningful benefits for the people of Pulau Tidung. Keywords: community service. Quranic literacy, digital awareness, environmental empowerment, social welfare ABSTRAK Program pengabdian masyarakat ini di Pulau Tidung difokuskan pada pemenuhan beberapa kebutuhan masyarakat setempat, khususnya di bidang pendidikan agama, kesadaran digital, kesejahteraan sosial, dan kepedulian Tujuan utamanya adalah membantu anak-anak meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan, membimbing siswa dalam memahami nilai-nilai moral dan risiko digital, mendukung keluarga melalui pendidikan parenting, serta berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan pulau tersebut. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti sesi TPA, mentoring di sekolah, seminar tentang pinjaman online, judi online, dan pariwisata halal, bantuan sosial untuk anak yatim, bazaar, pengelolaan perpustakaan, penanaman mangrove, dan kerja bakti kebersihan Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Evaluasi dilakukan melalui observasi, penilaian singkat, pemantauan partisipasi, serta masukan dari mitra lokal. Hasil program menunjukkan perbaikan yang nyata: anak-anak menjadi lebih percaya diri dalam membaca Al-QurAoan, siswa memahami bahaya penyalahgunaan digital, orang tua memperoleh wawasan baru tentang pengasuhan anak secara Islami, serta kondisi lingkungan membaik dengan ditanamnya 500 bibit mangrove. Meskipun menghadapi beberapa tantangan, seperti perubahan cuaca, keterbatasan waktu, dan kendala logistik, program ini berhasil mencapai tujuannya dan memberikan manfaat yang berarti bagi masyarakat Pulau Tidung. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, literasi Al-QurAoan, kesadaran digital, pemberdayaan lingkungan, kesejahteraan sosial PENDAHULUAN Pulau Tidung merupakan salah satu wilayah kepulauan kecil di Kepulauan Seribu yang memiliki karakteristik sosial dan ekonomi khas masyarakat pesisir. Sebagai pulau dengan luas terbatas dan aksesibilitas yang bergantung pada transportasi laut. Pulau Tidung sangat dipengaruhi oleh dinamika alam dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan kajian pembangunan wilayah kepulauan, masyarakat pesisir pada umumnya memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap sumber daya alam laut dan sektor pariwisata. Struktur ekonomi rumah tangga mereka cenderung rentan terhadap perubahan musim, fluktuasi harga hasil tangkapan, serta dampak dari variasi jumlah wisatawan. Kondisi serupa juga terjadi di Pulau Tidung. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai nelayan tradisional, pelaku usaha kecil-menengah, serta penyedia jasa pariwisata seperti homestay, penyewaan perahu, guide wisata, dan pedagang souvenir. Perekonomian masyarakat sangat bergantung pada hasil laut dan kunjungan Pada musim angin barat atau musim hujan, aktivitas melaut sering terganggu, sehingga pendapatan rumah tangga menjadi tidak menentu. Hal ini mendorong masyarakat untuk mendiversifikasi penghasilan melalui sektor pariwisata, meskipun sektor ini juga rentan terhadap isu lingkungan dan promosi Dari sisi sosial, masyarakat Pulau Tidung memiliki pola kehidupan yang sangat komunal. Hubungan antarwarga masih sangat erat, nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan menjadi pondasi kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga dikenal sangat religius, dengan aktivitas keagamaan seperti pengajian. TPA (Taman Pendidikan Al-QurAoa. , dan majelis taklim yang rutin dilaksanakan. Nilai gotong royong masih sangat kuat dan terlihat jelas dalam berbagai kegiatan bersama, mulai dari kerja bakti membersihkan pantai, membangun fasilitas umum, hingga saling membantu saat ada tetangga yang sedang kesulitan. Kombinasi antara ketergantungan ekonomi pada alam dan pariwisata, serta kekuatan modal sosial berupa nilai religius dan gotong royong, menjadikan Pulau Tidung sebagai wilayah yang unik dengan potensi sekaligus tantangan tersendiri. Secara kuantitatif, kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung menjangkau berbagai kelompok sasaran utama dengan cakupan yang cukup luas. Program ini Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 dirancang secara inklusif untuk memberikan manfaat bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, serta kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus. Pertama, anak-anak peserta Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) yang berjumlah sekitar 50 orang. Kelompok ini mayoritas berusia sekolah dasar (SD). Berdasarkan berbagai kajian pendidikan Islam, kemampuan membaca Al-QurAoan anak-anak usia sekolah dasar di wilayah kepulauan dan non-perkotaan umumnya masih berada pada tingkat dasar hingga menengah. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses pembinaan tajwid, tahsin, dan penguasaan ilmu Al-QurAoan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, program ini memberikan perhatian khusus untuk meningkatkan literasi Al-QurAoan mereka melalui pembelajaran yang intensif dan menyenangkan. Kedua, anak yatim dan dhuafa sebanyak 75 orang. Mereka berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rendah yang tersebar di Pulau Tidung. Kelompok ini membutuhkan dukungan sosial yang lebih intensif, tidak hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga pendampingan agar dapat melanjutkan pendidikan dengan baik. Melalui program ini, mereka mendapat bantuan sosial, motivasi, serta harapan untuk terus berprestasi meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi Ketiga, siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 17 Kepulauan Seribu beserta masyarakat umum. Kelompok ini menjadi sasaran utama kegiatan lomba edukatif dan bazar yang diperkirakan diikuti oleh lebih dari 200 orang. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan hiburan yang edukatif, tetapi juga sebagai sarana penyebaran pengetahuan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui partisipasi aktif masyarakat dalam bazar. Keempat, orang tua dan wali murid sebanyak sekitar 50 peserta yang mengikuti penyuluhan ilmu parenting berbasis Islam. Kelompok ini sangat strategis karena orang tua memiliki peran sentral dalam mendidik dan membentuk karakter Melalui penyuluhan ini, mereka diharapkan memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam mendidik anak sesuai nilai-nilai Islami di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk pengaruh digital dan lingkungan sosial kepulauan. Kelima, masyarakat umum yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti lingkungan dan penanaman mangrove. Meskipun tidak memiliki angka pasti, partisipasi masyarakat pada kegiatan ini tergolong tinggi karena sifatnya yang komunal dan relevan dengan kebutuhan lingkungan Pulau Tidung. Kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan, mulai dari pemuda, nelayan, hingga tokoh masyarakat, sebagai upaya bersama menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Dengan cakupan kelompok sasaran yang beragam tersebut, program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak yang luas dan berkelanjutan, baik dari segi peningkatan literasi agama, kesejahteraan sosial, penguatan keluarga, maupun pelestarian lingkungan di Pulau Tidung. Dari segi kondisi fisik dan lingkungan. Pulau Tidung merupakan wilayah pesisir dataran rendah yang sangat khas dengan karakteristik kepulauan kecil di Indonesia. Pulau ini dikelilingi oleh ekosistem laut yang kaya serta hamparan hutan mangrove yang memainkan peran ekologis sangat penting bagi keberlanjutan lingkungan pulau. Sebagai benteng alami, hutan mangrove berfungsi sebagai Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 pelindung pantai dari ancaman abrasi dan erosi akibat gelombang laut serta pasang surut yang kuat. Selain itu, ekosistem mangrove juga berperan sebagai penyangga kehidupan ekosistem laut, tempat berkembang biak berbagai jenis ikan, udang, kepiting, dan biota laut lainnya yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat nelayan. Tidak kalah penting, mangrove berfungsi sebagai penyerap karbon . lue carbo. yang efektif, sehingga turut berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim global. Namun, seperti banyak kawasan pesisir lainnya di Indonesia. Pulau Tidung juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang serius. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kawasan pesisir, terutama pulau-pulau kecil, semakin rentan mengalami degradasi lingkungan. Penyebab utamanya meliputi aktivitas manusia seperti konversi lahan, penambangan pasir, pembuangan sampah plastik yang tidak terkendali, serta tekanan akibat perkembangan pariwisata yang kurang memperhatikan daya dukung lingkungan. Ditambah lagi dengan minimnya kesadaran konservasi di kalangan sebagian masyarakat, kerusakan ekosistem mangrove semakin sulit dicegah. Padahal, kerusakan mangrove dapat memperburuk dampak abrasi, mengurangi populasi ikan, serta menurunkan ketahanan pulau terhadap ancaman perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut. Menyadari kondisi tersebut, kegiatan penanaman mangrove dan kerja bakti lingkungan menjadi sangat relevan dan strategis. Kegiatan ini tidak hanya bersifat fisik semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang nyata bagi masyarakat Pulau Tidung. Melalui partisipasi langsung dalam penanaman bibit mangrove, masyarakat Ai khususnya anak-anak, pemuda, dan nelayan Ai dapat lebih memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan rasa kepemilikan kolektif terhadap lingkungan pulau mereka. Dari aspek sosial dan pendidikan, masyarakat Pulau Tidung memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter anak-anak. Sebagai wilayah kepulauan kecil yang masih kuat mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan religiusitas. Pulau Tidung menjadi lahan yang subur untuk menumbuhkan generasi muda yang berakhlak mulia dan berpengetahuan agama yang baik. Pendidikan berbasis masyarakat, seperti Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) dan berbagai kegiatan keagamaan lokal lainnya, merupakan modal sosial yang sangat kuat. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan agama, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter religius dan moral generasi muda. Melalui pembelajaran rutin di TPA, anak-anak diajarkan nilai-nilai Islam, hafalan surat-surat pendek, tajwid, serta akhlak mulia sejak dini. Nilai gotong royong dan kekeluargaan yang melekat dalam masyarakat Pulau Tidung semakin memperkuat efektivitas pendidikan ini, karena seluruh warga ikut serta mendukung proses pembelajaran anak-anak mereka. Selain pendidikan keagamaan, kegiatan edukatif yang bersifat kompetitif dan menyenangkan juga mendapat tempat penting. Kegiatan lomba cerdas cermat matematika dan mewarnai, misalnya, berfungsi sebagai sarana stimulasi kognitif dan kreativitas anak. Menurut berbagai penelitian pendidikan dasar, pendekatan Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 pembelajaran yang dikemas dalam bentuk kompetisi yang sehat dan suasana yang menyenangkan terbukti sangat efektif meningkatkan motivasi belajar anak. Anakanak tidak hanya belajar materi pelajaran secara formal, tetapi juga melatih kemampuan berpikir logis, kerjasama tim, ketelitian, serta kreativitas melalui kegiatan mewarnai. Pendekatan ini sangat relevan diterapkan di daerah kepulauan seperti Pulau Tidung, di mana akses terhadap sarana pendidikan formal yang lengkap masih terbatas. Dengan memadukan pendidikan keagamaan yang kuat dan kegiatan stimulasi kognitif yang menyenangkan, masyarakat Pulau Tidung memiliki fondasi yang solid untuk melahirkan generasi yang tidak hanya beriman dan berakhlak, tetapi juga cerdas, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan. Secara ekonomi, potensi wilayah Pulau Tidung sangat bergantung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata lokal. Sebagai pulau wisata di Kepulauan Seribu. Pulau Tidung memiliki keunggulan alam yang menarik wisatawan, sehingga membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi berbasis lokal. Mayoritas penduduk mengandalkan usaha mikro seperti jasa penyewaan perahu, homestay, warung makan, pedagang souvenir, hingga jasa pemandu wisata. Potensi ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir yang rentan terhadap fluktuasi musim dan jumlah kunjungan wisatawan. Berbagai kajian pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa bazar dan kegiatan ekonomi berbasis komunitas dapat berperan sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan yang efektif sekaligus memperkuat ekonomi lokal, terutama apabila dirancang secara partisipatif dan melibatkan masyarakat secara aktif. Melalui kegiatan semacam ini, masyarakat diajarkan untuk mengelola usaha kecil, memahami konsep pemasaran sederhana, pengelolaan keuangan rumah tangga, serta menciptakan nilai tambah dari produk lokal. Oleh karena itu, kegiatan bazar buku, aksesoris, dan makanan ringan yang diselenggarakan dalam program pengabdian masyarakat tidak sekadar berfungsi sebagai kegiatan pendukung atau hiburan semata. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi baik bagi masyarakat Pulau Tidung maupun mahasiswa yang terlibat. Bagi masyarakat setempat, bazar menjadi kesempatan untuk memasarkan produk unggulan mereka, meningkatkan pendapatan, serta memperluas jaringan pemasaran. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam merencanakan, mengelola, dan memasarkan produk, sehingga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Dengan pendekatan yang partisipatif dan berorientasi pada keberlanjutan, kegiatan ekonomi berbasis komunitas seperti bazar diharapkan dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat ketahanan ekonomi Pulau Tidung, mengurangi ketergantungan pada sektor pariwisata musiman, serta menciptakan peluang usaha baru yang inklusif bagi masyarakat lokal. Berdasarkan analisis kondisi dan potret kebutuhan masyarakat Pulau Tidung yang telah diuraikan sebelumnya, permasalahan utama yang menjadi fokus program pengabdian masyarakat ini dirumuskan secara konkret dan sistematis sebagai berikut: Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Masih terbatasnya kemampuan membaca Al-QurAoan anak-anak peserta Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) secara tartil, tajwid, dan berkelanjutan. Meskipun kegiatan TPA telah berjalan, pembinaan literasi Al-QurAoan masih bersifat sporadis dan kurang mendapat pendampingan yang intensif serta Hal ini mengakibatkan banyak anak hanya mampu membaca AlQurAoan pada tingkat dasar, tanpa penguasaan kaidah tajwid dan tahsin yang memadai, sehingga diperlukan intervensi pendidikan yang lebih sistematis dan berkesinambungan. Adanya kelompok anak yatim dan dhuafa yang membutuhkan dukungan sosial serta pendampingan pendidikan yang lebih komprehensif. Anak-anak dari keluarga ekonomi lemah ini rentan mengalami putus sekolah atau penurunan prestasi akademik akibat keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan, motivasi belajar, dan dukungan psikososial. Oleh karena itu, diperlukan program bantuan sosial yang tidak hanya bersifat material, tetapi juga mencakup pendampingan holistik agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Rendahnya variasi kegiatan edukatif yang mampu mendorong peningkatan kemampuan akademik, kognitif, serta kreativitas anak-anak di Pulau Tidung. Selama ini, kegiatan belajar anak cenderung monoton dan bersifat konvensional, sehingga kurang memberikan stimulasi yang cukup bagi perkembangan aspek berpikir kritis, pemecahan masalah, dan ekspresi Padahal, kegiatan edukatif yang inovatif dan menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar generasi muda di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap sarana pendidikan Masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap upaya pelestarian lingkungan pesisir serta pemeliharaan kebersihan lingkungan Meskipun masyarakat bergantung pada ekosistem laut dan mangrove, praktik pembuangan sampah plastik, kerusakan habitat mangrove, dan kurangnya kesadaran kolektif terhadap konservasi lingkungan masih menjadi permasalahan yang signifikan. Kondisi ini dapat memperburuk kerentanan pulau terhadap abrasi, penurunan biodiversitas laut, serta dampak perubahan Perlunya penguatan peran keluarga dalam pelaksanaan pola asuh anak berbasis nilai-nilai keislaman di tengah berbagai tantangan sosial dan kemajuan teknologi digital. Banyak orang tua di Pulau Tidung masih menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pengasuhan sehari-hari, terutama dalam menghadapi pengaruh media sosial, gadget, dan perubahan pola kehidupan masyarakat pesisir. Penguatan kapasitas parenting Islami menjadi sangat penting untuk membentuk karakter anak yang berakhlak mulia, tangguh, dan berwawasan luas. Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam pemberdayaan masyarakat Pulau Tidung melalui pendekatan holistik yang mencakup aspek pendidikan, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Secara spesifik, kegiatan ini bertujuan untuk: Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan anak-anak melalui pembinaan intensif Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA), pendampingan tajwid dan tahsin, serta distribusi Al-QurAoan dan buku Iqra. Tujuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat fondasi akhlak dan nilai-nilai keislaman pada generasi muda sejak dini. Memperkuat dukungan sosial bagi anak yatim dan dhuafa dengan memberikan bantuan material, pendampingan psikososial, serta motivasi Melalui program ini, diharapkan kelompok rentan tersebut dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan dan tumbuh dengan rasa percaya diri serta harapan yang lebih tinggi di tengah keterbatasan ekonomi keluarga. Meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas anak-anak melalui penyelenggaraan berbagai lomba edukatif yang inovatif dan menyenangkan, seperti cerdas cermat, mewarnai, serta kegiatan stimulasi kognitif lainnya. Kegiatan ini dirancang untuk merangsang kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan semangat kompetisi sehat di kalangan siswa madrasah dan anak-anak pulau. Mendorong kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian lingkungan pesisir melalui kegiatan penanaman mangrove, kerja bakti kebersihan lingkungan, serta edukasi konservasi. Tujuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem mangrove sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, dan penopang kehidupan laut, sekaligus membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. Meningkatkan pemahaman dan kapasitas orang tua serta wali murid mengenai pola asuhan anak berbasis nilai-nilai keislaman melalui penyuluhan ilmu parenting. Program ini diharapkan dapat membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam mendidik anak di era digital, sehingga terbentuk keluarga yang harmonis dan berlandaskan ajaran Islam. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk hilirisasi . dari hasil penelitian dan kajian ilmiah yang telah dilakukan sebelumnya di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan Islam, kesejahteraan sosial, serta pengelolaan wilayah pesisir berkelanjutan. Pendekatan ini diterapkan secara langsung dan kontekstual sesuai dengan karakteristik lokal Pulau Tidung, dengan memadukan prinsip partisipatif, berbasis komunitas, dan berorientasi pada Melalui program ini, diharapkan dapat tercipta dampak multipel yang tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi juga memperkuat modal sosial, religius, dan ekologis masyarakat Pulau Tidung dalam jangka METODE PENERAPAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat . ommunity-based and needs-based approac. Pendekatan ini dipilih sebagai kerangka utama pelaksanaan program karena diyakini mampu menghasilkan Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 intervensi yang lebih relevan, kontekstual, dan berkelanjutan sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan setempat. Pendekatan partisipatif menekankan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, orang tua, guru TPA, hingga aparat desa, sejak tahap awal perencanaan hingga evaluasi. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah untuk menghindari model program yang bersifat seremonial atau top-down semata. Sebaliknya, program dirancang agar benar-benar memberikan manfaat nyata, membangun rasa kepemilikan . ense of ownershi. di kalangan masyarakat, serta meningkatkan kapasitas lokal sehingga manfaat program dapat terus berlanjut meskipun kegiatan pengabdian telah selesai. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara sistematis melalui empat tahap utama, yaitu: Tahap Persiapan, yang mencakup kegiatan identifikasi kebutuhan masyarakat melalui observasi lapangan, diskusi kelompok terfokus (FGD), serta koordinasi dengan mitra lokal. Pada tahap ini juga dilakukan penyusunan rencana kegiatan, penyediaan logistik, dan pembentukan tim pelaksana yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta perwakilan masyarakat. Tahap Pelaksanaan, merupakan inti dari program di mana berbagai kegiatan inti dilaksanakan secara langsung di lapangan. Kegiatan ini meliputi pembinaan TPA, bantuan sosial, lomba edukatif, seminar parenting, bazar, penanaman mangrove, dan kerja bakti lingkungan. Pelaksanaan dilakukan dengan prinsip fleksibilitas dan adaptasi terhadap kondisi lokal, termasuk dinamika cuaca dan ketersediaan waktu masyarakat pesisir. Tahap Monitoring, dilakukan secara terus-menerus selama program Monitoring bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, mendeteksi kendala secara dini, serta melakukan penyesuaian yang Proses ini melibatkan pengamatan langsung, pencatatan partisipasi, serta komunikasi rutin dengan mitra lokal. Tahap Evaluasi, dilakukan pada akhir program melalui pendekatan mixedmethod. Evaluasi mencakup observasi, penilaian singkat peserta, dokumentasi kegiatan, serta pengumpulan umpan balik dari masyarakat dan mitra. Tahap ini penting untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan, mengidentifikasi dampak yang dihasilkan, serta merumuskan rekomendasi untuk keberlanjutan program di masa Melalui empat tahap yang terstruktur dan pendekatan partisipatif yang konsisten, kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak hanya berhasil mencapai target output, tetapi juga menghasilkan outcome dan impact yang bermakna bagi masyarakat Pulau Tidung. Pada tahap persiapan, tim mahasiswa melakukan observasi lapangan secara intensif, sistematis, dan multidimensi untuk mengidentifikasi secara mendalam kondisi sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Pulau Tidung. Observasi ini tidak hanya bersifat permukaan, melainkan mencakup pemetaan kebutuhan riil masyarakat melalui pendekatan kualitatif yang komprehensif. Tim melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan . , serta diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussio. yang melibatkan tokoh agama, kepala desa, guru TPA, orang tua, nelayan, pelaku usaha pariwisata, dan pemuda setempat. Aspek yang diamati Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 meliputi tingkat literasi Al-QurAoan anak-anak, kondisi sosial-ekonomi keluarga . hususnya anak yatim dan dhuaf. , akses dan kualitas pendidikan, pola pengasuhan anak, serta tingkat kerusakan ekosistem pesisir dan kesadaran lingkungan masyarakat. Hasil observasi lapangan tersebut kemudian dianalisis secara kolektif dalam rapat tim untuk merumuskan permasalahan prioritas dan menyusun program kerja yang kontekstual serta berbasis bukti . vidence-base. Penyusunan program ini juga melibatkan pembagian tugas yang jelas antar anggota tim berdasarkan kompetensi masing-masing, penyusunan jadwal kegiatan yang realistis dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah kepulauan . ermasuk faktor cuaca dan transportasi lau. , persiapan logistik dan bahan ajar, serta koordinasi awal dengan pemerintah desa dan lembaga masyarakat setempat. Tahap persiapan yang matang ini menjadi fondasi krusial bagi keberhasilan program, karena memastikan bahwa seluruh intervensi yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lokal dan tidak bersifat asimetris dengan realitas masyarakat Pulau Tidung. Pada tahap pelaksanaan, seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan jadwal dan rencana kerja yang telah disusun melalui serangkaian program terintegrasi yang bersifat holistik dan multidisiplin. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi pembinaan intensif dan berkelanjutan Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) yang difokuskan pada peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil, tajwid, dan tahsin. santunan sosial disertai pendampingan motivasi bagi anak yatim dan dhuafa. penyelenggaraan bazar buku, aksesoris, dan produk lokal sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat. pelaksanaan lomba edukatif yang merangsang kemampuan kognitif, kreativitas, dan semangat belajar anak-anak. penyuluhan ilmu parenting berbasis nilai-nilai keislaman bagi orang tua dan wali murid. bibit mangrove secara massal sebagai bentuk aksi konservasi lingkungan. pembagian Al-QurAoan dan buku Iqra secara gratis kepada peserta TPA dan serta kerja bakti kebersihan lingkungan pantai dan pemukiman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan semangat kolaboratif dan partisipatif, di mana masyarakat tidak hanya menjadi objek, melainkan juga subjek aktif dalam setiap proses. Tim mahasiswa senantiasa beradaptasi dengan dinamika kehidupan masyarakat pesisir, termasuk menyesuaikan waktu kegiatan dengan jadwal melaut nelayan dan ritme pariwisata. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kegiatan tidak hanya mencapai target output, tetapi juga membangun interaksi yang bermakna, transfer pengetahuan, serta penguatan modal sosial di antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan masyarakat Pulau Tidung. Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung diukur secara komprehensif menggunakan kombinasi alat ukur deskriptif . dan Pendekatan mixed-method ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh dan mendalam mengenai pencapaian program, tidak hanya dari segi output, tetapi juga outcome serta dampak yang dihasilkan. Pengukuran deskriptif dilakukan untuk mendokumentasikan capaian yang bersifat kuantitatif dan mudah dihitung. Indikator yang digunakan meliputi tingkat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, jumlah penerima manfaat secara keseluruhan, jumlah bibit mangrove yang berhasil ditanam, serta total nilai transaksi dan jumlah produk yang terjual pada kegiatan bazar. Data-data ini Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 dikumpulkan secara sistematis melalui daftar hadir, formulir pencatatan penerima manfaat, laporan penanaman mangrove, dan catatan keuangan bazar. Pengukuran ini memberikan bukti konkret mengenai skala dan jangkauan program yang telah Sementara itu, pengukuran kualitatif dilakukan untuk menangkap aspek yang lebih mendalam dan tidak dapat diukur secara numerik. Metode yang digunakan mencakup observasi partisipan selama kegiatan berlangsung, dokumentasi foto dan video, serta pencatatan respons dan tingkat partisipasi aktif peserta. Observasi difokuskan pada perilaku, antusiasme, dan interaksi peserta, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai bukti visual dan naratif proses pelaksanaan. Selain itu, umpan balik langsung dari peserta, orang tua, dan mitra lokal juga dikumpulkan untuk memperkaya pemahaman mengenai persepsi dan pengalaman mereka terhadap program. Tingkat ketercapaian tujuan program dinilai berdasarkan perubahan sikap dan perilaku yang teramati, peningkatan kesadaran dan kepedulian sosial serta lingkungan di kalangan masyarakat, serta manfaat ekonomi sederhana yang dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Perubahan tersebut mencakup peningkatan kepercayaan diri anak-anak dalam membaca Al-QurAoan, meningkatnya pengetahuan orang tua tentang pola asuhan Islami, tumbuhnya kesadaran kolektif terhadap pelestarian mangrove, serta adanya peningkatan pendapatan sementara bagi pedagang kecil melalui kegiatan bazar. Melalui metode evaluasi yang holistik dan terintegrasi ini, kegiatan pengabdian masyarakat diharapkan mampu menghasilkan dampak positif yang nyata, bermakna, dan berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Tidung. Evaluasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan semata, melainkan juga sebagai bahan refleksi untuk perbaikan program serupa di masa mendatang serta sebagai kontribusi ilmiah dalam bidang pemberdayaan masyarakat pesisir. HASIL DAN KETERCAPAIAN SASARAN Kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung telah berhasil memberikan perubahan positif yang signifikan bagi individu, kelompok masyarakat, serta institusi lokal. Dampak program ini dirasakan secara komprehensif, mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka Keberhasilan ini tidak hanya terlihat dari pencapaian output kegiatan, tetapi juga dari perubahan perilaku, peningkatan kapasitas, dan penguatan modal sosial yang tercipta di Pulau Tidung. Dampak jangka pendek terlihat secara nyata dan langsung pasca pelaksanaan Di antaranya adalah peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan anakanak peserta Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) secara lebih tartil, tajwid, dan percaya diri. Selain itu, kebutuhan dasar anak yatim dan dhuafa dapat terpenuhi melalui santunan sosial dan pendampingan yang diberikan, sehingga mereka merasa lebih diperhatikan dan termotivasi. Motivasi belajar siswa Madrasah Ibtidaiyah juga mengalami peningkatan berkat penyelenggaraan lomba-lomba edukatif yang menyenangkan dan stimulatif. Dari sisi lingkungan, terlihat perbaikan fisik berupa lingkungan yang lebih bersih dan tertata melalui kerja bakti massal serta penanaman ratusan bibit mangrove yang berhasil dilakukan. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Sementara itu, dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya perubahan yang lebih fundamental dan berkelanjutan. Program ini menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih tinggi di kalangan masyarakat, terutama dalam mendukung kelompok rentan seperti anak yatim dan Selain itu, kegiatan turut membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik pada anak-anak, baik dalam bidang keagamaan maupun pengetahuan umum. Kesadaran lingkungan masyarakat semakin meningkat, yang tercermin dari semakin kuatnya komitmen kolektif untuk menjaga ekosistem pesisir dan kebersihan pulau. Tak kalah penting, peran keluarga dalam pengasuhan anak juga mengalami penguatan melalui pemahaman nilai-nilai keislaman yang lebih mendalam, sehingga diharapkan dapat melahirkan generasi muda Pulau Tidung yang berakhlak mulia, tangguh, dan berwawasan luas. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat sesaat, melainkan juga meletakkan fondasi yang kokoh bagi pembangunan masyarakat Pulau Tidung yang lebih berdaya, religius, dan Pencapaian tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat . articipatory and needs-based approac. Menurut Hendrawati Hamid, pemberdayaan masyarakat . ommunity empowermen. merupakan proses yang holistik dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu mengendalikan dan mengarahkan pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi mereka sendiri. Teori ini menekankan tiga dimensi kekuasaan utama, yaitu power within . ekuatan dari dalam diri individu dan komunita. , power with . ekuatan kolektif melalui kerjasam. , dan power to . emampuan untuk bertindak dan mengubah realita. Dalam konteks program di Pulau Tidung, pendekatan ini diwujudkan melalui pendampingan langsung dan intensif pada berbagai kegiatan utama, meliputi pembinaan Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA), santunan dan pendampingan anak yatim serta dhuafa, lomba edukatif, bazar produk lokal, penyuluhan ilmu parenting berbasis Islam, penanaman bibit mangrove, serta kerja bakti kebersihan lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, program ini berupaya membangun rasa kepemilikan . ense of ownershi. dan memperkuat modal sosial yang sudah ada, khususnya nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat pesisir. Melalui proses ini, masyarakat tidak hanya menerima manfaat langsung, tetapi juga mengalami peningkatan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan sehingga mampu melanjutkan inisiatif pembangunan secara mandiri di masa mendatang. Pemanfaatan nilai gotong royong yang sudah mengakar menjadi salah satu wujud nyata dari teori pemberdayaan, di mana kekuatan budaya lokal dijadikan sebagai modal utama dalam proses transformasi sosial. Setiap kegiatan dirancang secara terintegrasi dan saling mendukung, sehingga membentuk sebuah program yang holistik. Pendampingan langsung oleh tim mahasiswa dan dosen tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga mencakup interaksi dua arah, pembimbingan, motivasi, serta transfer pengetahuan dan keterampilan secara berkelanjutan. Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Penggunaan metode partisipatif ini terbukti sangat efektif dalam meningkatkan tingkat penerimaan masyarakat terhadap program. Karena masyarakat terlibat sejak awal dan merasa memiliki program tersebut, kegiatan berjalan dengan lancar, antusiasme tinggi, serta tingkat partisipasi yang signifikan. Masyarakat tidak lagi bersikap sebagai penerima manfaat pasif, melainkan menjadi pelaku aktif yang ikut merencanakan, melaksanakan, dan menjaga keberlanjutan Pendekatan ini sekaligus memperkuat modal sosial, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dengan masyarakat pesisir, serta memastikan bahwa manfaat program dapat terus berlanjut pasca berakhirnya kegiatan Keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung diukur melalui berbagai indikator yang komprehensif dengan menggunakan pendekatan deskriptif . dan kualitatif secara terintegrasi. Pengukuran ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang objektif, mendalam, serta holistik mengenai tingkat pencapaian tujuan program, bukan hanya dari segi output, tetapi juga dari aspek proses dan outcome yang dihasilkan. Indikator keberhasilan mencakup beberapa aspek utama. Pertama, aspek kuantitatif meliputi tingkat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, jumlah penerima manfaat secara keseluruhan, serta kelancaran pelaksanaan program dari segi teknis dan logistik. Kedua, aspek kualitatif difokuskan pada perubahan sikap dan perilaku masyarakat, yang teramati melalui peningkatan antusiasme peserta, tumbuhnya kepedulian sosial dan lingkungan, serta tingginya tingkat partisipasi aktif warga dalam setiap rangkaian kegiatan. Perubahan sikap ini menjadi indikator penting karena mencerminkan adanya penerimaan, internalisasi nilai, dan komitmen masyarakat terhadap program. Untuk memperkuat validitas dan reliabilitas temuan, keberhasilan program juga didukung oleh dokumentasi yang sistematis dan lengkap. Dokumentasi tersebut mencakup foto dan video kegiatan sebagai bukti visual, data peserta yang terdokumentasi dengan baik . ermasuk daftar hadir dan profil penerima manfaa. , serta laporan pelaksanaan yang rinci. Seluruh dokumentasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bukti, tetapi juga sebagai bahan refleksi akademik dan referensi untuk program pengabdian serupa di masa mendatang. Dengan kombinasi indikator deskriptif, kualitatif, dan dokumentasi yang memadai, program ini dapat dinilai secara objektif, sehingga terbukti telah memberikan kontribusi yang nyata dan terukur bagi masyarakat Pulau Tidung. Keunggulan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini terletak pada tingkat kesesuaiannya yang tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat Pulau Tidung serta kemampuannya dalam memanfaatkan budaya gotong royong yang masih sangat kuat sebagai salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Berlandaskan pada teori pemberdayaan masyarakat, program ini tidak sekadar memberikan solusi temporer, melainkan berupaya membangun kesadaran, kemampuan, dan rasa kepemilikan . ense of ownershi. masyarakat terhadap program yang dijalankan. Kesesuaian antara desain program dengan karakteristik lokal Ai baik dari segi pendidikan keagamaan, kesejahteraan sosial, kreativitas anak, maupun pelestarian lingkungan Ai menjadikan intervensi ini relevan dan kontekstual, sehingga masyarakat tidak Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 lagi berposisi sebagai objek penerima manfaat, melainkan sebagai pelaku utama dalam pembangunan dirinya sendiri. Program ini dirancang berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan yang mendalam, sehingga setiap kegiatan Ai mulai dari pembinaan TPA, santunan anak yatim, penyuluhan parenting, hingga penanaman mangrove Ai benar-benar relevan dan kontekstual. Pendekatan partisipatif yang diterapkan berhasil memanfaatkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat pesisir, sehingga program tidak hanya diterima dengan baik, tetapi juga berjalan secara kolaboratif dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Hal ini menjadi salah satu kekuatan utama yang membedakan program ini dari intervensi yang bersifat Meskipun demikian, kegiatan ini tidak luput dari beberapa kelemahan. Keterbatasan waktu pelaksanaan dan keterbatasan sumber daya . aik manusia maupun dan. menjadi tantangan utama. Akibatnya, meskipun dampak jangka pendek dapat dirasakan dengan cukup baik, dampak jangka panjang masih memerlukan pendampingan dan monitoring lanjutan agar manfaat program dapat terus berlanjut dan tidak bersifat temporer. Keterbatasan durasi ini juga menyebabkan beberapa kegiatan belum dapat dilakukan secara lebih mendalam dan Tingkat kesulitan pelaksanaan program secara keseluruhan tergolong sedang. Tantangan terbesar terdapat pada aspek koordinasi lintas pihak di wilayah kepulauan serta pelaksanaan kegiatan lingkungan, seperti penanaman mangrove dan kerja bakti kebersihan, yang sangat dipengaruhi oleh faktor cuaca, pasang surut air laut, dan aksesibilitas transportasi laut. Meski demikian, tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik melalui fleksibilitas tim dan dukungan aktif dari masyarakat serta pemerintah desa setempat. Ke depan, program ini memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan rutin dan berkelanjutan. Potensi pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penguatan kolaborasi yang lebih erat antara masyarakat Pulau Tidung, lembaga lokal . eperti pemerintah desa, lembaga keagamaan, dan kelompok pemud. , serta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa angkatan berikutnya. Dengan membangun mekanisme keberlanjutan yang jelas, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang terintegrasi dan memberikan dampak jangka panjang yang lebih KESIMPULAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung secara keseluruhan berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan yang telah Program ini mampu memberikan kontribusi positif yang nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan keagamaan, kesejahteraan sosial, pengembangan anak, maupun pelestarian Secara khusus, keberhasilan program tercermin dari tercapainya berbagai kegiatan utama berikut: Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Pembinaan Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPA) yang berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan secara tartil dan tajwid bagi anak-anak peserta. Penyuluhan ilmu parenting berbasis Islam yang memperkuat kapasitas orang tua dan wali murid dalam pengasuhan anak. Santunan dan pendampingan anak yatim serta dhuafa yang memberikan dukungan sosial dan motivasi pendidikan. Penyelenggaraan bazar, lomba cerdas cermat, dan lomba mewarnai yang meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, serta semangat kewirausahaan masyarakat. Pembagian Al-QurAoan dan buku Iqra yang memperkuat literasi Kerja bakti lingkungan dan penanaman mangrove yang berkontribusi pada perbaikan kondisi fisik lingkungan pesisir. Program ini memberikan nilai tambah yang signifikan bagi masyarakat Pulau Tidung, antara lain berupa peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan, penguatan karakter dan literasi anak, peningkatan kesadaran terhadap risiko digital dan pengelolaan ekonomi keluarga, serta perbaikan kualitas lingkungan fisik dan sarana pendidikan di pulau tersebut. Meskipun demikian, beberapa hambatan masih ditemui selama pelaksanaan di lapangan, di antaranya: Keterbatasan perlengkapan dan sarana pendukung. Kondisi cuaca ekstrem yang khas wilayah kepulauan. Kepadatan jadwal masyarakat pesisir. Kurangnya koordinasi pada beberapa kegiatan. Kendala teknis dan logistik lainnya. Seluruh hambatan tersebut dapat diatasi dengan baik berkat kerjasama tim yang solid, fleksibilitas pelaksanaan, serta dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Hal ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya berhasil mencapai target output, tetapi juga telah meletakkan fondasi awal bagi pembangunan masyarakat Pulau Tidung yang lebih berdaya, religius, dan peduli lingkungan. REKOMENDASI Berdasarkan hasil pelaksanaan dan refleksi atas kegiatan pengabdian masyarakat di Pulau Tidung, berikut beberapa rekomendasi untuk keberlanjutan dan peningkatan kualitas program di masa mendatang: Penguatan Keberlanjutan Program: Diharapkan adanya pendampingan lanjutan secara berkala . inimal 6Ae12 bula. oleh mahasiswa KKN angkatan berikutnya atau lembaga mitra lokal agar dampak jangka panjang, khususnya pada literasi Al-QurAoan, pengasuhan anak, dan pelestarian mangrove dapat terus terjaga dan berkembang. Peningkatan Kerjasama Lokal dan Pemerintah: Diperlukan penguatan kolaborasi yang lebih formal dengan Pemerintah Desa Pulau Tidung. Dinas Jurnal Pena Islam : Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 Copyright: A2026. Wahyu Bhekti Prasojo. Zahidah Rosyidah. Zulfa Nafisah Kamilah. Rangga Ananta Bhakti Jurnal Pena Islam : Jurnal Penelitian Ilmu Tarbiyah. Syariah, dan Kajian Umum Keislaman. Vol. 6 No. 1 : Januari Ae Juni 2026 E-ISSN : 2829-5374. ISSN : 2777-0125 Hal. 9 - 23 Pendidikan. Dinas Lingkungan Hidup, serta Kantor Kementerian Agama Kerjasama ini penting untuk mengintegrasikan program ke dalam agenda pembangunan desa dan mendapatkan dukungan kebijakan serta sumber daya yang lebih besar. Pengelolaan Anggaran yang Lebih Berkelanjutan: Disarankan untuk mencari sumber pendanaan tambahan melalui proposal hibah desa (Dana Des. CSR perusahaan pariwisata, atau lembaga filantropi Islam. Selain itu, perlu dilakukan perencanaan dan pengelolaan anggaran yang lebih transparan dan efisien, termasuk pembuatan sistem pelaporan keuangan sederhana agar program dapat berjalan secara mandiri di masa mendatang. Pemanfaatan Teknologi: Disarankan pemanfaatan teknologi digital secara lebih optimal, seperti pembuatan aplikasi atau grup WhatsApp untuk pendampingan TPA jarak jauh, pembelajaran daring mengenai parenting Islami, serta sistem monitoring pertumbuhan mangrove berbasis aplikasi Teknologi juga dapat digunakan untuk dokumentasi kegiatan dan penyebaran materi edukasi kepada masyarakat yang lebih luas. Monitoring dan Evaluasi Berkala: Menerapkan sistem monitoring sederhana berbasis masyarakat untuk mengukur keberlanjutan dampak program, misalnya melalui penilaian rutin kemampuan baca Al-QurAoan anak serta kondisi tanaman mangrove setiap tiga bulan. DAFTAR PUSTAKA