Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 Dikirim: 15 Juni 2022. Diterima: 20 Juni 2022 ISSN: 2527-2772 PENERAPAN EKONOMI DIGITAL PADA PELAKU UMKM KABUPATEN BANGKALAN Dita Arisona 1*. Moh Anis 2 dan Nurita Indriani3 Program Studi Magister Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang. PO BOX 02. Kec. Kamal. Kabupaten Bangkalan. Jawa Timur - 69162 *Korespondensi Penulis: ditaarisona@gmail. Abstract: The COVID-19 pandemic has caused all activities to be carried out remotely, so that it greatly affects all kinds of aspects of life, not only public health and social life, but also education and economic conditions in Indonesia. This has caused the local government, especially Bangkalan Regency to implement a policy of Large-Scale Social Restrictions (PSBB), which of course is very influential for economic actors, one of which is MSMEs. The impact of this pandemic has affected MSME actors in Bangkalan Regency, especially MSMEs engaged in special foods and souvenirs. This is because the local government provides rules to close the tourism sector so that there are fewer domestic and international visitors visiting Bangkalan Regency. Therefore, many MSMEs have gone out of business during the COVID-19 pandemic. However, there are MSMEs that persist even though conditions do not allow for a COVID-19 pandemic, one of them is MSMEs, namely the Ambudi Makmur II Bangkalan Farmer Group. The MSMEs of the Ambudi Makmur II Farmer's Group in Bangkalan are innovative MSMEs but are unable to compete with competitors, this is due to the poor application of the digital economy to the MSMEs of the Ambudi Makmur Farmers' Group in terms of product marketing in e-commerce, causing the products to lose competitiveness with competitors. The location of the problem in this MSME is that the owner is not proficient in how to use e-commerce, for example in the form of product promotion, is less active in the use of e-commerce which causes the ordering process activities from customers to be constrained. Therefore, researchers want to provide training on how to use e-commerce properly so that these MSME products are not less competitive with competitors, considering that the MSMEs of the Ambudi Makmur Farmer Group have received a lot of appreciation from the district and national governments. This study uses a qualitative study with similar literature studies in order to obtain accurate results. Keywords: Covid-19. MSMES. Digital Economy. E-Commerce ________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Pandemi covid-19 menyebabkan segala kegiatan dilakukan secara berjauhan, sehingga sangat berpengaruh pada segala macam aspek kehidupan tidak hanya kesehatan masyarakat, dan kehidupan sosial namun juga berpengaruh pada pendidikan dan kondisi perekonomian di Indonesia. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah pasien terinfeksi covid-19 pada tahun 2020 mencapai 6. 675 orang. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Bangkalan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tentunya sangat berpengaruh bagi pelaku ekonomi salah satunya adalah UMKM. Dampak pandemi ini berpengaruh pada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Bangkalan, khususnya UMKM yang bergerak dibidang makanan khas dan oleh-oleh. Hal ini dikarenakan pemerintah setempat memberikan aturan untuk menutup sektor pariwisata sehingga berkurangnya pengunjung domestik maupun internasional yang berkunjung ke Kabupaten Bangkalan. Maka dari itu banyak pelaku UMKM yang gulung tikar saat pandemi covid-19. Namun terdapat UMKM yang tetap bertahan walaupun kondisi tidak memungkinkan adanya pandemi covid-19, salah satu UMKM tersebut yaitu UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan. UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan ini merupakan salah satu UMKM merupakan UMKM yang inovatif berdiri pada tahun 2009 didirikan oleh Ibu Saniyah. Berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan pemilik UMKM mengenai rahasia dari usaha yang dimiliki tetap berjalan walaupun mengalami kerugian yaitu dengan adanya penerapan ekonomi digital. Menurut (Septiana 2. pentingnya penerapan ekonomi digital seiring berkembangnya jaman dan memanfaatkan kemajuan teknologi di Indonesia e-commerce menjadi tulang punggung Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 perekonomian nasional, sehingga saat terjadi krisis ekonomi e-commerce pun menjadi senjata agar tetap bertahan. Namun walaupun demikian. UMKM Kelompok Tani ini juga kalah saing dengan UMKM yang memproduksi sejenis karena ekonomi digital yang diterapkan masih sangat sederhana dan pelaku UMKM masih belum mahir penggunaan e-commerce salah satu bentuk dari ekonomi Penerapan ekonomi digital yang kurang baik pada UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur dalam hal pemasaran produk pada e-commerce menyebabkan produk kalah saing dengan pesaing. Letak masalah pada UMKM ini yaitu pemilik belum mahir cara penggunaan e-commerce misalkan dalam bentuk promosi produk, kurang aktif dalam penggunaan e-commerce yang menyebabkan kegiatan proses pemesanan dari customer terkendala. Maka dari itu peneliti menginginkan untuk memberikan pelatihan mengenai cara penggunaan e-commerce dengan baik agar produk UMKM ini tidak kalah saing dengan pesaing mengingat UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur telah banyak mendapatkan apresiasi dari pemerintah tingkat kabupaten hingga nasional. TINJAUAN PUSTAKA Ekonomi Digital Menurut (Vanomy and Harris 2. , ekonomi digital yaitu ekonomi yang didasarkan pada penggunaan gabungan antara teknologi informasi dan komunikasi digital. Di Asia Tenggara, ekonomi digital sedang bertumbuh cepat sejalan dengan tingginya peluang pasar. Ada lima teknologi yang paling potensial mendorong tumbuh kembang ekonomi digital di wilayah Asia Tenggara, kelima hal tersebut yaitu mobile internet, big data, internet of things, automation of knowledge, serta cloud technology. Ekonomi Indonesia mengalamipertumbuhan yang cepat, berdasarkan Laporan McKinsey. Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang mencatat pertumbuhan tercepat dalam mengadopsi ekonomi digital. Hal ini dilihat dari aplikasi individu, bisnis, dan pemerintah melalui tiga pilar. Penilaian utama dinilai dari ketersediaan dan kecepatan unduh, jangkauan digital konsumsi data per pengguna, dan nilai digital penggunaan dalam pembayaran digital atau e commerce. Skor Indonesia sebesar skor 99 persen, diikuti India 90 (Aprilia et al. Pandemi Covid-19 Pandemi covid 19 diakibatkan adanya coronavirus yakni penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (Sars-CoV-. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada Desember 2019 di Wuhan. Ibukota Provinsi Hubei China, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi coronavirus 2019- 2020. Covid-19 pertama dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus. 9 Data 31 Maret 2020 menunjukkan kasus yang terkonfirmasi berjumlah 1. 528 kasus dan 136 kasus kematian. 10 Tingkat mortalitas Covid-19 di Indonesia sebesar 8,9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. corona bukanlah suatu wabah yang bisa diabaikan begitu saja. Jika dilihat dari gejalanya, orang awam akan mengiranya hanya sebatas influenza biasa, tetapi bagi analisis kedokteran virus ini cukup berbahaya dan mematikan. Saat ini di tahun 2020, perkembangan penularan virus ini cukup signifikan karena penyebarannya sudah mendunia dan seluruh negara merasakan dampaknya termasuk Indonesia. Dampak virus corona yang sudah ada di Indonesia sudah dirasakan dengan dibuktikan terpaparnya virus ini di masyarakat sehingga pemerintah mengantisipasi dan mengurangi jumlah penderita virus corona di Indonesia sudah dilakukan di seluruh daerah. Diantaranya dengan memberikan kebijakan membatasi aktifitas keluar rumah, kegiatan sekolah dirumahkan, bekerja dari rumah . ork from hom. , bahkan kegiatan beribadah pun dirumahkan. Hal ini sudah menjadi kebijakan pemerintah berdasarkan pertimbangan- pertimbangan yang sudah dianalisa dengan maksimal tentunya. Penyebaran virus Corona juga berdampak pada sektor investasi,perdagangan,usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan juga karena para wisatawan yang datang ke suatu destinasi biasanya akan membeli oleh-oleh. Jika wisatawan yang berkunjung berkurang, maka omset UMKM juga akan menurun. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada tahun Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 2016 sektor UMKM mendominasi unit bisnis di Indonesia dan jenis usaha mikro banyak menyerap tenaga kerja Kebijakan pemerintah dampak pada perekonomian Indonsia, baik dari sisi perdagangan, investasi dan pariwisata. Penerimaan pajak sektor perdagangan juga mengalami penurunan padahal perdagangan memiliki kontribusi kedua terbesar terhadap penerimaan pajak (Sumarni 2. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunkan oleh peneliti dengan judul AuPenerapan Eknonomi Digital Pada Pelaku UMKM Kabupaten BangkalanAy menggunakan metode penelitian kualitatof berupa deskripsi dari hasil studi literatur review mengenai penerapan ekonomi digital yang kemudian dilakukan analisis. Data yang digunakan berupa data sekunder dengan topik penerapan ekonomi digital pada UMKM. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur kemudian dijadikan data yang mendukung sehingga dapat diambil kesimpulan berdasarkan bukti empirik yang kuat. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dan pembahasan dari penelitian dengan judul Au Penerapan Ekonomi Digital Pada Pelaku UMKM Kabupaten BangkalanAy adalah sebagai berikut: Dampak Pandemi Covid-19 Bagi UMKM Pandemi covid-19 terjadi di Indonesia sejak tahun tahun 2019 di Wuhan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa pandemi ini pertama kali terdeteksi di Wuhan. China yaitu pada tanggal 30 Desember 2019 yang ketika itu memberikan informasi berupa Aupemberitahuan segera tentang pengobatan pneumonia dari penyebab yang tidak diketahuiAy. COVID-19 menyebar begitu cepat ke seluruh penjuru dunia dan berubah menjadi pandemi yang horor bagi masyarakat dunia. Hingga penelitian ini ditulis ditemukan 93 negara yang telah terjangkit COVID-19. Pandemi COVID-19 yang telah menyebar pada akhirnya membawa risiko yang sangat buruk bagi perekonomian dunia termasuk Indonesia khususnya dari sisi pariwisata, perdagangan serta investasi (Nasution. Erlina, and Muda 2. Berdasarkan himbauan dari pemerintah untuk dilakukan pandemi covid-19 maka segala kegiatan dilakukan secara daring, tentunya pandemi ini tidak hanya berpengaruh pada kesehatan namun juga segala aspek yang ada di dunia salah satunya yaitu aspek perekenomian di Indonesia. Perekenomian di Indonesia mengami kendala dibidang kegiatan ekspor dan impor, pendapatan negara dari hasil pajak yang bersumber dari perdagangan juga terganggu salah satunya yaitu UMKM. Berdasarkan data pengaruh pandemi covid-19 pada UMKM dapat dilihat pada gambar 1. Gambar 1. Proporsi Dampak Pandemi Covid-19 Bagi UMKM Sumber: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Data Boks Gambar 1 merupakan proporsi UMKM yang diakibatkan oleh pandemi covid-19. Berdasarkan proporsi dari data tersebut. UMKM yang bergerak dibidang sektor makanan dan minuman sangat Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 memiliki dampak yang besar. Hal ini dikarenakan pandemi covid-19 memberikan aturan bahwasannya jika membeli makanan atau minumal harus dilakukan dengan take away, selain itu juga saat pandemi covid-19 pemerintah juga meberlakukan aturan untuk melarang kunjungan pariwisata baik domestik maupun mancanegara. Aturan ini harus di patuhi dan diterapkan di seluruh provinsi yang ada di Indonesia, sehingga Kabupaten Bangkalan tentunya menerapkan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Penerapan aturan mengenai larangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan menyebabkan turunnya jumlah wisatawan domestik maupun mancanegara juga berpengaruh bagi daya minat dalam membeli produk UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan. UMKM ini bergerak dibidang aneka oleh-oleh makanan khas Kabupaten Bangkalan antara lain dodol salak, kurma salak, sirup sari salak, kismis salak, kopi biji salak, dan coklat salak. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Ibu Saniyah pemilik UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan ini mengatakan bahwasannya semenjak pandemi covid-19 penjualan produk menurun drastis tetapi walaupun menurun tetap berproduksi walaupun tidak sebanyak sebelum pandemi Maka dari itu peneliti memeberikan rekomendasi untuk melakukan penerapan untuk mengimplementaasikan ekonomi digital dalam melakukan pemasaran dikarenakan pemilik UMKM masih belum mahir dalam menerapkan ekonomi digital hal ini dibuktikan ketika dilakukan wawancara oleh Ibu Saniyah yang mengatakan bahawasannya UMKM Kelompok TANI ini kalah saing dengan UMKM lainnya dikarenakan dalam melakukan penjualan dan promosi dilakukan secara tradisional. Pemasaran tradisional ini memang benar adanya dengan dibuktikan dari segala macam aspek yang ada pada UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur, hal ini diawali dengan desain produk yang sangat monoton dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Desain Produk UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur Sumber: Desain Produk UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur Gambar 2 merupakan desain produk dari UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan, jika dilihat dari desain produk UMKM ini masih belum menerapkan kecanggihan teknologi yang sudah ada. Sehingga kesan dari produk yang dimiliki dianggap sangat tradisional dibandingkan dengan kompetitor. Selain itu UMKM ini hanya menjual dengan metode tradisional hal ini dibuktikan pemilik UMKM memasarkan produk dengan cara menjual pada outlet oleh-oleh di Kabupaten Bangkalan, selain itu juga memasarkan produk di rumah pemilik dan memasarkan pada tetangga. Pada faktanya UMKM ini merupakan salah satu usaha yang inovatif karena mengimplementasikan salah satu bentuk kreatif yang dapat di apresiasi pemerointah kabupaten hingga nasional yang dibuktikan dengan banyknya penghargaan yang diperoleh UMKM. Namun kelemahan dari UMKM ini masih belum bisa memasarkan secara modern dengan cara menerapkan ekonomi digital. Maka dari itu peneliti memberikan rekomendasi pada UMKM untuk menerapkan ekonomi digital. Rekomendasi tersebut adalah sebagai berikut. 1 Rekomendasi Pemasaran Melalu E-Commerce Rekomendasi pemasaran melalui e-commerce diberikan pada UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Kabupaten Bangkalan, sebagai salah satu bentuk penerapan ekonomi digital dengan Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 cara memberikan pelatihan pemasaran online pada UMKM yang terdiri dari promosi, penjualan, dan juga metode pembayaran dengan tujuan produk UMKM tetap eksis walaupun kondisi pandemi dan dapat dikenal oleh masyrakat secara luas sehingga memiliki life cycle produk yang Rekomenasi ini berupa modul yang berisi gambaran teknis mengenai tata cara dalam melakukan pelatihan ekonomi digital. Modul pelatihan dapat dilihat pada gambar 3. Gambar 3. Modul Pelatihan Ekonomi Digital Sumber: Modul diolah oleh penulis Gambar 3 merupakan modul mengenai pelatihan ekonomi digital yang dirancang oleh Modul ini berisi mengenai marketplace yang digunakan yaitu shopee dikarenakan selain mudah digunakan, minim biaya dan juga aman, modul ini juga memaparkan mengenai tata cara penjualan produk pemula di shopee sebagai bahan pendampingan ketika melakukan pelatihan dan juga sebagai bahan untuk memudahkan pengguna saat mengalami kesulitan dalm melakukan penjualan di shopee. Modul ini dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami agar pengguna bisa memahami setiap petunjuk berjualan di shopee. Dengan adanya pelatihan ekonomi digital ini dengan harapan agar UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan dapat menerapkan ekonomi digital hal ini dikarenakan dengan menerapakan ekonomi digital misalkan dengan cara berbasis online atau internet akan memberikan kelangsungan bisnis dan ketahanan bisnis . usiness resilienc. Secara makro perusahaan-perusahaan dengan model bisnis berbasis internet akan memberikan ketahanan ekonomi . conomic resilienc. sehingga roda perekonomian dapat terus berjalan(Sumarni 2. Penerapan ekonomi digital sangatlah penting hal ini disebabkan dengan adanya penerapan ekonomi digital, kekuatan pengetahuan di dalam ruang lingkup transformasi digital mengarahkan pada inovasi-inovasi unggul dalam penemuan peluang-peluang baru sebagai daya saing bisnis. Digitalisasi mendorong kemudahan dan kecepatan dalam transaksi bisnis, dimana pelanggan sebagai konsumen digital akan menggunakan perangkat digital dalam menjalankan transaksi Virtualisasi dalam transformasi digital akan memungkinkan terjadinya perubahan dari barang fisik menjadi barang virtual, serta memungkinkan modal intelektual berubah menjadi modal digital. Molekurisasi di ekonomi digital adalah terjadinya perubahan proses bisnis yang berat menjadi proses bisnis yang lebih ringan dan fleksibel, misalnya dengan mengubah dokumen kertas yang bertumpuk menjadi dokumen digital yang hemat ruang. Jaringan internet berperan penting pada transformasi digital dengan membangun interkoneksi yang membentuk jaringan Disintermediasi di era digitalisasi menghilangkan peran perantara, sehingga transaksi dapat langsung terjadi secara peer-to-peer. Terbentuknya platform untuk multimedia interaktif dengan adanya konvergensi komputasi, komunikasi, dan konten. Inovasi terbentuk dari imajinasi dan kreavitas manusia dalam menciptakan sumber-sumber nilai ekonomi. Prosumsi merujuk pada pergeseran orientasi produksi dari produksi massal menjadi produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen . Kesegeraan menjadi pembeda yang signifikan antara proses Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik. Vol. Juli 2022 produksi konvensional dengan proses produksi berbasis teknologi digital. Pemisah . adalah terpecahnya kelompok masyarakat dan pelaku usaha yang paham teknologi dengan yang tidak paham teknologi. Agar bisa tetap bertahan hidup, maka satu-satunya syarat yang harus dipenuhi adalah memiliki kemampuan untuk mengadopsi pergeseran teknologi menuju interaksi dan integrasi dalam bentuk ekonomi yang dijalankan berbasis internet . nternetworked econom. (Asnawi 2. Keamanan dalam penerapan ekonomi digital juga perlu dipertimbangkan hal ini dikarenakan adanya crime dan cyber war yang mengancam keamanan individu berupa teraksesnya asset dan data pribadi seperti pencurian identitas dan data, pembajakan akun, penyebaran virus melalui website dan kode-kode penting, fitnah, pencemaran nama baik. Tidak hanya berbahaya bagi individu tetapi juga bagi negara dengan adanya spionase industri dan pencurian data informasi penting, dan penyebaran kabar hoaxs dengan tujuan provokasi (Aprilia et al. Maka dari itu dalam menerapkan ekonomi digital perlu dilakukan dengan bijak dan berhati-hal dalam hal privasi pribadi agar tetap aman. Berdasarkan studi literatur ekonomi digital, sebagai acuan untuk penerapan ekoomi digital pada pelaku UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan harus diterapkan dengan mengadakan pelatihan ekonomi digital bagi pelaku UMKM, selain itu juga akan diberikan modul pada pelaku UMKM untuk memudahkan dalam melakukan penerapan ekonomi digital, dalam melakukan pemasaran dianjurkan menggunakan metode kombinasi antara ekonomi tradisional dan modern artinya UMKM ini menerapkan ekonomi digital dengan cara memasarkan produk menggunakan media marketplace shopee namun untuk metode tradisional dianjurkan juga untuk menjual produk pada outlet oleh-oleh serta promosi dari mulut ke mulut sehingga semua akan tecapai dan mencakup. Walaupun sudah menerapkan ekonomi digital pengguna pada UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II Bangkalan ini juga harus berhati-hati dan juga bijak dalam menggunakan ekonomi digital agar keamanan tetap tercajaga. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Kesimpulan dan saran pada penelitian dengan judul AuPenerapan Ekonomi Digital Pada Pelaku UMKM Kabupaten BangkalanAy yaitu dikarenakan adanya pandemi covid-19 menyebabkan segala kegiatan dibatasi tentunya akan berpengaruh pada kunjungan wisatawan sehingga sangat berdampak pada kunjungan wisatawan di Kabupaten Bangkalan yang tentunya sangat berpengaruh pada penjualan produk makanan khas salah satu UMKM yang ada di Kabupaten Bangkalan yaitu UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur II, dan juga UMKM ini kalah saing dengan kompetitor hal ini dikarenakan dalam melakukan penjualan UMKM ini tidak menerapkan ekonomi Hal ini dikarenakan pelaku UMKM kurang mahir dalam hal teknologi, sehingga peneliti merancang sebuah modul. Modul ini berisi mengenai pelatihan ekonomi digital yang dikhususkan pada UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur dengan tulisan sederhana dan mudah dipahami bagi pengguna hal ini bertujuan agar mempermudah pelaku UMKM dalam melakukan praktik penjualan produk makanan khas Kabupaten Bangkalan. Saran yang diberikan untuk peneliti selanjutnya yaitu dikarenakan untuk saat ini peneliti memberikan pelatihan mengenai penerapan ekonomi digital menggunakan marketplace shopee, namun untuk penelitian selanjuttnya dianjurkan menciptakan platform yang terbaru khusus UMKM Kelompok Tani Ambudi Makmur agar lebih spresifik dan menarik. DAFTAR PUSTAKA