Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Januari, 2023, pp. Perwujudan Profil Pelajar Pancasila Pada Pendidikan Abad Ke-21 Di SMA Negeri 1 Palembang Annisa Salsabila1. Effendi Nawawi2 Universitas Sriwijaya, 2Universitas Sriwijaya Email1: annisa. salsabilaa82@gmail. Email2: effendi@fkip. Article History: Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Received: Januari 2023 tantangan dalam menghayati Pancasila sebagai Revised: Januari 2023 entitas dan identitas bangsa indonesia dan bentuk Accepted: Januari 2023 perwujudan Profil Pelajar Pancasila . pada pendidikan abad ke 21. Penelitian didasarkan pada proses studi pustaka menggunakan metode qualitative research. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan literatur. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 1 Palembang. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan Abad ke-21 sudah berjalan sebagaimana mestinya di SMA Negeri 1 Palembang. Hal itu terlihat pada keseharian peserta didik di sekolah dengan menjalankan beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila . seperti : . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . berkebinekaan global, . bergotong-royong, . mandiri, . bernalar kritis, . Keywords: Pancasila. Profil Pelajar Pancasila. Pendidikan Abad Pendahuluan Menurut Djamarah . pendidikan merupakan tempat persemaian benihbenih kebudayaan dalam masyarakat. Sebagaimana yang tercantum di dalam undang-undang Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi setiap individu untuk dapat berkembang (Megawanti, 2. Hakikat seorang pendidik adalah mendidik dan sekaligus didalamnya mengajar sesuai dengan keilmuan yang dimilikinya (Ramli, 2. Konsep pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara didasarkan pada asas kemerdekaan, memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Untuk menciptakan manusia Vol. No. Januari, 2023, pp. Indonesia yang beradab, maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk Pendidikan dapat menjadi ruang berlatih dan tumbuhnya nilai-nilai kemanusiaan yang dapat diteruskan atau diwariskan. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidik menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Oleh sebab itu, pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar dapat memperbaiki lakunya . ukan dasarny. hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. Hal itu sesuai dengan pendidikan yang saat ini diintegrasikan dengan keterampilan abad 21, dimana pendidikan di abad 21 ini merupakan pendidikan yang pada proses pembelajarannya berpusat pada peserta didik . tudent centere. Pada abad 21 ini, perkembangan teknologi merupakan faktor yang paling signifikan dalam menentukan bagaimana kehidupan dijalani saat ini. Tak terkecuali juga perkembangan para generasi muda yang merupakan asset terbesar suatu bangsa, termasuk Indonesia (Izzah, 2. Pembelajaran di abad 21 harus mampu mempersiapkan generasi penerus bangsa Indonesia untuk menyambut integrasi TIK ke dalam kehidupan bermasyarakat (Syahputra, 2. Untuk memenuhi kebutuhan di abad 21, sangat diperlukan keterampilan pengetahuan . yang mendalam dalam konteks kehidupan terkait suatu masalah, peristiwa atau kejadian (Rahayu. Hal ini sejalan dengan yang dikemukakan oleh Yusuf & Subaer . bahwa media pembelajaran seperti adanya komputer merupakan sebuah alat bantu yang dapat digunakan sebagai perantara antara guru dan peserta didik dalam memahami dan menyampaikan materi pelajaran secara lebih efektif dan efisien. Namun, adanya teknologi yang tidak dibarengi dengan penanaman nilai-nilai pancasila dapat membuat peserta didik menjadi salah arah. Sebagai negara yang memiliki dasar negara berupa pancasila, nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembentukan profil pelajar pancasila. Pancasila merupakan sistem nilai yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan pada masa kerajaan telah berkembang nilai-nilai dasar yang merupakan karakter Nilai-nilai itu kemudian digali dan dirumuskan menjadi suatu tatanan norma dan nilai yang kita sebut dengan Pancasila (Musarovah, 2. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa mempunyai arti bahwa Pancasila menjadi pedoman bagi setiap perilaku bangsa Indonesia. Perilaku setiap warga Negara harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, sehingga bangsa Indonesia mempunyai kepribadian dan jati diri sendiri yang membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Urutan kelima Vol. No. Januari, 2023, pp. sila pancasila yang mempunyai hubungan mengikat satu dengan yang lainnya, sehingga pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh (Kemendikbud. Karakter bangsa Indonesia akan ditentukan oleh implementasi fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa. Karena Pancasila merupakan sumber ilmu pengetahuan dari bangsa kita sendiri bukan dari bangsa lain, oleh karena itu sebagai warga negara harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila (Junaidi. Pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, dan pendidikan watak merupakan contoh pendidikan karakter. (Arifudin, 2. Dengan kata lain, pendidikan karakter merupakan komponen penting dari proses pendidikan. Dimaknai sebagai suatu cara untuk menanamkan kepada peserta didik di sekolah tentang pengetahuan, kesadaran, atau kemauan dan tindakan yang diperlukan untuk menghayati nilai-nilai tersebut terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan kebangsaannya sendiri untuk membantu mereka menjadi manusia yang sempurna (Irawati, dkk 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terdapat dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Tahun 2020-2024, . AuPelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatifAy. Sebagai usaha mewujudkan profil Pelajar Pancasila diperlukan pembentukan dan penguatan pendidikan karakter bagi pelajar. Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian mengenai tantangan menghayati Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa indonesia dan bentuk perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21 di ekosistem sekolah . Metode Penelitian didasarkan pada proses studi pustaka menggunakan metode qualitative research. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah untuk menginterpretasikan kejadian dan memanfaatkan berbagai metode yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yakni dengan lebih menekankan pada kemampuan analisis dan penelaahan terhadap sumber-sumber kepustakaan terpilih terkait langsung dengan tantangan menghayati Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia serta Vol. No. Januari, 2023, pp. perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada pendidikan abad ke-21. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan literatur. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palembang. Hasil dan Pembahasan Tantangan menghayati Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia Bangsa yang kuat adalah bangsa yang memiliki fondasi dan pedoman yang kokoh dan jelas. Fondasi dan pedoman suatu bangsa disebut sebagai dasar negara. menurut Priyanto. , dkk . dasar negara yaitu landasan kehidupan suatu negara dalam melaksanakan dan menjalankan kehidupan suatu negara. Para pejuang bangsa ini telah menciptakan dan menitipkan suatu fondasi berupa konsep, gagasan atau prinsip yang melandasi kehidupan bangsa sehari-hari. Fondasi ini diambil dari bahasa sansekerta yaitu. Pancasila. Dimana AupancaAy yang berarti AulimaAy dan AusilaAy yang berarti AuprinsipAy menjadi landasan dan tolak ukur bangsa ini dalam menyikapi cara berkehidupan yang baik. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam kegiatan di sekolah, diharapkan peserta didik memiliki profil pelajar pancasila yang memperlihatkan tentang bagaimana identitas manusia Indonesia itu. Hal ini berhubungan dengan pancasila sebagai Entitas dan Identitas Bangsa Indonesia. Menurut KBBI. Entitas adalah satuan yang berwujud. Entitas . merupakan sebuah objek yang keberadaannya dapat dibedakan terhadap objek lain. Sedangkan identitas adalah bagian dari konsep diri seseorang yang berasal dari pengetahuan mereka tentang keanggotaan dalam suatu kelompok sosial bersamaan dengan signifikansi nilai dan emosional dari keanggotaan tersebut (Tajfel & Turner, 1. Berdasarkan uraian di atas, maka suatu hal yang ada dengan cara yang unik dan berbeda adalah suatu entitas, meskipun tidak harus memiliki bentuk fisik. Untuk itu. Pancasila sebagai substansi negara Indonesia memiliki atribut tersendiri, khususnya nilai-nilai yang beragam yang terkandung di dalamnya. Sebaliknya, identitas adalah refleksi diri yang dipengaruhi oleh budaya, etnis, dan lingkungan Sehingga Pancasila sebagai identitas nasional merupakan ciri khas yang hanya dimiliki bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain. Adapun tantangan dalam menghayati Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia yaitu keterlibatan orang tua yang kurang maksimal terhadap karakter/menginterasikan Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik serta akses teknologi yang tidak terbatas. Peran pendidik saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan pendidikan. Vol. No. Januari, 2023, pp. Namun, keterlibatan orang tua dalam proses tersebut diperlukan. Mayoritas orang tua saat ini kurang memperhatikan pendidikan anaknya, terutama secara emosional. Orang tua hanya peduli dengan kemampuan kognitif, sehingga meskipun peserta didik memiliki kemampuan kognitif yang baik, terkadang sikap mereka lebih buruk dari itu. Kenyataannya masih banyak guru yang kurang memiliki dorongan, semangat, dan kemampuan untuk mengintegrasikan karakter Profil Siswa Pancasila pada proses pembelajaran. Guru masih cenderung akrab dengan kurikulum pembelajaran sebelumnya, dan sebagian kecil menganggap kurikulum merdeka yang memuat Profil Pelajar Pancasila. Di abad ke-21 yang mengalami perkembangan pesat dalam bidang teknologi, orang-orang dari segala usia kini memiliki akses tak terbatas untuk memberikan Siapapun yang memiliki perangkat elektronik dapat mengaksesnya yang menyebabkan kurangnya tata krama pada banyak anak dan remaja saat ini. Oleh karena itu, sebaiknya guru berkolaborasi dengan orangtua dalam memberikan petunjuk dan batasan untuk mengakses informasi terutama dari dunia digital. Perwujudan profil pelajar pancasila pada pendidikan yang berpihak pada peserta didik dalam pendidikan abad ke-21 di ekosistem sekolah Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif (Direktorat Sekolah Dasar, 2. Tujuan Profil Pelajar Pancasila yaitu menguatkan lulusan yang sesuai nilai luhur Pancasila (Anggraena. Adapun bentuk perwujudan elemen-elemen Profil Pelajar Pancasila yang berpihak pada peserta didik dilakukan dalam bentuk nyata berupa pembentukan karakter peserta didik seperti berikut ini: Elemen Profil Pelajar Pancasila yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, dapat diwujudkan dalam kegiatan penanaman karakter religius seperti penerapan budaya 5S (Senyum. Salam. Sapa. Sopan. Santu. kepada guru maupun warga sekolah yang lain, al-QurAoan pembelajaran dan peringatan hari besar islam. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini: Vol. No. Januari, 2023, pp. Gambar 1. Penerapan budaya 5S Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, kegiatan praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah yang biasa dilaksanakan di SMA Negeri 1 Palembang yaitu menerapkan kebiasaan 5S . enyum, salam, sapa, sopan dan santu. bagi guru dan siswa. Penerapan budaya 5S ini terlihat ketika peserta didik datang ke sekolah, kemudian guru menyambut kedatangan mereka di depan gedung utama SMA Negeri 1 Palembang dengan membudayakan senyum, salam, sapa serta berperilaku sopan santun. Tidak hanya itu, setiap hari saat datang ke sekolah peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang memulai pembelajarannya dengan salam saat hendak masuk ke kelas ataupun bertemu dengan teman. Pada saat pembelajaran, guru mengucapkan salam dan menanyakan keadaan peserta didik dan kemudian peserta didik menjawab salam dari guru. Vol. No. Januari, 2023, pp. Gambar 2. Peserta didik membaca Al-QurAoan sebelum memulai Berdasarkan gambar di atas, sebelum dimulainya proses pembelajaran sebelum jam pertama pembelajaran, peserta didik membaca Al-QurAoan yang dipimpin oleh satu orang laki-laki. Kemudian berdasarkan pengamatan terhadap guru selama mengajar di kelas, mengkondisikan awal belajar dilakukan dengan membaca doAoa terlebih dahulu, kemudian guru mengabsen, dan memberikan motivasi terhadap peserta didik. Hal ini sejalan dengan pendapat Susilawati & Sarifuddin . bahwa Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia memiliki arti bahwa Pelajar Pancasila wajib beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME diwujudkan dengan akhlak yang baik pada diri sendiri, sesama manusia, alam, dan negara Indonesia. Gambar 3. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H Peringatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk perwujudan elemen Profil Pelajar Pancasila yang Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam membentuk generasi yang memiliki karakter religius. Elemen Profil Pelajar Pancasila yang Berkebinekaan Global, dapat diwujudkan dalam kegiatan seperti pelaksanaan pembelajaran pada mata pelajaran seni budaya yang dilakukan sesuai dengan masing-masing sekolah daerahnya. Selain itu, peringatan hari sumpah pemuda dengan menggunakan busana adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Tujuannya yaitu agar peserta didik dapat memahami dan mengenali identitas budaya yang ada didaerahnya masing-masing. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini: Vol. No. Januari, 2023, pp. Gambar 4. Peringatan Hari Sumpah Pemuda Berdasarkan gambar 4. SMA Negeri 1 Palembang mengadakan perlombaan Fashion Show yang dapat diikuti oleh perwakilan setiap kelas. Setiap perwakilan kelas wajib menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat mengenali identitas budaya di seluruh penjuru Indonesia. Elemen Bergotong Royong pada Profil Pelajar Pancasila dapat diwujudkan melalui kegiatan seperti pelaksanaan proses pembelajaran dengan metode diskusi kelompok dan pelaksanaan sabtu bersih yang dilaksanakan setiap hari sabtu di SMA Negeri 1 Palembang. Gambar 5. Diskusi Kelompok Berdasarkan observasi yang dilakukan, diskusi kelompok merupakan suatu hal yang biasa dilakukan di SMA Negeri 1 Palembang sehingga mereka telah terbiasa untuk melakukan perwujudan elemen bergotong royong pada Profil Pelajar Pancasila. Perwujudan elemen Profil Pelajar Pancasila yang Mandiri dapat dilakukan dalam kegiatan seperti pemberian tugas secara mandiri kepada setiap peserta didik dan tidak membuang sampah di sembarang tempat. Elemen kunci mandiri terdiri dari kesadaran terhadap diri sendiri dan situasi yang dihadapi Vol. No. Januari, 2023, pp. serta regulasi diri (Ismail. , dkk 2. Perwujudan elemen Bernalar Kritis pada Profil Pelajar Pancasila dapat diwujudkan dalam kegiatan seperti pelaksanaan pembelajaran dengan model PBL atau PjBL. Model ini dapat membantu peserta didik untuk menjadi peserta didik yang mampu bernalar kritis. Dalam kenyataannya di kurikulum merdeka, kedua model inilah yang digunakan dalam menjalankan suatu proses pembelajaran yang mendukung peserta didik untuk bernalar kritis. Elemen Kreatif pada Profil Pelajar Pancasila dapat diwujudkan dalam kegiatan pembelajaran yang dapat mengasah kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Peserta didik diberikan tugas sesuai dengan yang mereka inginkan sehingga mereka dapat lebih merasa diberi kebebasan dalam menyelesaikan tugas tersebut sesuai kreativitas yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik namun tetap mencapai tujuan pembelajaran yang sama. Kesimpulan Pancasila sebagai substansi negara Indonesia memiliki atribut tersendiri, khususnya nilai-nilai yang beragam yang terkandung di dalamnya. Pancasila sebagai identitas nasional merupakan ciri khas yang hanya dimiliki bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain. Adapun tantangan dalam menghayati Pancasila sebagai entitas dan identitas bangsa Indonesia yaitu keterlibatan orang tua yang kurang maksimal terhadap anaknya, terdapat beberapa guru yang menerapkan penanaman karakter/menginterasikan Profil Pelajar Pancasila pada peserta didik serta akses teknologi yang tidak terbatas. Perwujudan Profil Pelajar Pancasila pada Pendidikan Abad ke-21 sudah berjalan sebagaimana mestinya di SMA Negeri 1 Palembang. Hal itu terlihat pada keseharian peserta didik di sekolah dengan menjalankan beberapa dimensi Profil Pelajar Pancasila . seperti : . beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, . berkebinekaan global, . bergotong-royong, . mandiri, . bernalar kritis, . Pengakuan/Acknowledgements Terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu pelaksanaan kegiatan observasi yang dilakukan sehingga dapat berjalan dengan efektif. Terima kasih kepada dosen, guru pamong, peserta didik di SMA Negeri 1 Palembang serta teman-teman kelompok PPL SMA Negeri 1 Palembang yang sudah memberi dukungan serta motivasi dalam keberlangsungan observasi ini. Vol. No. Januari, 2023, pp. Daftar Referensi Anggraena. Dkk. Kajian Pengembangan Profil Pelajar Pancasila Edisi 1. Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan Dan Perbukuan. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Arifudin. Optimalisasi Kegiatan Ekstrakurikuler dalam Membina Karakter Peserta Didik. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan. 829Ae837. Direktorat Sekolah Dasar. Profil Pelajar Pancasila. Djamarah. Syaiful Bahri. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Irawati. Dini. Iqbal. Muhamad Aji. Hasanah. Aan. Arifin. Bambang Samsul. Profil Pelajar Pancasila Sebagai Upaya Mewujudkan Karakter Bangsa. EDUMASPUL Jurnal Pendidikan. Ismail. Shalahudin. Suhana. Suhana dan Zakiah. Qiqi Yulianti. Analisis Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Mewujudkan Pelajar Pancasila Di Sekolah. JMPIS: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial. Izzah. Pengembangan Media Touch and Play 3D Images Materi Panca Indera Kelas IV Sekolah Dasar Berbasis Adobe Flash. Florea: Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya. Judiani. Sri. Implementasi Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar Melalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan. Kemendikbud Republik Indonesia. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPK. Paket A setara SD/MI Tingkatan II Modul Tema 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan. Megawanti. Priarti. Meretas Permasalahan Pendidikan Di Indonesia. Jurnal Formatif 2 . : 227-234. Musarovah. Pemantapan Nilai-Nilai Pancasila Kepada Generasi Muda Sebagai Jati Diri Bangsa Yang Sejati. WIRA: Media Informasi Kementerian Pertahanan. Edisi September-Oktober 2017. Vol 68 . Rahayu. Restu. Iskandar. Sofyan. , dan Abidin. Yunus. Inovasi Pembelajaran Abad 21 dan Penetapannya di Indonesia. JURNALBASICEDU. Ramli. Hakikat Pendidik Dan Peserta Didik. Tarbiyah Islamiyah 5 . Priyanto. AT Sugeng. Harun. Djaenudin. Priyanto. Anang. Pendidikan Vol. No. Januari, 2023, pp. Kewarganegaraan. Nasional. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta CV. Susilawati. Eni & Sarifuddin. Saleh. Internalisasi Nilai Pancasila Dalam Pembelajaran Melalui Penerapan Profil Pelajar Pancasila Berbantuan Platform Merdeka Mengajar. Jurnal TEKNODIK. Syahputra. Edi. Pembelajaran Abad 21 dan Penerapannya di Indonesia. SINASTEKMAPAN 1. Tajfel. and Turner. The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. In: Worchel. and Austin. Eds. Psychology of Intergroup Relation. Hall Publishers. Chicago. Yusuf. I & Subaer. Media Laboratorium Virtual Pada Materi Dualisme Gelom. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia. 189Ae194.