NOVEL RINDU KARYA TERE LIYE: SUATU ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA ArmalinaA. SyofianiA. Romi IsnandaA Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Email: ena_qq_liina@yahoo. ABSTRACT This research aims to describe social reality on novel Rindu by Tere Liye. This research is a qualitative research using descriptive methods. This method collects the words and dialogue relating to the social reality in the novel Rindu by Tere Liye as the data. Object of this research is novel Rindu by Tere Liye the terms of the sociology of literature with regard social reality. Research instruments is authorAos self. Technique of data analysis were: . reading and understanding novel Rindu by Tere Liye, . noting all related data with research problem, and . classifying the data. From the research, it was discovered the social reality of the Indonesian commnunity in the novel Rindu by Tere Liye include: . social interaction, . values and social norms, . social stratification, . social status, . culture, . social role, and . social change. Based on the results of data analysis can be summed up picture of social relationships set in the colonial era contained in the novel Rindu by Tere Liye with the colonial period in Indonesia actually very close. Key Word: Sociology of Literature. Social Reality. Novel Rindu. Tere Liye PENDAHULUAN Ratna . 3: . mengemukakan Sastra merupakan sebuah media yang menghasilkan sebuah karya. Karya sastra yang dihasilkan bukan karya imajinasi pengarang semata. Ahadiat . 7: . pengungkapan fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia . an masyaraka. melalui bahasa sebagai medium dan mempunyai efek yang positif . sebagai sebuah dunia miniatur, karya sastra sejumlah besar kejadian-kejadian yang pola-pola kreativitas dan imajinasi. Pada dasarnya, seluruh kejadian yang terdapat dalam karya kejadian-kejadian kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, karya sastra merupakan pencerminan dari realitas sosial masyarakat yang sebenarnya. Salah satu novel yang menceritakan tentang kehidupan sosial dan masyarakat adalah novel Rindu karya Tere Liye. Dari tahun 2005 hingga tahun 2015. Tere Liye salah satu kapal uap kargo terbesar kala itu telah menulis lebih dari 20 karya. Salah milik perusahaan logistik dan transportasi besar asal Belanda. Di kapal inilah banyak diterbitkan pertama kali pada Oktober terjadi interaksi sosial antarmasyarakat 2014, dan pada bulan Desember 2014 telah yang berbeda latar belakang dengan tujuan memasuki cetakan ke-7. utamanya untuk menunaikan ibadah haji. Rindu Novel Rindu menceritakan tentang kehidupan anak manusia yang memiliki latar belakang, usia, daerah asal, masalah, dan karakter yang berbeda-beda. Tokoh sentral dalam novel Rindu ini adalah Ahmad Karaeng yang kerap disapa dengan Gurutta. Gurutta seorang ulama yang masyhur pada zaman itu yang berasal dari Makassar. Bagi masyarakat Indonesia kala itu. Gurutta merupakan orang yang dihormati dan Namun. Hindia Belanda. Gurutta dianggap sebagai musuh pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia. Novel yang disajikan dengan bahasa yang Berdasarkan gambaran singkat tersebut, peneliti tertarik untuk melihat realitas sosial dalam novel Rindu karya Tere Liye. KERANGKA TEORETIS Novel pertengahan abad ke-18. Novel berbentuk prosa yang lebih panjang dan kompleks daripada cerpen, yang mengekspresikan Persoalan terdapat di dalam novel diambil dari polapola kehidupan yang dikenal oleh manusia, atau seperangkat kehidupan dalam suatu waktu dan tempat yang eksotik dan imajinatif (Atmazaki, 2007: . mudah dipahami ini memiliki banyak Damono . 2: . menjelaskan pembelajaran terkait hubungan sosial dan pendekatan sosiologi sastra yang paling masyarakat yang digambarkan melalui interaksi antartokoh yang diceritakan. perhatian yang besar terhadap aspek Di samping itu, hal yang membuat menarik dari novel Rindu adalah latar sejarah kapal yang digunakan sebagai Indonesia pada masa itu. Kapal ini dokumenter sastra landasannya adalah gagasan bahwa sastra merupakan cerminan Pandangan ini beranggapan bahwa sastra merupakan cermin langsung dari pelbagai segi struktur sosial. dinamakan Blitar Holland yang merupakan kekeluargaan, pertentangan kelas, dan lain- menelaah sebuah karya sastra dengan menggunakan pendekatan sosial, karena Ritzer . alam Faruk, menganggap sosiologi sebagai suatu ilmu Maksudnya, karya sastra sendiri merupakan cerminan melakukan interaksi sosial. Sosiologi dijumpai beberapa paradigma yang saling memasalahkan suatu karya sastra. Asri bersaing satu sama lain dalam usaha . 0: . menjelaskan manifestasi sosial Ritzer . ermasuk genre sastra lainny. tidaklah menemukan setidaknya tiga paradigma lahir dengan cara yang mudah, tetapi paradigma fakta-fakta sosial, paradigma analisis data-data yang terdapat dalam definisi sosial, dan paradigma perilaku Lebih lanjut. Soekanto . 4: . menjelaskan bahwa objek sosiologi sastra adalah masyarakat yang dilihat dari sudut selanjutnya mengubahnya dalam bentuk hubungan antarmanusia dan proses yang tulisan . arya sastr. timbul dari hubungan manusia di dalam tanda-tanda Salah satu bagian dari sosiologi sastra adalah realitas sosial. Realitas sosial Tentang hubungan antara sosiologi adalah suatu gambaran sosial masyarakat. dan sastra. Swingewood dalam Damono Jika dikaitkan dengan sosiologi sastra, . 2: . mengetengahkan pandangan realitas sosial yang terdapat dalam sebuah yang positif. Ia tidak berpihak pada realitas sosial yang diperlukan teknik sebagai sekedar bahan sampingan saja. analisis untuk memahaminya (Asri, 2010: Diingatkannya bahwa dalam melakukan 46-. analisis sosiologi terhadap karya sastra, kritikus harus berhati-hati mengartikan slogan Ausastra adalah cermin masyarakatAy. Jadi. Realitas sosial terbagi atas tujuh aspek, yaitu: . interaksi sosial, . nilai dan norma sosial, . stratifikasi sosial, . status sosial, . kebudayaan, . peran sosiologi sastra merupakan ilmu yang sosial, dan . perubahan sosial. Berikut ini akan dijelaskan satu per satu mengenai semua data berupa kata-kata dan dialog tujuh aspek realitas sosial. yang berhubungan dengan masalah yang diteliti dalam novel Rindu karya Tere Liye. METODOLOGI PENELITIAN mengklasifikasi data yang terdapat Penelitian ini merupakan penelitian Bogdan dan Taylor dalam Moleong . metodologi kualitatif sebagai prosedur deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dalam novel Rindu karya Tere Liye. Teknik pengujian keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Langkah-langkah yang digunakan dalam . mengelompokkan data sesuai dengan aspek sosiologi karya sastra yang meliputi realitas sosial. menginterpretasikan Objek atau yang menjadi sasaran data berupa kata-kata dan dialog yang penelitian ini adalah novel Rindu karya menggambarkan realitas sosial pada novel Tere Liye yang ditinjau dari segi sosiologi Rindu karya Tere Liye. menyimpulkan karya sastra yang menggambarkan realitas secara keseluruhan analisis data berupa sosial yang terdapat dalam novel Rindu kata-kata dan dialog untuk melihat realitas karya Tere Liye. Data dalam penelitian ini sosial pada novel Rindu karya Tere Liye. kata-kata novel Rindu karya Tere Liye. Dari hasil analisis didapatkan 81 data Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah penulis Peneliti membaca, mencatat, memahami, menghayati, dan mengidentifikasi bentuk sosiologi karya realitas sosial yang terdapat dalam novel Rindu karya Tere Liye. Langkah-langkah HASIL PENELITIAN tentang realitas sosial yang meliputi . interaksi sosial, . nilai dan norma sosial, . stratifikasi sosial, . status sosial, . kebudayaan, . peran sosial, dan . perubahan sosial. Interaksi sosial Menurut Soekanto . interaksi sosial merupakan kunci dari dalam pengumpulan data untuk penelitian semua kehidupan sosial, karena tanpa ini adalah: . membaca dan memahami interaksi sosial, tak akan mungkin ada novel Rindu karya Tere Liye. mencatat kehidupan bersama. Interaksi sosial ini dilihat kelompok dalam masyarakat. umum dalam bertindak dan bertingkah Sedangkan norma adalah wujud nyata dari nilai yang berupa peraturan. Daeng Andipati, saudagar kaya yang berasal dari Makassar banyak dikenal oleh kaidah, atau hukuman. Pada Gurutta Belanda. Semasa pertemuan untuk menentukan kegiatan- Daeng Andipati kegiatan apa saja yang bisa dilakukan Hal selama berada di atas kapal. Salah satu ide Andipati yang disampaikan Gurutta adalah kegiatan berbahasa Belanda dan sudah paham mengaji untuk anak-anak yang ikut orang bagaimana cara bergaul dengan orang tua mereka menunaikan ibadah haji. Belanda. Belanda. Daeng Kutipan penggalan dari peristiwa ketika Daeng Andipati bertemu dengan Kapten Phillips dan beberapa kelasi senior kapal Blitar Holland. Kapten Phillips adalah nakhoda AuSaya bersedia. Gurutta. Ay Akhirnya satu suara jamaah perempuan di belakang terdengar. AuSaya mengajar mengaji anakanak di pesantren Kota Palu. Akan menyenangkan jika bisa mengajar juga di kapal ini. Ay (Liye, 2014: . Kutipan kapal Blitar Holland. Pemimpin rombongan yang disapa Daeng Andipati itu menyapa dalam bahasa Belanda. Terlibat percakapan beberapa saat, saling melempar pujian. Terlihat sekali ia amat terdidik dan tahu cara bergaul dengan bangsa Eropa (Liye, 2014: menunjukkan nilai sosial yang dimiliki oleh tokoh Bonda Upe. Dalam pertemuan menentukan agenda kegiatan kapal, salah satunya untuk mengaji anak-anak. Bonda Upe menawarkan diri untuk menjadi tenaga pengajar dengan sukarela. Kutipan di atas menunjukkan tokoh Daeng Andipati yang melakukan interaksi sosial dengan orang Belanda yang pada data disebut dengan bangsa Eropa. Pada Daeng Andipati bisa berbahasa Belanda dan tahu cara bergaul dengan bangsa asing. Nilai dan Norma Sosial Stratifikasi Sosial Stratifikasi masyarakat adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau secara hierarkis (Soekanto, 2014: . Pada saat kapal berlabuh sementara Nilai adalah suatu yang abstrak yang di Pelabuhan Surabaya, masyarakat kapal dijadikan pedoman serta prinsip-prinsip Blitar Holland diperbolehkan turun dari kapal. Pasar Turi merupakan salah satu tempat tujuan penumpang. Selain pasar Mungkin aku bahagia, tapi tidak seperti Ay (Liye, 2014: . Pada kutipan di atas. Ruben bertanya yang besar dan ramai, pasar ini juga arti kebahagiaan sejati kepada Daeng dipenuhi oleh berbagai kalangan. Andipati. Pertanyaan itu muncul, karena Kalangan pejabat dan bangsawan terlihat mengenakan baju rapi, di antara rakyat biasa (Liye, 2014: . Pada kutipan di atas menunjukkan Ruben Daeng Andipati adalah sosok orang yang sangat perbedaan strata sosial di Pasar Turi. Surabaya. Perbedaan kelas sosial terlihat berkecukupan dalam kehidupannya. mencolok dari pakaian yang dikenakan Kebudayaan Kalangan pejabat dan bangsawan terlihat Kebudayaan adalah suatu tradisi atau mengenakan baju rapi di antara rakyat adat istiadat yang sudah ada sejak lama. Hal tersebut menunjukkan adanya dan merupakan hasil karya, cipta dan karsa perbedaan yang jelas antara kalangan kelas dalam masyarakat tertentu. atas dengan kalangan kelas bawah. Setelah kapal Blitar Holland sampai di Pelabuhan Padang, budaya yang ada di Status Sosial Status sosial merupakan keadaan . Blitar Holland Kantin adalah salah satu tempat berinteraksi secara lebih akrab. masyarakat di sekelilingnya. Daeng Andipati merupakan saudagar kaya dan memiliki keluarga yang kaya. Masyarakat memandang kehidupan yang dimiliki Daeng Andipati adalah kehidupan yang mengagumkan. Ruben si Boatswain juga menganggap Daeng Andipati sudah mencapai kebahagiaan sejati. Penumpang baru segera berbaur saat jadwal makan siang. Saling menyapa. Langit-langit kantin sekarang dipenuhi aksen Bugis. Jawa. Madura. Betawi. Lampung. Bengkulu, dan sekarang Padang. Sesekali terdengar mereka menggunakan bahasa masing-masing, membuat kantin tidak ubahnya Nusantara dalam versi mungil (Liye, 2014: . Kutipan beragamnya kebudayaan yang ada di AuAku tidak seperti yang kau bayangkan. Ruben. Ay Daeng Andipati menggeleng. AuItu benar, jika kau hanya melihat dari luarnya. Indonesia. Kebudayaan tersebut berupa bahasa daerah yang beragam, seperti bahasa Bugis Jawa. Madura. Betawi. Data di atas menunjukkan peran Lampung. Bengkulu, dan Padang. Data 94 sosial Daeng Andipati. Pada data tersebut ini terjadi ketika hampir seluruh jamaah haji di Indonesia menaiki kapal Blitar berbahasa Belanda yang besok lusa bisa Holland. Percakapan dengan aksen daerah membantu jika terjadi permasalahan di atas masing-masing di kantin menciptakan kapal, karena tidak ada kelasi kapal yang Nusantara dalam versi mungil di atas kapal bisa berbahasa Melayu. Blitar Holland. Daeng Perubahan Sosial Peran Sosial Perubahan Peran sosial merupakan tingkah laku Andipati lembaga-lembaga status sosial suatu individu. Peranan yang masyarakat, yang memperngaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai- dibedakan dengan posisi dalam pergaulan nilai, sikap-sikap dan pola-pola perilaku di masyarakat, di mana posisi seseorang dalam masyarakat . aitu social-positio. masyarakat (Soekanto, 2014: . merupakan unsur statis yang menunjukkan (Soekanto, 2014: . kelompok-kelompok Pada suatu malam Daeng Andipati hendak mencari Gurutta di kantin kapal, karena biasanya Gurutta selalu terlambat Pada saat Daeng Andipati pertama makan malam. Tapi, pada malam itu kali naik ke kapal Blitar Holland. Daeng Daeng Andipati tidak bertemu Gurutta Andipati Houten karena ia terlambat sedikit, dan Gurutta diperkenalkan kepada Kapten Phillips. sudah kembali ke kabinnya. Setelah itu. Kapten Phillips yang merupakan nakhoda Daeng kapal Blitar Holland merasa senang bisa kembali ke kabin saja. Tapi, dalam bertemu dengan Daeng Andipati. perjalanan Daeng Andipati diserang oleh Tuan Au. Saat diperkenalkan oleh Tuan Houten tadi, aku senang mengetahui Daeng bisa bahasa Belanda. Tidak ada kelasi kami yang bisa berbahasa Melayu. Aku berharap Daeng bisa membantu kami jika ada masalah di kapal besok lusa. Ay (Liye, 2014: Andipati orang yang ternyata berasal dari kehidupan masa lalu Daeng Andipati. AuSEBERAPA BENCI GORI? Karena jika kau kumpulkan seluruh kebencian itu. Kau gabungkan dengan kebencian orang-orang yang telah disakiti ayahku, maka ketahuilah. Gori, kebencianku pada orang tua KEBENCIANKU masih lebih besar dibandingkan itu semua!Ay (Liye, 2014: Di dalam penyelesaian penulisan artikel ini tidak terlepas dari berbagai Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis dengan segala kerendahan hati perubahan sosial seorang anak terhadap mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Hj. Syofiani. Pd. dan Bapak Romi menyayangi anaknya, akan tetapi pada Isnanda. Pd. Pd. selaku pembimbing Kutipan Seharusnya Daeng Andipati yang sangat membenci anaknya. memberikan saran, nasihat, motivasi, dan telah menyediakan waktu luang yang Hasil penelitian ini bila dikaitkan dilakukan oleh Meli Oktaviani . banyak untuk penulis, mulai dari awal penulisan artikel. mengenai nilai-nilai karya sastra yang ada pada novel Cantik karya Vanny Chrisma Sedangkan penelitian ini membahas DAFTAR PUSTAKA Ahadiat. Endut. Teori dan Apresiasi tentang realitas sosial yang terdapat dalam Kesusastraan. Padang: Bung Hatta novel Rindu karya Tere Liye. Dari University Press. penelitian ini ditemukan 81 data yang Asri. Yasnur. Sosiologi Sastra: Teori berkaitan dengan realitas sosial. dan Terapan. Padang: Tirta Mas. KESIMPULAN Atmazaki. Ilmu Sastra: Teori dan Berdasarkan hasil analisis data, maka Terapan. Padang: UNP Press. dapat disimpulkan hubungan gambaran sosial masyarakat yang terdapat dalam novel Rindu karya Tere Liye Damono. Sapardi Djoko. Pedoman Penelitian Sosiologi Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa. mengusung latar masa penjajahan Belanda Belanda Faruk. Pengantar Sosiologi Sastra. Indonesia yang sebenarnya sangat dekat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. yaitu permasalahan kehidupan seperti yang dirasakan oleh masyarakat pada masa itu. UCAPAN TERIMA KASIH