Volume 20 Nomor 02 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika OPTIMALISASI SETTING PROTEKSI PANEL SWITCHGEAR 11,5 KV DENGAN IMPLEMENTASI RELAY SIEMENS 7SJ80 DI PT XYZ Reza Rachmat Setyabudi . Denny Irawan . Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatra No 101. Gresik 61121. Jawa Timur. Indonesia E-mail : . rezarachmat556@gmail. com, . den2mas@umg. ABSTRAK Sistem proteksi berperan penting dalam menjaga kontinuitas dan keandalan distribusi tenaga listrik, khususnya pada panel switchgear tegangan menengah 11,5 kV. Untuk meningkatkan keandalan sistem. PT XYZ melakukan optimalisasi melalui metode retrofit dengan mengganti relay lama dengan relay digital Siemens 7SJ80. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting, mengoptimasi parameter setting relay, dan memverifikasi kinerja setting melalui pengujian secondary Metode yang digunakan adalah kuantitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, perhitungan parameter berdasarkan standar, serta pengujian menggunakan alat secondary injection Dotek DTJB-2209. Parameter yang dioptimasi meliputi proteksi overcurrent dengan kurva IEC Normal Inverse dan definite time overcurrent. Hasil penelitian merekomendasikan setting optimal: pickup current (I. = 3,55 A . etara 426 A prime. dengan TMS = 0,70 untuk IDMT, serta definite time overcurrent (I>>>) = 15,00 A . 800 A prime. dengan time delay 0,50 detik. Pengujian secondary injection memvalidasi akurasi waktu operasi dengan deviasi 2,76% (IDMT) dan 1,96% (DT), yang memenuhi standar SNI IEC 60255 dan Ie 242-2001. Setting ini terbukti sensitif, stabil terhadap inrush transformator, dan menjaga selektivitas. Dengan demikian, optimalisasi setting proteksi pada relay Siemens 7SJ80 efektif meningkatkan keandalan sistem distribusi 11,5 kV di PT XYZ. Kata kunci : relay proteksi. Siemens 7SJ80, switchgear 11,5 kV, optimalisasi, standar proteksi ABSTRACT Protection systems play a crucial role in maintaining the continuity and reliability of electrical power distribution, especially for medium voltage systems such as 11. 5 kV switchgear panels. improve system reliability. PT XYZ carried out optimization using a retrofit method by replacing old relays with the Siemens 7SJ80 digital relay. This study aims to analyze the existing condition of the protection system, optimize relay setting parameters, and verify setting performance through secondary injection testing. The quantitative method used includes field observation, documentation study, parameter calculation based on standards, and testing using the Dotek DTJB-2209 secondary injection test set. The optimized parameters include overcurrent protection with the IEC Normal Inverse curve and definite time overcurrent protection. The research results recommend the optimal settings: pickup current (I. = 3. 55 A . quivalent to 426 A primar. with TMS = 0. 70 for IDMT, and definite time overcurrent (I>>>) = 15. 00 A . quivalent to 1,800 A primar. with a time delay of 0. Secondary injection testing validated operating time accuracy with deviations of 2. (IDMT) and 1. 96% (DT), which comply with SNI IEC 60255 and Ie 242-2001 standards. These settings proved sensitive to faults, stable against transformer inrush current, and maintained Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Therefore, optimizing protection settings on the Siemens 7SJ80 relay effectively enhances the reliability of the 11. 5 kV distribution system at PT XYZ. Keywords: protection relays, siemens 7SJ80, 11,5 kV switchgear, optimization, protection standard PENDAHULUAN Kebutuhan akan energi listrik yang sangat vital tentu harus di iringi dengan keandalan sistem yang baik, keandalan suatu sistem tenaga listrik ini berkaitan dengan soal kualitas dan Untuk mendapatkan hal tersebut maka perlu adanya sistem pengaman atau proteksi dalam pendistribusiannya. Sistem proteksi memiliki fungsi untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan bagian sistem yang masih normal secepat mungkin agar nantinya bagian yang normal tidak terganggu . Sistem ini dirancang untuk mendeteksi berbagai jenis gangguan seperti tegangan lebih . ver voltag. , hubung singkat . hort circui. , beban lebih . , dan kondisi abnormal lainnya. dilakukan optimalisasi melalui metode retrofit dengan mengganti relay lama dengan relay digital modern Siemens 7SJ80. Relay Siemens 7SJ80 menawarkan beberapa keunggulan, di antaranya: akurasi dan keandalan tinggi dalam mendeteksi gangguan yang didukung oleh pemrosesan sinyal digital dan algoritma proteksi yang matang . , . , fleksibilitas setting dengan berbagai kurva karakteristik waktu-arus dan fungsi proteksi lengkap dalam satu perangkat . serta kemudahan pengujian dan kalibrasi melalui antarmuka yang user-friendly dan kompatibilitas dengan peralatan uji secondary injection . Penelitian terdahulu telah banyak mengkaji sistem proteksi pada switchgear. Misalnya. Dalam operasionalnya. PT XYZ menggunakan sebuah evaluasi sistem proteksi switchgear untuk panel switchgear 11,5 kV sebagai pusat distribusi motor cement mill menekankan pentingnya dan kontrol daya listrik. Switchgear adalah sistem setting yang tepat untuk mencegah gangguan . pelindung yang dirancang untuk menjaga Studi lain mengevaluasi setting relay proteksi kontinuitas catu daya dan peralatan yang untuk mengurangi busur api pada switchgear, digunakan. oleh karena itu, gangguan pada menunjukkan bahwa setting yang tidak optimal panel switchgear ini dapat menyebabkan dapat meningkatkan risiko operasional . kerusakan pada peralatan, berhentinya proses Namun, penelitian yang mengkombinasikan produksi dan dapat membahayakan keselamatan optimalisasi setting proteksi overcurrent dengan panel switchgear ini harus dilengkapi implementasi relay digital Siemens 7SJ80 pada dengan sebuah sistem proteksi yang handal agar panel incoming 11,5 kV masih terbatas . , . saat terdapat gangguan dapat di deteksi secara Penelitian ini bertujuan mengisi celah tersebut dini dan dapat mengisolasi gangguan dengan dengan pendekatan kuantitatif yang mencakup cepat dan akurat. perhitungan teoritis, dan validasi pengujian dengan menggunakan secondary injection. Relay merupakan komponen kunci dalam sistem Dengan implementasi pada relay digital 7SJ80 proteksi, yang berfungsi memberikan sinyal ini, proses pengaturan parameter proteksi masih penggerak pada pemutus . ircuit breake. untuk perlu dianalisa dan evaluasi untuk memastikan membuka atau menutup jaringan saat gangguan konfigurasi yang digunakan sesuai dengan terdeteksi . Panel switchgear 11,5 kV di PT karakteristik panel switchgear 11,5 kV yang ada. XYZ sebelumnya masih mengandalkan relay serta diharapkan mampu memberikan performa model lama yang sudah tidak optimal dalam yang lebih andal, akurat dan efisien. Melalui mendeteksi gangguan, berpotensi menyebabkan penelitian ini, akan dilakukan analisis mengenai memiliki optimalisasi setting proteksi pada panel keterbatasan dalam fitur monitoring, komunikasi, switchgear 11,5 kV dengan implementasi relay dan fleksibilitas setting. Oleh karena itu. Siemens 7SJ80 di area PM 1 PT XYZ dan Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap keandalan sistem proteksi kelistrikan Perusahaan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dapat digambarkan seperti diagram alir dibawah ini: Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode perhitungan matematis dan komparatif Analisis dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut: 1 Analisis Perhitungan Parameter Proteksi Perhitungan Arus Nominal Sistem: ycIycycuycycaycoA yaycu = U U U U U U U U U U U . Oo3 y ycOyaya Dimana: yaycu = Arus nominal sistem (A) ycIycycuycycayco = Total daya transformator (VA) ycOyaya = Tegangan line-to-line (V) Penentuan Setting Pickup dengan Safety Factor yaycyceyc_ycy = ycIya y yaycu A A A A A A A A A A A A . Dimana: yaycyceyc_ycy = Setting pickup primer (A) ycIya = Safety factor . ,85 untuk proteksi yaycu = Arus nominal sistem (A) Konversi ke Setting Sekunder yaycyceyc_ycy yaycyceyc_yc = U U U U U U U U U U U . ycu Dimana: yaycyceyc_yc = Setting pickup sekunder (A) ycu= Rasio CT . /5 = . Perhitungan Arus Inrush Transformator yaycnycuycycycEa = yco y yaycycaycyceyccycycycayceycu A A A A A A A A A . Dimana: yco= Faktor inrush . -12 kali, digunakan . yaycycaycyceycc_ycycycayceycu = Arus nominal per transformator (A) 2 Analisis Karakteristik Waktu Operasi Perhitungan Waktu Proteksi Overcurrent Gambar 1. Diagram alir penelitian Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika yc = ycNycAycI y 0,14 a )0,02Oe1 ycy U U U U U U U U . Dimana: yc= Waktu operasi . ycNycAycI= Time Multiplier Setting ya= Arus gangguan (A) yaycy = Setting pickup (A) HASIL DAN DISKUSI 1 Karakteristik sistem proteksi incoming PM1 Penelitian ini dilakukan pada panel incoming PM1 switchgear 11,5 kV di PT XYZ yang melayani empat transformator berkapasitas 000 kVA. Panel ini berperan kritis dalam Perhitungan Waktu Definite Time ycycnycuycyc = ycyccyceycoycayc ycycuycyyceycycaycycnycuycu A A A A A A A A A . Dimana: ycyccyceycoycayc = Waktu tunda yang diset . ycycuycyyceycycaycycnycuycu = Waktu operasi internal relay . ,01 3 Analisis Komparatif dengan Standar Validasi Akurasi Waktu Operasi (Reliabilit. yaycycycuyc(%) = ycycaycaycycycayco Oe ycycEayceycuycyc y 100% A A . ycycEayceycuycyc Kriteria Penerimaan (IEC 60255-. Karakteristik IDMT: Error < A5% atau A50 ms . ana yang lebih besa. Karakteristik Definite Time: Error < A2% atau A50 ms . ana yang lebih besa. Validasi Sensitivitas Proteksi ycIyceycuycycnycycnycycnycyc ycIycaycycnycu = yaycyycnycaycoycycy U U U U U . yaycuycuycoycnycuycayco Kriteria Penerimaan (Ie 242-2. menjaga kontinuitas operasi pabrik khususnya di area PM1. Gambar 2 menunjukkan single line diagram (SLD) sistem yang menjadi objek Gambar 2. Single line diagram panel switchgear 11,5 kV area PM1 Komponen utama sistem proteksi meliputi relay Siemens SIPROTEC 7SJ80. Current Transformer (CT) dengan rasio 600/5 A dan kelas akurasi 5P20, serta Vacuum Circuit Breaker (VCB) berkapasitas pemutusan 25 kA. Konfigurasi relay dan fokus optimalisasi Parameter proteksi yang dioptimasi difokuskan pada fungsi overcurrent fasa (ANSI 50/. yang menjadi proteksi utama untuk melindungi panel incoming dari kondisi overload dan hubung konfigurasi fungsi proteksi disajikan pada Tabel 1. Overload protection: 85-100% dari yaycu Short circuit protection: >150% dari yaycu Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 1. Konfigurasi relay proteksi 7SJ80 Fungsi Proteksi Statu Nilai Setting Keterangan Overcurre nt (IDMT) Ip=3. 55 A, TMS=0. Fokus Analisis Definite Time Overcurre Earth Fault (DT) Earth Fault (IDMT) Phase High-set (I>>) Thermal Overload OFF OFF I>>>=15. 0 A, T=0. IE>=1. Fokus Analisis bukan fokus IEp=0. bukan fokus Dinonaktifk Dinonaktifk Fungsi Earth Fault dipertahankan dengan setting awal yang telah teruji sesuai dengan sensitivitas sistem grounding di lokasi. Fungsi Phase Highset (I>>) dinonaktifkan untuk menyederhanakan logika proteksi dan menghindari overlapping dengan definite time stage yang telah dioptimasi. Fungsi Thermal Overload tidak karena proteksi termal untuk transformator telah tercakup dalam karakteristik waktu-invers dari setelan IDMT. Dengan demikian, fokus analisis dan optimalasi sepenuhnya pada parameter overcurrent fasa (ANSI 50/. Tabel 2. Hasil perhitungan teoritis parameter Parameter Arus ,5 kV) Safety Pickup Pickup Arus inrush Setting DT Multiple Simbol Nilai Dasar Perhitungan / Catatan S = 10 MVA 0,85 Mengacu Ie C57. Ip_p Ip_p = SF y Ip_s 3,55 Ip_s = Ip_p / 120 (CT 600/. I_inrush Kondisi terburuk: 3 inrush trafo I>>>_p Memberikan 800 margin 14% di atas I_inrush 3,6y I>>>_p / In Setting IDMT pada 85% In memberikan 2 Hasil perhitungan parameter proteksi sensitivitas terhadap overload mulai dari 118% Berdasarkan metodologi perhitungan, parameter arus pickup, sementara setting DT Ditetapkan dengan pada 1. 800 A primer . ,00 A sekunde. Nilai ini mempertimbangkan arus nominal sistem, safety memberikan margin 14,3% di atas estimasi arus factor thermal sesuai Ie C57. 91, dan analisis inrush maksimum 1. 575 A, yang dihitung dari arus inrush transformator. Hasil perhitungan kondisi terburuk saat transformator ke-4 disajikan pada Tabel 2. dinyalakan dengan tiga trafo lain beroperasi. Margin ini mencegah false tripping akibat inrush Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika namun tetap responsif terhadap gangguan hubung singkat aktual. 3 Validasi pengujian melalui secondary Pengujian dilakukan menggunakan secondary injection test set Dotek DTJB-2209 untuk memvalidasi akurasi waktu operasi relay. Hasil pengujian disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil pengujian secondary injection Paramet Setti Aru Inje Wak Teor Wak Akt Err Stat 3,55 3,91 2,76 0,51 0,52 1,96 (I. Overcur (NI) Definite Time Overcur Kedua pengujian menunjukkan deviasi waktu operasi yang sangat rendah (< 3%), di bawah batas toleransi yang diizinkan oleh standar IEC 60255-151 (A5% atau A50 m. Akurasi tinggi ini mengindikasikan bahwa relay beroperasi dalam kondisi kalibrasi yang sangat baik. Gambar 3. Kurva Karakteristik Waktu-Arus TCC kurva karakteristik waktu-arus (TCC) dari setting Kurva biru merepresentasikan fungsi IDMT IEC Normal Inverse dengan TMS 0,70, sedangkan garis merah horizontal menunjukkan fungsi definite time pada 1. 800 A dengan time delay 0,50 detik. Titik A . ,91A. 55,7. dan B . ,00A. 0,52. pengujian secondary injection yang validasi posisinya sesuai dengan kurva teoritis. 4 Analisa pengujian terhadap standar Validasi kinerja sistem proteksi hasil optimalisasi dilakukan dengan membandingkannya terhadap kriteria yang ditetapkan dalam standar. Sebagai acuan dasar, digunakan SNI IEC 60255 yang berlaku nasional. Untuk analisis yang lebih mendalam terhadap aspek koordinasi dan kinerja proteksi dalam konteks sistem industri, digunakan pula Ie 242-2001 sebagai standar internasional yang secara khusus membahas proteksi dan koordinasi pada sistem tenaga industri dan komersial. Hasil menunjukkan sistem memenuhi semua aspek: C Keandalan: error 2,76% (IDMT) dan 1,96%(DT), di bawah batas A5%(IEC C Senstifitas: setting 85% In untuk overload dan 3,6y In untuk gangguan hubung singkat, sesuai rekomendasi Ie 2422001. C Stabilitas: setting 1,14y di atas arus inrush maksimum, masih acceptable meski dibawah faktor keamanan ideal 1,2-1,5. Evaluasi keandalan (Reliabilit. Keandalan sistem proteksi diukur berdasarkan konsistensi waktu operasi aktual relay terhadap perhitungan teoritis. Hasil pengujian secondary injection menunjukkan performa pada tabel 4 berikut ini. Deviasi yang diperoleh . ,76% untuk IDMT dan 1,96% untuk DT) berada jauh di bawah batas toleransi maksimum standar IEC 602550-151. Tingkat akurasi ini mengindikasikan bahwa relay Siemens 7SJ80 beroperasi dalam kondisi kalibrasi optimal tanpa degradasi performa. Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Tabel 4. Analisa keandalan berdasarkan toleransi IEC 60255-151 Para Wak Overcurr 0 s (IDMT) 0,51 Definite s Time Overcurr Wak Aktu Devi Tolera IEC Stat akibat perbedaan sudut switching, menyalakan beberapa transformator secara bersamaan dalam waktu yang hampir sama. Tabel 5. Evaluasi Sensitivitas terhadap Berbagai Jenis Gangguan 1,5 s . ,76 A2,71 s . %) ue PAS Jenis Arus Setting Gangguan Tipikal 0,52 0,01 s . ,96 A0,026 s . %) ue PAS 3-Phase Fault Evaluasi sensivitas (Sensitivit. Sensitivitas proteksi mengacu pada kemampuan sistem mendeteksi gangguan dengan magnitudo minimum yang mungkin terjadi pada sistem. C Analisis Sensitivitas Proteksi Overload Setting pada 85% arus nominal memberikan kemampuan deteksi overload pada level 118% dari pickup . /85 y 100%), yang sesuai dengan rekomendasi Ie untuk proteksi thermal overload transformator. C Analisis Sensitivitas Proteksi Hubung Singkat Untuk memastikan sistem proteksi mampu mendeteksi berbagai jenis gangguan hubung singkat yang mungkin terjadi, dilakukan evaluasi sensitivitas terhadap gangguan tipikal pada level tegangan 11,5 kV. Gangguan tiga fasa . hreephase faul. umumnya memiliki magnitudo tertinggi, sementara gangguan fasa-fasa . haseto-phase faul. lebih sering terjadi namun dengan arus yang lebih rendah. Setting Definite Time Overcurrent sebesar 1. 800 A primer . ,00 A sekunde. dievaluasi kemampuannya mendeteksi kedua jenis gangguan tersebut. Hasil evaluasi disajikan pada Tabel 5. Setting definite time 3,6x memberikan sensitivitas yang baik untuk gangguan hubung singkat sambil tetap stabil terhadap arus inrush. Margin 225 A . 800 - 1. 575 A) atau 14,3% di atas estimasi inrush maksimum memberikan buffer yang cukup terhadap variasi arus inrush Phase-toPhase Deteksi Status ue Ya PASS ue Ya PASS Evaluasi stabilitas (Stabilit. Stabilitas proteksi diuji terhadap kondisi transien non-gangguan, khususnya pada fenomena inrush Tabel 6. Analisis Stabilitas terhadap Kondisi Transien Kondisi Arus Setting Margin Status Transien Puncak Inrush 1 Trafo Inrush 2 Trafo Inrush 34 Trafo ue Stabil 1. ue Stabil 1. ue Stabil Berdasarkan analisis, arus inrush maksimum sistem pada kondisi terburuk mencapai 1. 575 A. setting definite time sebesar 1800 A memberikan faktor keamanan 1,14 . argin 14,3%) di atas nilai inrush tersebut. Meskipun margin ini sedikit di bawah rekomendasi konservatif Ie 2422001 . aktor 1,2Ae1,. , setting ini tetap dianggap acceptable karena tiga alasan utama: probabilitas terjadinya kondisi inrush maksimum sangat rendah dalam operasi harian, arus inrush mengalami delay yang cepat . urang dari 0,3 deti. sementara time delay yang diset adalah Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika 0,50 detik, dan time delay relay 0,5 detik memberikan waktu bagi inrush untuk mereda. Setelah dilakukan evaluasi mendalam terhadap aspek keandalan, sensitivitas, dan stabilitas, hasil validasi sistem proteksi yang dioptimasi dirangkum dan dibandingkan dengan kriteria standar nasional (SNI IEC 60. dan internasional (Ie 242-2. Ringkasan kesesuaian disajikan dalam Tabel 7 berikut. Tabel 7. Rekapitulasi Kesesuaian dengan Standar Proteksi Aspek Proteksi Reliabilit Sensitivi Standa IEC Kriteri Hasil Aktual Statu Error < 2,76% A5% (OC), 1,96% (Ins. PAS Ie Sec Pickup In ue (OC), 3,6x PAS In (Ins. detik terbukti optimal berdasarkan validasi teoritis dan dengan menggunakan alat. Setting ini tidak hanya sesuai dengan karakteristik beban operasional yang berkisar 350Ae450 A . Ae90% kapasitas siste. , tetapi juga telah terbukti akurat melalui pengujian secondary injection dengan deviasi di bawah 3%. Lebih penting lagi, konfigurasi ini berhasil menyeimbangkan tiga prinsip proteksi utama yaitu sensitive terhadap gangguan actual, stabil terhadap arus inrush transformator, serta selektif melalui koordinasi waktu yang memadai dengan perangkat hilir. Untuk mempertahankan kinerja optimal dalam jangka panjang, direkomendasikan pelaksanaan pengujian secondary injection secara berkala minimal setahun sekali, atau setelah terjadinya gangguan mayor pada sistem. Secara keseluruhan, implementasi setting optimal ini memberikan dampak nyata terhadap keandalan sistem distribusi di PT XYZ. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan analisis dan pengujian yang Ie Setting 1,14x dilakukan, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi Stability 242 > 1,2x Inrush PAS setting proteksi pada panel switchgear 11,5 kV Inrush . cceptabl S dengan implementasi relay Siemens 7SJ80 telah berhasil meningkatkan keandalan sistem distribusi di PT XYZ. Setting yang Sistem proteksi Incoming PM1 dengan setting direkomendasikan, yaitu pickup 3,55 A . A yang diterapkan (Ip = 3,55 A. TMS = 0,70. DT = prime. dengan TMS 0,70 untuk proteksi IDMT 15,00 A) memenuhi seluruh kriteria yang serta definite time 15,00 A . 0 A prime. ditetapkan dalam standar Ie 242-2001 dan dengan time delay 0,50 detik, terbukti sensitif IEC 60255. Hasil pengujian secondary injection terhadap memvalidasi bahwa relay beroperasi dengan arus inrush transformator, akurasi tinggi, memberikan selektivitas yang baik, selektivitas dengan perangkat hilir. Hasil sensitivitas yang memadai, dan stabilitas yang pengujian secondary injection memvalidasi acceptable terhadap kondisi transien operasional. akurasi tinggi dengan deviasi waktu operasi di bawah 3%, yang memenuhi persyaratan standar 5 Evaluasi kinerja sistem dan rekomendasi SNI IEC 60255 dan Ie 242-2001. Optimasi setting proteksi pada relay Siemens 7SJ80 telah berhasil meningkatkan kinerja sistem distribusi 11,5 kV di PT XYZ secara signifikan. Setting yang diterapkan yakni pickup current 3,55 A . A prime. dengan TMS 0,70 untuk proteksi IDMT serta definite time overcurrent 15,00 A . 0 A prime. dengan time delay 0,50 Secara lebih luas, penelitian ini memberikan implikasi penting bagi penerapan sistem proteksi berbasis relay digital dalam konteks distribusi Hasil optimasi menunjukkan bahwa pendekatan kuantitatif melalui perhitungan parameter berbasis standar dan validasi Diterima Redaksi : 26 Januari 2026 | Selesai Revisi : 31 Januari 2026 | Diterbitkan Online : 3 Februari 2026 Volume 20 Nomor 02 . 82-91 E Ae Link P-ISSN 1858-2109 E-ISSN 2656-5676 Jurnal Teknik Elektro dan Informatika meningkatkan responsivitas, selektivitas, dan stabilitas sistem proteksi. Dengan demikian, metode yang diterapkan tidak hanya relevan untuk PT XYZ, tetapi juga dapat diadopsi sebagai langkah standar dalam melakukan retrofit . atau commissioning sistem jaringan tegangan menengah di industri sejenis, seperti pabrik, fasilitas produksi, dan infrastruktur kritis lainnya. Implementasi relay digital seperti Siemens 7SJ80 dengan setting yang teroptimasi dapat menjadi solusi efektif sistem, . mendukung keberlanjutan pasokan daya di sektor 2 Saran Motor Cement Mill Di Pt Cemindo Gemilang Plant Bayah,Ay vol. 1, no. 1, pp. 118Ae127, 2022. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar PT . XYZ melakukan pengujian secondary injection . secara berkal serta mendokumentasikan perubahan setting untuk pemeliharaan preventif. Integrasi relay dengan sistem SCADA juga dapat kemampuan monitoring dan analisis gangguan secara real time. Untuk penelitian lanjutan, disarankan agar melakukan studi koordinasi proteksi yang lebih menyeluruh dengan . perangkat hilir, mengeksplorasi fungsi proteksi tambahan pada relay 7SJ80, serta memanfaatkan simulasi perangkat lunak seperti ETAP untuk validasi sebelum implementasi di lapangan. Ii. Au1 | Halaman,Ay pp. 1Ae28. Multi and T. Addaus. AuAnalisa Proteksi Over Current Relay (Oc. Dan Ground Fault Relay (Gf. Pada Transformator Daya Gardu Induk,Ay Sainstech J. Penelit. Dan Pengkaj. Sains Dan Teknol. , vol. 1Ae8, 37277/stch. FARHAN. AuPOLITEKNIK NEGERI JAKARTA Soal-Soal :,Ay no. 021, pp. 21Ae22, 2021. SNI: 04-0227. AuTegangan Standar,Ay Tegangan Standar, no. 391, p. 5, 2003. Mahendra. Arlenny, and U. Situmeang. AuEvaluasi Setting Rele Proteksi Untuk Mengurangi Busur Api Pada Switchgear Di Bekasap Area PT. Chevron Pacific Indonesia,Ay J. Tek. , vol. 12, no. 2, pp. 77Ae84, 2018, doi: 31849/teknik. Karthik, and M. Shihab. AuA Review on Switchgear Analysis and Common Challenges Observed in Switchgear,Ay vol. 10, no. 03, pp. 251Ae254, . Wiharja and A. Prasetyo. AuAnalisa DAFTAR PUSTAKA