Jurnal Indonesia Mengabdi Vol 7. No 1, 23-30. Juni 2025 https://journal. id/index. php/JIMi/ Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Palembang Yuniza1. Agustin Lidya Putri2. Ajamaulina3. Kelvin Saputra4. Kiki Rozalia5. Reka Tamara Dwiputri6. Reza Silvia7. Sella Rosida8. Sella Suci Triani9. Septi Wulandari10. Trisna Wijaya11. Try Agustina Anatasya12 1-12 Pendidikan Profesi Ners. Fakultas Kesehatan. Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang E-mail: 1yuniza88@gmail. com, 12tryagustinaanatasya@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI://journal. id/index php/JIMi/ Abstrak Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan global dan ditularkan melalui nyamuk. Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Pada 2023. Sumatera Selatan mencatat 2. 462 kasus, dengan Kota Palembang sebagai wilayah tertinggi . Di Kecamatan Seberang Ulu II. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72, ditemukan faktor risiko seperti 20% warga membuang sampah sembarangan, 7% membakar sampah, dan lingkungan dekat rawa-rawa. Penulis melakukan penyuluhan pencegahan DBD menggunakan media leaflet. Sebelum penyuluhan, tingkat pengetahuan masyarakat tergolong rendah . %), cukup . %), dan tinggi . %). Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: rendah . %), cukup . %), dan tinggi . %). Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan Disarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah untuk mencegah penyebaran DBD. Kata kunci: Dengue. Penyuluhan Kesehatan. Pencegahan Demam Berdarah How to cite (APA): Yuniza. Putri. Ajamaulina. Saputra. Rozalia. Dwiputri. Silvia. Rosida. Triani, . Wulandari. Wijaya. Anatasya. Judul Artikel. Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 23-30. ISSN 2685-3035 This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Abstract Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a global health problem and is transmitted through Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. South Sumatra recorded 2,462 cases, with Palembang City as the highest region . In Seberang Ulu II Subdistrict. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72, risk factors were found such as 20% of residents littering, 7% burning garbage, and the environment near swamps. The author conducted counseling on dengue prevention using leaflet media. Before counseling, the level of knowledge of the community was low . %), moderate . %), and high . %). After counseling, there was a significant increase: low . %), fair . %), and high . %). Counseling proved effective in increasing community It is recommended that the community maintain the cleanliness of the home environment to prevent the spread of DHF. Keywords: Health Counseling. Dengue Prevention. Dengue Fever PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) pertama kali diakui pada tahun 1950 pada waktu wabah demam berdarah di Filipina dan Thailand. Dan sekarang demam berdarah yang parah mempengaruhi negaranegara yang paling Asia dan Amerika Latin dan telah menjadi penyebab utama rawat inap dan kematian di kalangan anak-anak dan orang dewasa. Studi lain tentang prevalensi DBD memperkirakan bahwa 3,9 miliar orang, di 128 negara, berada pada risiko infeksi penyakit demam berdarah (Isfanda & Andri, 2. Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 masyarakat di Indonesia yang disebabkan oleh lingkungan, jumlah penderitanya cenderung meningkat dan penyebarannya semakin luas. Perubahan lingkungan oleh manusia adalah salah satu penyebab terjadinya KLB penyakit menular (Mulyadi et al. , 2. Demam berdarah dengue merupakan penyebab utama mobilitas dan mortalitas asia tenggara dengan 57% dari total kasus demam berdarah dengue di Asia Tenggara. Demam berdarah denguehingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan dunia. Demam berdarah dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan melalui nyamuk, terutama Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang sering ditemukan di daerah tropis dan subtropis seperti kepulauan di Indonesia hingga bagian Utara Australia (Regina et al. Siklus hidup nyamuk Aedes Aegepti sangat berpengaruh pada tersedia genangan air sebagai media perkembangbiakan dari larva jentik hingga berubah menjadi nyamuk yang dewasa. Dikarenakan nyamuk beraktifitas dalam suhu lingkungan yang lumayan tinggi dan didororng oleh faktor kelembaban udara. Demam berdarah dengue juga disebabkan adanya tempat untuk perkembangbiakan nyamuk, aktifitas harian nyamuk dikatakan membutuhkan suhu tinggi serta didukung dengan faktor kelembapan udara, selain daripada itu kasus DBD diduga disebabkan karena terlalu banyak tempat perkembangbiakan nyamuk yaitu tempat penampung air contohnya seperti ember, gentong, bak mandi, dan tempat lain nya seperti vas bunga, tempat sampah, ban bekas, dan tempat genangan air yang terjadi secara alami dari lubang pada pohon, pelepah pisang lubang pada batu dan tentunya karna terjadinya sanitasi yang kurang baik (Sultan et al. , 2. DBD pada umumnya menyerang anak di bawah usia 15 tahun . Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tual, semua kasus DBD di kota Tual adalah anak usia 1 Ae 12 tahun. Pada tahun 2016 terdapat 29 kasus DBD dan yang meninggal 7 orang, tahun 2017 berjumlah 118 kasus, meninggal 2 orang serta tahun 2018 terdapat 52 kasus dan meninggal 2 orang. Hasil Susenas 2018 menunjukkan bahwa anak usia 0-17 tahun yang mengalami keluhan kesehatan sebesar 31,59 persen. Anak yang mengalami keluhan kesehatan dan mengakibatkan terganggunya pekerjaan, sekolah, atau kegiatan sehari-hari . sebesar 15,89 persen (Gasper & Haluruk, 2. Insidens demam dengue terjadi baik di daerah tropik maupun subtropik wilayah urban, menyerang lebih dari 100 juta penduduk tiap tahun, dan sekitar 30. 000 kematian terjadi terutama untuk anak Ae anak. Data dari seluruh dunia menunjukkan Asia menempati urutan pertama dalam jumlah penderita DBD setiap tahunnya (Fitrianingsih et al. , 2. Pada Tahun 2021 World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 100-400 Juta infeksi Demam berdarah dengue secara global yang terjadi pada setiap tahun. Asia menjadi urutan pertama dalam jumlah penderita Demam berdarah dengue yaitu sebanyak 70% setiap tahunnya. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . , kasus Demam berdarah dengue di Indonesia terdapat ada 95. 893 kasus hingga tahun 2020, dengan 661 orang meninggal. Total kasus Demam berdarah dengue tersebar di 472 kabupaten/kota pada 34 provinsi, dengan kematian yang dilaporkan dari 219 kabupaten/kota. Selain itu, sebanyak 73,35% atau 377 Kabupaten/kota mencapai Incident Rate dari 49 per 100 ribu penduduk. Demam berdarah dengue paling banyak terjadi pada anak berusia 5 - 14 tahun yakni mencapai 33,97%, dengan angka kematian sebanyak 34,45%. Sedangkan menurut jenis kelamin, kasus Demam berdarah dengue di Indonesia lebih banyak menyerang laki- laki dengan angka 53,11%, sementara perempuan sebanyak 46,89% (Setyaningrum et al. , 2. Berdasarkan data Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2022. IR DBD di Provinsi Sumatera Selatan mengalami penurunan pada tahun 2021 yaitu sebesar 13,27 per 100. 000 penduduk dari 27,9 per 100. 000 penduduk pada tahun 2020. Namun. CFR DBD mengalami peningkatan sebesar 0,16% yaitu dari 0,1% pada tahun 2020 lalu meningkat menjadi 0,26% pada tahun 2021. Jumlah kasus DBD Provinsi Sumatera Selatan tertinggi pada tahun 2021 yaitu Kota Palembang berjumlah 246 kasus (Mareta et al. , 2. Penyebab banyaknya kasus DBD ini adalah akibat musim pancaroba. dimana terjadinya Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 transisi atau pergantian antara dua musim, seperti musim kemarau menuju musim penghujan dan musim penghujan menuju musim kemarau. Kondisi alam yang tidak dapat diprediksi memerlukan adaptasi dari individu Selain itu, kondisi ini kemungkinan disebabkan salah satunya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD (Chrisnawati, 2. Cara penularan penyakit DBD terjadi secara propagatif yaitu virus dengue berkembang biak dalam tubuh nyamuk Aedes sp. Jika nyamuk ini menggigit orang lain maka virus dengue akan berkembang biak dalam tubuh orang itu selama 4-7 hari sehingga dapat sebagai sumber penularan. Dalam waktu satu minggu setelah digigit nyamuk tersebut, orang tersebut akan dapat menderita penyakit demam berdarah dengue. Sampai saat ini belum ada vaksin untuk pencegahan penyakit DBD, dan belum ada obat obatan khusus untuk pengobatannya. Dengan demikian pengendalian DBD tergantung pada pengendalian nyamuk Aedes sp (Halid, 2. Dampak peningkatan serta meluasnya penyebaran DBD dapat berpengaruh terhadap perekonomian, dikarenakan kehilangan waktu kerja, waktu pendidikan maupun biaya selama perawatan penderita DBD selama sakit, selain itu jika tidak di tangani secara serius maka akan berdampak terhadap tingginya angka kesakitan dan meningkatnya resiko terjadinya kematian penderita DBD jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Akibat pencegahan melalui vaksinasi DBD yang efektif, aman dan terjangkau masih belum tersedia maka perlu adanya suatu strategi global untuk pencegahan dan pengendalian DBD dengan cara merekomendasikan gerakan pengendalian vektor terpadu kepada komunitas masyarakat (Regina et al. , 2. Upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue secara menyeluruh untuk membentuk lingkungan yang kondusif dan bersih dari sarang nyamuk demam berdarah dengue dengan melibatkan seluruh instansi, pemerintah dan semua kalangan masyarakat termasuk anak anak sekolah. Kurangnya pengetahuan bisa mempengaruhi perilaku seseorang sehingga menjadi salah satu penyebab tingginya angka penyebaran suatu penyakit termasuk penyakit demam berdarah dengue (Wismaridha, 2. Pengetahuan yang kurang mengenai vektor DBD dan cara pengendaliannya dapat menjadi faktor pendukung keberadaan jentik Aedes aegypti. Dalam rangka meningkatkan upaya pencegahan penyakit DBD, masyarakat perlu diberikan penyuluhan agar dapat memahami PSN dengan baik. Dengan penyuluhan diharapkan tingkat pengetahuan masyarakat meningkat dan ingin melakukan PSN sehingga kepadatan Aedes aegypti menurun serta kejadian demam berdarah dapat terus sehingga pendidikan kesehatan harus dilakukan pada masyarakat (Nurramdhani et al. Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan kesehatan yang menyebarkan pesan, membangun kepercayaan, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, memperdalam kesadaran, pengetahuan, dan pemahaman masyarakat terkait kesehatan. Beberapa metode dan media pendidikan yang digunakan dalam peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam pengendalian DBD seperti ceramah, audio visual . , leaflet dan booklet (Ramayanti et al. , 2. Pendidikan kesehatan memiliki pengaruh penting terhadap pengetahuan masyarakat tentang penanganan Demam Berdarah Dengue. Meskipun banyak media massa dan media elektronik diberitakan mengenai Demam Berdarah Dengue, akan tetapi upaya penanganan yang dilakukan masyarakat masih kurang, hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya warga yang menderita Demam Berdarah Dengue. Upaya penanganan Demam berdarah dengue sangat dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk menguras bak mandi, mengubur barang-barang bekas, menutup tempat penampungan air, parit-parit pembuangan air limbah rumah tangga tidak mengalir dengan lancar dan menggenang sehingga menjadi tempat perkembang biakan nyamuk. Dampak yang ditimbulkan oleh Demam berdarah dengue apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi gejala Dengue Shock Syndrome (DSS), bahkan dapat berakibat kematian (M. Lestari & Khudsiyah, 2. Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 METODE PELAKSANAAN Pada kegiatan ini upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan pada masyarakat, penulis melakukan pendidikan masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang pencegahan terjadinya demam berdarah dengue dengan tujuan agar masyarakat tidak mengalami penyakit demam berdarah dengue. Penyuluhan kesehatan dilakukan menggunakan media leafleat pada masyarakat di Kecamatan Seberang Ulu II. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72 Kota Palembang dengan prosedur yaitu sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap awal kegiatan yaitu melakukan observasi terkait kebiasaan masyarakat yang dapat menyebabkan terjadinya demam berdarah dengue. Kemudian melakukan persiapan administrasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan dengan pihak pemerintahan di Kecamatan Seberang Ulu II. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72 Kota Palembang. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada tanggal 26 Februari 2025. Sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan, peserta diberikan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan peserta tentang pencegahan demam berdarah dengue. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue di Kecamatan Seberang Ulu II. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72 Kota Palembang terlaksana dengan baik. Dalam pelaksaanaan kegiatan pihak pemerintahan RT 72 memfasilitasi tempat pelaksanaan penyuluhan yaitu di RT 72 serta mengkoordinir peserta penyuluhan. Peserta penyuluhan sebanyak 45 peserta. Kegiatan diawali dengan perkenalan, kemudian penjelasaan maksud dan tujuan yang diharapkan yaitu masyarakat mampu memahami materi yang disampaikan, bersedia mengikuti kegiatan penyuluhan sampai selesai serta termotivasi untuk menerapkan pencegahan demam berdarah dengue. Leaflet diberikan kepada peserta penyuluhan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang pengertian demam berdarah dengue, ciri-ciri nyamuk aedes aegypti, tanda dan gejala demam berdarah dengue, serta langkah-langkah pencegahan demam berdarah dengue. Setelah selesai penyampaian materi dilanjutkan dengan diskusi, dimana peserta penyuluhan sangat aktif dalam kegiatan tanya jawab tentang materi yang sudah disampaikan. Gambar 1. Penyuluhan Kesehatan Berdasarkan hasil penyuluhan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue pada masyarakat RT 72 dengan 45 peserta didapatkan hasil yaitu sebagai berikut: Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Tabel 1. Tingkat Pengetahuan Sebelum Penyuluhan Kesehatan Pengetahuan Rendah Cukup Tinggi Total Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue sebelum penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet yaitu dengan pengetahuan rendah sebesar 64 %, pengetahuan cukup sebesar 24 % dan pengetahuan tinggi sebesar 11 %. Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Sebelum Penyuluhan Kesehatan Pengetahuan Rendah Cukup Tinggi Total Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue setelah penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet yaitu dengan pengetahuan rendah sebesar 18 %, pengetahuan cukup sebesar 27 % dan pengetahuan tinggi sebesar 56 %. Pembahasan Berdasarkan hasil penyuluhan kesehatan diatas diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat sebelum dan setelah penuluhan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue. Faktor yang mempengaruhi pengetahuan salah satunya adalah informasi. Pelaksanaan AuPenyuluhan KesehatanAy dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat sehingga pengetahuan masyarakat tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue dapat meningkat. Pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui indra. Indra yang paling banyak menyalurkan pengetahuan kedalam otak adalah mata kurang lebih 75% sampai 78%. Sedangkan 13% sampai dengan 25% lainnya tersalurkan melalui indra lainnya (Wismaridha, 2. Sejalan dengan penelitian sebelumnya dengan judul Au Penyuluhan Kesehatan dalam Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa GaluAy menunjukan hasil pada saat pre-test, responden dengan kategori pengetahuan cukup yaitu 12 responden . %), sedangkan responden dengan kategori pengetahuan kurang yaitu 18 responden . %). Kemudian pada saat post-Test mengalami peningkatan pada kategori pengetahuan cukup yaitu 28 responden . 3%) dan mengalami penurunan pada kategori pengetahuan kurang yaitu 2 responden . 7%) (Lestari et al. Hasil penelitian lainnya yang berjudul Au Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Dan Penanganan Demam Berdarah Dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Orang TuaAy menunjukan hasil pengamatan dan hasil posttest pengisian kuesioner, didapatkan bahwa peserta mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang Pencegahan dan Penanganan DBD dengan tingkat pencapaian 98,8%. Angka tersebut menunjukan bahwa kegiatan pendidikana kesehatan berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan dapat dikatakan berhasil atau sukses (Sari et al. , 2. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Warsini & Indriati, 2. menunjukkan hasil berdasarkan pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Dukuh Suruan Desa Bulu Kebayanan II Polokarto Sukoharjo telah dilaksanakan dengan baik serta dapat meningkatkan pengetahuan warga masyarakat tentang DBD. Penyuluhan merupakan suatu kegiatan untuk bisa menggerakkan seseorang secara lisan atau tulisan dalam upaya penyebarluasan terkait informasi, komunikasi dan edukasi untuk dapat memahami, mendapatkan ilmu, serta motivasi yang mensugesti untuk ikut secara aktif menggapai tujuan penyuluhan tersebut (Nuryadin et al. , 2. Penyuluhan Kesehatan sebagai upaya Pencegahan Demam Berdarah A Jurnal Indonesia Mengabdi, 7. , 2025 Berdasarakan penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa penyuluhan pencegahan DBD mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai tempat perkembangbiakan nyamuk, kemampuan transovarial nyamuk aedes aegypty terbukti dari kemampuan menjawab peserta saat review materi. Jenis ikan dan jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mencegah dari gigitan nyamuk dan memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. Dari tahapan-tahapan tersebut diharapkan mampu mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Desa Jelobo untuk selalu waspada dengan penyakit DBD dengan selelu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak terdapat habitat perkembangbiakan nyamuk serta mampu mewujudkan harapan dari pemerintah setempat tidak ada lagi ledakan kasus DBD di tahun-tahun berikutnya (Masruroh et al. , 2. Penulis berpendapat bahwa peningkatan pengetahuan peserta dikarenakan peserta sudah mendapatkan edukasi tentang pencegahan demam beradarah dengue melalui AuPenyuluhan KesehatanAyyang diterima responden melalui indra penglihatan menggunakan mata yang mampu mepermudah penerimaan informasi secara jelas kepada responden. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelaksanaan AuPenyuluhan KesehatanAy. Selain itu, pemilihan media edukasi juga mempengaruhi peningkatan pengetahuan peserta. Penyuluhan kesehatan dengan media edukasi leaflet sangat berfungsi sebagai alat untuk memberikan dan menyebarkan informasi kepada peserta sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan demam berdarah dengue bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan demam berdarah dengue sehingga kejadian demam berdarah dengue tidak terjadi pada masyarakat (Sembiring, 2. SIMPULAN Pencegahan penyakit demam berdarah dengue penting untuk diketahui oleh masyarkat. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu alternatif untuk mencapai tujuan tersebut sehingga dapat mencegah ternyadinya penyakit demam berdarah dengue dan juga membantu program pemerintah dalam hal pemberantasan demam berdarah dengue atau memutus mata rantai penyakit demam berdarah dengue yang dimulai dari lingkungan rumah masyarakat. Penyuluhan kesehatan yang telah dilakukan terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana dan didapatkan hasil terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah dengue sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan. Diharapkan kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan rumah agar tidak menyebabkan terjadinya penyakit demam berdarah dengue. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang. Pemerintahan Kecamatan Seberang Ulu II. Kelurahan 16 Ulu. RW 16. RT 72 Kota Palembang, masyarakat RT 72 dan Dosen pembimbing akademik serta semua pihak yang tidak adapat disebutkan satu persatu yang telah membantu terlaksananya kegiatan penyuluhan kesehatan ini. DAFTAR PUSTAKA