KESKOM. : 45-56 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Maintenance Management Analysis of Facilities and Infrastructure at the Rokan Hulu Regional General Hospital Hendrisman1. Sumengen Sutomo2. Arnawilis3. Budi Hartono4. Lita5 1,2,3,4,5 STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRACT ABSTRAK Hospital Infrastructure Maintenance Installa on is a func onal unit to carry out ac vi es, so that the facili es that support health services in the hospital, namely facili es, infrastructure and equipment are always in a func oning state and At for use. Management of facili es and infrastructure s ll lacks of The placement of human resources is not right, there is s ll a lack of training on personnel and the maximum budget is not yet available. The purpose of this study was to determine the system for maintaining the facili es and infrastructure in RSUD Rokan Hulu. Riau Province. This research is a descrip ve analysis with qualita ve methods. The number of informants in this study was 9 people consis ng of 4 main informants and 5 suppor ng The instrument used by conduc ng in-depth interviews, observa on and document review. The results of this study indicate that the implementa on of the hospital maintenance management system has not been carried out properly, due to limited technicians, lack of technical and managerial training, funds are s ll not maximally used, infrastructure facili es s ll do not meet the needs for space, func on and area. SPO already exists but s ll incomplete. Inadequate planning, organiza on and supervision, especially the preven ve maintenance system, are not yet running well. It is hoped that hospital management can improve the system for op mal maintenance of hospital infrastructure , it is necessary to carry out technical and managerial training, complete adequate preven ve and correc ve maintenance facili es, increase the alloca on of maintenance funds, carry out rou ne and scheduled preven ve maintenance and complete documents in the form of policies hospital maintenance guides and guidelines Instalasi Pemeliharaan Sarana prasarana Rumah Sakit adalah suatu unit fungsional untuk melaksanakan kegiatan, agar fasilitas yang menunjang pelayanan kesehatan dirumah sakit yaitu sarana, prasarana dan peralatan selalu berada dalam keadaan berfungsi dan layak pakai. pengelolaan sarana dan prasarana masih kekurangan tenaga. Penempatan sumber daya manusia belum tepat, masih kurangnya pela han mengenai tenaga serta belum tersedianya anggaran biaya secara maksimal. Peneli an ini bertujuan untuk mengetahui sistem penyelenggaraan pemeliharaan sarana dan prasarana di RSUD Rokan Hulu Provinsi Riau. Peneli an ini bersifat deskrip f dengan metode kualita f. Informan peneli an berjumlah 9 orang terdiri dari 4 orang informan utama dan 5 orang informan pendukung. Instrumen yang digunakan dengan cara melakukan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Hasil peneli an ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan sistem penyeleng garaan pemeliharaan rumah sakit belum terlaksana dengan semes nya, disebabkan oleh terbatasnya tenaga teknisi, kurangnya pela han teknis dan manajerial, dana masih belum maksimal penggunaannya, sarana parasarana masih belum memenuhi kebutuhan ruang, fungsi dan luasan. SPO sudah ada namun masih belum lengkap. Perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan yang kurang terlaksana dengan baik terutama sistem pemeliharaan preven f belum berjalan dengan baik. Diharapkan manajemen rumah sakit agar dapat meningkatkan sistem penyelenggaraan pemeliharaan sarana prasarana rumah sakit secara op mal, perlu melakukan pela han teknis dan manajerial, melengkapi fasilitas pemeliharaan preven f dan korek f yang memadai, meningkatkan alokasi dana pemeliharaan,melaksanakan pemeliharaan preven f secara ru n dan terjadwal serta melengkapi dokumen berupa kebijakan, panduan dan pedoman pemeliharaan rumah sakit Keywords : IPSRS. Hospital. Maintenance System. Kata Kunci :IPSRS. Rumah Sakit. Sistem Pemeliharaan. Correspondence : Hendrisman Email : hendrismaniman@yahoo. id, 081277812134 A Received 21 Oktober 2020 A Accepted 05 April 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 46 April 2021 PENDAHULUAN Kesehatan adalah sebagai suatu keadaan sejahtera yang melipu Asik, mental dan sosial yang merupakan satu kesatuan dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan. UndangUndang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan menyatakan bahwa untuk mewujudkan derajat kesehatan yang se ng gi- ng ginya bagi masyarakat, diselenggarakan upaya kesehatan yang terpadu dan menyeluruh dalam bentuk upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara bertanggung jawab, aman, bermutu, serta merata dan nondiskrimina f. Undang-UndangRepublik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit, mengatur hal esensial tentang persyaratan fasilitas yaitu pada Pasal 7 yang menyatakan bahwa Rumah Sakit harus memenuhi persyaratan lokasi, bangunan, prasarana, sumber daya manusia, kefarmasian, dan peralatan, persyaratan teknis bangunan Rumah Sakit, sesuai dengan fungsi, kenyamanan dan kemudahan dalam pemberian pelayanan serta perlindungan dan keselamatan bagi semua orang termasuk penyandang cacat, anak-anak, dan orang usia lanjut, oleh karena itu, kondisi maupun fungsi dari sarana Asik alat tersebut harus dalam keadaan baik dan dapat mendukung pelayanan kesehatan dengan koordinasi yang baik dan terpadu antara instansi terkait mulai dari perencanaan, pengadaan, pendistribusian, dan pemeliharaan sehingga fasilitas dapat difungsikan dengan op mal. (Depkes, 2. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 3 Tahun 2020 tentang KlasiAkasi dan Perizinan Rumah Sakit disebutkan bahwa Rumah Sakit adalah adalah ins tusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, d a n gawat d a r u rat B erd a s a r ka m SK M en kes No . 134/Menkes/SK/IV/78 dan diperbarui dengan SK Menkes No. 983/ Menkes/SK/i/1992 tentang organisasi rumah sakit, tugas pengelola Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit disebutkan di atas dilakukan oleh Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit. IPSRSadalah suatu unit fungsional untuk melaksanakan kegiatan, agar fasilitas yang menunjang pelayanan kesehatan dirumah sakit yaitu sarana, prasarana dan peralatan selalu berada dalam keadaan berfungsi dan layak pakai. Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu merupakan rumah sakit kelas C sebagai rujukan untuk wilayah kabupaten Rokan Hulu dan kabupaten lainnya yg berdekatan. IPSRS mempunyai peranan sangat pen ng dalam mendukung untuk mewujudkan visi dan misi RSUD Rokan Hulu, posisi IPSRS dalam sistem organisasi rumah sakit sebagai lini penunjang pelayanan sehingga IPSRS berperan sangat pen ng untuk menunjang kegiatan layanan rumah sakitkhususnya dalam hal pengelolaan h p://jurnal. fasilitas agar pelayanan kesehatan dapat berjalan dengan op mal. Penyelengaraan kesehatan kepada masyarakat yang dilaksanakan di rumah sakit sangat ditentukan oleh penyediaan fasilitas pelayanan yaitu sarana, prasarana maupun faktor lain. Sarana dan prasarana rumah sakit harus diupayakan selalu dalam keaadaan baik dan layak pakai untuk menjamin kualitas dan kesinambungan pelayanan kesehatan (Prastowo, 2. Berdasarkan Hasil survei awal Observasi dan dokumentasi di RSUD Rokan Hulu, masih banyak sarana dan prasarana yang kurang terpelihara dengan baik, seper kunci kamar mandi yang dak berfungsi, plafon/loteng yang rusak bahkan bolong diakibatkan atap yang bocor. AC yang menetes, jendela dak terawat, beberapa bola lampu di ruang rawat inap ada yang ma , sehingga dapat mengganggu keselamatan, kesehatan dan kenyamanan pasien dan berdasarkan data laporan sekunder IPSRS, menunjukkan data prasarana u litas dalam kondisi rusak pada 3( g. tahun terakhir yang masih belum diperbaiki yaitu sistem instalasi telepon, airphone, alarm detektor, hidrant, sis m penyalur pe r, dan setrika laundry . aporan data sekunder RSUD Rokan Hulu tahun 2. Hasil wawancara dengan kepala IPSRS, menyebutkan bahwa dalam pengelolaan sarana dan prasarana mereka masih kekurangan tenaga kerja. Penempatan dari sumber daya manusia dalam pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit belum tepat, masih kurangnya pela han serta belum tersedianya anggaran biaya secara maksimal untuk pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit. Berdasarkan data laporan keuangan pada proAl rumah sakit tahun 2019, pembiayaan bidang kesehatan cendrung terjadi penurunan. Pada tahun 2018 bidang kesehatan hanya mendapat 11,4 % dari total APBD kabupaten Rokan Hulu, hal ini menurun dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 12,7%. Sedangkan dana APBD untuk Rumah Sakit Umum Daerah sendiri dalam 3 ( g. tahun terakhir mengalami penurunan dari total penerimaan bidang kesehatan yaitu pada tahun 2016 sebesar 8%, tahun 2017 sebesar 4% dan pada tahun 2018 hanya mendapatkan sebesar 3%, dan begitu juga penerimaan pendapatan fungsional BLU Rumah Sakit yang bersumber dari jasa layanan, kerjasama pihak ke i dan pendapatan lain-lainnya yang sah juga mengalami penurunan dalam 3 ( g. tahun terakhir. Keterbatasan sumber daya dalam pengelolaan sistem pemeliharaan sarana dan prasarana serta dampak maupun resiko yang mungkin terjadi dalam proses kegiatan pemberian pelayanan maupun karena kondisi sarana dan prasarana yang a d a a ka n m e m p e n ga r u h i e fe k v i t a s , e A s i e n s i d a n keberlangsungan pelayanan di rumah sakit. Berdasarkan uraian tersebut diatas penulis tertarik untuk melakukan Peneli an dengan tujuan untuk menganalisis penyelenggaraan sistem pemeliharaan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu Provinsi Riau tahun 2020. Hendrisman, et al Maintenance Management Analysis of Facili es and Infrastructure Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana METODE Peneli an ini merupakan peneli an deskrip f dengan pendekatan metode kualita f untuk memperoleh informasi dengan jelas tentang penyelenggaraan pemeliharaan sarana prasarana dan alat yang belum op mal melalui wawancara mendalam terhadap individu yang terkait,untuk memperoleh deskripsi yang lengkap serta mendalam dari suatu kondisi melalui kompenen input, proses dan output, serta menggambarkan tentang suatu keadaan secara objek f yaitu memaparkan tentang pengelolaan IPSRS di RSUD Rokan Hulu. Peneli an dilakukan di Unit IPSRSRSUD Rokan Hulu, pada bulan Juni Tahun Pemilihan subjek dalam peneli an ini menggunakan metode Purposive sampling yaitu subjek dipilih sesuai teknik pengambilan sampel sumber data dengan per mbangan tertentu dan dianggap paling tahu tentang apa yang kita Kriteriainforman yang dipilih : . bersedia diwawancarai, . mengetahui permasalahan dengan jelas, . dapat dipercaya dan . dapat menjadi sumber data yang baik serta mampu mengemukakan pendapat secara baik dan benar, . memiliki latar belakang pendidikan minimal D3 dan memiliki ser Akasi ketrampilan teknis. Tabel 1 Karakteris k Informan Peneli an Data primer dari hasil wawancara mendalam pada par sipan atau informan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya dan direkam dengan menggunakan handphone selanjutnya untuk data sekunder diperoleh dari kegiatan penulusuran dokumen, seper menelusuri proAl rumah sakit dan laporan internal unit IPSRS. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dengan informan, data akan diolah secara manual sesuai dengan petunjuk pengolahan data kualita f dan tujuan peneli an. Analisa data dalam peneli an ini dilakukan sebelum dilapangan yaitu data hasil studi pendahuluan dan Analisis data di lapangan model Miles and Huberman dalam Emzir . , adapun langkah pengolahan data . Reduksi data . penyajian data . veriAkasi dan penarikan kesimpulan. Analisa data dengan content analysis,untuk menjaga validitas data maka analisis data juga dilakukan dengan metode triangulasi (Creswell. HASIL Informan dalam peneli an ini berjumlah 9 (Sembila. orang yang terdiri dari informan utama yaitu Direktur Rumah Sakit. Kasubbag Administrasi dan Kepegawaian,Kasubbag Keuangan dan Perlengkapan. Kepala IPSRS, sedangkan informan pendukung yaitu teknisi sanitasi, teknisi mekanikal elektrikal dan teknisi prasarana IPSRS serta kepala ruang rawat inap dan kepala ruang kamar operasi. Hasil Wawancara Komponen Input Unsur Man (Manusi. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama terkait ketersediaan SDM di Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS) di Rumah Sakit menunjukkan belum memadai baik dari jumlah maupun kompetensinya karena dak adanya pela han tentang IPSRS selama di RSUD sebagaimana disebutkan oleh AuNah selama ini kita memang mempunyai petugas yang sudah punya pengalaman saja, ar nya kita rekrut punya skill lah, emang saat ini jumlahnya masih terbataslahAy(IU. AuApa ya. sebenarnya, kita dak ada mengadakan pela hanAy(IU. AuGag ada pak, terkait itu dak menjadi bahan prioritas RSUDAy(IU. AuYa selama ini saya dak mendapat pela han pakAy(IU. Teknisi IPSRS juga menyatakan hal yang sama kalau SDM di IPSRS Rumah Sakit terkait pengembangan kemampuan belum mendapatkan pela han, seper diutarakan oleh informan Au Apa ya pak, pela han ada sih pakAy (Ip. AuGag ada kayaknya pakAy (Ip. AuHmm. kurang SDM gag ada lah pakAy (IP. Kemudian kepala IPSRS mempunyai tugas merangkap sebagai teknisi elektromedis dan teknisi sanitasi lingkungan rumah sakit tugasnya juga merangkap sebagai bagian administrasi dan keuangan di IPSRS. Berdasarkan informan utama, perma-salahan pemeliharaan sarana Rumah Sakit mampu diatasi, dengan pengecualian untuk masalah-masalah yang membutuhkan ke-ahlian khusus. Untuk hal ini IPSRS Rumah Sakit membutuhkan pihak ke ga dalam menyelesaikan beberapa pekerjaan yang membutuhkan penanganan khusus dari ahlinya. AuMemang iya pak, itu tadi dari dulu kita memang seper ini pakAy(IU. AyKalau selama saya disini biasanya iya pakAy(IU. AuIya pak, karena memang apa ya, kita mau terima bersih lah ini nya pakAy(IU. Unsur Money (Dan. Pelaksanaan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit biaya yang dibutuhkan lebih diprioritaskan memilih mana sarana dan prasarana pelayanan yang lebih utama dan pen ng. Hal ini sesuai dengan informan utama utarakan. j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 48 April AuAnggaran biaya yang di susun sesuai dengan biaya yang dibutuhkan karena IPSRS merupakan suppor ng team bagi rumah sakit dan dalam pelaksanaannya lebih dari prioritas, dak semuanya dikondisikan, memilih mana yang lebih pen ng, apalagi dimasa pandemic iniAy(IU. Ausekarang masa pandemic ini. Untuk saat ini sampai pencapaian yang ada, anggaran yang ada kita melakukan semaksimal mungkin, mana yang lebih pen ng kita anggarkan, banyak anggaran dialihkan ke Covid19 iniAy(IU. Auya mana jadi prioritas dulu lah, seperr pandemic ini ya, rata rata anggaran kesana semua , karna kan sudah di anggarkan se ap tahunnya dari beberapa tahun sudah didiskusikan, kalau masalah biaya dari bawah Cuma mengajukan usulan, manajemen yang memintanyaAy(IU. Berbeda dengan ke ga informan di atas informan (Teknisi IPSRS) menyatakan kalau anggaran biaya Rumah Sakit sudah cukup, dikarenakan biaya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya pemeliharaan urgent dan besar perbaikannya. Au Kalau itu kami rasa cukup ya pakAy(IP. Au Cukup pak, apalagi untuk biaya memang untuk pelayanan pasienAy(IP. AuYa cukup pakAy(IP. Berdasarkan wawancara dengan informan utama op mal daknya kinerja petugas IPSRS Rumah Sakit juga tergantung pada proses administrasi, khususnya dalam pencairan anggaran biaya ke ka dibutuhkan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit. Seper yang diutarakan dibawah ini. AuYa dapat di cairkan, tetapi semua itu harus di proses terlebih dahulu sesuai dengan anggaran yang adaAy(IU. AuTergantung, kalau sudah kita anggarkan dari sebelumnya ya sesuai anggaran kita, tetapikan ada perosesnya bagian ruangan yangmembutuhkan anggaran harus menungguAy(IU. AuIya sudah pas itu, kalau ada kebutuhan pas di cairkan tetapi kan kita sebagai teknisi harus menunggu dulu bagai mana rekomendasi dari atasanAy(IU. Unsur Material Pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit dibutuhkan fasilitas yang menunjang pekerja agar pemeliharaan berjalan dengan semes nya. Berdasarkan hasil wawancara dengan ke 4 informan utama terkait dengan fasilitas sarana dan prasarana seper bengkel kerja . di Rumah Sakit menunjukkan bahwa belum tersedianya bengkel kerja . khusus saat ini masih bergabung dengan ruangan administrasi hal ini membuat kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana berjalan dak efek f. Au Fasilitas sarana dan prasarananya sudah cukup, kalau untuk workshopnya memang masih bergabung dengan ruangan administrasi, kalau saya lihat ya belum memadai dan belum memenuhu standar karena semua disitu bergabung menjadi satu. Cuma mau dak mau ini yang ada harus dimanfaatkan h p://jurnal. dengan sebaik mungkinAy Au Belum sih, kalau untuk bengkel kerja . belum ada, itu bercampur dengan ruang administrasi, disini kita kerja disini kita ngantor ruangannya jadi satu, kalau untuk alat kerja sudah bisa dikatakan hampir terpenuhi semuanya sudah ada tapi belum lengkaplah ya. (IU. Kebutuhan material . untuk pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit 3 informan menyatakan terpenuhi dan sesuai dengan yang dibutuhkan, sedangkan 1 informan menyatakan dak terpenuhi dikarenakan material . suku cadang yang dibutuhkan dak tersedia. Au Ya selama ini tersedia pakAy(IP. AuYa tersdia pak. hmmAy(IP. Aumemang belum semuan terpenuhi ya pak, ada beberapa yang masih belum ada, apalagi suku cadang yang selalu untuk pemeliharaan iniAy(IP. Kelayakan kondisi mesin-mesin yang disediakan juga menjadi indikator sejauh mana pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit menunjukkan performan kerja yang lebih baik. Ke ka diajukan pertanyaan tentang kelayakan kondisi mesinmesin pemeliharaan sarana dan prasarana, ke 3 informan (Teknisi IPSRS) secara umum menyatakan masih layak Au Ya masih layak pakai pakAy(IP. AuBagus pakAy(IP. AuIya bisa pak, masih bisa digunakan saat iniAy(IP. Unsur Metode Dalam melakukan kegiatan berdaya guna atau berhasil guna, manusia dihadapkan berbagai alterna f-alterna f cara melakukan pekerjaan begitu juga halnya yang dilakukan IPSRS di rumah sakit. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneli kepada informan (Direktur Rumah sakit dan Kepala IPSRS) metode atau cara pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit yang dilakukan perminggu, perbulan, pertahun dan ada juga yang urgen. Seper diutarakan di bawah ini : Au Kalau pemeliharaan dilakukan, per 3 ( g. bulan, per 6 . bulan dan setahun, ada juga yang urgen jadi pas di saat itu ada masalah langsung kita ndak dalam pemeliharaan peralatan kami ru n melakukan pengecekannya untuk mengan sipasi jika ada alat yang rusakAy(IU. AuPerawataan nya sendiri itu saat ini kita perawatan per minggu, per bulan, per tahun untuk saat ini yang berjalan di Rumah Sakit kita lakukan, selain itu ada juga saat barang itu rusak harus di ndak lanju karnakan Rumah Sakit dak ada yang di katakana mudah, ru n dilakukanAy(IU. Berdasarkan metode . pemeliharaan sarana dan prasaran maupun perbaikan rumah sakit sudah dilakukan menurut SPO yang sudah dibuat oleh Rumah Sakit. Pernyataan ini sesuai dengan pernyataan informan (Kepala IPSRS dan Teknisi IPSRS yang menyatakan motode . dilakukan sesuai SPO. Hendrisman, et al Maintenance Management Analysis of Facili es and Infrastructure Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Au Sudah benar semua, sudah sesuai SPO yang ada, sudah sesuai dengan kebutuhan dari ap- ap alat sendiri disini kami bekerja dan melakukan pemeliharaan dengan SPO yang telah dibuat karnakan dalam pemeliharaan sendiri kita harus punya arahan atau acuan dalam bekerjaAy(IU. AuSejauh ini sudah bagus ya pakAy(IP. AuBagus pak. Kita memang iku kata pak kepalaAy(IP. Komponen Proses Planning Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama bahwa perencanaan dilakukan setahun sekali baik dari segi tugas kinerja dan anggaran, dan sudah cukup baik dari segi perencanaan. Perencanaan pemeliharaan merupakan suatu kegiatan menyusun jadwal pelaksanaan, menyusun anggaran, dan pengadaan kebutuhan bahan dan alat dengan spesiAkasi teknis. AuYa sesuai dengan procedural yang ada ya, kita laksanakan perencanaan yang nan dibutuhkan untuk tahun yang baru seper jadwal pelaksanaan. Pengadaan kebutuhan, dan menyusun anggaranAy(IU. AuSetau saya memang ada perencanaan ya, ya masih dibilang lengkaplah ya untuk IPSRS Ay(Iu. AuKalau saya melihat dari perencanaan dananya ya, sesuai dengan kebutuhan m IPSRS ini saya laksanakanAy(IU. Ay Hmm. kita membuat perencanaan selama ini gunanya untuk kelancaran IPSRS ya, tapi memang di lapangan bias kita laksanakan dan bias kita dak lakasanakan tapi semua sudah sesuai prosedurAy(IU. Organizing Berdasarkan hasil wawancara dengan informan utama dalam menjalankan tugasnya Seksi pemeliharaan langsung mengkoordinasi unit pemeliharaan rumah sakit yaitu IPSRS. Struktur organisasi instalasi ini menganut sistem organisasi garis hirarki, dimana dalam bagan organisasinya terlihat adanya kesatuan komando karena kepemimpinan berada ditangan satu orang dan se ap bawahan hanya bertanggung jawab terhadap satu orang pemimpin saja. AuSudah ada kita strukturnya, yang jelas bagan ini seper garis hirarki dimana adanya satu komando yang menjadi tanggung jawab satu orang sajaAy(IU. Berdasarkan informan utama dalam menjalankan tugasnya, kepala IPSRS wajib menerapkan koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan intern instalasi, maupun dengan instalasi-instalasi terkait, sesuai dengan tugasnya masing-masing. AuBegini kalau ditunjuk sebagai kepala unit ya, jelas ada koordinasi, integrase, dan sinkronisasi ya, nah itu harus tau betul untuk jadi kepala unitAy(IU. Au Kalau saya melihat uraian tugas ini sudah ada, tersusun dalam standar kinerja dan kebijakan direktur RSUDAy(IU. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa kepala IPSRS telah menyusun da ar dinas/shif se ap bulan. Au ya saya paham uraian tugas yang diberikan kepada saya, itu sudah tersusun semua tapi memang saya akui untuk uraian tugas itu saya rasa maish belum dipahami staf IPSRS yak arena apa yang dimnta baru turun, kemudian saya juga yang menyusun da ar dinas untuk shi perbulanAy (Iu. Actua ng Berdasarkan wawancara informan utama mengatakan bahwa pembinaan dan mo vasi staf untuk meningkatkan kinerja para staf, melaksanakan pertemuan untuk pelaksanan kegiatan pemeliharaan korek f dengan memberikan laporan dan mengevaluasi kegiatan perbaikan maupun kerusakan sarana prasarana serta melakukan rapat kegiatan pemeliharaan yang tertuang di dokumen anggaran APBD dan BLUD RSUD Rokan Hulu, yang dihadiri oleh kapala bidang penunjang, kepala seksi pemeliharaan rumah sakit dan seluruh staf dan teknisi IPSRS RSUD. AuYa mo vasi untuk kinerja staf ada, kita biasanya melakukan pertemuan ya, dengan memberikan laporan dan mengevaluasi kegiatan se ap unitAy(IU. AuBiasanya dalam rapat ya, kita kan ngundang kepala seksi dan kepala IPSRS, staf dan teknisi yang ada di RSUD iniAy(IU. AuYa dalam rapat biasanya itu, karena rapat kegiatan pemeliharaan sudah tertuang di dokumen anggaran APBD dan BLUD RSUDAy(IU. AuAda Namanya pemeliharaan korek f ya, diadakan pertemuan nah disana kita dapat wejangan lah yaAy(IU. Berdasarkan wawancara kepala IPSRS rapat pertemuan tentang pemeliharaan berkala, inspeksi sarana dan prasarana belum ada dilakukan secara ru n hanya jika ada perbaikan atau kerusakan saja, kemudian pengujian sarana belum di lakukan hanya pelaksanaan kalibrasi Alkes, sedangkan fasilitas lainya belum semua peralatan di uji karena terbatasnya dana. Au memang dalam pertemuan kita mendiskusikan beberapa hal terkait pemeliharaan berkala, inspeksi sarana dan prasarana tetapi untuk jadwal ru nnya memang belum kita se ng ya terkait danala jugalah yang menghambat iniAy(IU. Berdasarkan informan utama 1 dan 4 mengatakan supervisi dilakukan untuk memas kan kegiatan IPSRS dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Fungsi supervisi kepala IPSRS berjalan dengan baik karena terjadwal. AuSupervisi ini di se ap unit ada ya, yang menjadi tanggung jawab kepala unit terutama mereka berkoordinasi dengan stafnya dan melakukan evaluasi se ap harinyaAy(IU. AuFungsi supervise selama ini berjalan dengan baik karena terjadwal se ap paginya memeriksa dan mendiksusikan hasil laporan piket jaga sore dan malamAy (Iu. Hasil wawancara dengan kepala IPSRS bahwa prinsip pendelegasian yang diterapkan mengacu pada hirarki struktur j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 50 April Aujika saya sedang melakukan tugas luar maka salah satu kepala sub instalasi yang ada di instalasi menjadi pelimpahan tugas yang ditunjuk sebagai penggan yang ditetapkan dengan Keputusan Direktur tetap berkoordinasi dengan kepala bidang penunjang dan kepala seksi pemeliharaanAy(IU. Controlling Berdasarkan wawancara mendalam informan 4 (Kepala IPSRS) bahwa Belum ada indikator unit yang jelas untuk menilai mutu kinerja IPSRS, kepala IPSRS menilai kinerja para stafnya berdasarkan dari kemajuan dan hasil penugasan yang telah audit dokumen dilakukan hanya pada kegiatan pemeliharaan korek f yang melibatkan pihak ke ga sedangkan untuk audit dokumen pemeliharaan preven f pemeriksaan berkala, inspeksi kartu pemeliharaan, lembar kontrol ceklist dan kerusakan sarana prasarana sangat jarang dilakukan. Au Belum ada indikator unit yang jelas untuk menilai mutu kinerja IPSRS, kepala IPSRS menilai kinerja para stafnya berdasarkan dari kemajuan dan hasil penugasan yang telah diberikanAy(IU. Au nah ni memang kekurangan ya untuk audit dokumen pemeliharaan preven ve pemeriksaan berkala, inspeksi kartu pemeliharaan, lembar kontrol ceklist dan kerusakan sarana prasarana sangat jarang dilakukanAy(IU. Berdasarkan informan utama, belum adanya survei kepuasan untuk menilai jaminan mutu, keselamatan dan keamanan pasien, keluarga, petugas, dan pengunjung, yang terkait dengan kelayakan bangunan dan prasarana rumah sakit, baik yang dilakukan oleh pihak internal rumah sakit maupun oleh pihak Au Ya palingan kita melihat seberapa jauh tervapai sesuai dengan tujuan masing masing unit, nah tapi memang untuk secara tertulis dari RSUD belum adaAy (Iu. AuKalua itu metode yang kita lakukan memang hanya sebatas sudah selesai pekerjaan itu dilakukan, kalua dalam bentuk metode resmi belum ada yaAy(IU. AuMemang anggaran kita belum mengarahkan kesana ya bagaimana membuat metode survey kepuasan misalnyaAy(IU. AuBelum adanya untuk metode ini ya kayak survey kepuasan, apalagi yang dikerjakan pihak ke ga hanya pada uji riksa listrik dan penyalur pe r, limbah air bersihAy(IU. Hasil Observasi dan Telusur Dokumen Komponen Input Unsur Man ( Manusia ) Kepala IPSRS rangkap tugas sebagai teknisi Alkes, salah satunya pada pelaksanaan kegiatan perbaikan peralatan Doppler. Peneli melihat dalam pelaksanaan IPSRS terdapat kesesuaian dalam tupoksi kepala IPSRS dalam menjalankan fungsinya, hal ini ditandai dengan adanya SK kepegawaian dari unit IPSRS. data pada bagian diklat pengembangan SDM RS dak adanya riwayat pela han bagi staf IPSRS. masih kurangnya tenaga IPSRS dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan, sehingga yang seharusnya, tenaganya berjumlah 35 orang, yang ada hanya berjumlah 11 orang. Berdasarkan data pada bagian Diklat dan Pengembangan SDM tercatat pela han yang dialokasikan hanya untuk bagian manajemen, medis dankeperawatan dan pada dokumen anggaran juga dak ada tertuang program pela han bagi teknisi IPSRS selama 3 tahun terkhir Unsur Money (Biay. Rencana kerja dan anggaran rumah sakit tahun 2018 dan 2019 mengalami penundaan pembayaran beberapa program kerja namun dituangkan pada rencana kerja dan anggaran tahun dan dari rekapitulasi struktur anggaran RSUD Rokan Hulu yang bersumber dari pendapatan APBD dan fungsional rumah sakit pada tahun 2017 sampai tahun 2019 dapat dijelaskan bahwa terjadi kenaikan penerimaan pendapatan pada tahun 2018 untuk ogis /kegiatan IPSRS yaitu sebesar 1,8%, namun pada tahun 2019 terjadi penurunan yang signiAkan sebesar 25,8%. Unsur Material Menunjukkan bahwa ruangan bengkel dak tersendiri dan tergabung menjadi satu ruangan administrasi. letak peralatan bengkel masih belum tersusun dengan rapi. rekomendasi hasil uji kelayakan mesin dan peralatan instalasi listrik, air bersih, generator set, penyalur pe r dan intalasi pemadaman kebakaran belum di ndaklanju untuk diajukan dalam perencanaan pemeliharaan berkelanjutan. Kartu Iventaris Ruangan (KIR) 2019 dibagian administrasi IPSRS menunjukkan Belum tersedia dengan lengkap peralatan terutama peralatan Teknik, mekanikal elektrikal, sanitasi dan pengukuran, data laporan bagian logis k rumah sakit, dalam 3 tahun terakhir tercatat banyaknya peralatan dalam kondisi rusak ringan sampai dengan berat hal ini membuk kan bahwa belum op malnya penyelenggaraan pemeliharaan di IPSRS Unsur Metode Peneli melihat SPO sudah ada namun hanya tersimpan pada lemari arsip dokumen di rungan administrasi, dak dipajang pada lokasi peralatan kemudian pada peralatan dan mesin dak ada ceklist kontrol pemeliharaan seper genset dak dicantumkan pemeliharaan ru n danberkala, da ar invetori yang tertuang pada pedoman pengelolaan di fasilitas pelayanan kersehatan Yang ditemui hanya pada peralatan penyejuk ruangan dan alkes yang ditempelkan lembar ceklist kontrolnya, dokumen SPO sudah ada namun masih belum lengkap berdasarkan pedoman penyelenggaraan IPSRS klas C Komponen Proses Planning Penyusunan visi, misi di unit IPSRS ditetapkan oleh Tim penyusun yang dibentuk berdasarkan surat keputusan direktur RS dan di ndaklanju dengan SK pemberlakuannya dan selanjutnya disosialisasikan. program kerja IPSRS tertuang pada j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Hendrisman, et al Maintenance Management Analysis of Facili es and Infrastructure Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana matrik dokumen rencana kerja dan Anggaran dilakukan iden Akasi kebutuhan berdasarkan usulan unit pelayanan dan kebutuhan ru n pemeliharaan Rumah sakit namun Rekomendasi hasil uji kelayakan mesin dan peralatan instalasi listrik, air bersih, generator set, penyalur pe r dan intalasi pemadaman kebakaran belum di ndaklanju untuk diajukan dalam perencanaan pemeliharaan berkelanjutan dan Rekomendasi surveiyor akreditasi tentang rencana strategis bagian IPSRS belum di ndaklanju pada kegiatan pemeliharaan ru n dan terjadwal Organizing Bagan Struktur organisasi RSUD Rokan Hulu menunjukkan IPSRS dibawah seksi pemeliharaan rumah sakit yang berada di Bidang Penunjang. ada berita acara pertemuan pemeliharaan berkala, ada pengaturan da ar jadwal piket/shi pembagian tugas yaitu piket/ship . pagi/siang/malam se ap bulannya. namun dak ditemukan jadwal ru n pemeliharaan yang tertera di ruang IPSRS dan dak ada dokumen bagan struktur organisasi IPSRS Actua ng Hasil pengamatan tampak pada se ap pagi dilakukan pertemuan untuk mengarahkanpekerjaan pada staf IPSRS, tampak dokumentasi pemeliharaan beberapa kegiatan pemeliharaan korek f yang dapat dikerjakan oleh m IPSRS serta pendampingan untuk kegiatan uji kelayakan dan pemeliharaan korek f oleh pihak ke i, terdapat berita acara pertemuan pemeliharaan berkala, namun dak ditemukan jadwal ru n yang tertera di ruang IPSRS ini. Ada surat permintaan perbaikan dari unit pelayanan fungsional dan ada berita acara pemeriksaan bersama terkait penerimaan barang dan ada SK Direktur salah satu petugas IPSRS ditunjuk menjadi pani a penerima hasil pekerjaan (PPHP) untuk kegiatan pemeliharaan korek f oleh pihak ke i. Controlling Suvey kepuasan dilakukan melalui penyediaan kotak saran tetapi dak dilengkapi formulir dan perlengkapan ATK nya. telusur dokumen Kepmenkes 129 tahun 2008 tentang SPM Rumah Sakit sudah ada dibuat indicator mutu respons me . >80% waktu pengerjaan perbaikan alat 100%, pelaksanaan kalibrasi 100%. Baku mutu limbah cair dan Pengelolaan limbah padat infeksius sesuai dengan aturan 100% tertuang di Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), proAl RSUD Rokan Hulu tahun 2019 dan laporan Dokumen Rencana kerja dan anggaran RBA BLU RSUD tahun Pengawasan dan evaluasi oleh badan/instansi yang berwewenang sesuai aturan perundangan-undangan tentang fasilitas rumah sakit berupa Ser Akat dan hasil Uji kelayakan fasilitas antara lain . sistem kelistrikan, generator Set, penyalur pe r, proteksi kebakaran, air bersih. Limbah cair (IPLC). RO dan x Ray serta kalibrasi Alkes tahun 2018 dan 2019. Evaluasi penilaian jaminan mutu dan keselamatan pasien pada tahun 2018 dilakukan survei akreditasi oleh Komite Akreditasi RS yang dibuk kan berupa Ser Akat dan hasil penilaian Akreditasi tahun 2018 yaitu terakreditasi madya dan rekapitulasi rekomendasi rencana strategis pemenuhan standar akreditasi bagi Rumah Sakit. Pengawasan internal kualitas pelayanan dan jaminan keselamatan di rumah sakit pada tahun 2018 dilakukan oleh komite K3RS RSUD Rokan Hulu berdasarkan data laporan K3RS bahwa insiden yang berhubungan langsung dengan resiko kegiatan di IPSRS ditemukan 3 ( g. insiden yaitu cedera pada petugas IPSRS, terjadinya korsle ng listrik pada gedung IPAL dan terjatuhnya pasien rawat jalan karena kursi tunggu dalam kondisi PEMBAHASAN Unsur Man ( Manusia ) Sumber Daya Manusia adalah tenaga kemampuan, kekuatan, keahlian yang dimiliki oleh manusia. Hubungan manajemen dengan sumber daya manusia merupakan proses usaha pencapaian tujuan melalui kerjasama dengan orang lain (Hasibuan, 2. Hal ini didukung peneli an peneli an Zhara . dimana hasil peneli annya juga menunjukkan sistem manajemen dan organisasi dalam pemeliharaan sudah berjalan dengan baik tetapi belum maksimal dikarenakan SDM untuk IPSRS masih belum tercukupi. Didukung juga dari peneli an Ylia , dkk . dari hasil peneli annya juga menyebutkan bahwa kebutuhan staf atau pegawai perencanaan alat kesehatan siompu belum mencukupi. Peneli an ini menyebutkan bahwa pernah dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pegawai di Rumah Sakit dengan mengiku pela han di luar daerah. Ada beberapa pela han yang di iku oleh pegawai di puskesmas dan hasilnya cukup memuaskan serta dapat meningkatkan pengetahuan dalam pengembangan kinerja, kemampuan, serta mo vasi pegawai di Rumah Sakit. Sekarang ini dunia telah memasuki era globalisasi, persaingan semakin kompe f, sehingga organisasi dituntut memberikan kinerja yang nggi guna mencapai tujuan organisasi. Kinerja nggi yang berkelanjutan hanya mungkin bila organisasi memiliki orang yang tepat dalam peran yang tepat dengan manajer yang tepat (Owen, et al. 2001 dalam Rohansyah, 2. Berdasarkan pembahasan di atas Analisa peneli bahwa Sumber Daya Manusia yang ada di IPSRS belum memadai, masih ada tenaga di unit IPSRS rangkap jabatan, dalam pemenuhan kebutuhan jumlah sumber daya manusia dalam penyelenggaraan IPSRS perlu memperha kan beban kerja klas rumah sakit dan faktor-faktor yang berpengaruh lain seper jumlah peralatan dan jenis pelayanan di rumah sakit. pela han tentang pemeliharaan sarana rumah sakit belum dilaksanakan, belum sesuai dengan pedoman pengelolaan j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 52 April peralatan kesehatan tahun 2015 dalam penyusunan program pemeliharaan harus mampu mem-perha kan kemampuan teknis dengan pela han yang pernah diiku . Menurut keputusan menteri kesehatan nomor 129 tahun 2008 tentang standar pelayanan minimal Rumah sakit menyatakan Pela han adalah semua kegiatan peningkatan kompetensi karyawan yang dilakukan baik dirumah sakit ataupun di luar rumah sakit yang bukan merupakan pendidikan Minimal per karyawan 20 jam per tahun. Berdasarkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) tahun 2009 menyatakan bahwa Sumber daya manusia Kesehatan, baik tenaga kesehatan maupun tenaga pendukung/penunjang kesehatan, mempunyai hak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya . ak asas. dan sebagai makhluk sosial, dan wajib memiliki kompetensi untuk mengabdikan dirinya di bidang kesehatan, serta mempunyai e ka, berakhlak luhur, dan berdedikasi nggi dalam melakukan Unsur Money (Biay. Menurut(Sabarguna,2. pelaksanaan pemeliharaan sarana rumah sakit diperlukan biaya , permasalahannya berapa besar biaya yang di perlukan. Manfaat yang lebih pen ng adalah bila pemeliharaan dilakukan dengan tepat untuk menjamin sarana dan alat siap pakai biaya akan lebih murah disbanding perbaikan yang terlalu berat, serta dapat menunjang mutu keamanan dan kepuasan pasien. Pemeliharaan sarana atau alat akan menjadi hal yang pen ng, malah pada suatu saat akan merupakan kunci ma hidupnya pasien, selain itu pemeliharaan akan berperan pada kesiapan alat itu di pergunakan, alat akan lebih awet, dan sarana akan lebih terawa Dalam pelaksanaan pemeliharaan diperlukan biaya, permasalahannya berapa besar dan berapa pen ng di perlukan. Biaya pemeliharaan akan mendapat prioritas yang rendah, malah di abaikan bila tak cukup wawasan akan manfaat dan perkiraan biaya yang di perlukan. Manfaat yang pen ng di perha kan bila pemeliharaan dilakukan dengan tepat adalah sebagai berikut menjamin alat dan sarana siap pakai. Biaya akan lebih murah dibandingkan perbaikan yang terlalu berat, dan menuju mutu keamanan dan kepuasan pasien. Menurut Azwar, dkk . biaya pemeliharaan yang diperlukan untuk menjaga atau mempertahankan kapasitas barang investasi agar barang investasi tersebut dapat bertahan lama yang akan juga memperlama waktu untuk produksi lebih lama,seper : biaya pemeliharaan gedung, biaya pemeliharaan alat non-medis, biaya pemeliharaan alat medis, dan biaya pemeliharaan SDM. Syarat mutlak yang harus dimiliki untuk melakukan analisis biaya, adalah data biaya pemeliharaan. Karena saat ini IPSRS dak memilikinya, maka analisa biaya dak dapat dikerjakan, yang mengakibatkan ngkat eAsiensi kegiatan pemeliharaan dak dapat diukur. (Zahara, et al. , 2. Berdasarkan pembahasan di atas analisa peneli bahwa biaya yang dianggarkan dan pencairan anggaran pemeliharaan di Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Rohul telah sesuai prosedur. Proses realisasi anggaran juga dak ada kendala ke ka anggaran dibutuhkan dalam pemeliharaan Rumah Sakit. Hanya saja dalam ketercukupan anggaran biaya masih belum tercukupi. dikarenakan terdapat program lain yang lebih diprioritaskan. Pembiayaan rumah sakit antara lain melalui pendapatan dari pemerintah, pemerintah daerah, pendapatan funsional (BLU) rumah sakit, keterbatasan pembiayaan rumah sakit diperlukanperencanaan strategis Studi biaya antara lain . melakukan inovasi dan mengembangkan pelayanan unggulan untuk menciptakan potensi penerimaan yang berkelanjutan dan dapat dipertanggung jawabkan. Studi investasi dengan Skema Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) agar pembiayaan dan penyediaan layanan kesehatan terwujud dengan op mal . Strategi fokus pada eAsiensi biaya karena cost dan quality memiliki ngkat variabilitas hubungan yang sama dimana peningkatan kualitas akan diiku oleh peningkatan biaya . Berdasarkan Pedoman pengelolaan peralatan kesehatan tahun 2015 belum meggunakan maksimum biaya pemeliharaan karena dengan metode ini dapat menghitung batas maksimum biaya Unsur Material Mesin-mesin penunjang kegiatan pemeliharaan seper komputer dalam mengolah dan menyimpan data administrasi kegiatan pemeliharaan merupakan salah satu faktor pen ng yang dibutuhkan dalam menunjang kelancaran dan keberlangsungan proses kegiatan pemeliharaan. Mesin adalah untuk melakukan kegiatan yang cepat dan dak menggunakan tenaga manusia maka dibutuhkan mesin untuk suatu kegiatan untuk mencapai tujuan (Alamsyah, 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 24 tahun 2016 tentang Persyaratan Bangunan dan Prasarana Rumah Sakit, menyatakan bahwa bangunan dan prasarana rumah sakit harus dipelihara secara berkala dengan periode waktu tertentu, kegiatan pemeliharaan bangunan dan prasarana Rumah Sakit melipu pemeliharaan promo v, pemeliharaan pementauan fungsi atau inspeksi . es n. , pemeliharaan preven ve dan pemeliharaan korek f atau perbaikan. Bengkel kerja . , luas bengkel menyesuaikan kebutuhan kapasitas pelayanan, se ap ruangan disediakan minimal 2 kotak kontak dan belum termasuk kotak kontak untuk peralatan yang memerlukan daya listrik besar, serta dak boleh menggunakan pencabangan atau sambungan langsung tanpa penggunaan arus, ruangan harus di jamin terjadinya pertukaran udara baik alami maupun mekanik dengan total pertukaran udara minimal 10 kali perjam. Fasilitas sarana prasarana bengkel kerja/workshop adalah j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Hendrisman, et al Maintenance Management Analysis of Facili es and Infrastructure Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana sarana penunjang dalam pelaksanaan pemeliharaan alat kesehatan atau alat medik, tempat atau ruangan kerja teknisi medis untuk melakukan perbaikan di lengkapi dengan sarana pendingin, terpisah dengan ruangan administrasi tempat pembuatan laporan kegiatan, karena bengkel kerja merupakan suatu sarana penunjang dalam pelayanan Rumah Sakit. Sarana adalah alat pendukung untuk kegiatan pemeliharaan yang melipu tempat atau ruangan kerja . , peralatan kerja dan bahan pemeliharaan. Selain untuk kegiatan pemeliharaan peralatan kesehatan, workshop tersebut dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan kerja, bahan-bahan pemeliharaan, suku cadang, dokumen teknis temasuk inventaris peralatan dan laporan pemeliharaan. Bahan pemeliharaan iyalah bahan-bahan yang di perlukan untuk pemeliharaan sbagai contoh cairan pembersih . oapy solu o. untuk membersihkan lampu oprasi, kain pembersih atau lap, disinfec ng solu on untuk membersihkan inkobator perawatan oli untuk pemeliharaan suc on pump dan bahan lainnya. Hasil pembahasan ini juga sesuai dengan peneli an terdahulu dengan judul Gambaran Sistem Manajemen Pemeliharaan alat Elektromedik oleh Unit Teknik di Rumah Sakit Pertamina Jaya Tahun 2011. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Peneli an ini sesuai dengan peneli an yang dilakukan Rundungan, dkk, mengenai sarana dan fasilitas masih kurang memadai demikian pula dari keterangan petugas kesehatan gigi. Sarana merupakan salah satu pendukung yang dak boleh Berdasarkan peraturan menteri kesehatan nomor 40 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur Kesehatan menyatakan bahwa dalam pemenuhan Infrastruktur Kesehatan dapat dilakukan kolaborasi dengan sektor swasta/badan usaha untuk pemenuhan dukungan Anansial melalui Skema Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) agar penyediaan layanan kesehatan terwujud dengan op mal adapun Kerjasama dapat berbentuk Kemitraan Tanggung Jawab Sosial (KTJS)/CSR. Kerjasama Operasional (KSO), dengan jenis kerjasamanya antara lain berorientasi infrastruktur, pelayanan, informasi dan advokasi kesehatan, serta peningkatan kapasitas. Berdasarkan pembahasan diatas analisa peneli bahwa bengkel kerja . masih belum sesuai, hal ini menyebabkan petugas memanfaatkan tempat yang ada karena saat melakukan kegiatan pemeliharaan sarana rumah sakit tentunya diperlukan kenyamanan dan konsentrasi yang nggi. Unsur Metode Menurut (Alamsyah, 2. untuk melakukan kegiatan berdaya guna atau efek f dan berhasil guna, manusia dihadapkan kepada berbagai alterna f-alterna f cara untuk melakukan suatu pekerjaan. Oleh karena itu metode atau cara dianggap pula sebagai sarana atau alat manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Peneli an ini sesuai dengan peneli an Apriyansyah . yang menyatakan pembuatan Standar Oprasional Prosedur berdasar pada kebijakan pemerintah, landasan kebijakan yang digunakan oleh rumah sakit dalam pemeliharaan alat elektromedik yaitu berasal dari kebijakan pemerintah mengenai pemeliharaan, kebijakan tersebut secara dak langsung menjadi dasar pembuatan berbagai prosedur kerja dalam hal ini Tata Kerja Organisasi. Tata Kerja Individu, atau standard Opra ng Prosedur (SOP) pengoprasian alat dalam dalam pemeliharaan Berdasarkan pembahasan di atas analisa peneli bahwa metode pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit sudah berjalan sebagaimana mes nya yang mengacu pada SPO yang ada yang telah di buat oleh Rumah Sakit. Namun berdasarkan pedoman pengelolan peralatan kesehatan tahun 2015 dak ada untuk pemeliharaan mesin, data inventori. SPO pemeliharaan dan lembar kerja. Komponen Proses Planning Perencanaan dalam pemeliharaan alatmedis di IPS medik ini ada dilakukan secara ru n dimana ap awal tahun pihak IPS medis membuat laporan tahunan kegiatan dan anggaran. Sedangkan untuk perencanaan kegiatan seper jadwal kegiatan, prosedur kerja, pihak IPS medis dak ada melakukannya. (Adria. Berdasarkan analisa peneli untuk planning yang dibuat IPSRS sudah sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Rokan Hulu yang dibuat setahun sekali, namun peneli melihat perencanaan untuk jadwal kegiatan preven f se ap bulannya dari IPSRS ini belum ada dibuat dan rekomendasi uji kelayakan atas fasilitas dan rekomendasi rencana strategis oleh surveior akreditasi belum di ndaklanju pada dokumen rencana kerja dan anggaran kegiatan untuk diajukan dalam perencanaan pemeliharaan Planning merupakan fungsi manajemen yang berkenan dengan pendeAnisian sasaran untuk kinerja organisasi dimasa depan dan untuk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya yang digunakan yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran. (Hasibuan, 2. Organizing Berdasarkan hasil wawancara dalam menjalankan tugasnya Seksi pemeliharaan langsung mengkoordinasi unit pemeliharaan rumah sakit yaitu IPSRS. Struktur organisasi instalasi ini menganut sistem organisasi garis hirarki, dimana dalam bagan organisasinya terlihat adanya kesatuan komando karena kepemimpinan berada ditangan satu orang dan se ap bawahan hanya bertanggung jawab terhadap satu orang pemimpin saja. Berdasarkan observasi dan penelusuran dokumen bahwa j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 54 April Struktur organisasi RSUD Rokan Hulu menunjukkan seksi pemeliharaan rumah sakit berada di bawah Bidang Penunjang. banyaknya teknisi yang masih belum bisa menangani perbaikan untuk alat-alat canggih Hal ini disebabkan, selain kemampuan tenaga yang belum memadai, juga dipengaruhi oleh faktor kemajuan alat yang telah berkembang pesat, kemudian belum ada penghargaan berupa reward dan untuk reward berupa pemberian tambahan insen f bagi petugas belum ada Organizing merupakan fungsi manajemen yang berkenaan dengan penugasan, mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen (Depkes 2. Proses penggorganisasian di RSUP dr M. Djamil dalam mengkoordinir pelaksanaan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh pihak ke ga dalam hal pengkalibrasian alat dan perbaikan beberapa alat yang dak bisa ditangani oleh teknisi. Berdasarkan Analisa peneli Uraian tugas masing-masing staf sudah ada tersusun dalam dokemen standar kinerja dan kebijakan direktur RSUD Rokan Hulu, namun dari hasil pengamatan selama melakukan peneli an, dapat disimpulkan bahwa petugas staf IPSRS kurang memahami uraian tugasnya masing-masing. Petugas melaksanakan proses kegiatan pemeliharaan hanya jika ada permintaan bagian pelayanan UPF dan jarangnya melakukan pemeliharaan preven ve. Menurut Siagian 1983, dalam Sarinah 45:2017 pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orangorang, alat-alat, tugas, kewenangan dan tanggung jawab dalam sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah Actua ng Actua ng merupakan fungsi penggerak semua kegiatan program atau ditetapkan fungsi pengorganisasian untuk mencapai tujuan program dalam fungsi perencanaan (Hasibuan. Menurut peneli an shelvy tahun 2016, mengatakan bahwa penyelenggaraan system pemeliharaan radiologi, mo vasi untuk tenaga sangatlah pen ng untuk meningkatkan kinerja. Namun dalam pelaksanaan dirasa sangat kurang. Berdasarkan analisa peneli pelaksanaan mo vasi kepada staf IPSRS sudah dilaksanakan, dengan pertemuan yang diadakan se ap pertemuan evaluasi namun belum dilaksanakan secara ru n dan dak terjadwal. McClelland (Mangkunegara, 2005:. Model pengukuran mo vasi kerja mengemukakan 6 . karakteris k, yaitu : . Memiliki ngkat tanggung jawab pribadi yang nggi, . Berani mengambil dan memikul resiko, . Memiliki tujuan realis k, . Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasikan tujuan, . Memanfaatkan umpan balik yang konkrit dalam semua kegiatan yang dilakukan, dan . Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan Controlling Contolling merupakan fungsi manajemen yang berkenaan dengan pengawasanterhadap ak Atas karyawan, menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yang sesuai dengan sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan (Hasibuan. Menurut Apriansyah . , bahwasanya pengendalian digunakan untuk melihat batas dari tujuan yang ingin kita capai, peneli an ini menunjukkan bahwa pengendalian sudah dilaksanakan namun dalam prosesnya ada beberapa hambatan salah satu dari kedisplinan pegawai itu. Berdasarkan Analisa peneli melihat bahwa belum terlaksana dengan baik karena metode untuk mengendalikan system IPSRS ini berdasarkan pedoman Kepmenkes 128 tahun 2008 tentang S P M R u m a h S a k i t b e l u m a d a d i s o s i a l i s a s i ka n d a n didokumentasikan di unit IPSRS tentang indicator mutu respons me . , waktu pengerjaan perbaikan alat, pelaksanaan Hal ini seharusnya disosialisasikan dan dilaporkan se ap bulannya serta dievaluasi oleh manajemen RS melalui pertemuan triwulan maupun tahunan guna untuk meningkatkan kinerja unit IPSRS secara berkelanjutan. KESIMPULAN Sumber Daya Manusia yang ada di IPSRS belum memadai, masih ada tenaga di unit IPSRS rangkap jabatan, pela han tentang pemeliharaan sarana rumah sakit belum dilaksanakan, belum sesuai dengan pedoman pengelolaan peralatan kesehatan tahun 2015 dalam penyusunan program pememeliharaan harus mampu memperha kan kemampuan teknis dengan pela han yang pernah diiku Pembiayaan rumah sakit yaitu melalui pendapatan dari pemerintah, pemerintah daerah, pendapatan funsional (BLU) rumah sakit, keterbatasan pembiayaan rumah sakit diperlukan perencanaan strategis antara lain . Melakukan inovasi dan mengembangkan pelayanan unggulan untuk menciptakan p o ten si p en erimaan yan g b erkelan j u tan d an d ap at dipertanggung jawabkan . Studi investasi dengan Skema Pembiayaan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS) agar pembiayaan dan penyediaan layanan kesehatan terwujud dengan op mal . Strategi fokus pada eAsiensi biaya karena cost dan quality memiliki ngkat variabilitas hubungan yang sama dimana peningkatan kualitas akan diiku oleh peningkatan biaya . Berdasarkan Pedoman pengelolaan peralatan kesehatan tahun 2015 belum meggunakan maksimum biaya pemeliharaan karena dengan metode ini dapat menghitung batas maksimum biaya pemeliharaan. j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Hendrisman, et al Maintenance Management Analysis of Facili es and Infrastructure Analisis Manajemen Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Fasilitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Umum Daerah Rohul belum memiliki bengkel kerja . secara khusus, bengkel kerja atau workshop di RSUD Rohul masih bergabung menjadi satu dengan ruang administrasi dan kurang terawat dengan baik, tentunya hal ini akan mengganggu konsentrasi teknisi dalam kegiatan pemeliharaan. Metode pemeliharaan sarana dan prasarana Rumah Sakit sudah berjalan sebagaimana mes nya yang mengacu pada SPO yang ada yang telah dibuat oleh Rumah Sakit. Namun berdasarkan pedoman pengelolan peralatan kesehatan tahun 2015 dak ada untuk pemeliharaan mesin data inventori. SPO pemeliharaan dan lembar kerja. Planning yang dibuat IPSRS sudah sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Rokan Hulu yang dibuat setahun sekali, namun peneli melihat perencanaan untuk kegiatan preven f se ap bulannya dari IPSRS ini belum ada Organizing untuk uraian tugas masing-masing staf sudah ada tersusun dalam dokemen standar kinerja dan kebijakan direktur RSUD Rokan Hulu, namun dari hasil pengamatan selama melakukan peneli an, dapat disimpulkan bahwa petugas staf IPSRS kurang memahami uraian tugasnya masing-masing. Petugas melaksanakan proses kegiatan pemeliharaan hanya jika ada permintaan bagian pelayanan UPF dan jarangnya melakukan pemeliharaan preven ve Actua ng dengan pelaksanaan mo vasi kepada staf IPSRS sudah dilaksanakan, dengan pertemuan yang diadakan se ap pertemuan evaluasi namun belum dilaksanakan secara ru n dan dak terjadwal. Controlling belum terlaksana dengan baik karena metode untuk mengendalikan system IPSRS ini karena dalam pedoman Kepmenkes 128 tahun 2008 tentang SPM Rumah Sakit belum ada dibuat indikator mutu respons me . dan waktu pengerjaan perbaikan alat. Hal ini seharusnya dimasukkan kedalam SPM guna untuk meningkatkan mutu dari unit IPSRS. Guna terselenggaranya kegiatan pemeliharaan sarana prasana dan peralatan dengan op mal pihak manjemen rumah sakit hendaknya menambah jumlah SDM agar dapat mempermudah dan mempercepat proses pemeliharaan dan diberikan pela han kemampuan teknis dan manajerial sehingga penyelenggaraan pemeliharaan sarana dan prasarana di Rumah Sakit dapat berjalan op mal, selain itu agar menyediakan fasilitas sarana dan prasarana bengkel kerja . khusus, guna tercapainya pemeliharaan sarana dan prasarana yang efek f dan eAsien. selanjutnya bagi pihak petugas IPSRS hendaknya melakukan inventory dan pendokumentasian pemakaianpemakaian bahan, material dan peralatan dengan lebih teli sehingga data tersebut dapat mendukung seluruh tahapan dalam siklus manajemen pemeliharaan khususnya tahap evaluasi yang dapat menjadi acuan perencanaan anggaran untuk tahun selanjutnya dan melakukan pemeliharaan preven ve secara ru n dan berkala, agar dak mengalami kegagalan dalam kinerja alat yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen serta metode pemeliharaan yang sudah cukup baik, lebih di ngkatkan lagi agar semakin efek fnya pemeliharaan di Rumah Sakit. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang membantu diantaranya. Ketua STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Direktur beserta Staf RSUD Rokan Hulu . Ketua Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Informan atau par sipan Petugas dan teknisi IPSRS serta Perawat RSUD Rokan Hulu. DAFTAR PUSTAKA