Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Pada Materi Fluida Dinamis di SMA Swasta Kota Jambi Analysis of Students' Problem-Solving Abilities in Physics Subjects in Private High Schools Jambi City Feliza Paramitha Sinaga. ,*. Darmaji. Dwi Agus Kurniawan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas Jambi * Corresponding author: felizasinagafis@gmail. Abstract Problem solving abilities are one part of higher order thinking skills (HOTS). This research aims to analyze the problem-solving abilities of class XI students on dynamic fluid material at Jambi City Private High Schools. This research was conducted using quantitative research methods and a research design, namely a survey. This design was chosen because the researcher only collected data in one meeting with the samples involved. The sampling technique used was purposive sampling and obtained a sample of 146 people from 2 different private schools. The instrument used as a data collection tool is in the form of 8 essay After the data is obtained, it will be analyzed based on descriptive statistics. The results obtained were that the problem-solving abilities at Xaverius 1 Private High School. Jambi City were superior compared to Adhyaksa 1 Private High School. Jambi City. The limitations of this research are seen from the research design which is only limited to a survey and is carried out once, so there is no action to improve students' problem-solving abilities. Keywords: Physics, problem solving abilities, students. Abstrak Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu bagian dari kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI pada materi fluida dinamis di SMA Swasta Kota Jambi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian yaitu survey. Desain ini dipilih karena peneliti hanya melakukan pengambilan data sebanyak 1 kali pertemuan terhadap sampel yang terlibat. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah purposive sampling dan mandapatkan sampel sebanyak 146 orang dari 2 sekolah swasta yang berbeda. Instrumen yang digunakan sebagai alat pengumpulan data yaitu berupa soal esai sebanyak 8 soal. Setelah data didapat, akan dianalisis berdasarkan statistik Hasil yang diperoleh yaitu kemampuan pemecahan masalah di SMA Swasta Xaverius 1 Kota Jambi unggul dibandingkan SMA Swasta Adhyaksa 1 Kota Jambi. Keterbatasan dari penelitian ini dilihat dari desain penelitian yang hanya sebatas survey dan dilakukan satu kali, sehingga tidak adanya tindakan dalam melakukan peningkatan untuk kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Kata Kunci: Fisika, kemampuan pemecahan masalah, peserta didik. Sinaga. , dkk. Analisis Kemampuan . maupun materi pelajaran seperti fluida Berdasarkan teori kemampuan pemecahan masalah ini penting agar peserta didik dapat mengevaluasi dan menyelesaikan masalah maupun menerima informasi dari media digital yang PENDAHULUAN Pendidikan merupakan proses sistematis yang dirancang untuk mentransmisikan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan budaya dari generasi ke generasi. Ini melibatkan interaksi antara pengajar dan pelajar dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dunia sekitar, mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam masyarakat, dan membentuk karakter individu (Annur & Hermansyah. Pristianti & Prahani, 2. Salah dikembangkan melalui interaksi tersebut adalah kemampuan pemecahan masalah (Hardianti. Pohan, & Maulina, 2. Kemampuan pemecahan masalah adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengatasi masalah atau tantangan yang muncul. Salah satu mata pelajaran yang dapat dijadikan sebagai penilaian kemampuan pemecahan masalah yaitu materi fluida Fluida dinamis adalah cabang ilmu fluida yang mempelajari perilaku fluida . as atau cai. ketika mengalami gerakan atau aliran (Siagian, 2. Ilmu ini melibatkan analisis terhadap sifat-sifat dinamis fluida, seperti tekanan, kecepatan, dan distribusi energi kinetik dan potensial di dalam fluida (Masyithah. Jufrida, & Pathoni, 2. Berdasarkan konsep materi dan makna dari kemampuan pemecahan masalah, maka tingat kesulitan soal perlu ditinjau dan diperhatikan dengan Kemampuan melibatkan beberapa langkah, termasuk informasi relevan, analisis situasi, pengembangan solusi, dan implementasi tindakan (Setiaji & Dinata, 2. Menurut Aji. Hudha, & Rismawati . adapun tahapan dalam kemampuan pemecahan masalah yaitu: pemahaman masalah, pemilihan solusi, implementasi solusi, kemudian evaluasi dan pembelajaran. Perlu diketahui bahwa kemampuan pemecahan merupakan salah satu dari bagian kemampuan berpikir tingkat tinggi yang penting dimiliki peserta didik. Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Purnamasari & Setiawan . dilakukan pemecahan masalah peserta didik pada tingkat SMP. Adapun keterbaruan dari sampel penelitian yaitu peserta didik pada tingkat SMA dan tingkat kesulitan HOTS dimulai dari C4 (Astalini et al. , 2. Hal tersebut menjadikan dorongan bagi peneliti untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Penelitian menganalisis kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran fisika. Namun, dikarenakan mata pelajaran fisika sangat luas maka penelitian ini dibatasi dengan materi fluida dinamis di SMA Swasta Kota Jambi. Keterbatasan dari penelitian ini dilihat dari desain penelitian yang hanya sebatas survey dan dilakukan satu kali, sehingga tidak adanya tindakan dalam melakukan peningkatan untuk kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Pentingnya masalah ini termuat dalam kurikulum merdeka yang dideskripsikan pada capaian pembelajarannyan(Sumarmi dkk. , 2022. Suriadi. Firman, & Ahmad, 2. Dijelaskan oleh Rawung. Katuuk. Rotty, & Lengkong . peserta didik dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 Menuliskan variabel yang ditanyakan menggunakan simbol fisika Merencanakan Mengidentifikasi konsep dan prinsip fisika dengan keadaan sebuah persamaan Menerapkan prinsipprinsip secara sistematis ke dalam bentuk persamaan Menggunakan Mensubsitusi nilai-nilai dari variabel ke dalam persamaan fisika Mengevaluasi Memeriksa apakah solusi sudah lengkap Memeriksa jawaban benar Memeriksa apakah hasil jawaban masuk akal Sumber: Heller. Keith, & Anderson, . METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode Metode kuantitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang menggunakan menganalisis, dan menyajikan data (Amnuel. Sinaga, & Winda, 2023. Farcis. Metode ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis fenomena atau hubungan antara variabel dengan menggunakan pendekatan matematis, statistik, dan teknik pengukuran kuantitatif (Astalini et al. , 2023. Harizon et al. , 2. Metode tersebut sesuai dengan tujuan peneliti untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah peserta didik. Desain penelitian yaitu survey yang hanya dilakukan satu kali pengambilan data. Teknik analisis data yang akan dilakukan setelah mengumpulkan data yaitu berdasarkan statistik deskriptif. Teknik ini dipilih agar data dapat dideskripsikan berdasarkan nilai persentase, frekuensi dan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas XI dari SMA Swasta Kota Jambi. Dan hasil dari teknik pengambilan sampel diperoleh 146 peserta didik kelas XI dari SMA Xaverius 1 Kota Jambi dan SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi. Instrumen mengumpulkan data berupa lembar soal esai dengan indikator sebagai berikut. HASIL DAN PEMBAHASAN Kemampuan pemecahan masalah adalah kapasitas atau kecakapan seseorang untuk menyelesaikan masalah. Ini mencakup berbagai keterampilan kognitif, strategi, dan sikap mental yang diperlukan untuk mengatasi tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam berbagai konteks (Harizon et al. , 2. Pemecahan masalah melibatkan beberapa langkah, seperti pemahaman masalah, analisis akar penyebab, pengembangan opsi solusi, evaluasi opsi tersebut, pemilihan solusi terbaik, dan implementasi solusi. Tabel 1. Indikator pemecahan masalah Indikator Memahami Mendeskripsikan masalah ke dalam konsep fisika Sub indikator Menggambarkan sebuah sketsa dari sebuah situasi Mengidentifikasi Menulis ulang pertanyaan Mengidentifikasi konsep dan prinsip dengan situasi Kemampuan ini tidak hanya terbatas pada melibatkan aspek-aspek seperti kreativitas, keterampilan komunikasi, dan ketekunan. Dalam konteks pendidikan, bisnis, dan sehari-hari, pemecahan masalah dianggap sebagai keterampilan kritis. Individu yang memiliki kemampuan pemecahan masalah Menuliskan variabel yang diketahui dengan simbolsimbol fisik Sinaga. , dkk. Analisis Kemampuan . yang baik cenderung lebih sukses dalam Kemampuan ini juga dapat berkembang melalui latihan, pengalaman, dan pembelajaran dari kesalahan. sangat tidak baik 14% frekuensi 10 peserta Kemampuan memiliki urgensi yang sangat tinggi pada abad sekarang. Beberapa alasan utama untuk urgensi ini melibatkan perubahan cepat dalam berbagai sektor dan Berikut adalah beberapa argumen yang mendukung urgensi kemampuan pemecahan masalah pada era saat ini: Perubahan Cepat Kompleksitas: Dunia saat ini mengalami perubahan teknologi, ekonomi, sosial, dan politik yang sangat cepat. Masalah-masalah yang dihadapi menjadi lebih kompleks dan terhubung satu sama lain. Kemampuan untuk memahami dan kompleks sangat penting. Revolution Industri 4. 0: Revolusi Industri 4. 0 membawa perubahan besar dalam cara bisnis dan industri Penerapan teknologi seperti kecerdasan buatan, robotika, dan analisis data membutuhkan kemampuan pemecahan masalah Globalisasi: Globalisasi interaksi antarindividu, perusahaan, dan negara. Kemampuan untuk memecahkan masalah lintas budaya dan berkolaborasi dengan orang dari latar belakang yang berbeda menjadi sangat penting. Peningkatan Ketidakpastian: Ketidakpastian lingkungan, dan politik semakin Individu yang mampu mengidentifikasi peluang di tengah ketidakpastian dan menemukan solusi yang inovatif memiliki Pentingnya Inovasi: Kemampuan pemecahan masalah terkait erat dengan kemampuan inovasi. Inovasi Penting untuk diingat bahwa kemampuan melibatkan penyelesaian masalah teknis atau logis, tetapi juga dapat mencakup kemampuan untuk menangani masalah interpersonal, sosial, atau emosional. Sebagai contoh, seseorang yang baik dalam pemecahan masalah mungkin dapat merancang solusi bisnis, atau mengatasi masalah dalam proyek kolaboratif. Tabel 2. Hasil statistik deskriptif kemampuan pemecahan masalah peserta didik di SMA Swasta Kota Jambi materi fluida dinamis Sekolah SMA Xaverius 1 Kota Jambi SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi Interval Kategori 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20 Berdasarkan hasil yang disajikan pada tabel di atas diketahui bahwa SMA Xaverius 1 Kota Jambi lebih unggul dibandingkan SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi. Di SMA Xaverius 1 Kota Jambi kategori sangat baik memperoleh 48% dengan frekuensi 36 peserta didik, kategori baik 27% frekuensi 20 peserta didik, kategori tidak baik 15% frekuensi 11 peserta didik, dan kategori sangat tidak baik 10% frekuensi 8 peserta didik. Dilanjutkan dengan SMA Adhyaksa 1 Kota Jambi kategori sangat baik memperoleh 25% dengan frekuensi 18 peserta didik, kategori baik 42% frekuensi 30 peserta didik, kategori tidak baik 19% frekuensi 13 peserta didik, dan kategori Edu-Sains Volume 13 No 1. Januari 2024 menjadi kunci untuk memecahkan masalah baru dan meningkatkan efisiensi di berbagai sektor. Persaingan Global: Di era globalisasi, persaingan di pasar kerja semakin ketat. Individu yang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dapat lebih keunggulan kompetitif. Keterlibatan Teknologi: Teknologi memainkan peran besar dalam kehidupan sehari-hari dan di tempat Individu memahami dan memanfaatkan teknologi dengan efektif memiliki keunggulan dalam memecahkan masalah sehari-hari. Pentingnya Soft Skills: Selain keterampilan teknis, kemampuan pemecahan masalah juga mencakup Ini menjadi semakin penting dalam dunia kerja yang informasi yang diterima dari media digital maupun kehidupannya sehari-hari. DAFTAR PUSTAKA