Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 Dedikasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat http://jurnalftijayabaya. id/index. php/Dedikasi DOI: https://doi. org/ 10. 31479/dedikasi. Evaluasi Implementasi Otomatisasi Sistem Instalasi Pipa Penyiraman Untuk Pendinginan Greenhouse Terhadap Hasil Panen Pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm Di Carang Pulang Bogor Abeth Novria Sonjaya1. Wike Handini2. Nur Witdi Yanto2. Sri Wiji Lestari2. Herliati3. Yeti Widyawati3*. Nurdina4. Sari Sekar Ningrum5 Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Jayabaya. Indonesia Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Jayabaya. Indonesia Program Studi Teknik Kimia. Fakultas Teknologi Industri. Universitas Jayabaya. Indonesia Politeknik Negeri Jakarta. Teknik Elektro. Depok Indonesia Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri. Politeknik Negeri Cilacap. Indonesia *) Corresponding author: widya. w21@gmail. (Submit pada : 25 November 2025 | Terbit pada : 31 Desember 2. Abstract The hydroponic cultivation process in the Cahaya Farm Micro Business Group greenhouse is confronted with the challenge of elevated temperatures, particularly during daylight hours in the dry season, which can reach up to 37AC. These conditions have a detrimental effect on the quality of lettuce plants, resulting in a decline in crop yields and consequent impact on business income. The objective of this study is to evaluate the effectiveness of an automated irrigation pipe system as a greenhouse cooling system in improving the production and quality of hydroponic plants. A harvest satisfaction survey was conducted using Google Forms with a Likert scale of 1Ae4 to assess the quality, brand equity, reliability, responsiveness, empathy, and tangibility of the system implemented. The results demonstrated a substantial increase in the harvest yield per table, which escalated from 13Ae15 kg to 18Ae22 kg. Additionally, the weight per planting hole augmented from 90Ae130 g to 110Ae150 g. The quality of the leaves was enhanced, and the harvest time was expedited from 28Ae35 HST to 25Ae29 HST. The implementation of the cooling system in the Campus Community Service Programme was overall adjudged to achieve an average score of 3. 55 on 00-point scale, which corresponds to 88. Notably, the product quality received an average rating 66 . 50%), while productivity during harvest time was rated at 3. 00%). Abstrak Proses budidaya hidroponik di greenhouse Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm menghadapi tantangan suhu tinggi, terutama saat siang hari di musim kemarau, yang mencapai hingga 37AC. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kualitas tanaman selada, menyebabkan penurunan hasil panen dan berimbas pada pendapatan usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas sistem otomatisasi instalasi pipa penyiraman sebagai pendingin greenhouse dalam meningkatkan produksi dan kualitas tanaman hidroponik. Survei kepuasan terhadap hasil panen dilakukan menggunakan Google Form dengan skala Likert 1Ae4 untuk menilai aspek kualitas, brand equity, reliability, responsiveness, empathy, dan tangible dari sistem yang Hasil menunjukkan peningkatan signifikan yaitu panen per meja naik dari 13Ae15 kg menjadi 18Ae22 kg, bobot per lubang tanam dari 90Ae130 g menjadi 110Ae150 g, kualitas daun membaik, dan waktu panen lebih cepat dari 28Ae35 HST menjadi 25Ae29 HST. Penilaian keseluruhan terhadap penerapan sistem pendingin dalam program PkM Kampus mencapai 3,55 dari skala 4,00 atau 88,75%, khususnya untuk kualitas produk . 3,66 . ,50%) dan produktivitas pada waktu panen 3,60 . ,00%). Keywords: hydroponic plant cultivation temperature, cooling installation. Likert survey research, assessment score Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 PENDAHULUAN Di Kampung Carang Pulang, terdapat beberapa pemuda produktif yang membentuk kelompok usaha pada tahun 2021 dengan nama Cahaya Farm. Cahaya Farm dibangun dengan komitmen 50% dari keuntungan akan diserahkan kepada Rumah Cahaya yang merupakan rumah bagi anak dan remaja yatim piatu serta duafa yang ingin melanjutkan sekolah. Cahaya Farm membangun greenhouse yang berisikan 1. 728 lubang dengan tanaman yang di tanam adalah selada, situasi di dalam greenhouse. Hasil panen tanaman selada dari greenhouse hidroponik ini merupakan sumber pendapatan bagi kelompok Cahaya Farm. Saat ini proses budidaya tanaman di greenhouse mengalami kendala dikarenakan suhu di dalam greenhouse terutama pada siang hari mengalami kenaikan hingga 37oC. Keadaan ini semakin parah pada saat musim kemarau berlangsung. Suhu yang tinggi membuat kondisi selada memburuk sehingga menurunkan kualitas hasil panen selada, yang pada akhirnya membuat pendapatan kelompok Cahaya Farm juga ikut menurun. Produk daun hortikultura menunjukkan kualitas fisik yang sesuai standar, ditinjau dari ukuran panjang, lebar, dan luas daun yang memadai untuk kebutuhan pasar. Warna daun yang hijau dan cerah mencerminkan kondisi tanaman yang sehat, dengan variasi warna antar sampel yang masih dapat diterima dan tidak menunjukkan gejala stres atau penyakit. Tekstur daun dinilai segar dan kenyal secara konsisten, tanpa indikasi kelembekan atau kelebihan air yang menurunkan mutu. Tingkat cacat fisik maupun biologis sangat rendah, dengan proporsi daun utuh yang tinggi dan minim gangguan hama atau penyakit. Panen dilakukan tepat waktu sesuai HST dan praktik terbaik, menghasilkan bobot segar dan kadar air yang sesuai standar, serta daya simpan yang baik dengan risiko kontaminasi yang sangat rendah . Ae. Salah satu bentuk nyata upaya pemberdayaan masyarakat usia produkstif dapat ditemukan di wilayah pertanian di Desa Cikarawang, yang memiliki potensi namun masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan keterbatasan teknologi dari pengelolaan hasil pertanian. Untuk mengatasi kendala tersebut, berbagai pelatihan budidaya dan teknologi pascapanen telah diselenggarakan oleh pemerintah desa bekerja sama dengan penyuluh pertanian setempat. Dengan dukungan teknologi digital dan pendampingan kewirausahaan, para petani di Desa Cikarawang kini dapat mengakses ke pasar yang lebih luas dan berpeluang mendapatkan nilai tambah lebih tinggi atas produk pertanian mereka. Komoditas tanaman yang ditanam oleh Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor adalah selada (Lactuca sativ. Pengelolaan hidroponik memiliki empat hal yang harus selalu diperhatikan yaitu air sebagai pengganti tanah agar dapat menghasilkan panen maksimal, cahaya matahari, suhu, dan kebutuhan nutrisi. Penelitian terkait teknologi greenhouse ini sudah banyak dilakukan oleh tim pengabdian masyarakat . Ae. , implementasi teknologi dari keberhasilan penelitian sebelumnya sangat memungkinkan diterapkan. Untuk mendapatkan sayuran selada air yang sesuai dengan preferensi atribut kualitas di atas dapat dilakukan dengan beberapa teknik budidaya: . daun berwarna hijau muda diperoleh ketika panen dilakukan saat tanaman masih muda, dan . jumlah daun banyak, ukuran batang medium, kekerasan daun lunak serta rasa agak manis didapat ketika tanaman . Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan terhadap proses produksi selada di Cahaya Farm, terdapat kendala produksi berupa menurunnya kualitas selada hidroponik akibat kenaikan suhu dalam greenhouse di siang hari terutama pada saat musim kemarau berlangsung. Rumusan masalah dalam kegiatan ini adalah bagaimana mengevaluasi program ini dalam mengimplementasikan sistem penyemprotan otomatis berbasis IoT untuk menurunkan suhu dalam greenhouse Cahaya Farm yang mengalami peningkatan suhu saat musim kemarau. Penelitian ini melakukan evaluasi dengan metode peneltian survei terhadap hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terkait penerapan otomatisasi sistem instalasi pipa penyiraman untuk pendinginan greenhouse terhadap hasil panen pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor berupa hasil panen per area, kualitas daun . kuran, warna. Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 tekstur, tingkat caca. , waktu panen normal . ari setelah tana. , kadar air dan bobot segar, tingkat kerusakan / kelayuan selama penyimpanan singkat, dan potensi kontaminasi . METODE Penelitian dengan menggunakan survei tidak melihat seluruh individu dalam populasi, namun hasil yang diharapkan harus mampu menggambarkan karakteristik populasi tersebut. Oleh karena itu, metode pengambilan sampel memegang peranan yang sangat penting dalam Survei memiliki banyak kegunaan dan tersedia dalam berbagai bentuk, seperti wawancara telepon, jejak pendapat, dan berbagai kuesioner . Ae. , . , . Kuesioner survei kepuasan sistem pendingin greenhouse menggunakan skala Likert cross sectional dimana isi setiap pernyataan dengan memilih satu angka saat itu juga yaitu 1 = Sangat Tidak Setuju. 2 = Tidak Setuju. 3 = Setuju. 4 = Sangat Setuju. Skala Likert 1-4 sering digunakan untuk mendapatkan jawaban yang lebih tegas dari responden, dengan menghilangkan opsi netral yang mungkin mengarah pada jawaban yang tidak jelas. Alasan menggunakan skala 1-4 adalah untuk menentukan pilihan antara setuju atau tidak setuju, sehingga mengurangi kemungkinan jawaban yang netral atau ambigu, sederhana agar mudah dimengerti dan digunakan oleh responden, dan fleksibel digunakan dalam berbagai penelitian dan konteks. Interpretasi skor total dari jawaban responden dapat digunakan untuk menganalisis kecenderungan pendapat atau sikap kelompok responden secara keseluruhan. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang menjadi parameter hasil produksi yang ingin dikaitkan berupa hasil panen per area, kualitas daun . kuran, warna, tekstur, tingkat caca. , waktu panen normal . ari setelah tana. , kadar air dan bobot segar, tingkat kerusakan atau kelayuan selama penyimpanan singkat, dan potensi kontaminasi . amur, penyaki. serta diagram alir penelitian survei . ihat Gambar . dapat diuraikan sebagai berikut. Kualitas produk . Hasil panen per meja meningkat setelah penerapan sistem pendingin. Kualitas daun . arna, kesegara. menjadi lebih baik setelah penggunaan sistem. Tekstur daun terasa lebih renyah . setelah penggunaan sistem. Ukuran daun . ebih leba. meningkat setelah penggunaan sistem. Kadar air daun lebih sesuai sehingga bobot per lubang tanam meningkat. Citra merek dan nilai produk . rand equit. Keberadaan sistem pendingin meningkatkan citra usaha tani di mata konsumen. Produk dari kelompok usaha terasa lebih bernilai dibanding sebelum ada sistem. Konsumen/supplier lebih sering memilih produk setelah penerapan sistem pendingin. Keandalan operasional . Sistem pendingin bekerja konsisten selama periode operasi. Frekuensi gangguan atau kerusakan pada sistem pendingin rendah. Hasil panen tetap stabil meskipun terjadi kondisi panas ekstrim. Daya tanggap layanan . Respon tim teknis terhadap masalah sistem pendingin cepat dan tepat. Perbaikan dan pemeliharaan sistem dilakukan dengan waktu yang memadai. Empati dan dukungan . Penyuluhan dan pelatihan terkait penggunaan sistem disampaikan dengan jelas dan Aspek fisik dan tampilan . Kondisi fisik instalasi pipa dan alat terlihat rapi dan profesional Peralatan pendukung . ompa, kontrol, nozzl. mudah dioperasikan dan terawat. Produktivitas dan waktu panen Waktu panen menjadi lebih cepat . enurunan HST) setelah penggunaan sistem. Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 Jumlah produksi per lubang tanam meningkat setelah penggunaan sistem. Kemampuan menyesuaikan produksi dengan permintaan konsumen atau supplier menjadi lebih baik. Penyimpanan dan daya tahan produk . etahanan terhadap lay. meningkat setelah penggunaan sistem. Mulai Tim PkM melakukan observasi hasil panen greenhouse Cahaya Farm Persiapan metodologi dan timeline Merumuskan hasil panen per area, kualitas daun . kuran, warna, tekstur, tingkat caca. , waktu panen, adar air dan bobot segar, tingkat kerusakan / kelayuan, dan potensi kontaminasi . amur, penyaki. Metode penelitian survei menggunakan skala Likert Kualitas Produk (Qualit. Citra Merek dan Nilai Produk (Brand Equit. Keandalan Operasional (Reliabilit. Daya Tanggap Layanan (Responsivenes. Empati dan Dukungan (Empath. Aspek Fisik dan Tampilan (Tangibl. Produktivitas dan Waktu Panen Google Form: https://forms. gle/xvT4NtV9D7AfYbk39 Implementasi dan Penilaian Tidak Selesai Gambar 1. Diagram alir penelitian survei untuk mengevaluasi terhadap mengimplementasikan sistem penyemprotan otomatis berbasis IoT Kebutuhan akan alat survei yang efisien, mudah diakses, dan ekonomis semakin meningkat, terutama dalam konteks penelitian kuantitatif seperti survei kepuasan masyarakat atau pengguna. Google Form telah menjadi salah satu solusi utama yang banyak digunakan oleh peneliti, akademisi, institusi pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan untuk mengumpulkan data secara daring. Popularitas Google Form tidak hanya didasarkan pada kemudahan penggunaannya, tetapi juga pada berbagai keunggulan ilmiah yang mendukung validitas dan reliabilitas data yang dikumpulkan . Ae. Google Form menyediakan berbagai metode distribusi, seperti tautan . , email. QRcode, hingga penyematan di Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 website atau blog. Google Form memungkinkan proses pembuatan, distribusi, pengisian, dan pengolahan data survei berlangsung secara cepat dan otomatis. Data yang masuk dapat langsung dianalisis tanpa perlu input manual, sehingga menghemat waktu peneliti dan responden . , . Perbandingan dengan platform lain seperti SurveyMonkey. Qualtrics, dan LimeSurvey menunjukkan bahwa Google Form unggul dalam aspek biaya, meskipun memiliki keterbatasan pada fitur lanjutan . Untuk survei sederhana dan kebutuhan penelitian dasar. Google Form adalah pilihan yang sangat ekonomis. Google Form menyediakan berbagai tipe pertanyaan yang relevan untuk survei kuantitatif, seperti pilihan ganda, kotak centang, dropdown, skala linier (Liker. , kisi pilihan ganda, logika lompat . , dan validasi respons. Gambar 3. Peninjauan lahan Cahaya Farm Hidroponik Tahap survei kepuasan dan serah terima alat. Pada tahap ini dilakukan survey kepuasan dan serah terima alat instalasi pipa dan sprayer untuk sistem pendinginan. Skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap atau persepsi peserta pelatihan terhadap suatu pernyataan atau pertanyaan menggunakan skala pengukuran Likert 1-4. Skala ini terdiri dari empat poin jawaban, yaitu: Sangat Tidak Setuju . Tidak Setuju . Setuju . , dan Sangat Setuju . HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam evaluasi produktivitas, hasil panen per area dinilai berdasarkan parameter kuantitatif seperti kg/mA atau ton/ha dan harus memenuhi target yang telah ditetapkan. Selain nilai rataAcrata, konsistensi antar plot menjadi indikator penting. keseragaman hasil menunjukkan stabilitas praktik budidaya dan homogenitas kondisi lahan. Aspek administratif juga krusial: dokumentasi dan pencatatan panen harus akurat dan lengkap untuk memungkinkan analisis temporal dan perbandingan lintas unit produksi. Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 Penilaian mutu daun mencakup dimensi fisik dan visual yang terukur. Ukuran daun panjang dan lebar rataAcrataAiserta luas daun . umlah dan bentu. dievaluasi terhadap standar pasar atau produk untuk memastikan kecukupan biomassa. Warna daun digunakan sebagai indikator fisiologis. warna hijau cerah mengindikasikan kondisi tanaman sehat, sedangkan variasi warna dalam satu batch masih dapat diterima selama tidak menunjukkan pola perubahan yang mengindikasikan stres atau patologi. Kualitas tekstural daun menjadi parameter organoleptik dan teknis yang menentukan mutu pascaAcpanen. Tekstur yang segar dan kenyal, konsisten antar sampel dalam satu batch, menandakan penanganan dan waktu panen yang tepat. sebaliknya tekstur lembek atau berair menurunkan nilai komersial. Selain itu, tingkat cacat diukur melalui proporsi daun tanpa robekan, lubang, atau bercak. proporsi tinggi tanpa cacat dan rendahnya kejadian akibat hama/penyakit mencerminkan efektivitas pengendalian organisme pengganggu dan praktik sanitasi lapangan. Kesesuaian waktu panen dan parameter pascaAcpanen mempengaruhi mutu akhir produk. Waktu panen dinilai berdasarkan Hari Setelah Tanam (HST) yang ideal dan jam panen sesuai praktik terbaik untuk mempertahankan kualitas. kepatuhan terhadap jadwal panen menunjukkan disiplin operasional. Kadar air dan bobot segar setelah panen harus sesuai standar mutu pasar, dengan variasi antar sampel yang masih dapat diterima, sehingga produk mempertahankan penampilan segar selama jendela penyimpanan yang diharapkan. Aspek kerusakan selama penyimpanan singkat dan risiko kontaminasi menjadi fokus penilaian keamanan dan daya simpan. Tingkat kelayuan pada 0Ae24 jam penyimpanan sebaiknya minimal dan kehilangan bobot berada pada tingkat yang dapat diterima untuk menjaga nilai jual. Potensi kontaminasi mikroba atau jamur harus sangat rendah. tanda infeksi seperti bercak atau layu yang rendah serta prosedur kebersihan panen dan penyimpanan yang efektif menunjukkan mitigasi risiko biologis yang memadai. Intervensi teknis seperti pendinginan pascaAcpanen memberikan dampak terukur pada Sistem pendinginan yang efektif meningkatkan kualitas visual daun . arna dan tekstu. , mengurangi laju kelayuan selama periode penyimpanan singkat, dan menurunkan kejadian kontaminasi jamur atau penyakit. Implementasi sistem tersebut harus dievaluasi secara kuantitatif untuk menilai kontribusinya terhadap perpanjangan masa simpan dan pengurangan kerugian pascaAcpanen. Gambar 2. Hasil panen slada Hasi panen per area meninggkat setelah menggunakan sistem pendingin, yang tadinya per meja instalasi bisa 13-15kg setelah menggunakan alat pendingin menjadi 18-22kg/meja instalasi dengan komoditas selada maupun pakcoy. Kualitas daun menjadi berbeda, lebih hijau Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 dan fresh serta tekstur lebih cruchy dan daun lebih lebar. Waktu panen juga lebih sedikit cepat yang tadinya biasa 28-35 hst sekarang sekitar 25-29 hst . ari setelah tana. , jadi waktu produksi juga lebih cepat dan mudah untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen/supplayer. Untuk kadar air lebih sedikit dan bobot menjadi bertambah, yang biasanya perlubang tanam bisa 90-130gr, sekarang bisa 110-150gr/lubang tanam dengan komoditas tanaman pakcoy dan Dengan adanya sistem pendingin atau kabut tingkat layu pun berkurang saat terjadi panas yang ekstrim dan untuk penyimpanan lebih kuat lama karna tidak mudah layu. Untuk penyakit seperti jamur, bakteri dan virus pun udh berkurang atau hilang, dulu kita sering terkena penyakit jamur mata kodok pada tanamanan komoditas selda dan thrips pada pakcoy, semua jenis penyakit dan jamur sudah hilang, dan proses pengontrolan tanaman pun menjadi lebih mudah dengan berkurangnya hal tersebut. Ada 10 responden yang merupakan pengelola Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor. Tahap survei kepuasan hasil panen dari penerapan otomatisasi sistem instalasi pipa penyiraman untuk pendinginan greenhouse pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor untuk mengukur quality, brand equity, reliability, responsiveness, empathy, tangible, produktivitas dan waktu panen dengan menggunakan aplikasi Google form dengan link https://forms. gle/xvT4NtV9D7AfYbk39. Pengukuran hasil survei dapat langsung diperoleh berupa angka skala Likert 1-4. Average Produktivitas dan Waktu Panen Aspek Fisik dan Tampilan (Tangibl. Empati dan Dukungan (Empath. Daya Tanggap Layanan (Responsivenes. Keandalan Operasional (Reliabilit. Citra Merek dan Nilai Produk (Brand Equit. Kualitas Produk (Qualit. 3,66 3,20 3,40 3,60 3,80 Gambar 3. Hasil kuisioner untuk penerapan otomatisasi sistem instalasi pipa penyiraman untuk pendinginan greenhouse terhadap hasil panen pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor Pada Gambar 3 terlihat nilai rata-rata dari hasil survei adalah kualitas produk . 3,66 . ,50%), citra merek dan nilai produk . rand equit. 3,47 . ,75%), keandalan operasional . 3,47 . ,75%), daya tanggap layanan . 3,5 . ,50%), empati dan dukungan . 3,60 . ,00%), aspek fisik dan tampilan . 3,55 . ,75%), produktivitas dan waktu panen 3,60 . ,00%). Keseluruhan penilaian penerapan otomatisasi sistem instalasi pipa penyiraman untuk pendinginan greenhouse terhadap hasil panen pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm Di Carang Pulang Bogor adalah 3,55 . ,75%). Hasil survei menunjukkan penilaian keseluruhan moderat-positif dengan rataAcrata 3,55 pada skala 1Ae4. beberapa aspek seperti kualitas produk . dan produktivitas . relatif lebih kuat, sedangkan citra merek dan keandalan operasional . asingAcmasing 3,. perlu perhatian lebih. Nilai Kualitas Produk . adalah skor tertinggi yang menunjukkan perbaikan nyata pada mutu daun . arna, kesegaran, tekstur, ukuran, bobo. Hasil ini mendukung hipotesis bahwa pendinginan pascaAcpanen meningkatkan atribut fisik produk. Nilai produktivitas dan waktu panen . dan empati dan dukungan . dimana kedua aspek Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 ini juga relatif kuat, mengindikasikan peningkatan output per lubang tanam dan bahwa pelatihan/penyuluhan dinilai membantu implementasi sistem. Nilai dari aspek fisik dan tampilan . dan responsiveness . menunjukkan bahwa instalasi dan dukungan teknis umumnya memadai, namun masih ada ruang untuk peningkatan ergonomi peralatan dan kecepatan layanan. Nilai citra merek dan nilai produk . dan keandalan operasional . adalah titik lemah relatif dimana persepsi pasar dan konsistensi operasional belum sepenuhnya meningkat sesuai harapan. Risiko teknis atau persepsi konsumen yang belum berubah perlu ditangani untuk mengubah nilai tambah menjadi preferensi pembeli. Untuk implikasi praktis yaitu perlu melakukan perbaikan prioritas pada keandalan sistem . reventive maintenance dan monitoring realActim. dan strategi pemasaran untuk memperkuat citra merek . abeling, uji mutu, demo ke pembel. Dalam operasionalnya meningkatkan SOP pemeliharaan, catat downtime dan akar penyebab, serta optimalkan jadwal panen berdasarkan data HST dan kondisi mikroklimat. Bidang pelatihan dan komunikasi perlu dilanjutkan penyuluhan yang sudah dinilai membantu, tetapi tambahkan modul pemasaran dan quality assurance untuk petani agar manfaat sistem dapat dikomunikasikan ke konsumen. KESIMPULAN Penerapan sistem pendingin meningkatkan hasil panen per meja dari 13Ae15 kg menjadi 18Ae22 kg dan berat per lubang tanam dari 90Ae130 g menjadi 110Ae150 g, disertai perbaikan kualitas daun . arna lebih hijau, tekstur lebih renyah, ukuran lebih leba. serta percepatan waktu panen dari 28Ae35 HST menjadi 25Ae29 HST. Selain itu, sistem mengurangi tingkat layu pada kondisi panas ekstrim, memperpanjang daya simpan produk, dan menurunkan insiden penyakit serta hama sehingga pengendalian tanaman menjadi lebih mudah dan operasional lebih andal. Dilakukan survei kepuasan menggunakan Google Form untuk mengukur quality, brand equity, reliability, responsiveness, empathy, dan tangible terkait penerapan otomatisasi sistem instalasi pipa penyiraman untuk pendinginan greenhouse terhadap hasil panen pada Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm di Carang Pulang Bogor, dengan skala Likert 1Ae4. Keseluruhan penilaian peserta pelatihan terhadap program PkM Kampus sangat berhasil dengan nilai rerata 3,55 dari skala 4,00 atau 88,75%. Khususnya untuk kualitas produk . 3,66 . ,50%) dan produktivitas pada waktu panen 3,60 . ,00%). Peningkatan keandalan sistem melalui preventive maintenance dan pemantauan realActime, disertai strategi pemasaran berbasis penandaan produk, uji mutu, dan pameran produk, merupakan langkah penting untuk memperkuat citra merek. Dari sisi operasional, pembaruan SOP pemeliharaan, pencatatan downtime, serta optimalisasi jadwal panen berbasis Hari Setelah Tanam (HST) dan kondisi mikroklimat diperlukan guna menjaga efisiensi Selain itu, pelatihan dan komunikasi perlu diperluas dengan modul pemasaran dan quality assurance agar manfaat sistem pendingin tersampaikan secara efektif. Secara analitis, tindak lanjut mencakup uji statistik . tandar deviasi dan perbedaan rataAcrat. , analisis korelasi antar dimensi utama, serta pengumpulan data kualitatif untuk mengidentifikasi hambatan adopsi pasar secara lebih komprehensif. UCAPAN TERIMAKASIH Tim pengabdian masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Teknologi Industri Universitas Jayabaya dan Kelompok Usaha Mikro Cahaya Farm yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini. Abeth Novria Sonjaya et al / Jurnal Dedikasi 6 . 2025 19 - 28 DAFTAR PUSTAKA