Terbit online pada laman web jurnal: http://journal. id/index. php/JASENS JOURNAL OF APPLIED SMART ELECTRICAL NETWORK AND SYSTEMS (JASENS) Vol. 6 No. ISSN Media Elektronik: 2723-5467 Pembagian Daya pada Kendaraan Listrik Berbasis Sistem Hybrid Baterai dan Superkapasitor dengan Fuzzy Logic Controller Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Teknik Pengelasan. Teknik Bangunan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Teknik Otomasi. Teknik Kelistrikan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Teknologi Rekayasa Energi Berkelanjutan. Teknik Permesinan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Teknik Kelistrikan Kapal. Teknik Kelistrikan Kapal. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya andika@ppns. id*, 2auliaannisa@ppns. id, 3am. sadiyah@ppns. id, 4hendro. aw@ppns. Abstract This research discusses the application of Energy Management System on hybrid batteries and superkapasitors for power distribution as an effort to distribute the load on electric vehicles. The purpose of the research conducted is to determine whether the proposed Fuzzy Logic Controller-based control system can operate well as an effort to distribute power for the needs of operating electric vehicles. The driving cycle that will be used in the study is the Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS) cycle to determine the effect of power sharing on hybrid batteries and superkapasitors in the UDDS driving cycle. Testing was carried out under 2 different conditions, namely when the SOC condition of the battery and superkapasitor was 85% and when the SOC of the battery was 20% while the SOC of the superkapasitor was 85%. From the test, it was obtained that the proposed hybrid battery and superkapasitor system based on the Fuzzy Logic Controller was able to operate well under the specified conditions. Both energy storage devices were able to share power by maintaining the battery and superkapasitor SOC not exceeding the specified operating limits. This condition allows electric vehicles to be operated for a fairly long period of time. Keywords: Power Sharing. Fuzzy Logic Controller. UDDS Abstrak Penelitian ini membahas mengenai pengaplikasian Sistem Manajemen energi pada hybrid baterai dan superkapasitor untuk pembagian daya sebagai upaya pemenuhan beban pada kendaraan Lisrik. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui apakah sistem kontrol berbasis Fuzzy Logic Controller yang diusulkan bisa beroperasi dengan baik sebagai upaya pembagian daya untuk kebutuhan pengoperasian kendaraan listrik. Siklus berkendara yang akan digunakan pada penelitian adalah siklus Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS) untuk mengetahui efek pembagian daya pada hybrid baterai dan superkapasitor dalam siklus berkendara UDDS. Pengujian dilakukan dengan 2 kondisi yang berbeda yaitu ketika kondisi State of Charge (SOC) baterai dan superkapasitor 85% serta ketika SOC baterai 20% sedangkan SOC superkapasitor Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem hybrid baterai dan superkapasitor berbasis Fuzzy Logic Controller yang diusulkan mampu beroperasi dengan baik dimana saat kondisi yang telah ditentukan. Kedua peralatan penyimpanan energi mampu melakukan pembagian daya dengan menjaga SOC baterai dan superkapasitor tidak melebihi batas pengoperasian yang ditentukan. Kondisi ini membuat kendaraan listrik mampu dioperasikan dalam jangka waktu yang cukup lama. Kata kunci: Pembagian Daya. Fuzzy Logic Controller. UDDS Diterima Redaksi : 22-05-2025 | Selesai Revisi : 28-06-2025 | Diterbitkan Online : 30-06-2025 Pendahuluan Di Indonesia sendiri, pada tahun 2024 penggunaan kendaraan listrik sudah mencapai 133. 225 Unit . Perkembangan teknologi dan sistem kendaaraan saat ini sudah mulai mengarah kepada pengaplikasian Berdasarkan data diatas, upaya pengembangan dan kendaraan yang ramah lingkungan yang bisa penelitian mengenai kendaraan yang ramah lingkungan mengurangi emisi karbon dibandingkan dengan terus dilakukan sampai saat ini. Kendaraan listrik yang memanfaatkan motor listrik sebagai sumber menggunakan bahan bakar dengan sistem pembakaran. Jenis motor listrik yang digunakan adalah Permanent Magnet Singkronus Motor (PMSG). Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 63 Ae 68 Brussless Direct Current Motor (BLDC). Pemilihan 2. Metode Penelitian jenis motor ini biasanya untuk menyesuaikan daya Pada sistem hybrid baterai dan superkapasitor ini, masukan dari kendaraan listrik dimana kendaraan dibutuhkan beberapa komponen dan mekanisme sistem listrik menggunakan sumber Direct Current (DC) yang mendukung pengoperasian kendaraan listrik sehingga motor yang digunakan motor DC. Penggunaan motor AC jarang digunakan karena untuk mengurangi penambahan komponen seperti inverter 2. Konfigurasi Sistem yang akan menambah peralatan dalam kendaraan listrik. Sistem hybrid baterai dan superkapasitor merupakan bagian dari pembagian daya yaitu sistem yang Permasalahan dalam penggunaan kendaraan listrik adalah saat beroperasinya kendaraan, terjadinya mengoperasikan mesin listrik. pada penelitian ini peningkatan arus yang membuat daya baterai banyak terserap dan mengurangi kapasitas baterai . terdapat topologi pembagian daya yang sering Upaya yang bisa dilakukan adalah mengkombinasikan digunakan seperti topologi pasif topologi aktif dan semi aktif . Dalam desain penelitian ini topologi aktif baterai dengan sumber energi yang lain yang bisa digunakan karena mampu mengatur pembagian daya menunjang penggunaan baterai. Penambahan lebih dari antara dua sumber tenaga ini. desain konverter yang satu sumber energi ini disebut dengan hybrid sumber digunakan merupakan tipe dc-dc converter yang akan Upaya ini merupakan salah satu sistem untuk menjaga manajemen energi pada kendaraan listrik bisa terhubung pada sebuah dc Bus. Adapun sistem yang diusulkan seperti pada gambar berikut. dilaksanakan secara optimal. Sumber energi tambahan yang bisa digunakan adalah dikembangkan belakangan ini . dimana superkapasitor dan baterai memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Superkapasitor memiliki kerapatan energi yang besar sedangkan kerapatan daya yang kecil. Sedangkan baterai memiliki kerapatan energi yang kecil sedangkan memiliki kerapatan daya yang besar . Gambar 1. Topologi full active pada sistem hybrid baterai dan Penelitian yang akan dilakukan adalah memamfaatkan sistem hybrid baterai dan superkapasitor untuk menjaga Motor yang digunakan adalah motor BLDC dengan motor tidak dibebankan keseluruhannya pada baterai. daya 5 kW. Motor BLDC termasuk salah satu jenis Sehingga baterai bisa dimanfaatkan dalam jangka DC, waktu yang cukup lama untuk pengoperasikan menggunakan sumber DC sebagai energi utama dan kendaraan listrik. Penelitian ini akan difokuskan pada harus diubah menjadi AC tiga fasa menggunakan saat pengoperasian kendaraan saat siklus berkendara inverter 3 fasa. Hal ini bertujuan untuk menciptakan Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS) dan medan magnet pada bagian stator agar dapat menarik bagaimana efek penggunaan superkapasitor dalam rotor hingga berputar. Motor BLDC ini memiliki siklus berkendara UDDS dibandingkan dengan tanpa keuntungan dari segi biaya perawatan yang lebih mengunakan superkapasitor. rendah, dikarenakan tidak memiliki sikat dan efisiensi Akan dilakukan analisa mengenai penambahan dan torsi awal motor BLDC lebih tinggi karena bagian superkapasitor efektif untuk menjaga SOC baterai rotor terbuat dari magnet permanen. Meski demikian, dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih sistem pengendalian motor BLDC jauh lebih rumit lama. Sistem yang digunakan ini merupakan bagian karena kecepatan dan torsi yang konstan karena tidak dari upaya Energy Manjemen System (EMS) dimana . adanya sikat yang mendorong proses komutasi. membagi EMS menjadi dua kategori, yaitu EMS Untuk daya mekanik maksimum pada kecepatan berbasis aturan . dan EMS berbasis optimisasi. tertentu, arus (I) dan tegangan input C berada dalam Sistem kontrol yang akan digunakan adalah satu fase. Ini juga memberikan torsi/ampere maksimum menggunakan Fuzzy Logic Controller (FLC). inimum current/N. Motor brushless DC memiliki Pemilihan sistem kontrol ini dilakukan untuk umpan balik posisi dari rotor melalui perangkat hall, merepresentasikan sistem yang kompleks / abu-abu perangkat optik, encoder dan lain-lain. Untuk menjaga menjadi sistem yang pasti untuk keluaran kontrol pada sudut tertentu antara tegangan yang dibutuhkan (V) dan sistem hybrid baterai dan superkapasitor. Sistem E, karena E berada sefase dengan posisi rotor, dan V berbasis ini aturan lebih disukai produsen kendaraan ditentukan oleh suplai inverter ke motor. Diasumsikan listrik karena lebih sederhana dan lebih efektif bahwa OL << R, ketika I berada sefase dengan E. V dibandingkan dengan sistem berbasis optimisasi. juga akan sefase dengan E. Dengan demikian rangkaian dapat dianalisis dengan menggunakan besaran E. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 63 Ae 68 dan I seolah-olah merupakan rangkaian DC. Saat nilai dikontrol. Proses alur logika fuzzy dapat dilihat pada E dan I sefase, daya keluaran elektromagnetiknya yaitu gambar 2. = = || Pm merupakan daya elektromagnetik. I merupakan arus dan O nilai kecepatan sudut, dan m adalah jumlah fasa. m merupakan nilai flux dari kumparan stator yang disebabkan oleh magnet permanen. Nilai | E |, | I |, | m | masing-masing adalah amplitudo . dari fasor m. Sementara persamaan . Or = 2O / p adalah kecepatan putar rotor . dan p merupakan jumlah pole. |||| | ||| = Oe Gambar 2. Proses Alur Logika Fuzzy Logic Controller Fuzzifikasi merupakan proses awal dari logika fuzzy, pada tahap ini, dilakukan pemetaan nilai tegas / nilai crisp dalam himpunan fuzzy. Proses ini menghasilkan fungsi keanggotaan yang berisi himpunan-himpunan pasti yang telah ditentukan derajat kefuzziannya. Fungsi keanggotaan . embership functio. memiliki 2 sumbu horizontal dan vertikal yang menyatakan derajat kefuzzian dengan nilai minimal nol dan maksimal 1. Tload adalah torsi beban. Tem merupakan torsi elektromagnetik serta Tloss merupakan torsi akibat Proses selanjutnya akan dilaksanakan proses rule Dimana pada tahap ini dilakukan evaluasi, gesekan, kumparan, dan rugi besi. pengecekan, pengambilan keputusan, knowledge base Baterai yang digunakan pada simulasi yang akan dan rule base yang akan diterapkan untuk dilakukan adalah baterai li-ion 72 V kapasitas niminal menyesuaikan kondisi nilai pada himpunan-himpunan 20 Ah dengan detail data spesifikasi terdapat pada tabel fuzzy. Banyaknya rule yang ditetapkan tergantung 1 beserta dengan nilai komponen lain yang dibutuhkan banyaknya nilai himpunan fuzzy yang tidak bernilai nol untuk simulasi. di dalamnya. Jika ada nilai yang bernilai nol, maka Tabel 1. Tabel Parameter Simulasi Hybrid Baterai dan Superkapasitor akan membuat antecedent pada himpunan tersebut atau tidak digunakan. Aturan, rule base, atau knowledge Parameter Nilai base memuat sejumlah fungsi yang memetakan Daya Motor BLDC 5 kW sejumlah antecedent dengan konsekuensinya dengan Tegangan Baterai bentuk if-then, bila . antecedent bernilai x maka . Kapasitas Baterai consequent bernilai y. Kapasitas Superkapasitor 250 F Tegangan Superkapasitor Cbat. Csc, dan Cbus DC Lbat dan Lsc 16,2 V Tahapan akhir yang dilaksanakan dalam sistem fuzzy ini adalah defuzzyfication. Pada sistem ini, pemetaan 182,21 AA, 182,21 AA, 97,29 mF nilai fuzzy dipetakan ke dalam nilai crisp. Nilai crisp 11,52 mH inilah yang akan menjadi output dan digunakan dalam implementasi dan analisis nanti. Terdapat beberapa Fuzzy Logic Controller metode yang digunakan untuk mengubah nilai fuzzy Fuzzy Logic Controller (FLC) merupakan cara yang menjadi nilai crisp. Metode tersebut adalah centre-oftepat untuk memetakan input kedalam sistem untuk grafity, centre-of-average, first-of-max dan lain Pada menghasilkan output . Fuzzy bisa diartikan samar sebagainya. atau abu-abu sehingga logia fuzzy berarti logika samar. defuzzification memiliki kelebihan dan kekurangannya Sistem FLC banyak disukai karena sistem dapat masing-masing, serta kebutuhan implementasinya itu bernilai benar atau salah dalam waktu bersamaan berbeda-beda. sehingga tinggat benar atau salah dapat ditentukan Dalam sistem yang diusulkan ini. Fuzzy bertugas untuk berdasarkan bobot keangotaan yang dimilikinya. menjaga SOC baterai dan supercapasitor tetap ada Logika fuzzy mempunyai derajat keanggotaan antara 0 kondisi yang diinginkan saat kondisi charging dan Berbeda dengan logika digital yang hanya discharging. Sistem fuzzy yang dirancang menggunakan memiliki dua keanggotaan yaitu 0 dan 1 saja pada satu tipe cascade fuzzy dimana terdapat 3 buah rules yang Kelebihan logika fuzzy adalah adanya menentukan output sinyal untuk switching pada kemampuan penalaran secara bahasa. Sehingga dalam bidirectional dc-dc Converter. Rules yang digunakan persamaan seperti pada . dengan skema seperti pada gambar 3. matematis yang kompleks dari objek yang akan Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 63 Ae 68 Gambar 3. Detail Sistem kontrol yang diusulkan Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS). Gambar 6. Parameter kebutuhan daya yang akan dilaksanakan Pada Penelitian ini, pengujian dilakukan dengan 3. Hasil dan Pembahasan mendapatkan data daya beban dari siklus berkendara Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS). Kondisi saat SOC baterai dan Superkapasitor 85% Dimana siklus ini merupakan siklus berkendara yang Pada kondisi ini soc baterai dan superkapasitor dalam dibuat oleh badan lingkungan Amerika Serikat dengan kondisi 85% hal ini membuat kedua sumber energi keperluan simulasi pengujian kendaraan jenis FTP tersebut harus mampu memenuhi permintaan daya yang (Federal Test Procedur. -72 . Waktu tempuh diberikan sesuai dengan pengaturan pembagian daya siklus berkendara ini selama 1369 detik dengan jarak yang telah dibuat pada sistem fuzzy. Pada sistem yang 11,99 km. Kecepatan maksimum sebesar 91,25 km/j telah dibuat permintaan daya dibagi sesuai dengan rules dengan kecepatan rata-rata 31,5 km/j. yang telah dibuat pada pada baterai akan memenuhi Pada simulasi yang dilakukan, tidak menggunakan permintaan daya pada batas yang telah ditentukan secara keseluruhan waktu siklus berkendara UDDS. apabila melebihi batas operasi baterai, permintaan daya Akan diambil sampel siklus berkendara UDDS dengan akan dipenuhi oleh superkapasitor. lama waktu simulasi selama 60 detik dengan mengabaikan kondisi pengereman regeneratif. Kondisi pengereman regeneratif diasumsikan dengan nilai nol. Gambar 7. Pembagian daya antara baterai dan Superkapasitor saat Gambar 4. Grafik Siklus Berkendara UDDS Pada sistem manajemen energi yang telah dirancang baterai beroperasi sampai pada 3500Watt dan ketika permintaan daya melebihi 3500Watt akan dipenuhi oleh super kapasitor di mana pada gambar 7 menunjukkan pada detik 19,3, 20 22 dan 27 terjadi permintaan daya diluar batas operasi baterai. Superkapasitor akan berhenti beroperasi ketika permintaan daya kembali pada batas operasi Gambar 5. Kebutuhan daya UDDS baterai kondisi ini akan terus berlanjut sampai SOC baterai maupun superkapasitor berada pada batas Data parameter UDDS yang diambil dari rentang 0-60 minimum yang diizinkan. detik dengan menyesuaikan batas daya maksimum sebesar 5000 W. simulasi akan dilakukan dalam dua kondisi SOC yang berbeda. Kondisi pertama ketika SOC baterai dan superkapasitor sama-sama 85%. Kondisi kedua ketika SOC baterai 20% dan SOC Superkapasitor 85%. Gambar 8. SOC pada Baterai dan Superkapasitor Saat Percobaan 1 Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 63 Ae 68 Setelah dilakukan simulasi siklus berkendara UDDS sampai habis hal ini dikarenakan kapasitas SOC baterai selama 60 detik, baterai mengalami penurunan SOC dan superkapasitor telah diatur berdasarkan batas sebesar 0,7% dari kondisi awal yaitu dari 85% menjadi operasi yang telah ditentukan sehingga penggunaan 84,2%. Superkapasitor Mengalami penurunan SOC baterai akan lebih awet dan bisa digunakan dalam sebesar 2,1% dari kondisi awal menjadi 82,9%. waktu yang lebih lama. menunjukkan bahwa super kapasitor mengalami Selama pelaksanaan simulasi, baterai dijaga dalam pengurangan social besar dibanding baterai Hal ini kondisi tetap beroperasi dan tidak sepenuhnya disuplai dikarenakan super kapasitor memenuhi permintaan oleh superkapasitor. Akan tetapi, baterai tidak daya yang besar membuat kondisi SOC superkapasitor beroperasi secara maksimal ketika SOC nya <20%. akan menerus secara aktif. pengujian yang telah Sehingga dalam kondisi nyata, saat kapasitas baterai dilakukan menunjukkan bahwa desain manajemen sudah 20%, kendaraan tidak langsung berhenti namun energi berbasis fuzzy pada sistem hybrid baterai dan tidak dibebankan maksimum seperti ketika SOC superkapasitor membuat baterai tidak dibebani secara baterai >20%. Kondisi ini dapat dilihat pada gambar 10. maksimum selama kendaraan beroperasi. kondisi ini membuat waktu penggunaan baterai akan lebih lama dibandingkan dengan hanya menggunakan satu sumber daya saja sehingga dapat menjaga kondisi baterai dalam waktu yang lebih lama dan bisa memperpanjang durasi kendaraan dalam beroperasi. Kondisi saat SOC baterai 20% dan Superkapasitor Pada pengujian berikutnya siklus berkendara odds dilakukan dengan kondisi SOC baterai 20% sedangkan SOC superkapasitor 85%. kondisi ini merupakan kondisi ketika baterai memiliki SOC yang sudah berada pada batas minimum operasi. Pembagian permintaan daya untuk pengoperasian kendaraan listrik yang disuplai oleh kedua sumber energi ini adalah seperti pada gambar 9. Gambar 10. Kondisi SOC akhir baterai dan supekapasitor Gambar 10 memperlihatkan kondisi SOC baterai dan Superkapasitor setelah dilakukan simulasi siklus berkendara UDDS selama 60 detik. Dari hasil simulasi dapat diketahui bahwa SOC baterai menurun sebesar 0,22% dari kondisi awal dan superkapasitor mengalami sebesar 17% dari kondisi awal. Gambar 9. Pembagian daya saat baterai 20% dan Superkapasitor 85% penurunan Superkapasitor mengalami penurunan SOC lebih besar Gambar 9 memperlihatkan pembagian suplai daya karena lebih aktif beroperasi karena SOC baterai berada untuk memenuhi permintaan daya siklus berkendara pada kondisi minimum batas operasi. Berdasarkan UDDS di mana setelah dilakukan simulasi, terlihat pengujian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa bahwa superkapasitor lebih aktif beroperasi untuk sistem hybrid baterai dan superkapasitor menggunakan memenuhi permintaan daya. situasi ini terjadi karena kontrol fuzzy untuk mengatur pembagian daya sesuai SOC superkapasitor masih dalam kondisi besar yaitu permintaan beban mampu beroperasi dengan baik. Kondisi ini membuat baterai tidak mendapatkan beban secara maksimum selama kendaraan beroperasi. Hal ini Pada kondisi seperti ini kita bisa melihat bahwa peran akan mampu memperpanjang usia penggunaan baterai sistem pembagian daya berbasis fuzzy mampu mengatur pada kendaraan listrik. pembagian daya yang harus dipenuhi oleh baterai dan superkapasitor sesuai dengan batasan kondisi SOC 4. Kesimpulan masing-masing sistem penyimpanan energi. Dengan adanya manajemen energi yang telah dibuat membuat Sistem pembagian daya pada hybrid baterai dan baterai maupun super kapasitor tidak akan superkapasitor berbasis Fuzzy Logic Controller yang mendapatkan beban maksimum maupun discharge diusulkan mampu beroperasi dengan baik sebagai Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS) Yudi Andika1. Aulia Rahma Annisa2. Aminatus SaAodiyah3. Hendro Agus Widodo4 Journal of Applied Smart Electrical Network and System (JASENS ) Vol . 6 No. 63 Ae 68 kontrol pengaturan pada kendaraan listrik. Sistem . Yu. State-of-Health Monitoring and Prediction of Lithium-Ion Battery Using Probabilistic Indication and Statediaplikasikan pada siklus berkendara UDDS. Terdapat Space Model. Ie Transactions on Instrumentation and 2 kondisi pengujian yaitu ketika kondisi saat SOC Measurement, 64. , 2937Ae2949. https://doi. org/10. baterai dan superkapasitor 85% serta pada kondisi saat TIM. Lawder. Suthar. Northrop. De. Hoff. SOC baterai 20% dan superkapasitor 85%. Leitermann. Crow. Santhanagopalan. , & Subramanian. Battery energy storage system Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, pada saat (BESS) and battery management system (BMS) for grid-scale Proceedings of the Ie, 102. , 1014Ae1030. SOC baterai dan superkapasitor 85%, kontrol fuzzy https://doi. org/10. 1109/JPROC. mampu beroperasi dengan baik dimana saat permintaan . Jamahori. , & Rahman. Hybrid energy storage daya melebihi 3500Watt suplai kebutuhan daya akan system for life cycle improvement. 2017 Ie Conference on diakomodir oleh suplai oleh superkapasitor sedangkan Energy Conversion. CENCON 2017, 2018-Janua, 196Ae200. https://doi. org/10. 1109/CENCON. saat dibawah 3500Watt akan diakomodir oleh baterai. Hal ini membuat baterai bisa digunakan lebih lama . Zhuge. Development of an Efficient Hybrid Energy Storage System (HESS) for Electric and Hybrid Electric dimana setelah pengujian dilakukan SOC baterai hanya Vehicles. berkurang sebesar 0,7 % dari SOC awalnya. Pengujian . Tremblay. Ie. Dessaint. Ie. , & Dekkiche. A Generic Battery Model for the Dynamic Simulation of berikutnya telah dilakukan dengan kondisi saat SOC Hybrid Electric Vehicles. V, 284Ae289. baterai 20% dan Superkapasitor 85%. Setelah . Andika. Lystianingrum. , & Pamuji. Energy dilakukan pengujian, diperoleh bahwa saat SOC baterai Management System Using Cascade Fuzzy for Hybrid Battery 20%. Superkapasitor lebih aktif beroperasi sampai and Superkapasitor in Electric Vehicles. 2021 International Conference on Green Energy. Computing and Sustainable SOCnya sampai pada kondisi batas minimum operasi. Technology. GECOST 2021. https://doi. org/10. 1109/GECOST Saat SOC nya dibawah 20%, baterai tidak langsung berhenti beroperasi, akan tetapi kemampuan untuk . Lystianingrum. Agelidis. , & Hredzak. State memenuhi permintaan dayanya akan menurun sampai of health and life estimation methods for superkapasitors. Australasian Universities Power Engineering Conference, kapasitas baterai tersebut habis. Kondisi ini AUPEC 2013. October, 1Ae7. https://doi. org/10. 1109/aupec. menunjukkan bahwa sistem manajemen energi untuk pembagian daya pada hybrid baterai dan superkapasitor . Tie. , & Tan. A review of energy sources and berbasis fuzzy logic controller mampu beroperasi energy management system in electric vehicles. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 82Ae102. dengan baik. https://doi. org/10. 1016/j. Zhang. , & Li. Experimental study on a semi-active Daftar Rujukan battery-superkapasitor hybrid energy storage system for electric vehicle application. Ie Transactions on Power Electronics, . Chandra. Erlangga . Populasi Kendaraan Listrik Tembus 35. , 1014Ae1021. Ribu Indonesia. CNN Indonesia. https:// 20240924191025-603- . Prabowo P. Rahmadya T. Ay Penerapan Soft Computing dengan Matlab. Rekayasa Sain Press. 1147893/populasi-kendaraan-listrik-tembus-133-ribu-di. Urban Dynamometer Driving Schedule (UDDS) Tersedia pada: https://w. gov/vehicle-and-fuel-emissions-testing /dynamometer- drive-schedules. Journal of Applied Smart Electrical Network and Systems (JASENS)