Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAGI GURU SMA MELALUI PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERBASIS LESSON STUDY Mustamin Anggo1*. La Misu1. Kadir1. Mustika Kurniasari2 1Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UHO, 2Jurusan PGSD FKIP UHO Kambu. Kec. Kambu. Kota Kendari. Sulawesi Tenggara 93561 Korespondensi: mustaminanggo@uho. Artikel history : Received Revised Published : 04 Desember 2024 : 26 Maret 2025 : 30 Juni 2025 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Bagi siswa, pembelajaran berkualitas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan penguasaan IPTEK. Bagi guru, pembelajaran berkualitas diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan peningkatan karier. Tulisan ini dibuat untuk mendorong usaha perbaikan kualitas pembelajaran melalui Lesson Study. Pilihan terhadap Lesson Study didasari oleh kesadaran bahwa perbaikan pembelajaran hanya mungkin mencapai hasil optimal bila dilakukan secara bersama berkolaborasi dalam suatu tim untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Kegiatan ini dilaksanakan secara Bersama antara guru, dosen, dan mahasiswa. Hasilnya adalah pembelajaran dapat berjalan dengan sangat baik yang ditunjukan tingginya partisipasi siswa serta meningkatnya kemampuan siswa menyelesaikan masalah yang diberikan guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pelaksanaan Lesson Study menjadikan guru dapat terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dialaminya serta dapat saling mendukung antar sesama guru untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas. Kata Kunci: kualitas pembelajaran, lesson study PENDAHULUAN Dalam rangka memenuhi kebutuhan peserta didik pada abad 21 yang semakin tinggi dan kompleks, semua pihak yang terkait dengan dunia pendidikan perlu melakukan kerjasama dan kolaborasi yang efektif. Kolaborasi antara dosen LPTK selaku pendidik calon guru masa depan dan guru sebagai pelaksana pendidikan di sekolah harus dapat terlaksana demi menciptakan pendidikan yang lebih efektif untuk para siswa. Yusuf L. Henuk dalam tulisannya di Kompasiana tanggal 17 Juni 2015 menyatakan pentingnya kerjasama: AuJika Anda tidak bisa menjalin kerjasama. Anda tidak akan dapat bekerja (If you cannot network, you cannot wor. Ay . Untuk itu, agar lulusan dari LPTK dapat menjadi guru yang profesional nantinya. LPTK harus mampu menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan sekolah di mana para lulusan akan mengabdikan ilmunya. Kerjasama antara LPTK dan sekolah akan sangat menguntungkan kedua belah Para dosen dari LPTK akan mendapatkan keuntungan dengan melihat dan mengalami langsung apa yang telah terjadi dan yang sedang terjadi dunia pendidikan tingkat sekolah. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Dosen akan lebih memahami apa yang dibutuhkan para lulusan untuk bisa menjadi guru yang profesional dan memikirkan materi yang harus diberikan kepada mahasiswa ketika Aneh rasanya, kalau dosen yang akan membimbing mahasiswa untuk menjadi guru di sekolah tapi tidak atau kurang memahami dan mengalami apa yang terjadi di sekolah sehingga tidak aneh kalau terjadi semacam miskomunikasi dan miskonsepsi ketika mahasiswa sudah harus ke sekolah untuk menjalani program pengalaman lapangan . Di lain pihak, diyakini guru akan mendapatkan keuntungan jika berkolaborasi dengan Guru akan dapat meningkatkan kompetensi terutama kompetensi profesional dan pedagogik yang sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Kolaborasi dosen dan guru akan dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih bermakna dalam meningkatkan Higher Order Thinking Skill (HOTS) dan keterampilan 4Cs siswa . Oleh sebab itu, program Kemitraan Dosen LPTK dengan Guru di Sekolah yang digagas Direktorat Sumber Daya. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Riset, dan Teknologi sangat penting artinya untuk peningkatan mutu pendidikan di sekolah dan di perguruan tinggi. Salah satu bentuk kerjasama antara LPTK dan sekolah adalah pelaksanaan Lesson Study, sebagai salah satu alternatif guna mengatasi masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Lesson study terdiri dari 3 . tahapan, yaitu perencanaan . , pelaksanaan . , dan observasi . (Mitasari et al . Sairo . Wulandari et al. Melalui Lesson study, guru dapat secara kolaboratif berupaya menterjemahkan tujuan dan standar pendidikan ke alam nyata di kelas. Kolaborasi yang dilakukan bertujuan untuk merancang pembelajaran sedemikian rupa sehingga siswa dapat mencapai kompetensi dasar yang diharapkan akan mereka kuasai. Dalam kolaborasi ini, guru-guru yang tergabung dalam kelompok lesson study berupaya merancang suatu skenario pembelajaran yang memperhatikan kompetensi dasar, pengembangan kebiasaan berpikir ilmiah, dan strategi pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dapat memperoleh pengetahuan tertentu yang terkait dengan materi yang dibelajarkan (. & . Guru-guru dalam kelompok lesson study juga harus membuat perangkat-perangkat lain yang diperlukan dalam pembelajaran seperti LKS, panduan guru . eaching guid. , media pembelajaran, instrumen evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di kota Kendari . , bahwa umumnya guruguru SMP dan SMA se kota Kendari belum semuanya menggunakan pendekatan Lesson Study dalam proses pembelajaran. Setelah diberikan pelatihan tentang pendekatan Lesson Study khususnya guru-guru SMPN 11 Kendari dan SMAN 7 Kendari, semua peserta mendapat tanggapan positif dan antusias untuk mempraktekan lesson study di kelas. Demikin pula, pada tahun 2023, melalui program kemitraan Dosen LPTK dengan Guru di Sekolah, telah melakukan pendampingan guru-guru membuka kelas dengan pendekatan Lesson Study di SMP Negeri 6 Kendari. Hasilnya, semua guru-guru mendapatkan pengetahuan tentang Lesson Study dan mampu melaksanakan Lesson Study sebanyak tiga siklus dengan baik (La Misu, et. , . Oleh karena itu, sangat perlu pendekatan Lesson Study ini diperluas lagi ke sekolah lain di luar kota Kendari, khususnya Kabupaten Konawe Selatan. Karena dari hasil wawancara beberapa guru SMP maupun SMA di Sulawesi Tenggara bahwa umumnya guru-guru belum mengenal pendekatan Lesson Study, dan belum pernah dilakukan pendampingan guru guru untuk melaksanakan Lesson Study. Secara rinci kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN mencakup 4 kegiatan utama yakni: . pelatihan guru meliputi: pelatihan pengembangan Lesson Study dalam proses pembelajaran, dan pelatihan penulisan karya ilmiah, . pelaksanaan Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index pendampingan pembelajaran berbasis Lesson Study yang didampingi oleh mahasiswa KKN, . pelatihan pembelajaran kelas rangkap untuk mengatasi masalah kekurangan guru, dan . Kegiatan peningkatan wawasan dan kemampuan masyarakat dalam membangun daerahnya dengan tetap menjaga keberlanjutan potensi sumberdaya lingkungan, oleh mahasiswa peserta KKN. Mahasiswa yang berpartisipasi pada kegiatan ini adalah mahasiswa pada semester akhir yang sudah menyelesaikan beban perkuliahan teoritisnya, sehingga dianggap telah memiliki pengetahuan dan wawasan yang cukup untuk mendampingi masyarakat dalam memecahkan masalah, dan mendorong masyarakat untuk mendukung terselenggaranya pendidikan yang baik bagi putra-putrinya. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan manfaat yang besar khususnya berkaitan dengan penerapan IPTEK yang dimiliki dalam usaha pemecahan masalah nyata yang dialami masyarakat, guru, siswa, dan sekolah. Untuk mendukung terselenggaranya proses tersebut secara optimal, maka mahasiswa sebelum turun ke lapangan, terlebih dahulu akan mendapat pembekalan di kampus, dan pada lokasi KKN akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan (DPL). Berdasarkan latar belakang di atas, maka perlu dilakukan upaya pemberdayaan kepada guru, siswa, dan masyarakat agar menjadi bijak dan kreatif menggunakan Lesson Study dalam kegiatan pembelajaran supaya berkualitas. Bagi siswa, pembelajaran berkualitas diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan penguasaan IPTEK. Bagi guru, peningkatan kualitas pembelajaran diperlukan untuk meningkatkan profesionalisme dalam melaksanakan tugas dan peningkatan karier. Bagi masyarakat, pembelajaran berkualitas diperlukan untuk menggugah kesadaran dan kepedulian dalam mengelola potensi lingkungan sekitar secara bijaksana agar dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup secara berkelanjutan. METODE KEGIATAN Persiapan dan Rekruitmen Peserta Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN tematik diawali dengan penyiapan tema kegiatan, pemilihan lokasi kegiatan, dilanjutkan dengan rekruitmen mahasiswa peserta KKN. Mahasiswa yang diterima sebagai peserta diprioritaskan mahasiswa FKIP jurusan Pendidikan Matematika. Pemilihan mahasiswa ini disesuaikan dengan fokus kegiatan yakni memperbaiki proses pembelajaran matematika di Sekolah Menengah dengan pendekatan Lesson Study. Mahasiswa peserta KKN berjumlah 15 orang dengan memperhatikan keberimbangan jumlah mahasiswa dari jurusan Pendidikan Matematika. Keadan ini sangat positif karena memungkinkan untuk melakukan kegiatan bidang pendidikan secara lebih terfokus melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Pembekalan Mahasiswa Mahasiswa peserta KKN selanjutnya diberi pembekalan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas di lokasi KKN. Materi pembekalan yang diberikan terdiri atas: . wawasan tentang Lesson Study, . penerapan Lesson Study dalam proses pembelajaran di kelas untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran, . penyiapan perangkat pembelajaran terdiri atas RPP. LKS, bahan ajar, evaluasi, dan . Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index wawasan penulisan karya ilmiah. Semua materi pembekalan ini akan langsung diterapkan pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN Pembekalan diberikan oleh dosen pembimbing dengan mengintegrasikan aspek teori dan praktek dalam pembelajaran di sekolah dan di masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan KKN dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2024. Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan di lokasi pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN tematik terdiri atas: Diskusi terpusat (Focused group discussio. antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan guru tentang berbagai masalah pembelajaran yang dialami, serta perbaikan kualitas pembelajaran mlalui pendekatan Lesson Study. Identifikasi model-model pembelajaran yang berbasis Lesson Study untuk mendukung peningkatan pembelajaran. Pelatihan pengembangan Lesson Study. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh guru. Mahasiswa peserta KKN berperan membantu guru mengembangkan Lesson Study dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Pelatihan pembelajaran kelas rangkap. Dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh guru. Selain kegiatan yang dilakukan di sekolah, kegiatan juga dilaksanakan di luar sekolah dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan di luar sekolah mencakup pelatihan, penyuluhan, dan diskusi dengan masayarakat untuk mendukung pelestarian dan pengelolaan lingkungan sekitar bagi kepentingan perbaikan kehidupan Program pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN tematik ini diharapkan dapat diperluas cakupannya pada semua wilayah pedesaan di provinsi Sulawesi Tenggara. Hasil yang diharapkan diantaranya adalah guru memiliki kemampuan yang memadai dalam mengelola pembelajaran, serta siswa dan masyarakat dapat memperoleh pendidikan berkualitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Pengabdian Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Konawe Selatan yang berlokasi di Desa Landipo Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan. Dengan demikian, cakupan kegiatan adalah pada kegiatan pembelajaran di sekolah tersebut serta pada masyarakat Desa Landipo. Pemilihan lokasi ini berdasarkan atas kesepakatan kerjasama antara FKIP Universitas Halu Oleo dengan SMAN 5 Konawe Selatan sebagai sekolah mitra. Peserta kegiatan adalah guru SMA dan mahasiswa peserta KKN serta didukung oleh masyarakat sebagai mitra pengembangan Mahasiswa peserta KKN Tematik dipilih oleh dosen pembimbing dari mahasiswa semester akhir dengan syarat telah menyelesaikan minimal 110 SKS. Hasilnya adalah terpilih 15 orang mahasiswa program studi pendidikan Matematika. Selanjutnya Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index mahasiswa mengikuti pembelakan yang dilaksanakan pada tanggal 24 Ae 25 Juli 2024 oleh dosen pembimbing untuk menyiapkan mahasiswa terkait wawasan pelaksanaan Lesson Study. Pada kegiatan ini mahasiswa dilatih melakukan kegiatan perencanaan . , pelaksanaan . , dan refleksi . Wawasan ini berguna bagi mahasiswa dalam pendampingan guru. Focussed Group Discussion (FGD) Kegiatan ini dilaksanakan secara terstruktur dan tidak terstruktur. FGD terstruktur dilakukan dalam bentuk pertemuan secara formal antara tim pengabdian masyarakat dengan kepala sekolah, guru, dan mahasiswa peserta KKN. FGD tidak terstruktur dilakukan dalam bentuk dialog secara tidak formal dalam interaksi sehari-hari selama minggu pertama pelaksanaan KKN. Hasilnya adalah diperoleh beberapa informasi menyangkut beberapa kesulitan yang dialami guru ketika mengalami kendala pembelajaran, serta adanya masalah kekurangan guru dibandingkan dengan banyaknya rombel yang mesti dilayani. Sebagai solusi dari masalah tersebut, tim pengabdian masyarakat dan guru sepakat untuk melaksanakan dua kegiatan yakni: Melaksanakan Lesson Study, untuk memperbaiki kualitas pembelajaran serta mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi. Kegiatan ini merupakan kegiatan inti yang pelaksanaannya berlangsung selama 3 minggu belajar Melaksanakan pelatihan Pembelajaran Kelas Rangkap, untuk mengatasi masalah kekurangan guru. Kegiatan ini merupakan kegiatan pendukung bagi terselenggaranya Lesson Study sebagaimana telah direncanakan. Pada kegiatan FGD juga dilakukan identifikasi model pembelajaran yang sesuai untuk digunakan dalam Lesson Study. Hasil identifikasi disepakati untuk menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis pembelajaran kelompok. Disamping itu juga digunakan media pembelajaran yang bersifat audio, visual, dan audio Pilihan ini diambil berdasarkan kesesuaian perbaikan masalah yang dilakukan serta kesesuaian dengan materi pelajaran yang sedang berjalan. Keputusan lain yang juga diambil adalah guru akan dibentuk dalam 3 kelompok Lesson Study yakni kelompok MIPA, kelompok IPS, dan kelompok Bahasa. Pembentukan kelompok ini berdasarkan pertimbangan kemudahan koordinasi, kedekatan bidang ilmu, serta efisiensi pelaksanaannya. Pelaksanaan Lesson Study Kegiatan ini dimulai dengan pelatihan Lesson Study yang diikuti oleh guru SMAN 5 Konawe Selatan yang diikuti sebanyak 31 orang guru yang mencakup semua mata pelajaran. Berdasarkan hasil FGD, diketahui bahwa semua guru belum punya pengetahuan atau pengalaman terkait Lesson Study. Oleh karena itu pelatihan ini difokuskan pada membangun wawasan dan keterampilan guru dalam mengembangkan Lesson Study. Materi pelatihan mencakup: . membangun dasar berpikir sebagai pemicu dilaksanakan lesson study, . mengembangkan rencana kegiatan, . mempersiapkan pelaksanaan, dan . mempersiapkan refleksi. Selanjutnya hasil pelatihan tersebut di atas memasuki tahapan implementasi. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pada implementasi Lesson Study, tim bekerja bersama melakukan diskusi melalui pertemuan dalam kelompok masing-masing. Produk yang dihasilkan adalah sebagai berikut: Dasar pemikiran dilaksanakannya Lesson Study. Berdasarkan hasil analisis terhadap masalah pembelajaran yang dialami pada masa lalu, maka diketahui bahwa berbagai masalah khususnya terkait hasil belajar siswa yang tidak maksimal perlu diatasi secara bersama dalam suatu kegiatan yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara bersama agar diperoleh cara penanganan yang tepat dan hasil belajar yang baik. Pilihan yang dapat diambil untuk maksud tersebut adalah Lesson Study. Perencanaan . mencakup semua hal yang mesti dipersiapkan baik berupa perangkat pembelajaran maupun pembagian tugas bagi setiap orang yang terlibat serta instrumen bantu yang mesti dibutuhkan. Pada bagian ini juga ditetapkan materi pelajaran yang akan disampaikan, guru yang berperan sebagai guru model, fasilitator, dan observer. Hasilnya adalah tersedia satu set perangkat pembelajaran untuk mata pelajaran dari masing-masing kelompok yakni: . Fisika pada pokok bahasan Listrik Arus Searah untuk kelompok MIPA, . Bahasa Inggris pada pokok bahasan Self Introcuction untuk kelompok bahasa, dan . Ekonomi pada pokok bahasan Pasar Modal untuk kelompok IPS. Selanjutnya telah disepakati guru yang berperan sebagai guru model, guru observer, dan fasilitator. Pelaksanaan . merupakan implementasi dari rencana yang telah dibuat. Pada kegiatan ini guru model melaksanakan kegiatan pembelajaran, sedangkan anggota tim lainnya berperan sebagai observer. Guru yang bertugas sebagai observer melakukan pengamatan aktifitas siswa selama pembelajaran dengan menggunakan lembar observasi. Setiap kegiatan yang berhasil diamati dicatat yang selanjutnya digunakan sebagai bahan dalam kegiatan refleksi . Pada pelaksanaan pembelajaran, guru telah melaksanakan tugas pembelajaran dengan baik, menggunakan perangkat pembelajaran yang telah disiapkan dengan baik, serta respon dan partisipasi siswa sangat aktif. Keadaan pelaksanaan pembelajaran yang baik tersebut terjadi pada ketiga kelas sesuai kelompok masing-masing. Refleksi . merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan Pada tahap ini guru observer memberikan saran-saran perbaikan berdasarkan hasil pengamatannya, dan guru model memberikan tanggapan terhadap saran yang diberikan. Diskusi yang terbangun sangat kondusif dan produktif dan membangun kesadaran semua peserta diskusi terkait masalah yang dihadapi serta cara yang tepat dalam mengatasinya. Semua guru yang terlibat menunjukan respon yang sangat baik terhadap pelaksanaan Lesson Study. Guru model yang terlibat pada ketiga kelompok . etiganya merupakan guru mud. menunjukan sikap senang dan berterimakasih atas masukan dari guru senior, demikian pula guru senior menunjukan kebanggan terhadap performa guru muda dalam mengelola pembelajaran dan sangat bersemangat dalam memberi masukan perbaikan. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil yang dicapai sebagaimana dikemukakan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Lesson Study merupakan alternatif solusi yang baik untuk dipilih dalam mengatasi masalah pembelajaran yang dialami guru atau sekelompok guru. Lesson Study dapat diterapkan dengan baik dan mendapat dukungan sangat baik dari semua guru yang terlibat. Pelaksanaan Lesson Study menjadikan guru dapat terlibat secara aktif dalam memecahkan masalah pembelajaran yang dialaminya serta dapat saling mendukung antar sesama guru untuk mencapai pembelajaran yang berkualitas. Saran Pelaksanaan Lesson Study sebaiknya terus dilanjutkan dan dijadikan sebagai program rutin dalam pengembangan profesionalisme guru. Dukungan dari pihak sekolah dan pemangku kebijakan pendidikan sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan kegiatan ini. Selain itu, perlu dilakukan dokumentasi dan diseminasi praktik baik hasil Lesson Study agar dapat dijadikan referensi oleh guru lain dalam meningkatkan kualitas Penguatan kolaborasi antar guru lintas mata pelajaran juga penting agar tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih reflektif dan inovatif. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Lesson Study, serta pihak sekolah yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada tim fasilitator dan rekan sejawat yang telah berperan penting dalam mendampingi dan memfasilitasi proses refleksi DAFTAR PUSTAKA