Jurnal Teknik Industri SISPROTEK UNIVAL Vol. No. 02 Juni . 5 ISSN: 2961-905X Homepage: https://ejurnal. unival-cilegon. id/index. php/sisprotek ANALISIS FAKTOR-FAKTOR NIAT BELI DAN PERANCANGAN STRATEGI BISNIS PADA LEMBAGA BIMBINGAN BELAJAR ANALYSIS OF PURCHASE INTENTION FACTORS AND BUSINESS STRATEGY DESIGN AT TUTORING INSTITUTIONS Febrian Krisnawati,2 Ardhianiswari Diah Ekawati Dosen Fakultas Teknik Industri Universitas Al-Khairiyah. Cilegon Dosen Fakultas Magister Teknik Industri Universitas Bina Nusantara. Jakarta Email: febriankrisnawati@unival-cilegon. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan calon siswa dalam memilih Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) di era Pendidikan 4. 0, serta merancang strategi bisnis berkelanjutan bagi LBB. Penelitian dilakukan di Kota Cilegon. Indonesia, dengan melibatkan 400 orang tua siswa dari tiga sekolah unggulan dan lima perwakilan manajemen dari berbagai LBB, menggunakan metode quota Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least SquareAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) berbasis varians dengan bantuan SmartPLS 0, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat faktor utama yang memengaruhi niat beli adalah harga, personalisasi, reputasi, dan inovasi teknologi. Berdasarkan analisis SWOT, strategi SO (StrengthsOpportunitie. dan ST (Strengths-Threat. direkomendasikan untuk memperkuat daya saing LBB. Strategi tersebut meliputi pengembangan program bimbingan yang inovatif, pemantauan berkelanjutan terhadap kurikulum, serta produksi konten digital berkualitas tinggi. Temuan ini memberikan wawasan strategis bagi pemilik LBB untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam dan menyesuaikan layanan mereka guna menarik dan mempertahankan klien. Penelitian ini juga memberikan implikasi praktis dan rekomendasi untuk pengembangan LBB tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga secara global. Kata kunci : Strategi Bisnis. PLS-SEM. Niat Pembelian. SWOT. Lembaga Bimbingan Belajar Abstract This study aims to identify the factors influencing prospective studentsAo decisions in choosing a Tutoring Institution (TI) in the era of Education 4. and to design sustainable business strategies for TIs. The research was conducted in Cilegon City. Indonesia, involving 400 parents of students from three top schools and five management representatives from various TIs, selected through quota sampling. Data were collected using structured questionnaires and interviews, and analyzed using variance-based Partial Least SquareAeStructural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 3. along with SWOT analysis. The findings reveal four key factors that influence purchase intention: price, personalization, reputation, and technological Based on the SWOT matrix. SO (Strengths-Opportunitie. and ST (Strengths-Threat. strategies are recommended to enhance TI These strategies include implementing innovative tutoring programs, continuously monitoring curriculum development, and producing high-quality digital content. The study provides strategic insights for TI owners to better understand consumer behavior and align their services to attract and retain clients. Practical implications and recommendations are offered to support the development of TIs not only locally in Indonesia but also on a global scale. Keywords : Business Strategy. PLS-SEM. Purchase Intention. SWOT. Tutoring Institutions PENDAHULUAN Industri jasa pendidikan di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Berdasarkan data Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum Kemendikbud, terdapat 1. 866 LBB (Saputra, mencerminkan tingginya tingkat persaingan di sektor ini. Di Kota Cilegon sendiri, tren penurunan jumlah siswa LBB sejak tahun 2019Ae2021 mengindikasikan tantangan yang dihadapi, baik karena kompetisi yang ketat maupun dampak pandemi Covid-19 yang mengubah metode pembelajaran secara drastis ke arah digital dan hybrid. Sejalan Pendidikan 4. 0, keputusan calon siswa dan orang tua dalam memilih LBB kini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga, kualitas pendidikan, reputasi, personalisasi layanan, lokasi, serta inovasi teknologi. Studi sebelumnya oleh (Lashwaty & Widiati, 2. dan (Syuhada, 2. menekankan pentingnya merek dan kepuasan pelanggan dalam membentuk keputusan pembelian, namun belum banyak yang mengaitkan secara langsung faktor-faktor tersebut dengan strategi bisnis berkelanjutan dalam konteks LBB. Kebaruan dari artikel ini terletak pada pendekatan integratif antara metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (Khan et al. , 2. dan analisis SWOT untuk tidak hanya mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi niat pembelian terhadap LBB, tetapi juga merancang strategi bisnis berkelanjutan yang relevan dengan konteks era digital. Rumusan masalah dalam kajian ini difokuskan pada apa saja faktor yang memengaruhi niat pembelian terhadap LBB di era Pendidikan 4. 0, dan bagaimana strategi bisnis yang efektif dapat dirumuskan untuk menciptakan keberlanjutan usaha LBB. Menurut (Hair et al. , 2. dan penelitian sebelumnya tentang niat pembelian, metode PLS-SEM sangat direkomendasikan untuk riset pemasaran karena kemampuannya memberikan hasil statistik yang lebih akurat. Gambar 1 di bawah ini merupakan kerangka konseptual penelitian ini. Gambar 1. Kerangka Konseptual Penelitian tentang Niat Pembelian LBB Hipotesis pengaruh positif atau negatif dari variabel seperti mutu pendidikan, reputasi, harga, lokasi, niat personalisasi, dan inovasi teknologi terhadap niat beli. Dengan demikian, tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhi niat beli pelanggan terhadap LBB di era Pendidikan 0, dan merancang strategi bisnis berkelanjutan yang dapat meningkatkan daya saing dan keberlangsungan LBB melalui integrasi analisis PLS-SEM dan SWOT. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan teknik quota sampling, dengan populasi sasaran adalah orang tua siswa SMA di Kota Cilegon yang dianggap paling membutuhkan layanan bimbingan belajar. Berdasarkan perhitungan minimal sampel dengan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. , dibutuhkan minimal 384 responden. Sebanyak 500 kuesioner dibagikan, dan 400 kuesioner valid digunakan untuk analisis. Instrumen utama berupa kuesioner niat pembelian yang terdiri dari 30 butir pernyataan, mewakili tujuh variabel independen: kualitas pendidikan, reputasi, . , teknologi dan inovasi, perhatian yang dipersonalisasi, dan lokasi. Jawaban menggunakan skala Likert 1Ae5. Untuk analisis SWOT, digunakan wawancara terstruktur kepada 5 manajemen LBB terbesar di Cilegon, dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner pakar melalui Google Form untuk mengukur persepsi . kala 1Ae. dan urgensi . ategori aAe. Data niat pembelian dikumpulkan melalui Google Form kepada orang tua siswa. Data SWOT diperoleh dari wawancara langsung dan kuesioner online yang berfokus pada faktor internal dan eksternal LBB. Analisis PLS-SEM Pengujian dilakukan dengan SmartPLS 3. 0, dimulai dari: Model pengukuran . uter mode. : untuk mengevaluasi validitas . actor loading Ou 6. AVE > 0. dan reliabilitas (CronbachAos alpha dan composite reliability Ou 0. Model struktural . nner mode. : untuk menguji hubungan antar variabel menggunakan metode bootstrapping dengan 500 sampel. Analisis SWOT pengumpulan datanyaya dan kuesionerer diklasifikasikan ke dalam empat kuadran SWOT: SO. ST. WO. WT. Bobot masing-masing faktor dirata-ratakan dan dituangkan dalam tabel IFAS dan EFAS, yang kemudian divisualisasikan dalam matriks SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan LBB yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Demografis Penelitian ini melibatkan 400 orang tua siswa, dengan 220 responden . ,9%) adalah perempuan dan 180 . ,1%) adalah laki-laki. Tabel 1 Demografi Peserta Karakteristik Angka . =) Jenis kelamin Pria Perempuan (%) Usia 30 - 40 tahun 41 - 50 tahun >50 tahun Latar belakang Akademis SMA Diploma Sarjana Magister Model Struktural H5 : Niat personalisasi berpengaruh positif terhadap minat beli H6 : Inovasi Teknologi pengaruh positif terhadap minat beli Gambar 2. Model Struktural Penelitian pada Perangkat Lunak SmartPLS 3. Gambar 2 mengilustrasikan model struktural yang muncul sebagai hasil dari perumusan masalah. Hasil PLS-SEM ini adalah untuk menjawab rumusan masalah mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi niat pembelian terhadap bisnis LBB. Tabel 2 menyajikan statistik-T koefisien jalur. Sedangkan penerimaan dan penolakan hipotesis model penelitian disajikan dalam Tabel 3. Tabel 2 Statistik T Koefisien Jalur dan Nilai P Koefisie statisti nilai Variabel n Jalur Kualitas 0,017 0,283 0,389 Reputasi 0,199 0,010 Harga -0,198 0,006 Lokasi 0,187 0,063 Niat Pribadi Teknologi 0,001 Tabel 3 Ringkasan Model Struktural Hipotesa Variabel H1 : Mutu Pendidikan berpengaruh positif terhadap minat beli Kualitas dan Niat Beli H2 : Reputasi berpengaruh positif terhadap minat beli H3 : Harga pengaruh negatif terhadap minat beli H4 : Lokasi pengaruh positif terhadap minat beli Reputasi dan Niat Beli Kesimpulan Ditolak Diterima Harga dan Niat Beli Diterima Lokasi dan Niat Beli Ditolak Niat dan Niat beli Diterima InovasiTekn ologi dan Niat beli Diterima Analisis SWOT dalam Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Dalam analisis SWOT, hasil wawancara dengan para ahli atau responden akhirnya merumuskan beberapa indikator faktor internal dan eksternal dari industri lembaga bimbingan belajar yang dapat dirangkum dalam Tabel 7. Responden dapat memberikan penilaian terhadap kondisi faktor internal dan eksternal dengan skala Likert 1 sampai 5 mengacu pada (Pranatawijaya et al. , 2. Dari hasil penilaian 5 responden melalui kuesioner, diperoleh hasil rata-rata faktor internal dan faktor eksternal. Tabel 4 Perumusan Identifikasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal Indikator Faktor FAKTOR INTERNAL Penempatan tutor berdasarkan latar belakang pendidikan . Ada pelatihan bagi tutor untuk meningkatkan kualitas . Lokasi Lembaga Bimbingan Belajar strategis dan aman . Biaya paket kuliah relatif lebih . Program pembelajaran digital berjalan dengan baik . Sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar . uku, ruang kelas, peralatan belaja. sudah memadai . Jumlah Lulusan yang Masuk Perguruan Tinggi Negeri . Lembaga Bimbingan Belajar cukup terkenal di Cilegon Rata-rata Kolom Berat Internal Total FAKTOR EKSTERNAL Kompetisi Lembaga Bimbingan Belajar . Lembaga Bimbingan Belajar bekerja sama dengan sekolah informal dan lembaga lainnya . Banyak sekolah yang menyelenggarakan Sekolah Kursus Pembelajaran dan sistem sekolah sehari penuh Ikuti perkembangan kurikulum saat ini . Ada banyak platform digital yang menyediakan layanan bimbingan belajar yang fleksibel Rata-rata Kolom Berat Eksternal Total Rata-rata Baris . Berat 0,129 0,129 0,107 0,135 0,140 0,129 0,194 0,176 Sistem Analisis Faktor Internal Matriks (IFAS) dan Sistem Analisis Faktor Eksternal (EFAS) Pada tahap ini, faktor internal dan Nilai pemeringkatan dalam matriks IFAS dan EFAS merupakan angka yang digunakan untuk menilai tingkat kepentingan dan kinerja faktor internal dalam suatu organisasi atau bisnis (Rangkuti, 1. Skor tertimbang ini memberikan informasi yang lebih rinci tentang faktor mana yang memiliki pengaruh lebih besar atau lebih kecil dalam konteks analisis strategis. Tabel 5. Pengelompokan dan Pembobotan Faktor Internal (IFAS) Kekuatan (Rata-rata baris > Rata-rata kolo. Peringkat (Urgens. Berat Skor 0,129 0,52 0,129 0,135 0,51 Kekuatan Total Skor 0,140 0,129 0,56 Kelemahan (Rata-rata baris > Rata-rata kolo. Peringkat Berat Skor 0,107 (Urgens. Kelemahan Total Skor Gap Skor Kekuatan dan Kelemahan Tabel 7. Ringkasan Skor IFAS. EFAS dan Area Kuadran IFAS/EFAS Kekuatan (S) Kelemahan (W) Skor 1,25 GAP untuk S dan W Peluang (O) Ancaman (T) GAP untuk O dan T 0,87 Kuadran Area I (SO) Kuadran Area II (ST) Kuadran Area i (WO) Kuadran Area IV (WT) 2,54 x 2,28 = 5,79 2,54 x 1,41 = 3,58 1,25 x 2,28 = 2,85 1,25 x 1,41 = 1,76 Informasi Posisi Kuadran I Posisi Kuadran I Peringkat 1 Peringkat 2 Peringkat 3 Peringkat 4 Analisis Strategi SWOT Gambar 3 menunjukkan diagram SWOT yang menggambarkan koordinat perbedaan antara faktor-faktor IFAS dan EFAS dalam mengelola bisnis lembaga bimbingan belajar, serta menghitung area dan situasi strategis masing-masing kuadran. Pengembangan bisnis lembaga bimbingan belajar terletak di kuadran pertama pada diagram Kartesius. Namun, ketika mempertimbangkan area kuadran. Kuadran II juga perlu diperhitungkan untuk manajemen strategis. Strategi manajemen yang direkomendasikan adalah strategi SO (Agresi. dan ST (Kompetiti. , sebagaimana dijelaskan pada Tabel 7, dengan area kuadran terbesar masing-masing sebesar 5,79 dan 3,78. Tabel 6. Pengelompokan dan Pembobotan Faktor Eksternal (EFAS) Peluang (Rata-rata baris > Rata-rata kolo. Peluang Skor Total Ancaman (Rata-rata baris > Rata-rata kolo. Peringkat (Urgens. Peringkat (Urgens. Ancaman Skor Total Gap Skor Kekuatan dan Kelemahan Berat Skor 0,194 0,77 Berat Skor 0,176 Gambar 3. Analisis SWOT Diagram Kartesius (Strategi Pengembangan Usaha LBB) Harga terbukti berpengaruh secara negatif, di mana semakin terjangkau suatu layanan, (Permatasari et al. , 2. Personalisasi layanan mendorong keterlibatan lebih tinggi (Ashsifa, 2. , sementara inovasi teknologi memperkuat aksesibilitas, keberlanjutan, dan pengalaman belajar yang adaptif (Smith & Johnson, 2. Melengkapi analisis kuantitatif, dilakukan pula analisis SWOT untuk merumuskan strategi bisnis. Strategi yang diusulkan mencakup: . pengembangan program bimbingan belajar yang inovatif sesuai perubahan kurikulum, . membangun kesadaran merek melalui lulusan sukses, . pemantauan kebijakan pendidikan tinggi, . penyediaan konten digital berkualitas tinggi, serta . penekanan pada keunggulan dan nilai tambah diferensial seperti guru privat, sesi konseling, dan rekam jejak kelulusan. Sumber : Olah Data Penelitian pendekatan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk faktor-faktor memengaruhi minat pembelian layanan Lembaga Bimbingan Belajar (LBB). Enam variabel diuji dalam model ini: Kualitas Pendidikan. Reputasi. Harga. Lokasi. Niat Personalisasi, dan Inovasi Teknologi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dua hipotesis ditolak, yaitu Kualitas Pendidikan (H. dan Lokasi (H. Nilai tstatistik keduanya di bawah 1,96 dan pvalue di atas 0,05. Beberapa literatur mendukung temuan ini, seperti (Setiono et , 2. yang mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan harga dan pengalaman nyata dibanding kualitas pendidikan semata. Begitu pula, lokasi menjadi kurang relevan dalam konteks pembelajaran digital (Budiman, 2. , meskipun dalam beberapa kasus akses fisik tetap berperan (Hanjani & Widodo, 2. Sebaliknya, empat hipotesis diterima: Reputasi (H. Harga (H. Niat Personalisasi (H. , dan Inovasi Teknologi (H. memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli. Reputasi yang kuat mampu membangun kepercayaan calon pengalaman (Bansal & Voyer, 2. KESIMPULAN Penelitian ini mengidentifikasi bahwa Reputasi. Harga. Personalisasi, dan Inovasi Teknologi merupakan faktor kunci yang memengaruhi niat pembelian layanan LBB, sedangkan Kualitas Pendidikan dan Lokasi tidak memberikan pengaruh signifikan dalam konteks digital saat ini. Temuan ini memberikan panduan praktis bagi LBB untuk mengembangkan strategi yang adaptif dan berfokus pada nilai pelanggan. Analisis SWOT juga merekomendasikan pendekatan strategis berbasis inovasi, branding, dan digitalisasi agar lembaga tetap kompetitif dan relevan di era transformasi pendidikan. DAFTAR PUSTAKA