ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENGARUH STRUKTUR ASET. PROFITABILITAS. TINGKAT PERTUMBUHAN PENJUALAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR DI BEI Tia Monica email: tiamonica2001@gmail. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh struktur aset, profitabilitas, dan tingkat pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal pada Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang terdaftar di BEI. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan Metode yang digunakan untuk menentukan kriteria dalam pengambilan sampel perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang IPO sebelum tahun 2013 dan tidak mengalami suspensi dari tahun 2013 hungga 2020. Populasi dalam penelitian ini terdapat 71 perusahaan dan 54 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, analisis koefisien korelasi berganda, analisis koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis melalui uji F dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur aset dan tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap struktur modal, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal. KATA KUNCI: struktur aset, profitabilitas, tingkat pertumbuhan penjualan, dan struktur modal PENDAHULUAN Struktur modal merupakan pembelanjaan perusahaan yang mencerminkan perbandingan atau perimbangan antara modal asing atau modal sendiri. Modal asing yang dimaksud adalah utang, utang jangka panjang maupun utang jangka pendek, sedangkan modal sendiri perusahaan adalah berupa laba ditahan dan ekuitas. Struktur modal mengindikasikan bagaimana perusahaan membiayai kegiatan operasionalnya atau bagaimana perusahaan membiayai asetnya. Dalam perusahaan tentunya membutuhkan dana untuk kebutuhan perusahaan tersebut dengan demikian perusahaan harus memutuskan untuk menggunakan modal asing atau modal sendiri. Manajer perusahaan harus mengetahui dari mana modal diperoleh dan bagaimana keputusan-keputusan yang tepat untuk memperoleh modal yang baik dan efisien. Keputusan sumber dana yang dipakai untuk memperkuat struktur modal perusahaan merupakan hal yang penting terhadap apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Struktur aset merupakan perbandingan antara aset tetap dengan total aset yang dimiliki perusahaan yang dapat menentukan besarnya alokasi dana untuk masing-masing komponen aset. Struktur aset yang tinggi sangat penting untuk menentukan pembiayaan perusahaan karena semakin tinggi struktur aset perusahaan maka semakin baik kemampuan perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kemampuan aset tersebut dalam menunjang kegiatan operasi semakin baik. Dalam hal ini peluang perusahaan untuk mendapatkan jaminan utang jangka panjang juga tinggi karena dapat digunakan sebagai jaminan kepada kreditur. Kreditur akan lebih yakin terhadap perusahaan yang mempunyai aset tetap yang besar karena apabila terjadi kegagalan pembayaran perusahaan dapat menyelesaikan kewajibannya kepada kreditur dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan tersebut. Profitabilitas menggambarkan tingkat keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba baik dalam hubungannya dengan penjualan, aset, maupun modal sendiri. Perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi maka cenderung akan membiayai perusahaan dengan modal sendiri dan mengurangi penambahan utang karena semakin besar keuntungan yang diperoleh maka akan meningkatkan laba ditahan yang dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasionalnya. Tingkat pertumbuhan penjualan mencerminkan keberhasilan investasi periode masa lalu dijadikan prediksi pertumbuhan penjualan di masa yang akan datang. Tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi atau stabil dapat berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan sehingga menjadi pertimbangan manajemen perusahaan dalam menentukan struktur modal. Hal ini dapat dijadikan peluang bagi perusahaan dalam meningkatkan produksi dengan mengajukan pinjaman untuk meningkatkan investasi. Semakin meningkatnya penjualan akan menarik investor maupun kreditor. Bagi perusahaan yang mempunyai tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi cenderung akan menggunakan utang lebih besar sebagai sumber dana dibandingkan perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan penjualan yang rendah. KAJIAN PUSTAKA Struktur modal sangat berperan penting dalam perusahaan karena keputusan struktur modal merupakan salah satu fungsi dari pengelolaan keuangan perusahaan. Oleh ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 karena itu manajer perusahaan harus membuat keputusan yang tepat dan harus mampu melakukan keseimbangan terhadap struktur modal sehingga keperluan jangka pendek maupun jangka panjang dapat terpenuhi dan dibiayai dengan baik dari sumber-sumber pendanaan internal maupun eksternal perusahaan. Perusahaan yang menggunakan modal sendiri dalam memenuhi kebutuhannya akan sangat baik bagi perusahaan, tetapi jika modal sendiri perusahaan tidak mencukupi atau perusahaan mengalami perkembangan yang pesat otomatis biaya akan semakin besar dan perusahaan akan membutuhkan modal Baik buruknya struktur modal dalam perusahaan akan memiliki pengaruh terhadap posisi pendanaan dari perusahaan, terutama dengan adanya utang yang sangat besar akan memberikan beban kepada perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus menentukan kebijakan dalam mengambil keputusan untuk menetapkan struktur modal yang optimal dalam setiap kegiatan operasionalnya. Jika perusahaan tepat dalam mengambil keputusan dan dapat meningkatkan keuntungan maka hal ini akan memberikan manfaat untuk perusahaannya sendiri. Menurut Brigham dan Houston . 1: . dalam Fauzan dan Sartika menyatakan bahwa perusahaan yang sedang berkembang membutuhkan modal yang dapat berasal dari utang maupun ekuitas. Pengambilan keputusan atas sumber pendanaan perusahaan merupakan hal yang penting bagi perusahaan karena berhubungan dengan kelangsungan hidup perusahaan maupun kesempatan berkembang bagi perusahaan. Ketika perusahaan hendak menggunakan utang atau modal asing maka akan timbul biaya bunga. Tingginya biaya modal menunjukkan bahwa manajer perusahaan tidak melakukan keputusan struktur modal atau keputusan pendanaan dengan cermat dan tepat. Hal ini bisa saja dapat menimbulkan risiko ketidakmampuan perusahaan dalam melakukan kewajibannya atas utang yang dipinjam. Balancing theories merupakan suatu kebijakan yang ditempuh oleh perusahaan untuk mencari dana tambahan dengan cara mencari pinjaman baik ke perbankan, leasing atau juga menerbitkan obligasi (Fahmi 2016: . Jika perusahaan meminjam dana ke perbankan, maka perusahaan harus memberikan jaminan seperti tanah, gedung, dan kendaraan sebagai jaminan dalam memperoleh utang. Jika perusahaan tidak mampu membayar pinjaman yang dipinjam maka agunan tersebut akan diambil dilelangkan oleh perbankan untuk menutupi kerugiannya yang dipinjam oleh perusahaan tersebut. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Struktur modal dalam penelitian ini diukur dengan debt to equity ratio atau yang disebut dengan DER. Fahmi . 6: . menyatakan bahwa Audebt to equity ratio merupakan ukuran yang dipakai dalam menganalisis laporan keuangan untuk memperlihatkan besarnya jaminan yang tersedia untuk kreditor. Ay Menurut Kasmir . Audebt to equity ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan Ay Rasio ini menunjukkan komposisi dari total utang terhadap total ekuitas. Semakin tinggi debt to equity ratio, semakin tinggi pula risiko yang terjadi dalam perusahaan karena menunjukkan komposisi total utang semakin besar dibanding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar . Tinggi rendahnya rasio debt to equity ratio menunjukkan besar kecilnya pendanaan yang berasal dari utang, jika besarnya rasio debt to equity ratio lebih dari satu menunjukkan risiko perusahaan tinggi karena penggunaan utangnya tinggi. Aset perusahaan merupakan segala sumber daya dan harta yang dimiliki perusahaan untuk digunakan dalam operasinya. Didalam struktur aset terdapat aset tetap yang diharapkan dapat memberikan manfaat untuk perusahaan. Aset tetap merupakan harta atau kekayaan perusahaan yang digunakan dalam jangka panjang lebih dari satu tahun. Aset tetap dapat digunakan sebagai utang karena apabila perusahaan mengalami kebangkrutan atau kegagalan pembayaran maka aset tetap dapat digunakan untuk membayar utang-utang perusahaan. Dapat dikatakan bahwa aset tetap dapat dijadikan untuk menentukan seberapa besar utang yang dapat diambil. AuPerusahaan yang memiliki aset yang dapat dijadikan agunan utang cenderung menggunakan utang yang relatif besarAy (Atmaja 2008: . Perusahaan dengan struktur aset yang tinggi cenderung memilih menggunakan dana dari pihak eksternal untuk mendanai kebutuhan modalnya. Semakin tinggi struktur aset perusahaan menunjukkan semakin tinggi kemampuan perusahaan mendapatkan pinjaman dibandingkan dengan perusahaan yang mempunyai aset yang kecil. Karena perusahaan yang memiliki aset yang tinggi dapat dijadikan jaminan dalam membayar utang perusahaan sehingga akan lebih banyak kesempatan untuk memperoleh utang. Jika perusahaan ingin mendapatkan pinjaman dari kreditur maka perusahaan perlu memberikan jaminan untuk meyakinkan kreditur dalam memberikan pinjaman tersebut. Hal ini didukung oleh penelitian Aurelia & Setijaningsih . Setiawati & Veronica . Ekinanda. Wijayanti & Siddi ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 . yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh positif terhadap struktur Profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari hasil operasionalnya dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki perusahaan, seperti aset, modal, atau penjualan perusahaan. Profitabilitas memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Tujuan yang diinginkan perusahaan adalah memperoleh laba atau keuntungan yang maksimal. Jika keuntungan perusahaan banyak maka perusahaan dapat berbuat banyak, salah satunya adalah dengan tidak meminjam dana dari luar perusahaan atau perusahaan tidak perlu menggunakan utang. Profitabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa kegiatan operasional dalam perusahaan itu baik dan perusahaan akan membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal dengan kata lain perusahaan akan menggunakan utang dalam jumlah yang rendah atau bahkan tidak menggunakan utang dalam memenuhi kegiatan operasionalnya, sebaliknya jika profitabilitas yang rendah maka perusahaan akan menggunakan utang yang besar. AuPerusahaan-perusahaan yang memiliki tingkat keuntungan tinggi menggunakan utang yang relatif kecilAy (Atmaja 2008: Profitabilitas yang tinggi akan membuat perusahaan lebih mengutamakan untuk menggunakan modal sendiri daripada modal asing. Profitabilitas ini merupakan salah satu motif ekonomi perusahaan agar perusahaan lebih makmur dan menghindari kerugian besar dalam perusahaan. Menurut Fahmi . 5: . Ausemakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik menggambarkan kemampuan tingginya perolehan keuntungan Ay Profitabilitas juga merupakan perhatian yang penting bagi perusahaan karena untuk dapat melangsungkan hidup dimana dalam keadaan yang menguntungkan. Kondisi ini disebabkan karena perusahaan yang mempunyai profitabilitas tinggi akan mempunyai dana internal yang besar. Perusahaan akan menggunakan dana internalnya terlebih dahulu sebelum mengambil pembiayaan eksternal melalui utang karena biaya sangat murah dibandingkan sumber pembiayaan eksternal dari utang. Profitabilitas dalam penelitian ini akan diukur dengan return on asset atau yang disebut dengan ROA. AuReturn on asset menunjukkan kemampuan perusahaan dengan menggunakan seluruh aset yang dimiliki untuk menghasilkan laba setelah pajakAy (Sudana 2011: . Rasio ini penting bagi pihak manajemen untuk mengevaluasi efektivitas dan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 efisiensi manajemen perusahaan dalam mengelola seluruh aset perusahaan. ROA yang tinggi menunjukkan bahwa kinerja perusahaan baik karena tingkat pengembalian perusahaan semakin besar dan penggunaan utang akan relatif kecil. Hal ini didukung oleh penelitian Deviani & Sudjarni . Dewi dkk . Rumasukun. Nurwidianto & Soukotta . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Tingkat pertumbuhan penjualan merupakan tingkat permintaan pasar, jika pertumbuhan penjualan tinggi maka mencerminkan pendapatan perusahaan meningkat. Fahmi . 6: . menekankan bahwa penjualan perusahaan yang berada dalam peningkatan pada saat perusahaan meminjam ke perbankan maka memungkinkan perusahaan akan membayar angsuran kredit secara tepat waktu. Karena perusahaan yang penjualannya selalu meningkat maka perusahaan akan selalu mempunyai dana untuk melunasi angsuran kredit yang dipinjam tersebut secara tepat waktu, dalam artian perusahaan memiliki dana yang banyak pasti akan membayar angsuran dengan tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah diberikan untuk membayar kewajibannya tersebut. Atmaja . 8: . menekankan bahwa Auperusahaan dengan tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi pada umumnya lebih bergantung kepada modal dari luar Ay Sedangkan menurut Sudana . 1: . Auperusahaan yang tingkat pertumbuhan penjualannya relatif tinggi dimungkinkan untuk dibelanjai dengan menggunakan utang yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang pertumbuhan penjualannya rendah. Ay Tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan produksi dengan mengajukan pinjaman untuk meningkatkan investasi atau operasi perusahaan. Perusahaan dengan pertumbuhan penjualan yang tinggi dan cepat tentunya akan lebih mudah mendapatkan utang dan akan lebih banyak menggunakan utang karena kebutuhan dana yang digunakan perusahaan dengan tingkat penjualan yang tinggi akan semakin besar. Penjualan merupakan faktor penting yang dalam menentukan kelangsungan hidup dan masa depan perusahaan. Oleh karena itu perusahaan diharapkan untuk mampu meningkatkan produksinya, maka dari itu diperlukan modal tambahan dari luar perusahaan. Tingkat pertumbuhan penjualan merupakan indikator yang digunakan Perusahaan mendapatkan dana selain dari modal sendiri dan modal asing juga berupa dari penjualan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 perusahaan baik barang maupun jasa. Pertumbuhan penjualan dapat dilihat dari perubahan penjualan tahun sebelumnya dengan tahun saat ini atau selanjutnya, jika perbandingan nya semakin besar maka dapat dikatakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan semakin baik. Tingkat penjualan yang stabil lebih aman untuk menggunakan pinjaman karena memiliki kemampuan untuk menanggung bunga pinjaman yang tinggi. Tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi atau stabil dapat berpengaruh terhadap keuntungan perusahaan sehingga menjadi pertimbangan manajemen perusahaan dalam menentukan struktur modal. Pada umumnya perusahaan dengan perolehan laba yang tinggi dianggap memiliki prospek yang baik sehingga dibutuhkan jumlah dana yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan ekspansi sehingga penggunaan jumlah utang juga Hal ini didukung oleh penelitian Sawitri & Lestari . Wulandari & Artini . Rumasukun. Nurwidianto & Soukotta . yang menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Kerangka konseptual merupakan kerangka atau bagan yang menggambarkan hubungan variabel-variabel yang diteliti yang akan dikembangkan. Kerangka konseptual bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan penelitian agar penelitian lebih terarah sesuai dengan tujuan. Kerangka pemikiran pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Struktur Aset (XCA) Profitabilitas (XCC) Struktur Modal (Y) Tingkat Pertumbuhan Penjualan (XCE) Sumber: Tinjauan Literatur 2022 Gambar 1 Kerangka Konseptual Penelitian Menurut Sugiyono . 7: . Auhipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Ay Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Berdasarkan uraian kerangka teoritis dan empiris maka hipotesis dalam penelitian ini dinyatakan sebagai berikut: HCA: Struktur aset berpengaruh positif terhadap struktur modal. HCC: Profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. HCE: Tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia di Bursa Efek Indonesia. Metode yang digunakan untuk menentukan kriteria dalam pengambilan sampel perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia yang IPO sebelum tahun 2013 dan tidak mengalami suspensi dari tahun 2013 hungga 2020. Populasi dalam penelitian ini terdapat 71 perusahaan dan sampel berjumlah 54 perusahaan yang memenuhi kriteria. Dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data uji asumsi, analisis koefisien korelasi berganda dan determinasi, pengujian hipotesis uji F dan uji t, dan analisis regresi linear berganda. Bentuk persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = a bCAXCA bCCXCC bCEXCE e Keterangan: : Struktur Modal : Konstanta bCA, bCC, bCE : Koefisien regresi variabel XCA. XCC. XCE XCA. XCC. XCE : Struktur aset, profitabilitas, tingkat pertumbuhan penjualan : error PEMBAHASAN Statistik Deskriptif TABEL 1 Statistik Deskriptif Descriptive Statistics StrukturAset Profitabilitas PPenjualan StrukturModal Valid N . Minimum Maximum Mean Std. Deviation Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan hasil pengujian pada Tabel 1 menunjukkan jumlah data masingmasing variabel adalah 432 data dari 54 sampel perusahaan selama 8 tahun. Struktur aset memiliki nilai minimum 0,0237 dan maximum 0,8473, nilai rata-rata 0,420483 dengan ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 standar deviasi 0,2062861. Profitabilitas memiliki nilai minimum -1,0498 dan maximum 0,2621, nilai rata-rata 0,015145 dengan standar deviasi 0,0976378. Tingkat pertumbuhan penjualan memiliki nilai minimum -1,0000 dan maximum 9,1714, nilai rata-rata 0,078287 dengan standar deviasi 0,7232560. Struktur modal memiliki nilai minimum 10,1882 dan maximum 786,9311, nilai rata-rata 3,954979 dengan standar deviasi 38,9498241. Uji Asumsi Klasik TABEL 2 Uji Normalitas Setelah Eliminasi Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan hasil pada Tabel 2 pengujian Normalitas dengan menggunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov dapat dilihat bahwa nilai dari hasil uji Asymp. Sig . -taile. yang diperoleh dengan jumlah data 423 adalah 0,000 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 maka data tidak berdistribusi Menurut Gujarati dan Porter . 5: . : Jika ukuran sampel sangat besar . elebihi 100 observas. , maka asumsi normalitas dapat diabaikan. Pengujian ini menggunakan data penelitian sebesar 423 data dikarenakan jika menggunakan data awal yang berjumlah 432 data ada asumsi heteroskedastisitas yang tidak memenuhi syarat. Selain uji normalitas, terdapat uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji Uji multikolinearitas dalam penelitian ini menunjukkan nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan VIF lebih kecil dari 10, maka dapat dikatakan tidak ada masalah ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Uji heteroskedastisitas menggunakan metode White menunjukkan ketiga variabel independen memiliki hasil lebih dari 0. 05 sehingga tidak terjadi masalah Hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai DW 2,051 dan DW terletak diantara du dan 4-du . ,8526<2,051<2,1. maka dapat dikatakan tidak ada masalah Analisis Linear Berganda TABEL 3 Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model (Constan. Sig. Collinearity Statistics Tolerance VIF StrukturAset Profitabilitas PPenjualan Dependent Variable: StrukturModal Sumber: Data Olahan, 2022 Berdasarkan hasil uji pada Tabel 3 yang telah dilakukan maka diperoleh persamaan regresi linear berganda adalah sebagai berikut: Y = 8,570 Ae 7,898XCA - 50,461XCC - 10,076XCE e Koefisien Korelasi Berganda dan Determinasi Berdasarkan hasil yang telah dilakukan nilai R adalah 0,151 yang artinya korelasi antara hubungan variabel dependen dengan ketiga variabel adalah sangat rendah. Adjusted R Square sebesar 0,016 yang menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memengaruhi variabel dependen sebesar 1,6 persen, sedangkan sisanya 98,4 persen dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain. Uji F Berdasarkan hasil pengujian dapat dilihat bahwa nilai signifikansi 0,022 lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa model penelitian ini layak untuk diteliti. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 TABEL 4 Uji F Model Regression Residual Sum of Squares ANOVAa Mean Square Sig. Total Dependent Variable: StrukturModal Predictors: (Constan. TingkatPertumbuhanPenjualan. StrukturAset. Profitabilitas Sumber: Data Olahan, 2022 Uji t dan Pengaruh Variabel Independen terhadap Variabel Dependen. Berdasarkan pada Tabel 3 terlihat bahwa nilai signifikansi variabel independen struktur aset dan tingkat pertumbuhan penjualan lebih besar dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel struktur aset dan tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap variabel dependen struktur modal, sedangkan variabel profitabilitas memiliki nilai yang lebih kecil dari 0,05 maka variabel profitabilitas berpengaruh terhadap variabel dependen struktur modal. Pengaruh Struktur Aset terhadap Struktur Modal Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan untuk pengujian ini adalah struktur aset berpengaruh positif terhadap struktur modal. Semakin tinggi struktur aset maka struktur modal akan meningkat. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa struktur aset tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hal tidak sesuai dan tidak sejalan dengan penelitian Aurelia & Setijaningsih . Setiawati & Veronica . Ekinanda. Wijayanti & Siddi . yang menyatakan bahwa struktur aset berpengaruh positif terhadap struktur Kondisi yang seharusnya jika struktur aset tinggi maka akan meningkatkan struktur modal, dikarenakan struktur aset yang tinggi dapat dijadikan jaminan untuk memperoleh utang dan utang akan meningkat atau sebaliknya. Namun kondisi tidak akan selalu menunjukkan hasil seperti itu, justru ada yang struktur asetnya rendah dan struktur modalnya tinggi, karena perusahaan kekurangan dana untuk melakukan kegiatan operasionalnya oleh sebab itu perusahaan menggunakan utang dengan tidak mempertimbangkan struktur aset ataupun sebaliknya. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 Pengaruh Profitabilitas terhadap Struktur Modal Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan untuk pengujian ini adalah profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Semakin tinggi profitabilitas maka struktur modal akan menurun. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal. Hal ini sesuai dan sejalan dengan penelitian Deviani & Sudjarni . Dewi dkk . Rumasukun. Nurwidianto & Soukotta . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Berdasarkan uraian tersebut membuktikan bahwa hipotesis yang dirumuskan benar, apabila perusahaan memiliki profitabilitas yang tinggi maka perusahaan tidak akan menggunakan utang atau struktur modal perusahaan akan menurun karena dengan profitabilitas yang tinggi perusahaan mampu membiayai perusahaannya tanpa menggunakan utang. Pengaruh Tingkat Pertumbuhan Penjualan terhadap Struktur Modal Berdasarkan hipotesis yang dirumuskan untuk pengujian ini adalah tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur modal. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan penjualan maka struktur modal akan meningkat. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap struktur Hal ini tidak sesuai dan tidak sejalan dengan penelitian Sawitri & Lestari . Wulandari & Artini . Rumasukun. Nurwidianto & Soukotta . yang menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan penjualan berpengaruh positif terhadap struktur Kondisi yang seharusnya jika tingkat pertumbuhan penjualan tinggi maka akan meningkatkan struktur modal, dikarenakan perusahaan dengan tingkat pertumbuhan penjualan yang tinggi artinya perusahaan sudah baik dalam memperoleh laba tetapi perusahaan ingin menggunakan pinjaman dari luar perusahaan karena ingin meningkatkan kegiatan operasionalnya atau sebaliknya. Namun kondisi tidak akan selalu menunjukkan hasil seperti itu, justru ada yang tingkat pertumbuhan penjualannya rendah struktur modalnya tinggi, karena perusahaan kekurangan dana untuk melakukan kegiatan operasionalnya oleh sebab itu perusahaan memutuskan untuk menggunakan utang ataupun sebaliknya. ISSN: 3025-9312 Bisma. Vol 8. No 9. January 2024 PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa struktur aset dan tingkat pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh terhadap struktur modal, sedangkan profitabilitas berpengaruh terhdap struktur modal. Keterbatasan penelitian ini adalah Perusahaan Sektor Industri Dasar dan Kimia selama 8 tahun dari tahun 2013-2020. Saran yang dapat penulis berikan adalah penelitian selanjutnya dapat menggunakan pengukuran yang berbeda pada struktur modal yaitu dengan menggunakan debt to assets ratio. DAFTAR PUSTAKA