JPAP 10 . ISSN (Ceta. : 2548-6233. ISSN (Onlin. : 2548-6241 Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan https://jurnalpasca. id/index. php/jpap/index Strategi Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar Damaris Laen LangiAo1*. Syamsurijal Basri1. Hasan1 Program Studi Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia. DOI: 10. 29303/jpap. Sitasi: LangiAo. Basri. , & Hasan. Strategi Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar. (JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan, 10. , 115Ae118. https://doi. org/10. 29303/jpap. *Corresponding Author: Damaris Laen LangiAo. Program Studi Administrasi Pendidikan. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia. laenlangidamaris@gmail. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data terdiri atas kepala sekolah, pengelola perpustakaan, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode serta analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . strategi layanan perpustakaan yang diterapkan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar meliputi: . strategi promosi, belum dilakukan secara khusus tetapi melalui penataan ruang baca yang menarik dan penyediaan kutipan motivasi membaca serta pengintegrasian melalui program layanan. strategi layanan luar biasa, berupa penerapan jadwal kunjungan perpustakaan setiap kelas serta penyediaan sudut baca di setiap ruang kelas. strategi layanan pengguna, dengan memberikan pelayanan ramah, komunikatif, membantu siswa menemukan bacaan sesuai minat, serta mendorong keterlibatan guru dalam kegiatan literasi. Faktor pendukung & Penghambat: . Faktor Pendukung strategi ini adalah dukungan kepala sekolah dan guru, adanya fasilitas baca yang memadai, serta kerjasama yang baik antara pustakawan dan tenaga pendidik. Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan koleksi buku, kurangnya promosi berbasis teknologi, serta keterbatasan kompetensi pustakawan. Kata Kunci: Strategi Layanan Perpustakaan. Minat Baca. Perpustakaan. Pendahuluan Perpustakaan sebagai salah satu lembaga layanan publik dalam bidang informasi yang berfungsi sebagai Aujembatan penghubungAy antara pengguna dan informasi yang telah dikemas dalam berbagai bentuk media yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan minat baca siswa. Perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan yang memegang peranan penting untuk menunjang kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan pendidikan di Oleh karena itu, strategi layanan perpustakaan yang baik dapat membantu siswa menjadikan membaca sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat sehingga perpustakaan sekolah pun menjadi tempat yang disenangi siswa untuk dikunjungi (Rochmah Perpustakaan sekolah dan layanan yang mereka tawarkan sangat penting untuk mewujudkan kondisi Perpustakaan harus memberikan layanan yang ramah, responsif, dan mudah diakses. Ini mencakup layanan seperti peminjaman, referensi, dan pelatihan literasi informasi. Perpustakaan juga harus aktif terlibat dalam program literasi dan kegiatan yang melibatkan Kegiatan seperti klub buku, lokakarya penulisan, dan pameran karya siswa atau kegiatan lainnya adalah contoh kegiatan yang dapat dilakukan oleh Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ini, perpustakaan dapat meningkatkan minat siswa dalam membaca dan menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mereka, serta membentuk komunitas pembelajar yang aktif. Menurut Sutarno . dalam (Buwana 2. , perpustakaan sekolah yang dikelola dengan baik dapat A 2026 Published by Posgraduate University of Mataram. This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4. 0 Internasional. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan menjadi pusat literasi yang menarik minat siswa dalam Pengelolaan perpustakaan adalah kegiatan mempersiapkan bahan pustaka dengan sistematis yang memudahkan pemustaka mencari bahan pustaka yang Pengelolaan perpustakaan merupakan titik sentral kegiatan perpustakaan sekolah dan harus dilakukan oleh petugas perpustakaan. Pengelolaan akan menentukan sejauh mana perpustakaan sekolah dapat berjalan dengan baik dan mendukung proses pembelajaran yang inovatif di sekolah melalui layanan perpustakaan yang diberikan. Pengelolaan layanan perpustakaan sekolah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, dimana UU ini merupakan landasan hukum utama yang mengatur penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia, termasuk perpustakaan sekolah khususnya pada Pasal 11 ayat . Standar nasional perpustakaan terdiri atas: Standar koleksi Standar sarana dan prasarana. Standar pelayanan perpustakaan. Standar tenaga perpustakaan. Standar penyelenggaraan. Standar pengelolaan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap perpustakaan, termasuk di sekolah, menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan dan layanan. Selain itu dalam UU ini pada pasal 14 juga menekankan bahwa layanan perpustakaan harus dilakukan secara prima dan berorientasi pada kepentingan pemustaka. Setiap perpustakaan diharapkan menerapkan tata cara layanan berdasarkan standar nasional yang ada, serta mengembangkan layanan sesuai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Perpustakaan sekolah diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran, pengembangan minat baca, dan penyediaan informasi yang relevan bagi siswa dan guru. Pada SD Santo Joseph Rajawali Makassar, sekolah tersebut memiliki perpustakaan yang didalamnya terbagi menjadi dua bagian dimana salah satu bagian perpustakaan tersebut juga digunakan oleh salah satu sekolah dasar yang juga merupakan bagian dari Yayasan Yeemye tersebut yakni SD Hati Kudus Rajawali yang lokasinya berada di belakang sekolah tersebut. Maka dari itu dengan melihat keadaan yang ada di sekolah ini strategi layanan perpustakaan akan sangat berpengaruh pada minat baca siswa di sekolah tersebut sehingga peneliti tertarik untuk menggali tentang bagaimana sekolah tersebut berupaya memaksimalkan layanan yang diberikan perpustakaannya. Berdasarkan kondisi tersebut, strategi layanan perpustakaan di sekolah tersebut dilakukan dengan menyediakan jadwal khusus bagi setiap kelas untuk mengunjungi perpustakaan untuk melakukan kegiatan membaca atau belajar di perpustakaan dengan tetap didampingi oleh pengelola perpustakaan. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk menciptakan Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 115-118 lingkungan yang kondusif untuk menumbuhkan minat baca di kalangan siswa. Meskipun terdapat kebijakan atau pengadaan jadwal sistematis bagi setiap kelas, penting untuk mengetahui sejauh mana strategi layanan perpustakaan tersebut dapat berkontribusi secara efektif dalam meningkatkan minat baca siswa. Hal ini menjadi krusial karena minat baca adalah salah satu indikator utama dalam pembentukan karakter literasi anak yang lebih luas. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi yang efektif dalam meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar serta memberikan rekomendasi strategi yang perlu diterapkan atau dikembangkan untuk meningkatkan minat baca siswa. Minat baca yang tinggi berkontribusi pada perkembangan akademis dan keterampilan literasi Penelitian mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat strategi layanan untuk meningkatkan minat baca siswa. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini, perpustakaan dapat merancang program dan layanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Metode Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualtitaf yang digunakan untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam memberi layanan perpustakaan, sehingga dapat meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar. Metode penelitian berfungsi untuk memperoleh, mengembangkan dan memastikan kebenaran informasi dengan cara yang berdasarkan ilmu pengetahuan dan metode penelitian harus didefinisikan dengan jelas. Pendekatan penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan secara mendalam suatu fenomena atau peristiwa berdasarkan data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada pemahaman makna, perspektif, serta pengalaman individu atau kelompok dalam suatu konteks tertentu. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati berbagai aktivitas layanan perpustakaan, seperti kegiatan kunjungan kelas, dan pemanfaatan area sudut baca serta pelayanan dengan memberi bimbingan atau pendampingan pada pengguna perpustakaan khususnya siswa. Selain itu, peneliti juga memperhatikan interaksi antara pustakawan, guru, dan siswa selama kegiatan Semua aspek penting yang terlihat dan terdengar selama proses observasi dicatat secara teratur. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan termasuk respons siswa terhadap kegiatan membaca, partisipasi guru, dan inovasi pustakawan dalam memberikan layanan. Peneliti menggunakan lembar observasi sebagai panduan agar pengamatan terfokus pada aspek-aspek yang relevan dengan strategi layanan Wawancara dilakukan secara langsung di area sekolah untuk menciptakan suasana yang lebih alami dan komunikatif. Sementara dokumentasi dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai bukti tertulis dan visual yang berkaitan dengan kegiatan layanan perpustakaan di sekolah, seperti foto kegiatan perpustakaan, jadwal kunjungan siswa, daftar koleksi buku, laporan kegiatan literasi, dan saat proses wawancara dilakukan serta dokumen pendukung Sumber data atau informan dalam penelitian ini ialah Kepala Sekolah. Pustakawan dan salah satu Guru di SD Santo Joseph Rajawali Makassar. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Triangulasi sumber ialah prosedur yang digunakan untuk menilai kredibilitas data dengan memeriksa data yang dikumpulkan dari berbagai sumber atau informan sehingga dapat diperiksa dan dibandingkan dengan data dari sumber lainnya dari hasil wawancara dengan narasumber. Triangulasi metode ialah penggunaan berbai teknik pengumpulan data baik menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi dari berbagai sumber secara bersamaan dengan tujuan untuk memverifikasi dan membandingkan informasi yang diperoleh terkait strategi layanan perpustakaan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar. Sebelum menganalisis data. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman . dimana hal pertama yang harus dilakukan ialah pengumpulan data. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Seluruh proses penelitian dilaksanakan secara etis dengan prinsip-prinsip kerahasiaan, persetujuan partisipan, serta kejujuran dalam pelaporan data. Setiap informan diberikan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat penelitian serta hak mereka sebagai partisipan. Dengan metode ini, diharapkan hasil penelitian mampu memberikan gambaran yang valid dan mendalam mengenai strategi layanan perpustakaan untuk meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi layanan perpustakaan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama. Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 115-118 yaitu strategi promosi, strategi layanan luar biasa, dan strategi layanan pengguna. Ketiga strategi ini berperan penting dalam membangun kebiasaan membaca dan meningkatkan minat baca siswa sekolah dasar. Pertama, strategi promosi masih tergolong sederhana dan bersifat pasif, terlihat dari penggunaan poster kutipan motivasi membaca yang dipajang di ruang perpustakaan. Promosi aktif atau berbasis digital belum diterapkan. Walaupun sederhana, media visual tersebut tetap memberikan kontribusi dalam membangun suasana literasi dan mengingatkan siswa tentang pentingnya membaca. Selain itu, promosi dilakukan secara tidak langsung melalui integrasi kegiatan literasi ke dalam pembelajaran rutin. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan promosi yang digunakan masih perlu diperkuat agar lebih menarik dan mampu menjangkau siswa secara lebih luas. Kedua, strategi layanan luar biasa terbukti sebagai strategi paling efektif dalam meningkatkan minat baca siswa. Penerapan jadwal kunjungan perpustakaan setiap kelas dan penyediaan sudut baca di setiap kelas berhasil membangun kebiasaan membaca yang konsisten. Jadwal kunjungan yang terintegrasi dalam roster pelajaran membuat siswa terbiasa mengakses perpustakaan, sementara sudut baca memberi keleluasaan bagi siswa untuk membaca di dalam kelas pada waktu belajar maupun waktu Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembiasaan membaca melalui program terstruktur dapat meningkatkan minat baca secara signifikan. Ketiga, strategi layanan pengguna dilaksanakan melalui pelayanan ramah, komunikatif, dan responsif oleh pustakawan. Pustakawan aktif membimbing siswa dalam memilih bahan bacaan sesuai minat dan membantu siswa memahami isi bacaan. Kolaborasi antara guru dan pustakawan juga memperkuat keberhasilan layanan ini, terutama dalam memotivasi siswa untuk memanfaatkan koleksi perpustakaan dan sudut baca kelas. Dalam pelaksanaan ketiga strategi tersebut, penelitian menemukan adanya faktor pendukung dan Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah dan guru, antusiasme siswa, serta ketersediaan sarana seperti sudut baca kelas dan jadwal kunjungan yang teratur. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan variasi koleksi buku anak, kurangnya strategi promosi yang menarik, minimnya fasilitas digital, serta keterbatasan kompetensi pustakawan yang tidak berlatar belakang ilmu perpustakaan. Hambatan ini memengaruhi keseluruhan strategi layanan, terutama dalam hal optimalisasi pemanfaatan perpustakaan. Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Secara menunjukkan bahwa strategi layanan perpustakaan yang diterapkan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat baca siswa, terutama melalui pendekatan pembiasaan membaca dan layanan yang responsif. Namun demikian, peningkatan koleksi, penguatan strategi promosi, dan pengembangan kompetensi perpustakaan dapat berjalan lebih maksimal dan relevan dengan kebutuhan siswa. Kesimpulan Strategi layanan perpustakaan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yaitu: . Strategi promosi, masih bersifat sederhana melalui poster kutipan membaca dan integrasi program literasi dalam kegiatan belajar . Strategi layanan luar biasa, yang diwujudkan melalui penyusunan jadwal kunjungan perpustakaan secara terstruktur dalam roster pelajaran serta penyediaan sudut baca di setiap kelas. Strategi ini efektif membiasakan siswa berinteraksi dengan buku dan menumbuhkan minat baca. Strategi layanan pengguna yang mencakup layanan peminjaman, pengembalian, serta bimbingan pustakawan dalam memilih bacaan sesuai minat dan kemampuan siswa. Layanan ini diberikan dengan ramah, komunikatif, dan responsif, sehingga meningkatkan kenyamanan siswa dalam menggunakan perpustakaan. Faktor perpustakaan mencakup: adanya dukungan dari kepala sekolah dan guru dalam program literasi, keterlibatan pustakawan yang berperan aktif dalam membimbing siswa, serta antusiasme siswa terhadap kegiatan Selain itu, ketersediaan jadwal kunjungan dan sudut baca di setiap kelas turut memperkuat pembiasaan membaca. Semua faktor ini saling melengkapi dan menciptakan suasana literasi yang kondusif di sekolah. Sementara itu, faktor penghambat strategi layanan perpustakaan meliputi keterbatasan variasi koleksi buku bacaan anak, kurangnya media promosi yang menarik, minimnya fasilitas berbasis digital, serta keterbatasan kompetensi pustakawan yang belum berlatar belakang ilmu perpustakaan meskipun memiliki dedikasi tinggi. Hambatan juga muncul dari perilaku siswa kelas rendah yang cepat bosan dan sulit Januari 2026. Volume 10. Nomor 1, 115-118 Daftar Pustaka