HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN PRAKTEK SWASTA DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG MORAWA KECAMATAN TANJUNG MORAWA MEDAN Palupi Bodro Sayekti1. Noer Desmie2 Program Studi Sarjana Kebidanan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Medan Penulis Korespondensi:Email: agustinaleni90@gmail. ABSTRAK Inisiasi menyusu dini . arly initiatio. atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Inisiasi menyusu dini sangat bermanfaat bagi bayi dan bagi ibu, yaitu dapat menurunkan angka kematian bayi, selain itu dapat menghentikan perdarahan pasca persalinan dengan lebih cepat dan mempercepat terlepasnya placenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah secara analitik dengan pendekatan cross secsional. Jumlah sampel sebanyak 52 orang dengan metode pengambilan sampel total sampling. Penelitian dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025. Analisis data dengan uji chi square. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang berisi data demografi, 10 pertanyaan pengetahuan, dan 10 pernyataan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 34 responden . ,4%), dan memiliki pengetahuan yang kurang baik sebanyak 18 responden . ,6%). Responden yang memiliki pelaksanaan baik sebanyak 46 responden . ,5%), dan memiliki pelaksanaan yang kurang baik sebanyak 6 responden . ,5%). Dari hasil penelitian di dapatkan nilai p=0,400, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini, karena dari 34 responden yang memiliki pengetahuan baik, 31 responden . ,7%) diantaranya memiliki pelaksanaan yang baik dan 3 responden . ,7%) memiliki pelaksanaan yang kurang Sedangkan dari 18 responden yang memiliki pengetahuan kurang baik, 15 responden . ,8%) diantaranya memiliki pelaksanaan yang baik dan 3 responden . ,7%) memiliki pelaksanaan yang kurang baik. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan, baik yang bekerja di dalam Puskesmas maupun yang berada di wilayah kerja Puskesmas, lebih menerapkan program inisiasi menyusu dini kepada ibu-ibu yang baru selesai melahirkan serta memberi informasi-informasi penting kepada ibu-ibu tentang manfaat inisiasi menyusu dini untuk ibu dan bayinya. Kata Kunci : Pengetahuan. Pelaksanaan, dan Inisiasi Menyusu Dini LATAR BELAKANG Inisiasi menyusu dini . arly initiatio. atau permulaan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segera setelah lahir. Hal ini merupakan kodrat dan anugrah dari tuhan yang sudah disusun untuk kita. Melakukannya juga tidak sulit, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua Cara bayi melakukan inisiasi menyusu dini ini dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara (Roesli, 2. Peningkatan pemberian asi perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan bagi ibu dan bayi. Upaya tersebut dapat dilakukan antara lain dengan cara pemberian asi secara dini atau yang dikenal dengan Inisiasi Menyusu Dini (Roesli, 2. Penelitian di Ghana oleh dr. Karen Edmond yang melibatkan 10. 947 bayi yang lahir, diketahui jika bayi diberi kesempatan menyusu dan dibiarkan melakukan kontak kulit dengan kulit dalam satu jam pertama setelah dilahirkan maka 22% nyawa bayi di bawah umur 28 hari dapat diselamatkan dan apabila bayi memulai menyusu pertamanya adalah saat bayi berusia diatas dua jam, nyawa bayi di bawah umur 28 hari dapat terselamatkan sebesar 16%, ini berarti bahwa resiko kematian bayi di bawah umur 28 hari akan meningkat 6 kali lebih besar setiap kenaikan satu jam nya (Roesli, 2. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, bahwa angka kematian bayi tahun 2010 sebesar 24,5 per 1000 kelahiran Angka ini menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 26,9 per 1000 kelahiran hidup (Dinkes propsu, 2. Angka kematian ibu (AKI) di Sumatera Utara tahun 2021 adalah 330 per 100. 000 kelahiran hidup, tahun 2022 menjadi 320 per 100. kelahiran hidup, pada tahun 2023 menjadi 315 000 kelahiran hidup, tahun 2024 menjadi 305 per 100. 000 kelahiran hidup, tahun 2025 adalah 260 per 100. 000 kelahiran hidup (Dinkes propsu, 2. Di Indonesia dengan inisiasi menyusu dini lebih dari 20. 000 bayi akan bisa Menunda inisiasi menyusu dini berarti juga meningkatkan kematian pada Inisiasi menyusu dini juga akan Millenium Development Goals (MDG. karena pemberian asi ekslusif akan mencegah malnutrisi dan mengurangi kemiskinan (Roesli, 2025,). Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi yakni mencapai 20 bayi per 1000 bayi yang hidup satu bulan Jika angka kelahiran hidup di Indonesia sekitar 5 juta per tahun dan angka kematian bayi adalah 20 per 1000 kelahiran hidup, berarti setiap hari 246 bayi di Indonesia meninggal atau setiap satu jam 10 bayi Indonesia meninggal dan setiap 6 menit 1 bayi Indonesia memperoleh air susu dari ibunya pada satu jam pertama (Roesli, 2. Program mempunyai manfaat yang sangat besar untuk bayi maupun ibu yang baru melahirkan. Tetapi dalam penerapan inisiasi menyusu dini itu sendiri belum tersosialisasikan di beberapa rumah sakit, maupun di klinik praktek bidan, sehingga penerapannya masih perlu di Melalui survei awal yang dilakukan peneliti di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Medan, berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 3 bidan praktek swasta, 2 diantaranya mengetahui inisiasi menyusu dini tetapi tidak melaksanakan inisiasi menyusu dini dengan alasan merasa kasihan karena ibu masih lelah setelah melahirkan, ibu memerlukan istirahat, bayi harus segera ditimbang dan diukur dan takut bayi akan kedinginan, sehingga bayi harus segera di bedong. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik Demografi Bidan Praktek Swasta Tentang Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 Karakteristik Usia Kategori < 30 tahun 30-40 tahun >40 tahun < 5 Tahun 5-15 Tahun > 15 Tahun Jumlah Pendidikan METODE Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, jenis penelitian ini tujuannya untuk menemukan ada atau tidak adanya hubungan, dan apabila ada, seberapa erat hubungannya serta berarti atau tidak hubungan itu (Arikunto, 2006, hal : . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bidan praktek swasta yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Medan sebanyak 52 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi menjadi objek penelitian dengan total populasi sebanyak 52 orang. Bidan D1 Bidan Di Bidan DIV Jumlah Lama Jumlah Berdasarkan golongan umur di dapati bahwa mayoritas responden berumur 30-40 tahun sebanyak 26 responden . ,0%), berumur > 40 tahun sebanyak 14 responden . ,9%), dan minoritas berumur < 30 tahun sebanyak 12 responden . ,1%). Berdasarkan golongan pendidikan di dapati bahwa mayoritas responden berpendidikan Di . ,9%), berpendidikan DI sebanyak 21 reponden . ,4%), dan minoritas berpendidikan DIV sebanyak 4 responden . ,7%). Berdasarkan golongan lama bekerja di dapati bahwa mayoritas responden yang lama bekerja 5-15 tahun sebanyak 23 responden . ,2%), lama bekerja < 5 tahun sebanyak 16 responden . ,8%), dan minoritas yang lama bekerja > 15 tahun sebanyak 13 responden . ,0%). HASIL PENELITIAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hubungan pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 di peroleh hasil sebagai berikut: Distribusi Frekuensi Pengetahuan Bidan Praktek Swasta Tentang Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 Kategori Baik Kurang Baik Jumlah Hubungan Pengetahuan Bidan Praktek Swasta dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan 2025 Dari hasil penelitian didapatkan mayoritas responden yang mempunyai pengetahuan yang baik sebanyak 34 responden . ,4%), dan minoritas responden yang mempunyai pengetahuan yang kurang baik sebanyak 18 responden . ,6%). Pengetahuan bidan praktek swasta tentang inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 adalah mayoritas responden yang mempunyai pengetahuan yang baik sebanyak 34 responden . ,4%), dan minoritas responden yang mempunyai pengetahuan yang kurang baik sebanyak 18 responden . ,6%). PEMBAHASAN Pengetahuan Bidan Praktek Swasta tentang Inisiasi Menyusu Dini Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Pengetahuan ini merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang di mana dari pengalaman dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang di dasari oleh pengetahuan, akan lebih bertahan lama dari pada perilaku yang tidak di dasari oleh pengetahuan (Notoadmodjo, 2. Dari hasil penelitian di dapatkan mayoritas responden berumur 30-40 tahun sebanyak 26 responden . ,0%). Sesuai pendapat Hurlock . , bahwa usia dewasa . Ae 40 tahu. merupakan masa di mana seseorang secara Dari hasil penelitian diketahui umur sangat berperan penting dalam memahami suatu ilmu pengetahuan, semakin bertambah usia seseorang semakin banyak pengalaman dan informasi yang diperoleh (Notoadmodjo, 2. Selain dari umur yang Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Inisiasi Menyusui Dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 Kategori Baik Kurang Baik Jumlah Pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Tahun 2025 adalah mayoritas responden yang mempunyai pelaksanaan yang baik sebanyak 46 responden . ,5%), dan minoritas responden yang mempunyai pelaksanaan yang kurang baik sebanyak 6 responden . ,5%). dapat mempengaruhi pengetahuan bidan adalah latar belakang pendidikan juga dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan bidan. Dari hasil penelitian didapatkan mayoritas tingkat pendidikan bidan adalah tamatan D i sebanyak 27 responden . ,9%). Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock . , bahwa pendidikan berperan penting dalam menentukan kualitas manusia, dan akan dianggap lebih berpengetahuan apabila mengecap pendidikan. Hal ini sesuai dengan teori yang di kemukakan oleh Notoatmojdo . , tingkat pendidikan dikaitkan dengan kemampuan dalam menyerap dan menerima informasi dalam bidang kesehatan dan keluarga, bahwa makin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin tinggi tingkat pemahamannya. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan sangat berperan dalam penyerapan dan pemahaman terhadap informasi dan pendidikan memiliki peranan penting dalam mempengaruhi pengetahuan Makin tinggi pendidikan makin mudah orang tersebut untuk menerima Hal ini bertujuan melihat bahwa semakin tinggi pendidikan yang dimiliki responden, maka responden semakin mudah dan berwawasan luas mengetahui tentang Inisiasi Menyusu Dini. Lamanya masa bekerja juga termasuk faktor yang mempengaruhi pengetahuan bidan praktek swasta tentang inisiasi menyusu dini di mana dari hasil penelitian didapatkan mayoritas responden ada kelompok lama bekerja 5-15 tahun sebanyak 23 responden . ,2%). Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock . , bahwa pekerjaan dan lama bekerja yang dilakukan seseorang memberikan pengaruh terhadap hal lain. Menurut Notoatmodjo . bahwa lamanya seseorang bekerja dapat berkaitan dengan pengalaman yang didapatkan di tempat kerja, semakin lama Menurut Soekidjo . , seseorang diperoleh dari pengalaman sendiri maupun pengalaman orang lain. Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Berdasarkan hasil penelitian dari 52 responden menunjukan bahwa 46 responden . ,5%) memiliki pelaksanaan yang baik, sedangkan 6 responden . ,5%) memiliki pelaksanaan yang kurang baik. Menurut Notoatmodjo . , tindakan atau praktik . adalah suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan . vert Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan, antara lain adalah fasilitas. Dalam Notoatmodjo . , setelah seseorang mengetahui stimulus atau objek kemudian akan mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui, selanjutnya diharapkan ia akan melaksanakan atau mempraktekkan apa yang diketahui atau disikapinya . inilai bai. Dalam analisa yang dilakukan oleh WHO tahun 2001 bahwa pengetahuan, persepsi, sikap, kepercayaan, dan penilaian seseorang terhadap sesuatu objek mempengaruhi tindakannya dan perilaku ini terjadi melalui suatu proses. Hubungan Pengetahuan Bidan Praktek Swasta dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini. Berdasarkan hasil analisa statistik yang diperoleh maka didapat p=0,400 (=0,. dengan p > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis ini ditolak yaitu tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa Medan 2025. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Anita Kusumawati . dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara pengetahuan bidan tentang inisiasi menyusu dini dengan praktek inisiasi menyusu dini, hal ini berarti bahwa bidan yang memiliki pengetahuan yang baik tentang inisiasi menyusu dini mereka akan melakukan praktek inisiasi menyusu dini secara baik pula. Walaupun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan bidan praktek swasta dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini, menunjukkan adanya kegagalan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini, karena sebagian besar bidan sudah mengetahui tentang inisiasi menyusu dini dan sebagian besar bidan sudah melaksanakan inisiasi menyusu dini. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi tindakan bidan dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini salah satunya adalah pelatihan tentang insiasi menyusu dini walaupun sebagian besar bidan telah melakukan pelaksanaan yang baik, peneliti menyarankan perlunya perencanan yang matang dalam mempromosikan praktek inisiasi menyusu dini, termasuk di dalamnya pelatihan bidan, selain itu penelitian ini perlu ditindak lanjuti melalui penelitian dengan skala yang lebih luas serta dengan metode yang lebih bervariasi untuk memberikan keyakinan terhadap hasil yang diperoleh, sehingga hasilnya lebih bermanfaat dan dapat Menurut Roesli . ada beberapa hal yang menghambat pelaksanaan inisiasi menyusu dini diantaranya, takut bayi kedinginan, ibu terlalu lelah untuk segera menyusui bayinya pada satu jam pertama, tenaga kesehatan kurang tersedia dan kurang merespon adanya praktek inisiasi menyusu dini, kamar bersalin yang sibuk, ibu bersalin dengan secsio sesarea yang di jahit, pemberian suntikan vitamin K dan tetes mata segera setelah bayi lahir. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak selamanya bidan yang mempunyai pengetahuan yang baik akan memiliki pelaksanaan yang baik, pengetahuan yang kurang baik akan memiliki pelaksanaan yang kurang baik. DAFTAR PUSTAKA