Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ALJABAR Nela Dwi Kusumawati1. Dina Prasetyowati2 Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia neladwikusumawati@gmail. com, 2 dinaprasetyowati@upgris. Corresponding author : neladwikusumawati@gmail. Abstrak Abstrak: Artikel ini menjelaskan tentang kemampuan literasi numerasi siswa kelas VII saat menyelesaikan soal cerita pada materi aljabar. Penelitian ini dilakukan di MTs Tarbiyatul Aulad yang berlokasi di Desa Perdopo Kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 33 siswa. Data diperoleh dari tes kemampuan literasi numerasi dan wawancara, kemudian data dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif studi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi sebesar 33 siswa menunjukkan kategori baik dengan nilai rata-rata 84,5. Siswa dengan nilai tertinggi dapat memenuhi dua sampai tiga indikator, sedangkan siswa dengan nilai tes keterampilan literasi numerasi yang rendah hanya memenuhi satu tes indikator. Tidak terpenuhinya indikator disebabkan oleh kesalahan siswa antara lain : . Tidak menuliskan informasi data yang diketahui dan ditanyakan, . Salah dalam menyelesaikan permasalahan, . Salah dalam menghitung, dan . Tidak menuliskan kesimpulan hasil jawaban yang diperoleh. Kata Kunci: kemampuan literasi numerasi, aljabar, soal cerita. Abstract : This article describes junior high school students' literacy numeracy skills in solving story problems on The research was conducted at private junior high school located in Perdopo. Gunungwungkal. Pati with 33 students research subjects. The data were obtained through the literacy numeracy skills test and interview results, and then the data were analyzed using a qualitative descriptive study. The results showed that the literacy numeracy skills of 33 students showed an good category with an average score of 84,5. Students with the highest score can fulfilled two to three indicators, while students with low score of literacy numeracy skills test only fulfilled one indicator. The unfulfillment of indicators is caused by student errors include: . Not writing known data information and asked, . Wrong in solving the problem, . Wrong when calculating, and . Not writing conclusions on the results of the answers obtained. Keywords: literacy numeracy skills, algebra, story problems. PENDAHULUAN Kemampuan menggunakan angka, data, dan simbol matematika berkaitan erat dengan literasi numerasi (De Lange, 2. Literasi numerasi juga diartikan sebagai suatu kemampuan dan pengetahuan siswa dalam. mengaplikasikan matematika dasar seperti penggunaan angka dan simbol dalam menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari, . melakukan kajian informasi dari bentuk bagan, grafik, tabel, serta . menyajikan informasi numerik dan infografik dengan padat dan jelas (Han. Susanto. Dewayani. Pandora. Hanifah. Miftahussururi. Akbari, 2. Pemecahan masalah matematis juga memanfaatkan kemampuan literasi numerasi peserta didik khususnya pada permasalahan yang berkaitan kehidupan sehari-hari yang mana peserta didik perlu melakukan analisis informasi, mengolah, dan menyimpulkan hasil analisis tersebut menjadi sebuah keputusan (Han. Susanto, . Dewayani. Pandora. Hanifah. Miftahussururi. Akbari, 2. UNESCO (UNESCO, menyebutkan kemajuan suatu bangsa dapat ditentukan salah satunya dengan kemampuan literasi Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan menggunakan angka, bilangan, serta matematika yang efektif merupakan kemampuan literasi numerasi yang penting agar dapat menyelesaikan permasalahan di kehidupan sehari-hari. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Peningkatan kemampuan literasi numerasi peserta didik Sekolah Menengah Pertama sederajat masih perlu dilakukan karena peserta didik Sekolah Menengah Pertama kerap mengalami kesulitan dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan matematika misalnya permasalahan dalam bentuk cerita (Fauziah, 2. Kesulitan membaca dan menganalisis informasi dari bentuk grafik dan data juga dialami oleh peserta didik Sekolah Menengah Pertama (Mustain, 2. Lebih lanjut, hasil tes matematika PISA 2018 dengan peserta didik usia 15 tahun setara Sekolah Menengah Pertama menunjukkan bahwa Indonesia berada di peringkat lima dari bawah, dimana peringkat Indonesia adalah ke 73 dari total 78 negara yang mengikuti tes PISA dan Indonesia memperoleh skor 379 dari skor rata-rata 489 (OECD, 2. Han, dkk (Han. Susanto. Dewayani. Pandora. Hanifah. Miftahussururi. Akbari, 2. menyebutkan bahwa hasil TIMSS Indonesia mendapatkan nilai 395 dari nilai rata-rata 500 yang cukup menimbulkan rasa prihatin. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik Sekolah Menengah Pertama sederajat perlu ditingkatkan. Literasi numerasi dan soal cerita memiliki relevansi yaitu menuntut peserta didik terampil dalam membaca, memahami, dan menganalisis masalah matematika (Larasaty. Mustiani, & Pratini, 2. Soal-soal literasi numerasi kebanyakan berbentuk soal cerita (Ayuningtyas, 2. Hal lain yang mendukung pernyataan tersebut yaitu dari Mahmud dan Pratiwi (Mahmud. , & Pratiwi, 2. yang menyebutkan kemampuan literasi dasar dan numerasi dapat diasah dengan soal cerita. Jadi disimpulkan bahwa literasi numerasi dan soal cerita memiliki relevansi. Soal cerita berisi permasalahan sehari-hari yang sering dijumpai pada materi aljabar (Rahardjo. , & Waluyati, 2. Soal cerita dalam aljabar biasanya menuntut peserta didik untuk menerjemahkan soal ke dalam model matematika seperti mengumpamakan sesuatu dengan variable (Sari. Hasbi. , & Umam, 2. Fauziah (Fauziah, 2. menyebutkan bahwa soal cerita dalam aljabar berupa uraian panjang yang mencantumkan sebuah atau multipel variabel. Sehingga soal cerita matematika berisi materi aljabar dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik memahami matematika dengan memodelkan informasi Penelitian terkait kemampuan literasi numerasi telah banyak dilakukan sebelumnya. Penelitian Mahmud dan Pratiwi (Mahmud. , & Pratiwi, 2. mengemukakan bahwa kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas IV SD memiliki kategori baik dalam menyelesaikan permasalahan tidak terstruktur pada materi pola bilanngan. Maulidina dan Hartatik (Maulidina. , & Hartatik, 2. mengungkapkan bahwa kemampuan literasi numerasi yang baik dimiliki oleh mahasiswa yang kemampuan matematikanya Penelitian lain yaitu penelitian dari Hartatik dan Nafiah (Hartatik. , 2. menunjukkan bahwa kemampuan literasi numerasi terendah mahasiswa ada pada kesulitan dalam menggunakan simbol dan angka terkait matematika dasar. Penelitian BadiAoah, dkk (BadiAoah, 2. menunjukkan kemampuan literasi numerasi yang baik dimiliki oleh peserta didik kelas Vi dengan pemahaman konsep matematis kategori tinggi, sedang, dan rendah. Sedangkan penelitian Ayuningtyas dan Sukriyah (Ayuningtyas, 2. menunjukkan bahwa sebanyak 68% mahasiswa memahami kategori soal numerasi dan 11,63% mahasiswa mengetahui definisi numerasi. Namun belum banyak penelitian yang fokus mengukur kemampuan literasi numerasi dengan subjek siswa Sekolah Menengah Pertama, melalui penyelesaian soal Penelitian Karmila (Karmila, 2. dan Setiawan, dkk (Setiawan. Inganah. , & Ummah, 2. menunjukkan bahwa kemampuan literasi peserta didik laki-laki dan perempuan berada pada kategori baik, namun pada peserta didik berjenis kelamin perempuan cenderung kurang percaya diri dalam menyampaikan argumennya. Peneliti mengambil materi Aljabar sebab di MTs tersebut jarang dilakukan latihan soal aljabar berbentuk soal cerita. Sehingga diharapkan hasil penelitian ini melahirkan referensi kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita aljabar. Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, penelitian bertema kemampuan literasi numerasi cukup membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas VII dalam menyelesaikan soal cerita pada materi aljabar. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi kemampuan literasi numerasi peserta didik SMP/MTs sehingga dapat dirancang kegiatan pembelajaran yang lebih baik. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MTs Tarbiyatul Aulad yang berlokasi di Pati dengan subjek 33 peserta didik kelas VII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, metode wawancara, dan rekaman . Instrumen yang digunakan berupa lembar tes kemampuan literasi numerasi dan pedoman wawancara. Lembar tes kemampuan literasi numerasi berisi 3 butir soal cerita operasi aljabar yang dibuat oleh peneliti. Lembar tes tersebut digunakan untuk mengetahui bagaimana kemampuan literasi numerasi peserta didik, sedangkan pedoman wawancara digunakan untuk memperjelas hasil dari jawaban tes peserta didik. Lembar tes kemampuan literasi numerasi dan pedoman wawancara telah divalidasi oleh dua dosen ahli dalam bidang pendidikan matematika. Hasil validasi menyatakan bahwa lembar tes yang digunakan pada penelitian ini valid dengan rerata nilai 80 dari nilai maksimal 100, sehingga lembar tes dapat digunakan sebagai instrumen untuk mendeskripsikan kemampuan literasi numerasi siswa. Sedangkan lembar wawancara dinyatakan valid oleh kedua validator dengan skor 21,5 dari skor maksimal 24, sehingga lembar wawancara dapat digunakan untuk memperjelas hasil jawaban peserta didik. Untuk mengetahui kemampuan literasi numerasi peserta didik dibutuhkan indikator kemampuan literasi numerasi (N) dan kriteria N pada soal tes. Berikut disajikan indikator kemampuan literasi numerasi (N) beserta kriteria N pada soal tes yang diadaptasi dari Han, dkk . pada Tabel 2. Tabel 1. Indikator Kemampuan Literasi Numerasi (N) dan Kriteria N pada Soal Tes No. Indikator Kemampuan Kriteria N pada Soal Literasi Numerasi (N) Tes Peserta didik dapat Menuliskan menggunakan berbagai dan simbol yang dan terkait dengan operasi simbol yang terkait pada bentuk aljabar dengan operasi pada dengan tepat dan bentuk aljabar Peserta didik dapat Menuliskan data yang menganalisis informasi diketahui dari tabel yang disajikan dan apa yang ditanya secara lengkap Peserta didik dapat analisis tersebut untuk mengambil keputusan Menuliskan hasil atau kesimpulan dengan benar dan Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan tiga tahap yaitu . Reduksi data, . Pemaparan data, dan . Penarikan kesimpulan. Tahap reduksi data dilakukan pengambilan seluruh lembar jawaban peserta didik, kemudian diambil lembar jawaban dengan nilai tinggi dan rendah yang berkategori sangat baik dan cukup. Tahap pemaparan data dilakukan penggambaran kemampuan literasi numerasi peserta didik dalam bentuk deskripsi dari proses peserta didik dalam menyelesaikan instrumen tes yang beracuan pada indikator kemampuan literasi Tahap penarikan kesimpulan dilakukan penarikan kesimpulan dalam bentuk deskripsi berdasarkan data yang diterima dan sudah dianalisis. Berikut disajikan kategori rata rata nilai tes kemampuan literasi numerasi yang diadopsi dari Zahidah . pada Tabel 3. Tabel 2. Kategori Rata-rata Nilai Tes Kemampuan Literasi Numerasi Interval Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tes kemampuan literasi numerasi dari 33 peserta didik adalah 84,5 dengan kategori baik. Hasil pekerjaan 33 siswa dibagi menjadi 3 kategori, namun pada penelitian ini fokus pembahasan adalah pada peserta didik yang kemampuan literasi numerasi tinggi dan Hasil menunjukkan bahwa 17 dari 33 peserta didik berada pada kategori kemampuan literasi numerasi sangat baik. Dengan kata lain, 52% peserta didik memiliki kemampuan literasi numerasi yang sangat baik dalam menyelesaikan soal cerita aljabar. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Berikut disajikan tabel persentase jumlah peserta didik yang menjawab benar dan tepat di setiap Tabel 3. Persentase Jumlah Peserta Didik yang Menjawab Benar dan Tepat di Setiap Indikator No. Indikator Kemampuan Literasi Numerasi (N) Peserta didik dapat angka dan simbol terkait dengan operasi pada bentuk aljabar Peserta didik Peserta didik dapat analisis tersebut untuk mengambil keputusan Soal 1 Soal 2 Soal 3 Berikut akan dipaparkan deskripsi kemampuan literasi numerasi peserta didik pada soal nomor 1 dengan kode S1 sebagai subjek 1. S2 sebagai subjek 2, dan seterusnya. Deskripsi Kemampuan Literasi Numerasi Subjek S1 yang Memiliki Nilai Tinggi Peserta didik diminta menjawab dua pertanyaan pada soal nomor 1 yaitu membuat persamaan dan menghitung jumlah orang dari masing-masing Peserta didik yang menjawab benar dan tepat pada soal nomor 1 berjumlah 17 dari total 33 peserta Berikut salah satu contoh jawaban S1 pada Gambar 1. Tabel 3 menunjukkan bahwa tidak semua peserta didik dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan literasi numerasi dalam menyelesaikan soal tes berbentuk cerita. Indikator pertama kemampuan literasi numerasi (N. , menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan operasi bentuk aljabar memperoleh persentase tertinggi yang artinya 31 hingga 33 peserta didik dapat memenuhi indikator tersebut. Indikator ketiga kemampuan literasi numerasi (N. , menafsirkan hasil analisis untuk memprediksi dan mengambil keputusan memperoleh persentase terendah di soal 3 yaitu 40%. Hal tersebut dapat terjadi karena peserta didik membuat kesalahan hitung dan kurang tuntas dalam mengambil keputusan atau disebut juga menarik kesimpulan akhir. Sebagian besar peserta didik tidak menuliskan kesimpulan akhir dari proses penyelesaian yang telah mereka tuliskan. Jadi dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang dapat menggunakan angka dan simbol terkait operasi bentuk aljabar, serta menganalisis informasi yang diketahui dan ditanya dalam soal, bukan berarti memiliki kemampuan literasi numerasi yang baik karena kemampuan literasi numerasi dikatakan baik jika memenuhi ketiga Gambar 1. Hasil Pekerjaan S1 Ketika Menuliskan Angka dan Simbol terkait Operasi Bentuk Aljabar Indikator kemampuan literasi numerasi pertama (N. yaitu menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkait dengan operasi bentuk aljabar. Hasil pengerjaan S1 sesuai Gambar 1 menunjukkan bahwa S1 kurang tepat dalam menuliskan angka dan simbol matematika yang berkaitan dengan operasi bentuk aljabar, seharusnya tanda Au=Ay dituliskan sejajar dengan garis pembagi. Gambar 2. Hasil Pekerjaan S1 Ketika Menuliskan Informasi Soal Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Indikator kemampuan literasi numerasi kedua (N. yaitu analisis informasi. S1 kurang tepat dalam menuliskan data yang diketahui dari tabel yang disajikan dan apa yang ditanya secara lengkap pada Gambar 2, namun S1 dapat menjelaskan secara lisan saat wawancara sebagaimana kutipan wawancara P : Apa saja yang diketahui dan ditanyakan dalam soal? S1: Beberapa jenis pekerjaan. Mbak. Saya misalkan PNS, pegawai swasta, pedagang itu dengan ycu, yc, yc. Yang diketahui itu PNS-nya ycu, pegawai swasta itu yc 45/2 sama dengan 5ycu 45/2 karena yc nya saya ganti menjadi 5ycu. Pedagang itu 5ycu. Jumlah warga di RW 7 ada 150 orang. Terus yang ditanyakan itu gimana persamaannya dan berapa jumlah orang dari masing-masing pekerjaan. Mbak. P : Maksud dari yc diganti itu apa? Mengapa menulisnya PNS= ycu? S1 : yc nya dimasukin Mbak. Saya menulis PNS= ycu karena dimisalkan Mbak, jadi ycu itu artinya PNS sebanyak ycu orang. diperkuat dengan jawaban lisan S1 ketika proses wawancara sebagaimana kutipan wawancara berikut: P : Menurut kamu langkah penyelesaiannya gimana? S1 : Penyelesaian untuk menulis persamaan dari seluruh pekerjaan itu ya ditambahin aja dari persamaan yang udah diketahui, terus disederhanakan. Kalau penyelesaian jumlah orang dari masing-masing pekerjaan, saya cari nilai ycu, yc, yc nya dulu. Setelah itu dimasukin ke persamaan yang diketahui tadi. Ketemu PNS sebanyak 15 orang, pegawai swasta sebanyak 60 orang, dan pedagang sebanyak 75 : Dimasukin apa maksudnya? S1 : Disubtitusi. Mbak. S1 mampu menjawab yang diketahui dan ditanya pada soal serta menjelaskan langkah penyelesaian dengan baik. Baik S1 maupun peserta didik lain yang memiliki nilai tes kemampuan literasi numerasi tinggi dapat memenuhi dua hingga tiga indikator kemampuan literasi numerasi sehingga dapat dikatakan kemampuan literasi numerasinya juga tinggi, hal ini sejalan dengan penelitian Maulidina dan Hartatik . yang menyebutkan bahwa kemampuan numerasi yang baik dimiliki oleh peserta didik yang berkemampuan tinggi. Deskripsi Kemampuan Literasi Numerasi Subjek S19 yang Memiliki Nilai Rendah Peserta didik dengan nilai rendah berjumlah 9 dari 33 peserta didik. Subjek S19 dipilih sebagai salah satu dari peserta didik yang memperoleh nilai rendah. Berikut jawaban S19 pada soal nomor 1. Gambar 3. Hasil Pekerjaan S1 Ketika Menuliskan Proses Penyelesaian Soal Indikator kemampuan literasi numerasi ketiga (N. yaitu menafsirkan hasil analisis . ari N. untuk memprediksi dan mengambil keputusan. S1 dapat menuliskan penyelesaian soal serta menjelaskan hasil atau kesimpulan yang didapatkan dengan benar dan tepat pada Baris 1 hingga Baris 8. Hal tersebut Gambar 4. Hasil Pekerjaan S19 yang Tidak Menuliskan Informasi Soal Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . Subjek nomor 19 (S. menggunakan angka dan simbol terkait operasi pada bentuk aljabar namun kurang tepat, serta tidak menuliskan apa yang diketahui dari tabel yang disajikan dan apa yang ditanya pada soal nomor 1 sehingga indikator kemampuan literasi pertama (N. dan kedua (N. tidak terpenuhi. S19 langsung menuliskan proses penyelesaian soal pada Gambar 5 di Baris 1 hingga Baris 7, namun S19 dapat menjelaskan secara lisan saat wawancara seperti pada kutipan wawancara berikut: : Apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal? S14 : Saya misalkan pekerjaan itu dengan ycu, yc, yc. Mbak. Yang diketahui itu PNS-nya ycu, pegawai swasta itu yc 45/2 . Pedagang itu 5ycu. Jumlah warga di RW 7 ada 150 orang. Yang ditanyakan itu persamaan dan jumlah orang dari masingmasing pekerjaan. : Kenapa tidak dituliskan di lembar jawaban? S19 : Panjang. Mbak, malas jadinya gak saya tulis. Saya mau langsung ke penyelesaiannya saja. Baris 2 pada Gambar 4. S19 menuliskan ycu ( 45/2 ) 5ycu = 150 yang mana jawaban tersebut kurang tepat. Seharusnya tidak perlu disama dengankan 150 karena yang ditanyakan di pertanyaan pertama hanya representasi persamaan dari ketiga pekerjaan. Baris 3 dan Baris 4 pada Gambar 4 siswa akan mengalikan persamaan 6ycu ( yc 45/2 ) = 150 dengan angka 2 namun pada Baris 4 di ruas kanan siswa tidak mengalikannya sehingga tetap ditulis 150 yang berakibat salah hitung hingga Baris 6 sehingga menyebabkan tidak tercapainya indikator kemampuan literasi ketiga (N. yaitu menafsirkan hasil analisis . ari N. untuk memprediksi dan mengambil keputusan. Proses penyelesaian yang dituliskan siswa tidak menjawab jumlah masing-masing orang dengan ketiga Baris 1 hingga Baris 6 S19 belum menyederhanakan variabel yc menjadi 5ycu padahal di awal sudah diketahui bahwa pekerjaan yc berjumlah 5ycu S14 kurang teliti dalam menjawab soal materi operasi aljabar, hal ini tampak saat proses wawancara seperti pada kutipan wawancara berikut: : Apa yang diketahui dan ditanyakan dalam soal? S19 : Saya misalkan pekerjaan itu dengan ycu, yc, yc. Mbak. Yang diketahui itu PNS-nya ycu, pegawai swasta itu yc 45/2 . Pedagang itu 5ycu. Jumlah warga di RW 7 ada 150 orang. Yang ditanyakan itu persamaan dan jumlah orang dari masing-masing : Kenapa tidak ditulis di lembar jawaban? S19 : Panjang. Kak, malas jadinya gak saya tulis. Saya mau langsung ke penyelesaiannya saja. Setelah diberikan clue bahwa pekerjaan yc bisa disubtitusi dengan 5ycu. S19 langsung paham dan mengerti proses penyelesaian soal yang benar dan tepat. Hal ini sejalan dengan penelitian Sari . yang menyebutkan bahwa hal-hal yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan sehingga salah dalam menjawab soal diantaranya tidak teliti dalam membaca dan memahami soal, kurangnya pemahaman siswa terhadap materi, dan kurangnya rasa percaya diri dalam menjawab soal. Nurjanatin, dkk . juga menyebutkan bahwa peserta didik seringkali tidak percaya diri dan ragu-ragu dalam mengerjakan soal, sehingga dapat disimpulkan bahwa hal tersebut dapat mempengaruhi kemampuan literasi numerasi siswa itu Baik S19 maupun peserta didik lain yang memiliki nilai tes kemampuan literasi numerasi terendah hanya memenuhi salah satu indikator yang disebabkan oleh kesalahan yang dilakukan peserta didik, salah satunya yaitu tidak menarik kesimpulan atau tidak menginterpretasikan proses penyelesaian soal yang telah dilakukan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Sari . yang menyebutkan bahwa peserta didik dengan kemampuan numerasi yang rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menarik SIMPULAN DAN SARAN Secara umum, kemampuan literasi numerasi peserta didik di MTs Tarbiyatul Aulad yang berlokasi di Pati berkategori baik dengan rata-rata skor 84,5. Peserta didik dengan nilai tes kemampuan literasi numerasi tertinggi dapat memenuhi dua hingga tiga indikator, sedangkan peserta didik dengan nilai tes kemampuan literasi numerasi rendah hanya memenuhi salah satu indikator saja. Tidak terpenuhinya indikator disebabkan oleh kesalahan peserta didik diantaranya: . Tidak Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . menuliskan informasi data yang diketahui dan ditanya, . Keliru dalam penyelesaian soal, . Salah ketika menghitung, dan . Tidak menuliskan kesimpulan atas hasil jawaban yang didapatkan. Sebagian besar kesalahan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita aljabar yaitu peserta didik tidak menyampaikan informasi dari soal dan apa yang ditanya, namun ketika dilakukan wawancara peserta didik yang bersangkutan dapat menyebutkan informasi pada soal. Jika peserta didik terbiasa dengan soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari maka peserta didik tersebut akan mampu meningkatkan kemampuan literasi numerasinya. Penelitian mengembangkan desain pembelajaran atau desain media pembelajaran agar peserta didik terbiasa dengan menghitung dan dapat mengaplikasikan kemampuan literasi numerasinya di kehidupan sehari-hari. Selain itu, saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat melakukan penelitian di jenjang yang lebih tinggi dan mengembangkan instrumen tes yang akan diujikan, serta mengembangkan tes tersebut ke materi matematika lain seperti geometri dan pengukuran serta pengolahan data. DAFTAR RUJUKAN Ayuningtyas. Analisis Pengetahuan Numerasi Mahasiswa Matematika Calon Guru. Delta-Pi : Jurnal Matematika Dan Pendidikan Matematika, 9. http://ejournal. id/index. php/deltapi/artic le/view/2299 BadiAoah. Pengaruh Model Pembelajaran Knisley terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis ditinjau dari Literasi Numerasi. WILANGAN : Jurnal Inovasi Dan Riset Pendidikan Matematika, 1. https://jurnal. id/index. php/wilangan/artic le/download/8966/pdf_16 De Lange. Mathematical Literacy for Living from OECD-PISA Perspective. Tsukuba Journal of Educational Study in Mathematics, 25. http://w. jp/mathedu/2503. Fauziah. Scaffolding pada Pemecahan Masalah Soal Cerita Bentuk Aljabar di Kelas VIIA MTs Al-MaAorifat Tulungagung Tahun Ajaran 2018/2019. IAIN Tulungagung. Han. Susanto. Dewayani. Pandora. Hanifah. Miftahussururi. Akbari. Materi Pendukung Literasi Numerasi. https://gln. id/glnsite/wpcontent/uploads/2017/10/materi literasi-numerasi-rev. Hartatik. , & N. Kemampuan Numerasi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Sekolah Dasar dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Education and Human Development Journal, 5. https://doi. org/10. 33086/ehdj. V5i1. Karmila. Deskripsi Kemampuan Literasi Matematis Siswa Ditinjau dari Gender. Pedagogy, 3. https://doi. org/10. 30605/pedagogy. Larasaty. Mustiani, & Pratini. Peningkatan Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas Vi SMP Bopkri 3 Yogyakarta Melalui Pendekatan PMRI Berbasis PISA pada Materi Pokok SPLDV. Prosiding Seminar Nasional Etnomatnesia, 622Ae633. Mahmud. , & Pratiwi. Literasi Numerasi Siswa dalam Pemecahan Masalah Tidak Terstruktur. KALAMATIKA Jurnal Pendidikan Matematika, 4. , 69Ae88. https://doi. org/10. 22236/kalamatika. Maulidina. , & Hartatik. Profil Kemampuan Numerasi Siswa Sekolah Dasar Berkemampuan Tinggi dalam Memecahkan Masalah Matematika. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 3. , 61Ae66. https://doi. org/https://doi. org/10. 21067/jbpd. Mustain. Kemampuan Membaca dan Interpretasi Grafik dan Data: Studi Kasus pada Siswa Kelas 8 SMPN. Scientiae Educatia, 5. https://doi. org/https://doi. org/10. 24235/sc. OECD. PISA 2018 Results (Volume I): What Students Know and Can Do. OECD Publishing. https://doi. org/https://doi. org/10. 1787/5f07c754-en Rahardjo. , & Waluyati. Pembelajaran Soal Cerita Operasi Hitung Campuran di Sekolah Dasar. http://p4tkmatematika. org/file/Bermutu 2011/SD/9. PEMBELAJARAN SOAL CERITA OPERASI HITUNG. Sari. Hasbi. , & Umam. Analisis Kesalahan Siswa menurut Newman dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Aljabar Kelas Vi SMPN 1 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Matematika, 2. , 81Ae90. http://jim. id/pendidikanmatematika/article/view/2826 Setiawan. Inganah. , & Ummah. Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa dalam Penyelesaian Soal Pisa Ditinjau dari Gender. Jurnal Karya Pendidikan Matematika, 6. , 43Ae48. https://doi. org/https://doi. org/10. 26714/jkpm. Jurnal Pendidikan Matematika (AL KHAWARIZMI), 5 . UNESCO. Literacy Life. https://unesdoc. org/ark:/48223/pf00001416