Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Analisis Perubahan Kepemimpinan Perusahaan Jasa Konsultan Teknik Konstruksi di Era Revolusi Industri 4. 0 (Studi Kasus di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabay. Ragil Lutfiana Hadi1. Evita Purnaningrum2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya1,2 Email : purnaningrum@unipasby. ABSTRAK Kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital dibutuhkan untuk kepemimpinan 4. 0 yang identik dengan teknologi dan inovasi-inovasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital terhadap kepemimpinan 4. 0 di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya. Seluruh karyawan PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya sebanyak 45 karyawan menjadi populasi dan sampel penelitian ini. Sumber data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya. Teknik analisis data menggunakan metode SEM-PLS dengan software R package PLS-PM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh signifikan terhadap kepemimpinan digital dengan p 000 < 0. Berbeda dengan kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan 4. 0 yang memiliki pengaruh tidak signifikan dengan p value 0. 970 > 0. Sedangkan kepemimpinan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap kepemimpinan 4. 0 dengan p value 0. 000 < 0. Dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui kepemimpinan yang perlu diterapkan pemimpinnya di era revolusi industri 4. Kata Kunci : kepemimpinan transformasional, kepemimpinan digital, kepemimpinan 4. ABSTRACT Transformational leadership and digital leadership are needed for leadership 4. 0 which is synonymous with technology and innovations. The purpose of this study was to determine the effect of transformational leadership and digital leadership on leadership 4. 0 at PT. Bina Karya (Perser. Surabaya Branch. All employees of PT. Bina Karya (Perser. Surabaya Branch as many as 45 employees became the population and sample of this study. The data source used is primary data with a questionnaire as a data collection tool. The data analysis technique used the SEM-PLS method with the R package PLS-PM The results of this study indicate that transformational leadership has a significant influence on digital leadership with p value 0. 000 < 0. In contrast to transformational leadership on leadership 4. which has no significant effect with p value 0. 970 > 0. While digital leadership has a significant influence on leadership 4. 0 with p value 0. 000 <0. From this research, it is hoped that it can be useful for companies to find out the leadership that their leaders need to apply in the era of the industrial Keywords: transformational leadership, digital leadership, leadership 4. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 PENDAHULUAN Semua aktivitas manusia dan berbagai aspek seperti ekonomi maupun dunia kerja telah menggunakan teknologi informasi, apalagi di era industri 4. 0 ini. Secara umum, industri 4. adalah konsep yang menggambarkan proses kompleks transformasi teknologi dan organisasi/perusahaan, yang mencakup integrasi rantai nilai, pengenalan model bisnis baru, dan digitalisasi produk atau layanan (Kwiotkowska dkk, 2. Dalam revolusi 4. 0 ini fokus kepada teknologi-teknologi yang bersifat digital. Seiring dengan berkembangnya digital, aktivitas individu dan perusahaan pun juga menggunakan teknologi. Disamping itu, dengan berkembangnya era digital, menciptakan banyak data seperti gambar, audio, video, transaksi, dan lainnya yang berukuran ribuan bahkan jutaan giga byte atau disebut dengan big data (Purnaningrum dan Ariqoh, 2. Data bervolume besar, cepat, berbagai variasi, dan terpercaya merupakan 4 karakteristik big data (Purnaningrum dan Ariqoh, 2. Salah satu jenis big data yang cukup sering digunakan adalah google trends (Kusumawardhani dan Purnaningrum, 2021. Nafah dan Purnaningrum, 2021. Purnaningrum dan Ariqoh, 2019. Purnaningrum dan Ariyanti, 2. Adanya teknologi yang semakin maju di industri 4. 0 juga sudah mempengaruhi kepemimpinan di seluruh dunia (Daud dkk, 2. Kepemimpinan merupakan cara seorang pemimpin dalam mengarahkan dan menggerakkan karyawan serta segala kegiatan di Dalam perusahaan konsultan dan konstruksi, seorang pemimpin merupakan orang yang memiliki tingkat tanggung jawab tertinggi dalam kesuksesan atau kegagalan suatu proyek (Lindayana dkk, 2. Di industri 4. 0, pemimpin tidak hanya mampu memimpin saja, tetapi harus bertransformasi digital, menunjukkan arah perubahan, menginspirasi dan mendukung Kemampuan, gaya, dan pola pikir kepemimpinan tradisional yang ada tidak cukup untuk mengatasi tantangan transformasi digital. Oleh karena itu, perusahaan perlu dilengkapi dengan kepemimpinan yang sesuai untuk era industri 4. Kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital dibutuhkan untuk kepemimpinan 0 yang identik dengan teknologi dan inovasi-inovasi. Kepemimpinan 4. 0 adalah model memimpin dengan menciptakan dan malakukan strategi yang sudah berubah menjadi digital dengan baik dan sesuai rencana serta tujuan perusahaan (Daud dkk, 2. Kepemimpinan 4. juga dianggap sebagai kemampuan pemimpin yang tidak hanya sekedar memerintah namun juga menginspirasi dan menggerakkan karyawan dengan mengikuti perkembangan teknologi serta Sebagaimana menurut Guzmyn dkk . , bahwa di industri 4. 0 membutuhkan kepemimpinan transformasional, namun juga perlu fokus yang lebih spesifik pada pembelajaran dan inovasi. Kepemimpinan transformasional merupakan kemampuan pemimpin dalam menginspirasi orang lain untuk percaya pada visi pemimpin tersebut dalam mencapai tingkat kinerja yang tinggi (Afsar dkk, 2. Kepemimpinan transformasional, pemimpin bergerak pada perubahan, meningkatkan kesadaran karyawan dengan melampaui kepentingan kolektif mereka, dan membantu karyawan mencapai tujuan yang luar biasa. Selain itu, untuk mencapai tujuan perusahaan perlu dengan adanya kepemimpinan digital. Kepemimpinan digital mampu beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi dan dinilai menjadi kunci bertahan di era 0 bagi perusahaan (Asri & Darma, 2. Kepemimpinan digital merupakan gaya memimpin perusahaan yang responsif dan berfokus pada kerjasama tim, pemimpin semangat berinovasi, mampu menerapkan cara kerja yang baru sehubungan dengan adanya teknologi, serta mampu memberikan solusi untuk masalah di perusahaan (Oberer dan Erkollar, 2. PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya yang merupakan perusahaan jasa konsultan teknik konstruksi dipimpin oleh seorang manajer cabang, dimana manajer cabang tersebut dalam memimpin perusahaan tidak dengan menggunakan gaya atau model kepemimpinan apapun. Manajer sekedar memberikan tugas atau pekerjaan kepada karyawan, kurang melibatkan para karyawannya untuk berdiskusi bersama dalam mengambil suatu keputusan, kurang tegas dalam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 mendisiplinkan karyawannya, kurang memotivasi karyawan, belum sepenuhnya fokus terhadap inovasi dan beradaptasi dengan perubahan dan pemanfaatan teknologi di era 4. 0 dalam Berdasarkan pemaparan diatas, bahwa secara teori kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital dipandang sesuai dan dibutuhkan untuk perubahan kepemimpinan 4. serta kepemimpinan di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya yang terbilang belum berubah mengikuti perubahan kepemimpinan di era revolusi industri 4. 0, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan digital, pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap 0, dan pengaruh kepemimpinan digital terhadap kepemimpinan 4. 0 di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Seluruh karyawan PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya yang berjumlah 45 orang menjadi populasi dan sampel penelitian ini. Data primer berupa kuesioner dikumpulkan dengan cara disebarkan secara langsung ke Skala pengukuran menggunakan skala Likert. Pilihan jawaban tiap items kuesioner terdapat skor 1-5. Kemudian data dianalisis menggunakan metode SEM-PLS yang diaplikasikan di software R 4. 2 package PLS-PM. HASIL Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Evaluasi outer model untuk mengetahui hubungan masing-masing indikator dengan variabel Dibawah ini merupakan gambar atau desain outer model penelitian ini. Gambar 1. Desain Outer Model Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Validitas Konvergen Uji validitas konvergen dilakukan dengan melihat nilai loading factor dan nilai AVE. adapun nilai loading factor tersaji dalam tabel dibawah ini: Tabel 1. Loading Factor Variabel Kepemimpinan Transformasional (X. Kepemimpinan (X. Digital Kepemimpinan 4. 0 (Y) Indikator Loading Factor Nilai Kritis X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Sumber : Data Diolah : 2022 Pada tabel 1 diatas, loading factor semua indikator masing-masing variabel telah memenuhi syarat yaitu > 0. 7 dan dinyatakan valid. Setelah menguji loading factor, dilakukan pengujian dengan melihat nilai AVE harus > 5 yang tersaji dalam tabel berikut: Tabel 2. AVE (Average Varians Extracte. Variabel AVE Kepemimpinan Transformasional (X. Kepemimpinan Digital (X. Kepemimpinan 4. 0 (Y) Sumber : Data Diolah : 2022 Pada tabel 2 diatas, nilai AVE semua variabel > 0. 5 , maka semua indikator masingmasing variabel dinyatakan valid. Validitas Diskriminan Pengujian validitas diskriminan dengan melihat nilai cross loading setiap indikator. Berikut tabel nilai cross loading: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 Indikator X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. ISSN : 2746 Ae 8607 Tabel 3. Cross Loading KT (X. KD (X. K 4. 0 (Y) Sumber : Data Diolah : 2022 Berdasarkan hasil analisis pada tabel 3, nilai cross loading masing-masing indikator dengan variabelnya lebih tinggi daripada variabel lain. Contoh, indikator X1. 1 KT (X. nilai cross loading nya 0. 721 dimana nilai tersebut lebih besar daripada cross loading ke konstruk lainnya yaitu 0. 667 ke KD X2 dan 0. 661 ke K 4. 0 (Y). Hal tersebut berarti variabel laten memprediksi indikator pada bloknya sendiri lebih baik daripada indikator di blok lain. Reliabilitas (Internal Consistency Reliabilit. Pengujian internal consistency reliability menggunakan cronbachAos alpha yang tersaji pada tabel berikut: Tabel 4. CronbachAos Alpha CronbachAos Variabel Alpha Kepemimpinan Transformasional (X. Kepemimpinan Digital (X. Kepemimpinan 4. 0 (Y) Nilai Kritis Sumber : Data Diolah : 2022 Berdasarkan tabel 4 diatas, nilai CronbachAos Alpha semua variabel yaitu kepemimpinan trasformasional (X. , kepemimpinan digital (X. , dan kepemimpinan 4. 0 (Y) > 0. Sehingga, semua variabel dapat dinyatakan reliabel. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Evaluasi Model Struktural (Inner Mode. R-Square (R. Hasil uji R2 tersaji pada tabel berikut: Tabel 5. Nilai R2 Variabel Kepemimpinan Digital Kepemimpinan 4. Sumber : Data Diolah : 2022 Terlihat pada tabel 5 diatas, nilai R2 Kepemimpinan Digital yaitu 0. Maka, presentase besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan digital adalah 2% dan tergolong kuat, sedangkan sisanya 38. 8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. Kemudian nilai R2 Kepemimpinan 4. 0 sebesar 0. 775 yang berarti presentase besarnya pengaruh kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan digital terhadap Kepemimpinan 0 adalah sebesar 77. 5% dan tergolong kuat, sedangkan sisanya 22. 5% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian ini. Q-Square (Q. Berikut perhitungan nilai Q-Square: = 1 Ae . - R2 . - R2 . = 1 Ae . Ae 0. Ae 0. = 1 Ae . = 1 Ae 0. = 0. Hasil perhitungan Q2 diatas, diperoleh nilai predictive relevance 0. 913 yang menyatakan model sudah baik, karena nilai lebih dari 0. Uji Signifikansi/Uji Hipotesis Hasil penilaian signifikansi/pengujian hipotesis tersaji dalam tabel berikut: Tabel 6. Output Uji Signifikan Kepemimpinan Digital Std. Error Kepemimpinan Digital Estimate Intercept Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan Digital t. Kepemimpinan Digital Pr. Sumber : Data Diolah : 2022 Pada tabel 6 diatas, kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan digital koefisien estimate nya 0. 782 dan koefisien p value 0. 000 < 0. Sehingga, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan digital dan berarti hipotesis Artinya, kepemimpinan transformasional memberikan dampak/pengaruh yang baik untuk kepemimpinan digital. Semakin meningkat gaya kepemimpinan transformasional. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 semakin meningkat pula gaya kepemimpinan digital. Disamping itu, indikator kepemimpinan transformasional yang meliputi perilaku karismatik, motivasi inspiratif, stimulasi intelektual, dan perhatian yang individual berdasarkan loading factor semuanya berhubungan positif dengan variabel latennya, dan yang paling dominan adalah indikator perhatian yang Dari penelitian ini. PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya, dimana manajer cabang memimpin perusahaan tidak dengan menggunakan gaya atau model kepemimpinan apapun. Sehingga, kepemimpinan perusahaan perlu berubah dimana selain manajer cabang harus lebih beradaptasi lagi dengan teknologi digital, juga dengan menerapkan kepemimpinan transformasional, serta memberikan perhatian yang individual dalam hal potensi dan kebutuhan berkembang karyawan. Agar model atau gaya manajer cabang memimpin PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya juga lebih efektif dan perusahaan dapat menjawab tantangan serta bertahan di era big data. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Islam dkk . , bahwa kepemimpinan transformasional secara signifikan mempengaruhi kepercayaan dalam konteks perubahan Dalam mengelola perubahan yang terjadi di suatu perusahaan secara efektif cocok jika menerapkan kepemimpinan transformasional. Tabel 7. Output Uji Signifikan Kepemimpinan 0 Estimate Intercept Kepemimpinan Transformasional Kepemimpinan Digital Sumber : Data Diolah : 2022 Kepemimpinan Kepemimpinan Kepemimpinan 0 Std. Error 0 t. 0 Pr. Pada tabel 7 diatas, kepemimpinan transformasional terhadap kepemimpinan 4. 0 nilai koefisien estimate nya 0. 004 dan koefisien p value 0. 970 > 0. Sehingga, kepemimpinan transformasional berpengaruh tidak signifikan terhadap kepemimpinan 4. 0 dan berarti hipotesis ditolak. Artinya, semakin meningkat gaya kepemimpinan transformasional, 0 akan menurun. Sehingga, jika menerapkan kepemimpinan transformasional, tidak akan memaksimalkan perubahan penerapan gaya kepemimpinan 4. Atau, dalam perubahan ke kepemimpinan 4. 0 tidak membutuhkan kepemimpinan transformasional untuk mendukung keefektifan penerapannya. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Guzmyn dkk . bahwa di industri 4. 0 membutuhkan kepemimpinan transformasional, namun juga perlu fokus yang lebih spesifik pada pembelajaran dan inovasi. Kepemimpinan digital terhadap kepemimpinan 4. 0 koefisien estimate nya 0. 877 dan koefisien p value 0. 000 < 0. Sehingga, kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kepemimpinan 4. 0 dan berarti hipotesis diterima. Artinya, kepemimpinan digital memberikan dampak/pengaruh yang baik untuk kepemimpinan 4. Semakin meningkat gaya kepemimpinan digital, semakin meningkat pula gaya kepemimpinan 4. Disamping itu, indikator kepemimpinan digital yang meliputi literasi digital, visi digital, pertahanan, kehadiran, komunikasi, kemampuan beradaptasi, kesadaran diri, dan kesadaran budaya berdasarkan loading factor semuanya berhubungan positif dengan variabel latennya, dan yang paling dominan adalah indikator kesadaran budaya. Dari penelitian ini, yang Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 sebelumnya manajer PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya memimpin perusahaan tidak dengan menggunakan gaya atau model kepemimpinan apapun bisa dikatakan siap untuk berubah ke kepemimpinan 4. 0 melalui penerapan kepemimpinan digital termasuk kesadaran manajer akan budaya yang mencerminkan visi digital dan perbedaan budaya kerja yang timbul dari cara kerja digital. Agar model atau gaya manajer cabang memimpin PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya juga lebih efektif dan perusahaan dapat menjawab tantangan serta bertahan di era 4. 0 atau era big data. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Asri dan Darma . , bahwa kepemimpinan digital adalah tipe kepemimpinan yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat dan dianggap sebagai kunci untuk menghadapi datangnya era revolusi industri 4. SIMPULAN Dari hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa Kepemimpinan Transformasional berpengaruh signifikan terhadap Kepemimpinan Digital di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya dibuktikan dari p value yang < 0. Disamping itu, berdasarkan loading factor indikator kepemimpinan transformasional yang paling dominan adalah perhatian yang individual. Sehingga, dengan menerapkan kepemimpinan transformasional termasuk perhatian yang individual, akan mampu memaksimalkan penerapan gaya kepemimpinan digital. Kepemimpinan Transformasional berpengaruh tidak signifikan terhadap Kepemimpinan 4. di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya dibuktikan dari p value yang > 0. Semakin meningkat gaya kepemimpinan transformasional, kepemimpinan 4. 0 akan menurun. Sehingga, dalam perubahan ke kepemimpinan 4. 0 tidak membutuhkan kepemimpinan transformasional untuk mendukung keefektifan penerapannya. Sedangkan Kepemimpinan Digital berpengaruh signifikan terhadap Kepemimpinan 4. 0 di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya dibuktikan dari p value yang < 0. Adanya kepemimpinan digital akan meningkatkan kepemimpinan 4. Disamping itu, berdasarkan loading factor indikator kepemimpinan digital yang paling dominan yaitu kesadaran budaya. Sehingga, pemimpin di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya bisa dikatakan siap untuk berubah ke 0 melalui penerapan kepemimpinan digital termasuk adanya kesadaran budaya, agar kepemimpinan di PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya juga lebih efektif dan perusahaan dapat menjawab tantangan serta bertahan di era 4. IMPLIKASI Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui kepemimpinan yang perlu diterapkan pemimpinnya di era 4. 0/big data. Manajer cabang PT. Bina Karya (Perser. Cabang Surabaya perlu menerapkan kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan baru yaitu kepemimpinan digital untuk meningkatkan kepemimpinan yang efektif di era revolusi industri 4. 0 demi tercapainya tujuan perusahaan. Seperti, pemimpin bukan lagi hanya memerintah atau sekedar memberikan pekerjaan tetapi juga menginspirasi karyawannya, mengarahkan, melatih, dan menggerakkan karyawannya dalam bekerja yang lebih baik, serta selalu mengikuti perkembangan teknologi dan dapat menciptakan strategi transformasi digital. Selain itu, manajer perlu juga memberikan perhatian yang individual dalam hal potensi dan kebutuhan berkembang karyawan serta manajer harus lebih sadar dan paham akan budaya KETERBATASAN PENELITIAN Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Keterbatasan penelitian ini yaitu sampel yang sangat sedikit hanya 45 karyawan. Variabel yang digunakan juga tergolong sedikit dan hanya fokus pada kepemimpinan saja. Masih jarang pula referensi tentang indikator dari kepemimpinan 4. 0 dan jurmal yang berkaitan dengan tujuan dan hipotesis dalam penelitian ini. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 DAFTAR PUSTAKA