JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 Perancangan Media Pembelajaran Teknik Pemrograman Mikrokontroler dan Mikroprosesor Berbasis Android di Sekolah Menengah Kejuruan Bidang Teknologi Rekayasa Garda Basri 1 dan Wisnu Djatmiko 2 Pendidikan Teknik Elektronika. Universitas Negeri Jakarta Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses perancangan media pembelajaran berbasis android dengan model pengembangan Borg dan Gall. Perencangan dimulai dengan ditemukannya masalah rendahnya prestasi belajar peserta didik pada kelas X elektronika 2 SMK N 39 Jakarta. Kemudian dikembangkan sesuai dengan tahapan Borg dan Gall yakni . penelitin dan pengumpulan informasi, . perancangan dan pengembangan produk . uji coba lapangan awal . revisi uji lapangan awal . Uji lapangan utama . Revisi uji lapangan utama . uji lapangan skala besar . Revisi uji lapangan skala besar . imprementasi dan Pada perancangan penulisan makalah komprehenshif ini dibatasi hanya sampai pada tahap perancangan dan pengembangan produk. Kata kata Kunci: Media Pembelajaran. Perancangan, model Borg dan Gall Abstract. This reasearch paper aims to analyze the process of designing learning media based on android with the Borg and Gall development Planning begins with the discovery of the problem of low student achievement in class X electronics 2 SMK N 39 Jakarta Then developed according to the steps of Borg and Gall. That is . research and information collecting . product design and development . Preliminary field testing . Main product revision . Main field testing, . Operational product revision, . Operational field testing . Final product revision, . implementation and dissemination . In designing this comprehensive paper, it is limited to the design and product development step. Keyword: Learning Media. Designing. Borg and Gall models *Corresponding author: basri_g1999@gmail. 1 Pendahuluan Pada tahun 2017, pengamatan pelaksanaan PKM mengungkapkan ketidaktersediaan buku paket pemerintah untuk mata pelajaran Teknik Pemrograman Mikrokontroler dan Mikroprosesor di kelas X SMKN 39 Jakarta, mendorong guru mencari bahan ajar sendiri. Hasil observasi dan penilaian tengah semester menunjukkan bahwa hanya 30% peserta didik yang memperoleh nilai di atas KKM. Kurangnya minat belajar juga tercermin dari kuesioner, dengan 60% peserta didik merasa bosan dengan metode ceramah yang digunakan guru. Kondisi ini memotivasi penelitian untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Android, mengatasi keterbatasan bahan ajar dan meningkatkan minat belajar. Identifikasi masalah mencakup ketidaktersediaan buku paket, penggunaan metode ceramah, dan kurangnya variasi belajar. Pembatasan penelitian difokuskan pada perancangan media pembelajaran berbasis Android untuk mata pelajaran Teknik Pemrograman Mikrokontroler dan Mikroprosesor di kelas X Elektronika 2 SMKN 39 Jakarta. Perumusan masalah berfokus pada teknik merancang media pembelajaran tersebut. Tujuan penulisan adalah membahas teknik merancang media pembelajaran Android pada mata pelajaran tersebut dengan fokus pada Algoritma dan Flowchart. Manfaat penelitian ini secara teoritis mencakup peningkatan wawasan dan referensi JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 untuk pembelajaran dengan media, khususnya pada mata pelajaran tersebut. Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan alternatif pembelajaran yang dapat diakses peserta didik kapanpun dan di manapun, serta memberikan wawasan bagi guru terhadap media pembelajaran yang menarik. Bagi peneliti, penelitian ini menjadi pengalaman dalam merancang aplikasi mobile learning untuk mata pelajaran tersebut. Dengan demikian, penelitian ini muncul sebagai respons terhadap kendala pembelajaran yang dihadapi, mengajukan solusi berupa media pembelajaran berbasis Android. Diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik, serta memberikan panduan praktis bagi guru dan peneliti dalam merancang media pembelajaran yang efektif dan inovatif. 2 Metodologi Metode yang digunakan dalam penulisan makalah komprehenshif ini adalah Research and Development (R&D). Sukmadinata mengemukakan bahwa penelitian dan pengembangan (R&D) merupakan pendekatan penelitian untuk menghasilkan produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada. (Sukmadinata, 2006:. Metode R&D adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan (Sugiyono, 2015: . Metode yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangan model Borg dan Gall . menggunakan 10 langkah. Desain produk pada penulisan makalah komprehenshif ini mengikuti langkah pada alur penulisan model Borg dan Gall yang dengan 10 langkah. Yakni . Tahap penelitian dan pengumpulan informasi (Research and Information Collectio. , . Tahap perencanaan (Plannin. , . Tahap pengembangan produk awal (Preliminary Form of Product Developmen. , . Tahap Uji Lapangan awal (Preliminary field testin. , . Tahap revisi akhir (Main product revisio. Uji coba lapangan utama (Main field testin. Revisi sebelum uji operasional (Operational Product revisio. Uji coba secara operasional (Operational field testin. Revisi akhir (Final product revisio. implementasi dan pendistribusian (Dissemination and implementatio. pengembangan media pembelajaran berbasis android dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Langkah Model Pengembangan Borg dan Gall 3 Hasil dan Pembahasan 1 Analis data penilitian Data yang telah terkumpul akan dianalisis untuk mengetahui penilaian dan pendapat dari produk yang dihasilkan. Peneliti menggunakan Teknik analisis deskiptif kuantitaif yang JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 menggambarkan penilaian dari aplikasi media pembelajaran. Data tersebut diperoleh dari penilaian kelayakan produk oleh ahli media, ahli materi, praktisi pelajaran, dan peserta didik. Hasil dari analisis akan digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki media pembelajaran. Dalam pengembangan media pembelajaran peneliti menggunakan menggunakan skala likert sebagai instrument pengukuran untuk menganalisis hasil dari instrument kelayakan produk. Tabel 1. menjelaskan ketentuan pemberian berdasarkan skala likert : Tabel 1. Ketentuan Pemberian Skor Ketegori Skor SS . angat setuj. S . Netral TS . idak setuj. STS . angat tidak setuj. Sumber: Sugiyono . 6: . Hasil data yang terkumpul akan dianalisis dengan menghiung rata- rata skor dari setiap aspek pada kuesioner yang diperoleh dengan rumus : yc Ocyc ycA Keterangan : ycUI : Nilai rata-rata Oc X : jumlah nilai : Jumlah subyek Jumlah rerata skor tiap aspek yang telah didapatkan diubah kembali dalam bentuk kualitatif agar dapat diambil kesimpulan terkait kelayakan media pembelajaran yang dikembangkan. Pedoman konversi ideal dijabarkan pada tabel 7 sebagai berikut : Tabel 2. Pedoman Konversi Skor Nilai Rumus Rentang Klasifikasi X Ou Xi 1,8 ycIyaAi 4,21 Ae 5,00 Sangat Layak 3,41 Ae 4,20 Layak 2,61 Ae 3,40 Kurang Layak 1,81 Ae 2,60 Tidak Layak Xi Ou 0,6 ycIyaAi < O Xi 1,8 ycIyaAi Xi Oe 0,6 ycIyaAi < O Xi 0,6 ycIyaAi Xi Oe 1,8 ycIyaAi < JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 O Xi Oe 0,6 ycIyaAi X O Xi Oe 1,8 ycIyaAi 0 Ae 1,80 Sangat Layak Tidak Keterangan : = Skor Aktual Xi = (Rerata Idea. = 1 AE2 ( Skor maksimum ideal skor minimum idea. = 1AE2 . = 3 Sbi = (Simpangan Baku Idea. = 1AE6 (Skor maksimum ideal Ae skor minimum idea. = 1AE6 ( 5 - . = 0, 67 Berdasarkan Tabel 7. data kemudian dikonversi sesuai dengan rentang nilai berdasarkan aspek-aspek kriteria sebagai media pembelajaran interaktif, dengan spesifikasi sebagai Kelayakan dari pengembangan bahan ajar multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan sangat layak apabila mendapatkan rentang nilai antara 4. Kelayakan dari pengembangan bahan ajar multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan sangat layak apabila mendapatkan rentang nilai antara 3. Kelayakan dari pengembangan bahan ajar multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan kurang layak apabila mendapatkan rentang nilai antara 2. Kelayakan dari pengembangan bahan ajar multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan tidak layak apabila mendapatkan rentang nilai antara 1. Kelayakan dari pengembangan bahan ajar multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan dinyatakan sangat layak apabila mendapatkan rentang nilai antara 01. 2 Pembahasan Pengujian skala kecil juga dilakukan untuk melihat kehandalam aplikasi yang telah dibuat. Pengujian dilakukan dengan berbagai tipe android mulai dari android tipe 5 sampai android tipe 10 untuk melihat apakah aplikasi berjalan dengan baik apabila digunakan pada tipe android yang berbeda-beda. Kemudian penulis juga melakukan uji penginstallan aplikasi pada smarthphone dengan macam-macam ukuran layar untuk menguji respon aplikasi apabila diinstall pada smarthphone dengan layar berbeda ukuran. Berikut tabel hasil pengujian aplikasi tersebut : Volume 4 No 2 Desember 2021 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Tabel 3. Tabel Uji Kelayakan Produk Spesifikasi Bukti Pemasangan Smarhphone Hasil Pengamatan Redmi 9c Layar Aplikasi dengan normal pada android 10 Android 10 Semua aplikasi dapat dibuka Tampilan aplikasi tidak berubah artinya respon aplikasi bagus untuk layar 53 inchi Vivo Y91 c Layar Aplikasi dengan normal pada android Semua menu dalam aplikasi dapat dibuka Tampilan Android 8 oreo aplikasi tidak aplikasi bagus untuk layar 22 inchi . Volume 4 No 2 Desember 2021 JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Xiaomi Redmi Layar Aplikasi dapat berjalan dengan normal pada android 7. Semua menu dalam aplikasi dapat dibuk Tampilan Android 7. 99 inchi . Xiaomi Redmi 4A Aplikasi dapat berjalan dengan aplikasi bagus untuk layar normal pada android 7. Layar 5. 5 inchi Android 5. Semua menu dalam aplikasi dapat dibuka Tampilan aplikasi bagus untuk layar 99 inc Berdasarkan pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa aplikasi dapat dikatakan handal pada berbagai jenis tipe android baik tipe rendah yakni tipe 5 sampai tipe paling baru yakni Kemudian aplikasi memiliki tingkat respon yang baik dibuktikan dengan digunakan pada smarthphone dengan beragam ukuran layar dimulai dari 5. 5 inchi sampai 6. 53 inchi dapat mengikuti ukuran layar dan sesuai dengan desain yang telah dibuat atau direncanakan tanpa berubah posisi sedikitpun. Uji Coba Lapangan (Main field testin. Uji coba lapangan adalah tahap untuk penilaian kelayakan media pembelajaran yang telah penilaian dilakukan oleh pakar ahli materi, ahli media, praktisi mata pelajaran, dan peserta didik. Karena keterbatasan waktu proses pengujian, revisi akhir, implementasi dan distribusi aplikasi ini tidak dapat dilakukan dan diubah menjadi perancangan media pembelajaran sesuai dengan analisis kebutuhan lapangan pada saat observasi. 4 Kesimpulan Berdasarkan perencanaan makalah komprehensif tentang AuPerancangan Media Pembelajaran Berbasis Android Pada JVoTE (Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronik. e-ISSN: 2622-7029 Volume 4 No 2 Desember 2021 Materi Sensor dan Transduser Kelas X Sekolah Menengah KejuruanAy, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Model pengembangan Borg dan Gall dapat diterapkan untuk mengembangkan media pembelajaran karena pada tahapannya cukup jelas membahas Langkah- Langkah dalam mengembangkan produk. Perancanan media pembelajaran berbasis android pada kelas X EI 2 diharapkan mampu meningkatkan minat belajar peserta didik dalam belajar Perancangan konsep media pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan variasi media pembelajaran sebagai penunjang dalam kegiatan belajar mengajar. Referensi