Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 2, No. 2 Januari 2025, Hal. 63-66 DOI: https://doi.org/10.62017/jkmi GAMBARAN DAN SIKAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG KEKURANGAN VITAMIN A PADA ANAK DI KELURAHAN KASSILAMPE Irma Yunawati *1 Wa Ode Salma 2 Nurnashariana Jufri 3 Wa ode umalia 4 Sulastri 5 Laupi Liskasari 6 Asriani Agus 7 Nurhikmah Ainun 8 Tamara Moratono Jono 9 Tetih Yanuliah 10 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10 Universitas Halu Oleo *e-mail: irmayunawati@uho.ac.id, ssulas286@gmail.com, waodeumalia9@gmail.com Abstrak Vitamin A merupakan zat penting untuk mensintesis pigmen selsel retina yang fotosintesis, dan diferensiasi normal struktur epitel penghasil lendir. Kekurangan yang parah menyebabkan rabun senja, serosis, dan keratinisasi konjungtiva dan kornea yang pada akhirnya menimbulkan ulkus serta nekrosis kornea.Vitamin A merupakan zat penting untuk mensintesis pigmen selsel retina yang fotosintesis, dan diferensiasi normal struktur epitel penghasil lendir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengetahuan ibu terhadap penyakit kekurangan vitamin A pada masyarakat kelurahan kassilampe.Desain penelitaian yang digunakan dengan Metode kegiatan untuk analisis kekurangan vitamin A di daerah Kassilampe, Kendari, pada tanggal 29 Desember 2024, melibatkan pengambilan sampel sebanyak 50 ibu-ibu. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan pengukuran kadar retinol serum menggunakan teknik HPLC (High Performance Liquid Chromatography) untuk menentukan status vitamin A.Hasil penelitaian menunjukan bahwa Berdasarkan penelitian menggunakan kuesioner terhadap 50 responden di Kelurahan Kassilampe. Kategori Persentase Setuju 100% Tidak Setuju 0%. Kata kunci: Pengetahuan Ibu, Vitamin A, Anak Abstract Vitamin A is an essential substance for synthesizing photosynthetic retinal cell pigments, and normal differentiation of mucus-producing epithelial structures. Severe deficiency causes night blindness, cirrhosis, and keratinization of the conjunctiva and cornea which ultimately causes corneal ulcers and necrosis. Vitamin A is an essential substance for synthesizing photosynthetic retinal cell pigments, and normal differentiation of mucus-producing epithelial structures. This study aims to determine the knowledge of mothers about vitamin A deficiency in the Kassilampe village community. The research design used with the Activity Method for analyzing vitamin A deficiency in the Kassilampe area, Kendari, on December 29, 2024, involved sampling of 50 mothers. This study is an observational descriptive study with serum retinol levels measured using the HPLC (High Performance Liquid Chromatography) technique to determine vitamin A status. The results of the study showed thatBased on research using a questionnaire on 50 respondents in Kassilampe Village. Category Percentage Agree 100% Disagree 0%. Keywords: Knowledge, Vitamin A, Children PENDAHULUAN Vitamin A berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Akibat lain yang paling serius dari kekurangan vitamin A (KVA) adalah rabun senja yaitu bentuk lain dari xeropthalmia seperti kerusakan kornea mata dan kebutaan (Almatsier, 2016). Vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti campak, diare dan ISPA serta memiliki peranan yang sangat penting bagi kesehatan mata. Saat ini Indonesia masih terjadi kecenderungan meningkatnya kekurangan Vitamin A (KVA) pada balita. Salah satu penyebab cakupan pemberian vitamin A kurang pada balita yaitu dikarenakan ibu balita beranggapan JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 63 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 2, No. 2 Januari 2025, Hal. 63-66 DOI: https://doi.org/10.62017/jkmi bahwa pemberian vitamin A cukup sekali saja diberikan pada saat bayi berumur 6-11 bulan saja dan pada umur 12-59 bulan balita tidak perlu diberikan lagi dikarenakan pada saat bayi sudah diberikan vitamin A dan banyak ibu yang mempunyai balita tidak tahu kapan bulan vitamin A. Hipervitaminosis A (toksisitas vitamin A) merupakan berlebihnya asupan vitamin A di atas batas yang di anjurkan.kemampuan tubuh untuk tubuh metebolisme vitamin A terbatas,jadi apabila terjadi kelebihan asupan vitamin A dapat meneyebabkan penimbungan yang melebihi kapasitas protein pengikat,sehingga vitamin A dalam bentuk tidak terkait merusak jaringan. Vitamin A merupakan salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan jaringan ikat, mengatur pertumbuhan dan perkembangan sel, meningkatkan sistem imun, serta mempertahankan kesehatan mata dan penglihatan. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan terdapat sebanyak 6-7 juta kasus baru kekurangan vitamin A di seluruh dunia ¹. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kebutaan, infeksi saluran pernapasan, gangguan pertumbuhan, dan penyakit kulit. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan konsumsi vitamin A dengan dosis yang tepat untuk mencegah kekurangan vitamin. Prevalensi xerophthalmia pada anak balita di Indonesia menurun dari 1,33% pada tahun 1978 menjadi 0,34% pada tahun 1992. Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan kebutaan akibat kekurangan vitamin A telah efektif.Cakupan Pemberian Vitamin A Pada tahun 2015, cakupan pemberian vitamin A pada balita hanya mencapai 62%, lebih rendah dari target nasional sebesar 75%. Vitamin A merupakan nutrisi esensial untuk kesehatan mata, kulit dan sistem imun. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan, infeksi saluran pernapasan dan gangguan pertumbuhan.Data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara (2020) menunjukkan bahwa Prevalensi kekurangan vitamin A pada balita di Kendari sebesar 10,3%.Sebanyak 20,5% balita di Kendari mengalami kekurangan vitamin A ringanan Kekurangan vitamin A lebih tinggi di daerah pedesaan (12,1%) dibandingkan perkotaan (8,5%). Kekurangan vitamin A merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia, terutama pada balita (anak usia 0-5 tahun). Vitamin A sangat penting untuk penglihatan, pertumbuhan, dan sistem imun. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja, kekerasan kulit, dan peningkatan risiko infeksi. Data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari (2020) menunjukkan, Prevalensi kekurangan vitamin A pada balita mencapai 27,8% (2020). Angka kejadian rabun senja pada balita mencapai 12,1% (2020). Konsumsi makanan kaya vitamin A masih rendah, yaitu 25,6% dari total konsumsi makanan (2020). Di Kendari, meski belum ada data spesifik mengenai kekurangan vitamin A pada tahun 2023, secara nasional prevalensi defisiensi vitamin A pada anak-anak telah menurun berkat program-program kesehatan masyarakat. Namun demikian, tantangan tetap ada, terutama untuk memastikan semua balita mendapatkan asupan yang cukup dari sumber makanan dan suplemen vitamin A. Kegiatan lebih lanjut diperlukan untuk memahami kondisi spesifik di daerah tersebut dan untuk merancang intervensi yang lebih efektif. Faktor Penyebab yang di kaitakan dengan berdasarkan hasil penelitan, Faktor utama adalah kurangnya konsumsi makanan kaya vitamin A seperti sayuran hijau dan buah-buahan berwarna merah dan kuning. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan akses ke makanan bergizi, kemiskinan, dan status sosial-ekonomi rendah. Selain itu, kurangnya pendidikan gizi ibu dan keterbatasan pengetahuan tentang pentingnya vitamin A juga berperan.Faktor ini juga berperan dalam kesehatan seperti diare, gastroenteritis, infeksi parasit, dan penyakit kronis juga mempengaruhi. Gangguan pencernaan dan penggunaan obat-obatan tertentu dapat menghambat penyerapan vitamin A. Faktor lingkungan seperti keterbatasan sinar matahari, polusi udara dan air, serta perubahan iklim juga berdampak. Tradisi makanan tidak seimbang, kurangnya peran aktif ibu, dan pengaruh media juga mempengaruhi. METODE JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 64 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 2, No. 2 Januari 2025, Hal. 63-66 DOI: https://doi.org/10.62017/jkmi Jenis metode penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang berarti menggambarkan tentang pengetahuan dan sikap Ibu terhadap pemberian vitamin A pada anak dalam wilayah tertentu (KASSILAMPE). Rancangan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survey. Subjek penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-5 tahun dan objek penelitian ini adalah tingkat pengetahuan dan sikap Ibu yang memiliki anak usia 6 bulan-5 tahun di wilayah kassilampe. Penelitian ini dilakukan pada Tanggal 28 Desember 2024.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu yang mempunyai anak usia 6 bulan-5 tahun di wilayah kassilampe, dengan jumlah 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang digunakan dalam penelitian disusun oleh peneliti berdasarkan referensi ilmiah serta telah dilakukan uji coba validitas dan reliabilitas terhadap 50 responden. Dan tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling.Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 50 responden yang terdiri dari usia 19 tahun sampai usia 55 tahun. Dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan pemberian vitamin A pada anak terhadap responden berdasarkan usia. HASIL DAN PEMBAHASAN Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 50 responden yaitu Masyarakat kelurahan kassilampe kota Kendari.Berdasarkan penelitian menggunakan kuesioner terhadap 50 responden didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 1. Karakteristik dasar responden Usia (Tahun) Jumlah (n) Persentase (%) < 20 1 100 21 - 25 26 - 30 31-35 36-40 41-46 46-50 51-55 Tabel 2 jenis kelamin Jenis Kelamin Perempuan 1 7 10 6 15 6 4 Jumlah (n) 1 1 7 10 6 15 6 4 Tabel 3 Pengetahuan ibu tentang vitamin A Usia (Tahun) Jumlah (n) Kurang - 100 Persentase (%) 2 2 14 20 12 30 12 8 Persentase (%) Baik 50 100 Total 50 Berdasarkan hasil kegiatan ini menegaskan bahwa pengetahuan ibu tentang vitamin A sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan dan kesehatan optimal. Pendekatan berbasis komunitas dan penyuluhan rutin tetap menjadi kunci utama dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. kegiatan tentang tingkat pengetahuan ibu mengenai kekurangan vitamin A pada anak di Kelurahan Kassilampe menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari 50 responden, seluruhnya (100%) memiliki tingkat pengetahuan baik tentang pentingnya vitamin A, manfaatnya, serta JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 65 Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 2, No. 2 Januari 2025, Hal. 63-66 DOI: https://doi.org/10.62017/jkmi waktu pemberian kapsul yang tepat, yaitu pada bulan Februari dan Agustus setiap tahun. Informasi ini sebagian besar diperoleh melalui kader posyandu dan tenaga kesehatan, yang menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam menyebarkan edukasi kesehatan. Namun, tantangan masih ditemukan pada sebagian kecil ibu (10%) yang belum memahami secara mendalam risiko kekurangan vitamin A, seperti kebutaan dan gangguan pertumbuhan. Hal ini menunjukkan perlunya diversifikasi media edukasi, seperti penggunaan media sosial dan multimedia, agar dapat menjangkau lebih banyak ibu, terutama yang tidak aktif dalam kegiatan posyandu. Peningkatan pemahaman ini penting untuk memastikan semua anak mendapatkan perlindungan optimal dari risiko kekurangan kacang. KESIMPULAN Kesimpulannya, tingkat pengetahuan ibu di Kelurahan Kassilampe tentang vitamin A sangat baik, berkat dukungan dari program penyuluhan posyandu dan tenaga kesehatan. Namun, untuk memperluas jangkauan pendidikan, diperlukan inovasi dalam metode penyebaran informasi, seperti multimedia dan teknologi digital. Dengan langkah ini, diharapkan semua ibu dapat memahami pentingnya vitamin A secara komprehensif UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan penelitian ini. Terima kasih kepada para ibu di Kelurahan Kassilampe yang telah bersedia menjadi responden dan meluangkan waktu untuk memberikan informasi yang sangat berharga. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada kader posyandu dan tenaga kesehatan setempat atas kerja sama yang baik dalam memberikan akses dan membantu pelaksanaan penelitian ini. Dukungan dari pihak-pihak ini sangat berarti bagi kelancaran dan keberhasilan penelitian kami. Selain itu, kami mengapresiasi pihak dinas kesehatan dan institusi terkait yang telah memberikan panduan serta data pendukung yang relevan. Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi upaya peningkatan kesehatan anak di wilayah ini dan menjadi masukan yang berharga bagi program kesehatan masyarakat ke depannya. DAFTAR PUSTAKA Putra, R. A. A. H. S., Lestarisa, T., Widiarti, A., Sitorus, E. P. R., Syahridho, M. A., Satriyo, P. A., Sambo, N. A., Danuantari, N. P. S., & Rahmadina, A. (2024). Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Pencegahan Kekurangan Vitamin A pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon. Health Research Journal of Indonesia, 2(4), 267–271. Sanita, Arija, N., & Sari, I. N. (2023). pengenalan kapsul vitamin a pada balita di posyandu mawar indah di desa meunasah rambot, kecamatan kawai xvi, kabupaten aceh barat. Krepa: Kreativitas Pada Abdimas, 1(3), 35–45. Situmorang, P. R., Ritonga, Y. S., Silalahi, B., Herlina, M., Gultom, S. H., Damanik, C. M., Nainggolan, S. H., Medan, U. I., Artikel, I., Situmorang, P. r., & medan, u. i. (2024). peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat pemberian vitamin a pada balita di desa tanjung mulia hilir kecamatan medan deli. 4(1), 27–31. xWijayanti, G., Azizah, S. N., & Rohman, H. (2024). pengetahuan ibu tentang pemberian vitamin a pada balita. 13, 131–137. JKMI P-ISSN 3026-4723 | E-ISSN 3026-4715 66