Infotekmesin Vol. No. Juli 2025 p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 DOI: 10. 35970/infotekmesin. 2763, pp. Pengembangan Sistem Pendeteksi Tekanan Ban Berbasis Internet of Things untuk Otomatisasi Inspeksi Kendaraan Benita Aryani1*. Mokhammad Rifqi Tsani2 1,2 Program Studi Teknologi Rekayasa Otomotif. Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan 1,2Jl. Perintis Kemerdekaan No. Slerok. Tegal Timur. Kota Tegal. Jawa Tengah, 52125. Indonesia E-mail: 21023066@taruna. id1, rifqi@pktj. Abstrak Info Naskah: Naskah masuk: 15 Mei 2025 Direvisi: 11 Juli 2025 Diterima: 14 Juli 2025 Inspeksi tekanan udara ban merupakan prosedur penting di PT HMMI berdasarkan Part Inspection Standard (PIS), dengan rekomendasi tekanan 105-125 Psi. Saat ini, pemeriksaan masih dilakukan secara manual, dinilai kurang efisien dan rentan human Untuk mengatasi hal tersebut dan memenuhi standar inspeksi, penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pendeteksi tekanan udara ban bus berbasis Internet of Things (IoT). Metode Research and Development (R&D) diterapkan untuk merancang dan membangun sistem ini. Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor pressure transmitter terintegrasi ESP32, dilengkapi output LCD. LED, dan Data pengukuran tekanan dikirimkan secara real-time dan disimpan ke Google Spreadsheet untuk dokumentasi paperless. Pengujian fungsional sistem pada bus menunjukkan kemampuan deteksi sensor dalam 2-3 detik dengan semua output berfungsi optimal. Hasil uji akurasi mencapai 99,44% dengan error rata-rata 0,56% setelah kalibrasi 30 parameter. Sistem ini terbukti efektif memantau tekanan ban bus secara otomatis dan akurat, mendukung tercapainya standar PIS serta meningkatkan efisiensi proses inspeksi di industri otomotif. Abstract Keywords: tire air pressure. pressure transmitter. ESP32. vehicle inspection. internet of things. Tire pressure inspection is a crucial procedure at PT HMMI based on the Part Inspection Standard (PIS), with a recommended pressure of 105-125 Psi for buses. Currently, inspections are still performed manually, deemed inefficient and prone to human error. To address this and meet inspection standards, this research aims to develop an Internet of Things (IoT)-based bus tire pressure detection system. The Research and Development (R&D) method was applied to design and build this The developed system utilizes a pressure transmitter sensor integrated with an ESP32 microcontroller, equipped with LCD. LED, and buzzer outputs. Pressure measurement data is transmitted in real-time and stored in Google Spreadsheet for paperless documentation. Functional testing of the system on buses demonstrated the sensor's detection capability within 2-3 seconds with all outputs functioning optimally. Accuracy test results showed excellent performance, reaching 99. 44% with an average error of only 0. 56% after calibration with 30 pressure parameters. This system successfully proved its capability as an effective solution for automatically and accurately monitoring bus tire pressure, supporting the achievement of PIS standards and enhancing the efficiency of inspection processes in the automotive industry. *Penulis korespondensi: Benita Aryani E-mail: 21023066@taruna. p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Pendahuluan Tekanan udara pada ban kendaraan berperan penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan dalam berkendara . Ketidaksesuaian tekanan udara pada ban dapat mengurangi daya cengkram, memperburuk efisiensi bahan bakar, serta meningkatkan potensi kecelakaan . Hino Motors Manufacturing Indonesia merupakan produsen landasan kendaraan atau sasis berupa Bus yang menerapkan prosedur inspeksi tekanan udara ban berdasar Part Inspection Standard (PIS) berkisar 732-862 Kpa atau sama dengan 105-125 Psi . Kesesuaian tekanan ban menjadi fokus pemeriksaan pada Divisi Quality Control Vehicle (QCV) berupa inpeksi visual dan hammering, sedangkan Divisi Shipping Quality Audit (SQA) menggunakan tire pressure gauge yang hasilnya ditulis tangan dengan lembar form check sheet serta pena yang rentan terhadap kesalahan pencatatan, angka tidak terbaca, dan hilangnya lembar form check sheet yang dapat beresiko terhadap keselamatan kendaraan dan pengemudi. Untuk memastikan ban berfungsi dengan sesuai perlu dilengkapi kode ban berupa identitas yang tercetak pada sisi dinding ban berkaitan dengan spesifikasi dan performa ban . Selain itu, fungsi ban dapat terpenuhi apabila ban tidak bertekanan kurang dan berlebih. Tekanan ban yang salah beresiko terhadap kerusakan struktur ban, selip pada genangan air, dan mengurangi masa pakai . Ban diketahui dapat kehilangan tekanan udara hingga 1 psi setiap bulannya . Dengan demikian, penting untuk memastikan bahwa tekanan udara di dalam ban terisi dengan akurat dan tepat agar menjaga keseimbangan kendaraan dengan jalanan. Terdapat sejumlah penelitian terdahulu yang revelan dengan penelitian ini, diantaranya menunjukkan bahwa ketidaksesuaian tekanan udara dapat menurunkan efisiensi sistem pengereman serta meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan . Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan sistem yang dapat memantau tekanan udara dengan cara yang lebih efisien dan akurat. Teknologi Internet of Things (IoT) memiliki kemampuan dalam menyimpan dan memantau data secara otomatis. Penelitian lain yang revelan adalah mengembangkan sistem deteksi tekanan udara berbasis IoT menggunakan ESP32 dan sensor tekanan di PDAM . , namun, sistem ini masih terbatas pada penyimpanan data secara lokal tanpa pemanfaatan teknologi cloud untuk pemantauan secara real Penelitian serupa memanfaatkan Arduino sebagai otak sistem untuk memonitor tekanan udara ban mobil yang memiliki standar 28-36 psi menggunakan sensor tekanan udara MPX5700AP . , namun tidak menguji penerapannya pada kendaraan bus yang memerlukkan sensor dengan spesifikasi yang lebih tinggi hingga tekanan lebih dari 100 psi. Adapun penelitian tentang sistem berbasis IoT dapat meningkatkan keselamatan kendaraan dengan memantau tekanan udara ban . , namun hanya diuji pada kendaraan roda dua yang memiliki spesifikasi ban yang berbeda dengan kendaraan besar seperti bus. Terdapat penelitian menggunakan sensor DHT22 sebagai sistem pemantauan dan pengendalian suhu serta kelembapan pada proses fermentasi tempe, data yang diterima secara real time memanfaatkan teknologi IoT melalui platform Thingspeak . , namun terdapat keterbatasan dalam pengolahan data yang kurang kompleks. Terdapat penelitian tentang sistem TPMS untuk kendaraan truk sedang berkisar 71,1-85,6 psi menggunakan sensor pressure transmitter dengan penyimpanan data pada SD card dan dapat dicetak dengan printer thermal . Selain itu output pada penelitian ini, seperti penelitian pada rancang bangun alat TPMS untuk kendaraan truk sedang menggunakan output berupa LCD 12C sebagai sistem informasi. LED dan buzzer sebagai sistem peringatan, serta adanya pengembangan pada bagian objek yang ditambahkan sehingga multifungsi (Bus dan Tru. serta output pada alat sudah tidak menggunakan printer thermal . , data hasil alat tersimpan pada Google Spreadsheet. Meskipun teknologi IoT telah banyak diterapkan untuk pemantauan kendaraan, implementasinya pada sistem pemantauan tekanan ban bus dengan integrasi penyimpanan data berbasis cloud masih terbatas . Keterbatasan ini menjadi celah penelitian yang bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pendeteksi tekanan udara ban berbasis IoT, yang dapat memberikan solusi efisien untuk proses inspeksi di industri . Sistem ini memanfaatkan pressure transmitter, mikrokontroler ESP32, dan Google Spreadsheet untuk mengirimkan data pengukuran secara real-time, sehingga memungkinkan dokumentasi paperless dan pemantauan data yang lebih mudah dan efisien. Metode 1 Alir dan Metode Penelitian ini mengadopsi metode Research and Development (R&D) atau penelitian pengembangan, yang berfokus pada penciptaan dan pengujian efektivitas suatu produk, dalam hal ini sistem pendeteksi tekanan udara ban bus berbasis IoT . Metode ini sangat baik digunakan untuk mendukung peningkatan instrumen keselamatan kendaraan . Pada Gambar 1 menyajikan secara sistematis seluruh tahap yang dijalankan dalam penelitian Proses dimulai dengan studi pendahuluan yang meliputi identifikasi kebutuhan spesifik dan masalah terkait inspeksi tekanan ban bus di PT HMMI, serta tinjauan literatur komprehensif untuk memahami teknologi dan konsep Tahap selanjutnya adalah perancangan sistem, mencakup desain hardware, seperti pemilihan sensor pressure transmitter (ADV 0-5 V) dan mikrokontroler ESP32, serta perancangan perangkat lunak termasuk integrasi dengan Google Spreadsheet sebagai basis data. Setelah perancangan, dilakukan pengembangan sistem yaitu proses realisasi desain menjadi prototipe alat, termasuk perakitan komponen dan pemrograman. Sistem yang telah dikembangkan kemudian memasuki tahap pengujian dan kalibrasi, verifikasi fungsionalitas dan akurasi alat menjadi fokus utama. Proses kalibrasi dilakukan dengan pengambilan data sebanyak 30 parameter tekanan dalam rentang 98-125 psi untuk menjamin tingkat keakuratan sistem, diikuti dengan analisis dan evaluasi terhadap seluruh hasil pengujian untuk merumuskan kesimpulan penelitian. Secara spesifik, alat ini diimplementasikan pada kendaraan Bus dengan konfigurasi p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 2 atau berjumlah 6 ban untuk mendeteksi tekanan udara pada setiap bannya. Gambar 2. Diagram Blok Alat 3 Spesifikasi Komponen Diperlukannya komponen untuk perakitan dan pembuatan alat berupa hardware maupun software. Berikut dijelaskan terkait komponen dan juga spesifikasi yang sudah dipilih agar mendukung dengan baik kinerja alat. Komponen hardware terdiri dari ESP32, sensor pressure transmitter. LCD. LED, buzzer. Sedangkan, software mencakup Arduino IDE dan Google Spreadsheet. Gambar 3. ESP32 . Gambar 1. Diagram Alir Penelitian 2 Perancangan Alat Dalam perancangan alat membutuhkan berbagai komponen agar alat berfungsi sesuai perintah, sensor yang digunakan adalah sensor pressure transmitter (ADV 0-5 V) yang terhubung ESP32, yang akan mengirimkan data dengan menampilkan informasi data sensor pada LCD serta mengirimkan sinyal menuju sistem peringatan yang memanfaatkan LED dan buzzer untuk memberikan notifikasi apabila tekanan udara dalam ban menyimpang dari standar yang ditetapkan. Hasil pembacaan setiap tekanan udara dalam ban terkirim pada Google Spreadsheet sebagai penyimpanan data dan riwayat identifikasi Kemudian, software yang digunakan yaitu Arduino IDE untuk pembuatan pemrograman alat yang digunakan dalam menjalankan rangkaian ESP32 dan komponen lainnya agar dapat berfungsi sesuai perintah. Skema rangkaian alat yang telah dirancang penulis berupa diagram blok seperti Gambar 2. Modul ESP32 berupa mikrokontroler pengembangan dari modul ESP8266 sebagai protokol komunikasi wireless menggunakan wifi dan dual bluetooth mode yang terintegrasi konektivitas nirkabel 2. 4 GHz untuk pertukaran data dengan perangkat bergerak . Ditunjukkan pada Gambar 3. ESP32 merupakan pembaca data sensor tekanan dan mengontrol output dari LCD. LED, buzzer, dan Google Spreadsheet. Gambar 4. Sensor Pressure Transmitter (ADV 0-5 V) . Sensor pressure transmitter (ADV 0-5 V) mengirim informasi berbentuk sinyal listrik hasil konversi tegangan, kemudian sinyal dikirim transmitter menuju controller. Sensor bekerja pada tekanan 0-1,2 Mpa atau 0-174 Psi dengan maximum pressure 2,4 Mpa atau 348 Psi . Sensor pressure transmitter terdapat pada Gambar 4. Gambar 5. Liquid Crystal Display . p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Sebagai penampil informasi deteksi tekanan. LCD menggunakan pola titik yang membentuk teks dan gambar dengan kapasitas 2 x 16 karakter. Untuk menjalankan LCD memerlukan Modul 12C agar mengurangi penggunaan kaki atau pin . LCD seperti Gambar 5. Gambar Gambar 6. Light Emitting Diode . Sebagai komponen aktif dalam rangkaian elektronika. Light Emitting Diode (LED) memiliki karakteristik utama yaitu memancarkan cahaya monokromatik ketika diberikan bias tegangan maju . Komponen ini berperan sebagai indikator visual mengenai status pengukuran. LED dapat dilihat pada Gambar 6. Gambar 7. Buzzer . Indikator pemberi peringatan saat alat terjadi suatu kesalahan yang berasal dari getaran berupa listrik menjadi suara . Komponen dalam rangkaian elektronika yang digunakan seperti Gambar 7. Blue Point Digital TPGDL1000C . Tire Pressure Gauge. Blue Point Digital Tire Pressure Gauge tipe TPGDL1000C seperti ditunjukan pada Gambar 10 merupakan alat sebagai acuan absolut dalam proses kalibrasi sistem pendeteksi tekanan ban berbasis IoT yang dikembangkan dalam penelitian ini. Blue Point Digital Tire Pressure Gauge dirancang khusus untuk keperluan perawatan ban dengan tingkat akurasi tinggi, serta digunakan secara luas di industri otomotif. Penggunaan alat ini memastikan bahwa pembacaan tekanan dari alat peneliti dapat dibandingkan secara langsung dengan standar profesional yang telah teruji, sehingga hasil kalibrasi lebih dapat diandalkan. 4 Perakitan Alat Komponen elektronik digunakan pada alat berperan penting dan memiliki fungsi spesifik. Pada setiap part komponen perlu dihubungkan pada mikrokontroler melalui Terdapat desain perakitan alat seperti Gambar 11 dan menghasilkan desain 3D alat pada Gambar 12. Gambar 8. Arduino IDE . Sebuah perangkat lunak open-source yang dirancang untuk memudahkan pengguna dalam menulis kode program, yang kemudian dapat diunggah ke dalam board Arduino. Arduino IDE seperti pada Gambar 8. Gambar 11. Desain Rangkaian Alat Gambar 9. Google Spreadsheet . Google Spreadsheet atau Sheets merupakan aplikasi berbasis penyimpanan awan (Cloud Storag. yang aksesibilitasnya tanpa batasan waktu, tempat, serta oleh berbagai pengguna . Aplikasi ini digunakan sebagai output alat untuk penyimpanan hasil deteksi sensor dan riwayat identifikasi pengukuran. Google Spreadsheet terdapat pada Gambar 9. Gambar 12. Desain 3D Alat p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 5 Kalibrasi alat Prosedur kalibrasi sensor pressure transmitter (ADV 0-5 V) merupakan tahapan penting untuk menjamin akurasi dan keandalan alat pendeteksi tekanan udara ban bus yang Kalibrasi dilakukan dengan uji banding pembacaan sensor yang telah terintegrasi pada sistem dengan alat ukur tekanan standar (Tire pressure gauge Blue Poin. yang telah terkalibrasi dan memiliki sertifikasi. Tujuannya identifikasi potensi error atau penyimpangan pembacaan sensor dan melakukan penyesuaian diperlukan, sehingga hasil pengukuran alat dapat diandalkan sesuai Langkah persiapan alat dan bahan, di mana sensor dihubungkan secara paralel dengan tire pressure gauge Blue Point pada satu sumber tekanan udara terkontrol. Selanjutnya, pengambilan data dilakukan pada 30 parameter tekanan berbeda, mencakup rentang ban bus antara 98 psi hingga 125 psi, untuk setiap titik tekanan yang diatur, pembacaan nilai dari sensor alat dicatat setelah kedua alat menunjukkan kestabilan. Seluruh data yang terkumpul dicatat secara sistematis sebagai dasar analisis akurasi dan perhitungan error, yang kemudian digunakan untuk menentukan tingkat akurasi alat 99,44% dan error 0,56%, serta untuk mengembangkan persamaan regresi atau faktor koreksi jika diperlukan. Melalui prosedur kalibrasi sistematis, keakuratan pengukuran alat dapat diverifikasi dan dijamin, mendukung hasil pengujian fungsional dan Hasil dan Pembahasan 1 Penerapan Pengujian Alat Uji coba penerapan alat pendeteksi tekanan udara ban bus berbasis IoT ini dilakukan pada Bus RM8JSLU-QJJ yang memiliki 6 ban, setelah melalui tahapan perancangan, perakitan, dan pemrograman sistem. Tujuan utama pengujian ini adalah untuk memverifikasi kemampuan alat dalam mendeteksi tekanan udara ban secara akurat, memastikan respons waktu sensor, dan memvalidasi fungsionalitas setiap komponen output. Untuk mencapai hal tersebut, telah ditetapkan standar ketentuan fungsi kerja alat yang mengindikasikan kondisi ban berdasarkan rentang tekanan, seperti disajikan pada Tabel Kriteria mengklasifikasikan kondisi ban menjadi tiga kategori. Normal (OK), yaitu ketika tekanan berada dalam rentang 105-125 psi. Kurang (LOW), untuk tekanan di bawah 105 Lebih (HIGH), untuk tekanan di atas 125 psi. Setiap kategori ini akan memicu output visual (LCD. LED) dan audio . yang berbeda, serta pencatatan di Google Spreadsheet. Tabel 1. Standar Ketentuan Fungsi Kerja Alat Standar Kondisi LCD <105 105125 psi >125 LED Buzzer Kurang Merah Aktif Normal Aktif Hijau Mati Lebih Merah Aktif Google Sheets Aktif Gambar 13. Alat Pendeteksi Tekanan Udara Ban Bus Berbasis IoT Alat pendeteksi yang diujicobakan dapat dilihat pada Gambar 13 Pengujian penerapan alat dilakukan pada kondisi kendaraan yang bervariasi, meliputi kendaraan dengan status Normal (Goo. dan kendaraan yang Tidak Sesuai Standar (Not Goo. berdasarkan kriteria tekanan yang dijelaskan pada Tabel 1. Sebagai contoh, hasil uji coba penerapan alat pada kendaraan dengan status Normal (Goo. terangkum pada Tabel 2. Uji coba alat juga diterapkan pada kondisi kendaraan yang memiliki tekanan ban tidak sesuai standar dengan status Not Good. Ditunjukan hasil uji pada Tabel 3. Tabel 2. Performa Alat Berdasarkan Uji Coba Kendaraan Normal Pressure Transmitter Sensor Uji Posisi ban Waktu Nilai Keterangan Axis 3 detik Inner 3 detik Outer 3 detik Inner 3 detik Outer 2 detik Axis 3 detik Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif, 120,43 psi LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif, 117,72 psi LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif, 118,43 psi LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif, 120,00 psi LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif, 116,83 psi LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban 114,00 psi Normal. LCD aktif. LED hijau, buzzer tidak aktif Hasil uji coba alat pada kondisi kendaraan berbeda menunjukkan performa sistem yang baik dalam mendeteksi dan mengklasifikasikan tekanan ban, seperti yang ditunjukan pada Gambar 14. Hal ini terbukti dari durasi pembacaan pressure transmitter sensor yang konsisten sekisar 2-3 detik, menunjukkan responsibilitas sistem yang Selain itu, integrasi seluruh komponen output (LCD. LED, buzzer, dan Google Spreadshee. berfungsi secara optimal sesuai standar ketentuan yang telah ditetapkan pada p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Tabel 1. Hasil deteksi sensor tekanan ditampilkan secara real-time dalam bentuk angka dan teks pada layar LCD, memberikan informasi langsung kepada pengguna. Sistem peringatan, melalui LED . erah untuk kondisi AuLOWAy atau AuHIGHA. dan buzzer . ktif saat tidak norma. , berperan aktif dan efektif dalam memberikan notifikasi visual serta audio bagi tekanan yang tidak memenuhi Uji Tabel 3. Performa Alat Berdasarkan Uji Coba Not Good Sensor Pressure Transmitter Posisi ban Waktu Nilai Axis 2 detik Inner 3 detik 105,65 psi Outer 3 detik 103,80 psi 98,22 psi Inner 3 detik Outer 2 detik 99,53 psi Axis 3 detik 118,45 psi 125,99 psi 2 Pengujian Akurasi Alat Menentukan tingkat keakuratan alat memerlukan pengujian akurasi alat atau kalibrasi dengan mengukur tekanan udara dalam ban pada Bus menggunakan sensor pressure transmitter yang dibandingkan oleh hasil pengukuran tire pressure gauge merk blue point. Analisis terhadap data pengukuran melibatkan perhitungan nilai error dan akurasi berfungsi memastikan hasil pembacaan sensor alat dengan nilai actual objek yang diukur . % yceycycycuyc = Keterangan Kondisi tekanan ban Kurang. LCD aktif. LED merah, buzzer Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif. LED hijau, buzzer tidak aktif Kondisi tekanan ban Kurang. LCD aktif. LED merah, buzzer Kondisi tekanan ban Lebih. LCD aktif. LED merah, buzzer Kondisi tekanan ban Kurang. LCD aktif. LED merah, buzzer Kondisi tekanan ban Normal. LCD aktif. LED hijau, buzzer tidak aktif Gambar 14. Grafik Perbandingan Hasil Uji Aspek terbaik dari hasil pengujian ini adalah kemampuan sistem yang akurat dan otomatis memberikan indikasi kondisi ban (OK/LOW/HIGH) serta menyimpan riwayat data secara paperless ke Google Spreadsheet. Kemampuan ini secara signifikan meningkatkan efisiensi dan keandalan proses inspeksi dibandingkan metode manual, sejalan dengan temuan penelitian sebelumnya tentang efektivitas sistem pemantauan berbasis IoT dalam konteks industri . Data yang tersimpan di Google Spreadsheet mencakup urutan uji, jenis kendaraan, tanggal, waktu, hasil deteksi, dan kondisi setiap ban, yang dapat diupdate, dipantau, dan diunduh sewaktu-waktu, mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan berbasis data. ycuycnycoycaycn ycyyceycuyciycycoycycycaycu Oe ycuycnycoycaycn ycyceycayceycuycaycycuycyca y 100% A . ycuycnycoycaycn ycyceycayceycuycaycycuycyca Nilai akurasi dapat dihitung apabila terdapat nilai error, yaycoycycycaycycn = 100% Oe %yceycycycuyc A . Tingkat keakuratan sensor pada alat dalam mendeteksi tekanan udara dapat diketahui dengan kalibrasi. Proses kalibrasi alat peneliti dilakukan dengan alat Tire Pressure Gauge. Nilai error atau perbedaan yang ditemukan beserta nilai akurasi dari hasil pembacaan tekanan sensor alat dan tire pressure gauge dihitung dan dikonversi menjadi persentase sesuai pada Tabel 4. Uji Tabel 4. Data Hasil Kalibrasi Pengukuran . Persentase (%) Pressure Alat Error Akurasi Gauge Peneliti 98,88 0,90 99,10 99,42 0,42 99,58 99,53 0,54 99,46 100,96 0,96 99,04 101,65 0,64 99,36 102,45 0,44 99,56 103,80 0,78 99,22 104,71 0,68 99,32 104,82 0,79 99,21 105,90 0,86 99,14 106,50 0,47 99,53 107,60 0,56 99,44 108,49 0,45 99,55 109,99 0,90 99,10 111,32 0,29 99,71 112,51 0,46 99,54 113,65 0,58 99,42 113,75 0,66 99,34 114,82 0,72 99,28 114,90 0,79 99,21 115,21 0,18 99,82 116,83 0,76 99,29 117,20 0,17 99,83 117,49 0,42 99,58 117,71 0,61 99,39 118,00 0,00 118,43 0,36 99,64 120,43 0,39 99,65 123,75 0,61 99,39 125,65 0,52 99,48 0,56 99,44 Rata-Rata p-ISSN: 2087-1627, e-ISSN: 2685-9858 Gambar 15. Hasil ke Google Spreadsheet Proses pengambilan data akurasi dilakukan sebanyak 30 kali pengujian dengan variasi parameter tekanan. Analisis dari hasil pengujian mencakup perhitungan nilai error dan akurasi, sebagaimana disajikan pada Tabel 4. Hasilnya menunjukkan selisih tekanan yang sangat kecil antara pembacaan alat rancangan peneliti dan tire pressure gauge merk Blue Point sebagai alat referensi. Data pengukuran juga berhasil dikirimkan secara real-time ke Google Spreadsheet melalui koneksi IoT, sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 15. Solusi terbaik yang ditawarkan dari penelitian ini adalah sistem deteksi tekanan ban berbasis IoT dengan integrasi Google Spreadsheet, yang mampu mencapai tingkat akurasi sebesar 99,44% dan error hanya 0,56%. Pencapaian ini menegaskan bahwa sistem yang dikembangkan sangat presisi dan andal untuk aplikasi Integrasi penyimpanan cloud melalui Google Spreadsheet tidak hanya memungkinkan pemantauan jarak jauh secara real-time, tetapi juga mendukung dokumentasi yang efisien dan bebas kertas . , yang sejalan dengan kebutuhan industri 4. Tingkat akurasi yang tinggi sangat penting dalam sistem pemantauan tekanan ban karena berdampak langsung pada keselamatan operasional . dan efisiensi pemeliharaan kendaraan berat seperti bus. Solusi ini diperkuat oleh penelitian sebelumnya, yang juga menunjukkan efektivitas penggunaan IoT untuk meningkatkan keandalan dan efisiensi dalam sistem inspeksi kendaraan . Oleh karena itu, sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini sangat layak dan direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai solusi otomatisasi pemantauan tekanan udara ban pada kendaraan Kesimpulan Pemanfaatan teknologi deteksi tekanan udara menggunakan sensor pressure transmitter telah berhasil diimplementasikan untuk mempermudah pemeriksaan kendaraan produksi di PT HMMI pada divisi Quality Control Vehicle (QCV) dan Shipping Quality Audit (SQA). Alat ini berfungsi optimal sebagai pendeteksi tekanan udara ban yang sesuai standar, dengan waktu pembacaan sensor yang cepat, yaitu 2-3 detik per ban. Dilengkapi dengan sistem informasi komprehensif, alat ini menampilkan hasil deteksi pada layar LCD dan menyediakan peringatan visual (LED) serta audio . untuk indikasi kesesuaian tekanan udara ban. Seluruh data hasil deteksi terkirim secara real-time dan tersimpan aman pada Google Spreadsheet, memungkinkan identifikasi kondisi setiap ban (OK/LOW/HIGH) serta pemantauan riwayat data. Sistem ini terbukti mampu menghasilkan data yang sangat akurat, dengan selisih nilai perbedaan 0,56% dan tingkat akurasi mencapai 99,44%, menunjukkan bahwa alat ini sangat layak sebagai solusi deteksi tekanan udara ban yang presisi dan efisien. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam menyediakan solusi otomatisasi inspeksi ban yang handal, meningkatkan efisiensi operasional, dan mengurangi potensi human error dalam pemantauan kualitas di lingkungan industri otomotif. Untuk pengembangan di miniaturisasi perangkat agar lebih ringkas dan mudah dipasang, serta mengembangkan dasbor analitik yang lebih canggih pada platform cloud untuk visualisasi data historis yang lebih interaktif dan analisis prediktif. Ucapan Terimakasih Penulis mengucapkan terima kasih atas dukungan dan fasilitas yang diberikan oleh Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ), dalam pelaksanaan penelitian dan pembelajaran ini. Apresiasi khusus juga diberikan kepada PT HMMI atas izin dan bantuan teknis yang sangat berharga dalam proses pengujian di lapangan. Juga kepada keluarga dan Leonardo yang turut serta memberikan pendampingan dan dukungan hingga penelitian ini berhasil. Daftar Pustaka