EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PENGUKURAN DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA TANGGA SATUAN DI KELAS IV MI NURUL HUDA JOGOTRUNAN LUMAJANG NURHIDAYATI CAHYANINGSIH MI Nurul Huda Jogotrunan nurhidayaticahyaningsih@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berlatarbelakang karena masih rendahnya hasil belajar siswa, sebagian besar siswa kurang tekun dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa kurang ulet dalam menghadapi kesulitan mengerjakan soal ,kurangnya minat dan ketajaman perhatian siswa yang terlihat dari kurang semangatnya sebagian besar siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga nilai kurang dari KKM . Untuk itu perlu adanya media alat peraga untuk mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal pengukuran. Berdasarkan penelitian awal pada pembelajaran matematika, khususnya pada materi Pengukuran . atuan Ukur Panjang dan Bera. Dari 20 anak ada 8 siswa yang nilainya kurang dari KKM. Penyebabnya adalah rendahnya tingkat penguasaan terhadap materi dan strategi pembelajaran yang kurang bervariatif sehingga siswa merasa bosan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus yang setiap siklusnya diadakan evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar. Hasil penelitian Pada Siklus I dilaksanakan hari Rabu, 10 Oktober 2020. Persentase ketuntasan adalah 60 %, sedangkan pada Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Oktober 2020 dengan menggunakan alat peraga tangga satuan dan metode pembelajaran yaitu dengan diskusi kelompok sehingga anak lebih mudah memahami penggunaan alat peraga, ketuntasan belajar mencapai 85 %. Dengan demikian, pembelajaran pengukuran dengan menggunakan alat peraga tangga satuan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas IV MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang. Kata kunci : Hasil belajar. Materi Pengukuran . Alat peraga Tangga Satuan Panjang dan Berat ABSTRACT This research background is due to the low student learning outcomes, most students are not diligent in participating in learning activities, students are less tenacious in dealing with difficulties in working on questions, lack of interest and sharpness of student attention which can be seen from the lack of enthusiasm of most students in participating in learning so that the value is less than KKM . For this reason, it is necessary to have teaching aids to facilitate students in solving measurement problems. Based on preliminary research on learning mathematics, especially in the material Measurement (Length and Weight Measurement Unit. Of the 20 children, there were 8 students whose scores were less than the KKM. The reason is the low level of mastery of the material and less varied learning strategies so that students feel The research was carried out in 2 cycles in which each cycle was evaluated to determine learning completeness. The results of the research in Cycle I was carried out on Wednesday, 10 October 2020, the percentage of completeness was 60%, while in Cycle II it was carried out on Tuesday, 23 October 2020 using the unit ladder teaching aid and the learning method, namely by group discussion so that children more easily understand the use props, learning completeness reached 85%. Thus, learning measurements using the unit ladder props can improve student learning outcomes in class IV MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang Keywords : learning outcomes. Measurement material. Length and weight unit ladder props Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENDAHULUAN Pengertian Belajar secara modern diungkapkan oleh (Sudjana,1980:. menyatakan bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang relatif permanen terjadi sebagai hasil dari Belajar merupakan pengembangan pengetahuan baru, ketrampilan dan sikap ketika seorang individu berinteraksi dengan informasi dan lingkungan. Sedangkan pengertian pembelajaran secara umum merupakan upaya sistematis untuk membantu peserta didik melakukan kegiatan belajar agar mereka mampu mengubah, mengembangkan, atau mengendalikan siswa dan perilakunya sampai batas kemampuan yang maksimal. Pembelajaran juga merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan kepada siswa agar siswa tahu caranya memperoleh dan memproses pengetahuan, ketrampilan, sikap sehingga pembelajaran dapat diartikan kegiatan yang diselenggarakan oleh guru untuk membelajarkan siswa agar siswa memeliki kemampuan bernalar serta sikap dan perilaku yang Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki ciri-ciri yaitu memiliki obyek abstrak, berisikan konsep-konsep yang berpola deduktif, yang artinya kebenaran dari suatu konsep / pernyataan diperoleh sebagai akibat logis kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep dalam matematika bersifat konsisten. Oleh karena itu pembelajaran matematika merupakan pembelajaran yang bersifat konseptual artinya guru lebih menekankan konsepkonsep dalam pembelajaran, sedangkan strategi metode dan tehnik lebih bersifat operasional Hasil belajar siswa yang masih rendah atau nilai dibawah KKM dalam proses pembelajaran matematika dengan Pokok Bahasan Pengukuran ( Satuan Ukur Panjang ) Dalam hal pembelajaran matematika, khususnya pada materi Pengukuran ( satuan Ukur Panjang ) Kelas IV di MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang secara umum masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu . sebagian besar siswa kurang tekun dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. siswa kurang ulet dalam menghadapi kesulitan mengerjakan soal. kurangnya minat dan ketajaman perhatian siswa yang terlihat dari kurang semangatnya sebagian besar siswa dalam mengikuti pembelajaran. hasil belajar siswa kebanyakan masih di bawah KKM. banyak siswa yang kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas. Masalah-masalah yang muncul diantaranya ketika kegiatan proses belajar mengajar di MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang pada pembelajaran matematika dengan standar kompetensi AuMenyelesaikan masalah Penjumlahan dan pengurangan hasil pengukuran ( Satuan Ukur panjang ), misalnya kegiatan bertanya hampir tidak pernah terjadi dikelas saat pembelajaran matematika berlangsung. Peserta didik hanya mengamati saja, sehingga ketika guru menyuruh bertanya mereka hanya diam saja. Apabila ditanya mengerti mereka menjawab mengerti dengan kelihatan ragu. Tapi ketika dicoba dengan satu soal latihan hanya beberapa siswa saja yang bisa mengerjakannya. Guru mengajukan pertanyaan, siswa lebih sering tidak menjawabnya dengan baik, bahkan tidak menjawab sama sekali. Penyelesaian masalah ini dilakukan perbaikan pembelajaran dengan memperhatikan motivasi dan hasil belajar siswa sehingga pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Pada kesempatan ini perbaikan pembelajaran matematika dengan Pokok Bahasan Pengukuran ( Satuan Ukur Panjang )di Kelas IV MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang dengan menggunakan alat peraga Tangga Satuan . Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah Seberapa besar Peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunaan Alat Peraga Tangga Satuan dalam pembelajaran pada pokok bahasan pengukuran (Satuan Ukur Panjang ) ? Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas . lass action researc. , karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Dalam penelitian tindakan ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, penanggung jawab penuh penelitian tindakan adalah praktisi . Tujuan utama dari penelitian tindakan ini adalah meningkatkan hasil pembelajaran di kelas dimana guru secara penuh terlibat dalam penelitian mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Dalam penelitian ini peneliti tidak bekerjasama dengan siapapun, kehadiran peneliti sebagai guru di kelas sebagai pengajar tetap dan dilakukan seperti biasa, sehingga siswa tidak tahu kalau diteliti. Dengan cara ini diharapkan didapatkan data yang seobjektif mungkin demi kevalidan data yang diperlukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Metode dokumenasi, metode angket dan metode test. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran Perbaikan Pembelajaran Siklus I Pelaksanaan perbaikan siklus pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 10 Oktober 2020 sesuai dengan rencana yang telah disusun. Tujuan dari perbaikan siklus pertama adalah meningkatkan hasil belajar siswa . dengan menggunakan alat peraga tangga satuan dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan satuan ukur panjang. Perbaikan pembelajaran berlangsung selama 2 jam pelajaran yaitu 2 x 35 menit. Pelaksanaannya pada jam pelajaran pertama dan kedua dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 20 anak. Kondisi kesehatan siswa pada hari itu dalam keadaan sehat. Suasana berlangsung seperti hari-hari sebelumnya meskipun saat itu sedang ada pengamatan yang dilakukan oleh guru lain sebagai observator. Siswa tidak terpengaruh dengan kehadiran observator di dalam kelas. Selama proses perbaikan pembelajaran berlangsung, teman sejawat yang bertugas sebagai observator selalu mengamati aktivitas dan perilaku siswa juga guru dengan mengisi lembar observasi bagi siswa dan guru yang telah disepakati bersama. Metode yang digunakan pada perbaikan pembelajaran siklus I ini adalah ceramah, tanya jawab dan penugasan. Media yang dipakai adalah menggunakan alat peraga tangga satuan. Pada tabel 1 di bawah ini diperlihatkan hasil observasi aktivitas dan perilaku guru yang dilakukan oleh teman sejawat yang bertindak sebagai observator. Tabel 1. Hasil Pengamatan Terhadap Guru Pada Perbaikan Siklus Pertama Realisasi Aspek Yang Diamati Tidak 1 Menyampaikan tujuan, metode dan memotivasi siswa Oo 2 Mengorganisasikan siswa pada saat pembelajaran Oo 3 Berkeliling kelas untuk membimbing siswa Oo menggunakan alat peraga tangga satuan 4 Memberi kesempatan bertanya kepada siswa dan memberi kesempatan untuk mencoba menggunakan alat Oo peraga tangga satuan. 5 Menyimpulkan materi yang telah disampaikan Oo 6 Memberikan penghargaan pada siswa Oo 7 Mengawali dan mengakhiri pelajaran tepat waktu Oo Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Sumber: Data primer diolah ( Oktober 2020 ) Dari data hasil observasi terhadap perilaku guru di atas tampak bahwa yang dilakukan guru dalam usahanya mencapai tujuan perbaikan kurang optimal. Ada beberapa perilaku guru yang sudah cukup baik untuk memotivasi siswa, tetapi masih ada sebagian perilaku guru yang tidak cukup kuat untuk membangkitkan motivasi siswa-siswanya. Misalnya dalam pemberian penghargaan kepada siswa yang dapat menyelesaikan soal dengan benar, masih belum dilakukan oleh guru. Dalam mengakhiri pelajaran juga kurang tepat waktu. Di bawah ini akan diperlihatkan hasil observasi yang dilakukan guru bersama teman sejawat dalam mengamati perilaku dan aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Tabel 2. Rekapitulasi Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Pada Perbaikan Siklus Pertama Nama Indikator Motivasi Jumlah Tingkatan Motivasi B C D E Skor 1 Ahmad Firdaus 3 3 3 Sedang 2 Adzibah Bunga 3 3 3 Sedang Dhuhita 3 Akbar Aditya 3 3 3 Sedang 4 Amira syauqillah 3 3 3 Sedang Harsono 5 Aura Salsabila 3 3 3 Sedang 6 Aurel Dista Loviani 3 3 3 Sedang 7 Candika Maskarebet 3 3 3 Sedang 8 Fatihah Rahayu 3 3 4 Tinggi Efendi 9 Finna Aurellia 3 3 3 Sedang 10 Fitri Anggraeni 3 3 2 Tinggi 11 Fiqi Harun 4 4 5 Tinggi 12 Gilang Pratama 3 3 2 Sedang Saputra 13 Keyzha Azka 4 3 5 Tinggi Almagfiro 14 Muhammad Doni 3 3 3 Sedang 15 Nabila Febrianti 3 3 4 Tinggi Putri 16 Nafla Maulidiyah 3 2 3 Sedang 17 Okta Fajrina Angelia 3 4 3 Tinggi Tri Putra 3 4 2 Sedang 19 Riski FarhanRosiqoh 3 3 3 3 Tinggi 20 Yasmin Nur aini 3 3 4 Tinggi Sumber: Data primer diolah ( Oktober 2020 ) Keterangan: Ketekunan dalam belajar Indikator : mengikuti PBM di kelas Ulet dalam menghadapi kesulitan Indikator : usaha dalam menghadapi kesulitan Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar Indikator : semangat dalam mengikuti PBM Berprestasi dalam belajar Indikator : Kualifikasi hasil Mandiri dalam belajar Indikator : Penyelesaian tugas Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Tabel di atas menunjukkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran Dari data tersebut terlihat bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar sedang sebanyak 11 orang . %), siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi sebanyak 8 orang . %) dan siswa yang memiliki motivasi belajar sangat tinggi 1 orang . %). Jumlah skor dari 20 orang siswa adalah 304, jadi skor rata-ratanya adalah 15,2. Angka tersebut menunjukkan motivasi pada tingkatan tinggi, tetapi target 85% untuk siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi belum tercapai sehingga perlu dilakukan perbaikan pembelajaran siklus II. Perbaikan Pembelajaran Siklus II Dalam perbaikan pembelajaran siklus kedua ini direncanakan peningkatan motivasi belajar siswa sampai pada tingkatan motivasi belajar tinggi dengan persentase sebesar 85% atau Perbaikan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran II yang telah dibuat sebelumnya. Perbaikan siklus II dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 23 Oktober 2020, dengan tujuan perbaikan peningkatan motivasi belajar siswa dengan menggunakan Alat peraga Tangga Satuan. Jumlah siswa yang hadir dalam pembelajaran tersebut 20 siswa dalam kondisi sehat. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan pada pelajaran pertama dan kedua yaitu dari pukul 07. sampai pukul 08. 45 atau selama 2 x 35 menit. Iffatul muntiAoa. Pd masih bertindak sebagai observator dalam kegiatan ini. Situasi pembelajaran berlangsung semarak. Berbeda dengan perbaikan pembelajaran siklus pertama, suasana lebih hidup dan siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Interaksi yang terjadi antara siswa dengan siswa juga antara siswa dengan guru terjalin dengan baik. Dengan menggunakan alat peraga tangga satuan dapat digunakan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus II ini, siswa sangat antusias untuk memperagakan tangga satuan berat untuk menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan satuan berat dengan diskusi Tabel 3. Hasil Pengamatan Terhadap Guru Pada Perbaikan Siklus Kedua Realisasi Aspek Yang Diamati Tidak 1 Menyampaikan tujuan, metode dan memotivasi siswa Oo 2 Mengorganisasikan siswa pada saat pembelajaran Oo 3 Berkeliling kelas untuk membimbing siswa bermain dan Oo 4 Memberi kesempatan bertanya kepada siswa dan Oo memberi kesempatan untuk mencoba bermain lagi 5 Menyimpulkan materi yang telah disampaikan Oo 6 Memberikan penghargaan pada siswa Oo 7 Mengawali dan mengakhiri pelajaran tepat waktu Oo Sumber: Data primer diolah (Oktober 2. Dari data observasi di atas menunjukkan penggunaan alat peraga tangga satuan dapat melibatkan sebagian besar siswa dalam pembelajaran dan membuat interaksi kelas berjalan Guru sudah megupayakan pemberian motivasi belajar melalui berbagai cara, seperti pemberian reward . , umpan balik, penguatan, membantu kesulitan belajar siswa per individu yang mengalami kesulitan. Di bawah ini akan diperlihatkan hasil observasi yang dilakukan guru bersama teman sejawat dalam mengamati perilaku dan aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Tabel 4. Rekapitulasi Hasil Observasi Motivasi Belajar Siswa Pada Perbaikan Siklus Kedua Indikator Motivasi Jumlah Tingkatan Nama Motivasi A B C D E Skor 1 Ahmad Firdaus 3 4 3 3 Sedang 2 Adzibah Bunga Dhuhita 3 4 4 3 Sedang 3 Akbar Aditya 4 5 4 5 sangat tinggi 4 Amira syauqillah Harsono 3 4 4 3 Tinggi 5 Aura Salsabila 4 4 4 3 Tinggi 6 Aurel Dista Loviani 4 3 4 4 Tinggi 7 Candika Maskarebet 4 3 4 4 Tinggi 8 Fatihah Rahayu Efendi 4 5 4 5 Tinggi 9 Finna Aurellia 3 4 4 5 Tinggi 10 Fitri Anggraeni 3 4 4 4 Tinggi 11 Fiqi Harun 4 5 4 5 Sangat tinggi 12 Gilang Pratama Saputra 3 4 4 4 Tinggi 13 Keyzha Azka Almagfiro 3 4 5 4 Tinggi 14 Muhammad Doni 4 3 3 3 Sedang 15 Nabila Febrianti Putri 4 5 5 4 sangat tinggi 16 Nafla Maulidiyah 4 5 5 5 Sedang 17 Okta Fajrina Angelia 5 5 5 5 Sangat tinggi 18 Tri Putra 4 4 4 4 Tinggi 19 Riski FarhanRosiqoh 4 5 5 5 sangat tinggi 20 Yasmin Nur aini 3 4 4 4 Tinggi Sumber: Data primer diolah (Oktobert 2. Keterangan: Ketekunan dalam belajar Indikator : mengikuti PBM di kelas Ulet dalam menghadapi kesulitan Indikator : usaha dalam menghadapi kesulitan Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar Indikator : semangat dalam mengikuti PBM Berprestasi dalam belajar Indikator : Kualifikasi hasil Mandiri dalam belajar Indikator : Penyelesaian tugas Tabel diatas menunjukkan hasil observasi yang dilakukan selama proses pembelajaran Dari data tersebut terlihat bahwa siswa yang bermotivasi sedang sebanyak 4 orang . %), siswa yang bermotivasi tinggi sebanyak 11 orang . %) dan siswa yang bermotivasi sangat tinggi sebanyak 5 orang . %). Jumlah skor dari 30 orang siswa adalah 389, jadi rataratanya adalah 19,9. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa jumlah persentase siswa yang memiliki motivasi tinggi . %) dan siswa yang memilki motivasi sangat tinggi . %) adalah sebesar 80%, artinya target perbaikan pembelajaran untuk membuat siswa memiiliki motivasi belajar yang tinggi sebesar 80% telah tecapai. Tabel 5. Perbandingan Hasil Observasi Siklus I Dan Siklus Ii Berdasarkan Skor Motivasi Belajar Skor Motivasi Nama Keterangan Siklus I Sklus II 1 Ahmad Firdaus Tetap 2 Adzibah Bunga Dhuhita Meningkat 3 Akbar Aditya Meningkat Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 4 Amira syauqillah Harsono Meningkat 5 Aura Salsabila Meningkat 6 Aurel Dista Loviani Meningkat 7 Candika Maskarebet Meningkat 8 Fatihah Rahayu Efendi Meningkat 9 Finna Aurellia Meningkat 10 Fitri Anggraeni Tetap 11 Fiqi Harun Meningkat 12 Gilang Pratama Saputra Tetap 13 Keyzha Azka Almagfiro Meningkat 14 Muhammad Doni Meningkat 15 Nabila Febrianti Putri Meningkat 16 Nafla Maulidiyah Meningkat 17 Okta Fajrina Angelia Meningkat 18 Tri Putra Tetap 19 Riski FarhanRosiqoh Meningkat 20 Yasmin Nur aini Meningkat Sumber: Data primer diolah (Oktober 2. Dari tabel di atas tampak bahwa terdapat perbedaan signifikan skor yang dicapai antara siklus I dengan siklus II, ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga tangga satuan dan diskusi kelompok dapat meningkatan motivasi belajar siswa. Terbukti dengan meningkatnya skor yang diperoleh setiap siswa. Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 4 orang siswa tingkatan motivasinya tidak mengalami kenaikan meskipun dilihat dari skor motivasi yang didapat mengalami Sedangkan siswa yang lain yaitu sebanyak 16 orang siswa, tingkatan motivasinya meningkat seiring dengan meningkatnya skor motivasi yang didapat. Tabel 6. Perbandingan Tingkatan Hasil Tes Antara Siklus I Dengan Siklus II Siklus I Siklus II Tingkatan Jml. Jml. Persentase Persentase Siswa Siswa 1 Sangat Rendah 2 Rendah 3 Sedang 4 Tinggi 5 Sangat Tinggi Pada siklus I tingkatan hasil tes belajar siswa yang nilainya rendah sedang pada siklus I terdapat 8 orang siswa sedangkan pada siklus II menurun menjadi 3 orang siswa yang belum tuntas belajar/ nilai dibawah KKM. Di tingkatan hasil tes tinggi pada siklus II terdapat kenaikan 17 orang siswa pada nilainya nilai KKM sehingga dianggap anak kelas IV sudah tuntas dalam pembelajaran pengukuran ( satuan ukur panjang dan berat ). KESIMPULAN Peningkatan hasil belajar siswa pada pokok bahasan pengukuran ( satuan ukur panjang dan Berat ) pada kelas IV di MI Nurul Huda Jogotrunan Lumajang melalui 2 siklus. Siklus I dilakukan menggunakan ceramah, tanya jawab dan penugasan. Media alat peraga tangga satuan panjang untuk mempermudah menyelesaikan soal pengukuran satuan ukur panjang . Perbaikan pembelajaran pada siklus ini kurang optimal sehingga diadakan perbaikan pembelajaran siklus Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 II. Pada siklus II media yang digunakan adalah sama menggunakan alat peraga tangga satuan , hanya metode yang digunakan diganti menggunakan Diskusi kelompok. Pembelajaran Matematika tentang materi pengukuran satuan ukur panjang dan berat menggunakan alat peraga tangga satuan dapat meningkatkan hasil belajar belajar siswa yang telah dibuktikan dengan meningkatnya beberapa motivasi dan hasil belajar pada diri siswa, seperti: Ketekunan dalam belajar. Ulet dalam menghadapi kesulitan. Minat dan ketajaman perhatian dalam belajar. Berprestasi dalam belajar, dan Mandiri dalam belajar serta hasil penilaian tes formatif . DAFTAR PUSTAKA