ORIGINAL ARTICLE - AACENDIKIA: Journal of Nursing AACENDIKIA: Journal of Nursing. Volume 3 . Desember 2024, p. https://doi. org/10. 59183/aacendikiajon. Analisis Minimalisasi Biaya (Cost-Minimization Analysi. Terapi Antibiotik Pada Pasien Pneumonia Cost-Minimization Analysis of Antibiotic Therapy in Pneumonia Patients Nurlailis Sa'adah Lailis* Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta *Correspondence: Nurlailis Sa'adah Lailis. Address: Jalan Ringroad Barat. Dowangan. Banyuraden. Kec. Gamping. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta 55293. Email: nurlailis703@gmail. Responsible Editor: Safruddin. Kep. Ns. Kep Received: 24 November 2024 U Revised: 26 Desember 2024 U Accepted: 30 Desember 2024 ABSTRACT Pneumonia, a severe lung infection caused by various pathogens, poses a significant global health challenge and is associated with high mortality rates. In the Special Region of Yogyakarta, respiratory infections are a leading cause of illness. This study aims to identify patient characteristics and evaluate antibiotic therapies and cost-efficiency at RSUD Yogyakarta in 2023. Utilizing a descriptive observational design and Cost Minimization Analysis (CMA), the study found that ceftriaxone injection is the most cost-effective single antibiotic therapy (Rp5,858,. , while the combination of Mei Act Capsules fosmycin injection is the most economical combination therapy (Rp2,832,. These findings highlight the importance of selecting antibiotic therapies that are not only effective but also cost-efficient, in order to enhance pneumonia treatment quality while reducing financial burdens. ABSTRAK Pneumonia, infeksi paru-paru yang serius dengan berbagai patogen penyebab, menimbulkan tantangan kesehatan global dan tingkat kematian tinggi. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, infeksi saluran pernapasan menjadi salah satu penyebab utama Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien dan mengevaluasi terapi antibiotik serta efisiensi biaya di RSUD Yogyakarta pada tahun 2023. Dengan menerapkan desain observasional deskriptif dan analisis Cost Minimization Analysis (CMA), ditemukan bahwa ceftriaxone injeksi adalah pilihan antibiotik tunggal yang paling ekonomis (Rp5. , sedangkan kombinasi Mei Act Kaps fosmycin injeksi merupakan terapi kombinasi yang paling hemat biaya (Rp2. Hasil ini menekankan pentingnya pemilihan terapi antibiotik yang tidak hanya efektif tetapi juga cost- effective, untuk meningkatkan kualitas pengobatan pneumonia sambil mengurangi beban biaya. Keywords: pneumonia. Pendahuluan Pneumonia adalah infeksi pada jaringan paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk bakteri, virus, dan jamur. Infeksi ini dapat menular melalui droplet dari batuk atau bersin, sentuhan dengan kontaminan, dan udara yang terhirup oleh individu rentan (ALA, 2. Pneumonia menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan angka kematian tinggi dan merupakan penyebab utama rawat inap 47 | E-ISSN: 2963-6434 di Indonesia, yang mencatat prevalensi meningkat dari 4,0% pada 2013 menjadi 4,5% pada 2018 (Kemenkes, 2. Data Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa infeksi saluran pernapasan menempati urutan ketiga tertinggi di D. Yogyakarta, yang berdampak pada peningkatan penggunaan antibiotik di rumah sakit (Depkes RI, 2. Indonesia juga menempati peringkat ketujuh dunia dalam hal kematian akibat infeksi pernapasan A 2024 AACENDIAKIA: Journal of Nursing. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Nurlailis Sa'adah Lailis . AACENDIKIA: Journal of Nursing akut, dengan pneumonia sebagai salah satu penyebab utama rawat inap, mencapai 271. kasus pada 2018 (Kemenkes, 2. Dinas Kesehatan Yogyakarta melaporkan fluktuasi jumlah kasus pneumonia dari 396 pada 2015 hingga 1. 178 pada 2019, dengan penurunan signifikan menjadi 183 kasus Data terkini menunjukkan 441 kasus pneumonia di Yogyakarta pada Januari- Oktober 2023 (Dinkes, 2. Antibiotik merupakan terapi utama untuk pneumonia (PDPI, 2. , namun penggunaan yang tidak tepat dapat mengakibatkan penyembuhan, dan meningkatkan biaya serta menurunkan mutu pelayanan rumah sakit (Rahayu dkk, 2. Oleh karena itu, penting untuk memilih antibiotik yang efektif dan ekonomis. Metode Cost Minimization Analysis (CMA) digunakan untuk membandingkan biaya terapi dengan efektivitas klinis yang setara, guna menentukan opsi pengobatan yang paling hemat biaya (Jurana, 2. Analisis ini mendukung memaksimalkan hasil terapi dengan biaya yang optimal (Rahayu dkk, 2. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta, menggambarkan terapi penggunaan antibiotik yang diterapkan, serta menentukan biaya yang paling minimal untuk pengobatan pneumonia. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan biaya dan efektivitas terapi antibiotik di rumah sakit tersebut. Metode Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian observasional dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, mengingat data yang digunakan merupakan data sekunder yang telah tersedia dan fokus pada analisis fenomena di masa lalu. Data yang akan dianalisis dalam penelitian ini meliputi rekam medis pasien pneumonia rawat inap dan daftar biaya terapi dari bagian keuangan RSUD Yogyakarta untuk periode Januari hingga Desember 2023. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menggunakan metode Cost Minimization Analysis (CMA) menunjukkan bahwa terapi antibiotik tunggal yang paling hemat biaya adalah Ceftriaxone Inj, dengan rata-rata biaya sebesar Rp5. Sementara itu, dalam kategori terapi kombinasi. Mei Act kapsul Fosmycin Inj adalah pilihan paling ekonomis dengan rata-rata biaya Rp2. Metode CMA digunakan untuk mengevaluasi biaya terapi ketika hasil klinis dari terapi yang dibandingkan dianggap serupa (Claxton et al. , 2. Dengan memilih Ceftriaxone Inj untuk pengobatan tunggal dan Mei Act kapsul Fosmycin Inj untuk terapi kombinasi, dapat dicapai penghematan biaya signifikan tanpa mengorbankan efektivitas pengobatan. Biaya total perawatan, yang mencakup biaya antibiotik, laboratorium, rawat inap, dan obat tambahan, dihitung untuk setiap kelompok terapi. Analisis biaya ini melibatkan perbandingan setiap komponen biaya terhadap biaya total per kelompok, dibagi dengan jumlah pasien untuk mendapatkan rata-rata biaya per pasien. Menurut Drummond et al. CMA memerlukan pengukuran teliti dari semua biaya terkait terapi untuk memastikan bahwa laporan biaya total mencerminkan semua aspek pengeluaran. Analisis ini penting dalam farmakoekonomi karena memungkinkan keputusan berbasis data dalam pengelolaan anggaran rumah sakit dan perencanaan terapi yang optimal, dengan memastikan bahwa pengeluaran lebih tinggi tidak selalu diperlukan untuk hasil klinis yang setara (Sullivan et al. https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 48 Nurlailis Sa'adah Lailis . Tabel 1. biaya rata-rata pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta tahun 2023. Antibiotik Tunggal Kombinasi Jenis antibiotik Levofloxacin inj Moxyflocaxin inf Ceftriaxone inj Cefrazidime inj Fosmycin inj Azitromycin inj Anbacym inj Levofloxacin tab Mei act kaps ceftrizoxime inj Mei act kaps moxyfloxacin inj levofloxacin inf Ceftazidime serb azitromycin tab Mei act kaps moxyfloxacin inj Azitromycin tab moxyfloxacin inj Moxyfloxacin tab moxyfloxacin inj Azitromycin tab ceftriaxone inj Mei act kaps moxyfloxacin inj Moxyfloxacine inj azitromycin inj Mei act kaps fosmycin inj Levofloxacin tab ceftriaxone inj azitromycin inj Moxyfloxacin inj azitromycin inj Levofloxacin inj fosmycin inj Ceftriaxone inj azitromycin inj Ceftriaxone inj levofloxicin inj Azitromycin tab ceftriaxone inj levofloxacin inj Levofloxacin tab ceftriaxone inj Levofloxacin tab anbacym inj Azitromycin tab levofloxacin inf Levofloxacin tab fosmycin inj levofloxacin inj Azitromicyn tab moxyfloxacin inj azitromycin inj Pemberian antibiotik adalah terapi utama untuk pneumonia yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tepat dan sesuai pedoman dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan dan menurunkan tingkat kematian Penelitian menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta pada tahun 2023. Kriteria inklusi mencakup pasien berusia Ou 17 tahun yang 49 | E-ISSN: 2963-6434 Jumlah Total biaya rata-rata menerima terapi antibiotik dan memiliki data rekam medis lengkap. Dari 86 pasien yang terdaftar, 46 pasien memenuhi kriteria inklusi, sementara 40 pasien dikecualikan karena komplikasi berat, infeksi selain pneumonia, kematian, dirujuk ke rumah sakit lain, atau data rekam medis yang tidak lengkap. Nurlailis Sa'adah Lailis . AACENDIKIA: Journal of Nursing Karakteristik Pasien Berdasarkan Jenis Kelamin Data rekam medis menunjukkan bahwa dari 86 pasien, terdapat 42 pasien wanita . ,95%) dan 36 pasien pria . ,05%), sebagaimana ditampilkan pada Gambar 2. Temuan ini konsisten dengan data dari RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta, yang menunjukkan prevalensi pneumonia lebih tinggi pada perempuan, terutama di atas usia 60 tahun. Faktor risiko seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes lebih umum pada wanita, serta perubahan hormonal dan penurunan fungsi imunologis seiring bertambahnya usia, dapat mempengaruhi kerentanan terhadap pneumonia (Permatasari, 2018. Wulandari & Setiawan, 2019. Budiarti et al. , 2. Penurunan kapasitas paruparu dan sistem kekebalan tubuh pada wanita lanjut usia juga berkontribusi pada peningkatan kasus pneumonia. Seiring bertambahnya usia, perubahan fisiologis seperti penurunan gerak silia, refleks batuk, dan penurunan kapasitas pernapasan Hal ini menyebabkan peningkatan risiko infeksi saluran napas bawah. Perubahan anatomi seperti penurunan gerak pernapasan, distribusi gas yang menurun, dan gangguan mekanisme transportasi gas turut berkontribusi pada kerentanan terhadap infeksi (Suhardi, 2021. Sari et al. , 2019. Tiara Buwono, 2. Gambar 2. Karakteristik pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta Tahun 2023 berdasarkan jenis kelamin Gambar 1. karakteristik pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta Tahun 2023 berdasarkan jenis kelamin Dalam penelitian ini, pasien dikelompokkan berdasarkan usia Ou 17 tahun dengan interval 10 tahun untuk menentukan prevalensi pneumonia pada kelompok umur tertentu. Dengan bertambahnya usia, sistem respirasi mengalami perubahan anatomi dan fisiologis yang signifikan. Pada usia 20-25 tahun, sistem respirasi mencapai kematangan, namun setelahnya terjadi penurunan fungsi, termasuk berkurangnya elastisitas paru, peningkatan kekakuan dinding dada, dan mengakibatkan menurunnya rasio ventilasi-perfusi dan efisiensi oksigenasi (Halim, 2019. Rahmawati et al. , 2. Penggunaan antibiotik sangat penting dalam pengobatan pneumonia, infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh berbagai patogen, termasuk bakteri, virus, atau jamur. Pemilihan antibiotik yang tepat biasanya didasarkan pada jenis patogen penyebab infeksi, yang ditentukan melalui kultur dahak atau tes laboratorium lainnya. Patogen umum meliputi Streptococcus pneumoniae. Haemophilus influenzae, dan Mycoplasma pneumoniae (Musher et al. , 2. Pengelompokkan pasien berdasarkan lama rawat inap menunjukkan bahwa mayoritas pasien pneumonia dirawat antara 1-10 hari, dengan 45,66% berada dalam rentang 1-5 hari dan 54,34% dalam rentang 6-10 hari. Lama rawat inap yang lebih lama berpotensi meningkatkan total biaya perawatan, karena rawat inap yang singkat sering kali terkait dengan pneumonia yang lebih ringan atau respons cepat terhadap terapi, sedangkan rawat inap yang lebih lama dapat https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 50 Nurlailis Sa'adah Lailis . komplikasi yang memerlukan perawatan intensif. Oleh karena itu, pengelolaan yang efisien dan intervensi medis yang tepat sangat penting untuk meminimalkan durasi rawat inap dan mengurangi beban biaya bagi pasien serta system kesehatan (Wahyuni et al. , 2020. Kurniawati, 2. mengatasi berbagai infeksi bakteri seperti infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih, dan infeksi kulit (Nicolau, 2. Gambar 5. Gambaran terapi antibiotik IV Pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta Tahun 2023. Gambar 3. Karakteristik pasien pneumonia rawat inap pasien pneumonia di RSUD Yogyakarta Tahun 2023 Gambar 4. Karakteristik terapi antibiotik Per Oral pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta Tahun 2023 Pada Gambar 3 dan 4, terlihat bahwa terapi antibiotik oral yang paling banyak digunakan di RSUD Yogyakarta adalah Mei Act kapsul, dengan proporsi sebesar 8,34%. Mei Act kapsul termasuk dalam golongan penisilin, lebih khususnya Amoksisilin, komponen aktif dalam Mei Act kapsul, adalah antibiotik beta-laktam yang bekerja dengan menghambat sintesis dinding sel bakteri. Ini menjadikannya efektif untuk 51 | E-ISSN: 2963-6434 Di RSUD Yogyakarta, azitromycin adalah antibiotik intravena yang paling banyak digunakan, dengan proporsi 18,27%. Sebagai antibiotik golongan makrolida, azithromycin efektif mengatasi infeksi bakteri dengan cara menghambat sintesis protein bakteri melalui pengikatan pada subunit 50S ribosom, yang mencegah pertumbuhan dan reproduksi bakteri, termasuk infeksi saluran pernapasan (Pneumonia Guidelines, 2. Penggunaan azitromycin secara intravena mencerminkan preferensi untuk infeksi yang memerlukan terapi intensif atau tidak dapat diobati secara oral. Sementara, antibiotik untuk pneumonia digunakan dalam bentuk tunggal atau kombinasi dan harus diawasi ketat untuk mencegah efek samping serius dan resistensi bakteri. Resistensi dapat memperpanjang waktu penyembuhan, meningkatkan biaya, dan menurunkan mutu pelayanan (Rahayu et al. , 2. Terapi didasarkan pada identifikasi sputum untuk memastikan pemberian antibiotik yang tepat dosis, diagnosis, durasi, dan pasien guna menghindari resistensi (Tiara Buwono, 2. Nurlailis Sa'adah Lailis . AACENDIKIA: Journal of Nursing Tabel 2. Persentase Penggunaan Antibiotik Pasien Pneumonia RawatInap RSUD Yogyakarta Tahun 2023 Jumlah Pasien Persentase Levofloxacin inj 19,56% Moxyflocaxin inf 6,57% Ceftriaxone inj 4,33% Cefrazidime inj 2,17% Fosmycin inj 6,57% Azitromycin inj 2,17% Anbacym inj 2,17% Levofloxacin tab 2,17% Mei act kaps ceftrizoxime inj 2,17% Mei act kaps moxyfloxacin inj levofloxacin inf 2,17% Ceftazidime serb azitromycin tab 2,17% Mei act kaps moxyfloxacin inj 2,17% Azitromycin tab moxyfloxacin inj 6,57% Moxyfloxacin tab moxyfloxacin inj 2,17% Azitromycin tab ceftriaxone inj 4,33% Mei act kaps moxyfloxacin inj 2,17% Moxyfloxacine inj azitromycin inj 2,17% Mei act kaps fosmycin inj 2,17% Levofloxacin tab ceftriaxone inj azitromycin inj 2,17% Moxyfloxacin inj azitromycin inj 2,17% Levofloxacin inj fosmycin inj 2,17% Ceftriaxone inj azitromycin inj 4,33% Ceftriaxone inj levofloxicin inj 2,17% Azitromycin tab ceftriaxone inj levofloxacin inj 2,17% Levofloxacin tab ceftriaxone inj 2,17% Levofloxacin tab anbacym inj 2,17% Azitromycin tab levofloxacin inf 2,17% Levofloxacin tab fosmycin inj levofloxacin inj 2,17% Azitromicyn tab moxyfloxacin inj azitromycin inj 1,2% Antibiotik Tunggal Kombinasi Jenis antibiotik Di RSUD Yogyakarta, terapi antibiotik untuk pasien pneumonia rawat inap menggunakan berbagai golongan antibiotik seperti sefalosporin . eftriaxone, . evofloxacin, (%) . , (Mei Act kapsu. , aminoglikosida . , dan fosmycin . Levofloxacin adalah antibiotik yang paling sering digunakan, berkat spektrum aktivitas luas terhadap pathogen bakteri https://aacendikiajournal. com/ojs/index. php/Journal-of-Nursing | 52 Nurlailis Sa'adah Lailis . gram negatif dan positif, dengan cara menghambat enzim DNA girase dan topoisomerase IV yang esensial untuk replikasi DNA bakteri (Pereira et , 2. Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Formularium Nasional sefalosporin intravena generasi kedua atau ketiga, dikombinasikan dengan makrolida atau fluoroquinolon, untuk mengatasi berbagai patogen penyebab pneumonia dan meningkatkan efektivitas terapi (Permenkes RI, 2023. Fornas. RSUD Yogyakarta menerapkan pedoman ini dengan konsisten untuk memastikan terapi yang diberikan sesuai dengan standar klinis Analisis biaya menggunakan metode Cost Minimization Analysis (CMA) menunjukkan bahwa Ceftriaxone Inj adalah terapi tunggal yang rata-rata Rp5. 567, sementara kombinasi Mei Act kapsul Fosmycin Inj adalah yang paling ekonomis dengan rata-rata Rp2. Metode CMA biaya terapi ketika hasil klinis dianggap serupa, paling cost-effective (Claxton et al. , 2. Biaya total perawatan mencakup biaya antibiotik, laboratorium, rawat inap, obat Dengan menghitung dan membandingkan biaya ini. CMA paling efisien secara biaya tanpa mengorbankan efektivitas (Drummond et al. , 2. Kesimpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa berbagai golongan antibiotik digunakan untuk pengobatan pasien pneumonia rawat inap di RSUD Yogyakarta. Moxyfloxacin inj azitromycin inj 1 2,17% Levofloxacin inj fosmycin inj 1 2,17% Ceftriaxone inj azitromycin inj 2 4,33% Ceftriaxone inj levofloxicin inj 1 2,17% Azitromycin tab ceftriaxone inj levofloxacin inj 1 2,17% Levofloxacin tab ceftriaxone inj 1 2,17% Levofloxacin tab anbacym inj 1 2,17% Azitromycin tab levofloxacin inf 1 2,17% Levofloxacin tab fosmycin inj levofloxacin inj 1 2,17% Azitromicyn tab moxyfloxacin inj azitromycin inj 1 1,2% jumlah 46 100 termasuk sefalosporin . eperti ceftriaxon. , fluoroquinolon . eperti levofloxacin dan moxifloxaci. , penisilin (Mei Act Kap. , makrolida . , aminoglikosida . , dan fosmycin . Penggunaan antibiotik ini mencerminkan spektrum aktivitas yang luas dan efektif terhadap bakteri gram positif dan gram negatif, sesuai dengan pedoman terapi antibiotik yang direkomendasikan untuk menangani infeksi pneumonia secara optimal. Dalam hal efisiensi biaya, analisis Cost Minimization Analysis (CMA) menunjukkan bahwa Ceftriaxone Inj merupakan terapi antibiotik tunggal yang paling hemat biaya, dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp5. Untuk terapi kombinasi. Mei Act Kaps yang dikombinasikan dengan Fosmycin Inj terbukti sebagai pilihan yang paling ekonomis, dengan rata-rata biaya sebesar Rp. Referensi