PENELITIAN ASLI PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGHITUNG TETESAN CAIRAN INFUS BERBASIS NODE MCU Istiana Ruswita1. Muhammad Afdhaluddin1. Wahyudi Syaputra2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Lampung, 35145. Indonesia Teknologi Rekayasa Multimedia. PSDKU Politeknik Prasetya Mandiri. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Infusion pump merupakan perangkat medis Tanggal Dikirim: 16 Juli 2025 kategori life support yang berfungsi mengalirkan Tanggal Diterima: 18 Juli 2025 cairan atau obat ke tubuh pasien dengan laju Tanggal Dipublish: 23 Juli 2025 aliran . low rat. yang terkontrol. Mengingat Kata Kunci : infusion pump, flow rate, keterbatasan tenaga medis dalam memantau secara manual, diperlukan alat otomatis yang mampu menghitung volume cairan dan mengatur waktu pemberian secara presisi. Penulis Korespondensi: Penelitian ini menggunakan pendekatan desain Istiana Ruswita instrumen pada alat infusion pump. Hasil Email: istiana. ruswita@fmipa. pengujian menunjukkan adanya selisih antara nilai pengaturan dan hasil aktual, yaitu 0,005% untuk 20 tts/jam, 0,25% untuk 40 tts/jam, dan 0,16% untuk 60 tts/jam. Selisih ini dipengaruhi oleh akurasi komponen dan penyempurnaan sistem pemrograman. Oleh karena itu, disarankan agar perancang alat, khususnya di bidang elektromedis, lebih memperhatikan pemilihan komponen dan standar prosedur teknis agar alat yang dikembangkan memenuhi standar klinis dan keselamatan pasien. Jurnal Mutiara Elektromedik e-ISSN: 2614-7963 Vol. 9 No. 1 Juni, 2025 (Hal 1-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Elektromedik DOI: https://doi. org/10. 51544/elektromedik. How To Cite: Ruswita. Istiana. Muhammad Afdhaluddin, and Wahyudi Syaputra. AuPerancangan Dan Implementasi Sistem Penghitung Tetesan Cairan Infus Berbasis Node MCU. Ay Jurnal Mutiara Elektromedik 9 . : 1Ae https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/elektromedik. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Teknologi Elektromedik Fakultas Pendidikan Vokasi Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Infus adalah metode pemberian cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah besar dan dalam waktu yang lama, menggunakan perangkat infus set (Protap RSUD Indrasari, 2. Jumlah cairan yang masuk ke tubuh biasanya dipantau melalui jumlah tetesan pada chamber infus, yang secara manual dihitung dan diatur oleh petugas medis (Muldojipo et al. , 2. Aliran cairan ini terjadi karena tekanan hidrostatik pada kantung infus lebih tinggi dibandingkan tekanan di pembuluh darah (Wardani et al. , 2. Infusion pump merupakan perangkat medis life support yang berfungsi mengatur aliran cairan secara otomatis dan presisi berdasarkan flow rate . l/ja. yang ditentukan. Modul rancangan ini menggunakan motor driver untuk mengendalikan stepper motor, dengan fitur pengaturan volume . Ae500 m. dan kecepatan . , 60, dan 90 ml/ja. Dengan keterbatasan kemampuan monitoring manual oleh tenaga medis, diperlukan sistem otomatis yang mampu menghitung tetesan dan mengatur waktu infus secara akurat. Oleh karena itu, penulis merancang sebuah sistem berbasis mikrokontroler yang terprogram untuk menghitung jumlah tetesan cairan infus yang masuk ke tubuh pasien secara real-time. Metode 1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan pedoman yang mencakup prosedur dan teknik dalam merancang penelitian, serta berfungsi sebagai panduan dalam membangun strategi untuk menghasilkan model penelitian yang sistematis. Adapun desain penelitian yang digunakan dalam studi ini ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Flowchart Desain Penelitian 2 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh data Dalam studi ini, pengumpulan data dilakukan melalui beberapa tahapan. Melakukan pengukuran pada titik-titik yang telah ditentukan. Memberikan variasi input untuk menguji respons output. Mencatat dan menyajikan hasil pengukuran dalam tabel data. 3 Metode Analisis Data Dalam penelitian metode analisis data yang akan dilakukan penulis Membandingkan hasil pengukuran dengan perhitungan. Menganalisa hasil pengukuran 4 Instrumen Penelitian Alat Peralatan yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan pembuatan rangkaian Electrosurgery unit, dalam perancangan ini adalah sebagai berikut: Tabel 2. 1 Alat Penelitian Bahan Tabel 2. Bahan Penelitian 5 Perancangan Rangkaian Sistem Modul Rangkaian Optocoupler Berikut adalah gambar rangkaian dari modul yang digunakan: Gambar 2. Rangkaian Optocoupler b. Rangkaian Display Rangakaian ini dirancang menggunakan LCD 16 X 2 yang berfungsi untuk menanmpilkan angka atau huruf yang sesuai dengan data yang diberikan olehh modul Node MCU/ Arduino uno Gambar 2. Rangkaian Display Rangkaian Mikrokontroller Rangkaian mikrokontroller yang digunakan adalah modul Arduino Uno. mikrokontroller ini terhubung dengan beberapa rangkaian pendukung lainya, yaitu rangkaian setting sebagai inputan data ke mikrokontroler, rangkaian motor sebagai penggerak peristaltik, rangkaian optocoupler sebagai sensor tetesan dan rangkaian display, seperti pada gambar 2. Gambar 2. Rangkaian Mikrokontroller Hasil Pengujian sensor dilakukan dengan dua kondisi: saat sinar LED inframerah terhalang dan tidak terhalang. Media kertas digunakan sebagai penghalang untuk mensimulasikan kondisi tetesan. Tujuan pengujian ini adalah mengevaluasi respon sensor terhadap perubahan intensitas cahaya. Hasil percobaan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel untuk menunjukkan kinerja sensor. Gambar 3. 1 Kondisi Sensor Tidak Terhalang Kertas Gambar 3. 2 Kondisi Sensor Terhalang Kertas Berdasarkan Gambar 3. 1, kondisi sensor LED inframerah menunjukkan performa optimal saat tidak terdapat halangan, di mana sinyal diterima dengan baik oleh phototransistor. Sebaliknya, pada Gambar 3. 2, sensor berada dalam kondisi tidak ideal karena adanya hambatan yang mengganggu penerimaan sinyal, sehingga kinerja sensor menjadi tidak maksimal. Pembahasan Pembahasan Rangkaian Display Seven Segment Cuplikan program untuk menggerakkan rangkaian display seven segment yang ditunjukkan pada Gambar 3. untuk menampilkan angka nol sampai sembilan . void dgt. nt d. { switch. { //hgfedcba case 0: sendDigit("00111111"). //hgfedcba case 1: sendDigit("00000110"). //hgfedcba case 2: sendDigit("01011011"). //hgfedcba case 3: sendDigit("01001111"). //hgfedcba case 4: sendDigit("01100110"). //hgfedcba case 5: sendDigit("01101101"). //hgfedcba case 6: sendDigit("01111101"). //hgfedcba case 7: sendDigit("00000111"). //hgfedcba case 8: sendDigit("01111111"). //hgfedcba case 9: sendDigit("01101111"). //hgfedcba b. Gambar 4. Pembahasan Rangkaian Display Seven Segment Pembahasan Potensio Slider Sensor untuk mendeteksi diameter jarum suntik menggunakan tahanan geser maka programnya adalah: Serial. tVR). tVR > . { rtrn = 0. }else if . tVR > . { rtrn = 3. }else if . tVR > . { rtrn = 5. }else if . tVR > . { rtrn = 10. }else if . tVR > . { rtrn = 15. }else if . tVR > . { rtrn = 20. }else if . tVR > . { rtrn = 40. }else{ rtrn = 50. Setelah perangkat selesai diprogram, pengujian dilakukan dengan memantau angka sampling sinyal analog pada serial monitor. Sinyal ini berasal dari pembagi tegangan yang menggunakan tahanan geser. Ketika tuas tahanan geser berada pada posisi awal, jumlah sampling yang terbaca ditampilkan seperti pada gambar berikut: Gambar 4. Menampilkan Angka 50 di Display Seven Segment Tabel 4. 1 Hasil Pengukuran Pembahasan Perhitungan Hasil Pengukuran Analisa data diperlukan untuk mengetahui rasio penyimpangan hasil rata-rata pengukuran yang diperoleh terhadap nilai perancangan yang sesungguhnya. Hasil analisis data ditunjukkan dengan persentase penyimpangan rata-rata rangkaian terhadap nilai perancangan secara tertentu, yang dihitung dengan menggunakan Tabel 4. 2 Presentasi Selisih nilai Rata-rata Jumlah Tetesan Timbulnya nilai selisih antara perancangan dengan hasil pengukuran disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : 1. Tidak melaksanakan Pengukuran dengan benar. Tingkat kepresisian alat ukur yang digunakan 3. Perancangan tidak mempertibangkan nilai toleransi komponen yang digunakan dalam rangkaian. Dalam perancangan software tidak memperhitungkan execution time untuk 5. untuk setiap perintah yang digunakan. Simpulan Berdasarkan hasil perancangan dan implementasi alat penghitung kecepatan tetesan infus berbasis sistem digital, yang mencakup tahapan studi literatur, pengembangan perangkat keras dan lunak berbasis Arduino Uno, serta proses pengujian, diperoleh beberapa simpulan. Pertama, sistem mampu berfungsi dengan baik, ditunjukkan melalui tampilan data pada display yang akurat sesuai dengan jumlah tetesan yang terdeteksi oleh sensor. Hal ini membuktikan bahwa integrasi sensor dan mikrokontroler berjalan secara optimal. Kedua. Arduino Uno efektif digunakan sebagai pengendali sistem monitoring tetesan infus. Meskipun terdapat deviasi kecil dalam pembacaan, akurasi sistem masih berada dalam batas yang dapat diterima, sehingga alat ini layak dikembangkan lebih lanjut sebagai prototipe alat monitoring infus yang efisien dan Ucapan Terimakasih Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Studi D-i Teknologi Elektromedis Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binalita Sudama Medan atas dukungan finansial yang telah diberikan selama pelaksanaan penelitian ini. Bantuan dana tersebut sangat berarti dalam mendukung seluruh proses penelitian, mulai dari pengadaan alat, pengujian, hingga penyusunan laporan. Tanpa dukungan ini, penelitian ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Referensi