Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Praktik Kewirausahaan Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Menjadi Wirausaha Siswa Fase F Di SMK Negeri 5 Padang Martarisa Delarani1*. Dessyta Gumanti2. Serli Diovani Teza3 1,2,3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: mdelarani@gmail. Received: 02/08/2025 . Revised: 13/08/2025 . Accepted: 15/08/2025 . Published: 25/08/2025 Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah terhadap minat siswa untuk berwirausaha di SMK Negeri 5 Padang. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah rendahnya minat siswa terhadap kewirausahaan meskipun telah diterapkan praktik kewirausahaan dan tersedia lingkungan sekolah yang mendukung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh praktik kewirausahaan, pengaruh lingkungan sekolah, serta pengaruh gabungan keduanya terhadap minat berwirausaha. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif-asosiatif, melibatkan populasi 265 siswa dan sampel 159 siswa yang dipilih melalui teknik stratified proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha siswa, lingkungan sekolah juga berpengaruh positif dan signifikan, dan kedua faktor secara bersama-sama secara signifikan meningkatkan minat siswa untuk berwirausaha. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik kewirausahaan yang efektif dan didukung oleh lingkungan sekolah yang kondusif dapat meningkatkan motivasi siswa untuk menekuni kewirausahaan secara nyata. Kata kunci: Praktik Kewirausahaan. Lingkungan Sekolah. Minat Berwirausaha Abstract This study investigates the influence of entrepreneurial practice and the school environment on studentsAo interest in becoming entrepreneurs at SMK Negeri 5 Padang. The problem addressed in this research is the low interest of students in entrepreneurship despite the implementation of entrepreneurial practice and the availability of a supportive school environment. The study aims to analyze the effect of entrepreneurial practice, the effect of the school environment, and the combined effect of both factors on entrepreneurial interest. The research applies a quantitative method with a descriptive-associative approach, involving a population of 265 students and a sample of 159 students selected through stratified proportionate random sampling. Data were collected using a questionnaire tested for validity and reliability, and analyzed through multiple linear regression with the assistance of SPSS. The findings reveal that entrepreneurial practice has a positive and significant effect on studentsAo entrepreneurial interest, the school environment also has a positive and significant effect, and both factors together significantly enhance studentsAo interest in entrepreneurship. These results indicate that effective entrepreneurial practice supported by a conducive school environment can substantially increase studentsAo motivation to pursue entrepreneurship. Keywords: Entrepreneurial Practice. School Environment. Entrepreneurial Interest PENDAHULUAN Masalah pengangguran di Indonesia merupakan pekerjaan rumah yang serius bagi pemerintah kita, semakin banyaknya masyarakat yang membutuhkan pekerjaan berbanding terbalik dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) . jumlah angkatan kerja sebanyak 138. 22 juta orang, meningkat 2. 36 juta pekerja dibanding bulan Agustus 2022, sejalan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkata Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0. 24 persen. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada bulan Agustus 2023 sebesar 7. 07 persen, 84 persen poin dibandingkan bulan Agustus 2012. Penduduk yang bekerja 45 juta orang, turun sebanyak 0. 31 juta orang dari Agustus 2022, sector This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 201 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ pertanian merupakan salah satu peningkatan jumlah lapangan pekerjaan yaitu meningkat 23 persen, sedangkan sector industry pengolahan mengalami penurunan terbesar 30 persen. Terdapat 29. 12 juta orang 14. 28 persen penduduk usia kerja terdampak pandemic Covid-19, terdiri dari pengangguran karena Covid-19 2. 56 juta orang, bukan angkatan kerja karena Covid-19 0. 76 juta orang, sementara tidak bekerja karena Covid-19 77 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid19 24. 03 juta orang (BPS, 2. Melihat adanya fenomena pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat, sangat diperlukan untuk membuat potensi-potensi baru dan menumbuhkan minat berwirausaha masyarakat Indonesia, terutama dimulai dari para generasi muda, salah satunya yaitu menumbuhkan atau melahirkan para wirausaha baru di Indonesia. Salah satu cara untuk mengurangi pengangguran adalah mempersiapkan manusia terdidik yang mampu menyediakan lapangan kerja bagi diri sendiri, bahkan menciptakan lapangan kerja bagi orang lain (Ardara, 2. Menurut Alma . , yang sering dihadapi oleh beberapa siswa yang ingin berwirausaha yaitu lemahnya kemampuan berkreasi atau kesulitan memunculkan ide-ide baru untuk mengembangkangkan usaha dan kurangnya kesiapan dalam bidang teknologi. Tuntutan untuk menjadi wirausahawan muda yang terlatih itu harus dapat membangun usaha sendiri dengan tidak bergantung pada orang lain, teori dan praktik wirausaha selama mengikuti pembelajaran kewirausahaan. Dalam berwirausaha, selain membutuhkan modal berupa materi, seseorang juga perlu memiliki modal non-materi. Salah satu modal non-materi yang penting adalah minat berwirausaha berarti suatu gejala psikis dimana memusatkan perhatian pada suatu hal kemudian melakukan sesuatu terhadap wirausaha itu dengan dilandasi rasa senang karena hal tersebut membawa manfaat bagi dirinya (Wulandari, 2. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang belum menunjukkan ketertarikan, perhatian, maupun keterlibatan aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan kewirausahaan dan lebih memilih menjadi pekerja daripada pencipta lapangan kerja. Minat ini tidak muncul begitu saja, melainkan perlu ditumbuhkan melalui proses pendidikan yang sesuai, salah satunya melalui kegiatan praktik kewirausahaan. Praktik menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai wirausaha secara konkret, karena siswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengalami langsung bagaimana merencanakan dan menjalankan sebuah usaha. Dalam hal ini. Abdullah . menekankan bahwa melalui praktik, siswa memperoleh pengalaman langsung yang membentuk keterampilan, sikap, dan karakter kewirausahaan seperti tanggung jawab, keberanian mengambil resiko, serta kemampuan dalam mengambil keputusan secara mandiri. Permasahan praktik kewirausahaan yang kerap kali terjadi pada siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang, di antaranya masih banyak siswa yang minim pengetahuan tentang kewirausahaan, beberapa siswa juga masih banyak yang merasa ragu untuk terjun kedunia usaha, kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar, seperti orang tua dan masyarakat. Selain praktik kewirausahaan, faktor lain yang dapat mempengaruhi minat berwirausaha adalah lingkungan sekolah. Menurut Sarifudin . , lingkungan sekolah adalah salah satu institusi yang mempunyai peranan penting dalam upaya melahirkan wirausaha yang tangguh. Lingkungan sekolah diharapkan dapat mentransformasi karakteristik wirausaha kepada siswanya dan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, sehingga mendorong tumbuhnya minat berwirausaha. Kondisi lingkungan sekolah yang sering terjadi pada siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang adalah masih minimnya fasilitas, dan siswa merasa kesulitan untuk mengembangkan ide-ide This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 202 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ usaha mereka. Selain itu, masih terdapat sebagian guru yang datang ke kantor tidak tepat Siswa yang melihat gurunya kurang displin akan meniru perilaku tersebut dan menjadi kurang termotivasi untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab, dan kemandirian yang dibutuhkan dalam berwirausaha. Tidak hanya itu kurangnya pemanfaatan sarana, seperti perpustakaan yang kurang difungsikan sebagai pusat literasi kewirausahaan dan hanya pergi ketika ada tugas dari guru, sehingga menyebabkan siswa kurang mendapatkan tambahan informasi, inspirasi, dan motivasi yang berkaitan dengan kewirausahaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif asosiatif. Penelitian ini dilakukan di SMKN 5 Padang yang beralamatkan di Jl. Beringin Raya No. Lolong Belanti. Kec. Padang Utara. Kota Padang. Sumatera Barat. Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan Mei hingga Juni 2025 dengan subjek seluruh siswa kelas XI yang sama-sama mendapatkan pengajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan dengan jumlah populasi sebanyak 265 siswa. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Stratified Proportionate Random Sampling, dalah cara pengambilan sampel dari anggota populasi dengan cara acak dan memperhatikan strata . ingkatan/kelompo. dalam populasi tersebut, dimana jumlah sampel dari setiap kelompok diambil secara proporsional sesuai dengan jumlah anggota tiap strata dalam populasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan yang masih di toleransi . %) atau . , sehingga jumlah yang dijadikan sampel dalam penelitian ini sebanyak 159 orang. Pengumpulan data menggunakan angket/kuisioner dan dokumentasi. Uji instrumen penelitian menggunakan uji validitas dan reliabilitas dengan teknik analisis data yaitu analisis deskriptif, uji prasyarat, analisis regresi berganda, uji hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian terdiri dari variabel terikat yaitu minat berwirausaha (Y) sedangkan variabel bebasnya terdiri praktik kewirausahaan (X . dan lingkungan sekolah (X. Hasil dari data masing-masing variabel tersebut akan dideskripsikan dan disajikan tabel tingkat capaian responden (TCR), yang diperoleh melalui angket dari 19 item dengan jumlah responden 159 siswa. Berikut ini hasil analisis deskriptif variable minat berwira usaha. Tabel 1. Analisis Deskriptif Variabel Minat Berwirausaha (Y) Indikator Perasaan senang Ketertarikan Perhatian Keterlibatan Rata-rata Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Mean 3,99 4,14 4,08 3,87 4,02 TCR (%) 79,87 82,81 81,60 77,50 80,45 Kategori Baik Baik Baik Baik Baik Indikator tertinggi menandakan siswa sangat tertarik terhadap kegiatan wirusaha, sedangkan indikator terendah menunjukkan bahwa partisipasi aktif siswa dalam kegiatan kewirausahaan belum maksimal. Oleh karena itu, peningkatan keterlibatan perlu menjadi fokus dalam pengembangan minat berwirausaha siswa. Analisis berikutnya yaitu Analisis Deskriptif Variabel Praktik Kewirausahaan. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 203 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 2. Analisis Deskriptif Variabel Praktik Kewirausahaan (X. Indikator Start up (Kemampuan dan kemauan memulai usah. Creativity (Kemampuan mengerjakan sesuatu yang bar. Opportunity (Kemauan dan kemampuan untuk mencari peluan. Risk (Kemampuan keberanian menanggung resik. Mean TCR (%) Kategori 3,92 78,51 Baik 4,06 81,28 Baik Baik 3,89 77,93 Baik 3,92 78,43 Baik Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Indikator tertinggi menandakan siswa cukup mampu menciptakan sesuatu yang baru, sedangkan indikator terendah berarti kemampuan siswa dalam mencari peluang usaha masih kurang optimal. Analisis berikutnya yaitu Analisis Deskriptif Variabel Lingkungan Sekolah. Tabel 3. Analisis Deskriptif Variabel Lingkungan Sekolah (X . Indikator Mean 3,97 3,79 3,80 3,89 Program Guru Relasi siswa dengan siswa Sarana prasarana Rata-rata Sumber : Hasil olah data SPSS 25 TCR (%) 79,54 75,82 76,12 77,87 Kategori Baik Baik Baik Baik Baik Indikator tertinggi menunjukkan bahwa program yang diselenggarakan sekolah sangat mendukung pengembangan minat berwirausaha siswa, sedangkan indikator terendah menandakan bahwa interaksi antar siswa dalam konteks kewirausahaan perlu lebih ditingkatkan agar dapat saling memotivasi dan mendukung secara maksimal. Berikut ini hasil uji normalitas. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Hasil olah data SPSS 25 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Unstandardized Residual 0,0000000 6,41486943 0,051 0,051 -0,039 0,051 | 204 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan tabel diatas nilai Asymp. Sig. -taile. 200 > 0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Nilai sampel berjumlah 159 yang berarti data yang sedang diuji berdistribusi normal. Uji selanjunya yang dilakukan yaitu uji linearitas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 5. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum Squares Minat Between . 5793,560 berwirausaha* Groups Linearity 3372,430 Lingkungan Deviati on 2421,131 from linearity Within Groups 6163,546 Total 11957,107 Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Mean Square 148,553 3372,430 63,714 Sig 2,868 65,112 1,230 0,200 51,795 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikan 0. 200 > 0. 05, maka dinyatakan bahwa terjadi linearitas pada variabel X2 dengan Y karena nilai signifikan besar Uji berikutnya yaitu Uji Multikolinearitas yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 6. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Praktik kewirausahaan Lingkungan sekolah Dependet Variable : Minat berwirausaha Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Collinearity Statistics Tolerance VIF 0,780 0,780 1,283 1,283 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai Tolerance sebesar 0. 780 dan nilai VIF sebesar 283 untuk masing-masing variabel independen. Nilai-nilai tersebut masih berada jauh dalam batas toleransi yang ditentukan (Tolerance 0. 100 dan VIF 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas dalam model regresi. Dengan demikian, data memenuhi asumsi klasik multikolinearitas dan layak digunakan dalam analisis regresi Hasil uji regresi linear berganda dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 7. Hasil Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Model B Std. Error Beta Constant 27,273 4,345 Praktik kewirausahaan 0,403 0,057 Lingkungan sekolah 0,259 0,056 Dependent Variable : Minat Berwirausaha This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence 0,473 0,309 Sig. 6,276 7,069 4,623 | 205 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Berdasarkan tabel di atas dapat dibuat persamaan regresi linear berganda sederhana sebagai berikut : Y = 27. 403X1 0. 259X2 e Dari persamaan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut : Nilai konstanta (Y) sebesar 27. 273 artinya jika tidak ada praktik kewirausahaan (X. dan lingkungan sekolah (X. maka minat berwirausaha siswa di SMK Negeri 5 Padang yaitu Koefisien regresi Praktik Kewirausahaan (X. Hal ini berarti setiap peningkatan 1 . dalam praktik kewirausahaan (X. maka minat berwirausaha (Y) akan meningkat 0. 403 dan sebaliknya jika praktik kewirausahaan (X. diturunkan 1 . maka minat berwirausaha (Y) akan menurun sebesar 0. 403, dengan asumsi bahwa variabel praktik kewirausahaan dianggap tetap atau tidak mengalami perubahan. Koefisien regresi Lingkungan Sekolah (X. Hal ini berarti setiap peningkatan 1 . dalam lingkungan sekolah (X. maka minat berwirausaha (Y) akan meningkat 259 dan sebaliknya jika lingkungan sekolah diturunkan 1 . maka minat berwirausaha (Y) akan menurun sebesar 0. Dasar pengambilan keputusan dalam penelitian ini jika t-hitung > t-tabel dan sig < 0. 05 maka H0 ditolak. Ha diterima dan jika t-hitung < t-tabel dan sig > 0. 05 maka H0 diterima. Ha ditolak dengan taraf nyata = 5% . , derajat kebebasan df = 159-2-1 = 156. Uji berikutnya yang dilakukan yaitu uji t dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 8. Hasil Uji-t Coefficientsa Unstandardized Std. Error 4,345 0,057 Model Constant 27,273 Praktik 0,403 Lingkungan sekolah 0,259 0,056 Dependent Variable : Minat Berwirausaha Standardized Beta 0,473 6,276 7,069 Sig. 0,309 4,623 Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan Variabel Praktik kewirausahaan (X. terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh t hitung 069 > t tabel 1. 975 dengan nilai signifikannya sebesar 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara praktik kewirausahaan terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F SMK Negeri 5 Padang. Variabel Lingkungan Sekolah (X2 ) terhadap Minat Berwirausaha (Y) diperoleh t hitung 623 > t tabel 1. 975 dengan nilai signifikannya sebesar 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F SMK Negeri 5 Padang. Uji simultan ( uji-. dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas ( independe. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 206 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara bersama-sama atau tidak terhadap variabel terikat . dimana besarnya yang digunakan dalam uji ini adalah Berikut ini hasil Uji F. Tabel 9. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of squares Mean square Regression 5455,320 2727,660 Residual 6501,787 41,678 Total 11957,107 Dependent Variable : Minat berwirausaha Predictors : (Constan. , lingkungan sekolah, praktik kewirausahaan Sumber : Hasil olah data SPSS 25 65,446 Sig. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh F-hitung sebesar 65. 446 > 3. 05 dengan nilai 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F SMK Negeri 5 Padang. Berikut ini Hasil Uji Koefisien Determinasi. Tabel 10. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Model R R square Adjusted R square 0,456 0,449 Predictors : . , lingkungan sekolah. Sumber : Hasil olah data SPSS 25 Std. error of the estimate 6,456 Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai R Square sebesar 0. 456, yang berarti 45. dalam minat berwirausaha dipengaruhi oleh praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah secara simultan sedangkan sisanya sebesar 54. 40% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Nilai Adjusted R Square sebesar 0. 449 mengindikasikan bahwa model tetap kuat dan tidak terlalu dipengaruhi oleh jumlah variabel atau ukuran sampel. PEMBAHASAN Pengaruh Praktik Kewirausahaan terhadap Minat Menjadi Wirausaha Hasil penelitian diperoleh nilai praktik kewirausahaan dengan t-hitung 7. 069 > t-tabel 1. dengan nilai signifikannya sebesar 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara praktik kewirausahaan terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang. Secara teoritis, penelitian ini didukung oleh teori Hendro . , praktik kewirausahaan adalah kegiatan pembelajaran yang memungkinkan seseorang memperoleh pengalaman langsung dalam menghadapi tantangan dunia usaha, sehingga dapat meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan menumbuhkan minat kewirausahaan. Selain itu, temuan ini sejalan dengan teori Abdullah . yang menyatakan bahwa melalui praktik, siswa memperoleh pengalaman langsung yang membentuk keterampilan, sikap, dan karakter kewirausahaan seperti tanggung jawab, keberanian mengambil resiko, serta kemampuan dalam mengambil keputusan secara mandiri. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 207 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Hasil penelitian ini didukung oleh Jannah . yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan praktik kewirausahaan terhadap minat berwirausaha siswa kelas XI akuntansi SMK Swasta BM Al-Fattah Medan tahun pelajaran 2019/2020. Selain itu penelitian ini juga didukung oleh Wardani . yang menunjukkan bahwa Pemahaman Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha dan Praktik kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha. Dengan demikian dapat dimaknai bahwa semakin baik praktik kewirausahaan maka minat berwirausaha cenderung meningkat. Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Minat Menjadi Wirausaha Hasil penelitian diperoleh nilai lingkungan sekolah dengan t-hitung 4. 623 > t-tabel 1. dengan nilai signifikannya sebesar 0. 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang. Secara teoritis, penelitian ini didukung oleh teori Thobroni . Lingkungan sekolah merupakan rumah kedua bagi tempat tinggal siswa, karena mereka menghabiskan setengah hari di sekolah. Maka lingkungan sekolah memiliki andil dalam menumbuh kembangkan pengetahuan akan Karena dalam pengetahuan kewirausahaan ditanamkan sikap-sikap perilaku untuk membuka bisnis. dalam membina dan mendampingi siswa yang berminat berwirausaha melalui bimbingan, pelatihan, dan lain-lain. Hasil penelitian ini sejalan yang dilakukan oleh Marini . yang menunjukkan bahwa lingkungan sekolah tinggi . dan minat berwirausaha siswa sangat tinggi . , terdapat pengaruh positif dan signifikan lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha, dengan nilai koefisien korelasi . 563 dan p<0. Selain itu penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ariyani . yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha dan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan sekolah terhadap minat berwirausaha pada siswa Tata Kecantikan Kulit dan Rambut di SMKN 27 Jakarta. Pengaruh Praktik Kewirausahaan dan Lingkungan Sekolah Terhadap Minat menjadi Wirausaha Berdasarkan tabel di atas, diperoleh F-hitung sebesar 65. 446 > F-tabel 3. 05 dengan nilai 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F SMK Negeri 5 Padang. Penelitian ini didukung oleh Abdullah . yang menyatakan bahwa melalui praktik, siswa memperoleh pengalaman langsung yang membentuk keterampilan, sikap, dan karakter kewirausahaan seperti tanggung jawab, keberanian mengambil resiko, serta kemampuan dalam mengambil keputusan secara mandiri. Praktik bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada siswa untuk menjalankan aktivitas bisnis di lingkup local maupun global. Selain itu penelitian ini juga didukung oleh Slameto . yang menyatakan minat adalah suatu rasa lebih suka dan ketertarikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa : This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 208 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustusi 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i2. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Praktik kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang. Hal ini dibuktikan melalui analisis statistic yang menunjukkan nilai t-hitung 7. 069 > t-tabel 1. 975 dengan nilai signifikannya sebesar 0. < 0. 05 yang menunjukkan hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif ( H. Artinya semakin baik praktik kewirausahaan maka minat siswa untuk berwirausaha juga akan tinggi. Lingkungan sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang. Hal ini dibuktikan melalui analisis statistic yang menunjukkan nilai t-hitung 4. 623 > t-tabel 1. 975 dengan nilai signifikannya sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif ( H. Artinya semakin kondusif dan mendukung lingkungan sekolah, maka minat siswa dalam berwirausaha juga akan meningkat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara bersama-sama antara praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah terhadap minat menjadi wirausaha siswa fase F di SMK Negeri 5 Padang. Hal ini dibuktikan dengan nilai F-hitung sebesar 65. 446 > F-tabel 3. dengan nilai signifikansi 0. 000 < 0. 05 yang menunjukkan hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif ( H. Artinya semakin baik praktik kewirausahaan dan lingkungan sekolah yang mendukung, maka minat berwirausaha semakin meningkat. DAFTAR PUSTAKA