JOURNAL OF EMPOWERMENT Vol. No. Juni 2025, h. ISSN 2580-0620 (Prin. ISSN 2597-9809 (Onlin. Available Online at https://jurnal. id/index. php/JE Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi 1*Nia Kurniawati, 2Iis Ristiani, 3Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4Syayidati Nurfadillah Al Ramdani 1, 2, 3, 4Universitas Suryakancana. Cianjur. Indonesia *Email Koresponden: nia@unsur. Article Info Sejarah Artikel: Submit: 04 Februari 2025 Revisi: 27 Juni 2025 Diterima: 30 Juni 2025 Kata Kunci: Anak Usia Dini. Literasi. Pendidikan. Read Aloud. Keywords: Early Childhood. Education. Literacy. Read Aloud. Abstrak Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih baik, penting untuk fokus pada pengembangan budaya literasi sejak usia dini. Di Indonesia, perhatian terhadap literasi masih menjadi tantangan, dengan peringkat literasi yang relatif rendah di tingkat global. Sebagai langkah untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan read aloud di PAUD Kober Pelangi. Pengabdian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif yang terbagi dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Kegiatan ini melibatkan 20 anak-anak usia dini di PAUD Kober Pelangi dan bertujuan untuk memperkenalkan dan memotivasi minat baca melalui metode read aloud. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat baca anak-anak, serta kontribusi positif terhadap Pelatihan ini tidak hanya berhasil menumbuhkan minat literasi, tetapi juga memperkuat fondasi awal untuk kebiasaan membaca yang akan berdampak positif pada kualitas literasi di masa depan. Abstract In order to enhance quality human resources through better education, it is crucial to focus on developing a literacy culture from an early age. In Indonesia, attention to literacy remains a challenge, with relatively low literacy rankings on a global scale. To address this challenge, a community service program was conducted involving read-aloud training at PAUD Kober Pelangi. This initiative adopted a descriptive qualitative approach, divided into three phases: preparation, implementation, and The activity engaged 20 young children at PAUD Kober Pelangi and aimed to introduce and foster reading interest through the read-aloud method. Data was collected through direct observation. The results of this training show a significant increase in children's reading interest and a positive contribution to their literacy skill This training not only successfully cultivated literacy interest but also reinforced the early foundation for reading habits that will positively impact literacy quality in the future. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset terpenting bagi pembangunan suatu bangsa (Amelyawati et al. , 2023. Oktariani et al. , 2022. Tugiah & Jamilus, 2. Kualitas SDM menentukan sejauh mana sebuah negara dapat berkembang dan bersaing di kancah global (Yanti et al. , 2. Dalam era modern ini, kemajuan teknologi dan informasi telah mengubah dinamika ekonomi dan sosial, sehingga negara yang memiliki SDM unggul akan lebih mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang yang ada. SDM yang berkualitas tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang baik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterampilan komunikasi yang mumpuni (Lestari & Nuryanti, 2. Pendidikan memegang peranan kunci dalam mengembangkan kualitas SDM. Pendidikan diakui sebagai fondasi utama bagi pembangunan nasional yang kuat. Ini menunjukkan bahwa kualitas SDM suatu bangsa sangat bergantung pada sistem pendidikan yang diterapkan (Nurnaningsih et al. , 2. Sejalan dengan yang diungkapkan oleh (Lestari & Nuryanti, 2. , bahwa pendidikan adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dengan mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Pendidikan, yang dijalani setiap individu menghantarkan mereka dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. Proses ini bertujuan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan Sehingga, pendidikan yang baik dan merata akan menciptakan generasi yang terampil, berpengetahuan, dan siap menghadapi tantangan masa Dengan demikian, pembangunan sebuah negara akan mengalami kemajuan yang signifikan jika pemerintah berhasil meningkatkan kualitas sumber daya manusianya (Puspa et al. , 2. Akan tetapi, pada kenyataannya, kualitas SDM di Indonesia belum sepenuhnya memenuhi harapan yang diinginkan. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan, masih terdapat sejumlah tantangan yang menghambat pengembangan SDM yang berkualitas. Salah satu contoh tantangan yang mengkhawatirkan adalah rendahnya peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi kesulitan besar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Dan rendahnya kualitas sumber daya manusia berujung pada kurangnya daya saing bangsa ini dalam menghadapi persaingan di era global (Primayana, 2. Persaingan global menjadi tantangan besar bagi generasi muda. Akses informasi yang mudah memungkinkan mereka untuk melihat dunia luar dan memahami berbagai tantangan yang ada. Namun, hal ini juga membuat mereka merasa pesimis dan cemas tentang kemampuan mereka untuk bersaing (Wibowo & Rosa. Di sisi lain, kemudahan akses informasi tidak selalu diiringi dengan kemampuan memahami informasi tersebut, terutama karena rendahnya minat literasi di Indonesia. Fenomena rendahnya minat literasi ini membuat generasi muda kesulitan dalam mencerna dan memanfaatkan informasi secara efektif. Akibatnya, mereka tidak dapat sepenuhnya mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di era global. Sejak Indonesia mulai berpartisipasi dalam uji PISA (Programme for International Student Assessmen. pada tahun 2001 hingga sekarang, selama lebih dari 22 tahun, indeks membaca pelajar Indonesia tidak menunjukkan kemajuan signifikan, bahkan cenderung menurun. Prestasi membaca yang pernah diraih pada tahun 2018 kembali turun ke level tahun 2001, dengan skor rata-rata 371 dibandingkan dengan rata-rata skor OECD sebesar 487. Indonesia berada di kuadran kinerja rendah (OECD, 2. Survei PIRLS (Progress in International Reading Literacy Stud. menunjukkan bahwa skor Indonesia berada pada peringkat 41 dari 45 Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 peserta PIRLS dengan skor 405 (Kemdikbud RI, 2. Sehingga, rendahnya minat literasi membaca ini memberikan 3 dampak negatif besar yaitu. Menyebabkan rendahnya tingkat persaingan Negara Indonesia dengan Negara lain (Fajar, dan . Menyebabkan kualitas pendidikan Indonesia rendah dibanding dengan Negara lain (Prasrihamni et al. , 2. Rendahnya Index Pembangunan Manusia (IPM) Kegagalan Indonesia dalam meningkatkan kemampuan membaca menurut Yulianti & Sidik . , kemungkinan besar berkaitan erat dengan kegagalan pembelajaran literasi membaca di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembelajaran literasi yang tidak optimal pada usia dini dapat menyebabkan rendahnya kemampuan dasar membaca pada anak-anak, yang kemudian berdampak pada prestasi membaca di jenjang pendidikan selanjutnya. Rendahnya minat dan keterampilan literasi sejak dini ini memperburuk kualitas SDM di Indonesia, mengakibatkan kesulitan dalam menghadapi persaingan global. Untuk itu, pentingnya memperbaiki sistem pembelajaran literasi di PAUD menjadi sangat krusial demi meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Indonesia di masa depan. Namun demikian, persoalan tersebut tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru PAUD, tetapi juga melibatkan peran penting orang tua. Karena orang tua memainkan peran yang sangat penting dalam memperkenalkan dan membiasakan anak-anak dengan kegiatan membaca sejak usia dini (Shen & Del Tufo, 2. Aktivitas membaca yang diajarkan oleh orang tua sangat signifikan dalam mengembangkan literasi awal anak-anak (Puranik et al. , 2. Selain itu, dukungan lingkungan keluarga yang kaya akan bahan bacaan dan kebiasaan literasi dapat memperkuat fondasi literasi anak sejak dini. Partisipasi aktif orang tua dalam proses belajar anak di rumah terbukti dapat meningkatkan minat dan kemampuan literasi, yang akan berdampak positif pada pencapaian akademik mereka di masa depan. Sapanti et al. , . mengungkapkan bahwa anak-anak sebenarnya menikmati bacaan literasi. Namun, masalah muncul karena proses pembiasaan mereka terhadap membaca kurang memadai. Sebagaimana yang dipaparkan oleh Fajriyah . bahwa metode pembelajaran literasi baca tulis untuk anak usia dini sering kali masih menggunakan pendekatan mendikte atau mengajarkan seperti pada anak yang lebih besar. Pendekatan ini tidak sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini yang menekankan belajar sambil bermain. Sesuai dengan Permendikbud Nomor 137 tahun 2014, pencapaian literasi anak usia dini harus dilakukan melalui permainan untuk mengenalkan keaksaraan awal dan menampilkan kemampuan keaksaraan dalam berbagai bentuk karya. Oleh karena itu, pembelajaran sebaiknya diintegrasikan dengan kegiatan bermain agar menjadi lebih menarik dan efektif. Salah satu metode yang efektif untuk mendukung pembelajaran literasi anak usia dini adalah read aloud . embaca nyarin. Pricilia . menjelaskan bahwa read aloud adalah aktivitas membaca buku dengan suara keras untuk menarik perhatian anak terhadap cerita yang ada di dalamnya. Metode read aloud merupakan salah satu metode untuk mengembangkan literasi anak. Penelitian Panjaitan & Hasanah . mendukung penggunaan metode ini dengan menyatakan bahwa kesadaran dan minat baca anak dapat ditingkatkan melalui metode yang efektif. Selain itu, model pengajaran membaca yang menyenangkan, bervariasi, dan mendidik juga dapat menjadi solusi untuk membangun budaya membaca. Metode read aloud terbukti sebagai salah satu metode yang paling efektif untuk menumbuhkan minat baca anak dan mendukung pengembangan kemampuan literasi mereka. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Desa Munjul merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Cilaku. Kabupaten Cianjur yang sedang menghadapi tantangan serius terkait rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), yang sebagian besar disebabkan oleh masalah pendidikan yang belum teratasi. Tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendidikan masih rendah, mengakibatkan banyak anak hanya melanjutkan pendidikan hingga SMP dan memilih untuk menikah di usia dini, bukannya melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Salah satu dampak yang signifikan dari rendahnya kualitas pendidikan di Desa Munjul adalah rendahnya minat literasi masyarakat. Meskipun fasilitas perpustakaan tidak tersedia, tantangan ini diperparah oleh minimnya akses terhadap bahan bacaan berkualitas dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar untuk meningkatkan minat baca. Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi perkembangan intelektual masyarakat, tetapi juga menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan keterampilan kritis yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan kemampuan untuk bersaing di era global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberikan inovasi baru dalam membangun minat literasi di Desa Munjul dengan melaksanakan kegiatan pelatihan read aloud di sekolah PAUD. Dengan diselenggarakannya program ini, bertujuan agar minat literasi di kalangan anak-anak usia dini dapat meningkat secara signifikan. Sasaran dari program ini adalah anak-anak PAUD karena masa usia dini merupakan periode emas dalam perkembangan kognitif dan Anak-anak pada usia ini memiliki kemampuan belajar yang sangat tinggi dan lebih mudah untuk dibentuk kebiasaan positifnya, termasuk kebiasaan Melalui kegiatan read aloud, anak-anak PAUD akan dikenalkan dengan dunia literasi secara menyenangkan dan interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan orang tua dan guru yang diharapkan akan tercipta lingkungan yang mendukung literasi di rumah dan sekolah. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat penting untuk membangun minat baca yang kuat sejak usia dini, yang nantinya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan SDM di Desa Munjul secara keseluruhan. METODE Pengabdian ini adalah jenis pengabdian deskriptif yang menggunakan pendekatan Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan pelatihan read aloud di PAUD Kober Pelangi. Menurut Ruzain et al. , . pengabdian kualitatif merupakan prosedur untuk menghasilkan data deskriptif yang dapat berupa lisan, tulisan, atau perilaku dari sasaran. Sampel yang diambil terdiri dari 20 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kober Pelangi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menggali secara mendalam respon, interaksi, dan partisipasi anak-anak serta guru dalam pelatihan. Metode pelaksanaan yang digunakan mengadopsi prinsip-prinsip Participatory Action Research (PAR) yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam seluruh tahapan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Selain itu, struktur kegiatan ini dapat dikaitkan dengan pendekatan Mixed Methods Sequential Exploratory sebagaimana dikemukakan oleh (Creswell & Creswell, 2. , yang diawali dengan eksplorasi fenomena melalui observasi partisipatif, dilanjutkan dengan intervensi pelatihan dan refleksi evaluatif. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi langsung terhadap perilaku dan interaksi anak selama pelatihan, termasuk respons spontan, partisipasi aktif, dan pemahaman terhadap materi cerita. Sampel kegiatan terdiri dari 20 anak didik PAUD Kober Pelangi. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama yakni persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut: Tabel 1. Tiga tahap utama kegiatan pengabdian Tahapan Aktivitas Utama Persiapan - Analisis situasi mitra . inat baca - Koordinasi dengan pihak PAUD - Penyusunan materi pelatihan - Pemilihan buku dan alat bantu - Perencanaan aktivitas interaktif Pelatihan read aloud dengan 3 tahap: prabaca, membaca, dan pasca membaca Aktivitas interaktif: game, diskusi ekspresif, tanya jawab, bookish - Observasi partisipatif terhadap respons peserta - Refleksi pasca kegiatan - Penilaian pemahaman cerita, keterlibatan, dan perubahan perilaku anak - Peninjauan kekurangan pelatihan Pelaksanaan Evaluasi Kaitan dengan Teori PAR Kolaborasi awal dan masalah bersama mitra Kaitan dengan Teori Creswell Exploratory Aksi kolaboratif. peserta sebagai pelaku aktif dalam pelatihan Action temuan eksploratif Refleksi bersama. umpan balik digunakan untuk menyempurnakan Interpretive interpretasi hasil untuk HASIL ATAU PEMBAHASAN Kegiatan pelatihan read aloud yang dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2024 di PAUD Kober Pelangi dengan melibatkan anak-anak usia dini berhasil dilaksanakan dengan baik dan lancar. Dengan dukungan penuh dan sambutan positif dari pihak PAUD Kober Pelangi, pelatihan ini mampu dilaksanakan sesuai rencana. Adapun hasil dan capaian dari kegiatan ini sesuai dengan teori Read Aloud dari Trelease . Memperkenalkan konsep read aloud kepada anak-anak sebagai metode membaca yang menyenangkan dan edukatif, . Membangun lingkungan yang mendukung pengembangan minat baca sejak usia dini, . Meningkatkan minat literasi di kalangan anak-anak, yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas literasi di desa, . Berkontribusi pada pembentukan kebiasaan membaca yang baik, yang akan berdampak positif pada pengembangan keterampilan membaca dan pemahaman informasi di masa depan. Kegiatan pelatihan diselenggarakan berdasarkan rundown acara. Pada awal pelatihan, kegiatan dimulai dengan sambutan resmi dari kepala PAUD Kober Pelangi dan perwakilan mahasiswa pengabdian. Kepala PAUD menyambut anakanak, fasilitator, dan mahasiswa pengabdian dengan penuh semangat. Sambutan ini dirancang untuk menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan, serta memotivasi anak-anak untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang akan Selanjutnya, perwakilan mahasiswa pengabdian menjelaskan tujuan dan manfaat dari pelatihan read aloud. Perwakilan mahasiswa menjelaskan bagaimana kegiatan ini dapat membantu anak-anak meningkatkan minat baca, memperluas kosakata, dan mengembangkan keterampilan berkomunikasi. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Penjelasan ini bertujuan untuk memberi gambaran yang jelas kepada peserta tentang apa yang akan mereka lakukan dan mengapa kegiatan ini penting bagi anak-anak (Febrianingrum et al. , 2. Setelah itu, sesi kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan inti . elatihan read alou. Terdapat 3 tahap kegiatan dalam pelatihan tersebut. Pertama adalah tahap Fasilitator memulai tahap prabaca dengan aktivitas yang bertujuan untuk mempersiapkan anak-anak sebelum sesi membaca dimulai. Aktivitas ini mencakup permainan dan nyanyian, serta pengenalan buku. Fasilitator mengajak anak-anak untuk bermain game dan bernyanyi bersama tentang buah. Aktivitas ini membantu menciptakan suasana yang ceria dan menarik, serta membuat anak-anak merasa lebih nyaman dan terlibat. Permainan ini juga berfungsi untuk menarik perhatian anak-anak dan membangun antusiasme mereka terhadap buku yang akan dibaca. Setelah itu, fasilitator kemudian memperkenalkan judul buku, penulis, dan ilustrator. Buku yang digunakan dalam pelatihan bertema buah-buahan dengan judul buku AuTomatAy dan AuMarkus Pergi ke Pasar. Ay Fasilitator menunjukkan sampul buku kepada anak-anak dan mengajak mereka berdiskusi tentang gambar di sampul tersebut. Diskusi ini melibatkan anak-anak dalam proses berpikir kritis tentang apa yang mungkin terjadi dalam cerita berdasarkan gambar yang mereka lihat. Ini membantu membangun rasa ingin tahu dan antisipasi terhadap cerita yang akan dibaca. Tahap kedua adalah membaca. Pada tahap ini, fokus utama adalah pada pelaksanaan read aloud itu sendiri. Fasilitator membacakan cerita kepada anakanak dengan melibatkan beberapa elemen kunci untuk memastikan pengalaman membaca yang efektif dan menarik. Menurut Trelease. J, elemen kunci tersebut meliputi: . Ekspresi dan intonasi. Fasilitator membaca dengan suara yang jelas dan cukup keras agar semua anak dapat mendengar dengan baik. Suara yang nyaring membantu menarik perhatian dan memastikan bahwa semua anak mengikuti cerita. Selain itu, fasilitator menggunakan variasi intonasi untuk menekankan bagianbagian penting dalam cerita dan menghidupkan karakter. Misalnya, menggunakan nada suara yang lebih tinggi untuk karakter ceria dan nada yang lebih rendah untuk karakter serius. Juga, fasilitator menambahkan ekspresi wajah dan gerakan tubuh yang sesuai dengan situasi dalam cerita. Ekspresi dan gerakan ini membantu mengkomunikasikan emosi dan membuat cerita terasa lebih nyata dan menarik. Interaksi dengan anak-anak. Selama membaca, fasilitator mengajukan pertanyaan kepada anak-anak yang berkaitan dengan cerita. Pertanyaan ini berupa pertanyaan terbuka seperti. AuApa yang akan terjadi selanjutnya?Ay dan AuBagaimana rasanya buah ini?Ay Anak-anak juga diajak untuk meniru suara atau gerakan karakter dalam cerita, sehingga mereka lebih terlibat dan aktif selama sesi read Fasilitator juga mengamati reaksi anak-anak terhadap cerita dan menyesuaikan gaya membaca sesuai dengan respon mereka. Misalnya, jika anakanak tampak bingung atau kurang tertarik, fasilitator dapat mengubah intonasi atau menambahkan penjelasan tambahan (Trelease & Giorgis, 2. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Gambar 1. 1 Fasilitator melakukan pelatihan read aloud . embaca nyarin. Tahap terakhir adalah pasca membaca. Tahap ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman anak-anak tentang cerita yang telah dibaca dan melibatkan mereka dalam aktivitas yang memperkuat keterampilan literasi mereka dengan mengadakan diskusi singkat tentang cerita yang telah dibaca. Oleh karena itu, fasilitator mengajukan pertanyaan membangun seperti AuApa yang kalian pelajari dari cerita ini?Ay atau AuBuah mana yang ingin kalian coba?Ay Anak-anak juga diminta untuk menceritakan kembali bagian-bagian penting dari cerita atau menjelaskan alur cerita dengan kata-kata mereka sendiri. Ini membantu memastikan bahwa mereka memahami isi cerita dan dapat menyampaikannya kembali. Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan bookish play. Manfaat dari kegiatan bookish play adalah mengembangkan keterampilan bahasa dan literasi. Aktivitas ini mendorong anak-anak untuk berbicara, berdiskusi, dan berpartisipasi aktif, sehingga membantu meningkatkan kosa kata, tata bahasa, dan kemampuan bercerita (Febrianingrum et , 2. Aktivitas bookish play, anak-anak terlibat dalam membuat dan memakan salah buah bersama dalam kelompok. Aktivitas ini dimulai dengan anak-anak dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing dengan satu fasilitator yang siap membimbing mereka. Setelah dibagi menjadi kelompok, anak-anak mulai berkeliling dengan antusias untuk mencari bahan-bahan salad buah yang tersebar di empat meja di ruang kegiatan. Setiap meja dijaga oleh seorang penjaga buah yang dengan sabar menunggu kedatangan mereka. Masing-masing anak membawa kartu daftar belanja yang digunakan untuk mencatat jenis buah yang mereka kumpulkan. Dengan bantuan fasilitator, mereka mulai mencari buah-buahan seperti apel, pisang, jeruk, dan anggur yang telah disiapkan. Setiap kelompok berlomba-lomba untuk mengumpulkan semua jenis buah yang diperlukan. Ketika mereka berhasil mengumpulkan keempat jenis buah, mereka menunjukkan kartu daftar belanja kepada penjaga buah, yang kemudian memberi tanda centang sebagai bukti bahwa mereka telah berhasil mengumpulkan bahan-bahan yang Kelompok yang pertama kali menyelesaikan pencarian buah mendapatkan poin tambahan sebagai penghargaan atas kecepatan dalam memahami cerita tersebut. Setelah semua kelompok selesai mengumpulkan bahan, mereka berkumpul di meja besar untuk membuat salad buah. Fasilitator membantu anak-anak memotong dan mencampur buah-buahan dengan hati-hati, sambil memastikan bahwa setiap anak Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 terlibat dalam proses pembuatan salad. Suasana penuh canda tawa dan kebersamaan, di mana anak-anak belajar tentang berbagai jenis buah dan bagaimana mencampurkannya menjadi hidangan sehat yang lezat. Begitu salad buah selesai dibuat, semua kelompok duduk bersama dan mulai menikmati hasil karya mereka. Kelompok yang paling cepat menghabiskan salad buah mendapatkan poin. Dan di akhir aktivitas, poin dari setiap kelompok dihitung. Kelompok yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dinyatakan sebagai pemenang dan menerima hadiah berupa buku cerita sebagai apresiasi. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan tetapi juga mempererat hubungan antar anak-anak, meningkatkan keterampilan kerja sama mereka, dan menumbuhkan kecintaan mereka terhadap membaca dan makanan Setelah aktivitas bookish play dilaksanakan, pelatihan read aloud diakhiri dengan penutupan yang penuh semangat. Fasilitator dan mahasiswa pengabdian berkumpul di depan kelompok anak-anak untuk memberikan apresiasi positif kepada seluruh peserta. Mereka menyampaikan ucapan terima kasih dan pujian atas keterlibatan aktif dan antusiasme yang ditunjukkan oleh setiap anak selama Mereka juga memberikan umpan balik positif tentang pencapaian dan keterampilan baru yang diperoleh selama kegiatan, seperti peningkatan kemampuan berbicara, berimajinasi, dan memahami cerita. Dengan sentuhan personal dan suasana yang hangat, penutupan ini memberikan dorongan motivasi kepada anak-anak untuk melanjutkan perjalanan literasi Fasilitator dan mahasiswa pengabdian mengharapkan agar pengalaman membaca yang menyenangkan ini tidak hanya menjadi momen yang berkesan, tetapi juga menginspirasi anak-anak untuk terus mencintai literasi dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam kehidupan mereka sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi, menunjukkan bahwa peserta antusias dalam mengikuti pelatihan ini, di mana pelatihan ini dapat terlaksana secara interaktif dan adanya komunikasi dua arah antara fasilitator dan peserta. Anak-anak menunjukkan keterlibatan aktif selama seluruh kegiatan, mulai dari sesi prabaca hingga bookish Peserta dengan bersemangat mengikuti setiap tahap, berpartisipasi dalam diskusi, dan menikmati aktivitas yang telah disiapkan. Respon positif ini juga tercermin dari partisipasi mereka dalam kegiatan bookish play, di mana para peserta bekerja sama dalam kelompok, berusaha mencari bahan-bahan untuk salad buah, dan berbagi pengalaman mereka selama membuat Keterlibatan anak-anak dalam berbagai aktivitas menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memahami isi dari buku cerita yang disampaikan, tetapi juga merasa termotivasi untuk berkontribusi dan berinteraksi dengan sesama peserta. Interaksi yang dinamis antara fasilitator dan peserta, termasuk sesi tanya jawab dan diskusi, memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang literasi dan buku yang dibaca. Komunikasi dua arah ini memungkinkan fasilitator untuk menyesuaikan pendekatan mereka berdasarkan kebutuhan dan tanggapan peserta, serta memberi kesempatan bagi anak-anak untuk mengungkapkan pendapat dan ide para peserta. Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil menciptakan suasana yang mendukung pelatihan membaca yang menyenangkan dan efektif. Antusiasme dan keterlibatan aktif peserta menunjukkan bahwa metode read aloud dan kegiatan bookish play dapat menjadi sebuah metode yang sangat efektif dalam membangun minat baca dan keterampilan literasi anak-anak. Hasil ini menjadi indikator positif bahwa pendekatan ini dapat diterapkan lebih luas di berbagai konteks pendidikan untuk mengembangkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak. Dalam mencapai keberhasilan literasi di masa depan, peran guru dalam membimbing anak-anak dalam aktivitas membaca sangatlah krusial. Guru memiliki tanggung jawab untuk menentukan jenis aktivitas membaca yang akan diterapkan. Oleh karena itu, diharapkan guru akan melanjutkan kegiatan membaca read aloud sebagai metode untuk meningkatkan keterampilan literasi anak-anak. Pelaksanaan read aloud tidak hanya mendukung perkembangan literasi anak-anak, tetapi juga memungkinkan guru untuk terlibat langsung dalam proses tersebut. Sebagaimana dinyatakan oleh Septiana & Ibrohim . , read aloud dapat dilakukan baik secara mandiri oleh anak-anak maupun secara interaktif dengan bantuan guru, yang membantu memperkuat ikatan antara guru dan anak-anak. PENUTUP Secara keseluruhan, pelatihan read aloud yang dilaksanakan pada 23 Juli 2024 di PAUD Kober Pelangi berjalan dengan baik dan lancar. Dukungan dari pihak PAUD serta sambutan hangat memfasilitasi pelaksanaan pelatihan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang diharapkan. Kegiatan ini berhasil memperkenalkan konsep read aloud sebagai metode membaca yang menyenangkan dan membangun minat baca anak-anak sejak dini. Selama pelatihan, anak-anak aktif terlibat dalam setiap tahap, dari sesi prabaca yang penuh semangat hingga kegiatan bookish play yang menyenangkan. Antusiasme dan keterlibatan mereka terlihat jelas, dengan komunikasi yang efektif antara fasilitator dan peserta. Penutupan kegiatan diakhiri dengan apresiasi positif dari fasilitator dan memotivasi anak-anak untuk terus mencintai literasi. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa metode read aloud dan bookish play efektif dalam menumbuhkan minat baca dan keterampilan literasi anak-anak. Keberhasilan ini mencerminkan potensi besar metode ini untuk memupuk kecintaan membaca sejak usia dini. Dengan melibatkan anak-anak dalam aktivitas membaca yang menyenangkan dan edukatif, pelatihan ini berkontribusi pada pertumbuhan literasi yang lebih baik di komunitas. Diharapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperbaiki kualitas literasi di PAUD Kober Pelangi tetapi juga dapat diterapkan lebih luas untuk mendukung pengembangan literasi anak-anak di berbagai wilayah, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan literasi secara keseluruhan di UCAPAN TERIMA KASIH Pelaksanaan pelatihan read aloud di PAUD Kober Pelangi tidak akan berjalan dengan sukses tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis Copyright A2025 JE (Journal of Empowermen. Jelajah Buah Di Hari Anak Nasional Bersama Kelompok Belajar Pelangi Nia Kurniawati. Iis Ristiani. Siti Nurhayati Halimatu Syadiah, & 4yayidati Nurfadillah Al Ramdani JE (Journal of Empowermen. Vol. No. Juni 2025 menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Kepala PAUD Kober Pelangi atas sambutan hangat dan dukungannya yang sangat Terima kasih juga kepada semua guru PAUD Kober Pelangi yang telah berkolaborasi dan mendukung kegiatan ini dengan penuh semangat. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua mahasiswa pengabdian yang telah bekerja keras untuk mempersiapkan dan melaksanakan pelatihan ini dengan penuh Dukungan dan kerjasama mereka telah membuat kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi semua peserta. Akhir kata, penulis berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat baca anak-anak di PAUD Kober Pelangi dan mendorong pengembangan literasi yang lebih luas di komunitas. Terima kasih atas segala dukungan dan kerjasama yang telah diberikan. DAFTAR PUSTAKA