BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Analisis Keterbukaan Ekonomi Dan Ekspor Di Indonesia: Studi Empiris Dampak Covid-19 Dan Peperangan Rusia-Ukraina Aulia Rachman1 Ekonomi Pembangunan. Universitas Negeri Semarang e-mail: marachman@mail. Abstrak Ketidakpastian perekonomian global akibat dari Pandemi Covid-19 dan Peperangan RusiaUkraina memberikan dampak pada suppl-chain barang dan jasa. Ditengah gejolak perekonomian global, kinerja pedagangan Negara Indonesia telah memiliki rata-rata neraca perdangan yang positif dalam 5 tahun terakhir. Penelitian ini mengkaji dampak dari kondisi perekonomian terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, serta melihat dari dampak pandemi Covid-19 dan Peperangan antara RusiaUkraina. Metode penelitian yang digunakana adalah ARDL untuk dapat meilhat dampak variabel pada jangka panjang dan jangka pendek dengan mengunakan data bulanan dari tahun 2017 sampai 2022. Hasil temuan menunjukkan bahwa variabel Inflasi memberikan dampak positif terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, hal ini kontra terhadap hipotesis Romer dan menyiratkan bahwa kemungkinan perdagangan internasional Indonesia sejalan dengan pendekatan dari model Ricardian. Penambahan kasus Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap keterbukaan ekonomi, sedangkan masa pandemi memberikan dampak yang positif terhadap ekspor. Variabel peperangan Rusia-Ukraina memberikan dampak negatif tetapi tidak signifikan. Rekomendasi kebijakan adalah tetap menjaga produktifitas dalam negeri guna menjaga kebutuhan barang dan jasa, serta rantai pasok dalam dan keluar negeri. Kata kunci: Covid-19. Perekonomian Global. Keterbukaan Ekonomi. Ekspor. ARDL Abstract Global economic uncertainty due to the Covid-19 pandemic and the Russia-Ukraine war has had an impact on the supply chain of goods and services. In the midst of global economic turmoil. Indonesia's trade performance has had a positive average trade balance in the last 5 years. This study examines the impact of economic conditions on trade openness and exports in Indonesia, and assesses the impact of the Covid-19 pandemic and the Russia-Ukraine War. The research method used is ARDL to to examine the short-run and long-run effects of variables using monthly data from 2017 to 2022. The findings show that the Inflation variable has a positive impact on trade openness and exports in Indonesia, this contradiction with Romer's hypothesis and implies that the possibility of Indonesia's international trade is in line with the approach of the Ricardian model. The addition of Covid-19 cases has a negative impact on trade openness, while the pandemic period has a positive impact on exports. The variables of the Russia-Ukraine war have a negative but not significant impact. Policy recommendations are to maintain domestic productivity in order to maintain the needs of goods and services, as well as domestic and foreign supply chains. Keywords: Covid-19. Global Economy. Trade Openness. Exports. ARDL Pendahuluan Pandemi global Covid-19 merupakan krisis kesehatan masyarakat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan berdampak negatif pada menurunkan pertumbuhan ekonomi, konsumsi, supply chain, kehilangan pekerjaan dan fluktuasi pasar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kegiatan lockdown mungkin penurunan aktivitas ekonomi lokal sebesar 10Ae15% (Liu et al. , 2. berpengaruh juga terhadap perdagangan internasional, perekonomian dunia dan kerja sama ekonomi internasional (Hancock & Mora, 2023. Yi et al. , 2022. Bas et al. , 2. Covid-19 berdampak pada perdagangan internasional secara signifikan dalam berbagai cara. Di negara eksportir, dampak Covid-19 bermanifestasi sebagai penurunan skala produksi dan pasokan Ekspor diperkirakan akan turun, terutama di industri dan negara-negara yang tidak memungkinkan pekerjaan/operasi jarak jauh. Dampak Covid-19 di negara importir terutama disebabkan oleh penurunan permintaan agregat. Penurunan pendapatan masyarakat dan kebijakan lockdown menyebabkan penurunan permintaan (Hayakawa & Mukunoki, 2. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 38 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Dikawasan Asia dan Pasifik. Aktivitas ekonomi diperkirakan akan berkontraksi sebesar 2,2 persen pada tahun 2020 (IMF, 2. , sedangkan Ekonomi regional ASEAN berkontraksi dengan tingkat negatif Ae3,3 persen pada tahun 2020, turun dari 4,5 persen pada tahun 2019 (ILO. Covid-19 telah mempengaruhi perekonomin di kawasan Asia terutama melalui tiga jalur: . penurunan ekspor, mencerminkan aktivitas ekonomi global yang tertekan. a decrease in inbound-related demand, dikarenakan pembatasan perjalanan internasional. berkurangnya konsumsi swasta dalam negeri, yang disebakan karena kebijakan social distancing. Secara Umum, penurunan permintaan global dan domestik berdampak negatif pada laba perusahaan, upah, dan investasi (Haruhiko, 2. Perekonomian Indonesia tahun 2020 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp15. 434,2 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp56,9 Juta atau US$3. 911,7. Ekonomi Indonesia tahun 2020 mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen . -to-. dibandingkan tahun 2019. Dari sisi produksi, kontraksi pertumbuhan terdalam terjadi pada Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,04 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran hampir semua komponen terkontraksi. Komponen Ekspor Barang dan Jasa menjadi komponen dengan kontraksi terdalam sebesar 7,70 persen. Sementara. Impor Barang dan Jasa yang merupakan faktor pengurang terkontraksi sebesar 14,71 persen (BPS, 2021. Nilai ekspor Indonesia JanuariAeDesember 2020 mencapai US$163,31 miliar atau menurun 2,61 persen dibanding periode yang sama tahun 2019, demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$155,00 miliar atau menurun 0,57 persen (BPS, 2021. Gambar 1. Ekspor dan Impor Indonesia tahun 1960-2021 Risiko perekonomian global yang kembali meningkat pada 2022 memberikan tantangan bagi upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Risiko global tersebut dipicu oleh perang antara Rusia dan Ukraina yang kembali meningkatkan fragmentasi politik dan ekonomi dunia (Bank Indonesia, 2. Perang di Ukraina mencekik perdagangan dan logistik Ukraina dan Rusia dan wilayah Laut Hitam (UNCTAD, 2. Sebagai produsen dan pengekspor banyak komoditas penting. Rusia dan Ukraina memiliki dampak besar pada ekonomi global. Dalam perdagangan internasional. Rusia dan Ukraina memainkan peran kunci. Tentu saja, konflik ini berdampak pada rantai pasokan Rusia dan Ukraina (Fithriya et al, 2. Pasar keuangan di seluruh dunia menurun tajam, dan harga minyak, gas alam, logam, dan komoditas pangan . erutama biji-bijia. Sementara harga komoditas yang tinggi merupakan salah satu risiko yang telah diidentifikasi berpotensi mengganggu pemulihan global, eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina meningkatkan kemungkinan bahwa harga komoditas akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama (UNDP, 2. Pada penelitian ini akan mengkaji Keterbukaan Ekonomi dan Ekspor di Indonesia melalui faktor-faktor yang mempengaruhinya yaitu Produk Domestik Bruto (PDB). Penanaman Modal Asing (PMA). Inflasi, kurs, serta variabel yang menunjukkan kasus event tertentu yaitu Jumlah kasus Pandemi Covid-19. Masa Pandemi Covid-19 dan Peperangan Rusia-Ukraina. Penelitian ini mengunakan data bulanan dari tahun 2017 - 2022 dengan metode ARDL untuk dapat melihat secara jangka panjang dan jangka pendeknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat dampak dari Pandemi covid. Peperangan Rusia-Ukraina dan kondisi perekonomian terhadap Keterbukaan Ekonomi dan Ekspor Indonesia. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 39 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Beberapa kajian empiris dampak Covid-19 terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor seperti Kazancoglu et al . yang meneliti dampak Covid-19 terhadap perdagangan TurkiCina, hasil menunjukkan terdapat gangguan pada masa Pandemi pada ekspor dari Turki ke China yang terkena dampak di sektor pangan, kimia, dan pertambangan. de Lucio et al. menemukan bahwa pada masa pandemi di Negara Spantol memiliki efek merugikan dari pembatasan ekspor lebih besar di negara tujuan di mana pangsa pekerjaan yang dapat dilakukan dari jarak jauh rendah, untuk barang yang dikonsumsi di luar rumah tangga, untuk grosir dan pengecer, dan untuk produsen tidak berpartisipasi dalam rantai nilai global. Nitsch . menemukan bahwa nilai ekspor dan impor lintas laut meningkat relatif terhadap pengiriman melalui udara selama penguncian pandemi. Ben-Xi & Zhang . menemukan bahwa meskipun rata-rata bisnis pertanian mengalami penurunan ekspor, ekspor beberapa produk pertanian terutama biji-bijian dan minyak tetap kuat dan meningkat, permintaan penting untuk makanan pokok selama pandemi. Ekspor jamu juga meningkat signifikan di masa pandemi. Namun, ekspor barang-barang seperti jamur merang dan produk hortikultura menurun tajam. Hasil juga menunjukkan bahwa secara umum, dampak Covid-19 pada perusahaan kecil lebih parah daripada perusahaan besar. Studi empiris lainnya terkait dampak Perang Rusia-Ukraina terhadap perekonomian secara umum, seperti Abay et al. menemukan Peperangan Rusia-Ukraina akan berdampak berbeda pada rumah tangga miskin dan tidak miskin serta rumah tangga pedesaan dan perkotaan. Meskipun tingkat kerawanan pangan absolut mungkin masih lebih tinggi di daerah pedesaan di mana lebih banyak rumah tangga miskin berada, kaum miskin kota kemungkinan besar paling menderita karena krisis Rusia-Ukraina dan kenaikan harga pangan yang terkait, terutama di negara-negara di mana sosial perlindungan dan subsidi pangan hilang. Kamal et al . menemukan pengembalian abnormal negatif pada pasar saham di Australia yang signifikan pada tanggal peristiwa . aitu, hari perdagangan pertama setelah Rusia mengakui dua negara bagian Ukraina sebagai daerah otono. di pasar saham Australia. Sokhanvar & Baouri . menunjukkan hubungan jangka panjang antara harga komoditas yang lebih tinggi dan apresiasi mata uang beberapa negara pada masa peperangan. Metode Penelitian Data dan Deskripsi Variabel Pada penelitian ini akan melihat Keterbukaan Ekonomi dan ekspor Indonesia, dengan variabel independen yaitu Produk Domestik Bruto (PDB). Penanaman Modal Asing (PMA). Kurs Rupiah terhadap Dolar, serta variabel kontrol yaitu Pandemi COVID-19 dan Masa Perang antara Rusia-Ukraina. Metode ARDL akan digunakan untuk melihat hubungan jangka panjang dan jangka pendek dengan data bulanan dari tahun 2017 sampai 2022. Ringkasan dan sumber Data ditunjukkan pada Tabel 1 di bawah ini. Ekspor Tabel 1. Deskripsi Variabel Keterangan Notasi Rasio Ekspor ditambah impor terhadap PDB PDB PDB PMA PMA Kurs Rupiah terhadap Dolar Kurs 1 USD terhadap Rupiah (Kurs Tenga. Inflasi Indeks Harga Konsumen COVID-19 Rata-rata Jumlah Kasus Bulanan Waktu COVID Dummy 1 adalah Masa Pandemi COVID-19 dan 0 adalah tidak Variablel Keterbukaan Ekonomi Nilai Ekspor EXP PDB PMA KURS INF COVID DCOVID Satuan USD (Rib. USD (Rib. USD (Jut. USD/RP Jumlah Kasus Sumber Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia Bank Indonesia WHO Dimulai BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 40 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Masa Perang antara RusiaUkraina Dummy 1 adalah masa Peperangan dan 0 adalah WAR Dimulai Februari Data PDB dan PMA merupakan data interpolasi dari data triwulan dengan mengunakanmetode Chow-Lin . , didasarkan pada asumsi bahwa adalah mungkin untuk menulis deret yang akan dibangun sebagai fungsi stokastik linier dari beberapa deret waktu triwulanan x yang diamati. Maka persamaan akan dituliskan: y = x A dimana mewakili vektor parameter dan Amerupakan vektor gangguan stokastik dengan matriks kovarians 2 , di mana 2 adalah konstanta yang terdefinisi dengan tepat (Silva & Cardoso, 2. , dimana x adalah data PDB atau PMA yang akan diinterpolasikan dalam data Data PDB yang bersumber dari Bank Indonesia masih menggunakan dalam nilai Rupiah, sehingga kami merubah data tersebut menjadi data USD dengan membagikan kepada nilai KURS bulanan. Metode Penelitian Model analisis ARDL digunakan untuk mengeksplorasi hubungan Keterbukaan Ekonomi dan Ekspor Indonesia, dengan variabel independen yaitu PDB. PMA. Inflasi. Kurs. Covid-19 dan Peperangan antara Rusia-Ukraina. Pendekatan ini memungkinkan untuk mengetahui dampak variabel tersebut dalam jangka pendek dan panjang. Penelitian ini menyajikan dua model utama yaitu model Keterbukaan Ekonomi dan Ekspor, sebagai berikut . ada fungsi Keterbukaan ekonomi, kami tidak memasukkan variabel GDP dikarenakan nilai TO adalah rasio dari GDP, sehingga diasumsikan akan menimbulkan korelasi pada variabe. = (, , ) = (, , , ) = (, , , ) = (, , , , ) Kemudian kami menambahkan model dengan menambahkan variabel COVID. DCOVID dan WAR pada persamaan . , dengan persamaan sebagai berikut: Serta Model ARDL yang diusulkan oleh Pesaran et al. menggunakan transformasi linier untuk mengintegrasikan penyesuaian jangka pendek ke dalam ekuilibrium jangka panjang, dengan menggunakan Error Correction Model (ECM). Berdasarkan persamaan diatas, maka representasi error correction yang digunakan untuk menganalisis kejadian dinamika jangka panjang dan jangka pendek dalam penelitian ini adalah: Model Keterbukaan Ekonomi OITOt = 0 1 LnKURStOe1 2 LnPMAtOe1 3 INFtOe1 2 OILnKURStOe1 2 OITOtOe1 3 OILnPMAtOe1 4 OIINFtOe1 At BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 41 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 OITOt = 0 1 LnKURStOe1 2 LnPMAtOe1 3 INFtOe1 4 LnCOVIDtOe1 atau DCOVID atau WAR 2 OILnKURStOe1 Model Ekspor 2 OITOtOe1 3 OILnPMAtOe1 4 OIINFtOe1 5 OILnCOVIDtOe1 atau DCOVID atau WAR At OILnEXPt = 0 1 LnKURStOe1 2 LnPMAtOe1 3 INFtOe1 4 LnGDPtOe1 2 OILnEXPtOe1 4 OIINFtOe1 2 OILnKURStOe1 5 OIGDPtOe1 At 3 OILnPMAtOe1 OILnEXPt = 0 1 LnKURStOe1 2 LnPMAtOe1 3 INFtOe1 4 LnGDPtOe1 5 LnCOVIDtOe1 atau DCOVID atau WAR At 2 OILnKURStOe1 5 OIGDPtOe1 2 OILnEXPtOe1 3 OILnPMAtOe1 4 OIINFtOe1 6 OILnCOVIDtOe1 atau DCOVID atau WAR dimana mencerminkan varian dalam variabel jangka panjang. Di sini, mencerminkan varian dalam variabel jangka pendek dan koefisien ECT ditambahkan untuk mengeksplorasi hubungan jangka pendek yang menunjukkan kecepatan penyesuaian variabel menuju konvergensi jangka Hipotesis nol [H0: 1 = 2 = 3 = 4 atau = 5 = 0 ] berlawanan dengan hipotesis alternatif [H1 : 1 O 2 O 3 O 4 atau O 5 ] bahwa variabel-variabel dalam analisis ini saling dalam jangka panjang. Penelitian ini juga menyajikan uji diagnostik untuk mengetahui model yang robust, seperti uji korelasi serial dengan LM Test, dan uji heteroskedastisitas dengan mengunakan metode BPG. Harvey dan white, serta uji normalitas yang semuanya termasuk dalam penelitian ini. Pengujian yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk uji stabilitas CUSUM dan CUSUMSQ. Hasil Analisis Sebelum melakukan estimasi dan pengujian ARDL bound test, maka pengujian untuk akar unit dilakukan untuk mengevaluasi urutan integrasi dalam rangkaian. Prosedur analisis time series dimulai dengan memberi analisis statioritas/unit root dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian. Pra-syarat penggunaan metode ARDL bahwa setiap variable tidak boleh diintegrasikan dari ordo 2, atau opsional tambahan bahwa semua variable tidak diintigrasikan pada I. Prosedur pengujian akar unit mengunakan 2 metode yaitu Augmented Dickey-Fuller (ADF) dan Phillips-Perron (PP). Hasil pengujian ditampilkan seperti pada Tabel 3. Berdasarkan ADF dan PP diambil kesimpulan bahwa variabel TO. EXP. KURS dan INF telah terintegrasi pada lavel I. sedangkan variable PMA. GDP dan COVID terintagrasi pada lavel I. Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa model stasioneritas campuran memenuhi persyaratan uji terikat, juga dikenal sebagai estimasi ARDL. Tabel 2. menunjukkan deskripsi statistik. Mean Tabel 2. Deskripsi Statistik. EXP GDP KURS INF PMA COVID BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 42 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Unit Root Test Tabel 3. Hasil uji stasioner pada level dan first difference. ADF 63674*** -1. EXP 806994*** -1. KURS 307760*** -2. INF 177192*** 0. PMA 133518*** -4. 810762*** -5. 192428*** GDP 820060*** -2. COVID 892057*** -7. 998166*** -4. 756018*** Catatan: ***, * dan * untuk tingkat signifikasi 1%, 5% dan 10% I. 27715*** 63364*** 66730*** 07093*** 917555*** 22848*** Kesimpulan I. Tabel 4. Hasil etimasi jangka panjang dan jangka pendek. (Keterbukaan Ekonom. Variabel Dependen Jangka Panjang LnKURS LnPMA INF 039923 *** 039569 *** 038897 *** LnCOVID DCOVID WAR Constanta Jangka Pendek iLnKURS iLnPMA 206095 ** iINF 068178 *** 04904 ** 073893 *** iLnCOVID iDCOVID iWAR 676788 *** 984256 *** 666661 *** Pengujian Diagnosis Prob F-Stat Adj R2 Breusch-Godfrey LM untuk pengujian Autokorelasi Uji BPG Uji Harvey Uji White *** *** *** *** *** *** BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 43 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Uji Normalitas (J-B) Uji Ramsey RESET '1. Bound Test F-Statitsics 523879 *** 612952 *** 215361 *** 479784 *** I. Catatan: *, ** dan *** mewakili signifikansi masing-masing pada tingkat 10%, 5% dan 1%. Untuk Bound Test. F-statistics untuk analisis kointegrasi berdasarkan model ARDL terpilih, ***, **, * berada di atas batas atas dengan tingkat signifikansi 1%, 5% dan 10%. RESET adalah uji spesifikasi model Ramsey untuk memeriksa stabilitas model. LM adalah uji Lagrange Multiplier untuk korelasi serial. JB adalah uji normalitas Jarque-Bera. BPG (The Breusch Pagan test ). Harvey and White adalah uji Heteroskedastisitas. *, **, *** adalah tanda kurung adalah nilai-p signifikan pada 10%, 5% dan 1%. Tabel 5. Hasil etimasi jangka panjang dan jangka pendek. odel Ekspo. Variabel Dependen LnEXP Jangka Panjang LnGDP 390968 *** LnKURS LnPMA INF 085308 *** 085031 *** LnCOVID DCOVID 128369 *** WAR 94533 ** Constanta Jangka Pendek iLnGDP iLnKURS iLnPMA iINF 128998 *** 128166 ** 122918 *** iLnCOVID iDCOVID iWAR 027768 *** 604461 *** 479726 *** Pengujian Diagnosis Prob F-Stat Adj R2 Breusch-Godfrey LM untuk pengujian Autokorelasi Uji BPG Uji Harvey Uji White *** *** *** *** *** *** BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 44 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Uji Normalitas (J-B) Uji Ramsey RESET Bound Test F-Statitsics 147075 ** 138652 *** 792724 *** 788266 ** I. Catatan: *, ** dan *** mewakili signifikansi masing-masing pada tingkat 10%, 5% dan 1%. Untuk Bound Test. F-statistics untuk analisis kointegrasi berdasarkan model ARDL terpilih, ***, **, * berada di atas batas atas dengan tingkat signifikansi 10%, 5% dan 1%. RESET adalah uji spesifikasi model Ramsey untuk memeriksa stabilitas model. LM adalah uji Lagrange Multiplier untuk korelasi serial. JB adalah uji normalitas Jarque-Bera. BPG (The Breusch Pagan test ). Harvey and White adalah uji Heteroskedastisitas. *, **, *** adalah tanda kurung adalah nilai-p signifikan pada 10%, 5% dan 1%. Pada tabel 4. menunjukkan hasil estimasi jangka panjang dan jangka pendek pada model keterbukaan ekonomi, hasil menunjukkan bahwa variabel INF yang memiliki hubungan positif dalam jangka panjang atau pendek. Hal ini sejalan dengan temuan Mukhtar et al . dan berbeda pendapat dari penelitian Sachsida & de Mendonya . Kouton . dan Watson . , temuan ini juga kontra terhadap hipotesis Romer . yang menyatakan bahwa Inflasi akan menurunkan keterbukaan ekonomi karena perubahan harga pada pasar domestik. Sedangkan untuk variabel COVID. DCOVID dan WAR masing-masing tidak memiliki hubungan terhadap keterbukaan ekonomi dalam jangka panjang, hal ini menyiratkan bahwa dalam jangka panjang keterbukaan ekonomi mungkin dirasakan bagi banyak negara sehingga besaran kenaikan atau penurunannya memiliki dampak global yang tidak mempengaruhi terhadap peningkatan ataupun penurunan keterbukaan ekonomi di Indonesia. Pada model jangka pendek, variabel ECT memiliki nilai yang signifikan, artinya terdapat hubungan jangka pendek pada model yang dibangun. Variabel PMA hanya memiliki pengaruh pada model COVID sebesar 0. terhadap kenaikan TO, dan variabel COVID memiliki pengaruh negatif sebesar -0. 01414 terhadap TO. Sehingga mengindikasikan bahwa peningkatan kasus Covid-19 akan turun menurunkan Keterbukaan Ekonomi di Indonesia, hal ini sejalan dengan penelitian Barbero et al. pada penelitian data perdagangan bulanan dari 68 negara. Tabel 5 menunjukkan estimasi pada model ekspor, hasil menunjukkan bahwa variabel INF masih memiliki hubungan positif baik pada jangka panjang dan jangka pendek, hal ini bertentangan dengan temuan Purusa & Istiqomah . dan Ilmas et al. dan sejalan dengan temuan Fitriani . GDP menunjukkan pengaruh positif terhadap EXP dan KURS menunjukkan hubungan berbeda pada model yang disajikan. Sehingga pada hasil ini mungkin menjelaskan bahwa hipotesis Ricardian yaitu comparatif advantage sesuai dengan keadaan di Indonesia daripada perubahan peningkatan harga yang mempengaruhi terhadap ekspor. Variabel DCOVID menunjukkan pengaruh yang positif, artinya pada masa pandemi justru dapat meningkatkan expor Indonesia, hal ini mungkin mengindikasikan bahwa terdapat penurunan produksi global sehingga meningkatkan impor pada negara-negara tujuan bagi ekspor Indonesia, walupun pada periode pengamatan, pada masa pandemi Covid-19 ekspor Indonesia cukup menurun tetapi net-ekspor justru meningkat pada masa pandemi. Hasil temuan kami menunjukkan bahwa peningkatan kasus Covid-19 memberikan dampak negarif terhadap keterbukaan ekonomi dalam jangka pendek, dan masa pandemi Covid19 yang ditunjukkan dengan variabel DCOVID memiliki pengaruh positif terhadap ekspor di Indonesia, sedangkan kondisi peperangan Rusia-Ukraina tidak menunjukkan dampak apa pun terhadap Keterbukaan Ekonomi dan Ekspor di Indonesia. BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 45 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Terakhir, hasil uji diagnosis menyatakan bahwa mungkin terdapat autokorelasi pada setiap model yang disajikan, hal ini terlihat pada signifikasi uji Autokorelasi LM, tetapi pada pengujian heterokedastisitas dan uji normalitas menunjukkan bahwa H0 ditolak, artinya bahwa model adalah normal dan tidak ada indikasi homogen. Hasil pengujian stabilitas model, dari uji Ramsey menunjukkan bahwa model stabil, hal itu juga didukung dengan CUSUM dan CUSUMQ . ihat gambar 2 & . bahwa sebagian model adalah stabil pada tingkat 5%. Gambar 2. CUSUM & CUSUMQ pada Model Keterbukaan Ekonomi Model 1 II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV CUSUM 5% Significance 5% Significance i i i CUSUM i i i i M11 M12 CUSUM of Squares 5% Significance Model 3 5% Significance CUSUM of Squares Model 2 II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV i i CUSUM i i i 5% Significance CUSUM of Squares Model 4 5% Significance CUSUM M10 M11 M12 M10 5% Significance CUSUM of Squares 5% Significance BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 46 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Gambar 3. CUSUM & CUSUMQ pada Model Ekspor Model 1 i i i CUSUM i i CUSUM of Squares 5% Significance Model 2 5% Significance i i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV CUSUM 5% Significance Model 3 CUSUM of Squares 5% Significance i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV I II i IV i i CUSUM i i i 5% Significance i M11 M12 CUSUM of Squares Model 4 5% Significance CUSUM M10 M11 M12 M10 5% Significance CUSUM of Squares 5% Significance BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. | 47 BISECER (Business Economic Entrepreneurshi. Vol. VI No. Bulan Januari Tahun 2023 P-ISSN: 2599-3097 E-ISSN: 2714-9986 Kesimpulan Penelitian ini mengkaji dampak dari kondisi perekonomian terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, serta melihat dari dampak pandemi Covid-19 dan Peperangan antara Rusia-Ukraina. Metode penelitian yang digunakana adalah ARDL untuk dapat meilhat dampak variabel pada jangka panjang dan jangka pendek dengan mengunakan data bulanan dari tahun 2017 sampai 2022. Hasil temuan menunjukkan bahwa variabel Inflasi memberikan dampak positif terhadap keterbukaan ekonomi dan ekspor di Indonesia, hal ini kontra terhadap hipotesis Romer dan menyiratkan bahwa kemungkinan perdagangan internasional Indonesia sejalan dengan pendekatan dari model Ricardian. Bertambahnya kasus Pandemi Covid-19 memberikan dampak negatif terhadap keterbukaan ekonomi, tetapi pada masa pandemi Covid-19 memberikan dampak positif terhadap ekspor. Sedangkan gejolak perekonomian global akibat dari Peperangan RusiaUkraina memberikan dampak negatif tetapi tidak signifikan terhadap Keterbukaan Ekonomi dan ekspor Indonesia. Masa pandemi Covid-19 yang telah berakhir dan memasuki fase lanjutan recoveri pasca Covid-19, tetapi kasus pandemi Covid-19 tetap ada pada masa mendatang, sehingga kebijakan yang perlu diambil adalah tetap menjaga kondisi perekonomian yang kondusif pada masa yang akan datang serta pengendalian kasus baru Covid-19 yang mungkin akan tetap ada. Gejolak perekonomian global akibat perang Rusia-Ukraina mungkin akan dapat memberikan dampak pada perkeonomian di Indonesia, sehingga menjaga produktifitas dalam negeri perlu diupayakan dalam rangka menjaga ketahanan ekonomi dan rantai pasok dalam dan keluar negeri. DAFTAR PUSTAKA