PEMANFAATAN DAUN PANDAN PADA PEMBUATAN SyiU BAGOA DAN UFO SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA LAHUSA 1 DI NIAS SELATAN Hestu Tansil LaAoia UNIVERSITAS NIAS RAYA estutansil@gmail. ABSTRAK Kehadiran kerajinan anyaman dalam perkembangannya berkorelasi dengan sumber daya alam setempat yang tersebar di seluruh wiayah Nusantara. Sebagai bahan baku utama sumber daya setempat, anyaman merupakan warisan budaya leluhurnya yang terus berlangsung turun Ae temurun. Disamping SyAu Bagoa dan Ufo pun merupakan alat sehari Ae hari, juga sering kali diperlukan dalam upacara Ae upacara tradisional. Kerajinan anyaman berbasis kearifan lokal dapat digunakan sebagai media untuk melestarikan potensi masing Ae masing daerah. Kerajinan anyaman pandan di Desa Lahusa 1 memiliki keunikan dan kekhasan pada penggunaan bahan baku alam berupa pandan dan kekhasan teknik pembuatannya yaitu teknik dasar menganyam. Para pengrajin berhasil memproduksi berbagai jenis produk anyaman yang memiliki nilai guna dan estetis. Ditunjang oleh usaha pengembangan produk secara berkelanjutan maka kerajinan ini mampu mengantisipasi persaingan mutu dan tetap hidup dan berkembang. Kata Kunci: kerajinan anyaman, anyaman pandan. PENDAHULUAN Desa adalah kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri yang dikepalai oleh seorang kepala desa. Desa Lahusa1 merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Nias Selatan. Provinsi Sumatera Utara. Desa Lahusa 1memiliki luas 334 km2 dan memiliki penduduk sebanyak 899 jiwapada tahun 2019. Jumlah kepala keluarga Desa Lahusa 1 sebanyak 185 KK dengan jumlah laki-laki 444 orang dan jumlah perempuan sebanyak 455 orang dengan nama kepala desa Arlianus Hulu. Pd. Pada tahun 2020, masyarakat Desa Lahusa 1 belum berkembang karena masyarakatnya belum bisa memanfaatkan kekayaan alam di daerah yang mereka Apa yang ada dilingkungan mereka, belum bisa mereka manfaatkan agar dapat menjadi sesuatu yang berguna dan bermanfaat bagi orang lain juga. Setiap keluarga di desa itu hanya berusaha melakukan kegiatan yang dapat menghasilkan uang untuk keperluan sehari-hari demi mempertahankan hidup. Mata pencarian Masyarakat Desa Lahusa 1 ini sebagian besar adalah bidang pertanian, beternak dan juga sebagai pengrajin tangan. Bidang pertanian yang dimaksud seperti bersawah dan juga bercocok tanam. Kerajinan tangan yang dimaksud yaitu masyarakat Desa Lahusa 1 bermata pencarian sebagai pengrajin daun pandan. Namun sayangnya, tidak semua masyarakat desa itu mau untuk melanjutkan mata pencarian sebagai pengrajin dari daun pandan. Potensi yang perlu digali di Desa Lahusa 1 ini, yakni bidang pemberdayaan masyarakat desa agar dapat melanjutkan mata pencarian sebagai pengrajin daun pandan supaya berpotensi untuk menghasilkan dan dijadikan sebagai mata pencaharian masyarakat Desa Lahusa 1. Perkembangan potensi dibidang ini berfungsi juga sebagai penunjang perkembangan industri rumah tangga yang akan bersinergi dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di desa Lahusa. Selain itu, tanaman daun pandan telah tersedia di daerah tersebut dan hanya memfokuskan pada bagaimana cara untuk memberdayakan masyarakat desa melaui pengrajin tangan dan mendistribusikannya kepada orang lain agar dapat menghasilkan pendapatan dari hasil karyatangan pengrajin itu sendiri. Nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi industri kreatif yang memiliki nilai jual yang ekonomis dan berguna bagi orang lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), anyaman adalah hasil menganyam, barang yang sudah dianyam. Dikutip juga dari Jurnal Kerajinan Anyam sebagai Pelestarian Lokal . karya Asidigianti Surya Patria. Siti Mutmaniah, anyaman merupakan teknik membuat karya seni rupa yang dilakukan dengan cara menumpang tindikan . bahan anyam yang berupa lungsu dan pakan. (Koko Koswara dalam Ade Eka Rosita, 2005: . mengemukakan kerajinan anyaman adalah hasil kegiatan membuat suatu barang dengan cara menganyam bahan Ae bahan tertentu disertai dengan ketakunan, ketelitian, dan kecakapan yang mempunyai nilai Ae nilai keindahan. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI), arti Seu Bagoa (Topi Caping/ topi tan. adalah topi yang dibuat dari anyaman bamboo, berbentuk lancip. Kerajinan anyaman adalah kerajinan merangkai dan melipat daun. Untuk kerajinan ini dipakai bahan daunan sejenis daun rumput seperti daun pandan (Sinasa dan Bago. Meskipun sifat daun tersebut relative lebih lemah, namun untuk menjadi bahan anyaman yang siap dipakai, terlebih dahulu harus mengalami pengolahan. Cara pengolahannya ialah dengan jalan melepaskan lidi dan urat Ae urat daun dan selanjutnya Bahan yang terolah menjadi lentur dan luwes dan siap untuk dilipat dan dirangkai menjadi tikar . dan topi . yAu bago. yang dalam penyelesaiannya dapat dibentuk dan dijahit. Daun pandan setelah diolah dipotong Ae potong menjadi bagian Ae bagian sama kemudian dimasak dalam air, dilicinkan dan dijemur. Apabila dikehendaki anyaman dengan pola warna, maka sebagian dari bahan dicelup ke dalam cairan Dikutip dari buku Meniti harapan Di Belahan Daun Pandan . karya Irfandi dan kawan Ae kawan, pada dasarnya daun pandan duri mempunyai banyak kelebihan. Karena karakteristik yang dimilikinya jika dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan akan Berdasarkan hasil pengamatan tim PHP2D, masyarakat Desa Lahusa 1, termasuk golongan ekonomi menengah ke bawah. Kebanyakan dari mereka hanya menjadi ibu-ibu rumah tangga yang hanya melakukan kegiatan atau aktivitas sehari-hari tanpa mau menggali potensi yang sebenarnya ada pada diri masyarakat desa itu sendiri. Waktu yang senggang pun tidak mereka lakukan untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan bagi mereka. Dengan memberikan pelatihan pembuatan SyAu Bagoa (Topi Tan. dan Ufo (Tika. , diharapkan dapat menjadi sesuatu yang positif dan bermanfaat. Potensi yang ada di desa pada bidang pertanian memunculkan tenaga pengrajin daun pandan. Pemanfaatan kekayaan alam seperti daun pandan ini dapat memberikan sumber pendapatan bagi masyarakat desa. Pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan baik dalam penguasaan teknologi, kemampuan memanajemen, wawasan kewirausahaan, maupun kemampuan dalam membangun jaringan kemitraan. Sehingga Desa Lahusa 1 menjadi desa yang bebasis industri kreatif dengan mengolah daun pandan menjadi SyAu Bagoa (Topi Tan. dan Ufo (Tika. GAMBARAN UMUM MASYARAKAT SASARAN Gambar I : Foto daerah sasaran Desa Lahusa 1 . intu masuk desa, kantor kepala desa dan kondisi lingkungan Desa Lahusa . Desa Lahusa 1 yang terletak di Kecamatan Lahusa. Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara. Dengan penduduk yang yang beraneka ragam baik suku maupun agama, terdapat sekitar 185 KK dengan jumlah penduduk 899 orang yang terdiri dari 444 orang laki-laki dan 445 orang perempuan. Dengan lahan yang luas A800 hektar menjadikan desa ini penuh potensi dalam berbagai bidang, karakteristik masyarakat setempat yang belum menyadari akan potensi yang ada di wilayahnya, banyak yang hanya mengganggap desa tersebut merupakan desa biasa, padahal jika dilihat lebih dalam beberapa potensi dapat dikembangkan seperti hasil pertanian dan industri rumah tangga. Potensi alam dari bidang pertanian seperti tanaman pandan dengan tanaman yang terbatas. Tetapi, adanya potensi ini kurang disadari oleh masyarakat setempat,sehingga hasil alam yang ada hanya dimanfaatkan sekedarnya saja. kendala saat ini yang kebanyakan masyarakat sana bekerja sebagai petani, peternak dan buruh kasar, sistem pertanian yang ada di Desa Lahusa 1 ini masih sangat konvensional dan tradisional hal ini yang menyebabkan nilai produksi masih sangat rendah bahkan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga masyarakat Desa Lahusa 1. Di desa tersebut memiliki keterbatasan jumlah tanaman pandan sehingga menyebabkan industri kreatif dalam pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo menjadi terkendala dan jumlah yang terbatas. Metode pertanian yang kurang terkelola dengan baik seperti kurangnya minat masyarakat untuk menanan pandan. Sehingga diharapkan melalui Program PHP2D ini, kreatifitas masyarakat di Desa Lahusa 1 dapat diberdayakan dengan adanya pelatihan Berbasis industri kreatif pada bidang pertanian. Berkaitan dengan progam ini, desa memiliki lembaga-lembaga yang dapat diajak bekerja sama untuk membangun desa seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta adanya para tokoh masyarakat setempat yang mendukung program kami untuk menjadikan Desa Lahusa 1 sebagai desa yang berbasis industri kreatif. Walaupun kendala yang ada saat ini masih sulitnya untuk masyarakat merubah pola kebiasaan turun-menurun namun dengan banyaknya pendukung dalam menolong tentunya akan sangat membantu program PHP2D. Adapun kegiatan yang bisa dilakukan untuk mengangkat kreatifitas masyarakat dalam mengelolah hasil potensi desa yang ada yaitu, ketrampilan dalam mengubah daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan Ufo yang diharapkan dapat mengangkat nilai ekonomi dan pola pikir kreatif pada semua potensi yang ada di desa ini. PELAKSANAAN Program pembinaan dan pemberdayaan desa pada tahun 2021 berjalan dalam suasana pendemi sehingga memerlukan modifikasi proses kegiatan dengan metode komunikasi inovasi dengan cara pelaksanaan kombinasi antara kegiatan lapangan . dan online Adapun metode pelaksanaan kegiatan PHP2D berisi hal-hal berikut: Menguraikan Roadmap Kegiatan Secara Jelas dan Sistematis Menjelaskan tahap-tahapan kegiatan yang akan dilakukan yang meliputi: Identifikasi potensi dan masalah. Gambar i: Kondisi Desa Lahusa 1 Dengan luas lahan A 600 hektar maka masyarakat Desa Lahusa 1 memiliki potensi yang memadai dalam bidang pertanian, karakteristik masyarakat setempat yang belum menyadari akan potensi yang ada diwilayahnya tersebut, banyak yang hanya menggap desa tersebut merupakan desa biasa, padahal jika dilihat dan diteliti lebih dalam maka beberapa potensi dapat dikembangkan sebagai hasil pertanian yang cukup Tetapi potensi yang ada ini kurang disadari oleh masyarakat setempat, sehingga hasil alam yang ada hanya dimanfaatkan sekedarnya saja. Tanaman pandan yang tumbuh dalam jumlah yang terbatas dan kurang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga diharapkan melalui program PHP2D ini, dapat menciptakan kreatifitas masyarakat di Desa Lahusa 1 dalam melakukan pengelolaan daun pandan yang dijadikan sebagai SyAu Bagoa dan Ufo yang memiliki nilai ekonomis. Proses dan hasil analisis kebutuhan masyarakat. Objek hasil Desa Lahusa 1 dapat berpotensi menjadi daerah ekonomi kreatif yang mencakup bidang pertanian dengan menghandalkan tanaman pandan menjadi barang ekonomis seperti SyAu Bagoa dan Ufo, serta ditunjang dengan adanya BUMDES dan partisipasi masyarakat yang aktif. Kendala saat ini adalah kebanyakan masyarakat hanya bekerja sebagai petani dengan cara konvensional dan tradisional hal ini menyebabkan nilai produksi masih rendah bahkan tidak mencukupi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Maka dengan adanya kegiatan PHP2D dapat meningkatkan ekonomi Penselarasan dengan kebijakan pembangunan wilayah setempat. Program kegiatan pembangunan Desa Lahusa 1 tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik saja tetapi perlu adanya perhatian serius dari masyakat dan desa untuk pembangunan bidang pertanian dengan menambah jumlah tanaman pandan sehingga memunculkan petani baru dan lahan baru yang akan ditanami pandan. Dengan program PHP2D maka masyarakat akan diberikan edukasi dan pelatihan pengelolaan tanaman pandan yang diolah menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. Penyusunan program bersama masyarakat. Pada kegiatan ini mahasiswa akan berperan aktif dalam melakukan survey awal dan kemudian melakukan sosialisasi program pada masyarakat akan sangat pentingnya tanaman pandan yang bisa dioleh oleh masyarakat sehingga industri kreatif menjadi keinginan dan kebutuhan untuk menciptakan sebuah produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi. Penetapan khalayak sasaran. Tim PHP2D yang telah melaksanakan survey lapangan dan melakukan observasi memandang bahwa masyarakat di Desa Lahusa 1 yang sebagaian besar berprofesi sebagai petani yang hanya menjual hasil tani secara langsung. Untuk itu dibutuhkan inovasi untuk menaikkan harga jual hasil petani masyarakat seperti daun pandan yang dapat diolah menjadi SyAu bagoa dan Ufo, dalam program ini kami akan melibatkan seluruh masyarakat dan juga dukungan dari mitra kerja. Perumusan dan pengukuran indikator keberhasilan. Perubahan perilaku masyarakat . engetahuan, sikap mental/kesadaran dan ketrampila. Perubahan fisik. Perubahan kemitraan dengan berbagai pihak Perubahan Kelembagaan Lokal Peningkatan kegiatan koordinasi dan komunikasi antar lembaga lokal yang dikembangkan oleh mahasiswa untuk mencapai tujuan PHP2D. Memiliki rancangan program tindak lanjut pasca PHP2D. Terjadinya proses implementasi mata kuliah di desa . orelasi antara mata kuliah dengan kegiatan program di des. Pelaksanaan program. Pada pelaksanaan kegiatan maka mahasiswa harus melakukan beberapa tahapan seperti. Konsilidasi tim dan persiapan Pemaparan singkat kepada stakeholders Pembagian tugas dan persiapan kelompok Pembelian alat dan bahan kerluan Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan edukasi Penguatan dukungan desa terhadap pelaksanaan program. Kepala desa dan tokoh masyarakat Desa Lahusa 1 memberikan dukungan dan kepedulian terhadap program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa yang dilaksanakan oleh mahasiswa STKIP Nias Selatan. Kegiatan tersebut disambut sangat baik oleh masyarakat karena membawa perubahan sosial dan ekonomi di desa. Langkah-langkah pembinaan khalayak sasaran. Kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam mengolah potensi desa yaitu, melakukan penyuluhan kepada petani, mengedukasi masyarakat pada pengelolahan daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. Analisis tingkat keberhasilan program . valuasi dir. berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sebagai dasar untuk merintis jejaring kemitraan. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi kegiatan intervensi pemberdayaan masyarakat dilakukan maka akan semakin meningkatkan tingkat keberdayaannya. Keberhasilan program berarti ketuntasn dalam pelaksanaan program dan ketuntasan dalam proses pembelajaran. Keberhasilan sebuah program dibuktikan dengan tercapainya kompetensi yang meliputi pengetahuan, ketrampilan, sikap atau nilai. Perintisan kemitraan dengan berbagai pihak sejak awal penting untuk Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selatan Merupakan lembaga pendidikan yang akan membantu penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat di Desa Lahusa 1 Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Lembaga yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan dan potensi desa. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita dan ibu rumah tangga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Penguatan jejaring koordinasi dan komunikasi antar kelembagaan local sebagai wadah gotongroyong untuk keberlanjutan program. Rumusan Program penguatan kapasitas kelembagaan kelompok meliputi: Peningkatan Ketrampilan Usaha Ekonomis Produktif Anggota melalalui: - Menjalin kerjasama dengan instansi teknis - Pelatihan industri kreatif bagi masyarakat Penguatan Norma Lembaga - Mersiapkan bahan sosialisasi - Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat - Mengadakan Pertemuan rutin antar anggota, pengurus dan Penataan Administrasi kelompok - Mengadakan pelatihan guna meningkatkan Kemampuan/Kapasitas - Melakukan perencanaan kegiatan yang partisipatif Memperluas jaringan kerjasama baik formal Monitoring dan evaluasi berdasarkan indikator keberhasilan program. Dengan adanya penyuluhan tentang pengolahan potensi desa akan menambah wawasan dan kreatifitas warga setempat. Dengan adanya dukungan mitra yang ada di Desa Lahusa 1 dapat membantu masyarakat setempat untuk mendukung dan memantau program yang telah dilaksanakan. Dengan adanya pelatihan daari program PHP2D tentang potensi desa binaan berbasis industri kreatif dapat meningkatkan perekonomian Lokakarya hasil dengan menghadirkan stakeholder untuk diseminasi dan Dengan adanya lokakarya ini kami akan memaparkan program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa berbasis industri kreatif dengan mengadakan penyuluhan kepada petani, pengolahan daun pandan yang diolah menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. Diharapkan dapat mengangkat nilai ekonomi dan pola pikir kreatif pada semua potensi yang ada di desa ini. Pelaporan Laporan Awal Pembuatan laporan awal disesuaikan dengan hasil yang telah dicapai selama melakukan pembinaan terhadap masyarakat di Desa Lahusa 1 Revisi Laporan. Revisi laporan dilakukan apabila terdapat perkembangan baru saat program pembinaan desa berlangsung atau telah selesai dilaksanakan. Pembuatan Laporan Akhir Pembuatan laporan akhir dilakukan setelah melakukan revisi laporan apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan laporan agar dalam penyusunan laporan akhir diperoleh hasil yang lebih baik dari laporan Pemutakhiran data sasaran 2 bulan pasca program. Pasca kegiatan PHP2D yang telah dilaksanakan di Desa Lahusa 1 maka kelompok mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat untuk menyusun data riil dilapangan sesuai dengan program dan pengelolaan daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. PELAKSANAAN KEGIATAN Target dan luaran yang diharapkan pada kegiatan PHP2D di Desa Lahusa 1adalah memberdayakan masyarakat dalam menggali potensi yang dimiliki yakni kerajinan tangan masyarakat desa Lahusa 1 melalui pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo yang selama ini hampir tidak diberdayakan lagi. Untuk mencapai target tersebut dapat dijabarkan dalam bentuk yang spesifik sebagai berikut: Pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kemungkinan pemanfaatan daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. Menjadikan pemberdayaan daun pandan menjadi sumberpenghasilan masyarakat desa Lahusa. Pemberdayaan kelompok pengrajin daun pandan melalui peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan produksi pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo serta meningkatkan pengetahuan kewirausahaan masyarakat desa Lahusa. Berdasarkan Indikator-indikator keberhasilan program PHP2D,target capaian yang sangat diharapkan yakni: Adanya perubahan pengetahuan, sikap mental dan ketrampilan masyarakat untuk menanam tanaman pandan yang kemudian diolah menjadi SyAu Bagoa dan Ufo. Adanya kesadaran melestarikan produk lokal SyAu Bagoa dan Ufo dengan mempertahankan dan melestarikan tanaman pandan. Hasil ketrampilan masyarakat dapat memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan juga membuka peluang ekonomi baru yang ada dimasyarakat. Terjalinnya kemitraan antar Desa Lahusa dengan berbagai lembaga/pihak yang Adanya BUMDES yang ada di Desa Lahusa1 dapat memudahkan untuk merangkul masyarakat dalam merawat dan melestarikan daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan ufo. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dapat memberdayakan para wanita untuk berpartisipasi padaindustri kreatif. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selatan, yang akan membantu melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat desa. Terbentuknnya kumpulan atau wadahibu rumah tanggayang peduli dan kreatif terhadap kreatifitas pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo. Adanya peningkatan kegiatan koordinasi dan komunikasi antar STKIP dan Desa Lahusa 1 dalam menciptakan wadah kegiatan ibu rumah tangga untuk memiliki ketrampilan yang ahli dalam pembuatan dan pengelolaan daun pandan yang memiliki nilai ekonomi. Adanya Perubahan empat arah yang akan terjadi pada masyarakat pada pascaPHP2D yaitu: Masyarakat desa lebih melestarikan tanaman pandan dan memiliki ketrampilan untuk menjadikan desa industri kreatif. Masyarakat desa lebih memiliki pemikiran maju megenai tanaman pandan dan pengelolaan daun pandan yang lebih efektif. Masyarakat desa semakin memahami dan semakin trampil dalam melestarikan produk desa lokal. Masyarakat desa semakin bisa meningkatkan penghasilan rumah tangga melalui pengolahan daun pandan yang baik. Terjadinya proses implementasi mata kuliah di desa . orelasi antara mata kuliah dengan kegiatan program di des. Adapun yang menjadi perubahan mata kuliah yakni Ilmu Sosial dan Budaya Dasar dengan bobot 2 SKS. Luaran yang diharapkan dari PHP2D agar dikemukakan secara ekplisit dengan menyertakan: Luaran Wajib Manual/panduan aplikasi teknologi produk PHP2D. Profil dan poster hasil pelaksanaan program. Video Kegiatan Publikasi media sosial Luaran Tambahan Publikasi media massa EVALUASI DAN KEBERLANJUTAN Tingkat kesesuaian identifikasi permasalahan dari awal kegiatan PHP2D di desa lahusa 1 berkisar 80%. Walaupun metode pelaksanaan kegiatan PHP2D di Desa lahusa 1 dilakukan dengan metode komunikasi inovasi dengan cara pelaksanaan kombinasi antara kegiatan lapangan . dan online, tapi tetap saja beberapa komponen tujuan awal dari kegiatan PHP2D ini sangat sulit untuk dilalui. Hal ini dikarenakan, masalah waktu ibu Ae ibu PKK didalam menyukseskan kegiatan php2d ini. Ibu- ibu PKK yang harus pergi bekerja ke ladang dari pagi hingga petang membuat jam waktu luang mereka sangat tidak banyak didalam pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo ini. Oleh karena demikian, pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo dilaksanakan pada malam hari yang menyita waktu selesai sampai jam 12 malam. Walaupun komponen tujuan yang meliputi. pemberdayaan daun pandan menjadi sumber penghasilan masyarakat desa Lahusa, pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kemungkinan pemanfaatan daun pandan menjadi SyAu Bagoa dan Ufo, pemberdayaan kelompok pengrajin daun pandan melalui peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan produksi pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo serta meningkatkan pengetahuan kewirausahaan masyarakat desa Lahusa 1, tetap saja mebutuhkan waktu lama pada pembuatannya karena masalah waktu luang para ibu Ae ibu PKK desa Lahusa 1. Dalam pelaksanaan kegiatan PHP2D di Desa lahusa 1 dilakukan dengan metode komunikasi inovasi dengan cara pelaksanaan kombinasi antara kegiatan lapangan . dan online tingkat keberhasilannya 80/100%. Hal ini dibuktilkan dengan tercapai nya tujuan PHP2D oleh Bem STKIP Nias Selatan yang telah dijelaskan pada point 1, ketercapaian indikator keberhasilan yang meliputi . Perubahan perilaku masyarakat . engetahuan, sikap mental/kesadaran dan ketrampila. , . Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan kesadaran melestarikan produk lokal SyAu Bagoa dan Ufo dengan mempertahankan dan melestarikan tanaman pandan, . Terjalinnya kemitraan antar Desa Lahusa 1 dengan berbagai lembaga/pihak yang terkait (BUMDES yang ada di Desa Lahusa 1. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selata. , . Terbentuknnya kumpulan atau wadahibu rumah tangga yang peduli dan kreatif terhadap kreatifitas pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo, . Koordinasi dan komunikasi antar STKIP dan Desa Lahusa 1 dalam menciptakan wadah kegiatan ibu rumah tangga untuk memiliki ketrampilan yang ahli dalam pembuatan dan pengelolaan daun pandan yang memiliki nilai ekonomi, . Masyarakat desa lebih melestarikan tanaman pandan dan memiliki ketrampilan untuk menjadikan desa industri kreatif, . Terjadinya proses implementasi mata kuliah di desa . orelasi antara mata kuliah dengan kegiatan program di des. Dan luaran wajib yang telah dicapai meliputi Buku Panduan pembuatan SyAu Bagoa, video kegiatan, publikasi media sosial (Instagram. Youtube. Shoppe. Faceboo. Tingkat pencapain indikator yakni berkisar 80% dengan jumlah pencapaian indikator seperti yang telah dipaparkan pada bagian b. ketercapaian indikator keberhasilan yang meliputi . Perubahan perilaku masyarakat . engetahuan, sikap mental/kesadaran dan ketrampila. , . Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan kesadaran melestarikan produk lokal SyAu Bagoa dan Ufo dengan mempertahankan dan melestarikan tanaman pandan. Terjalinnya kemitraan antar Desa Lahusa1 dengan berbagai lembaga/pihak yang terkait (BUMDES yang ada di Desa Lahusa 1. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selata. , . Terbentuknnya kumpulan atau wadahibu rumah tangga yang peduli dan kreatif terhadap kreatifitas pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo, . Koordinasi dan komunikasi antar STKIP dan Desa Lahusa 1 dalam menciptakan wadah kegiatan ibu rumah tangga untuk memiliki ketrampilan yang ahli dalam pembuatan dan pengelolaan daun pandan yang memiliki nilai ekonomi, . Masyarakat desa lebih melestarikan tanaman pandan dan memiliki ketrampilan untuk menjadikan desa industri kreatif, . Terjadinya proses implementasi mata kuliah di desa . orelasi antara mata kuliah dengan kegiatan program di des. Dan luaran wajib yang telah dicapai meliputi Buku Panduan pembuatan SyAu Bagoa, video kegiatan, publikasi media sosial (Instagram. Youtube. Shoppe. Faceboo. Tingkat capaian wajib 80/100% yang meliputi: Buku Panduan pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo. Video kegiatan. Publikasi media sosial (Instagram. Youtube. Shoppe. Faceboo. Dan Tingkat luaran tambahan 80/100% yang meliputi: Jejaring kemitraan yang terbentuk yang dibuktikan dengan perjanjian kerja sama tertulis antara tim pelaksana dengan mitra. Sedangkan pada luaran tambahan. Jurnal . ublikasi ilmia. masih dalam proses pemantapan sebelum dipublish. Tingkat Kesesuaian Pelaksanaan dalam Aspek. Biaya. Personil. Waktu. Alat. Metode dan Komponen Bahan. Tingkat kesesuain pelaksanaan 80/100% yang meliputi : Aspek Biaya Bersifat fleksibel dalam arti penggunaan biaya akan lebih banyak jika lokasi waktunya semakin lama. Dalam dana PHP2D Cukup yang artinya di cukup cukup kan padahal dalam arti lain sebenarnya karenakan di proposal ada kontribusi dari Desa tetapi pada kenyataannya dikarenakan pandemic Desa hanya bisa berkontribusi di bagian sarpras aja yang dimaksud hanya seperti menyediakan tempat, dll Nya . Pada pihak kampus kampus kontribusi yang mereka berikan hanya bersifat SKS yaitu kampus memberikan bebas SKS sebanyak 10 SKS kepada mahasiswa yang bersangkutan. Lain yang menyebabkan aspek biaya ini berasa kurang dikarenakan banyaknya bahan dalam pembuatan seubagoa dan UFO yang harus dibeli dari luar dikarenakan bahan yang sudah tidak tersedia lagi seperti daun pandan dikarenakan sudah lama tidak ada pembuatannya maka pelestarian daun pandan tersebut sudah tidak diperhatikan lagi. Aspek Personil Anggota personil dari pihak kampus Bem STKIP Nias Selatan yang berjumlah 15 orang cukup mendukung pelaksanaan kegiatan php2d. Setiap anggota memiliki kreativitas masing Ae masing, sehingga dapat menghandle kegiatan secara terpisah. Kegiatan secara terpisah yang dimaksud seperti apabila pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo dilakukan dalam waktu bersamaan tetapi beda tempat maka anggota dengan kemampuannya masing Ae masing dapat dengan mudah ditentukan pada tempat masing Ae masing anggota. Anggota personil yang sedikit menjadi masalah yaitu para ibu Ae ibu pkk yang hanya sebagain tau cara pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo. Hal ini dikarenakan, pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo yang telah lama dilupakan dan baru bangkit kembali dengan adanya kegiatan php2d ini. Potensi pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo yang hanya dimiliki oleh ibu Ae ibu pkk yang berumur 50an keatas memerlukan waktu dalam mengajarkan cara pembuatannya terhadap ibu pkk yang lain. Aspek Waktu Hal ini telah dipaparkan sebelumya pada point bagian a. Aspek Alat serta Aspek Metode dan Komponen Bahan Dalam beberapa aspek ini tidak memiliki kesulitan yang berarti, dikarenakan alat dan komponen beberapa bahan bisa didapat kan walau perlu waktu lama membuat bahan mentah menjadi bahan siap pakai dalam pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo . Sedikit kendala, hanya pada pembuatan Ufo pada jenis pewarnanya. Dikarenakan pewarna yang digunakan pada daun sinasa . adalah yang khusus yaitu pewarna BewewyA tidak mudah didapatkan. Tetapi kendala ini telah terselesaikan hingga produk Kekompakkan Tim . Intensitas / frekuensi komunikasi dengan dosen 80/100% Dari awal hingga hampir menuju tahap akhir kegiatan php2d ini, dosen pendamping telah menjadi fondasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Dosen tetap turun lapangan memantau kegiatan sekurang Ae kurangnya 2x dalam Diluar itupula, via whatsapp dosen tetap selalu mengingatkan tujuan keberadaan anggota php2d di desa Lahusa 1. Segala kejadian dilapangan terlebih jika ada hambatan dalam berlangsungnya kegiatn, dosen ambil andil dalam mencari solusi dan menyelsaikannya. Serta juga, tak terbatas jam berapun agar dapat berkomunikasi . Presentasi mahasiswa yang terlibat 80/100% Dalam kurun waktu kegiatan yang berbulan Ae bulan tentunya terkadang ada beberapa masalah yang terjalin diantara anggota tim yang memang terjadinya pada awal kegiatan php2d ini. Masalah yang terjadi adalah sedikit lama nya proses adaptasi anatara anggota tim dan juga pada awal Ae awal masa pertemuan rapat dikampus dan observasi didesa binaan ada beberapa anggota tim yang tidak bisa ikut serta dikarenakan kondisi yang kurang sehat dan masih dalam suasana Covid Ae 19. Oleh karena kesehatan adalah langkah awal dalam melakukan aktivitas, maka beberapa pertemuan dijalankan tanpat kehadiran mereka. Hingga pada saat akhirnya keberangkatan ke desa binaan untuk tinggal beberapa saat selama berlangsung nya kegiatan, mereka ikut serta kembali dan sudah dipastikan dalam keadaan pulih. Peran apa saja Yang Telah dilakukan Dosen Dosen pembimbing lapangan mengoreksi usulan proposal dengan melihat berbagai aspek dan kesesuaian anatara judul proposal dan desa binaan yakni desa Lahusa 1. Dosen sebagai pembimbing lapangan telah bertugas mengarahkan, membimbing mahasiswa/i team php2d dalam pelaksanan program pemanfaatan daun pandan dalam membuat SyAu Bagoa dan Ufo. Dosen sebagai pembimbing lapangan mengantarkan mahasiswa ke desa binaan yakni desa lahusa 1. Dosen pembimbing selalu membantu Kegiatan php2d bersama ibu Ae ibu Dosen sebagai pembimbing lapangan menjalin hubungan baik dengan aparat desa binaan. Potensi Keberlanjutan (Persentase Peluang Keberlanjuta. Potensi keberlanjutan kegiatan ini 80/100%. Peluang ini dikarenakan, anggota tim php2d tidak akan bisa ikut bergabung lagi dalam kegiatan berikutnya mengingat persyaratan kegiatan berkelanjutan yang akan dicapai. Tetapi, profesionalitas dosen pendamping dalam kegiatan ini dapat menjamin keberlangsungan kegiatan ke tahap berkelanjutan dapat berjalan dengan baik walau dengan anggota tim yng berbeda. Hal lain nya : Dilihat dari latar belakangnya bahan tanaman daun pandan di desa mulai punah oleh sebab itu tindak lanjut dalam program ini yaitu penyaranan kepada Desa untuk kembali membudidayakan tanaman pandan tersebut sehingga daun pandan tersebut dapat kembali dimanfaatkan dalam pembuatan seubagoa dan alat-alat aksesoris lainnya. Membuka ladang usaha industri kreatif Nias Selatan khususnya atau diawali di desa lahusa 1. Selain UFO dan Seu, jika ada kegiatan pengabdian ke depan Kami akan merancang pembuatan aksesoris lain yang lebih ke sasaran pada kearifan lokal tidak hanya berupa seu udan ufo misalnya pembuatan kipas, map dan lain Selain pemanfaatan daun pandan, berdasarkan survei di Nias Selatan Kami menemukan beberapa masyarakat desa di Nias Selatan termasuk desa Lahusa 1 memiliki potensi dalam memanfaatkan tempurung kelapa dalam pembuatan manik-manik. TolyAgu (Paran. Kalabubu (Kalung kesatria di Nia. Oleh sebab itu jikalau dapat lolos kembali di dalam kegiatan pengabdian, hal yang dapat kami lakukan yaitu mengembangkan atau melestarikan kearifan budaya masyarakat Nias. Adapun yang menjadi bukti keberlanjutan program di Desa Lahusa 1 yakni adanya rekomendasi keberhasilan program dan rekomendasi penilaian mata kuliah dapat dilihat pada lampiran laporan ini. KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT Kesimpulan Walaupun komponen tujuan yang meliputi. pemberdayaan daun pandan menjadi sumber penghasilan masyarakat desa Lahusa 1, pemberdayaan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kemungkinan pemanfaatan daun pandan menjadi seu bagoa dan ufo, pemberdayaan kelompok pengrajin daun pandan melalui peningkatan pengetahuan dalam meningkatkan produksi pembuatan seu bagoa dan ufo serta meningkatkan pengetahuan kewirausahaan masyarakat desa Lahusa 1, tetap saja membutuhkan waktu lama pada pembuatannya karena masalah waktu luang para ibu Ae ibu PKK desa Lahusa 1. Tercapai nya tujuan PHP2D oleh Bem STKIP Nias Selatan dapat dilihat pada ketercapaian indikator keberhasilan yang meliputi . Perubahan perilaku masyarakat engetahuan, sikap mental/kesadaran dan ketrampila. , . Perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan kesadaran melestarikan produk lokal SyAu Bagoa dan Ufo dengan mempertahankan dan melestarikan tanaman pandan, . Terjalinnya kemitraan antar Desa Lahusa 1 dengan berbagai lembaga/pihak yang terkait (BUMDES yang ada di Desa Lahusa 1. Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Nias Selata. , . Terbentuknnya kumpulan atau wadahibu rumah tangga yang peduli dan kreatif terhadap kreatifitas pembuatan SyAu Bagoa dan Ufo, . Koordinasi dan komunikasi antar STKIP dan Desa Lahusa 1 dalam menciptakan wadah kegiatan ibu rumah tangga untuk memiliki ketrampilan yang ahli dalam pembuatan dan pengelolaan daun pandan yang memiliki nilai ekonomi, . Masyarakat desa lebih melestarikan tanaman pandan dan memiliki ketrampilan untuk menjadikan desa industri kreatif, . Terjadinya proses implementasi mata kuliah di desa . orelasi antara mata kuliah dengan kegiatan program di des. Saran