Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 PEMETAAN RENCANA TATA RUANG DESA SECARA PARTISIPATIF DI DESA JONGGON JAYA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Hari Siswanto*1. Gloriana Nanni Dau Fredy2. Ariyanto3. Yosep Ruslim4 1,2,3,4 Laboratorium Perencanaan dan Pemanenan Hutan. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis. Universitas Mulawarman Samarinda. Indonesia. Jl. Penajam. KP 75111 Samarinda. E-Mail: hariforestry@gmail. com (*Corresponding autho. Submit: 18-07-2025 Revisi: 23-07-2025 Diterima: 04-08-2025 ABSTRAK Pemetaan rencana tata ruang desa secara partisipatip di desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup signifikan hal tersebut membuat kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan eksisting, dan memetakan pola ruang di Desa Jonggon Jaya. Adapun analisis atau metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan dilakukannya diskusi secara pasif ataupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan peneliti, dari Masyarakat dan Pemerintah Desa Terdapat 30 kelas tutupan Lahan di Desa Jonggon Jaya yang 515,82 ha. Adapun tutupan lahan yang paling dominan dalam fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah hutan sekunder lahan rendah, kerapatan sedang seluas 1. 192,42 ha dikarenakan masyarakat memiliki lahan yang luas namun dengan kemampuan yang terbatas, sehingga banyak lahan yang tidak tergarap, sedangkan tutupan lahan yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah hutan eukaliptus, dikarenakan terdapat kawasan hutan yang merupakan ijin Hutan Tanaman Industri. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terbagi dalam 2 kawasan yaitu kawasan budidaya kehutanan dan kawasan non kehutanan. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terdapat 19 pola. Pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan areal penggunaan lain ialah perkebunan dengan persentase 27,00% yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan dan pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi ialah kawasan budidaya kehutanan dengan persentase 48,68% yang sebagian besar dimiliki oleh Perusahaan. Kata kunci : Desa Jonggon Jaya. Drone. Hutan. Pemetaan. Tata ruang. ABSTRACT Participatory mapping of village spatial plan in Jonggon Jaya village. Kutai Kartanegara Regency. Population growth in an area from year to year will continue to increase significantly, making the need for land and land use change will continue to increase. This research aims to map the existing land cover and map the spatial pattern in Jonggon Jaya Village. The analysis or method used in this research is by conducting discussions passively or actively by conducting two-way communication. Where in this activity the facilitator asks for views and input related to the draft spatial plan of the Village area prepared by researchers, from the Community and Village Government There are 30 classes of land cover in Jonggon Jaya Village which covers an area of 10,515. 82 hectares. The most dominant land cover in the function of other use areas is lowland secondary forest, medium density covering 1,192. 42 ha because the community has a large area of land but with limited ability, so a lot of land is not cultivated, while the dominant land cover in the function of production forest areas is eucalyptus forest because there are forest areas that are Industrial Plantation Forest licenses. Jonggon Jaya Village spatial plan is divided into 2 areas, namely forestry cultivation areas and non-forestry Jonggon Jaya Village spatial plan, there are 19 patterns. The dominant spatial pattern in the function of other use areas is plantations with a percentage of 27. 00%, most of which are owned by the company. Key words : Drone. Forest. Jonggon Jaya village. Mapping. Spatial planning. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pemetaan Rencana Tata Ruang A PENDAHULUAN Pertumbuhan jumlah penduduk pada suatu wilayah dari tahun ke tahun akan terus meningkat dengan cukup kebutuhan akan lahan dan alih fungsi lahan akan terus meningkat. Dalam realitanya alih fungsi lahan dalam penggunaan lahan terkadang tidak sesuai dengan pola ruang atau tata ruang yang Desa Jonggon Jaya merupakan desa penduduknya bekerja sebagai petani. Sebagian besar wilayah Desa Jonggon Jaya masuk ke dalam kawasan hutan dan areal penggunaan lain, masyarakatnya sendiri tetap gemar menanam tanaman kehutanan antara lain yang paling dominan adalah tanaman karet dan tanaman sengon (Permatasari dkk, 2022. Wijayanto & Tsaniya, 2. Desa Jonggon Jaya memiliki luasan A 10. 000 ha dengan jumlah penduduk 196 Jiwa kedepan pertumbuhan penduduk akan semakin tinggi. Letaknya sangat strategis dengan Ibu Kota Negara yang baru serta berdekatan dengan kotakota besar seperti Samarinda. Penajam. Tenggarong, berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, maupun pembangunan di Desa Jonggon Jaya tersebut. Namun untuk mengatasi hal tersebut. Desa Jonggon Jaya sendiri belum memiliki pemetaan tata ruang. (Dinas Kependudukan. Pemberdayaan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timu. angka jumlah penduduk tersebut relatif kecil, tetapi dengan telah ditetapkannya perpindahan Ibu Kota Nusantara ke Kalimantan Timur tentunya dalam 10 sampai 20 tahun Maka dari itu penataan ruang desa menjadi hal yang perlu direncanakan dengan baik dan tepat yang sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku, serta perencanaan tata ruang secara spasial dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk merencanakan pembangunan antar sektor Siswanto et al. baik dalam jangka pendek, menengah, dan Proses melibatkan partisipasi masyarakat dapat meningkatkan antusiasme untuk lebih pengetahuan lokal, kelembagaan yang ada, pengenalan identifikasi sumber daya alam yang tersedia, dan aspek lainnya (Djunaedi dkk. , 2019. Baharuddin dkk. Hebelmann dkk, 2021. Hamid, 2022. Zulkarnain dkk. , 2. Hal ini selaras dengan penelitian ini yang bertujuan untuk memetakan tutupan lahan berdasarkan SNI 7645-1:2014 Klasifikasi penutup lahan, dan memetakan rencana pola ruang secara partisipatif di Desa Jonggon Jaya. METODA PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian ini dilakukan di Desa Jonggon Jaya, dengan luasan 515,82 ha. Kegiatan yang dilakukan meliputi studi pustaka, pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan penyusunan skripsi. Penelitian ini dilakukan secara efektif selama A6 bulan Bahan dan Alat Pada penelitian ini menggunakan perangkat keras berupa laptop, berbasis Windows yang dilengkapi dengan program Microsoft Word. Microsoft Excel dan ArcGIS 10. drone Mavic Pro yang digunakan untuk pengambilan foto udara. Smartphone yang dilengkapi Avenza Maps menangkap data Global Positioning System (GPS) serta bernavigasi ke lokasi tujuan untuk pengambilan data kondisi geofisik di lapangan dan Kamera dokumentasi kegiatan di lapangan dan bahan yang digunakan pada penelitian ini foto udara Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2023, peta batas wilayah administrasi This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Desa Jonggon Jaya Kabupaten Kutai Kartanegara. Citra SPOT 6/7 tahun 2020, hasil kegiatan diskusi publik bersama masyarakat dan pemerintah Desa Jonggon Jaya tahun 2024, peta Rupa Bumi Indonesa Kabupaten Kutai Kartanegara skala 1:50. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Pengambilan Data Pembuatan jalur terbang Drone Pembuatan jalur penerbangan untuk Drone dilakukan melalui software ArcMap 10. 8 dengan mempertimbangkan data shapefile batas wilayah Desa Jonggon Jaya sebagai batas serta menggunakan bantuan Citra SPOT 6/7 tahun 2020 ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 Kalimantan Timur sebagai peta dasar. Data shapefile batas Desa Jonggon Jaya kemudian dibagi sesuai dengan area yang dapat diambil gambarnya oleh drone dalam satu kali penerbangan. Drone DJI Mavic Pro yang digunakan dalam satu kali terbang mencapai area seluas 42 ha, sehingga untuk di lokasi yang di teliti ini pada liputan foto udara (Aerial photo Coverag. terdapat 131 misi penerbangan Pada setiap satu misi terbang drone deploy akan membuat rute jalur terbang bervariasi antara 8 hingga 10, yang dibuat secara otomatis oleh program perangkat lunak Dronedeploy (Bisjoe, 2018. Hariadi, 2. Gambar 1. Liputan Area Foto Udara Drone (Aerial Photography Area Coverag. Gambar 2. Jalur Terbang Drone (Drone Flight Pat. Pengambilan foto udara menggunakan Drone Sebelum pengambilan foto udara menggunakan drone, maka perlu melihat peta yang akan dibuat pada saat orientasi di lapangan dan merencanakan area mana yang ingin dilakukan pengambilan data foto udara. Perencanaan dilakukan dengan melihat peta sesuai area yang akan dipetakan pada aplikasi Avenza Maps di smartphone untuk memudahkan pengambilan foto Pengambilan foto udara dengan drone terbagi menjadi beberapa jalur terbang seperti yang direncanakan. Drone mengambil data foto udara secara otomatis dengan mode autopilot yakni drone terbang dengan sendirinya This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pemetaan Rencana Tata Ruang A mengikuti jalur dan ketinggian terbang yang telah direncanakan sebelumnya dan diunggah ke aplikasi DroneDeploy. Verifikasi Lapangan Dilakukannya verifikasi lapangan yang berguna untuk lebih memastikan bahwa hasil foto udara menggunakan drone dengan kenyataan yang ada di lapangan adalah sesuai. Verifikasi lapangan juga Pengolahan Data Pembuatan Orthophoto Siswanto et al. Hasil foto udara yang diambil harus tertata rapi dengan membuat folder sesuai kebutuhan, sehingga pemrosesan data secara online ini tidak repot dan tidak berantakan Folder kemudian diunggah ke aplikasi DroneDeploy dan pengolahan orthophoto selanjutnya berjalan secara online, keberhasilan proses ini bergantung pada kestabilan dan kecepatan internet. Setelah pengunggahan selesai, hasil pengolahan data online dapat didownload di email yang didaftarkan pada saat proses pembuatan akun DroneDeploy. Hasil pengolahan disimpan dalam format zip, sehingga perlu melakukan unzip file yang Gambar 3. Proses Pengunggahan Foto Udara Melakukan Koreksi Geometrik Foto Udara Drone Georeferencing atau mengoreksi dilakukan untuk memperbaiki atau mengoreksi posisi geometrik menggunakan titik-titik referensi yang diperoleh dari citra SPOT 6/7 tahun 2020 yang telah ter Membuat Kunci Interpretasi Sebelum melakukan delineasi pada foto udara yang telah diolah perlu menganalisis unsur-unsur interpretasi berupa warna, bentuk, pola, dan ukuran yang tampak pada foto udara guna mengenali obyek-obyek yang ada di permukaan bumi dan guna mempermudah dalam proses delineasi nantinya. Delineasi Selanjutnya dilakukan delineasi pada foto udara dimana kegiatan ini memotong atau membagi polygonpolygon sesuai dengan kenampakan yang memperhatikan kunci interpretasi yang telah dibuat sebelumnya. Groundcheck Pada kegiatan ini dilakukan validasi terhadap penafsiran delineasi pada foto udara di lapangan. Guna kembali membuktikan bahwa yang di delineasi pada foto udara dengan kenampakan sebenarnya pada lapangan, sudah sesuai. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. Pemetaan Tutupan Lahan Dilakukan pemetaan tutupan lahan yang nantinya mendapatkan hasil klasifikasi tutupan lahan pada wilayah Desa Jonggon Jaya yang setelah itu peta tutupan lahan akan berfungsi sebagai acuan dalam menentukan rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya. Analisis Data Dalam pelaksanaan penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Desa (RTRWDe. dilakukan secara partisipatif, dengan berdiskusi mengenai tutupan lahan, kepastian kelola masyarakat . asil hutan, hasil pertanian maupun hasil perkebuna. yang berkelanjutan/lestari, serta pembangunan Desa. Proses penyusunan RTRWDes secara partisipatif ini dilakukan melalui beberapa tahapan (Haspari, 2014. Panjaitan dkk. , 2019, Saparwadi dkk. , 2020. Fardani dkk. Kunjungan Lapangan Pada kegiatan kunjungan lapangan dilakukan pengambilan data terkait potensi dan permasalahan yang ada di Desa Jonggon Jaya untuk dijadikan bahan dan dasar diskusi penentuan tata ruang Desa. Pertimbangan Selanjutnya dilakukan pertimbangan berdasarkan hasil dari kegiatan kunjungan lapangan dengan harus memperhatikan beberapa aspek meliputi aspek fungsi ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 kawasan, tutupan lahan yang telah ada, serta sesuai pertimbangan aspek strategis masing-masing wilayah. Konsultasi Publik Pada kegiatan ini dilakukan diskusi secara pasif maupun aktif dengan melakukan komunikasi dua arah. Dimana pada kegiatan ini fasilitator meminta pandangan dan masukan terkait draft rencana tata ruang wilayah Desa hasil penyusunan peneliti, dari Masyarakat dan Pemerintah Desa terkait isu yang dibahas pada kegiatan tersebut. Perbaikan dan Finalisasi Draft Rencana Tata Ruang Wilayah Desa Menyampaikan hasil perbaikan draft pada pertemuan dan diskusi sebelumnya, untuk mendapatkan persetujuan dari perwakilan warga atau pemerintah Desa agar dapat segera dilakukan pengesahan oleh Kepala Desa. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Peta Tutupan Lahan Desa Jonggon Jaya Dalam penentuan tata ruang diperlukan peta tutupan lahan yang digunakan sebagai acuan, yang dapat dijadikan acuan penentuan zona-zona struktur ruang seperti. pertanian lahan basah, perkebunan dan lain sebagainya. Agar terciptanya tata ruang yang efisien dan berkelanjutan berikut ditampilkan tabel dan peta tutupan lahan Desa Jonggon Jaya. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pemetaan Rencana Tata Ruang A Siswanto et al. Tabel 1. Tutupan Lahan Desa Jonggon Jaya. Tutupan Lahan Area Parkir Bangunan Industri Belukar Embung Hutan Eukaliptus Hutan Sekunder Lahan Rendah. Kerapatan Rendah Hutan Sekunder Lahan Rendah. Kerapatan Sedang Hutan Sengon Jaringan Jalan Kebun Campuran Ladang/Tegalan dengan Palawija Ladang/Tegalan Hortikultura Lahan Terbuka Lapangan di perkeras Padang Rumput Pekarangan Perkebunan Karet Perkebunan Kelapa Perkebunan Kelapa Sawit Perkebunan Tanaman Semusim Lain Permukaan diperkeras lain Pertambangan Terbuka Bukan Sirtu Pertambangan Terbuka Lain Rawa Pedalaman Rumah Saluran Air Sawah dengan Padi Terus Menerus Semak Sungai Tubuh Air Lain Total Pada tabel. 1 Tutupan lahan Desa Jonggon Jaya, luasan Desa Jonggon Jaya yang sebesar 10,515,82 ha memiliki 30 kelas tutupan lahan yang dimana untuk tutupan lahan terbesar dimiliki oleh Hutan Eukaliptus seluas 3. 562,54 ha. Hutan Sekunder Lahan Rendah. Kerapatan Fungs i Kawas an APL 0,07 0,00 1,06 0,00 814,97 131,65 0,36 0,00 3,47 559,07 503,13 19,76 192,45 293,34 148,46 0,00 75,87 49,59 108,19 0,00 5,42 0,00 20,68 0,00 218,50 35,88 1,00 0,00 43,72 0,00 54,90 0,00 282,58 0,00 4,57 0,00 106,01 0,00 4,15 0,00 1,07 0,00 64,12 0,00 30,78 0,00 20,30 0,00 17,58 0,00 3,92 0,00 190,56 0,00 475,92 29,17 1,20 0,00 2,36 0,00 Total (H. Propors i (%) 0,07 1,06 946,62 0,36 562,54 522,89 485,79 148,46 125,46 108,19 5,42 20,68 254,38 1,00 43,72 54,90 282,58 4,57 106,01 4,15 1,07 64,12 30,78 20,30 17,58 3,92 190,56 505,09 1,20 2,36 515,82 0,00 0,01 9,00 0,00 33,88 4,97 23,64 1,41 1,19 1,03 0,05 0,20 2,42 0,01 0,42 0,52 2,69 0,04 10,52 0,04 0,01 0,61 0,29 0,19 0,17 0,04 1,81 4,80 0,01 0,02 100,00 Sedang 2. 485,79 ha . Belukar 946,61 ha, dan Perkebunan Kelapa Sawit seluas 106,01 ha. Hal ini menunjukkan untuk di Desa Jonggon Jaya didominasi oleh areal berhutan dan perkebunan. Gambar 4. Peta Tutupan Lahan Desa Jonggon Jaya. 2 Peta Tata Ruang Wilayah Desa Jonggon Jaya Dalam perencanaan dan pembahasan tata ruang desa masyarakat berperan penting serta berpartisipasi aktif melalui konsultasi dan diskusi publik dimana masyarakat This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal AGRIFOR Volume 24 No. 2 (Oktober 2. Pp. https://doi. org/10. 31293/agrifor. https://doi. org/10. 31293/agrifor. memberikan masukan, kebutuhan, serta aspirasi mereka terkait pengembangan ruang desa yang berkelanjutan. Rencana tata ruang wilayah desa Jonggon Jaya terbagi dalam beberapa ruang pemanfaatan yang didasari prinsip pemanfaatan sumber daya ISSN P : 1412-6885 ISSN O : 2503-4960 alam berdasarkan kelestarian lingkungan menuju pembangunan yang berkelanjutan. Pola ruang dan struktur ruang di Desa Jonggon Jaya tersaji pada tabel berikut: Tabel 2. Tata Ruang Desa Jonggon Jaya. Hutan Produksi Areal Penggunaan Lain No Fungsi Kawasan Pola Ruang Agroforestry Areal Air Bersih Areal Pemakaman Areal Perlindungan Sungai Areal Reklamasi Industri Jaringan Jalan Kawasan Budidaya Kehutanan Kebun Bibit Rakyat Pendidikan Perdagangan dan Jasa Perkantoran Perkebunan Perkebunan dan Kehutanan (Agroforesrt. Permukiman Pertanian Lahan Basah Pertanian Lahan Kering Peternakan Tempat Pembuangan Akhir Kawasan Budidaya Kehutanan Total Berdasarkan analisis dan hasil diskusi dengan Pemerintah Desa dan masyarakat desa yang telah dilaksanakan, didapatkan struktur ruang Desa Jonggon Jaya yaitu: Areal air bersih seluas 38 ha. Areal Perlindungan Sungai seluas 23 ha. Areal Reklamasi seluas 3 ha. Agroforestry seluas 36 ha. Areal Pemakaman seluas 4 ha. Industri seluas 41 ha. Jaringan Jalan seluas 44 ha. Kawasan Budidaya Kehutanan seluas 5. 613 ha. Kebun Bibit Rakyat seluas 43 ha. Pendidikan seluas 1 ha. Perdagangan dan Jasa seluas 0,21 ha . Perkantoran seluas 1 ha. Perkebunan 839 ha. Perkebunan dan Kehutanan 820 ha. Permukiman seluas 200 ha, . Pertanian Lahan Basah seluas 487 ha. Pertanian Lahan Kering seluas 200 ha, dan Peternakan seluas 113 ha. Mengacu pada perkembangan penduduk dalam 10 tahun kedepan sehingga direncakan areal Permukiman dengan luasan 199 ha. Luas_ha Proporsi_% 36,58 0,35 38,72 0,37 4,15 0,04 23,27 0,22 3,83 0,04 41,70 0,40 44,32 0,42 495,77 4,71 43,26 0,41 1,68 0,02 0,21 0,00 1,01 0,01 839,07 27,00 820,21 7,80 199,64 1,90 487,49 4,64 200,42 1,91 113,18 1,08 2,33 0,02 118,97 48,68 515,82 Kawasan Budidaya Kehutanan yang memiliki luasan 5. 613 ha sebagian besar pemanfaatannya adalah sebagai Hutan Tanaman/Hutan Eukaliptus, namun apabila ada masyarakat yang ingin memanfaatkan areal yang tidak digunakan sebagai Hutan Tanaman tersebut dapat dilakukan melalui skema Perhutanan Sosial Kemitraan. Pemerintah mendukung hal ini dengan menyediakan berbagai skema akses untuk pengelolaan hutan melalui Program Perhutanan Sosial. Pemerintah masyarakat yang berada di dalam dan di sekitar hutan untuk mengelola sumber hutan melalui lima skema yang berbeda, yaitu hutan kemasyarkatan, hutan desa, hutan tanaman rakyat, kemtriaan, serta hutan adat. Dengan berbagai skema tersebut, pengelolaan sumber daya hutan oleh masyarakat dapat dilakukan secara This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Pemetaan Rencana Tata Ruang A pengelolaan untuk jangka panjang, salah satu prinsip dari pengelolaan hutan yang berkelanjutan (De Jong, 2018. Jafari. Siswanto et al. Mahardika dkk. , 2021. Fischer ,2. Gambar 5. Peta Tata Ruang Desa Jonggon Jaya. KESIMPULAN Terdapat 30 kelas tutupan Lahan di Desa Jonggon Jaya yang seluas 10. 515,82 Adapun tutupan lahan yang paling dominan dalam fungsi kawasan areal penggunaan lain adalah hutan sekunder lahan rendah, kerapatan sedang seluas 192,42 ha dikarenakan masyarakat memiliki lahan yang luas namun dengan kemampuan yang terbatas, sehingga banyak lahan yang tidak tergarap, sedangkan tutupan lahan yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi adalah hutan eukaliptus, dikarenakan terdapat kawasan hutan yang merupakan ijin Hutan Tanaman Industri. Rencana tata ruang Desa Jonggon Jaya, terdapat 19 pola. Pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan areal penggunaan lain adalah perkebunan dengan persentase 27,00% yang sebagian besar dimiliki oleh perusahaan dan pola ruang yang dominan pada fungsi kawasan hutan produksi adalah kawasan budidaya kehutanan dengan persentase 48,68% yang sebagian Perusahaan. UCAPAN TERIMA KASIH Pemerintah dan masyarakat Desa Jonggon Jaya yang telah membantu dan bekerja sama dalam pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA