Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Edukasi Gizi dan Penanganan Stunting dengan Pendekatan Emotional Demonstration di Wilayah Puskesmas Bah Kapul Kota Pematangsiantar Safrina*1. Renny Sinaga2. Vera Renta Siahaan3 1,2,3Program Studi Di Kebidanan Pematangsiantar. Politehnik Kesehatan Kemenkes Medan. Indonesia *e-mail: daulaysafrina@gmail. com1, rennysinaga. 75@gmail. com2, vlo_vera@yahoo. Abstrak Prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar berada pada angka 14,3 %. Angka ini menjadi trend positip yang dicatatkan Pemko Siantar, saat ini Kota Pemangsiantar harus mampu menurunkan prevalensi stunting sebesar 3,22 % untuk mencapai rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu prevalensi stunting sebesar 11,08 % tahun 2023, dan 8,96 % ditahun 2024. Terdapat 8 kecamatan dengan lokus stunting di kota Pematangsiantar, salah satunya adalah Kecamatan Siantar Sitalasari, di wilayah Puskesmas Bahkapul dan menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat. Tahun 2021 dilaporkan terdapat 50 orang terindetifikasi stunting diwilayah kerja Puskesmas Bahkapul, tahun 2023 menurun menjadi 23 Terjadi penurunan kejadian stunting dan diharapkan jumlah ini harus tetap diturunkan dengan target maksimal hanya 15 kasus pada tahun 2024. Data ibu hamil pada tahun 2024 sebanyak 429 bumil. Ibu hamil dengan risiko tinggi sebanyak 85 orang, dan didapat data 4 ibu hamil dengan Kurang Energi Protein (KEK). Permasalahan pokok yang pada mitra adalah Pengetahuan tentang gizi di kalangan ibu hamil masih sangat terbatas, dengan banyak yang belum memahami pentingnya asupan nutrisi seimbang selama Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku ibu hamil khususnya gizi pada masa hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara emotional demonstrasi dengan menggunakan kekuatan emosional efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, serta sikap positif terhadap konsumsi protein hewani pada ibu hamil setelah intervensi edukasi. Strategi ini berpotensi menjadi intervensi promotif preventif dalam percepatan penurunan stunting sejak masa kehamilan Kata Kunci: Edukasi Gizi. Ibu Hamil. Pendekatan Emotional Demonstration. Stunting Abstract The prevalence of stunting in Pematangsiantar City is 14,3 %. This figure is a positive trend recorded by the Pematangsiantar City Government. Currently. Pematangsiantar City must be able to reduce stunting prevalence by 3. 22% to achieve the Regional Medium Team Development Plan (RPJMD), namely a stunting prevalence of 11. 08% in 2023, and 8. 96% in 2024. there are eight districts with stunting hotspot in Pematangsiantar City, one of wihich is siantar Sitalasari District, within the Bahkapul Community Health Center ( Puskesma. and a partner in community service. In 2012, 50 people were reported to have been diagnosedwith stunting in the Bahkapul Community Health Centers work area, a decrease to 23 cases in There han been a decrease in the incidence of stunting and it is hoped that this number will continue to decrease with maximum target of only 15 cases in 2024. Data of pregnant women, 85 pregnant women with high rik, and data obtained 4 pregnant women with Protein Energy Deficiency (KEK). The main Problem that partners face is that knowledge about nutrition among pregnant women is still very limited, with many not understanding the importance of balanced nutritional intake during pregnancy. This community service program aimed to improve pregnant womenAos knowledge and promote behavioral changes, particularly regarding maternal nutrition during pregnancy. The intervention was conducted through emotional demonstration, utilizing emotional engagement as an effective strategy to enhance mothersAo understanding. The evaluation results indicated an increase in nutritional knowledge, improved understanding of stunting, and more positive attitudes toward the consumption of animal-based protein among pregnant women following the educational intervention. This strategy has strong potential as a preventive intervention to accelerate stunting reduction from pregnancy. Keywords: Emotional Approachdemonstration. Nutrition Edeucation. Pregnant Woment. Stunting P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. PENDAHULUAN Indonesia, diperkirakan 1 dari 12 anak berusia di bawah lima tahun mengalami gizi buruk dan satu dari lima anak mengalami stunting . Prevalensi stunting di Indonesia, menurut laporan Studi Status Gizi Indonesia Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 27,7% pada tahun 2019, 24,4% pada tahun 2021, menjadi 21,6% pada tahun 2022 dengan mayoritas terjadi pada anak usia 3-4 tahun sebanyak 6%. Namun angka ini masih belum sesuai dengan standar WHO yang menargetkan kurang dari 20% . Meskipun angka ini menunjukkan penurunan dari tahun-tahun sebelumnya, stunting tetap menjadi masalah kesehatan yang signifikan di banyak provinsi. Kota Pematangsiantar berdasarkan pencatatan dan pelaporan Gizi berbasis Masyarakat . -PPGBM) melaporkan terdapat 220 kasus stunting periode Oktober 2023 yang . tersebar di 8 kecamatan dan 53 kelurahan . Hingga pertengahan tahun 2023 prevalensi stunting di Kota Pematangsiantar berada pada angka 14,3 %. Angka ini menjadi trend positip yang dicatatkan Pemko Siantar, saat ini Kota Pemangsiantar harus mampu menurunkan prevalensi stunting sebesar 3,22 % untuk mencapai rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yaitu prevalensi stunting sebesar 11,08 % tahun 2023, dan 8,96 % ditahun 2024 . Terdapat 8 kecamatan dengan lokus stunting di kota Pematangsiantar, salah satunya adalah Kecamatan Siantar Sitalasari, di wilayah Puskesmas Bahkapul dan menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini. Terdapat 5 posyandu diwilayah puskesmas Bah Kapul, namun hasil wawancara dengan beberapa kader posyandu dilaporkan semenjak kasus Covid 19 tahun 2021 terdapat penurunan kegiatan di posyandu. Data wilayah menunjukkan terdapat 429 ibu hamil pada tahun 2024, dengan 85 ibu hamil risiko tinggi dan 4 ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK). Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya pemahaman ibu hamil tentang pentingnya asupan protein hewani, zat besi, dan gizi mikro selama kehamilan. Faktor sosial ekonomi dan kebiasaan makan juga menjadi determinan risiko. Pendekatan edukasi konvensional dinilai kurang efektif dalam mengubah perilaku. Emotional Demonstration (Emo Dem. , yang dikembangkan berbasis teori Behaviour Centered Design (BCD), menggunakan pendekatan emosional dan provokatif untuk mendorong perubahan perilaku. Beberapa studi menunjukkan metode ini efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik kesehatan ibu, oleh karena itu, perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dosen di Wilayah Puskesmas Bahkapul tentang Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Edukasi Gizi dan Penanganan Stunting dengan Pendekatan Emotional Demonstration. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku ibu hamil khususnya gizi pada masa hamil. Pendidikan gizi adalah merupakan usaha sadar dan terencana untuk merubah perilaku seseorang menuju pada perilaku yang sadar gizi. Penelitian oleh Renny dkk menyimpulkan emotional Demonstrasi merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan dengan menggunakan kekuatan emosional efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu . Studi literatur yang dilakukan oleh Meigasari dkk menyimpulkan edukasi Emo Demo efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan . Pendekatan ini diharapkan dapat melibatkan ibu hamil secara lebih aktif dan efektif dalam mengadopsi pola makan sehat dan mencegah stunting pada anak-anak mereka. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuPemberdayaan Ibu Hamil melalui Edukasi Gizi dan Penanganan Stunting dengan Pendekatan Emotional DemonstrationAy telah dilaksanakan pada bulan MeiAeAgustus 2025 di wilayah kerja Puskesmas Bahkapul. Kota Pematangsiantar. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil trimester II dan i sebanyak 21 orang yang terdaftar di Posyandu wilayah binaan. Kegiatan dilaksanakan dalam beberapa tahap sesuai rencana pada proposal, yaitu: 1. Tahap Persiapan Ae koordinasi dengan puskesmas dan kader, penyusunan modul dan leaflet mengenai gizi ibu hamil, serta pelatihan tim pelaksana dalam teknik emotional demonstration. Tahap Pelaksanaan Edukasi Ae penyuluhan interaktif dengan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. metode emotional demonstration mengenai pentingnya asupan protein hewani, pencegahan anemia, dan upaya mencegah stunting sejak masa kehamilan. Kegiatan ini dilakukan selama 2 hari, dengan rincian pada hari pertama dilakukan evaluasi awal, pembagian booklet, kegiatan edukasi tentang gizi ibu hamil dan Teknik pola Asuh yang dapat mencegah stunting. Hari kedua penyuluhan dengan metode emotional demonstrasi, praktik penyediaan makanan yang sehat dan post test. Salah satu Teknik Pendidikan gizi adalah metode emotional demostrasi, adalah salah satu metode edukasi baru yang provokatif untuk mencapai perubahan perilaku kesehatan. Metode ini dikembangkan oleh Global Alliance For Improved Nutrition (GAIN). Metode Emotional Demosntration ini menggunakan cara-cara yang bersifat imajinatif atau provokati untuk mencapai perubahan perilaku dalam bidang kesehatan masyarakat Tahap Evaluasi dan Pendampingan Ae observasi perilaku konsumsi dan pemantauan peningkatan pengetahuan serta sikap ibu hamil melalui pretestAeposttest dan wawancara HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Peserta Sebanyak 21 ibu hamil trimester II dan i mengikuti kegiatan. Mayoritas peserta berada pada rentang usia 24Ae39 tahun. Sebagian besar berpendidikan SMA . %), diikuti perguruan tinggi . %), dan sisanya SMP/SD . %). Hampir 76% berstatus ibu rumah tangga. Karakteristik ini menunjukkan bahwa sasaran berada pada kelompok usia reproduktif optimal, namun dengan latar belakang pendidikan menengah yang dapat memengaruhi kemampuan menerima dan mengolah informasi gizi. Kondisi sosial ekonomi yang sebagian besar bergantung pada satu sumber pendapatan keluarga juga menjadi faktor pembatas dalam pemenuhan gizi Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Hasil pretest menunjukkan rata-rata pengetahuan gizi ibu hamil sebesar 62,3, yang berada pada kategori cukup. Setelah intervensi, skor meningkat menjadi 86,7 . ategori bai. , dengan peningkatan sebesar 24,4 poin. Pemahaman tentang stunting meningkat dari 58,9 menjadi 88,2 ( 29,3 poi. Sementara itu, sikap terhadap konsumsi protein hewani meningkat dari 64,1 menjadi 90,5 ( 26,4 poi. Tabel 1. Skor rata-rata hasil peningkatan Pengetahuan dan sikap pada ibu hamil Variabel Rata-rata Pretest Rata-rata Posttest Peningkatan (%) Pengetahuan gizi ibu hamil Pemahaman stunting 29,3 Sikap terhadap konsumsi protein hewani Gambar 1. Pelaksanaan Emo Demo pada ibu hamil P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Analisis Perubahan Perilaku Selain peningkatan skor kognitif, terjadi perubahan sikap dan komitmen nyata: A 83% ibu menyatakan akan menambah konsumsi protein hewani minimal 1 kali sehari A 70% berkomitmen rutin mengonsumsi tablet tambah darah A 61% mulai mengurangi pantangan makanan berbasis mitos Perubahan ini menunjukkan bahwa intervensi tidak hanya berdampak pada pengetahuan, tetapi juga pada niat perilaku . ehavioral intentio. Dalam teori Health Belief Model, perubahan perilaku dipengaruhi oleh persepsi risiko dan manfaat. Simulasi emosional yang menggambarkan perbandingan janin sehat dan berisiko stunting meningkatkan perceived susceptibility dan perceived severity pada peserta Implementasi Teknik Emotional Demonstration Intervensi edukasi dilakukan menggunakan pendekatan Emotional Demonstration (Emo Dem. yang berbasis pada teori Behaviour Centered Design. Teknik ini dirancang untuk memicu perubahan perilaku melalui stimulasi emosional sebelum penyampaian informasi rasional. Pelaksanaan Emo Demo dilakukan melalui lima tahapan sistematis, terdapat pada gambar berikut: Gambar 2. Alur Pelaksanaan Teknik Emo Demo Table 2. Skenario Pelaksanaan Emo Demo Durasi: A 60Ae90 menit Sasaran: 15Ae25 ibu hamil Media: Boneka bayi, gambar janin, piring makan, telur, ikan, tablet Fe . , kartu komitmen Tema Janin Sehat vs Janin Berisiko StuntingAy Tahap 1 Trigger Emosi . Fasilitator A Boneka bayi sehat . emuk, akti. A Boneka bayi kecil/kurus Pertanyaan A AuIbu ingin bayi yang mana?Ay A AuApa yang perbedaannya?Ay Biarkan ibu menjawab terlebih Tujuan: Membangkitkan rasa ingin tahu dan Tahap 2 Tahap 3 Tahap 4 Tahap 5 Simulasi: Fasilitator boneka sehat dan AuIni bayi dari ibu yang setiap hari makan telur, ikan, minum tablet Fe, dan periksa Ay Lalu memegang boneka kurus: AuIni bayi dari ibu yang jarang makan protein, takut makan ikan karena mitos, dan lupa minum tablet Fe. Ay Visualisasi Refleksi Emosional . Pertanyaan AuBagaimana perasaan ibu jika bayi lahir kecil?Ay AuApa yang ibu rasakan saat melihat boneka ini?Ay Biasanya ibu Takut Sedih Tidak ingin anaknya sakit Inilah momen Edukasi Rasional . Setelah emosi terbentuk, baru masuk A Protein hewani pembentukan sel otak janin A Zat besi mencegah A Anemia risiko BBLR A Gunakan piring makan nyata: A Tunjukkan 1 telur = protein berkualitas A Tunjukkan ikan kecil murah . kan kembung/ ter. Tekankan: Komitmen Aksi . Bagikan kartu AuSaya berjanji selama 1 bulan ke depan akan: oa Makan telur/ikan setiap oa Minum tablet Fe setiap malam oa Periksa kehamilan rutinAy Minta ibu Efek psikologis: P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. AuAnemia Itu Tidak Terlihat. Tapi Berbahaya Ay Mitos atau Fakta? Demonstrasi Sederhana Gunakan: -Dua gelas air - Pewarna merah . ebagai Gelas A: Air merah pekat (Hb norma. Gelas B: Air merah pucat . Siapkan 3 buah A Gambar plasenta sehat vs plasenta A Grafik Tanyakan: AuMana yang lebih kuat membawa oksigen ke bayi?Ay Buat ibu memilih 3 kartu berisi AuIbu hamil tidak boleh makan ikanAy AuTelur bayi besarAy AuMinum Fe bikin mual jadi dihentikanAy Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. AuGizi baik tidak harus Ay Jelaskan: Hb rendah Ie oksigen Ie risiko BBLR Ie risiko stunting Visual ini sangat kuat secara emosional Minta ibu berdiri jika Lalu lakukan klarifikasi dengan penjelasan ilmiah Teknik ini memicu rasa AuterkejutAy Ie memori lebih Pendekatan ini mengintegrasikan aspek kognitif dan afektif dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas perubahan perilaku kesehatan. Selama pelaksanaan intervensi, peserta menunjukkan respons emosional yang kuat pada tahap simulasi visual. Mayoritas ibu hamil secara spontan menyatakan keinginan memiliki bayi dengan kondisi sehat setelah melihat perbandingan alat peraga. Diskusi reflektif memunculkan perasaan khawatir dan tanggung jawab terhadap kondisi janin. Keterlibatan emosional ini berperan dalam memperkuat retensi informasi. Dibandingkan dengan metode ceramah konvensional, pendekatan Emo Demo mendorong partisipasi aktif peserta dan meningkatkan interaksi dua arah. Perubahan sikap terlihat dari komitmen tertulis yang dibuat peserta, di mana 83% menyatakan akan meningkatkan konsumsi protein hewani dan 70% berkomitmen mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Hal ini menunjukkan bahwa teknik Emo Demo tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga memengaruhi niat perilaku . ehavioral intentio. Secara teoritis, hasil ini mendukung pendekatan Behaviour Centered Design yang menyatakan bahwa perilaku lebih mudah berubah ketika individu menghadapi stimulus baru yang bermakna secara emosional. Kombinasi simulasi visual dan refleksi diri memperkuat persepsi risiko dan manfaat tindakan preventif. Gambar 3. Foto Bersama dengan ibu-ibu hamil peserta kegiatan Pengabdian Masyarakat. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Pendekatan ini juga relevan dalam praktik kebidanan komunitas karena mudah direplikasi pada kelas ibu hamil, posyandu, maupun kunjungan rumah dengan alat peraga sederhana dan biaya minimal. Peningkatan skor menunjukkan efektivitas pendekatan Emotional Demonstration dalam memadukan aspek kognitif dan afektif. Simulasi visual dampak kekurangan gizi menimbulkan empati dan kesadaran risiko, sehingga memperkuat motivasi perubahan perilaku. Temuan ini selaras dengan teori Health Belief Model yang menyatakan bahwa perubahan perilaku terjadi ketika individu menyadari risiko dan manfaat tindakan preventif. Edukasi berbasis emosional memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dibanding ceramah konvensional. Kelebihan metode ini adalah interaktif, mudah dipahami, dan meningkatkan partisipasi aktif peserta. Keterbatasannya adalah membutuhkan fasilitator terlatih serta alat peraga Pendekatan ini berpotensi diterapkan dalam kelas ibu hamil, posyandu, dan kunjungan rumah sebagai bagian dari praktik kebidanan komunitas. Peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap ibu hamil menunjukkan bahwa metode emotional demonstration efektif dalam menyampaikan pesan gizi. Metode ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menyentuh sisi emosional peserta melalui demonstrasi langsung tentang konsekuensi kekurangan gizi pada janin dan simulasi perilaku makan sehat. Pendekatan Emotional Demonstration dirancang untuk memadukan aspek kognitif dan afektif dalam proses edukasi. Selama kegiatan, peserta tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga mengalami keterlibatan emosional melalui simulasi dan demonstrasi Contohnya, saat dilakukan simulasi tentang perbandingan janin sehat dan janin dengan risiko stunting, peserta menunjukkan reaksi emosional yang kuatAirasa empati dan tanggung jawab terhadap janin yang dikandung. Hal ini sesuai dengan teori Emotional Learning oleh LeDoux . yang menjelaskan bahwa keterlibatan emosi memperkuat proses pengingatan . emory retentio. terhadap informasi yang diberikan. Penelitian serupa mengemukakan metode inovatif dan menarik secara emosional seperti Emo Demo dapat secara efektif mengatasi tantangan pemberian makanan pendamping, yang pada akhirnya berkontribusi pada upaya kesehatan masyarakat untuk mengurangi stunting di Indonesia. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk menyempurnakan strategi pendidikan untuk meningkatkan praktik gizi ibu di komunitas yang beragam . Pengetahuan gizi merupakan faktor penting yang menentukan perilaku makan selama kehamilan. Sebelum intervensi, sebagian besar ibu hamil belum memahami pentingnya zat gizi makro dan mikro seperti zat besi, asam folat, dan protein hewani dalam pembentukan sel dan jaringan janin. Setelah intervensi, terjadi peningkatan kesadaran tentang peran telur, ikan, dan daging sebagai sumber protein berkualitas tinggi dalam mencegah anemia dan stunting. Temuan ini mendukung teori Health Belief Model (HBM) yang menjelaskan bahwa perubahan perilaku akan terjadi apabila seseorang menyadari risiko . erceived susceptibilit. , memahami manfaat tindakan pencegahan . erceived benefi. , dan memiliki keyakinan diri untuk bertindak . Melalui demonstrasi emosional, ibu hamil dapat melihat secara konkret manfaat perilaku sehat sehingga meningkatkan komitmen untuk berubah . Stunting merupakan masalah kronis yang tidak hanya terkait dengan kekurangan gizi setelah lahir, tetapi juga sejak masa kehamilan. Edukasi gizi pada ibu hamil menjadi kunci pencegahan primer. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi, 83% ibu hamil berkomitmen untuk menambah asupan protein hewani minimal sekali sehari, dan 70% mulai mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin. Hal ini selaras dengan laporan Kementerian Kesehatan RI . yang menegaskan bahwa intervensi gizi spesifik pada ibu hamil, termasuk konsumsi protein hewani dan zat besi, memiliki kontribusi hingga 30% terhadap penurunan angka stunting nasional . Kegiatan ini relevan dengan praktik kebidanan komunitas, di mana bidan berperan tidak hanya sebagai tenaga klinis, tetapi juga pendidik dan agen perubahan perilaku. Pendekatan Emotional Demonstration memberikan contoh konkret strategi edukasi yang efektif digunakan oleh bidan di lapangan untuk meningkatkan keterlibatan ibu hamil dalam P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. menjaga status gizi selama kehamilan. Selain itu, metode ini dapat dimasukkan dalam kegiatan rutin seperti kelas ibu hamil, kunjungan rumah, atau posyandu tematik dengan adaptasi KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berjudul Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Edukasi Gizi dan Penanganan Stunting dengan Pendekatan Emotional Demonstration telah dilaksanakan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Penerapan metode Emotional Demonstration (Emo Dem. terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan sikap ibu hamil terkait gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak masa Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan gizi, pemahaman tentang stunting, serta sikap positif terhadap konsumsi protein hewani pada ibu hamil setelah intervensi Selain itu, luaran yang ditargetkan, baik luaran wajib maupun luaran tambahan, telah tercapai sesuai dengan ketentuan, termasuk peningkatan pengetahuan masyarakat, media edukasi, publikasi, dan perolehan Hak Kekayaan Intelektual. Dengan demikian, pendekatan Emotional Demonstration dapat direkomendasikan sebagai metode edukasi yang efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan berpotensi untuk diintegrasikan dalam program pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat pelayanan primer. DAFTAR PUSTAKA