Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 342-347 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Pendidikan Remaja dalam Pencegahan Stunting melalui Pencegahan Pernikahan Dini di Pangkalan Jati. Cinere. Depok Maria Selvester Thadeus. Mila Citrawati. Tiwuk Susantiningsih. Yuni Setyaningsih. 1,2,3,. Fakultas Kedokteran. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jakarta. Indonesia e-mail : . mariaselvester@upnvj. ABSTRACT Early marriage remains prevalent within Indonesian society, posing multidimensional health and social Maturity required for marriage encompasses not only biological but also psychological, social, mental, and spiritual readiness. Early marriage has negative consequences for youth and future generations. Given its strong relation to local cultural traditions, the prevention of early marriage requires synergistic collaboration among the government, religious leaders, traditional figures, and the community. This community service program aimed to provide adolescents with a deeper understanding of the dangers of early marriage and reproductive health, as well as to educate on the link between early marriage and stunting in teenagers of Al Muhajirin Mosque Youth. Pangkalan Jati Cinere Depok. The activity was conducted as a preventive effort against early marriage and as a convergence strategy for stunting prevention in adolescents. The program consisted of three stages: data collection, counseling/socialization, and evaluation. Knowledge assessment was conducted through pre- and post-tests to measure participantsAo understanding of early marriage risks and stunting The results showed an increase in adolescent knowledge and awareness regarding the risks of early marriage and its relationship with stunting. This activity demonstrated that community-based education among youth groups can serve as an effective strategy to prevent early marriage and reduce stunting prevalence in the long term. Keywords: Adolescent reproductive health. Al Muhajirin Mosque Youth. Early marriage prevention. Stunting prevention. Youth empowerment. ABSTRAK Pernikahan dini masih marak terjadi di Indonesia, yang menimbulkan berbagai tantangan kesehatan dan sosial. Kedewasaan yang dibutuhkan untuk menikah tidak hanya mencakup kesiapan biologis, tetapi juga kesiapan psikologis, sosial, mental, dan spiritual. Pernikahan dini memiliki dampak negatif bagi kaum muda dan generasi mendatang. Mengingat kaitannya yang erat dengan tradisi budaya setempat, pencegahan pernikahan dini memerlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin. Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan pos-test untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang. Kata Kunci: Kesehatan reproduksi remaja. Pemberdayaan pemuda. Pencegahan pernikahan dini. Pencegahan stunting Remaja Masjid Al Muhajirin. DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 342-347 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index PENDAHULUAN Stunting masih menjadi masalah kesehatan dunia yang signifikan di banyak negara, termasuk Indonesia, dengan implikasi jangka pendek dan jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, kesehatan, dan produktivitas generasi yang akan datang. Upaya pencegahan stunting perlu melibatkan intervensi yang tidak hanya bersifat nutrisi-spesifik tetapi juga menyasar determinan sosial seperti pencegahan pernikahan dini dan kehamilan remaja melalui edukasi remaja dan pelatihan pada remaja Bukti global dan nasional menunjukkan hubungan antara pernikahan dini / kehamilan remaja terhadap risiko stunting pada anak yang lahir dari ibu muda. oleh karena itu intervensi edukasi yang menargetkan remaja untuk mencegah pernikahan dini merupakan komponen penting dalam strategi pencegahan stunting yang multisektoral dan dapat dilakukan oleh Perguruan Tinggi sebagai implementasi tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Stunting mempengaruhi permasalahan nutrisi global dan nasional yang memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, kapasitas kognitif, dan produktivitas masa depan seperti yang dipaparkan oleh WHO dan UNICEF. Langkah penting pencegahan stunting melalui intervensi nutrisi-spesifik saja sering tidak cukup. tetapi perlu juga disokong oleh faktor sosial budaya seperti edukasi pencegahan pernikahan dini juga menjadi determinan penting. Pernikahan dini tidak hanya mempengaruhi kesehatan reproduksi ibu muda, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan kronis pada anak-anak yang akan dilahirkan kelak. Oleh karena itu, pendekatan edukasi remaja putri sangat penting sebagai bagian dari strategi multisektoral untuk mencegah stunting di masyarakat yang di lakukan oleh Perguruan Tinggi. Desa Pangkalan Jati di Cinere (Depo. , memiliki tradisi sosial tersendiri dan risiko terjadinya pernikahan dini masih sangat tinggi dikarenakan stigma dan tingkat pengetahuan masyarakat yang masih sangat rendah. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosendosen dari Fakultas Kedokteran UPN AuVeteranAy Jakarta ini difokuskan pada remaja jamaah masjid setempat sebagai kelompok strategis untuk intervensi berbasis masyarakat. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mendeskripsikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan edukasi dan role-play dengan menggunakan metode penyuluhan dan Focus Group Discussion (FGD) dapat memberikan kontribusi dalam pencegahan pernikahan dini. Hasil kegiatan pengabdian, pembelajaran dari kegiatan edukasi remaja dalam upaya pencegahan pernikahan dini yang terkait dengan stunting di wilayah Desa Pangkalan Jati Cinere Depok bekerjasama dengan Remaja Masjid Al Muhajirin Depok. Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Pangkalan Jati. Cinere. Depok menargetkan kelompok pemuda Remaja Masjid AR 77 Al Muhajirin dengan tujuan meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi remaja, anatomi dan fisiologi alat reproduksi remaja, pentingnya planning pernikahan, psikologi pernikahan serta pentingnya menurunkan niat menikah dini, dan mengaitkannya secara spesifik dengan pencegahan stunting jika remaja yang belum siap menikah mempunyai keturunan. Pendekatan pendidikan komunitas melalui edukasi kepada remaja dipilih karena dapat meningkatkan peranan edukasi dan pendidikan, intervensi berbasis komunitas dapat mengurangi kejadian pernikahan dini dan memperbaiki outcome kesehatan ibu dan anak bila diintegrasikan dalam upaya sistemik. METODE Kegiatan dilaksanakan di Desa Pangkalan Jati. Kecamatan Cinere. Kota Depok. Jawa Barat. Lokasi ini dipilih sesuai dengan studi pendahuluan sebelumnya bahwa di Desa Pangkalan Jati Cinere Depok masih banyak kasus stunting dan salah satu cara pencegahan stunting adalah dengan pemberdayaan masyarakat setempat melalui peran aktif masyarakat dengan melibatkan pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna masjid Al Muhajirin Desa Pangkalan Jati Cinere Depok. Sasaran utama adalah remaja putri / putra yang tergabung dalam komunitas Masjid Al Muhajirin . umlah peserta n = . Kegiatan pengabdian ini disusun berbasis model tiga tahap: . pengumpulan data awal . dentifikasi sasaran dan baseline pengetahua. , . penyuluhan/edukasi dan dialog interaktif, serta . refleksi dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test sederhana untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap melalui Focus Group Discussion. Intervensi dilaksanakan selama kegiatan penyuluhan dengan dialog interaktif dan role-play secara langsung dengan peserta DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 342-347 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index kegiatan pengabdian yang dilakukan di masjid Al Muhajirin sebagai fasilitas komunitas setempat. Materi edukasi mencakup definisi pernikahan dini, dampak kesehatan . ermasuk kaitannya dengan stuntin. , hak reproduksi remaja, strategi pencegahan, serta rujukan layanan kesehatan dan dukungan Metode pembelajaran memadukan ceramah singkat, diskusi kelompok terfokus, permainan peran . ole-pla. , dan distribusi bahan edukasi cetak berupa leaflet dan booklet. Pengumpulan data awal meliputi demografi peserta . sia, status sekolah/kerj. , pengetahuan dasar tentang reproduksi dan stunting, serta niat terhadap pernikahan dini. Evaluasi menggunakan instrumen valid sederhana . uesioner pre/pos. yang menilai pengetahuan . dan niat/niat Analisis dilakukan secara deskriptif. berupa butir-butir pertanyaan dan perubahan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan digambarkan sebagai indikator dampak edukasi jangka pendek. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan berbasis komunitas, sehingga tidak semua aspek diuji secara eksperimental, karena tujuan utamanya adalah peningkatan kapasitas dan pendorong tindakan lanjutan dan diskusi mendalam dengan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Evaluasi . ost-tes. & refleksi: setelah sesi edukasi, peserta mengisi kembali kuesioner yang sama untuk menilai perubahan skor pengetahuan dan pemahaman, serta diadakan refleksi kelompok tentang komitmen remaja terhadap pernikahan dini dan pencegahan stunting. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja mengenai bahaya pernikahan dini dan kesehatan reproduksi, serta mengedukasi mengenai hubungan antara pernikahan dini dan stunting pada remaja Masjid Al Muhajirin. Pangkalan Jati Cinere Depok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pencegahan terhadap pernikahan dini dan sebagai strategi konvergensi untuk pencegahan stunting pada remaja. Program ini terdiri dari tiga tahap yaitu pengumpulan data, konseling/sosialisasi, dan evaluasi. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta mengenai risiko pernikahan dini dan pencegahan stunting. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini serta hubungannya dengan stunting. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis masyarakat di kalangan kelompok remaja dapat menjadi strategi yang efektif untuk mencegah pernikahan dini dan mengurangi prevalensi stunting dalam jangka panjang. Pada kegiatan pengabdian ini dilakukan analisis item soal pertanyaan pada pre-test dan hasilnya di sajikan dalam Tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Analisis butir soal kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pencegahan stunting pada remaja putri Parameter Nilai Rata-rata Nilai Rata-rata Peningkatan Pre-test Post-test Rata-rata skor total . %) Soal termudah No. 1 & 5 Ai Tingkat penguasaan awal tinggi Soal tersulit No. Ai Materi teknis gizi perlu diperkuat Daya pembeda terbaik No. 4 & 10 Ai Sangat efektif mengukur perubahan pemahaman Reliabilitas (KR-20. Ai Reliabel . estimasi kasa. Sumber: Diolah oleh Peneliti, 2026 Setelah pelaksanaan program, observasi lapangan dan hasil evaluasi pre/post menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai risiko pernikahan dini dan kaitannya dengan gangguan pertumbuhan anak . , serta peningkatan kesadaran tentang pentingnya menunda pernikahan hingga usia matang secara fisik, psikologis, dan sosial. Peserta melaporkan pemahaman yang lebih baik tentang layanan kesehatan reproduksi remaja dan rencana untuk melanjutkan pendidikanAidua faktor yang terkait dengan penurunan risiko pernikahan dini. Secara kualitatif. DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 342-347 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index fasilitator mencatat peningkatan partisipasi diskusi dan munculnya inisiatif lokalAimis. kelompok Peer-educator di kalangan remaja masjid, seperti digambarkan dalam tabel 2 dibawah ini: Tabel 2. Analisis butir soal benar dan salah Topik Soal Peningkatan Benar Benar PrePosttest Pengertian 20% Batas usia menikah (UU 16/2. Penyebab 37% Hubungan 43% Pengertian 16% Dampak 33% Upaya 32% Indikator 30% WHO untuk Pentingnya 25% 10 Peran Analisis Hampir semua peserta sudah paham definisi, edukasi memperkuat konsep hukum dan agama Banyak peserta belum tahu aturan usia minimal menikah sebelum pelatihan Edukasi efektif mengubah pemahaman sosialAeekonomi remaja Soal dengan peningkatan tertinggi. materi ini sangat baru bagi peserta Sebagian sudah tahu, namun sekarang paham definisi medisnya Peserta memahami dampak terhadap pendidikan dan ekonomi Edukasi meningkatkan kesadaran tindakan preventif Soal paling sulit. peserta kesulitan membedakan faktor gizi & indikator Meningkatkan sikap positif terhadap edukasi kesehatan Pemahaman meningkat setelah diskusi peran tokoh dan pemerintah Sumber: Diolah oleh Peneliti, 2026 Temuan ini sejalan dengan literatur yang menunjukkan bahwa intervensi pendidikan dan peningkatan akses pendidikan bagi remaja dapat mengurangi kecenderungan menikah dini dan memperbaiki outcome kesehatan generasi berikutnya. Namun, efek jangka panjang pada penurunan stunting memerlukan intervensi berkelanjutan dan keterlibatan lintas sektor . esehatan, pendidikan, agama, kebijakan sosia. serta pemantauan jangka panjang untuk melihat dampak pada angka kehamilan remaja dan status gizi anak. Bukti tinjauan sistematik dan kajian multisektoral menekankan perlunya kombinasi pendekatanAinutrisi-spesifik plus intervensi sensitif sosialAiuntuk menurunkan prevalensi stunting secara signifikan. Analisis menunjukkan edukasi berhasil meningkatkan pemahaman dasar peserta mengenai bahaya pernikahan dini dan implikasinya terhadap kesehatan reproduksi dan pertumbuhan anak Perubahan Sikap / Komitmen. Diskusi reflektif mengungkap bahwa setelah edukasi DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 342-347 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index banyak peserta menyatakan keinginan untuk menunda menikah hingga usia matang . isik, sosial. Beberapa peserta mengusulkan pembentukan AuPeer-educatorAy remaja di Masjid Al Muhajirin agar edukasi terus disebarkan ke teman sebaya. Keterbatasan & Implikasi. Meskipun ada peningkatan pengetahuan yang signifikan, beberapa hambatan tetap muncul: tekanan sosial / tradisi setempat yang mendukung pernikahan dini, waktu terbatas sesi edukasi, serta belum ada tindak lanjut jangka panjang. Artikel ini membahas bahwa untuk menghasilkan perubahan perilaku nyata . enunda pernikahan / menurunkan angka stuntin. diperlukan intervensi lanjutan, monitoring jangka panjang, dan kolaborasi lintas sektoral . esehatan, pendidikan, lembaga keagamaa. Berdasarkan literatur terkini, intervensi edukasi remaja memiliki potensi tetapi efektivitasnya lebih tinggi jika dikombinasikan dengan dukungan kebijakan, program ekonomi keluarga, akses layanan kesehatan reproduksi, dan sistem rujukan lokal. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Kegiatan edukasi remaja di Desa Pangkalan Jati menunjukkan bahwa pendekatan pengabdian berbasis komunitas dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting. Untuk mencapai pengaruh yang bermakna terhadap angka stunting, edukasi harus menjadi bagian dari strategi multisektoral yang mencakup kebijakan pendidikan, dukungan ekonomi keluarga, akses layanan kesehatan reproduksi remaja, dan keterlibatan tokoh agama serta pemangku kepentingan lokal. SARAN Mengembangkan program lanjutan berbasis Peer-educator agar edukasi terus berjalan secara Melibatkan tokoh masyarakat / agama / sekolah secara lebih intensif untuk memperkuat nilai dan norma yang mendukung penundaan pernikahan dini. Menjalin kemitraan dengan dinas kesehatan atau layanan reproduksi remaja agar edukasi diarahkan ke layanan nyata . onseling, rujuka. Melakukan monitoring jangka panjang . Ae12 bulan atau lebi. untuk melihat efek perilaku . isalnya penundaan pernikahan, kehamilan remaj. dan outcome gizi anak . Menyempurnakan modul edukasi dengan menyesuaikan kultur lokal dan memasukkan elemen digital / media sosial agar menarik bagi remaja. DAFTAR PUSTAKA