JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 Juli 2025 Hal. Pembentukan Karakter Melalui Pelatihan Pengolahan Ulang Barang Bekas di Panti Asuhan An-Nuur Yohamintin1*. Suharjuddin2. Fara Diba Catur Putri3. Yayah Huliatunisa4. Ahmad Hafidh Alkaf5. Ella Yanova6 1,2,3,5,6Universitas Bhayangkara Jakarta Raya. Indonesia Jl. Harsono RM No 67 Ragunan. Pasar Minggu. Jakarta Selatan. DKI Jakarta. Indonesia 12550 4Universitas Muhammadiyah Tangerang. Indonesia Jl. Perintis Kemerdekaan. No. I / 33. Cikokol. Tangerang. Kec. Tangerang. Kota Tangerang. Prov. Banten. Indonesia 15117 *Alamat korespondensi: yohamintin@dsn. (Diterima: 12-6-2025. Direvisi: 9-7-2025. Dipublikasi: 28-7-2. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pengembangan karakter mandiri, kreativitas dan potensi diri anak-anak di Panti Asuhan An-Nuur, dimana karakter yang tangguh menjadi kebutuhan bagi anak bangsa. Program ini melibatkan 27 anak berusia 10-13 tahun dengan fokus pada pengolahan ulang barang bekas untuk lingkungan hidup. Metode yang digunakan adalah metode pemberian informasi dengan sosialisasi dan pelatihan praktik. Hasil pengabdian menunjukan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran diri dan rasa percaya diri pada anak-anak panti. Mereka belajar untuk mengatasi rasa sedih, saling mendukung, dan memiliki motivasi yang lebih kuat untuk meraih cita-cita, yang ditunjukan dari hasil evaluasi kegiatan anak-anak sangat antusias . %), kegiatan berjalan lancar . %), memberikan manfaat bagi anak-anak . %), dan direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin . %). Selain itu, program ini berhasil mengembangkan keterampilan kreativitas anak-anak dalam membuat pot tanaman dari barang bekas. Mereka menunjukkan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim, berkomunikasi secara efektif, dan bertanggung jawab dalam merawat tanaman dengan memanfaatkan prodak reuse. Program ini memberikan dampak jangka panjang berupa peningkatan kesadaran lingkungan dan pelestarian alam. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti rendahnya kepercayaan diri pada awal kegiatan, secara keseluruhan program pengabdian ini berhasil mencapai tujuannya. Kegiatan ini memberikan pengalaman positif bagi anak-anak panti, membantu mereka membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, dan menumbuhkan kepedulian terhadap This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kata Kunci: pengembangan diri, kreativitas, pengabdian masyarakat, reuse. Abstract This community service activity focuses on developing independent character, creativity and self-potential of children at the An-Nuur Orphanage, where strong character is a necessity for the nation's children. This program involves 27 children aged 10-13 years with a focus on recycling used goods for the environment. The method used is the method of providing information with socialization and practical training. The results show that this activity has succeeded in increasing self-awareness and self-confidence in the children at the orphanage. They learn to overcome sadness, support each other, and have a stronger motivation to achieve their goals, which is shown by the results of the evaluation of the activities, the children were very enthusiastic . %), the activities ran smoothly . %), provided benefits for the children . %), and were recommended to be carried out routinely . %). In addition, this program has succeeded in developing children's creativity skills in making plant pots from used goods. They demonstrate the ability to work together in a team, communicate effectively, and be responsible in caring for plants by utilizing reused products. This program has a long-term impact in the form of increasing environmental awareness and nature conservation. Although there were several challenges such as low self-confidence at the beginning of the activity, overall this community service program succeeded in achieving its goals. This activity provides a positive experience for the children at the orphanage, helping them build self-confidence, develop creativity, and foster concern for the environment. Keywords: Self Development. Creativity. Community Service, reuse, resilience Pendahuluan Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat diberikan oleh individu maupun kelompok kepada lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga sebagai sarana bagi para peserta, khususnya mahasiswa, untuk mengembangkan kepekaan sosial serta meningkatkan keterampilan dalam bekerja sama dan berkontribusi bagi sesama. Salah satu sasaran penting dalam kegiatan pengabdian masyarakat adalah panti asuhan, yang merupakan tempat bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan akses terhadap berbagai sumber daya, baik dalam aspek pendidikan, sosial, maupun emosional (Murdiono et al. Anak-anak di panti asuhan sering menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan mereka. Tidak hanya dari segi emosional akibat kehilangan keluarga inti, tetapi juga dalam aspek sosial dan pendidikan yang dapat mempengaruhi perkembangan mereka di masa depan. Oleh karena itu, program yang dirancang untuk membantu mereka mengenali dan mengembangkan potensi diri menjadi sangat penting. Pengabdian ini bertujuan untuk berkolaborasi dan menyinergikan kinerja dosen serta mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan sosial di masyarakat. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat sebagai wujud nyata dari kepedulian civitas akademika terhadap kelompok yang Mengenal dan memahami diri sendiri merupakan pondasi penting dalam perkembangan individu. Pemahaman yang baik tentang diri sendiri memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan yang dimiliki, menetapkan tujuan yang realistis, serta mengembangkan strategi untuk mencapai tujuan tersebut (Nissa et al. , 2. Bagi anak-anak panti asuhan, kemampuan ini sangat penting agar mereka dapat tumbuh dengan kepercayaan diri dan memiliki keterampilan yang cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan. Pengembangan diri mencakup berbagai aspek, seperti keterampilan sosial, kemampuan akademik, serta keterampilan hidup yang akan membantu mereka dalam membangun masa depan yang lebih baik (Burhamzah et al. , 2. Dalam kegiatan pengabdian ini, mahasiswa berperan aktif sebagai bagian dari proyek pengembangan potensi diri, dengan mengoptimalkan daya lenting . , kreativitas, inovasi, kemandirian, serta rasa syukur dalam diri mereka. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran bagi anak-anak panti asuhan, tetapi juga mendapatkan manfaat berupa peningkatan kesadaran sosial dan empati terhadap kelompok yang lebih rentan. Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyinergikan keberadaan dan peran mereka dalam masyarakat melalui aksi Keterbatasan yang dihadapi oleh anak-anak di panti asuhan tidak hanya dalam aspek materi, tetapi juga dalam aspek psikologis dan sosial. Mereka sering kali menghadapi kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar karena kurangnya perhatian individu, minimnya dukungan emosional, serta terbatasnya kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka (Ibda, 2. Dengan adanya program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengenalan dan pengembangan diri, diharapkan anak-anak panti asuhan dapat memperoleh bekal yang cukup untuk menghadapi kehidupan dengan lebih percaya diri dan Selain memberikan manfaat bagi anak-anak panti asuhan, program ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam situasi nyata. Melalui interaksi langsung dengan anak-anak, mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang permasalahan sosial yang ada di sekitar mereka serta merancang solusi yang tepat guna. Dengan demikian, program pengabdian ini bukan hanya sekadar bentuk kepedulian, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang dapat membentuk karakter dan pola pikir mahasiswa sebagai calon pemimpin di masa depan. Secara keseluruhan, pengabdian masyarakat di panti asuhan bukan hanya memberikan manfaat bagi anak-anak yang terlibat, tetapi juga bagi mahasiswa dan dosen yang berpartisipasi dalam program ini. Pengabdian ini menonjolkan E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adanya sinergi antara akademisi dan masyarakat, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih luas, baik dalam aspek pendidikan, sosial, maupun kesejahteraan emosional anak-anak di panti asuhan (Rozi et al. , 2. Metode Metode yang digunakan dalam pelatihan kegiatan ini yaitu metode pemberian informasi ke sasaran penelitian, dengan pelatihan membuat kreativitas pot dan belajar menanam tanaman herbal pada anak-anak dari Panti Asuhan An-Nuur. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 09 Juni 2024 dan dilakukan selama 1 hari. Penjualan Barang Bekas Pelaksanaan Kegiatan Sesi Refleksi dan Diskusi Penjualan Takjil Pengumpulan dan Pemilahan Barang Bekas Evaluasi Kegiatan Penilaian Awal Penyusunan Program Analisis Hasil dan Pelaporan Gambar 1. Tahapan Kegiatan Pengabdian Persiapan dan Perencanaan Kegiatan diawali dengan pengumpulan barang bekas yang sudah tidak terpakai oleh mahasiswa dari lingkungan rumah masing-masing, yang kemudian dijual kepada pengepul. Hasil dari penjualan tersebut dihimpun sebagai modal awal untuk mendukung kegiatan selanjutnya. Modal yang telah diperoleh digunakan untuk menjalankan usaha penjualan takjil, yang dipilih sebagai bentuk kegiatan kewirausahaan karena bertepatan dengan bulan Ramadhan. Selanjutnya, dilakukan asesmen awal melalui kunjungan ke panti asuhan guna menilai kondisi serta kebutuhan anak-anak, dengan metode wawancara bersama pengurus dan observasi langsung. Berdasarkan hasil asesmen, disusun rencana kegiatan yang mencakup jadwal, materi, dan metode yang akan diterapkan, serta persiapan alat dan bahan yang berasal dari barang bekas. Sebagai bagian dari tahap persiapan, dilakukan pula pengumpulan dan pemilahan barang bekas yang masih dapat dimanfaatkan, seperti botol plastik, paralon, dan kain perca. Evaluasi Kegiatan Evaluasi dilakukan E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat keterampilan kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta perubahan dalam sikap dan rasa percaya diri anak-anak. Untuk menilai dampak kegiatan, digunakan metode evaluasi yang terdiri dari wawancara dan observasi, yang memungkinkan pengumpulan data secara mendalam mengenai perkembangan yang terjadi pada anak-anak selama pelaksanaan program. Analisis dan Pelaporan Data yang diperoleh dari evaluasi dianalisis untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan kegiatan yang telah dilaksanakan. Analisis ini bertujuan untuk menilai efektivitas program serta mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu Setelah proses analisis selesai, disusun laporan kegiatan yang mencakup seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi, serta hasil yang diperoleh. Laporan ini disusun secara sistematis guna mendokumentasikan temuan dan memberikan rekomendasi untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Hasil dan Pembahasan Pengembangan diri dan keterampilan kreativitas bagi anak-anak di panti asuhan merupakan aspek fundamental dalam mendukung tumbuh kembang mereka serta membantu mereka mencapai potensi maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada aspek ini memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman edukatif dan membangun kepercayaan diri anak-anak. Tabel 1. Evaluasi Kegiatan Pengabdian Parameter Indikator Penilaian Antusiasme Anakanak Tingkat partisipasi aktif dan keterlibatan dalam kegiatan. Kegiatan berjalan sesuai Kelancaran rencana tanpa kendala Kegiatan Peningkatan keterampilan Manfaat bagi Anakkreativitas dan kepercayaan Rekomendasi Saran untuk pelaksanaan Keberlanjutan kegiatan secara rutin. Skala Penilaian (%) Hasil (%) Interpretasi 0 - 100 Sangat Baik 0 - 100 Baik 0 - 100 Baik 0 - 100 Sangat Direkomendasikan Tabel 1 menunjukkan tingkat positif dari berbagai aspek yang dinilai berdasarkan wawancara dengan pemilik Panti Asuhan An-Nuur. Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias . %), kegiatan berjalan lancar . %), memberikan manfaat bagi anak-anak . %), dan direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin . %). Kegiatan pengabdian ini memberikan impact positif bagi anak-anak yang notabene generasi muda penerus bangsa, dimana kegiatan ini membentuk karakter yang kreatif, mandiri dan inovatif serta membangkitkan semangat resilience bagi peserta abdimas. E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pentingnya resilience anak dikembangkan sejak dini agar menjadi manusia yang berdaya guna dan memiliki daya juang dalam menghadapi kehidupan (Do et al. , 2022. Masten, 2. Anak-anak adalah generasi penerus yang akan menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dalam kehidupan mereka. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk dibekali dengan kemampuan resilience atau ketahanan mental sejak usia Resilience merupakan kemampuan untuk menghadapi, beradaptasi, dan bangkit kembali setelah menghadapi kesulitan. Kemampuan ini tidak hanya penting dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari, tetapi juga merupakan fondasi utama dalam mengembangkan kemandirian dan kreativitas anak (Ashri et al. , 2024. Shaifudin & Naimah, 2. Kegiatan pengabdian ini membentuk sikap resilience guna membantu anak-anak dalam menghadapi tekanan dan tantangan hidup, baik itu dari faktor internal seperti perasaan cemas dan takut, maupun faktor eksternal seperti perubahan lingkungan atau masalah sosial. Anak yang memiliki ketahanan mental yang baik lebih mampu mengelola stres, menghadapi kegagalan dengan lebih positif, dan mengembangkan solusi kreatif untuk masalah yang mereka hadapi. Selain itu, anak yang resilient cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi, yang merupakan elemen penting dalam pembentukan identitas diri yang sehat. Pentingnya mengembangkan resilience sejak dini tak bisa dipandang sebelah mata. Anak-anak yang dibekali dengan ketahanan mental akan mampu menanggulangi stres dan masalah yang datang, yang tentunya sangat penting di dunia yang semakin kompleks dan penuh tekanan ini. Oleh karena itu, pendidikan yang menekankan pada pengembangan resilience sejak dini akan sangat membantu anak-anak dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan (Burhamzah et al. , 2023. Yohamintin. Gambar 2. Produk Kegiatan Pengabdian Masyarakat Membuat kerajinan yang berfokus pada kepedulian lingkungan alam dengan menggunakan bahan bekas menjadi kerajinan/prodak yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar yang berdampak pada peningkatan life skill anak (Yohamintin et E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat , 2. Hal serupa dapat ditemukan pada kegiatan pengabdian yang menitikberatkan pada penguatan human resource generasi muda, dimana dalam kondisi bagaimanapun tak mengenal keterbatasan fisik tetap megikuti perubahan zaman dengan berkarya serta berinovasi memperhatikan alam, kehiduan sosial dan teknologi yang ada (Martoyo et al. , 2024. Setyahuni et al. , 2. Adapun bentuk produk dari kegiatan ini dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Panti An-Nuur Berdasarkan evaluasi dari kegiatan yang dilakukan, pemilik Panti Asuhan An-Nuur menyampaikan bahwa kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan dampak positif yang signifikan. Anak-anak terlihat antusias dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik hingga selesai. Selain itu, pemilik panti juga menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya berjalan lancar tetapi juga memberikan manfaat yang nyata bagi perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengadakan kegiatan serupa secara rutin di panti asuhan atau lingkungan sejenis agar anak-anak dapat terus memperoleh bimbingan yang berkelanjutan dalam aspek pengembangan diri dan kreativitas mereka. Simpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan An-Nuur, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan pengolahan ulang barang bekas menjadi pot tanaman memberikan dampak positif bagi anak-anak panti. Program ini berhasil meningkatkan kesadaran diri, kepercayaan diri, serta keterampilan kreativitas mereka. Anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan, dengan tingkat partisipasi mencapai 95%. Dengan adanya kegiatan ini, anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan praktis dalam mendaur ulang barang bekas, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga Dampak jangka panjang dari kegiatan ini adalah peningkatan kepedulian anak-anak terhadap lingkungan serta kemampuan mereka dalam mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan efektivitas program serupa di masa depan, terdapat beberapa rekomendasi yang perlu Pertama, variasi kegiatan perlu ditingkatkan dengan menambahkan E-ISSN : 2614-6711 http://ejournal. id/ejurnal/index. php/abdimas JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbagai jenis keterampilan kreatif lainnya, seperti seni lukis, kerajinan tangan, atau proyek berbasis sains sederhana. Hal ini bertujuan agar anak-anak semakin termotivasi dan mendapatkan pengalaman yang lebih beragam. Selain itu, pengintegrasian teknologi dalam kegiatan, misalnya dengan mendokumentasikan hasil karya mereka secara digital, dapat meningkatkan rasa bangga dan kepercayaan diri anak-anak. Kedua, pelaksanaan program ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak-anak dapat terus mendapatkan bimbingan dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan hidup mereka. Untuk itu, kerja sama dengan lebih banyak pihak, seperti lembaga pendidikan dan komunitas kreatif, sangat diperlukan guna memberikan pelatihan yang lebih variatif dan Daftar Pustaka