P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 MANAJEMEN GURU KELAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI AKADEMIK SISWA KELAS IV SDN 3 BURNAI MULYA OKU TIMUR 123IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Oleh: 1 Ririn Meirina, 2Sukron Hidayat, 3Moh Adzkiyaunuha Email: sukonhidayat1@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan manajemen guru kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa serta mengidentifikasi faktor penghambat yang dihadapi di Kelas IV SDN 3 Burnai Mulya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi guru kelas IV dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulia meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang dilakukan secara sistematis. Guru menerapkan metode pembelajaran bervariasi seperti diskusi, kerja kelompok, dan penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan minat belajar siswa. Faktor penghambat yang ditemukan meliputi kurangnya dukungan orang tua, keterbatasan media pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, serta kondisi lingkungan belajar yang kurang kondusif. Upaya guru untuk mengatasi hambatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan orang tua, memanfaatkan media sederhana, pemberian bimbingan khusus, serta penegakan aturan kelas secara konsisten. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa manajemen guru kelas memiliki peran penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Disarankan kepada pihak sekolah untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana, meningkatkan keterlibatan orang tua, dan memberikan pelatihan manajemen kelas kepada guru. Kata Kunci: Manajemen Guru Kelas. Prestasi Akademik Siswa Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae 88 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam sistem pendidikan, guru memiliki peran yang sangat strategis karena merupakan ujung tombak dari proses pembelajaran di sekolah. Salah satu bentuk manajemen pendidikan yang cukup signifikan pengaruhnya terhadap prestasi akademik siswa adalah manajemen guru kelas. Adanya pendidikan bertujuan untuk mencapai manusia yang ideal atau yang dicita citakan. Pendidikan berfungsi mengembangkan dimensi-dimensi kemanusiaan sehingga manusia bisa berkembang secara Manusia seperti ini akan mudah bergaul dengan siapa saja, dimana saja, dan dalam pekerjaan apa saja, serta akan mencapai kebahagiaan dunia dan Karena pedidikannya tidak hanya untuk kebutuhan hidup di dunia, tetapi pendidikan yang meningkatkan derajat keimanan, ketakwaan, dan beribadah kepada Allah SWT. 1 Manajemen ini meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pembelajaran serta pengelolaan lingkungan kelas yang kondusif untuk belajar. Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam membentuk generasi yang berkualitas, baik dari segi akademik maupun non akademik. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran penting dalam membina peserta didik agar mampu berkembang secara optimal. 3 Manajemen guru kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, dan pengawasan kegiatan belajar mengajar yang bertujuan meningkatkan prestasi akademik Syafril. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Depok: Kencana, 2. , h. Wina Sanjaya. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2. , h. 98Ae102. Sagala. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 72 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Dengan manajemen yang baik, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga siswa menjadi lebih termotivasi dan Tujuan manajemen peserta didik ialah mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik, kegiatan tersebut menunjang proses pembelajaran di lembaga pendidikan . lebih lanjut proses pembelajaran tersebut dapat berjalan lancar, tertib dan teratur sehingga dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan secara keseluruhan. Sedangkan fungsi dari manajemen peserta didik ialah sebagai wahana bagi peserta didik untuk mengembangkan diri seoptimal mungkin, baik berkenaan dengan segi segi individualitasnya, segi sosial, aspirasi, kebutuhan dan segi potensi peserta didik lainnya. Namun, dalam praktiknya, masih banyak ditemui kendala yang menyebabkan manajemen guru kelas belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa. Faktor-faktor seperti kurangnya koordinasi antara guru mata pelajaran, minimnya pelatihan manajerial bagi guru, serta keterbatasan sarana dan prasarana menjadi penghambat utama dalam penerapan manajemen kelas yang maksimal. 6 Hal ini terlihat dari variasi hasil belajar siswa, khususnya pada tingkat kelas IV, yang menunjukkan adanya ketimpangan dalam pencapaian standar kompetensi yang ditetapkan. SDN 3 Burnai Mulya merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas belajar siswa. Namun, masih ditemukan beberapa kendala dalam pencapaian prestasi akademik secara merata di kalangan siswa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Hasibuan. Manajemen Pendidikan: Teori. Praktik, dan Riset, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Suwardi. Manajemen Peserta didik, (Yogyakarta: Gava Media, 2. Suharsaputra. Manajemen Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. 123Ae127. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 73 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 bagaimana guru kelas mengelola kelasnya dalam meningkatkan prestasi akademik, serta apa saja faktor yang menjadi hambatannya. SDN 3 Burnai Mulya sebagai lembaga pendidikan yang memiliki tantangan dalam meningkatkan prestasi peserta didik. Sekolah ini perlu menerapkan manajemen peserta didik yang efektif untuk mencapai tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh sekolah dalam mengelola peserta didik. Kurikulum yang relevan dan inovatif merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan prestasi siswa. II. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian lapangan . ield researc. yang bersifat Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cendrung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. 7 Penelitian kualitatif lebih menekankan padai quality atau hal terpenting suatu barang atau jasa. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami dan menggambarkan fenomena secara mendalam berdasarkan fakta yang terjadi dilapangan. Pendekatan deskriptif digunakan untuk menggambarkan bagaimana pelaksanaan dan apa saja faktor penghambat guru kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas IV SDN 3 Burnai Mulya. Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha memperoleh data yang bersifat alami . atural settin. dengan mengutamakan makna dan pemahaman terhadap objek yang diteliti. PEMBAHASAN Pelaksanaan manajemen guru kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas IV SDN 3 Burnai Mulya Jamaluddin Ahmad. Metode Penelitian Administrasi Publik Teori dan Aplikasi, (Yogyakarta: Gava Media, 2. , h. Djuanidi Gony & Fauzan Almanshur. Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Ar Ruzz Media, 2. , h. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 74 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, pelaksanaan manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulia menunjukkan adanya peran aktif guru dalam mengatur proses pembelajaran secara sistematis dan kondusif. Guru kelas tidak hanya mengajar, tetapi juga mengelola seluruh komponen kelas mulai dari penataan lingkungan fisik, waktu belajar, perilaku siswa, hingga strategi pembelajaran. Pelaksanaan manajemen ini secara langsung berpengaruh terhadap peningkatan prestasi akademik siswa, baik dari segi hasil ulangan harian maupun kenaikan nilai rata-rata kelas. Temuan ini sejalan dengan pendapat Mulyasa yang menyatakan bahwa manajemen kelas merupakan kemampuan guru dalam menciptakan dan mempertahankan suasana belajar yang optimal bagi siswa. Guru yang mampu mengelola kelas dengan baik akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif, sehingga siswa dapat mencapai prestasi secara Dalam pelaksanaan manajemen kelas, guru di SDN 3 Burnai Mulya menerapkan beberapa komponen penting seperti: Pengaturan Ruang Kelas Berdasarkan hasil penelitian di SDN 3 Burnai Mulia, pengelolaan ruang kelas yang dilakukan guru kelas IV mencakup penataan tempat duduk, penggunaan media pembelajaran, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif. Temuan ini dilakukan oleh Rahmawati Salihin Putri dan Asep Kurniawan juga menekankan bahwa manajemen kelas yang mencakup penataan ruang, penegakan disiplin, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif secara signifikan meningkatkan efektivitas Observasi manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulya OKU Timur, 07 Agustus 2025 Rahmawati Salihin Putri dan Asep Kurniawan. AuManajemen Kelas dalam Peningkatan Efektivitas Pembelajaran,Ay Jurnal Publikasi Manajemen Informatika https://journalcenter. org/index. php/jupumi/article/view/4209?utm_source. Diakses 08 Agustus 2025 Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 75 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 12 Dilakukan dengan cara menata tempat duduk secara berkelompok agar siswa lebih mudah bekerja sama dan berdiskusi. Penataan tempat duduk diatur secara fleksibel menyesuaikan kebutuhan pembelajaran. Misalnya, saat diskusi kelompok, guru mengatur kursi membentuk lingkaran atau kelompok kecil, sedangkan untuk kegiatan yang memerlukan fokus individu, posisi kursi kembali ke formasi baris Penataan fisik kelas harus memperhatikan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta jenis kegiatan yang akan dilakukan. Selain itu, guru memanfaatkan media pembelajaran yang beragam, seperti poster, peta, kartu kata, hingga alat peraga buatan sendiri. Media pembelajaran dapat meningkatkan perhatian, motivasi, serta pemahaman siswa terhadap materi. Penggunaan media visual di kelas IV terbukti mampu menarik minat siswa dan memudahkan mereka memahami konsep yang sulit, terutama pada mata pelajaran seperti IPA dan Matematika. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan ruang kelas di kelas IV SDN 3 Burnai Mulya sudah berjalan cukup baik dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru tidak hanya menata ruang kelas dengan rapi, tetapi juga menerapkan aturan dan menjalin interaksi positif dengan siswa sehingga suasana belajar menjadi lebih nyaman. Meskipun demikian, masih ada beberapa hambatan yang perlu diperhatikan, seperti keterbatasan media pembelajaran yang sifatnya permanen dan kurangnya variasi dalam metode pembelajaran yang Untuk itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penyediaan sarana yang lebih lengkap serta penerapan metode belajar yang lebih Dengan langkah-langkah tersebut, efektivitas pengelolaan kelas Mulyasa. Manajemen Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 76 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 dapat semakin meningkat dan diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa secara berkelanjutan. Pengelolaan Waktu Pembelajaran Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, guru kelas IV di SDN 3 Burnai Mulia telah memanfaatkan waktu pembelajaran dengan cukup Setiap pertemuan dimulai dengan kegiatan pembukaan seperti salam, doa, dan apersepsi, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi, latihan soal, dan diakhiri dengan refleksi singkat. Guru berusaha memastikan bahwa alokasi waktu sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala yang membuat alokasi waktu terkadang kurang maksimal, seperti siswa yang terlambat hadir, perbedaan kecepatan belajar antar siswa, dan adanya kegiatan sekolah mendadak. Untuk mengatasi hal tersebut, guru menerapkan strategi seperti memberikan tugas rumah tambahan, memanfaatkan waktu istirahat untuk bimbingan singkat, dan menggunakan metode pembelajaran yang variatif agar waktu dapat dimanfaatkan secara optimal. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan waktu pembelajaran yang baik akan membantu guru mencapai tujuan pembelajaran secara efektif, di mana setiap menit dalam proses belajar harus diarahkan pada kegiatan yang bermakna dan relevan bagi siswa. Dengan pengelolaan waktu yang terencana, guru dapat menciptakan suasana belajar yang lebih terarah dan produktif dan dilaksanakan melalui jadwal kegiatan belajar yang disiplin, seperti pembukaan pelajaran, kegiatan inti, dan penutup. Pengelolaan Perilaku Siswa Guru kelas IV SDN 3 Burnai Mulia menerapkan pengelolaan perilaku siswa melalui pendekatan preventif, korektif, dan edukatif. Pendekatan ini mencakup pengenalan aturan pada awal tahun ajaran. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 77 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 peneguran secara bijaksana pada pelanggaran, hingga pemberian penghargaan atas perilaku positif. Strategi ini berhasil menciptakan suasana kelas yang kondusif, siswa menjadi lebih disiplin, dan pembelajaran pun lebih fokus. Praktik ini sangat sejalan dengan pendekatan manajemen kelas di Indonesia yang menekankan pentingnya penguatan positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif, seperti pujian, reward simbolis, atau apresiasi terbuka berpengaruh signifikan dalam membangun lingkungan kelas yang kondusif dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Pendekatan lain yang relevan adalah Choice Theory karya William Glasser, yang menekankan pentingnya tanggung jawab siswa atas perilaku mereka dalam suasana belajar yang suportif. Di Indonesia, pendekatan semacam ini diaplikasikan melalui model classroom meeting, sebuah metode manajemen kelas yang mendorong dialog terbuka, penghargaan, dan tanggung jawab bersama. 13 Dilakukan dengan pemberian aturan yang tegas serta penerapan reward dan punishment yang konsisten. Strategi Pembelajaran Guru kelas IV di SDN 3 Burnai Mulia menerapkan berbagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Salah satunya adalah trategi pembelajaran aktif . ctive learnin. yang mengajak siswa terlibat langsung dalam proses belajar, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan praktik langsung. Menurut Zaini, dkk dalam bukunya, strategi keterampilan berpikir kritis pada siswa. William Glasser. Buku Pengelolaan Kelas, bab Model Penyelesaian Masalah dengan Individu Siswa, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Hisyam Zaini. Bermawy Munthe, dan Sekar Ayu Aryani. Strategi Pembelajaran Aktif (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 78 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Selain itu, guru juga memanfaatkan strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learnin. dengan mengaitkan materi pelajaran pada kehidupan sehari-hari siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Strategi ini sejalan dengan pendapat Hosnan yang menjelaskan bahwa pembelajaran kontekstual dapat membantu siswa menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman yang sudah mereka miliki, sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam dan aplikatif. Guru kelas juga menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi untuk pengelompokan berdasarkan tingkat penguasaan materi maupun pemberian tugas yang bervariasi sesuai kebutuhan siswa. Disesuaikan dengan karakteristik siswa, seperti penggunaan media gambar dan alat peraga dalam mata pelajaran matematika atau IPA. Berdasarkan temuan penelitian, strategi pembelajaran yang diterapkan guru kelas IV SDN 3 Burnai Mulia meliputi pembelajaran aktif, pembelajaran kontekstual, dan pembelajaran diferensiasi. Penerapan strategi ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar, membantu mereka memahami materi secara lebih mendalam, serta mengakomodasi perbedaan kemampuan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa guru telah berupaya menyesuaikan metode pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna. Evaluasi Berkala Terhadap Kemajuan Belajar Siswa Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. (Bogor: Ghalia Indonesia, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 79 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Guru kelas IV di SDN 3 Burnai Mulia melakukan evaluasi mingguan dan bulanan melalui tes tertulis, tugas rumah, dan penilaian portofolio. Evaluasi ini tidak hanya digunakan untuk mengukur pencapaian akademik siswa, tetapi juga untuk mengidentifikasi kelemahan yang perlu diperbaiki. Hasil evaluasi kemudian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut, seperti pemberian bimbingan individual bagi siswa yang mengalami kesulitan Menurut Arikunto, evaluasi pembelajaran berfungsi sebagai alat untuk menilai keberhasilan proses belajar-mengajar, sekaligus sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perbaikan pembelajaran. 16 Dengan adanya evaluasi rutin, guru dapat memantau perkembangan siswa secara berkelanjutan dan memastikan strategi pembelajaran tetap efektif. berjalan cukup efektif karena, evaluasi menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan perilaku siswa masih dapat ditingkatkan dengan menambah variasi strategi, misalnya melalui penggunaan media pembelajaran yang menarik atau pemberian tanggung jawab khusus kepada siswa untuk melatih kepemimpinan dan rasa tanggung jawab. Temuan ini juga didukung oleh Suharsimi Arikunto berpengaruh langsung terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hal ini karena suasana belajar yang tertata, kondusif, dan terarah dapat membuat siswa lebih fokus pada tujuan pembelajaran. Hasil temuan menunjukkan bahwa evaluasi berkala membantu guru dalam mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa secara lebih tepat. Suharsimi Arikunto. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Suharsimi Arikunto,. Dasar-dasar Supervisi Pendidikan. (Jakarta: Rineka Cipta, 2. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 80 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Penerapan evaluasi mingguan dan bulanan memungkinkan guru memberikan bimbingan yang sesuai dengan tingkat kesulitan masingmasing siswa, sehingga kualitas pembelajaran meningkat dan hasil belajar menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, sebagian besar siswa kelas IV SDN 3 Burnai Mulya sudah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 75, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang nilainya belum Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen guru kelas dalam aspek evaluasi sudah berjalan cukup baik. Hasil wawancara dengan guru kelas menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat personal, di mana guru mengenal karakter tiap siswa, sehingga mampu memberikan pendekatan belajar yang tepat. Namun, adanya siswa yang belum mencapai KKM memperlihatkan bahwa perbedaan kemampuan individu tetap menjadi faktor penghambat yang harus dihadapi guru. Kondisi ini sesuai dengan pendapat Sudjana bahwa keberhasilan belajar siswa dipengaruhi oleh faktor internal . otivasi, kesiapan belaja. dan eksternal . ukungan orang tua, lingkungan belajar, serta fasilita. Guru kelas telah melakukan tindak lanjut berupa program remedial bagi siswa yang belum tuntas, serta memberikan pengayaan untuk siswa yang sudah mencapai nilai tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik rata-rata, tetapi juga memperhatikan kebutuhan belajar setiap individu. Hal ini sangat mendukung tercapainya prestasi akademik siswa, seperti yang terlihat dari data observasi hasil nilai ulangan harian menunjukkan peningkatan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulya memiliki Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Grasindo, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 81 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan prestasi akademik siswa kelas IV. Faktor penghambat dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas IV SDN 3 Burnai Mulya Dari hasil wawancara dengan guru kelas dan kepala sekolah, ditemukan beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa kelas IV di SDN 3 Burnai Mulia. Faktor-faktor ini berasal dari aspek internal maupun eksternal siswa. Faktor Internal Kurangnya motivasi belajar dalam diri siswa Beberapa siswa cenderung kurang memiliki dorongan internal untuk belajar. Hal ini terlihat dari kurangnya antusiasme dalam mengikuti pelajaran, sering lupa membawa perlengkapan sekolah, dan tidak mengerjakan tugas rumah. Rendahnya motivasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru dalam menumbuhkan semangat belajar. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV, ditemukan bahwa sebagian siswa menunjukkan minat belajar yang rendah. Mereka cenderung pasif ketika proses pembelajaran berlangsung dan kurang memiliki dorongan untuk mengembangkan kemampuan secara mandiri. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti tidak adanya target belajar yang jelas, kebiasaan belajar yang kurang teratur, dan minimnya penghargaan atau apresiasi terhadap pencapaian mereka. Motivasi belajar yang rendah dapat berdampak pada rendahnya hasil akademik, karena siswa tidak terdorong untuk berusaha maksimal. Uno menyatakan bahwa motivasi merupakan dorongan internal yang berfungsi sebagai penggerak dan pengarah dalam kegiatan belajar. Observasi manajemen guru kelas dalam meningkatkan prestasi akademik siswa kelas IV SDN 3 Burnai Mulya, 07 Agustus 2025 Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 82 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 sehingga dapat menjamin keberlangsungan proses belajar dan tercapainya tujuan pembelajaran. 20 Tanpa motivasi yang kuat, siswa akan kesulitan mencapai prestasi optimal, meskipun sarana dan prasarana pembelajaran sudah memadai. Kurangnya motivasi dari dalam diri siswa menjadi penghambat signifikan dalam peningkatan prestasi akademik. Oleh karena itu, guru memberikan apresiasi atas pencapaian siswa, dan menumbuhkan kesadaran bahwa keberhasilan belajar merupakan tanggung jawab Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan motivasi intrinsik siswa sehingga mereka terdorong untuk belajar secara konsisten. Perbedaan Kemampuan Akademik Perbedaan kemampuan akademik antar siswa menyebabkan guru harus bekerja ekstra untuk menyesuaikan metode pembelajaran. Siswa yang memiliki pemahaman lambat memerlukan pendekatan khusus, sehingga pembelajaran menjadi kurang merata. Perbedaan kemampuan siswa di kelas IV SDN 3 Burnai Mulia juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengamatan dan hasil wawancara, dalam satu kelas terdapat siswa dengan tingkat pemahaman yang bervariasi: ada yang cepat menangkap materi, ada yang sedang, dan ada pula yang lambat. Kondisi ini membuat guru harus mampu menyesuaikan strategi pembelajaran agar semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi cenderung menyelesaikan tugas lebih cepat dan membutuhkan tantangan tambahan agar tetap termotivasi. Sebaliknya, siswa dengan kemampuan akademik Hamzah B. Uno. Teori Motivasi dan Pengukurannya (Jakarta: Bumi Aksara, 2. , h. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 83 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 rendah memerlukan waktu lebih lama dan bimbingan lebih intensif untuk memahami materi. Dalam kelas dengan jumlah siswa yang cukup banyak, memberikan perhatian yang merata dan sesuai kebutuhan masing-masing siswa bukanlah hal yang mudah. Guru biasanya berusaha memberikan pengulangan materi dan penjelasan tambahan bagi siswa yang lambat, namun hal ini terkadang mengurangi alokasi waktu untuk memberikan tantangan lebih kepada siswa yang cepat. Akibatnya, siswa yang lambat cenderung tertinggal, sementara siswa yang cepat merasa pembelajaran kurang menantang. Perbedaan ini juga berpotensi menimbulkan kesenjangan prestasi di dalam kelas. Faktor lain yang memperkuat tantangan ini adalah latar belakang siswa yang beragam, baik dari segi lingkungan keluarga, dukungan orang tua, maupun pengalaman belajar sebelumnya. Siswa yang terbiasa mendapatkan bimbingan di rumah cenderung lebih siap dalam menerima pelajaran, sedangkan siswa yang tidak mendapatkan dukungan belajar di rumah membutuhkan pendampingan ekstra di Perbedaan kemampuan siswa memerlukan penerapan strategi pembelajaran yang adaptif dan diferensiatif. Namun, keterbatasan waktu pembelajaran dan jumlah siswa yang banyak membuat guru kesulitan memberikan bimbingan yang merata. Jika tidak dikelola dengan baik, perbedaan ini dapat memperlebar kesenjangan prestasi akademik antar siswa dalam kelas. Faktor Eksternal Kurangnya Dukungan Orang Tua Kondisi ekonomi dan pendidikan orang tua turut memengaruhi proses belajar siswa. Beberapa siswa berasal dari keluarga dengan latar Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 84 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 belakang ekonomi menengah ke bawah, yang menyebabkan keterbatasan fasilitas belajar di rumah. Selain itu, minimnya pendampingan belajar dari orang tua juga menjadi hambatan. Hasil wawancara dengan guru kelas IV dan kepala sekolah menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah. Hal ini berdampak pada keterbatasan waktu dan kesempatan orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan anak, baik melalui pendampingan belajar di rumah maupun partisipasi dalam kegiatan sekolah. Beberapa orang tua juga kurang memahami pentingnya memantau perkembangan akademik anak, sehingga motivasi belajar siswa di rumah menjadi rendah. Kurangnya dukungan orang tua menjadi salah satu penghambat utama peningkatan prestasi akademik siswa. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah perlu memperkuat komunikasi dengan orang tua, memberikan penyuluhan tentang pentingnya peran keluarga dalam Keterbatasan Media dan Sarana Pembelajaran Walaupun sekolah sudah berupaya menyediakan kebutuhan belajar, namun keterbatasan media pembelajaran seperti LCD, alat peraga, dan buku pendukung masih menjadi kendala dalam proses pembelajaran yang optimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas IV SDN 3 Burnai Mulya, keterbatasan media pembelajaran menjadi salah satu faktor utama yang menghambat efektivitas proses belajar mengajar. Dalam praktiknya, tidak semua materi pelajaran dapat disampaikan secara optimal hanya melalui metode ceramah atau media konvensional Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 85 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 seperti papan tulis, buku teks, dan Lembar Kerja Siswa (LKS). Materi yang bersifat abstrak atau membutuhkan pemahaman visual, seperti pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Matematika, memerlukan bantuan media yang lebih variatif, seperti alat peraga, video pembelajaran, atau simulasi interaktif. Namun, keterbatasan fasilitas sekolah, baik dari segi ketersediaan maupun kelengkapan media pembelajaran, menyebabkan guru harus memanfaatkan media seadanya. Misalnya, penggunaan alat peraga hanya mengandalkan gambar di buku atau membuat sketsa sederhana di papan tulis, yang kadang kurang menarik perhatian siswa. Akibatnya, siswa yang membutuhkan stimulasi visual dan pengalaman belajar langsung sering kali mengalami kesulitan memahami materi. Hal ini juga berdampak pada turunnya motivasi belajar, karena pembelajaran terasa monoton dan kurang memancing rasa ingin tahu. Selain itu, perkembangan teknologi pendidikan yang pesat belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena keterbatasan sarana seperti proyektor, komputer, atau koneksi internet di kelas. Padahal, media berbasis teknologi dapat membantu guru memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan kondisi seperti ini, guru harus mengandalkan kreativitas dan improvisasi untuk memaksimalkan pembelajaran dengan media yang ada. Keterbatasan media pembelajaran berdampak pada kurang Materi membutuhkan visualisasi atau demonstrasi langsung sering kali tidak dapat dipahami secara optimal oleh siswa, sehingga mereka berisiko mengalami kesulitan dalam memahami konsep tertentu. Situasi ini juga dapat menurunkan motivasi belajar siswa, terutama pada materi yang menuntut keterlibatan aktif dan pemahaman mendalam. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 86 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Keempat faktor penghambat ini saling berkaitan dan memiliki pengaruh langsung terhadap efektivitas manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulya. Lebih jauh lagi, apabila perbaikan ini dilakukan secara konsisten. SDN 3 Burnai Mulya berpotensi menjadi contoh sekolah yang mampu menghadirkan manajemen kelas yang efektif, partisipasi orang tua yang kuat, serta pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Harapan ke depan, langkahlangkah strategis yang dilakukan sekolah ini dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk menerapkan manajemen guru kelas yang lebih baik, sehingga kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar semakin meningkat secara merata. IV. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Manajemen Guru Kelas dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Siswa Kelas IV SDN 3 Burnai Mulya OKU Timur, dapat disimpulkan bahwa: Pelaksanaan manajemen guru kelas di SDN 3 Burnai Mulya sudah terlaksana dengan cukup baik. Guru kelas mampu mengelola ruang kelas sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif, mengatur waktu pembelajaran secara efektif, serta mengarahkan perilaku siswa dengan pendekatan positif. Guru juga melaksanakan evaluasi pembelajaran secara berkala melalui ulangan dan tugas, sehingga mampu memantau perkembangan prestasi akademik siswa. Faktor penghambat dalam peningkatan prestasi akademik siswa meliputi kurangnya dukungan orang tua terhadap proses belajar anak, keterbatasan media pembelajaran yang digunakan, perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi, serta rendahnya motivasi belajar dari sebagian siswa. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 71 Ae . 87 P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah V o l u m e 1 2 . N o . 01 J u n i 2 0 2 6 h . 7 1 - 8 8 Dengan demikian, manajemen guru kelas berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa, namun masih memerlukan dukungan dari orang tua, sekolah, serta penyediaan sarana prasarana agar pencapaian hasil belajar dapat lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA