Journal of Science Education and Management Business (JOSEAMB) Vol. No. 1, tahun 2026, hlm. ISSN: 2828-3031 PERAN KEBIJAKAN DIVIDEN DALAM HUBUNGAN PROFITABILITAS. UKURAN PERUSAHAAN. DAN HARGA SAHAM Suchi Avita Rici1*. Tri Ayu Parwati2. Yosi Puspita Sari 3 Universitas Putra Indonesia YPTK Padang1,2, 3 Info Artikel Sejarah artikel: Received: 15 Jan 2026 Revised: 30 Jan 2026 Accepted: 6 Feb 2026 Published: 9 Feb 2026 Kata kunci: Harga Saham. Kebijakan Dividen. Profitabilitas. Ukuran Perusahaan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Profitabilitas, dan Ukuran perusahaan terhadap Harga Saham dengan Kebijakan dividen sebagai variabel intervening pada subsektor industri makanan dan minuman di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 sejumlah 95 perusahaan. Metode analisis data menggunakan analisis jalur dan analisis regresi linear berganda berbantuan spss versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap harga saham, ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, kebijakan dividen berpengaruh tidak signifikan terhadap harga saham, profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham melalui kebijakan dividen sebagai variabel intervening, ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham melalui kebijakan dividen sebagai variabel intervening. Kata kunci: Harga Saham. Kebijakan Dividen. Profitabilitas, dan Ukuran Perusahaan. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-SA. Penulis yang sesuai: Suchi Avita Rici Departemen ekonomi. Fakulty ekonomi dan bisnis Universitas Putra Indonesia YPTK. Padang. Indonesia Email: suchiavitarici@upiyptk. PENDAHULUAN Dunia bisnis saat ini berkembang pesat dan menciptakan persaingan yang semakin tajam, sehingga menuntut perusahaan untuk mampu bertahan dan berkembang, salah satunya melalui penerbitan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai sarana perusahaan go public memperoleh pendanaan eksternal sekaligus sebagai instrumen investasi bagi masyarakat (Jayantika, 2. Dalam konteks pasar modal, fluktuasi harga saham menjadi perhatian utama karena mencerminkan persepsi pasar terhadap kinerja fundamental perusahaan sekaligus keberhasilan manajemen dalam mengelola aset untuk menghasilkan laba maupun capital gain bagi investor. Homepage jurnal: https://rcf-indonesia. org/jurnal/index. php/JOSEAMB/index A ISSN: 2828-3031 Fenomena fluktuasi harga saham tampak nyata pada subsektor industri makanan dan minuman periode 2019Ae2023, di mana terjadi dinamika nilai yang kontras. PT Siantar Top Tbk (STTP) mencatat kenaikan signifikan sedangkan Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pernah mengalami penurunan tajam. Pergerakan harga saham tersebut tidak lepas dari tekanan eksternal seperti pandemi COVID-19 yang menurunkan konsumsi masyarakat dan memperlemah profitabilitas perusahaan, sehingga berdampak pada volatilitas pasar secara umum. Tekanan makroekonomi semacam ini turut memengaruhi perilaku investor di pasar modal dan menjadi faktor penting dalam menentukan harga saham (Rohman et al. , 2. Dalam ranah akademik, penelitian tentang determinan harga saham menunjukkan hasil yang tidak konsisten, yang menciptakan research gap. Beberapa studi terbaru menyatakan bahwa profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) maupun ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai atau harga saham, sedangkan kebijakan dividen tidak selalu menunjukkan peran yang kuat dalam menentukan harga pasar. Misalnya. Rohman et al. menemukan bahwa profitability dan firm size berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, namun dividend policy tidak berpengaruh signifikan pada subsektor perbankan di BEI. Temuan empiris semacam ini konsisten dengan penelitian lain yang menunjukkan signifikansi variabel fundamental seperti profitabilitas dan ukuran perusahaan dalam konteks penilaian nilai perusahaan di pasar modal Indonesia, meskipun peran kebijakan dividen sebagai mediator atau determinan tidak selalu konsisten antarstudi. Landasan teoretis utama dalam penelitian ini adalah teori keagenan . gency theor. dan teori sinyal . ignalling theor. Teori keagenan menjelaskan adanya hubungan kontraktual antara pemilik modal . dan manajemen . , di mana keputusan manajerial memengaruhi nilai perusahaan melalui alokasi sumber daya dan kebijakan pembagian laba (Jensen & Meckling, 1. Sementara itu, teori sinyal menyatakan bahwa informasi keuangan seperti profitabilitas dan kebijakan dividen dianggap sebagai sinyal penting oleh investor dalam pengambilan keputusan investasi di pasar saham. Dalam konteks ini, ukuran perusahaan juga dipandang sebagai indikator kemampuan entitas dalam mengakses modal eksternal and menghadapi risiko pasar sehingga dapat memengaruhi persepsi investor terhadap harga saham. Sebagai solusi atas ketidakkonsistenan temuan sebelumnya, penelitian ini mengusulkan pendekatan kuantitatif dengan memasukkan kebijakan dividen sebagai variabel intervening yang akan menguji pengaruh profitabilitas (ROA) dan ukuran perusahaan (Ln Total Asset. terhadap harga Analisis dilakukan dengan metode analisis jalur . ath analysi. dan regresi linear berganda berbantuan perangkat lunak SPSS versi 26 pada 95 sampel perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI. Melalui periode pengamatan 2019Ae2023 yang meliputi fase masa pandemi hingga pemulihan ekonomi, penelitian ini berupaya menguji apakah kebijakan dividen memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel fundamental dan harga saham di pasar modal Indonesia. Nilai kebaruan penelitian ini terletak pada pembaruan periode pengamatan yang secara spesifik mencakup masa transisi dari pandemi menuju pemulihan ekonomi di subsektor makanan dan minuman, serta fokus pada kebijakan dividen sebagai variabel intervening yang diperkirakan dapat memberikan kejelasan teoritis mengenai perannya dalam menyeimbangkan prioritas antara laba ditahan dan pembagian dividen demi meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi penting bagi investor dalam memahami mekanisme internal perusahaan di pasar sekunder serta kontribusi bagi perkembangan literatur akademik yang relevan dengan kondisi pasar modal Indonesia saat ini. TINJAUAN LITERATUR Tinjauan Pustaka Teori Keagenan dan Teori Sinyal dalam Penelitian Pasar Modal Teori keagenan . gency theor. menjelaskan hubungan kontraktual antara pemilik perusahaan . dan manajemen . yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan akibat adanya asimetri informasi (Jensen & Meckling, 1. Dalam konteks ini, keputusan keuangan seperti pengelolaan laba dan kebijakan dividen menjadi sarana bagi manajemen untuk JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 menunjukkan kinerja sekaligus mengurangi konflik keagenan. Penelitian empiris terbaru menunjukkan bahwa perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik cenderung lebih dipercaya oleh investor, sehingga mampu meningkatkan nilai perusahaan di pasar modal (Rohman et al. , 2. Selain itu, teori sinyal . ignalling theor. menyatakan bahwa informasi keuangan yang dipublikasikan perusahaan, seperti profitabilitas dan kebijakan dividen, dipersepsikan investor sebagai sinyal positif atau negatif mengenai prospek perusahaan (Spence, 1. Studi terkini di pasar modal Indonesia menegaskan bahwa informasi fundamental masih menjadi sinyal utama yang digunakan investor dalam menilai risiko dan potensi return saham, terutama pada sektor manufaktur yang sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi (Andriani et al. , 2. Profitabilitas dan Harga Saham Profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki dan sering diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Profitabilitas yang tinggi menunjukkan efisiensi pengelolaan aset serta prospek keuntungan yang lebih baik, sehingga meningkatkan kepercayaan investor. Sejumlah penelitian terbaru menemukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap harga saham maupun nilai perusahaan, karena laba yang tinggi meningkatkan ekspektasi return investor (Riani, 2025. Andriani et al. , 2. Namun demikian, beberapa studi juga menunjukkan bahwa pengaruh profitabilitas terhadap harga saham tidak selalu konsisten, khususnya pada periode ketidakpastian ekonomi pasca-pandemi, di mana investor cenderung mempertimbangkan faktor risiko dan stabilitas perusahaan secara lebih luas dibandingkan kinerja laba semata. Ukuran Perusahaan dan Harga Saham Ukuran perusahaan . irm siz. mencerminkan besar kecilnya perusahaan yang umumnya diukur melalui total aset. Perusahaan berukuran besar cenderung memiliki stabilitas operasional, akses pendanaan yang lebih luas, serta risiko kebangkrutan yang relatif lebih rendah. Kondisi tersebut mendorong investor untuk menilai perusahaan besar sebagai entitas yang lebih aman, sehingga ukuran perusahaan sering dikaitkan dengan peningkatan hargasaham. Penelitian empiris terbaru di Indonesia menunjukkan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap harga saham dan nilai perusahaan, meskipun kekuatan pengaruhnya berbeda antar sektor industri (Rohman et al. Pada sektor tertentu, ukuran perusahaan bahkan lebih dominan dibandingkan profitabilitas dalam memengaruhi keputusan investasi. Kebijakan Dividen sebagai Variabel Intervening Kebijakan dividen berkaitan dengan keputusan perusahaan dalam menentukan proporsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham dan laba yang ditahan untuk investasi. Dalam perspektif teori keagenan, dividen berperan sebagai mekanisme pengendalian untuk mengurangi konflik antara manajemen dan pemegang saham. Sementara itu, dalam teori sinyal, dividen dipandang sebagai indikator kepercayaan manajemen terhadap prospek perusahaan di masadepan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan merupakan determinan utama kebijakan dividen, namun pengaruh kebijakan dividen terhadap harga saham masih menunjukkan hasil yang beragam (Fitri, 2024. Riani, 2. Beberapa studi menemukan bahwa kebijakan dividen tidak selalu mampu memediasi hubungan antara profitabilitas dan ukuran perusahaan dengan harga saham, terutama pada sektor yang lebih berorientasi pada pertumbuhan dan reinvestasi laba. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif, yang bertujuan untuk menganalisis hubungan dan pengaruh antarvariabel penelitian. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pengujian hipotesis melalui pengolahan data numerik dan analisis statistik untuk menjelaskan pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening (Sugiyono, 2. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian kausalitas, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen, baik secara langsung maupun tidak langsung. Variabel independen dalam penelitian ini adalah profitabilitas dan ukuran perusahaan, variabel dependen adalah harga saham, sedangkan kebijakan dividen diposisikan sebagai variabel intervening. Rancangan kausalitas digunakan untuk menguji pengaruh dan hubungan antarvariabel secara empiris melalui model statistik (Ghozali, 2. A ISSN: 2828-3031 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Pemilihan subsektor ini didasarkan pada karakteristik industrinya yang relatif stabil namun menunjukkan fluktuasi harga saham yang signifikan selama periode pengamatan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria tertentu yang disesuaikan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Kriteria tersebut meliputi perusahaan yang secara konsisten terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian, menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap, serta memiliki data yang relevan dengan variabel penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan serta data harga saham yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia dan sumber resmi terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan dan mencatat data yang telah dipublikasikan secara resmi, sehingga data yang digunakan bersifat objektif dan dapat dipertanggungjawabkan (Sekaran & Bougie, 2. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan proksi yang lazim digunakan dalam penelitian akuntansi dan pasar modal. Profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA), yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki. Ukuran perusahaan diukur dengan menggunakan logaritma natural total aset (Ln Total Asse. untuk menggambarkan skala perusahaan. Kebijakan dividen diukur menggunakan Dividend Payout Ratio (DPR), sedangkan harga saham diukur menggunakan harga penutupan saham pada akhir tahun pengamatan (Kasmir, 2019. Tandelilin, 2. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan analisis Analisis diawali dengan statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data penelitian, kemudian dilanjutkan dengan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi guna memastikan bahwa data memenuhi persyaratan model regresi (Ghozali, 2. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh langsung variabel independen terhadap variabel dependen dan variabel intervening. Selanjutnya, untuk menguji pengaruh tidak langsung serta peran kebijakan dividen sebagai variabel intervening, digunakan analisis jalur . ath analysi. Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 26, yang umum digunakan dalam penelitian kuantitatif di bidang akuntansi dan keuangan (Ghozali. Melalui metode analisis tersebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran empiris yang jelas mengenai pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham, baik secara langsung maupun melalui kebijakan dividen, pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Analisis Statistik Deskriptif Setelah seluruh data dan informasi berhasil dikumpulkan maka tahapan pengolahan data dapat segera dilaksanakan. Proses pengolahan data dilakukan dengan bantuan program spss 26. Berdasarkan tahapan pengolahan data yang telah dilakukan diperoleh ringkasan statistik deskriptif dari masing-masing variable penelitian yang digunakan seperti tabel sebagai berikut: JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 Berdasarkan tabel diatas diperoleh informasi bahwa jumlah sampel terdiri dari 19 sampel dan jumlah data yang dimasukkan dalam pengujian ini sebanyak 95 data observasi. Harga saham sebagai variabel dependen memiliki nilai terendah 99 dan nilai tertinggi 15. Rata-rata harga saham adalah 339,19 dan dengan standar deviasi kinerja perusahaan yaitu sebesar 3. 259,915. Variabel independen dalam penelitian yaitu Profitabilitas (X. yang diukur dengan Return On Asset (ROA) yang memiliki nilai terendah sebesar 0,02 dan nilai tertinggi 1,42. Rata-rata variabel Profitabiitas adalah 0,1176 dengan standar deviasi sebesar 0,16294. Variabel ukuran perusahaan (X. memiliki nilai terendah 27,37 dan nilai tertinggi 32,86. Ratarata variabel ukuran perusahaan sebesar 29,6767 dan dengan standar deviasi sebesar 1,41328. Variabel intervening dalam penelitian ini yaitu kebijakan dividen yang memiliki nilai terendah 0,00 dan nilai tertinggi 115,00. Rata-rata ukuran Perusahaan 6,4090 dengan standar deviasi 17,21671. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam penelitian memiliki sebaran yang berdistribusi normal. Uji ini dapat dilakukan dengan melihat gambar Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual, dimana apabila titik-titik yang terdapat dalam gambar mendekati garis diagonal maka hasil olahan data tersebut berdistribusi normal. Gambar di atas, memperlihatkan bahwa pada gambar Normal P-P Plot of Regressi6on Standardized Residual terdapat titik-titik yang mendekati garis diagonal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengaruh atau hubungan antar variabel-variabel berdistribusi normal. Selain itu, untuk memperkuat hasil pengujian Normal P-P Plot maka dilakukan pengujian dengan melihat tabel One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Suatu data dikatakan berdistribusi normal apabila nilai Asymp. Sig. -taile. yang dihasilkan > 0. ISSN: 2828-3031 Dari tabel dapat dilihat bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. yang didapatkan adalah sebesar 0,200. Ini berarti bahwa nilai Asymp. Sig lebih besar dari 0,05. sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinearitas Pengujian multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui hubungan yang terjadi antar variabel Pengujian multikolinearitas dilakukan dengan menggunakan variance inflator factor (VIF). Untuk melihat ada tidaknya mulitikolinearitas dalam model regresi dilihat dari nilai 1/VIF, dengan kriteria pengujiannya sebagai berikut: Jika nilai 1/VIF lebih kecil dari 0,1 dan nilai VIF lebih besar dari 10 maka terjadi multikolinearitas. Jika nilai 1/VIF lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 maka tidak terjadi Berdasarkan hasil pengujian multikolinearitas yang telah dilakukan diperoleh ringkasan hasil terlihat pada tabel dibawah ini : Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa variabel dalam penelitian ini terbebas dari gejala multikolinearitas. Hal ini dapat dibuktikan dari variabel profitabilitas memiliki Tolerance 0, 900 > 0,10 dengan VIF 1,112 < 10. variabel ukuran perusahaan memiliki Tolerance 0, 909 > 0,10 dengan VIF 1,100 < 10. serta variabel kebijakan dividen memiliki Tolerance 0,987 > 0,10 dengan VIF 1,013 < 10. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas pada tabel di atas menunjukkan bahwa nilai signifikan pada ketiga variabel independen yaitu profitabilitas, ukuran perusahaan, dan kebijakan dividen lebih besar dari 0,05 yang menandakan tidak mengandung heteroskedastisitas pada model Hasil Uji Autokorelasi Adapun uji autokorelasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Durbin Watson (DW), merupakana uji yang digunakan untuk menguji ada tidaknya masalah autokorelasi dari model empiris yang diestimasi : berdasarkan hasil pengujian Durbin Watson yang telah dilakukan diperoleh nilai DW JOSEAMB Vol. No. Tahun 2026 JOSEAMB ISSN: 2828-3031 (Durbin-Watso. sebesar 0,600 Angka tersebut lebih besar -2 dan lebih kecil dari 2. Ini berarti bahwa pada model regresi tidak terjadi masalah autokorelasi. Uji Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen . , bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi . inaik turunkan nilainy. Dalam penelitian ini analisis regresi linier berganda dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja dan pengaruh pengembangan sumber daya manusia dan efikasi diri terhadap kinerja pegawai. Bentuk umum persamaannya yaitu : Nilai konstanta sebesar Oe1,682 menunjukkan bahwa ketika profitabilitas, ukuran perusahaan, dan kebijakan dividen bernilai nol, maka harga saham bernilai Oe1,682. Koefisien profitabilitas sebesar 1,793 menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas sebesar 1% akan meningkatkan harga saham sebesar 1,793, dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien ukuran perusahaan sebesar 0,304 menunjukkan bahwa kenaikan ukuran perusahaan sebesar 1% akan meningkatkan harga saham sebesar 0,304. Sementara itu, koefisien kebijakan dividen sebesar Oe0,000026 menunjukkan bahwa peningkatan kebijakan dividen sebesar 1% justru menurunkan harga saham sebesar 0,000026, dengan asumsi variabel lain konstan. Pembahasan Dan Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen, yang berarti perubahan tingkat profitabilitas berpengaruh terhadap keputusan pembagian dividen perusahaan. Profitabilitas yang diproksikan dengan ROA mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, sehingga menjadi dasar manajemen dalam menentukan besarnya dividen. Temuan ini mengindikasikan bahwa profitabilitas merupakan faktor penting dalam kebijakan dividen dan sejalan dengan teori sinyal yang menyatakan bahwa dividen digunakan sebagai sarana penyampaian informasi kinerja perusahaan kepada investor Selanjutnya, ukuran perusahaan juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan Perusahaan berukuran besar memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber pendanaan eksternal sehingga lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan dividen. Ukuran perusahaan mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memasuki pasar modal dan memperoleh pembiayaan, yang pada akhirnya memengaruhi kebijakan pembagian laba kepada pemegang saham. Hasil pengujian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin besar minat investor terhadap saham perusahaan karena laba yang tinggi mencerminkan prospek usaha yang baik. Kondisi ini mendorong peningkatan permintaan saham yang pada akhirnya menaikkan harga saham. Temuan ini mendukung teori sinyal dan menunjukkan bahwa ROA merupakan indikator penting dalam penilaian investor. Selain itu, ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Perusahaan dengan total aset yang besar dipersepsikan lebih stabil dan memiliki risiko yang lebih rendah, sehingga lebih menarik bagi investor. Informasi mengenai ukuran perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan dianggap informatif dan mampu memengaruhi keputusan investasi, yang berdampak pada peningkatan harga saham. Berbeda dengan hasil sebelumnya, kebijakan dividen tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor lebih mempertimbangkan potensi capital gain dibandingkan dividen tunai dalam menentukan keputusan investasi. Temuan ini sejalan dengan pandangan bahwa kebijakan dividen tidak selalu menjadi faktor utama dalam pembentukan harga ISSN: 2828-3031 Lebih lanjut, kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh profitabilitas terhadap harga saham. Pengaruh langsung profitabilitas terhadap harga saham lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui kebijakan dividen. Hal ini menunjukkan bahwa investor merespons kinerja laba perusahaan secara langsung tanpa mempertimbangkan kebijakan pembagian dividen. Dan kebijakan dividen tidak mampu memediasi pengaruh ukuran perusahaan terhadap harga saham. Pengaruh langsung ukuran perusahaan terhadap harga saham lebih dominan dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui kebijakan dividen. Temuan ini mendukung teori irrelevansi dividen yang menyatakan bahwa nilai perusahaan lebih ditentukan oleh kemampuan aset dalam menghasilkan laba dibandingkan kebijakan pembagian laba tersebut. PENUTUP Simpulan Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham dengan kebijakan dividen sebagai variabel intervening pada subsektor industri makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019Ae2023. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tingkat profitabilitas dan skala perusahaan memengaruhi keputusan manajemen dalam membagikan dividen kepada pemegang saham. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan dengan tingkat laba yang tinggi serta skala usaha yang besar cenderung memiliki harga saham yang lebih tinggi karena dipersepsikan memiliki kinerja dan prospek yang lebih baik oleh investor. Di sisi lain, kebijakan dividen terbukti berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap harga Temuan ini menunjukkan bahwa pembagian dividen bukan merupakan faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menentukan nilai saham pada subsektor makanan dan minuman selama periode penelitian. Selain itu, kebijakan dividen juga tidak mampu memediasi pengaruh profitabilitas maupun ukuran perusahaan terhadap harga saham. Dengan demikian, pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap harga saham lebih bersifat langsung tanpa melalui kebijakan dividen sebagai variabel perantara. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian, beberapa saran dapat dikemukakan. Bagi perusahaan, khususnya perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya meningkatkan harga saham dengan lebih memperhatikan faktor-faktor fundamental yang terbukti berpengaruh signifikan, seperti profitabilitas dan ukuran perusahaan, serta merumuskan kebijakan dividen secara lebih optimal. Bagi investor, penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dalam pengambilan keputusan investasi. Investor disarankan untuk tidak hanya berfokus pada kebijakan dividen, tetapi juga memperhatikan kinerja profitabilitas dan skala perusahaan melalui analisis laporan keuangan serta perkembangan kondisi ekonomi yang relevan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel lain, seperti solvabilitas atau rasio keuangan lainnya, guna memperoleh hasil yang lebih Selain itu, penelitian mendatang dapat menggunakan sampel perusahaan yang lebih luas, tidak terbatas pada sektor manufaktur, serta memperpanjang periode pengamatan agar hasil penelitian menjadi lebih representatif dan memiliki daya generalisasi yang lebih kuat. DAFTAR PUSTAKA