Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual Oleh Guru Geografi Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMA Negeri 5 Model Palu Riyanto Primananda*. Abdul Hamid Program Studi Pendidikan Geografi Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako Palu *email: riyantoprimananda98@gmail. ABSTRACT The aim in this study was to determine how the use of audio-based learning media by geography teachers and any factors that became supporters and inhibitors in the use of audio-visual media by geographic teachers during the Pandemic Covid-19 period in SMA 5 Palu models. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The subjects in this study were 3 people geographic teachers. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results showed that the use of audio visual learning media had been geographic teachers during this pandemic period. The audio-visual media used is a learning video sourced from the internet through the YouTube channel, which is then uploaded on e-learning through the sman5palu. id website. The supporting factors in the use of this audio-visual media are the availability of facilities, internet/wifi data quota, and also the availability of visual audio media on YouTube. And the inhibiting factor is the implication of the internet network that causes teachers to not be able to download, upload or play their audio visual media. Keywords: Use, audio visual media, geography teachers. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dalam mencapai tujuan pendidikan tersebut tentu harus melalui yang namanya proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan proses yang didalamnya terdapat kegiatan interaksi guru-siswa dan komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar yang dilakukan di lingkungan sekolah. Di sekolah Guru maupun Siswa saling berinteraksi satu sama lain dalam kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas sebagaimana biasanya. Namun saat ini dunia sedang diresahkan dengan penyebaran suatu wabah yang yakni Corona Virus Disease atau virus Covid-19. Seluruh dunia termasuk indonesia disibukkan dengan berbagai upaya untuk pencegahan Covid-19 ini. Lajunya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia, membuat pemerintah memutus mata rantai penyebaran virus tersebut yakni dengan menerapkan Social Distancing atau pembatasan sosial berskala besar (PSBB) agar dapat meminimalisir penyebaran virus ini, sehingga segala aktivitas dapat dilakukan dari rumah atau work from home. Hal ini tentu berdampak langsung terhadap berbagai bidang kehidupan dimasyarakat tak terkecuali dibidang pendidikan. Sekolah yang awalnya dilakukan dilakukan secara tatap muka sekarang berubah menjadi secara daring (Onlin. Pemerintah mengambil keputusan menutup kegiatan tatap muka di sekolah untuk mengurangi persebaran Covid-19. Oleh karena itu, maka pemerintah saat ini bergerak untuk mengubah sistem pembelajaran menjadi secara daring (Onlin. yang dapat dilakukan dirumah masing-masing. Pembelajaran daring muncul sebagai salah satu bentuk pola pembelajaran di era teknologi informasi seperti sekarang ini. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan secara Online Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka secara langsung tetapi melalui platform yang telah tersedia. Disinilah dibutuhkan peran Guru dalam hal memfasilitasi media pembelajaran disituasi pandemi ini. Media Pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru untuk mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar. Sebagai penyaji dan penyalur pesan. Media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili Guru menyajikan informasi belajar kepada Siswa. Salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan dalam pembelajaran adalah media audio visual. Media audio visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar yang bisa dilihat dan didengar. Geografi merupakan salah satu mata pelajaran yang idealnya membutuhkan banyak media pembelajaran hal ini dikarenakan luasnya kajian Ae kajian keruangan fenomena-fenomena permukaan bumi yang harus dipelajari. Keberadaan media khususnya media audio visual dapat membawa objek yang besar dapat dibawa kedalam kelas belajar, dan juga dapat menerangkan objek-objek besar yang tak dapat diamati secara langsung dilapangan seperti contoh proses pembentukan lempeng, peristiwa bencana alam dan lain sebagainya. Oleh karena itu, disinilah dibutuhkan peran guru geografi dalam hal memvisualisasikan objek yang ada dilapangan kedalam proses pembelajaran terlebih disituasi pandemi saat ini. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti ingin melakukan penelitian dan mengangkat judul penelitian tentang . AuPenggunaan media pembelajaran berbasis audio visual oleh Guru geografi pada masa pandemi Covid-19 di SMA Negeri 5 Model PaluAu. II. Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif (Zuriah 2017:. , menjelaskan bahwa penelitian deskriptif kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orangAeorang yang diamati. Penelitian Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X kualitatif diharapkan mampu menghasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu, kelompok, masyarakat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh komprehensif, dan holistik tentang masalah yang akan diteliti. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Guru Geografi berjumlah 3 orang maka responden atau subjek yang dibutuhkan di SMA Negeri 5 Model Palu berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan secara langsung dilapangan untuk memperoleh data secara obyektif, tentang keadaan lokasi obyek penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah proses pengumpulan data secara sistematis untuk mempermudah peneliti dalam memperoleh kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model Analysis Interaktive dari Miles dan Huberman . , yang membagi kegiatan analisis menjadi beberapa bagian yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Data yang telah didapatkan merupakan data yang diperoleh dari hasil wawancara. Wawancara yang dilakukan berdasarkan pada pedoman Dimana subyek yang menjadi narasumber ialah Guru geografi yang berjumlah 3 orang. Adapun hasil penelitian yang didapatkan, dijelaksan dalam uraian berikut: Penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual oleh guru geografi pada masa pandemi di SMA Negeri 5 Model Palu Sejak pada pertengahan maret 2020 lalu pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan social distancing. Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk mencegah peningkatan penularan Covid-19. Pandemi Covid-19 telah merubah banyak hal yang menimbulkan implikasi begitu luas terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu aspek yang terdampak adalah aspek pendidikan. Munculnya kebijakan social distancing ini juga diterapkan di sekolah-sekolah yang mana mengakibatkan kegiatan belajara Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X mengajar secara tatap muka di sekolah ditutup dan digantikan dengan pembelajaran daring. Dalam penerapan sistem pembelajaran daring ini para guru berperan penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Salah satu dari peran guru itu sendiri yakni mampu menyediakan media pembelajaran yang dianggap mendukung dalam pelaksanaan pembelajaran Oleh karena pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara daring (Onlin. maka guru menggunakan beberapa media pembelajaran online seperti penggunaan website sekolah. Whatsapp. Google Classroom, dan Zoom Meeting . Seperti yang diungkapkan oleh Guru geografi selaku informan yakni Bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuJadi media pembelajaran yang kita gunakan itu. Kami kan menggunakan sistem daring, jadi disitu bisa menggunakan zoom, bisa menggunakan WA, bisa juga menggunakan google classroom dan juga satu yang kami pakai yaitu E-Learning . elalui Website: sman5palu. Jadi itulah media yang kami gunakan disini AuMedia pembelaran yang saya gunakan selama daring ini yaitu e-learning . elalui website sekola. , kemudian saya juga menggunakan WA untuk menyampaikan materi dan hal-hal pembelajaran Ay(Hasil wawancara tanggal 16 April 2. Hal serupa juga dinyatakan oleh informan ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuMedia pembelajaran yang saya gunakan selama daring ini yaitu e-learning . elalui Website Sekola. Google Classroom kemudian saya juga menggunakan WA untuk menyampaikan materi dan hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran (Hasil wawancara tanggal 16 April 2. Didukung Pula oleh pernyataan informan ibu Iis Novianti. Pd guru geografi sebagai berikut: AuBanyak, jadi kalau media pembelajaran yang digunakan untuk proses pembelajaran sama anak-anak itu dari sekolah ada satu yang wajib yaitu E-Learning yang diakses melalui website sman5palu. id dan yang lainnya adalah pilihan. Tetapi kalau saya pribadi pakainya itu tiga untuk sekarang ya, kalau yang kemarin-kemarin itu lima. Nah yang tiga sekarang bertahan ini Google Meet. Zoom sama Whatsapp. E- Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Learning nya saya lepas sebab anak- anak banyak terkendala disituAy (Hasil Wawancara tanggal 10 April 2. Berdasarkan pernyataan dari informan diatas bahwa pelaksanaan sistem pembelajaran daring ini mengharuskan guru untuk menggunakan media elektronik hal ini dianggap mudah oleh para guru khususnya guru georafi dalam melaksanakan pembelajaran daring (Onlin. ini juga didasari oleh kebijakan social distancing melalui Surat Edaran Menteri pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran covid-19. Penggunaan media elektronik/online seperti Website sekolah. Whatsapp. Google Classroom dan Zoom meeting dianggap lebih mudah. Sebab pengaplikasiannya pun sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di masa pandemi sekarang. Penggunaan beberapa media pembelajaran online ini juga menjadi sarana dalam menyampaikan materi pembelajaran georafi pada masa pandemi sekarang. guru dalam menyampaikan materi pembelajaran geogafi ini menggunakan media audio visual. Dalam penggunaannya, media audio visual ditampilkan oleh guru melalui LMS yang diakses melalui website sekolah sman5palu. id pada submenu E-Learning. Seperti pernyataan dari informan ibu Iis Novianti. Pd guru geografi, sebagai AuOh iya menggunakan video yang diberikan penjelasan didalamnya. Apalagi kalau di kelas 10 harus sering menggunakan audio visual, sebab contohnya kalau anak-anak cuma disuruh baca materi pakai slide biasa tanpa ada penjelasan itu biasanya mereka tidak membacanya. Jadi harus pakai audio visual. Kayak misalnya saja bentuk permukaan bumi akibat tenaga endogen sama eksogen kan mereka harus tahu bagaimana proses keluarnya magma dari perut bumi ,harus pakai gambar tapi sambil menjelaskanAy (Hasil wawancara tanggal 10 Maret Pernyataan lain juga sama dikemukakan oleh informan Ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut: AuKalau untuk audio visualnya ya, saya menggunakan video , jadi sebelum saya mengajar saya mencari video pembelajaran Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X yang berkaitan dengan materi yang dibawakan kemudian saya menguploadnya ke E-Learning dan Siswa diarahkan untuk menonton video tersebutAy (Hasil wawancara tanggal 16 Maret Sedangkan pernyataan berbeda juga dikemukakan oleh informan Bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut: AuKalau audio visual hanya pakai zoom itu saja, kalau seperti pembelajaran macam Guru-Guru lain saya jarang Jadi saya menggunakan Zoom untuk menyampaikan materi langsung secara virtual. Jadi saya bicara ini itu mengenai materi kemudian siswa menyimak apa yang saya sampaikan. Jadi sambil diskusi juga didalamnya. Itu sebagai pengganti tatap muka saja yang tadinya diruang kelas kini menjadi daringAu ( Hasil wawancara tanggal 5 April 2. Berdasarkan pernyataan diatas, guru selain menyampaikan materi pembelajaran dalam bentuk teks guru juga menggunakan media audio visual berupa video. Video tersebut merupakan video pembelajaran yang diambil melalui kanal youtube dan di upload di LMS melalui Website id seperti pada gambar 1. Gambar 1. Penggunaan Media Audio Visual pada E-Learning Guru menggunakan audio visual ini diperoleh dari beberapa video pembelajaran dari kanal youtube, para guru lebih memilih mencari audio Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X visual yang telah tersedia sesuai materi daripada membuatnya sendiri. ini dianggap lebih mudah oleh Guru apalagi di era zaman teknologi sekarang yang semakin berkembang, kebutuhan akan materi pembelajaran berupa audio visual pun semakin banyak tersedia. Seperti yang diungkapkan oleh informan Ibu Iis Novianti. Pd sebagai berikut : AuKalau untuk membuat medianya saya tidak membuatnya. Jadi saya ambil beberapa . edia pembelajaran audio visua. di youtubeAy. Saya sebenarnya bisa membuatnya sendiri tetapi lebih ribet, alatnya atau bahannya tidak adaAy (Hasil wawancara tanggal 10 Maret 2. Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh informan ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuTidak, saya hanya mencari videonya saja di youtube yang berhubungan dengan materi, tetapi kalau membuat sendiri tidakAy (Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Berdasarkan pernyataan informan diatas, guru lebih memilih untuk mencari media audio visual yang telah tersedia di kanal youtube daripada membuatnya sendiri karena dianggap lebih mudah dan praktis, dibandingkan dengan harus membuatnya sendiri yang prosesnya memerlukan beberapa tahapan dalam pembuatan media audio visualnya. Penggunakan media audio visual oleh guru juga disesuaikan dengan kebutuhan materi yang akan disampaikan. Seperti yang dikemukakan oleh informan ibu Dra. Fartika Ahmadali sebagai berikut : AuYa, sesuai dengan materi. Misal pada pembelajaran geografi saya biasa menggunakan video, saya kan mengajar di kelas 12, kan ada dua bab yang saya ajar sekarang seperti materi tentang Negara maju & Negara berkembang dan penginderaan Nah saya menggunakan video yang kemudian saya upload di e-learningAy . asil wawancara tanggal 16 Maret 2. Pernyataan ini juga didukung oleh penjelasan informan ibu Iis Novianti sebagai berikut: AuHarus sesuai, kalau tidak sesuai bagaimana caranya. Jadi misalnya ya kayak yg perlu-perlu harus pakai audio visual, saya pakai audio visual. Tapi kalau misalnya hanya seperti berupa rangkuman-rangkuman saya cuman pakai slide ppt atau Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X tidak saya pakai voice note whatsapp. Ini penjelasannya begini kan mereka pegang atau punya buku geografi masing-masing jadi saya jelaskan . elalui voice not. ini seperti ini dan ini seperti ini bisa juga lewat Zoom sih kalo anak-anak mauAy (Hasil wawancara tanggal 10 Maret 2. Berdasarkan penjelasan informan diatas, penggunaan media audio visual pada pembelajaran juga harus disesuaikan dengan kebutuhan materi pelajaran yang akan disampaikan ke Siswa, dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini setiap Guru juga memiliki cara masing-masing dalam menyampaikan materi pembelajaran seperti yang dikemukakan oleh informan bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuYa, harus sesuai dengan materi. Karena kan media yang digunakan itu menurut saya itu benar-benar alternatif ya. Kita tak bisa luring tapi pakai daring. Ya kita menyesuaikan saja sekarang ini banyak yang bisa digunakan untuk penyampaian materi ke siswa atau media yang digunakan ke Siswa. Tinggal kita nya yang harus bisa memanfaatkan itu. untuk media pun pada pembelajaran daring ini kita sekarang bisa menggunakan beberapa media yang sekarang digunakan oleh guru-guru juga seperti E-Learning . iakses i. WA. Google Classroom, dan juga Zoom. Kita para Guru tinggal milih mana yang mau digunakan untuk tiap pertemuan pembelajaran daring. Untuk materi pelajaran yang akan disampaikan Au (Hasil wawancara tanggal 5 April Penggunaan media audio visual berupa video ini juga dianggap sangat membantu oleh guru dalam penyampaian materi pembelajaran pada pembelajaran daring ini. Seperti yang dikemukakan oleh informan ibu Dra. Fartika almahdali sebagai berikut : AuYa, tentu membantu, sebab saya juga dalam menyampaikan materi ke anak-anak biasa ibu membagikan materi yang akan dipelajari, mereka juga memiliki buku masing-masing dan dari saya kemudian mengarahkan mereka untuk menyimak materi video pembelajaran yang saya upload di e-learningAy (Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Pernyataan yang sama juga dikemukakan oleh informan Ibu Iis Novianti. Pd sebagai berikut : AuYa sangat membantu. sangat membantu Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Media audio visual yang saya download di youtube itu sangat Karena dia punya contoh-contoh lebih dekat sama kehidupan terus juga lebih relevan dengan masa pandemi sekarangAy (Hasil wawancara tanggal 10 Maret 2. Dalam pelaksanaanya menggunakan pembelajaran, ada beberapa hal yang biasa guru lakukan sebelum pembelajaran berlangsung seperti menyiapkan bahan materi pelajaran sesuai dengan RPP daring yang telah dibuat, membuat tugas dan juga video pembelajaran yang akan di upload di E-Learning . elalui website Sebelum pembelajaran berlangsung, guru terlebih dahulu menyampaikan beberapa arahan ke siswa melalui grup whatsapp kelas dan pada saat jadwal pelajaran dimulai siswa diarahkan untuk menyimak materi pembelajaran di e-learning. Seperti pernyataan informan ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuKalau untuk sekarang kan pembelajaran nya masih daring ya, tidak tatap muka, sebelum ibu mengajar, ibu terlebih dahulu harus menyiapkan materi yang akan disampaikan ke siswa melalui e-learning berdasarkan RPP daring 1 lembar yg telah saya buat dan juga menyiapkan video yang berkaitan dengan materi dan mengupload nya di e-learning. Jadi, memang kalau dari saya tiap-tiap materi yg saya upload di e-learning selalu saya beri video. Videonya pun juga saya ambil dari youtube Au (Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Pernyataan lain juga dikemukakan oleh informan bapak Drs. matoneng sebagai berikut : AuYa tentunya pertama-pertama yaitu kita harus siapkan sarana dulu, iya kan. Jadi kalau kita misalnya akan menggunakan google classroom. kita akan menyiapkan laptopnya dengan baik. Kalau kita pake Zoom harus disiapkan dengan baik, bentuk gambarnya,suaranya, materi pembahasannya pada saat pertemuan. Jadi semuanya harus disiapkan terlebih dahulu. Jadi penyampaiannya lewat dulu WA grup kelas dulu menyampaikan apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan maupun yang akan disampaikan sebelum memulai pelajaran. biasa menginformasikan dulu ke siswa bahwa jangan lupa kegiatan KBM Geografi di tanggal sekian Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X dan jam sekian materi ini yang akan dipelajari. materinya bisa melalui Whatsapp, melalui Classroom, melalui ELearning (Website:sman5palu. dan juga bisa melalui zoom begitu pokoknya (Hasil wawancara tanggal 5 April 2. Berdasarkan pernyataan informan diatas. Guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, mempersiapkan beberapa hal seperti misalnya kesiapan laptop sebagai sarana penunjang kegiatan pembelajaran daring, menyiapkan bahan materi sesuai dengan RPP daring yang telah dibuat, kemudian menyediakan media audio visualnya yang akan diupload di e-learning. Sebelum pembelajaran dimulai guru sebelumnya terlebih dahulu menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran. Guru mengarahkan siswa untuk mempelajari materi yang telah terupload di E-learning dan menyimak video, setelah itu mengerjakan soal evaluasi berupa kuis atau ulangan Untuk penggunaan e-learning sendiri siswa dan guru mengakses website sekolah sman5palu. id dan masuk pada submenu E-Learning kemudian memasukkan Username dan Password. Seperti terlihat pada gambar berikut : Gambar 2. Login Username dan Password Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Gambar 3. Halaman Dashboard e-learning SMA Negeri 5 Gambar 4. Halaman LMS e-learning mata pelajaran geografi Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Gambar 5. Contoh penggunaan media audio visual oleh Guru Penggunaan media audio visual oleh Guru juga didasarkan pada indikator pembelajaran. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Dra. Fartika almahdali sebagai berikut : AuIyalah sesuai, karena siswa itu sendiri juga punya pegangan buku masing-masing. Jadi biasa saya sampaikan disitu di WA kepada siswa saya. Kamu pelajari materi hari ini di halaman ini kemudian kamu buat ringkasan. Pokoknya indikator pembelajarannya sesuai dengan bukunya mereka juga begitu Ay (Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Pernyataan lain juga dikemukakan oleh ibu Iis Novianti. Pd guru geografi, sebagai berikut : AuAda juga sebagian tidak menurut saya ya. Ada juga rata-rata semuanya pasti sesuai, tapi kalo yang di youtube Biasanya kita harus maunya ini dua indikator hari ini selesai tapi karena saking kreatifnya itu biasa cuman satu indikator yang selesai tapi videonya panjangAu(Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Berdasarkan pernyataan dari informan diatas, bahwa penggunaan media pembelajaran khususnya audio visual disesuaikan dengan indikator pembelajaran yang terdapat pada pegangan buku para siswa selain itu media audio visual yang digunakan adalah video dari kanal youtube, sehingga media audio visual yang digunakan beberapa diantaranya telah memuat secara keseluruhan dengan indikator pembelajaran dan ada juga yang hanya sebagian saja. Namun demikian para guru juga telah memberikan materi secara lengkap di E-learning sesuai dengan indikator pembelajaran sehingga para siswa bukan hanya menyimak video nya saja tetapi juga dapat membaca materi lengkap di e-learning. Selain itu keaktifan siswa juga diperhatikan dalam pembelajaran. Seperti pernyataan informan Dra. Fartika almahdali sebagai berikut : AuIya. Kita kan bisa lihat di E-learning. bisa di lihat di e-learning siapa yang aktif belajar siapa yang tidak. Tetap juga dipantau keaktifan siswa yang sedang membuka E-learning pada pembelajaran geografi. dilihat disitu nama-nama yang masuk belajar pada saat dimulainya pembelajaranAy (Hasil wawancara tanggal 15 Maret 2021. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Pernyataan lain juga dikemukakan oleh Ibu Iis Novianti. Pd guru mata pelajaran geografi, sebagai berikut : AuKalo melibatkan siswa secara aktif itu sepertinya tidak, kecuali kalau mau dibilang feedback kalo feedback juga tidak, tergantung kelas ya. Sekarang ini namanya anakanak sudah mulai malas belajar online tidak ada sudah yang feedback . emberikan tanggapan balik terhadap pemahaman materi yang diberikan guru kepada sisw. Tidak ada sama sekali. Paling hanya yg di bilang itu pernah saya berikan video audio visual itu tentang berapa jarak dari permukaan bumi ke inti bumi itu tentang materi litosfer (Lapisan permukaan bum. padahal itu jauh sekali kan. Dia punya judul sama video cuman mau supaya mereka menelaah. malah tidak ada . emberikan feedbac. Padahal bagus sekali videonya. Hanya satu orang . ang memberikan feedback/tanggapan Saya tahunya bisa mereka peran aktifnya begini. Contoh tanggapan sisw. Aoee ibu. !! Yang saya nonton ini, begini ternyata didalam bumi . nti bum. ini begini bu tapi ibu yang kita pelajari litosfer. jadi apakah saya harus cari tahu apa kaitannya dengan video itu bu? Au . nah itu berarti dia menelaah baik-baik tapi yang lainnya tidak. Dia cuman tulis apa isi video nggak dikaitkan dengan Seperti itu Au (Hasil wawancara tanggal 10 Maret Sedangkan untuk pernyataan berbeda juga dikemukakan oleh informan bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuMelibatkan. Tentu melibatkan. Karena di Zoom juga setelah selesai menyampaikan materi. Saya biasa sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau hal-hal yang bisa didiskusikan di tiap pertemuan. Alhasil kadang ada siswa yang bertanya walaupun cuman 1 atau 2 orang dan yang lainnya memang benar-benar tidak mau aktif bertanya, diam saja malas bertanya dan sebagainyaAy (Hasil wawancara tanggal 5 April 2. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Dari pernyataan informan diatas, keaktifan siswa dapat dilihat oleh guru melalui kehadiran siswa dalam pembelajaran, keaktifan siswa untuk bertanya atau memberikan feedback terhadap materi yang telah diberikan oleh Guru. Namun karena pembelajaran daring ini, menurut Guru membuat motivasi belajar siswa makin berkurang. Selain itu penggunaan media audio visual ini menurut guru juga sangat cocok digunakan pada materi geografi seperti pernyataan informan ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuMenurut saya tepat. apalagi kita pembelajarannya kan tidak seperti biasanya tatap muka atau luring. Tapi sekarang pembelajarannya daring. Jadi segala penyampaian yang berkaitan dengan materi geografi itu ya mesti pake video Pembahasan materi geografi juga luas ya mulai dari aspek fisiknya lah sosialnya lah dan juga hubungan antar sesamanya dan lain sebagainya mungkin bisa membantu dalam siswaAy (Hasil wawancara tanggal 15 Maret 2. Hal ini didukung pula oleh pernyataan informan ibu Iis Novianti. Pd sebagai berikut : AuYa, sangat tepat. Kalau pake media audio visual saya rasa tidak masa pandemi pun geografi itu lebih cocok ya media pembelajaran yang digunakan itu media audio visual paling cocok. Karena apa. Karena anak-anak lebih cepat dapat. Maksudnya gini dari audio visual . ang digunaka. stimulus anak-anak lebih cepat dia tangkap. Jadi responsifnya lebih cepat juga kalo misalnya ini tatap muka. Kalau pada masa pandemi ini juga bisa lebih responsif cuman ini kendalanya di anak-anak yang sudah bosan belajar online maunya tatap muka seperti itu Au (Hasil wawancara tanggal 10 Maret 2. Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh informan bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuMenurut saya tepat. apalagi kita pembelajarannya kan tidak seperti biasanya tatap muka atau luring. Tapi sekarang pembelajarannya daring. Jadi segala penyampaian yang berkaitan dengan materi geografi itu ya mesti pake video Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Pembahasan materi geografi juga luas ya mulai dari aspek fisiknya lah sosialnya lah dan juga hubungan antar sesamanya dan lain sebagainya. Mungkin bisa membantu dalam memberikan pemahaman materi kepada siswaAy (Hasil wawancara tanggal 5 April 2. Dari pernyataan informan diatas, bahwa media audio visual sangat tepat digunakan pada pembelajaran geografi dikarenakan media audio visual dapat membuat siswa menjadi responsif terhadap pembelajaran kemudian audio visual juga bisa digunakan sebagai media penyampaian materi geografi yang begitu kompleks sangat cocok digunakan pada di masa Penggunaan pembelajaran khususnya media audio visual ini juga berperan penting dalam pembelajaran geografi dimasa pandemi ini, seperti yang dikemukakan oleh informan ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuPenggunaan media audio visual itu sendiri dampaknya cukup membantu juga dengan situasi sekarang ini walaupun tidak tatap muka tapi proses pembelajaran bisa berlangsung secara online dengan menggunakan beberapa platform media online yang tersedia seperti website sekolah. Classroom. Zoom, dan Whatsapp. Kalau ibu kan yang biasa ibu gunakan itu website Sekolah. Jadi kan itu mengakses website sekolah . id di sub menu E-Learning Memasukkan username dan password diakses oleh siswa maupun guru. Dengan penggunaan E-Learning itu kan cukup berdampak juga pada pembelajaran artinya proses pembelajaran masih tetap berlangsung walaupun tidak bertemu secara langsung dengan Cukup materi saya buat kemudian saya upload ke ELearning tadi dan disertai juga disetiap materi ada video yang harus mereka tonton dan mereka pelajari. Jadi memang sekarang itu bagus ya apa-apa serba tersedia dan bisa Kalau misal saja tidak ada tidak pakai media seperti Ya belum tentu proses pembelajaran bisa dilakukan seperti sekarang ini. Jadi memang sebenarnya penggunaan media seperti audio visual juga sangat membantu baik bagi guru maupun siswa sangat beperan penting dalam proses pembelajaran di situasi sekarang ini. (Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Didukung pula oleh pernyataan informan Ibu Iis Novianti. Pd guru mata pelajaran, sebagai berikut : AuYang jelas bagus. sangat efektif dan efisien. kalau mau dibilang lewat audio visual atau pembelajaran klasikal lebih enak audio visual, anak anak lebih mengerti dan responsif oh iya ibu saya sering lihat ini di TV . oh iya ibu ini begini bu lebih responsif anak-anak. cuman begitu sekali lagi kebalik. Karena ini daring anak-anak malas tidak membuka audio visualnya apalagi bukan cuman satu mata pelajaran . ang memberikan materi lewat audio visua. banyak mapel yang berikan tugas padahal saya itu jarang sekali berikan Saya evaluasi paling banyak dua nomor kalaupun pun mau memberikan tugas besar itu nanti hitung 3 pertemuan baru berikan tugas besar. (Hasil wawancara tanggal 10 Maret Pernyataan lain juga dikemukakan oleh bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuDi dalam masa pandemi ini sekarang sebenarnya, penggunaan media yang kita gunakan itu sebenarnya bagus tetapi semuanya lebih bagus kalo kita tatap muka. Jadi memang bagus juga artinya ini bisa kita programisasi seperti sekarang ini tetapi kalau untuk penggunaan media audio visual itu lebih baik kita menggunakan tatap muka begitu karena begini banyak juga kendala-kendala. Misalnya lampu mati jaringan juga mati. kan! Jaringan biasanya kurang bagus. iya kan! atau tidak jaringan internet/wifi nya ada tapi lemot nah itu bisa jadi kendala juga. Walaupun sebenarnya audio visual seperti video itu ya itu sebenarnya bagus juga jika menampilkan pembahasan mengenai geografi. gambar-gambar atau videonya mengenai siklus terjadinya hujan, atau pembahasan mengenai atmofer atau litosfer dan masih banyak lagi. Ay (Hasil wawancara tanggal 5 April 2. Dari pernyataan informan diatas, penggunaan media audio visual pada pembelajaran geografi sangat berperan penting dan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X juga berdampak pada pembelajaran geografi hal ini dinilai lebih efektif dan efisien digunakan pada pembelajaran daring saat ini yang tidak melakukan pembelajaran tatap muka. FaktorAeFaktor Pendukung dan penghambat penggunaan media audio visual Guru juga mengatakan bahwa sebaik-baiknya pembelajaran dilakukan tatap muka hal ini dikarenakan pembelajaran daring juga memiliki beberapa kendala yang dialami oleh guru. Penggunaan media audio visual ini juga tentunya tidak lepas dari faktor Aefaktor pendukung dan penghambatnya seperti yang dikemukakan oleh informan bapak Drs. Anugerah Matoneng sebagai berikut : AuYang pertama-tama itu faktor pendukungnya itu kemauan siswa itu sendiri dan kemauan guru itu terutama. Jadi bagaimana juga kalau kemauan . tidak ada. bisa saja misalnya anak- anak itu asik tidur dirumah kan. Jadi kalau tetap dia ingat saya ada jam geografi di jam 07:15 jadi harus bangun. Jadi dari kemauan siswa itu. nah kita juga . susah mengkontrolnya disana . irumah sisw. Jadi tergantung dari anak itu sendiri dari kemauan dia. Bagaimana dia tanggapi jadwal pelajaran saya saat pembelajaran daring Ay (Hasil wawancara a 5 April 2. Pernyataan lain juga dikemukakan oleh Informan Ibu Dra. Fartika Almahdali sebagai berikut : AuFaktor pendukungnya bisa dibilang seperti yang saya katakan tadi sekarang semuanya serba tersedia. Media pembelajaran Online nya ada kita tinggal pilih mau pakai yang mana. Bahan materinya juga selain dari buku bisa juga ambilnya dari internet. Kemudian kalau soal kuota internet juga Alhamdulillah ada bahkan kita juga ada wifi yang disediakan disekolah. Jadi saya rasa baik-baik saja. Kalau untuk faktor penghambat itu dari saya tidak adaAy ( Hasil wawancara tanggal 16 Maret 2. Hal ini juga didukung oleh pernyataan informan Ibu Iis Novianti. Pd sebagai berikut : Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X AuKalau pendukungnya ya bahannya lebih tersedia diyoutube juga sudah semakin banyak, sebab ini pembelajaran daring. Jadi guru-guru se-indonesia itu semakin berkreasi, berinovasi untuk menciptakan media pembelajaran apalagi yang berbasis audio Jadi semakin kita dapatkan. apalagi kita ini semakin dituntut juga seperti itu. Jadi saya ingin sekali membuant juga begitu. Tapi menggunakan audio visual itu. kalau dari kita nya tidak ada. Hanya kalau dari anak-anaknya kadang-kadang tidak ada data, tidak ada ruang penyimpanan, tdk bisa di download audio Tapi kalau sebelum pandemi. dia punya penghambat Prasarana tidak ada infocus. Jadi harusnya ya menurut harusnya tiap mata pelajaran itu 1 infocusnya, kalaupun ada mata pelajaran yang mungkin dikatakan umum seperti kimia, bahasa Indonesia. baiklah bisa dikatakan kimia, bahasa Indonesia, matematika ya itu bisa disediakan 1 mapel 2 sampai Tapi kalau mata pelajaran kayak kita begini . harusnya ya satu satu ini bahkan tidak. Untuk kelas IPS saja hanya 1 infocus nya. Bayangkan ips itu ada geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi kan segala macam. Kalau kita mau pakai biasa mereka juga pakai. Jadi tadinya anak-anak bisa nonton, yang tadinya kita sediakan video pembelajarannya bagus-bagus akhirnya tidak teraktualisasi dengan baik sebab apa? sebab sarana prasarana tidak mendukung (Hasil wawancara tanggal 10 Maret 2. Dari pernyataan informan diatas bahwa penggunaan media audio visual oleh guru didukung oleh beberapa faktor media audio visual berupa video pembelajaran dan bahan-bahan banyak tersedia di internet, ketersedian paket internet maupun wifi sebagai penunjang pembelajaran daring oleh guru, sedangkan faktor penghambatnya yakni dari motivasi siswa dan guru untuk melakukan proses pembelajaran daring, dan juga kendala ketidakstabilnya jaringan internet yang membuat sedikit hambatan saat pembelajaran berlangsung. 3 Pembahasan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual oleh guru geografi pada masa pandemi di SMA Negeri 5 Model Palu Berdasarkan bahwa dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi secara daring ini guru menggunakan beberapa platform atau sarana yang digunakan dalam menunjang proses pembelajaran daring di masa pandemi ini seperti penggunaan E-Learning yang diakses melalui website sman5palu. Whatsapp. Google Classroom dan Zoom Meeting. Tersedianya media eletronik tersebut cukup membantu para guru untuk melakukan proses pembelajaran di masa pandemi ini. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru juga menggunakan media audio visual berupa video pembelajaran yang ditampilkan pada E-learning, diupload oleh guru melalui website id yang dapat diakses oleh guru dan siswa setiap kali pertemuan pembelajaran. Media audio visual yang diupload oleh guru tersebut merupakan video pembelajaran yang diambil dari kanal youtube. Penggunaan media seperti ini memiliki beberapa keuntungan yakni pembelajaran bersifat mandiri dan interaktivitas yang tinggi, mampu meningkatkan tingkat ingatan, memberikan banyak pengalaman belajar dengan teks, audio maupun audio visual. Dari hasil wawancara yang dilakukan, guru lebih memilih mencari media audio visual yang telah tersedia di internet melalui kanal Youtube karena dianggap lebih mudah memperolehnya dibandingkan harus membuat media audio visualnya sendiri. Hal ini dikarenakan membuat media audio visual ini masih butuh beberapa proses tahapan pembuatannya tergantung sebagus apa media audio visual yang ingin Hal tersebut pada umumnya juga didasari beberapa faktor antara lain seperti. ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung untuk pembuatan media audio visualnya, kemampuan dan kreativitas guru yang kurang dalam hal membuat media pembelajaran berbasis audio visual, selain itu juga faktor motivasi guru dalam hal apakah mau atau tidak membuat media audio visualnya secara mandiri. Hal ini berkaitan pula pada pernyataan (Ashyar, 2012:. yang mengatakan bahwa media visual yang menggabungkan penggunaan suara memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksinya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio visual adalah penulisan naskah dan story board yang memerlukan persiapan yang banyak. Selain itu keterampilan Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X guru dalam menggunakan media audio visual juga sangat diperlukan demi tercapainya tujuan belajar. seperti pada penelitian Joni Purwono yang meneliti Au Penggunaan media audio visual pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan alam di SMAN 1 Pacitan Au yang dalam penggunaan media audio visualnya Guru memerhatikan ketersediaan sarana dan prasarana penunjang dan dalam pembuatan media audio visualnya tetap memerhatikan standar kompetensi yang ada selain itu keterampilan guru dalam menggunaakan audio visual ini juga sangat diperlukan. Akan tetapi oleh Guru geografi disini sendiri lebih memilih cara yang lebih mudah dan praktis. Untuk menyediakan media audio visual pada pembelajaran geografi di masa pandemi ini dengan metode pembelajaran daring. Guru lebih memilih mencari media audio visualnya berupa video pembelajaran yang telah banyak tersedia di berbagai kanal Youtube. Video pembelajaran yang disediakan disesuaikan dengan sub materi pembahasan di tiap pertemuannya. Kebutuhan terhadap media pembelajaran khususnya audio visual di masa pandemi Covid-19 tidak terhindarkan sebagai alat bantu dalam proses penyampaian informasi pembelajaran. Hal ini juga seperti pernyataan pada penelitian Asyti Febliza . dalam penelitiannya berjudul Au Kebutuhan Mahasiswa terhadap video kontekstual sebagai media pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 Au yang menyatakan bahwa salah satu bentuk media yang tepat yang dapat digunakan pada masa Covid-19 dengan sistem pembelajaran jarak jauh ini yakni media pembelajaran berbentuk audio visual yang dimana dalam hasil penelitiannya penggunaan video pembelajaran mencapai presentase 100 % sangat dibutuhkan oleh pelajar di masa pandemi covid-19 ini. Video pembelajaran yang ditampilkan ini dari penelusuran peneliti, lebih banyak menggunakan media audio visual jenis audio visual diam, yakni dalam video tersebut hanya menampilkan slide powert point materi pembahasan disertai tampilan gambar diam dan juga penjelasan berupa suara pemateri didalamnya. Hal ini, senada dengan pendapat Djamarah dan aswan . yang membagi media audio visual kedalam dua jenis yakni audio visual diam dan audio visual gerak. Audio visual Diam, yaitu media yang menampilkan suara dan gambar. Audio visual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerakAy. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Media audio visual tersebut kemudian digunakan pada pembelajaran Pada pembelajaran daring ini, penggunaan media audio visual dilakukan dengan berbagai kesiapan yang dilakukan oleh guru seperti : Mempersiapkan bahan ajar yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran pada RPP daring yang telah dibuat oleh guru dan akan diunggah oleh guru di E-learning yang diakses melalui website Menyiapkan media audio visual berupa video pembelajaran sesuai materi pembahasan. Persiapan pra-pembelajaran, seperti pemberian arahan oleh guru pada siswa terkait hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran daring yang akan dilaksanakan dan disampaikan secara daring melalui grup whatsapp kelas Kemudian saat kegiatan pembelajaran akan berlangsung, siswa langsung diarahkan untuk masuk pada E-learning, mengisi absensi dan mempelajari materi-materi yang telah diberikan dalam bentuk teks dan juga menyimak video yang telah diunggah tersebut. Untuk evaluasi pembelajaran, guru biasanya memberikan soal ulangan harian ataupun kuis di setiap akhir sub pembahasan ataupun tiap pertemuan pada elearning tersebut. Dari hasil penelitian. Penggunaan media audio visual oleh guru ini juga disesuaikan dengan tujuan dan indikator pembelajaran pada RPP daring yang telah dibuat oleh guru. Media audio visual yang digunakan tersebut beberapa diantaranya telah memuat secara keseluruhan indikator pembelajaran namun ada juga yang hanya sebagian saja. Hal ini dikarenakan video tersebut bukanlah buatan sendiri melainkan diperoleh dari kanal Youtube sehingga pembahasan materi geografi dalam video tersebut hanya membahas beberapa sub materi saja. Penggunaan media audio visual ini oleh guru geografi disini menyatakan sangat cocok digunakan di masa pandemi sekarang. Hal ini dikarenakan sistem pembelajaran pada masa pandemi ini dilakukan secara daring atau Online, mengharuskan para guru dan siswa tidak bertatap muka secara langsung dalam kegiatan pembelajaran dan sebagian guru juga tidak menggunakan Virtual Meeting seperti aplikasi Zoom Meeting pada setiap pertemuannya. Maka media audio visual lah yang dianggap tepat digunakan untuk menggantikan Virtual Meeting tersebut. Penggunaan media audio visual pada pembelajaran geografi juga ini dianggap berdampak langsung oleh guru, karena dinilai sangat efektif. Hal ini juga seperti pernyataan pada hasil penelitian fitri wulandari . yang Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X berjudul AuEfektifitas penggunaan media pembelajaran audio visual pada mata pelajaran Fiqih di masa pandemi covid-19 SMP Muhammadiyah SurakartaAy, yang dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa pengunaan media audio visual didukung dengan bantuan media secara teknis dapat memudahkan guru menyampaikan materi mata pelajaran, siswa mudah memahami materi yang diajarkan dan siswa termotivasi untuk serius dalam mengikuti proses pembelajaran jarak jauh. Seperti yang dikemukakan oleh Sudjana dan Rivai dalam (Arsyad, 2009:. penggunaan media pembelajaran oleh guru khususnya audio visual dapat bermanfaat dalam proses belajar siswa, diantaranya dapat menumbuhkan minat dan motivasi belajar siswa, lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan untuk tercapainya tujuan belajar. Media audio visual yang digunakan oleh guru geografi disini dapat memperjelas materi berupa teks yang diunggah oleh guru di E-learning, dan juga efisien jika digunakan dalam pembelajaran, bahkan sewaktu-waktu dapat diunduh dan diputar kembali oleh siswa maupun guru. AuHal ini senada dengan pendapat Atoel . mengenai kegunaan media audio visual sendiri yakni antara lain : . Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis, . Mengatasi keterbasan ruang,waktu dan daya indera, . media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial. Penggunaan media audio visual oleh guru ini dianggap sangat membantu guru dalam memperjelas materi yang diberikan. Mengingat pembelajaran geografi memiliki karaktersitik tertentu yakni mengkaji fenomena-fenomena yang ada di lapisan permukaan bumi beserta kehidupannya. Dalam penggunaan media audio visual ini oleh guru geografi menyatakan penggunaan media audio visual ini sangat berperan dan berdampak langsung pada proses pembelajaran yang dilakukan di masa pandemi ini beberapa alasan di antaranya dikarenakan penggunaan media audio visual pada pembelajaran daring atau Online di masa pandemi ini memiliki beberapa keuntungan yakni antara lain Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Kemudahan yang dirasakan oleh penggunanya yang dimana pembelajaran dapat bersifat mandiri dan interaktifitas yang Mampu meningkatkan tingkat ingatan Memberikan lebih banyak pengalaman belajar melalui audio visual yang digunakan untuk menyampaikan informasi Memberikan kemudahan menyampaikan pembelajaran melalui audio visual Dapat diakses, diunduh dan diputar kembali oleh guru maupun siswa. Selanjutnya Daryanto . , menyatakan manfaat yang dapat diperoleh dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media audio visual adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, dan proses belajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja. Faktor-Faktor pendukung dan penghambat penggunaan media audio visual Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual pada pembelajaran daring ini memang telah dilakukan oleh guru. Penggunaan media audio visual oleh guru dengan sistem pembelajaran daring yang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Model Palu ini juga tidak terlepas dari beberapa faktor pendukung maupun penghambat dalam pelaksanaanya antara lain : Faktor Pendukung Adapun faktor pendukung penggunaan media audio visual di masa pandemi ini yakni :Ao . Ketersediaan sumber belajar media audio visual di Internet Di era zaman teknologi yang modern saat ini, dengan segala perkembangannya yang semakin pesat. Hampir semua kebutuhan manusia di segala aspek dapat terpenuhi tak terkecuali di bidang pendidikan. Kebutuhan akan sumber belajar bisa dengan mudah diperoleh begitupun juga dengan sumber belajar media audio visual. Dengan banyaknya tersedianya video pembelajaran di Platform digital seperti kanal Youtube. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X maka guru dengan mudah memperoleh media pembelajaran audio visual tanpa harus repot membuatnya secara mandiri. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Sudjana . 3:4-. , yang menyatakan salah satu hal dasar yang dijadikan pertimbangan oleh guru itu sendiri dalam pemilihan media diantaranya adalah selain media tersebut sesuai dengan ketetapan tujuan pembelajaran, media yang digunakan setidaknya mudah diperoleh, tersedia waktu menggunakannya, dan juga Guru dapat menggunakannya dalam proses pembelajaran berlangsung. Ketersediaan paket kuota internet/Wifi Seperti yang diketahui dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring atau Online di masa pandemi ini, kegiatan seperti mengakses, mengupload, mengunduh, memutar audio visual di lakukan diruang internet, tentu ini pula harus ditunjang dengan ketersediaan kuota internet ataupun jaringan Wifi agar dapat mengakses beberapa platform media Online yang digunakan sebagai sarana dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran daring seperti penggunaan E-Learning. Whatsapp. Google Classroom dan Zoom Meeting. Untuk penggunaan media audio visual itu sendiri digunakan dan diunggah melalui E-Learning SMA 5 melalui Website Sehingga ketersediaan kuota internet/wifi di sekolah pembelajaran daring dengan penggunaan media pembelajaran khususnya media audio visual. Ketersediaan Sarana Salah satu hal mendasar yang harus disiapkan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran daring (Onlin. yakni kesediaan sarana seperti adanya laptop atau Smartphone, sebab untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran para guru menggunakan dua perangkat eletronik ini. Guru dapat mengunggah, mengunduh ataupun mengakses beberapa Platform Online maupun media audio visual yang digunakan pada pembelajaran daring tersebut. Faktor Penghambat Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hal penggunaan media pembelajaran khususnya audio visual tidak memiliki banyak kendala-kendala, hanya saja dalam hal penggunaannya terkadang guru mengalami sedikit hambatan dalam hal ketidakstabilan jaringan internet atau pun wifi di sekolah yang lambat mengunduh ataupun Seperti yang diketahui salah satu faktor penunjang pembelajaran daring selain ketersediaan kuota internet/Wifi, juga harus dibarengi dengan jaringan internet yang baik. Guru terkadang mengalami hal ini ketika kualitas jaringan internet atau wifi disekolah tidak baik atau lambat maka akan sedikit mengalami kendala dalam hal mengakses, mengunggah ataupun mengunduh media audio visualnya. Upaya-upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi Kendala penggunaan media pembelajaran audio visual di masa pandemi Covid-19 Di masa pandemi covid-19 ini guru dituntut untuk berusaha mencari media pembelajaran yang bisa digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh secara daring (Onlin. Salah satu media yang dapat digunakan adalah media pembelajaran audio visual. Media audio visual yang merupakan kombinasi dari audio dan visual, yang biasa disebut dengan media pandang dan dengar. Penyampaian materi ajar yang disalurkan berupa pesan verbal yang siswa dengan Pembelajaran dengan media audio visual akan lebih mudah dipahami oleh siswa, karena memiliki karakteristik yang lebih lengkap dibandingkan dengan media audio maupun media visual. Penyajian materi pembelajaran dapat dilakukan melalui media tersebut dan guru hanya sebagai fasilitator saja. Namun dalam penerapannya, penggunaan media audio visual pada pembelajaran daring (Onlin. di masa pandemi ini juga mengalami beberapa kendala atau hambatan. Hal tersebut perlu adanya upaya-upaya guru yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam penggunaan media audio visual yakni Guru harus mempersiapkan terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dalam media Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X yang akan digunakan dalam pembelajaran dan mengecek terlebih dahulu berfungsi apa tidaknya sehingga tidak mengganggu pelaksanaan pembelajaran dalam penggunaan media yang Dalam hal ini pada pembelajaran daring, jika media yang digunakan berupa audio visual namun dari guru maupun siswa masih terkendala di masalah koneksi jaringan internet yang buruk sehingga tak bisa mengunggah, mengunduh maupun memutar audio visualnya dikarenakan oleh kendala tersebut. Maka dapat dialihkan media yang digunakan itu berupa kombinasi teks dengan media visual yang setidaknya terlihat menarik bagi siswa, yang diharapkan dapat menarik minat dan motivasi belajar siswa itu sendiri demi mencapai tujuan belajar. IV. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan atas data yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa seluruh guru geografi di SMA Negeri 5 Model Palu telah menerapkan penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual yang telah berperan penting dan berdampak baik bagi Guru geografi dalam kegiatan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Hal ini juga ditunjang oleh beberapa faktor pendukung seperti ketersediaan sarana penunjang kegiatan pembelajaran seperti laptop dan Smartphone. Ketersediaan sumber belajar media audio visual di internet, dan juga ketersediaan paket kuota internet maupun Jaringan Wi-fi di Sekolah yang juga sangat menunjang dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh Guru selama masa pandemi. Dalam hal ini Guru juga mengalami sedikit kendala pada koneksi jaringan internet/Wifi yang buruk, sehingga Guru mengalami hambatan dalam mengakses, mengunggah, mengunduh maupun memutar audio visualnya pada kegiatan pembelajaran daring DAFTAR RUJUKAN Arikunto Suharsini. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Teori dan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Arsyad,Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada. Ayu Aina,Indah. Pemanfaatan Media Audio Visual Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah. Indonesian Journal Of History Education. 3,1. Bambang. Lestari . Penerapan Pembelajaran Media AudioAeVisual Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Biologi Di Kelas VII A SMP GKST Imanuel Palu. Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako. 4, . , 23-28. Daljoeni,N. Dasar AeDasar Geografi Politik: Bandung: Citra Aditya Bakti. Departemen Pendidikan Nasional. UndangAeUndang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas. Departemen Pendidikan Nasional. Undang-Undang RI No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen. Jakarta: Depdiknas. Djamarah,Saiful Bahri. Prestasi Surabaya : Usaha Nasional. Belajar Dan Kompetensi GuruAy. Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan: Kuantitatif dan KualitatifAy Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Hamalik,Omar. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditama. Moleong. Lexy J. Metodologi Remaja Rosdakarya. Penelitian Kualitatif. Bandung: Muliana. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbantuan Film Dokumenter Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Di Kelas VII B SMP Negeri SindueAy. Program Studi Magister Pendidikan Sejarah Universitas Tadulako Palu. Muttaqin. Fajar. Penggunaan Media Audio Visual Dan Aktivitas Belajar Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Vocabulary Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas X. Jurnal Wawasan Ilmiah. 8, . , 25-41. Novita. Lina. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Animasi Terhadap Hasil Belajar Subtema Benda Tunggal dan Benda Campuran. Universitas Pakuan Bogor. Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial ISSN: 1693-220X Purwono. Joni. Penggunaan Media Audio Visual Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pacitan. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran. 2, . Rohani. Ahmad. Media Instruksional Edukatif. Jakarta: Kencana. Russefendi. DasarAeDasar Penelitian Pendidikan dan Bidang Non Ae Esakta Semarang: IKIP Semarang Press. Sadirman. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Salam Syamsir & Aripin Jaenal. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: UIN Jakarta Press. Sanjaya,Wina. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup. Sapriya. Dadang dkk. Pembelajaran dan Evaluasi Hasil Belajar IPS. Bandung: UPI Press. Margono. Cipta. Metodologi Penelitian Pendidikan . Jakarta: PT. Rineka Subiyanto. Arief. Metode dan Teknik Penelitian Sosial. Yogyakarta: CV Andi Offset. Sudjana Nana & Rivai Ahmad. Media Pengajaran. Bandung: Penerbit Sinar. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif R&D. Bandung: Alfabeta. Suiraoka. Dewa. Media Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sutirman. Media dan ModelAeModel Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sutopo. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS. Zuriah. Nurul. Metodologi Penelitian Aplikasi. Jakarta: Bumi Aksara. Sosial Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 Dan Pendidikan Teori Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurpis. Volume 18. No. Bulan Januari-Juni 2021 ISSN: 1693-220X