PENGARUH WAKTU APLIKASI PEMBERIAN BIOKOMPLEK TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays var. Saccharata ) Widya Sari. SP. MP. Khalimi Thoha. SP ** Ringkasan Penelitian tentang pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis dilakukan di Rumah Kaca Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian . TK) Desa Sukajadi. Kecamatan Karangtengah. Kabupaten Cianjur. Penelitian dimulai pada bulan April sampai bulan Juni 2011. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman jagung manis. Dalam penelitian ini digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari lima perlakuan dengan pemberian biokomplek 4 gr/liter air yaitu : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = saat tanam. D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam, dan F = kontrol . anpa pemberian Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biokomplek 4 gr/liter air dengan perlakuan A = 2 minggu sebelum tanam merupakan perlakuan yang terbaik dan dapat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman jagung manis, jumlah daun tanaman jagung manis, lebar daun tanaman jagung manis, berat basah tanaman jagung manis, dan berat kering tanaman jagung manis. Kata kunci : Biokomplek, jagung manis Abstract Research on the effect of granting the application bio-complek time to plant sweet corn vegetative growth. was conducted at the Greenhouse Development and Empowerment Center for Teachers and Education Personnel of Agriculture . TK) Sukajadi Village. District Karangtengah. Cianjur. The study began in April to June 2011. This study aims to determine the effect of granting the application bio-complek time to plant sweet corn vegetative growth. In this research used Completely Randomized Design (CRD), with six treatments and three The treatment consisted of five treatments with the provision of bio-complek 4 g / liter of water that is: A = 2 weeks before planting. B = 1 week before planting. C = the time of planting. D = 1 week after planting. E = 2 weeks after planting, and F = control . ithout giving biokomplek. The results showed that administration of bio-complek 4 g / liter of water to the treatment of A = 2 weeks prior to planting is the best treatment and can significantly affect plant height of sweet corn, sweet corn leaf number, leaf width of sweet corn, sweet corn wet weight , and the dry weight of sweet corn plants. Key words : Bio-complek, sweetcorn *Dosen Faperta Univ. Suryakancana. Cianjur **Alumni Faperta Univ. Suryakancan. Cianjur Pengaruh Waktu Aplikasi Pemberian Biokomplek Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis ( zea mays var. saccharata ). Widya Sari. SP. MP dan Khalimi Thoha. PENDAHULUAN Latar Belakang Jagung manis merupakan komoditas pertanian yang sangat digemari terutama oleh penduduk perkotaan karena rasanya yang enak dan manis, banyak mengandung karbohidrat, sedikit protein an lemak. Budidaya jagung manis berpeluang memberikan keuntungan relatif tinggi bila diusahakan secara efektif dan efisien. ttp://w. id/dat/pub/fro ntir/sudarsana Dongoran, 2009 ) Peningkatan produksi dan khususnya jagung manis masih tetap memegang peranan penting dalam mempertahankan stabilitas pangan Peningkatan produksi ini harus pula diikuti oleh peningkatan nilai jual dari produksi yang dihasilkan, untuk itu harus ada jaminan kontinuitas dan kualitas. Komoditi jagung manis telah terbukti mampu memenuhi syarat-syarat di atas sehingga dapat dijadikan sebagai komoditas unggulan. Data dari Subdin Bina Program Cianjur, . , memperlihatkan bahwa di Cianjur terdapat penurunan hasil produksi jagung, pada tahun 2003 adalah 5,013 ton/ha, sedangkan pada tahun 2004 adalah 4,847/ha ton Upaya tanaman Jagung manis dapat dilakukan antara lain dengan meningkatkan kesediaan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman Jagung Untuk meningkatkan kesediaan unsur hara dengan pemberian Pemberian adakalanya kurang efisien, karena unsur Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 pemadatan tanah. Tanaman Jagung manis menghendaki media tanaman yang subur dan gembur. Tanah sebagai tempat tumbuh tanaman harus mempunyai kandungan hara yang cukup untuk menunjang proses pertumbuhan tanaman sampai berproduksi, artinya tanah yang digunakan harus subur. Ketersediaan hara dalam tanah sangat dipengaruhi (Marvelia,dkk. , 2. Hakim menyatakan bahwa bahan organik merupakan bahan penting dalam menciptakan kesuburan tanah. Secara memperbaiki sifat-sifat tanah meliputi sifat fisik, kimia dan biologi tanah Salah satu bahan yang dapat mempercepat proses penyuburan tanah Menurut Nurwadani . , biokomplek dapat mempercepat proses penguraian bahan organik, (C/N rasi. akan cepat Pengaruh biokomplek telah diteliti pada budidaya cabe, budidaya kentang dan budidaya strowbery, tetapi belum pernah diteliti aplikasinya pada tanaman jagung manis. Berdasarkan uraian di atas diharapkan pemberian dosis pupuk yang tepat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung manis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung manis. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah : Mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap tinggi tanaman Jagung Mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap jumlah daun jagung Mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap lebar daun jagung manis . Mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap berat basah jagung Mengetahui pengaruh waktu aplikasi pemberian biokomplek terhadap berat kering jagung METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian dilakukan di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pertanian . TK) Desa Sukajadi. Kecamatan Karangtengah. Kabupaten Cianjur. , pada bulan April sampai bulan Juni 2011 . Pelaksanaan penelitian terdiri dari beberapa kegiatan sebagai berikut : Penyiapan lahan : menyiapkan lahan penunjang penelitian berupa Green House (Rumah Kac. Pembersihan lahan: sebelum melakukan penelitian, maka lahan yang akan digunakan untuk penelitian dibersihkan dahulu dari hal-hal yang akan mengganggu. Persiapan Media : media tanam yang digunakan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang dengan komposisi 1:1. digunakan tanah diayak terlebih . Penanaman Penanaman dilakukan pada polibag dengan ukuran 20 cm x 30 cm . Pemberian perlakuan : Perlakuan dilakukan sesuai dengan perlakuan sesuai rancangan percobaan. Pemberian biokomplek dilakukan dengan cara disiramkan ke dalam Konsentrasi pencampuran biokomplek dengan air adalah 4 g/1 liter air (Laboratorium Bio-Produk Vedca, 2. Dalam satu polibag menerima larutan biokomplek Waktu pemberian dilakukan pada pagi . Pemeliharaan pengendalian hama penyakit dan sanitasi dilakukan sesuai dengan teknik budidaya yang umum. Penyiraman dilakukan 1 hari Rancangan Percobaan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL ) yang terdiri dari enam . perlakuan dan tiga . Perlakuan terdiri dari : A = 2 minggu sebelum tanam B = 1 minggu sebelum tanam C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam E = 2 minggu setelah tanam F = Kontrol . anpa pemberian Pengaruh Waktu Aplikasi Pemberian Biokomplek Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis ( zea mays var. saccharata ). Widya Sari. SP. MP dan Khalimi Thoha. SP Tabel 5. Tata letak percobaan setelah diacak dengan bilangan acak sebagai CR1 BR3 AR3 BR2 BR1 ER2 AR1 FR3 ER3 DR3 ER1 DR1 CR3 DR2 FR2 FR1 CR2 AR2 Keterangan : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam. F = Kontrol . anpa pemberian biokomplek dan R1-R3 = Ulangan Teknik Pengambilan Data Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pengamatan penunjang dan pengamatan utama. Pengamatan penunjang adalah pengamatan yang datanya tidak dianalisis secara statistik, meliputi pengamatan terhadap hama dan penyakit, tumbuhan pengganggu dan suhu. Pengamatan suhu dilakukan setiap hari sebanyak 3 kali yaitu pagi 30 WIB, siang jam 13. 30 WIB dan sore jam 16. 00 WIB, kemudian hasil pendataan dirata-ratakan untuk mengetahui rata-rata suhu harian dan selama percobaan. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Pengamatan utama merupakan pengamatan yang datanya dianalisis secara statistik. Parameter pengukuran dalam penelitian ini adalah : Tinggi Tanaman Tinggi tanaman diukur mulai dari pangkal batang sampai ujung daun Pengukuran tinggi tanaman dilakukan 1 minggu sekali selama Tinggi tanaman merupakan ukuran yang sering diamati baik sebagai sebagai parameter yang digunakan untuk mengukur pengaruh lingkungan atau perlakuan yang diterapkan. Pengukuran tinggi tanaman pada tanaman tertentu seperti jagung, sorghum dan tebu serta tanaman tahunan disederhanakan berdasarkan pertimbangan praktis. Pada tanaman tersebut titik tumbuh tidak mudah didapatkan karena tersembunyi oleh lingkaran daun, sehingga ujung daun yang diluruskan ke atas sejajar batang, hal ini diterapkan sebagai bagian teratas dalam pengukuran tinggi tanaman (Harjadi, 1. Jumlah Daun Pengukuran jumlah daun tanaman dilakukan 1 minggu sekali selama percobaan dan dihitung mulai daun pertama sampai daun terakhir selama pengamatan percobaan. Lebar Daun Pengukuran lebar daun tanaman dilakukan 1 minggu sekali selama percobaan. Teknik yang dilakukan dalam mengukur lebar daun adalah pertama panjang daun diukur dan pada posisi tengah-tengah dari panjang daun. Setelah itu pengukuran dilakukan dari tepi daun yang satu ke tepi daun yang lain. Berat basah dan berat kering Pengukuran Berat basah dan berat kering dilakukan pada akhir Penimbangan berat basah dilakukan dengan bantuan alat timbangan gram skala 10 gram. Cara penimbangannya adalah tanaman di cabut dari polibag dan dibersihkan atau dicuci dengan air, agar media tanam Penimbangan berat kering dilakukan dengan timbangan digital analitik dengan skala 0,000 . Cara penimbangannya dengan cara tanaman yang sudah ditimbang berat basah, kemudian dioven selama 6 jam dengan suhunya 1210C. Kemudian timbangan digital analitik dan diulang sebanyak 3 kali. Setelah itu didapat data berat tanaman yang diambil konstan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengaruh terhadap tinggi Tinggi tanaman . pada Minggu ke Perlakuan 95 bc 95 bc 80 ab 23,40 51,33 125,67 Rataan 26,52 56,94 87,78 121,29 151,67 6,20 12,03 8,67 10,63 10,46 Keterangan : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam. F = Kontrol . anpa pemberian TINGGI TANAMAN Hasil penelitian pada minggu ke 2, 3, 4, 5 dan 6 untuk parameter tinggi tanaman diperoleh hasil ratarata di bawah ini : Tabel 7. Rata-Rata Tinggi Tanaman Minggu ke 2, 3, 4, 5 dan 6 200,00 180,00 160,00 140,00 120,00 100,00 80,00 60,00 40,00 20,00 0,00 Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Gambar 5. Grafik Tinggi Tanaman Minggu ke 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Pengaruh Waktu Aplikasi Pemberian Biokomplek Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis ( zea mays var. saccharata ). Widya Sari. SP. MP dan Khalimi Thoha. SP Pada minggu ke 2 perlakuan A. E dan F tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman. Pada minggu 2 nilai P value 0,450 . i atas 0,. Perlakuan A. E dan F tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada minggu 3. Pada minggu 3 nilai P value 0,577 . i atas 0,. Pada minggu ke 4 perlakuan A. E dan F berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Pada minggu 4 nilai P value 0,007 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan D. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B dan C. PPerlakuan A. E dan F berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada minggu Pada minggu ke 5 nilai P value 0,017 . i bawah 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Pada minggu ke 6 perlakuan A. E dan F berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Pada minggu 6 nilai P value 0,002 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Perlakuan yang terbaik adalah A . minggu sebelum tana. yaitu 176,67 Tabel 8. Rata-Rata Jumlah Daun Minggu ke 2, 3, 4, 5 dan 6 Jumlah daun minggu ke Perlakuan 6 ab 8 ab 6 ab 6 ab 8 ab Rerata 3,83 6,00 8,11 10,00 12,39 1,70 2,89 3,20 2,79 1,77 Keterangan : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam. F = Kontrol . anpa pemberian JUMLAH DAUN Pengaruh waktu aplikasi biokomplek terhadap jumlah daun Hasil penelitian pada minggu ke 2, 3, 4, 5 dan 6 untuk parameter jumlah daun diperoleh hasil rata-rata di bawah ini : Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Minggu ke 1 Minggu ke 2 Minggu ke 3 Minggu ke 4 Minggu ke 5 Minggu ke 6 Gambar 6. Grafik Jumlah Daun Minggu ke 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 Pada minggu 2 nilai P value 0,136 . i atas 0,. Perlakuan F (Kontro. tidak berbeda nyata dengan perlakuan A. D, dan E dengan jumlah daun 4,00. Pada minggu ke 3 perlakuan A. E dan F berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman. Pada minggu 2 nilai P value 0,046 . ibawah 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tdak berbeda nyata dengan perlakuan Perlakuan A . minggu sebelum tana. adalah perlakuan yang terbaik dengan jumlah daun 7. Pada minggu ke 4 perlakuan A. E dan F berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman. Pada minggu 2 nilai P value 0,042 . i bawah 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan E, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B C. D, dan F. Perlakuan A . minggu sebelum tana. dan D . minggu setelah tana. adalah perlakuan yang terbaik dengan jumlah daun 9. Pada minggu ke 5 perlakuan A. E dan F tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun tanaman. Pada minggu 2 nilai P value 0,119 . i atas 0,. Perlakuan F . adalah perlakuan yang terbaik dengan jumlah Pada minggu ke 6 perlakuan A. D, dan E berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun tanaman. Pada minggu 6 nilai P value 0,005 . ibawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A tidak berbeda nyata dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Jadi Perlakuan A . minggu sebelum tana. dengan jumlah daun 14. Gambar 7. Perhitungan Jumlah Daun Pengaruh waktu aplikasi biokomplek terhadap lebar daun Hasil penelitian pada minggu ke 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 untuk parameter lebar daun diperoleh hasil rata-rata di bawah ini : Tabel 9. Rata-Rata Lebar Daun Minggu ke 2, 3, 4, 5 dan 6 Data lebar daun Perlakuan 1,50 1,60 1,53 1,47 1,43 1,47 2,30 2,27 1,93 2,10 1,90 1,97 2,53 2,68 2,63 2,50 2,30 2,23 3,00 3,00 2,87 3,00 2,63 2,70 3,77b 3,17 3,00 3,00 RATAAN 1,50 2,08 2,48 2,88 3,52 4,17 4,00 0,77 1,55 0,88 0,48 1,51 Keterangan : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam. F = Kontrol . anpa pemberian Pengaruh Waktu Aplikasi Pemberian Biokomplek Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis ( zea mays var. saccharata ). Widya Sari. SP. MP dan Khalimi Thoha. LEBAR DAUN 4,50 4,00 3,50 3,00 2,50 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Minggu ke Gambar 8. Grafik Lebar Daun Perlakuan A. E dan F tidak berpengaruh sangat nyata terhadap lebar daun pada minggu ke 1. Pada minggu ke 1 nilai P value 0,803 . i atas 0,. Perlakuan yang terbaik adalah perlakuan F . dengan lebar daun 1,37 cm. Perlakuan A. E dan F berpengaruh nyata terhadap lebar daun pada minggu ke 2. Pada minggu ke 2 nilai P value 0,366 . i atas 0,. Perlakuan perlakuan F . dengan lebar daun 1,37 cm. Pada minggu ke 3 Perlakuan A. E dan F tidak berpengaruh nyata terhadap lebar daun. Pada minggu ke 3 nilai P value 0,186 . i atas 0,. Perlakuan yang terbaik adalah F (Kontro. dengan lebar daun 1,97 cm. Pada minggu ke 4 perlakuan A. E dan F berpengaruh nyata terhadap lebar daun. Pada minggu ke 4 nilai P value 0,010 . i bawah 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. D, dan E. Perlakuan perlakuan B dengan lebar daun 2,68 Pada minggu ke 5 perlakuan A. E dan F berpengaruh sangat nyata terhadap lebar daun. Pada minggu ke 5 nilai P value 0,000 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 berbeda nyata dengan perlakuan E dan tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. C dan D. Jadi perlakuan yang terbaik adalah perlakuan A . minggu sebelum tana. dan B . minggu sebelum tana. dengan lebar daun 3,00 cm dan 3,00 cm. Pada minggu ke 6 perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap lebar daun. Pada minggu ke 6 nilai P value 0,000 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Jadi . minggu sebelum tana. dengan lebar daun 4,17 cm. Gambar 9. Pengukuran lebar daun Pengaruh biokomplek terhadap berat basah dan berat kering tanaman Hasil parameter berat basah dan berat kering tanaman diperoleh hasil rata-rata di bawah ini : Tabel 10. Rata-Rata Berat Basah dan Berat Kering Tanaman Berat Penyusutan BB-BK 99,3 c 87 bc 10,5 bc 10 bc 9,5 ab 78 ab Perlakuan Berat BERAT BASAH TANAMAN Gambar 11 Grafik berat basah BERAT KERING TANAMAN RATAAN Keterangan : A = 2 minggu sebelum tanam. B = 1 minggu sebelum tanam. C = Saat tanam D = 1 minggu setelah tanam. E = 2 minggu setelah tanam. F = Kontrol . anpa pemberian Perlakuan A. E dan F berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah tanaman. Nilai P value 0,003 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan dengan perlakuan C. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B. Jadi perlakuan A . minggu sebelum tana. adalah perlakuan terbaik sebesar 99,32 ons. Perlakuan A. E dan F berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering tanaman. Nilai P value 0,000 . i bawah 0,05 dan 0,. Perlakuan A berbeda nyata dengan dengan perlakuan D. E dan F, tetapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan B dan C. Jadi perlakuan A . minggu sebelum tana. adalah perlakuan terbaik sebesar 12,09 gram. Gambar 12. Grafik berat kering Pembahasan Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, lebar daun, berat basah dan berat kering tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa perlakuan yang terbaik adalah dengan pemberian biokomplek 4 gr/liter air dengan aplikasi waktu 2 minggu sebelum Hal ini disebabkan dalam khususnya tinggi tanaman memerlukan unsur hara yang cukup. Ukuran ditentukan oleh jumlah dan ukuran sel. Tanaman memerlukan unsur hara untuk pertumbuhan (Bilman et. Salah satu bahan yang dapat mempercepat proses penyuburan tanah adalah biokomplek berbahan aktif Gliocladium. Menurut Nurwadani Pengaruh Waktu Aplikasi Pemberian Biokomplek Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung Manis ( zea mays var. saccharata ). Widya Sari. SP. MP dan Khalimi Thoha. mempercepat proses penguraian bahan organik, sehingga (C/N rasi. akan cepat menurun dari 50 menjadi 20. Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap jumlah daun tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa perlakuan yang terbaik adalah dengan pemberian biokomplek 4 gr/liter air dengan aplikasi waktu 2 minggu sebelum tanam. Hal ini diduga karena ketersedian unsur hara di dalam media cukup banyak. Gliocladium sp dapat memecahkan rantai C organik menjadi rantai-rantai pendek . antai C sederhan. yang mudah dimanfaatkan oleh tanaman, sehingga tanaman dapat tumbuh dengan subur (Rosmahani , 2001 dalam Iskandar 2. Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap lebar daun tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa perlakuan yang terbaik adalah dengan pemberian biokomplek 4 gr/liter air dengan aplikasi waktu 2 minggu sebelum tanam. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Rosmahani . dalam Iskandar . , bahwa aplikasi Gliocladium sp. dapat menyebabkan penambahan lebar tajuk pada tanaman Pertambahan lebar tajuk ini, berproduksi dengan baik. Dari hasil pengamatan yang dilakukan terhadap berat basah dan berat kering tanaman jagung manis, dapat dilihat bahwa perlakuan yang terbaik adalah dengan pemberian biokomplek 4 gr/liter air dengan aplikasi waktu 2 minggu sebelum Bertambahnya umur tanaman juga menyebabkan semakin besarnya kemampuan tanaman menyerap hara dari dalam tanah untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Begitu juga Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 dengan bertambah umur tanaman juga fotosintesis semakin besar dalam pembentukan karbohidrat. Sebagian besar karbohidrat tersebut akan diuraikan melalui respirasi dan sebagian lainnya untuk pembentukan berat basah dan berat kering (Bilman et. Peranan gliocladium dapat menyediakan unsur hara yang cukup Pertumbuhan dapat didefinisikan pembesaran sel, tetapi yang paling umum dipakai adalah pertambahan berat basah dan berat kering yang meliputi diferensiasi sel (Kristanto. Dari hasil penelitian Iskandar pemberian Gliocladium berpengaruh positif terhadap tinggi, lebar daun, panjang akar, serta bobot segar dan bobot kering tanaman tomat. Pengomposan yang dilakukan oleh gliocladium merupakan salah satu manipulasi mutu masukan bahan organik dengan kondisi terkendali sehingga menghasilkan bahan organik dan unsur hara yang bermutu bagi pertumbuhan dan perkembangan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa : Waktu terhadap tinggi tanaman. Perlakuan A . minggu sebelum tana. yang terbaik terhadap tinggi tanaman jagung manis. Waktu biokomplek berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun. Perlakuan A . minggu sebelum tana. yang terbaik terhadap jumlah daun tanaman jagung . Waktu biokomplek berpengaruh sangat nyata terhadap lebar daun. Perlakuan A . minggu sebelum tana. yang terbaik terhadap lebar daun tanaman jagung . Waktu biokomplek berpengaruh sangat nyata terhadap berat basah tanaman. Perlakuan A . minggu sebelum tana. yang terbaik terhadap berat basah tanaman jagung manis. Waktu terhadap berat kering tanaman. Perlakuan A . minggu sebelum tana. yang terbaik terhadap berat kering tanaman jagung manis. Saran .