SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 Peduli Sadari Sebagai Deteksi Dini Kanker Payudara Pada Siswa SMA Negeri 17 Ribka S Panjaitan1*. Ulfa Nur Rohmah2. Ratu Chairunisa3. Zahara Monica2. Dewi Nuryani2 Profesi Ners 1 STIKes RS Husada, sabrinapanjaitan26@gmail. Sarjana Keperawatan 2 STIKes RS Husada, ulfanrh@gmail. Fisioterapi3 STIKes RS Husada, ratuchairunisa62@gmail. Info Artikel Diajukan : 24 September 2023 Diterima : 26 Februari 2024 Diterbitkan : 26 Februari 2024 Abstract In 2018, based on data from Globocan, it was recorded that the number of new cancer cases 1 million, with a potential death toll reaching 9. 6 million. Since that year. Indonesia has been ranked eighth in Southeast Asia with a cancer incidence rate of 136. 2 per 100,000 population. Breast cancer is the highest type of cancer in women with an incidence of 42. 1 per 100,000 population and an average death rate of 17 per 100,000 population. Furthermore, the incidence of cervical cancer reached 23. 4 per 100,000 population with an average death rate of 13. 9 per 100,000 population. This community service activity aims to increase awareness of adolescent girls regarding the importance of early detection of breast cancer through the practice of BSE and increase adolescent girls' knowledge regarding the correct time, frequency and method for implementing BSE. The method used is pre and post test. The results obtained by 25 respondents showed a significant increase from the pre-test score . to the post-test . , indicating a positive impact from the learning method. An N-Gain Score of 0. 612767 indicates a moderate increase in the respondent's understanding or skills, and an interpretation of effectiveness with an N-Gain Score of 61. 27673881 indicates that the learning method is quite effective. The implication is that this method succeeded in increasing the respondents' understanding or skills, strengthening the role of the N-Gain Score and interpretation of effectiveness as indicators for evaluating the effectiveness of learning methods. Keywords : Awareness. Early Detection. Breast Cancer Abstrak Pada tahun 2018, berdasarkan data dari Globocan, tercatat bahwa jumlah kasus kanker mencapai 18,1 juta baru, dengan angka kematian potensial mencapai 9,6 juta. Sejak tahun tersebut. Indonesia menempati peringkat kedelapan di Asia Tenggara dengan angka kejadian kanker sebesar 136,2 per 100. 000 penduduk. Kanker payudara menjadi jenis kanker tertinggi pada perempuan dengan insidensi sebanyak 42,1 per 100. 000 penduduk dan rata-rata kematian sebesar 17 per 100. 000 penduduk. Selanjutnya, kejadian kanker leher rahim mencapai 23,4 per E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 000 penduduk dengan rata-rata kematian sebesar 13,9 per 100. 000 penduduk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja perempuan terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui praktik SADARI serta meningkatkan pengetahuan remaja perempuan mengenai waktu, frekuensi, dan metode yang benar dalam melaksanakan SADARI. Metode yang digunakan pre dan post-test. Hasil yang didapatkan 25 responden menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pre-test . menjadi post-test . , menandakan dampak positif dari metode pembelajaran. N-Gain Score sebesar 0,612767 mengindikasikan peningkatan sedang dalam pemahaman atau keterampilan responden, dan tafsiran keefektifan dengan nilai N-Gain Score 61,27673881 menunjukkan metode pembelajaran cukup efektif. Implikasinya, metode tersebut berhasil meningkatkan pemahaman atau keterampilan responden, memperkuat peran N-Gain Score dan tafsiran keefektifan sebagai indikator evaluasi efektivitas metode pembelajaran. Kata kunci : Sadari. Deteksi Dini. Kanker Payudara Pendahuluan Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia. Saat ini, salah satu jenis penyakit kanker yaitu kanker payudara menjadi jenis kanker yang sangat menakutkan bagi perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Penyebab pasti kanker payudara tidak diketahui, tetapi beberapa riset mengidentifikasi sejumlah faktor yang dapat meningkatkan resiko pada individu meliputi keluarga yang memiliki riwayat penyakit serupa, usia yang makin bertambah, tidak memiliki anak, kehamilan pertama pada usia di atas 30 tahun, periode menstruasi yang lebih lama . enstruasi pertama lebih awal atau menopause lebih lamba. dan faktor hormonal . aik estrogen maupun endroge. (Darsyah. Kanker payudara terjadi pada saat ditemukan adanya benjolan dan penderita biasanya mengalami ketidaknyamanan pada daerah payudara biasanya peristiwa ini terjadi pada stadium awal kanker payudara (American Cancer Society, 2. Sedangkan pada stadium lanjut kanker payudara benjolan di payudara akan terlihat jelas, terdapat cairan encer dan keluar darah dari putting, putting susu masuk memuntir ke dalam payudara, luka eksim di payudara dan putting susu yang tidak dapat sembuh meskipun telah diobati (Ellis & Mahadevan, 2. Pada tahun 2018 Globocan mendata bahwa kejadian kanker mencapai 18,1 juta kasus baru dimana jumlah kematian bisa mencapai 9,6 juta. Semenjak tahun 2018 angka kejadian kanker di Indonesia berada pada posisi ke 8 di Asia Tenggara yaitu 136,2/100. 000 penduduk mengalami penyakit kanker dan kejadian kanker pada perempuan yang tertinggi yaitu kanker payudara dengan jumlah mencapai 42,1 per 100. 000 penduduk dengan rata Ae rata kematian 17 per 100. 000 penduduk berikutnya kejadian kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100. penduduk dengan rata Ae rata kematian 13,9 per 100. 000 penduduk (Kemenkes RI, 2. Pada tahun 2018 angka kejadian kanker payudara di Indonesia mencapai urutan pertama dengan jumlah kasus 58. 256 dan diperkirakan dapat mencapai 89. 512 kasus pada tahun 2040 (WHO, 2. Kanker payudara adalah salah satu alasan penyebab kematian yang sering terjadi pada perempuan dengan jumlah keseluruhan . 000 kematian, 14,3% dari tota. dan menjadi urutan ke lima sebagai penyebab kematian akibat kanker secara keseluruhan . 000 kematia. (Kemenkes RI, 2. Penyakit kanker payudara ini sebenarnya dapat ditangani dengan optimal salah satunya upaya yang dilakukan pemerintah sebagai strategi pencegahan kanker payudara dengan melakukan deteksi dini yaitu mengajarkan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan kegiatan SADARI ini untuk mendeteksi temuan benjolan tidak normal pada payudara E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 sehingga sedini mungkin mendapat penanganan (Kemenkes RI, 2. Rutin dalam melakukan SADARI dinilai sebagai suatu upaya pencegahan kanker payudara yang cukup efektif, karena dapat dilakukan secara mandiri dan tanpa memerlukan biaya (Glanz. Rimer, & Viswanath, 2. Kegiatan SADARI telah lama menjadi program pemerintah sebagai cara untuk menanggulangi kanker payudara bahkan hal ini telah dijadikan Peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 34 tahun 2015 mengenai penanggulangan kanker payudara dan kanker rahim (Kemenkes RI, 2. Walaupun telah ditetapkan sebagai program pemerintah dan diyakini SADARI sebagai cara deteksi dini kanker payudara namun secara data ditemukan terdapat hanya 25-30% perempuan yang melakukan SADARI (Sari et al, 2. Beberapa literatur meyebutkan SADARI jika dilakukan secara rutin setiap bulannya maka wanita itu mampu mengenali massa atau benjolan pada payudara dibandingkan tidak dilakukan setiap bulannya (Kendra . Mckinley, & Turner, 2. Riset Penyakit Tidak Menular (PTM) 2016 menyatakan perilaku masyarakat dalam deteksi dini kanker payudara masih rendah. Berdasarkan data masyarakat yang tidak pernah melakukan SADARI mencapai 53,7% dan sisanya sudah pernah melakukan SADARI yakni 46. 3% (Kemenkes RI. Salah satu peran penting tenaga kesehatan dalam pelayanan ke masyarakat yaitu dengan upaya pencegahan dan promotif (Kemenkes RI, 2. Bentuk peran tenaga kesehatan membantu masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, meningkatkan kesadaran dan mengubah perilaku sehat masyarakat sehingga kualitas hidup masyarakat menjadi lebih Peran dan tanggung jawab petugas kesehatan terhadap kesehatan khususnya pada perempuan yaitu dengan upaya deteksi dini praktik SADARI sebagai bentuk pencegahan penyakit kanker payudara (Sari et al, 2. SADARI sangat penting untuk dilakukan karena hampir 85% benjolan pada payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Siswa SMA termasuk dalam kelompok umur remaja akhir yaitu 15-22 tahun yang beresiko terkena kanker payudara, sehingga pencegahan sebaiknya dilakukan sejak usia muda (Herman, 2. Berdasarkan survey awal yang dilakukan peneliti melalui metode wawancarra yang dilakukan pada 10 siswa SMA Negeri 10 Jakarta didapatkan 7 orang siswa di antaranya tidak mengetahui tentang apa itu SADARI serta cara melakukan SADARI. Metode Pelaksanaan kegiatan ini mencakup tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan melibatkan perencanaan awal, permohonan izin, serta pengaturan tempat dan Materi dan media telah disiapkan sebulan sebelum acara, dan tugas telah disiapkan seminggu sebelum penyuluhan dimulai. Tahap pelaksanaan fokus pada menyampaikan informasi deteksi dini kanker payudara kepada siswa SMA Negeri 17 Jakarta Pusat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 25 siswa di ruang kelas 11 SMA Negeri 17 Jakarta Pusat. Ruangan dan peralatan untuk penyuluhan telah disiapkan. Dalam proses penyuluhan, peserta mengikuti pre-test untuk menilai pemahaman mereka tentang kanker payudara. Setelah itu, penyuluhan materi disampaikan sesuai dengan rencana program yang telah Dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab untuk menarik minat peserta. Tahap selanjutnya melibatkan evaluasi melalui post-test untuk menilai pemahaman peserta setelah diberikan penyuluhan. E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 Hasil dan Pembahasan Data Demografi Responden Grafik 1 Demografi Responden Berdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin terbanyak adalah perempuan dengan jumlah 13 . %) dan laki-laki sebanyak 12 . %) dan usia terbanyak adalah 18 tahun 18 . %) dan usia 17 tahun 8 . %). Data N Gain Score Responden Tabel 1. N Gain Score . Nama Usia Nilai Pre Nilai Post PostPre Skor Ideal -Pr. N Gain Score N Gain Score (%) SNB DNA 17 Th 18 Th 18 Th 17 Th 18 Th 18 Th 17 Th 17 Th 18 Th 18 Th 18 Th 18 Th 17 Th 17 Th 17 Th 0,771429 0,714286 0,612903 0,527778 0,733333 0,625 0,451613 0,275 0,47619 0,666667 0,733333 0,809524 77,14285714 71,42857143 61,29032258 52,77777778 73,33333333 45,16129032 47,61904762 66,66666667 73,33333333 80,95238095 E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 MHR RRS 18 Th 18 Th 18 Th 18 Th 18 Th 18 Th 18 Th 17 Th 18 Th 18 Th Mean 0,764706 0,636364 0,733333 0,647059 0,514286 0,540541 0,5625 0,73913 0,684211 76,47058824 63,63636364 73,33333333 64,70588235 51,42857143 54,05405405 56,25 73,91304348 68,42105263 63,68 85,88 36,32 0,612767 61,27673881 N Gain = Skore Post-Test - Sekor Pretest Skore Ideal - Skor Pretest Pembagian N-Gain Score Nilai N-Gain Katagori G>0,7 Tinggi 0,3 O G O 0,7 Sedang G< 0,3 Rendah Katagori Tafsiran Efektivitas N - Gain Persentase (%) Tafsiran < 40 Tidak Efektif Kurang Efektif Cukup Efektif >76 Efektif Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa dari 25 responden didapatkan hasil nilai rata-rata pada hasil pre-test adalah 63,68 dan pada hasil post-test nilai rata-rata sebesar 85,88, dari hasil pre dan post test mengalami peningkatan sebesar 22,2, nilai N-Gain Score adalah 0,612767 yang artinya metode yang digunakan masuk katagori sedang, sedangkan pada tafsiran keefektivitasan nilai N-Gain Score didapatan nilai 61,27673881 artinya metode yang digunakan cukup efektif. Pembahasan Berdasarkan data diatas menunjukkan distribusi data berdasarkan jenis kelamin dan usia. Berdasarkan data tersebut, dapat diambil beberapa simpulan. Jenis Kelamin jumlah perempuan sebanyak 13 . %), sedangkan laki-laki sebanyak 12 . %) ini menandakan bahwa dalam sampel yang diamati, jumlah perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Usia 18 tahun memiliki jumlah terbanyak, yaitu sebanyak 18 . %) ini menunjukkan bahwa mayoritas dari populasi yang diamati berusia 18 tahun sedangkan usia 17 tahun memiliki E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 jumlah 8 . %), yang menunjukkan bahwa sebagian kecil dari populasi berusia 17 tahun. Dengan demikian, grafik memberikan informasi tentang distribusi jenis kelamin dan usia dalam sampel yang diamati. Analisis ini dapat memberikan wawasan tambahan untuk memahami karakteristik demografis dari kelompok yang diteliti. Berdasarkan data yang disajikan, penelitian ini melibatkan 25 responden untuk mengukur efektivitas suatu metode pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan variasi nilai antara pre-test dan post-test. Pada pre-test, responden memiliki rata-rata nilai sebesar 63,68, sementara pada post-test, nilai rata-ratanya meningkat signifikan menjadi 85,88. Peningkatan ini mencapai 22,2 poin, menunjukkan dampak positif dari intervensi metode pembelajaran. N-Gain Score, yang dihitung dengan rumus . ost-test - pre-tes. / . - pre-tes. , menghasilkan nilai sebesar 0,612767. Penilaian kategori N-Gain Score menyimpulkan bahwa metode yang digunakan dapat dikategorikan sebagai metode yang memberikan peningkatan sedang dalam pemahaman atau keterampilan responden. Selanjutnya, untuk tafsiran keefektifan, nilai N-Gain Score sebesar 61,27673881 menunjukkan bahwa metode yang digunakan dinilai cukup efektif. Hal ini berarti bahwa metode pembelajaran yang diterapkan berhasil memberikan dampak positif dan efektif dalam meningkatkan pemahaman atau keterampilan responden. Pernyataan ini memberikan implikasi positif terhadap penggunaan metode tersebut dalam konteks penelitian ini. Hasil tersebut menggambarkan bahwa metode yang diterapkan dalam penelitian ini memberikan kontribusi yang positif terhadap hasil belajar responden, dan nilai N-Gain Score serta tafsiran keefektifan menjadi indikator penting untuk mengevaluasi efektivitas suatu metode pembelajaran. Salah satu metode deteksi dini kanker payudara adalah melalui SADARI, di mana fokus penelitian ini adalah untuk menilai dampak penyuluhan tentang SADARI terhadap peningkatan pengetahuan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah diberikan penyuluhan, menggunakan metode ceramah, pada kelompok kontrol dan eksperimen (Astuti & Rahmawatu, 2. Hasil dari kegiatan pengabdian ini sesuai dengan beberapa riset terdahulu. Riset ini memfokuskan pada dampak penyuluhan mengenai pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) terhadap peningkatan pemahaman, sikap, dan perilaku pada ibu-ibu PKK di Desa Sungai Melayu Baru. Kabupaten Ketapang. Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan metode pretest-posttest, melibatkan 45 responden dalam kelompok perlakuan dan 45 responden dalam kelompok kontrol di Desa Suka Mulia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan secara langsung atau melalui ceramah memiliki pengaruh yang lebih signifikan terhadap perubahan dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku responden terkait pemeriksaan payudara sendiri (Rinawati. Masyitah, & Windiyaningsih, 2. Kesimpulan Berdasarkan distribusi data jenis kelamin dan usia pada sampel penelitian, perempuan . %) sedikit lebih banyak daripada laki-laki . %), dan mayoritas responden berusia 18 tahun . %). Penelitian dengan 25 responden menunjukkan peningkatan signifikan dari nilai pre-test . menjadi post-test . , menandakan dampak positif dari metode N-Gain Score sebesar 0,612767 mengindikasikan peningkatan sedang dalam pemahaman atau keterampilan responden, dan tafsiran keefektifan dengan nilai N-Gain Score 61,27673881 menunjukkan metode pembelajaran cukup efektif. Implikasinya, metode tersebut berhasil meningkatkan pemahaman atau keterampilan responden, memperkuat peran N-Gain Score dan tafsiran keefektifan sebagai indikator evaluasi efektivitas metode E-ISSN 3046-8280 SerQua : Service Quality (Jurnal Pengabdian Masyaraka. Doi: http://dx. org/10. 33377/sqj. Vol 1 . , 1-8 Referensi