Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm PENGETAHUAN KARIES GIGI PADA KARANG TARUNA DI DESA SAWOO KABUPATEN PONOROGO Hanifah Nilam Melati1. Ratih Larasati2. Silvia Prasetyowati3 1,2,3 Jurusan Kesehatan Gigi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Corresponding Author: * hanifahnilam0605@gmail. ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah tingginya angka karies pada Remaja Karang Taruna di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna tentang karies gigi di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan jumlah responden 30 Remaja Karang Taruna usia 18-19 tahun dengan mengumpulkan data menggunakan lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menghitung rata-rata jawaban berdasarkan sekoring setiap jawaban dari responden. Jumlah seluruh jawaban yang di peroleh dari responden dihitung dalam bentuk presentase dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna di Desa Sawoo Kabupaten Ponorogo tentang pengertian karies gigi termasuk dalam kriteria cukup, pengetahuan Remaja tentang penyebab karies gigi termasuk dalam kriteria cukup, pengetahuan Remaja tentang perawatan karies gigi termasuk dalam kriteria cukup. Kesimpulan dari hasil tingkat pengetahuan Remaja Karang Taruna tentang karies gigi dapat dikategorikan dalam kriteria cukup. Kata Kunci : Pengetahuan. Karies gigi. Remaja Karang Taruna PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut kondisi sehat dari jaringan lunak serta jaringan keras gigi dan beberapa unsur yang berkaitan pada rongga mulut yang digunakan untuk makan, berbicara, melakukan interaksi sosial tanpa gangguan estetik, disfungsi, maupun ketidaknyamanan dikarenakan tidak ada penyakit, kehilangan gigi dan penyimpangan oklusi. Maka dapat hidup produktif secara ekonomi dan sosial (Republik Indonesia, 2. Kesehatan gigi maupun mulut masih belum sesuai harapan, berdasarkan data melalui WHO bahwasannya penyakit gigi dan mulut masih dialami warga Indonesia misalnya adalah karies gigi (Anggow et al. , 2. Masalah kesehatan gigi dan mulut terkhusus karies gigi bisa diberikan pengaruh oleh berbagai faktor antara lain yaitu faktor konsumsi makanan yang memiliki kandungan gula tinggi misal permen, coklat, jeli, minuman bersoda pada jumlah banyak dan sikap tidak memperhatikan kebersihan gigi maupun mulut. Kiteria umum yang memberi pengaruh pada sikap menjaga gigi kelompok atau individu Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 yaitu kepercayaan, pengetahuan, waktu, kemampuan ekonomi, maupun pengaruh melalui seorang sekeliling. Pengetahuan merupakan hal krusial yang menyebabkan banyaknya kasus karies. Selama 12 bulan terakhir sebanyak kurang lebih 57,6% masyarakat Indonesia terjadi permasalah gigi dan mulut, namun hanyalah 10,2% yang memperoleh perawatan oleh tenaga kesehatan gigi. Berdasarkan Riskesdas tahun 2018 dalam Kabupaten Ponorogo ada empat puluh persen permasalahan gigi dan mulut, tetapi hanyalah delapan persen yang memperoleh perawatan melalui tenaga medis (Riskesdas, 2. Hasil pemeriksaan rongga gigi terhadap remaja umur 18-19 tahun di Puskesmas sawoo. Kec. Sawoo. Kab. Ponorogo didapatkan hasil rata Ae rata DMF-T 4,5. Menurut WHO DMF-T dengan nilai 4,5 termasuk dalam kriteria tinggi. WHO menyebutkan DMF-T usia diatas 15 tahun dan dibawah 35 tahun adalah 2,4. Berdasarkan data tersebut, maka masalah yang didapat oleh penelitian ini adalah tingginya angka karies pada karang Taruna dimana kemungkinan penyebabnya yaitu akibat dari kurangnya pengetahuan perawatan gigi, perilaku yang kurang baik untuk mencegah permasalahan gigi, atau kurangnya motivasi serta tidak terjangkaunya layanan kesehatan ataupun kurang terpapar peran tenaga kesehatan dalam wilayah Puskesmas sawoo. Desa Sawoo. Kec. Sawoo. Kab. Ponorogo. METODE Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif sebuah metode penelitian yang dilaksanakan memiliki tujuan utama dalam menciptakan deskripsi mengenai kondisi objektif. Sasaran yang dipakai dalam penelitian yaitu Pemuda Karang taruna Desa Sawoo yang berusia mulai 18-19 tahun dalam RT. 01/RW. 01 Dusun Kacangan Desa Sawoo Kec. Sawoo Kab. Ponorogo dengan jumlah 30 orang. Metode pengumpulan data dilaksanakan mempergunakan kuesioner yang diserahkan pada remaja karang taruna. Teknik analisis yang dipakai dalam penelitan yaitu secara melakukan penghitungan rerata jawaban yang berdasar masing-masing skoring jawaban dari responden. Jumlah semua jawaban yang didapatkan melalui responden dilakukan penghitungan dalam persentase lalu disuguhkan pada bentuk tabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini hasil pengumpulan data karakteristik umum pada 30 karang taruna, diperoleh data yaitu : Tabel 1 Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan remaja Karang Taruna Kecamatan Sawoo Ponorogo Tahun 2022 No. Pendidikan Oc Tamat SMP Tamat SMA Rata-rata Berdasarkan tabel 1 bisa dilihat bahwasanya tingkat pendidikan yang dimiliki oleh Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Remaja Karang Tarunasebagian besar adalah tamat SMA ( 83,3%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Tentang Pengertian Karies Gigi Remaja Karang Taruna Desa Sawoo Ponorogo Tahun 2022 Pernyataan Responden Pernyataan BENAR SALAH Oc Pengetahuan bagaimana pencegahan gigi berlubang JUMLAH RATA Ae RATA Pengetahuan tentang kerusakan jaringan gigi Pengetahuan tentang penyebab gigi berlubang Pengetahuan urutan sampai terjadi gigi berlubang Pengetahuan tentang tandatanda gigi berlubang Berdasarkan tabel 2 bisa ditarik kesimpulan bahwasanya sebagian besar tingkat pengetahuan responden mengenai pengertian karies gigi, sejumlah 73,8% dan termasuk kriteria cukup, namun masih ditemukan responden yang tidak mengetahui mengenai penyebab gigi berlubang dan urutan terjadinya gigi berlubang, masih sebesar 36,6 % Tabel 3 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Tentang Penyebab Karies Gigi Remaja Karang Taruna desaSawoo Kecamatan Sawoo Ponorogo Tahun 2022 Pernyataan Responden Pernyataan Pengetahuan bakteri penyebab gigi Pengetahuan terjadinya gigi berlubang Pengetahuan makanan yang tidak baik untuk gigi Pengetahuan penyebab gigi berlubang Pengetahuan BENAR SALAH Oc Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 untuk gigi JUMLAH RATA-RATA Berdasarkan tabel 3 bisa ditarik kesimpulan sebagian besar tingkatan pengetahuan responden mengenai penyebab adanya karies gigi, sejumlah 71,8. % dan termasuk dalam kriteria cukup, tetapi masih ditemukan responden yang tidak mengetahui terjadinya gigi berlubang dan makanan yang baik untuk gigi, sebesar 56,6%. Tabel 4 Distribusi Frekuensi Pengetahuan Tentang Perawatan Karies Gigi Remaja Karang Taruna di Desa Sawoo Kecamatan Sawoo Ponorogo Tahun 2022 Pernyataan Responden Pertanyaan Pengetahuan akibat dari tidak menggosok gigi Pengetahuan tentang berapa menggosok gigi Pengetahuan waktu yang tepat menyikat gigi Pengetahuan tentang teknik menyikat gigi yang benar Pengetahuan tentang waktu memeriksakan gigi Pengetahuan tentang tempat periksa gigi yang baik Pengetahuan Pengetahuan tentang siapa tindakan perawatan gigi Pengetahuan tentang tempat untuk melakukan perawatan Pengetahuan tentang teknik yang benar untuk menyikat BENAR SALAH Oc Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 JUMLAH RATA-RATA Berdasarkan tabel 4 bisa ditarik kesipulan jika sebagian besar tingkatan pengetahuan responen mengenai perawatan karies gigi, sejumlah 69. 3% dan termasuk kriteriacukup, tetapi masih ditemukan responden yang tidak mengetahui tentang perawatan gigi berlubang dan teknik menyikat gigi yang bagian mengunyah yang benar, masih sebesar 46,6 % dan tempat untuk melakukan perawatan gigi masih sebesar 56,6 %. Tabel 5 Rekapitulasi Pengetahuan Remaja Karang Taruna Tentang Karies Gigi Di Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Tahun 2022 Pertanyaan Pengetahuan remaja tentang pengertian karies gigi Pengetahuan remaja tentang penyebab terjadinya karies gigi Pengetahuan remaja tentang perawatan RATA-RATA Jawaban Responden Benar (%) Kriteria 73,8 % CUKUP 71,8 % CUKUP 69,3 % CUKUP CUKUP Sesuai data yang didapatkan melalui pengumpulan lembar kuesioner, berdasarkan tiga puluh responden pada remaja karang taruna, bisa dilihat jika pengetahua remaja terkait karies gigi masuk kategori cukup. Nilai itu didapatkan melalui jumlah rerata kategori yang dipakai dalam kuisioner yakni pengetahuan remaja terkait definisi karies gigi, pengetahuan remaja mengenai penyebab karies gigi, pengetahuan remaja mengenai perawatan karies gigi. Mengacu hasil analisis data dilihat bahwasanya pengetahuan remaja karang taruna mengenai definisi karies gigi masuk kategori cukup. Belum semua responden memahami mengenai definisi karies gigi, hal ini disebabkan ada beberapa responden tidak mengetahui terjadinya gigi berlubang dan makanan yang baik untuk gigi. Karies gigi muncul dikarenakan terdapatnya sisa makanan yang melekat di gigi, kemudian memunculkan demineralisasi di gigi (Widayati, 2. Karies gigi merupakan penyakit dalam jaringan gigi yang dilihat dengan rusaknya jaringan yang diawali pada permukaan gihi lalu menyebar ke jaringan pulpa (Hidayati et al. , 2. Sesuai pemaparan Listiono, . karies gigi adalah suatu penyakit gigi yang merusak struktur gigi. Penyakit ini menjadikan gigi berlubang, bila tidak dilakukan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 penanganan bisa memunculkan gangguan tidur, nyeri, infeksi, ataupun beberapa kasus berbahaya yang lain. Proses dari munculnya karies gigi diawali dengan terdapatnya plak dalam permukaan gigi melalui sisa makanan yang berproses dengan waktu tertentu yang mengalami pengubahan menjadi asam yang bisa menyebabkan karies gigi. Karies gigi di pengaruhi oleh 3 faktor utama yaki mikroorganisme, waktu, saliva, substrat (Suryawati, 2. Dapat disimpulkan bahwa sebagian dari responden yang tidak dapat menjawab pertanyaan kemungkinan disebabkan oleh pengetahuan terhadap karies gigi dan kurang tahu dalam merawat gigi. Sedangan pengetahuan adalah dasar melalui masing-masing tindakan yang akan dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian terkait penyebab karies gigi pengetahuan responden masuk kategori cukup. Hal tersebut dikarebakan oleh adanya responden yang belum mengetahui tentang terjadinya gigi berlubang dan makanan yang baik untuk gigi. Responden belum memahami tentang terjadinya karies gigi serta responden masih belum dapat memilih makanan yang bisa memunculkan karies. Artinya responden atau remaja karang taruna ini masih banyak yang belum tahu makanan yang bisa menyebabkan karies gigi. Ciri-ciri makanan yang memiliki pH rendah, memiliki glukosa tinggi maupun lengket adalah makanan yang paling tinggi dari penyebab karies gigi (Suryawati, 2. Hasil penelitian yang dilakukan (Rosidi, 2. yaitu beberapa responden menjawab benar pertanyaan tentang penyebab gigi berlubang yaitu bakteri yang menempel kuat dalam permukaan gigi. Plak tercipta melalui sisa makanan yang ada dalam sela gigi sehingga bakteri akan tumbuh dan bisa mengubah gula menjadi asam yang dapat menurunkan pH dalam rongga mulut, sehingga proses karies dimulai. Menurut (Talibo et al. , 2. penyebab karies gigi salah satuya yaitu makanan kariogenik, merupakan makanan yang sifatnya banyak terdapat karbohidrat, lengket, mudah hancur dalam mulut. Pengulangan makan makanan kariogenik yang sangat sering bisa menjadikan makanan tersebut akan melekat di gigi maka antar periode akan mengalami karies gigi Hal utama yang harus diketahui dan ditingkatkan pengetahuan remaja terhadap penyebab karies gigi yaitu dimulai dari terjadinya gigi berlubang dan makanan yang baik bagi kesehata gigi. Dalam penelitian ini, bahwa jawaban yang salah paling banyak yaitu pada cara mereka mengkonsumsi makanan sehari Ae hari. Jenis makanan bisa memberi pengaruh pada kasus karies gigi. Karies gigi bisa dihindari dengan melaksanakan cara pencegahan karies gigi secara bekumur mempergunaka air bersih sesudah minum susu ataupun mengkonsumsi makanan manis Membersihkan gigi haruslah memperhatikan pelaksanaan waktu, pemakaian alat yang tepat, cara yang tepat. Maka kebiasaan gosok gigi ini adalah kegiatan untuk membersihkan gigi melalui sisa makanan yang dilaksanakan dengan berkelanjutan. Merawat gigi secara gosok gigi paling tidak 2 kali sehari di waktu tepat pada pagi hari sesudah makan pagi maupun malam sebelum tidur dan perilaku makan manis maupun lengket yang bisa memberi pengaruh munculnya karies gigi (Norfai Rahman, 2. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Perawatan gigi yang baik yaitu dapat dilakukan di pelayanan kesehatan, baik pelayanan kesehatan puskesmas, praktek dokter gigi mandiri, maupun pada spesialis Perawatan gigi ditempat yang tidak tepat akan membahayakan kesehatan gigi. Perawatan gigi paling baik dilakukan tiap enam bulan sekali, tujuannya adalah menjadi upaya pencegahan kerusakan gigi, penyakit gusi, atau kelainan lainnya yang memiliki resiko untuk kesehatan mulut dan gigi. Kunjungan rutin ke poli gigi adalah suatu keharusan supaya bisa memahami permasalahan yang ada didalam rongga mulut yang tidak dapat terlihat, misalnya peradangan periodontal (Tandari, 2. Menurut (Elianora et al. , 2. perawatan gigi sangatlah krusial untuk dilaksanakan supaya terhindar penyakit. Perawatan gigi adalah upaya guna mengantisipasi penyakit gusi maupun kerusakan gigi. Perawatan gigi yang dilaksanakan diantaranya gosok gigi, memilih makanan yang baik bagi gigi serta melaksanakan gosok gigi sesudah makan, atau melaksanakan pengecekan rutin ke Dapat disimpulkan bahwa kurangnya pengetahuan dalam perawatan gigi dari remaja karang taruna bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tidak mengetahui cara dalam merawat gigi, waktu menggosok gigi yang tepat, memiliki kebiasaan buruk . idak menggosok gig. , dan cara menggosok gigi yang kurang Kurang terpantaunya perawatan gigi dan malas menggosok gigi juga bisa menyebabkan karies gigi. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian oleh Norfai . tentang hubungan pengetahuan dan kebiasaan menggosok gigi dengan kejadian karies gigi di SDI Darul MuAominin kota Banjarmasin tahun 2017. KESIMPULAN Pengetahuan remaja tentang pengertian karies termasuk dalam kategori cukup. Pengetahuan remaja tentang penyebab terjadinya karies termasuk dalam kategori cukup. Pengetahuan remaja tentang perawatan karies gigi dalam kategori cukup DAFTAR PUSTAKA