Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 PENGARUH. FREE. CASH. FLOW,. STRUKTUR. ASET. DAN. LIKUIDITAS TERHADAP. KEBIJAKAN. HUTANG. PADA. PERUSAHAAN. PROPERTI. DAN REAL. ESTATE. YANG. TERDAFTAR. DI. BURSA. EFEK. INDONESIA. PERIODE TAHUN 2017-2019 Rahmania Karomatul AdhaA. SugijantoA Universitas PGRI Adi Buana SurabayaA,A Email rahmaniaka@gmail. Koresponden sugijanto@unipasby. ABSTRACT Debt becomes an important role for companies in obtaining capital loans for the sustainability of the company. The factors that are considered in taking debt policies are FCF, asset structure and liquidity. Property and real estate companies on the IDX in 2017-2019 were made into the population. Samples were taken from 42 companies using purposive sampling technique to determine the sample. Data were analyzed with multiple linear regression The result of this research shows that FCF variable has sig value. 012 and liquidity has a value of sig. 000 so that the FCF and liquidity variables have a partial effect on debt policy. While the asset structure variable has a significance value 746 so that the asset structure variable does not experience any influence on debt FCF variables, asset structure and liquidity have a joint effect on debt policy. Keywords: free cash flow, asset structure, liquidity, debt policy ABSTRAK Hutang menjadi peran yang penting bagi perusahaan dalam memperoleh pinjaman modal untuk keberlangsungan perusahaan Adapun faktor yang diperhatikan dalam mengambil kebijakan hutang yaitu FCF, struktur aset dan likuiditas. Perusahaan properti dan real estate di BEI tahun 2017-2019 dijadikan populasi. Diambil sampel42 perusahaan menggunakan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel. Data di analisis dengan regresi linier berganda Hasil penelitian diketahui bahwa variabel FCF memiliki nilai sig. sebesar 0,012 dan likuiditas memiliki nilai sig. sebesar 0,000 sehingga variabel FCF dan likuiditas berpengaruh parsial terhadap kebijakan hutang. Sementara variabel struktur aset memiliki nilai signifikansi sebesar 0,746 sehingga variabel struktur aset tidak mengalami pengaruh terhadap kebijakan hutang. Variabel FCF, struktur aset dan likuiditas berpengaruh secara bersama terhadap kebijakan hutang. Kata kunci : free cash flow, struktur aset, likuiditas, kebijakan hutang PENDAHULUAN Perusahaan dibidang properti dan real estate sangat pesat melonjak naik khususnya di Indonesia. Dalam BEI banyak perusahaan dibidang tersebut terdaftar sehingga memicu persaingan antar perusahaan sejenis. Semakin banyak meraih keuntungan, perusahaan akan semakin maju dan mampu Dengan keuntungan tersebut perusahaan akan menggunakannya sebagai nilai tambahan dana untuk membayar hutang dan mengurangi pinjaman dana dari pihak luar. Pendanaan sendiri dalam sebuah perusahaan menjadi hal vital yang mempunyai pengaruh pada kelangsungan hidup Dana tersebut bisa dari pihak eksternal. Perusahaan lebih memilih hutang daripada menerbitkan saham baru. Namun perusahaan harus Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 memikirkan dalam mengambil dana dari luar. Biasanya faktor yang harus dipertimbangkan perusahaan dalam mengambil kebijakan hutang yaitu FCF atau free cash flow. FCF sendiri sebagai salah satu keadaan paling penting dalam mengambil kebijakan hutang. FCF yang semakin tinggi maka perusahaan dapat membayar Sehingga perusahaan akan terhindar dari kerugian atau kebangkrutan jika memiliki FCF yang tinggi. Hal ini dikarenakan manajer akan dapat melunasi hutang dengan FCF yang tinggi tersebut dan dapat mengurangi tingkat pengambilan hutang dari luar. Selain itu struktur aset juga menjadi faktor dalam pengambilan kebijakan hutang. Aset tetap biasanya digunakan sebagai jaminan dalam memperoleh dana luar. Dengan asset tetap perusahaan akan mudah dalam memperoleh pinjaman hutang. Akan tetapi struktur asset juga tidak menjadi syarat untuk memperoleh hutang. Apabila aset tetatp dan struktur aset perusahaan sangat Likuiditas juga menjadi faktor selanjutnya dalam memnentukan hutang. Likuiditas menjadi faktor perusahaan dalam melunasi hutang jangka Perusahaan yang punya nilai likuiditas yang tinggi, perusahaan tersebut kondisinya sangat baik. Selain itu dengan likuid yang tinggi perusahaan tidak perlu hutang terlalu banyak kepihak luar. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut sudah mampu membiayai segala aktifitas dan investasi dengan aset lancarnya sendiri. Tujuannya ialah: . Memperlihatkan pengaruh FCF terhadap DAR. Memperlihatkan pengaruh struktur aset terhadap DAR. Memperlihatkan pengaruh likuiditas terhadap DAR. Memperlihatkan secara bersama pengaruh FCF, struktur aset dan likuditas terhadap DAR. TINJAUN PUSTAKA 1Agency Theory Agency theory mengatur hubungan antara para pemegang saham sebagai principal dengan para manajer sebagai agent. Agency theory menyatakan bahwa sebagai agen dari pemegang saham, manajer tidak sering berperan demi kepentingan pemegang saham. 2 Pecking Order Theory Pecking order theory memutuskan urutan dalam kebijakan pendanaan dimana para manajer akan memustuskan untuk menggunakan laba ditahan, utang, dan penerbitan saham sebagai akhir pilihan (Affandi, 2. 3 Trade Off Theory Trade off theory ialah berapa banyak hutang dan aset perusahaan sehingga akan terjadi keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan dan keuntungan yang dperoleh atas penggunaan hutang 4 Free Cash Flow Penyajian arus kas yang dibayarkan keinvestor sesudah perusahaan menanam asset tetap serta modal kerja sesuai kebutuhan agar operasi perusahaan terjaga (Purnamasari, 2. Perhitungan dari (Suartawan, 2. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 5 Struktur Aset Aset tetap dan total asset dibandingkan dinamakan struktur aset (Rifai, 2. Berikut rumus menentukan struktur aset dari Astutik . 6 Likuiditas Kemampuan suatu perusahaan keluar dari hutang yang sudah lewat batas atau kata lain mampu mambayar hutang yang sudah jatuh tempo (Sinaga Dalam mengukur kinerja atau performa perusahaan dalam melunasi hutang jangka pendek yang lewat batas dengan total asset yang ada disebut rasio lancar. Rasio tersebut bisa diukur dengan rumus dari Hery . 7 Kebijakan Hutang Kebijakan atau keputusan perusahaan dalam memperoleh modal yang digunakan untuk pembiayaan atau keperluan perusahaan. Pembiayaan ini diperoleh dari pihak luar (Sapitri, 2. mengartikan debt ratio menjadi alat ukur untuk mengetahui besar kecil aktiva perusahaan yang dibiayai hutang. Rasio tersebut diukur dengan rumus: Hipotesis H1 : Adanya suatu pengaruh variabel (X. dengan variabel (Y) pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI 2017-2019. H2 : Variabel (X. terdapat pengaruh dengan variabel (Y) pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI 2017-2019. H3 : Terdapat pengaruh antara Variabel (X. dan variabel (Y) pada perusahaan properti dan real estate yang terdaftar di BEI 2017-2019. H4 : Variabel X1,X2, dan X3 secara bersama berpengaruh dengan variabel Y METODE PENELITIAN Merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan asosiatif kausal dengan tujuan untuk melihat pengaruh hubungan antara variabel X terhadap variabel Y. Jenis data yang diambil ialah data sekunder yaitu laporan keuangan tahunan periode 2017-2019 yang terdapat dalam situs resmi BEI. Metode dokumentasi digunakan dalam pengumpulan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 3 No 1 Maret 2022 ISSN : 2746 Ae 8607 Populasi dan Sampel Perusahaan properti dan real estate di BEI 2017-2019 dijadikan sebagai populasi kemudian diambil sampel 42 perusahaan dengan teknik purposive Kemudian teknik analisis dengan analisis regresi linier berganda. HASIL DAN PEMBAHASAN 1Normality Test Akan dipaparkan hasil hitung normalitas: Tabel 1. Normality Test (Hasil Hitun. (Kriteri. Sig. Hasil nilai sig. 05 menandakan variabel berdistribusi normal. Maka dari itu bisa dilanjut kepengujian selanjutnya. 2Multicolinierity Test Selanjutnya akan disajikan hasil multicolinierity test: Tabel 2. Multicolinierity Test (Variabl. ilai_VIF) Dari hasil hitung nilai VIF diliat bahwa semua variabel tidak terjadi masalah multikolinieritas. Hal ini dikarenakan memiliki nilai_VIF<10. 3 Heteroskedastisity Test Berikut akan disajikan hasil heteroskedastisity test: Tabel 3. Heteroskedastisity Test (V) Sig (X. (X. (X. Semua variabel dikatakan tidak terjadi masalah hesteroskedastisitas. Hal ini dikarenakan tiap variabel memiliki nilai sig. 4 Autocorelation Test Berikut hasil autocorrelation test: Tabel 4. Autocorelation Test (Nilai . Dengan persamaan DU