JIMP Vol 6 . (Maret 2. hal: 29 Ae 35 e - ISSN 2776-1835 p - ISSN 2774-9517 e-jurnal : http://journal. id/index. php/JIMP/ IDENTIFIKASI DAN EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN LELE DI CIMANGGU FISH CENTER KABUPATEN CIANJUR Sri Agustina Wulandari1. Murti Widyaningsih2. Nuruddin Subhan3 1,2,3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pancasila. Jakarta. Indonesia E-mail: Sri. wulandari17808@gmail. Diterima 21 November 2025. Disetujui 17 Maret 2026. Terbit 31 Maret 2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh saluran distribusi dan efisiensi pemasaran terhadap kinerja rantai pasok pada Cimanggu Fish Center di Kabupaten Cianjur. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui perhitungan margin pemasaran, farmerAos share, rasio keuntungan terhadap biaya, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi faktor dan aktor paling dominan dalam rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran distribusi yang lebih pendek memberikan efisiensi biaya lebih baik dan meningkatkan profitabilitas peternak. Efisiensi pemasaran pada saluran II terbukti lebih tinggi dibandingkan saluran I karena biaya distribusi yang lebih rendah dan farmerAos share yang mencapai 100%. Secara keseluruhan, kedua variabel tersebut berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasok, dengan temuan bahwa kesederhanaan aliran distribusi serta pengelolaan pemasaran yang efektif menjadi dasar peningkatan performa rantai pasok di Cimanggu Fish Center. Kata kunci: saluran distribusi, efisiensi pemasaran, kinerja rantai pasok. AHP, ikan lele Abstract This study aims to analyze the influence of distribution channels and marketing efficiency on the supply chain performance of Cimanggu Fish Center in Cianjur Regency. The analysis employs a quantitative approach through the calculation of marketing margins, farmerAos share, benefitAecost ratio, and the Analytical Hierarchy Process (AHP) to identify the most dominant factors and actors within the supply chain. The findings indicate that shorter distribution channels provide better cost efficiency and increase farmersAo profitability. Marketing efficiency in Channel II is proven to be higher than in Channel I due to lower distribution costs and a farmerAos share reaching Overall, both variables have a positive effect on supply chain performance, highlighting that simplified distribution flows and effective marketing management serve as the foundation for improving supply chain performance at Cimanggu Fish Center. Keywords: distribution channels, marketing efficiency, supply chain performance. AHP, catfish JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 29 Ae xx PENDAHULUAN Indonesia memiliki struktur geografis kepulauan yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu komponen penting perekonomian nasional. Besarnya potensi sumber daya perairan, baik laut maupun air tawar, membuka peluang bagi pengembangan usaha budidaya ikan sebagai sumber protein dan komoditas bernilai ekonomi. Salah satu komoditas air tawar yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat adalah ikan lele. Permintaan terhadap ikan lele terus meningkat seiring dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, restoran, serta industri pengolahan. Di tingkat daerah, khususnya Kabupaten Cianjur, kegiatan budidaya ikan lele menunjukkan perkembangan signifikan. Namun, peningkatan produksi belum sepenuhnya diikuti dengan pengelolaan rantai pasok yang efisien. Struktur rantai pasok yang panjang, ketergantungan pada tengkulak, serta fluktuasi harga menjadi faktor yang dapat menurunkan pendapatan peternak. Untuk menjaga keberlanjutan usaha budidaya, diperlukan sistem distribusi yang mampu menyalurkan produk secara cepat, terkoordinasi, dan menguntungkan seluruh pihak dalam rantai pasok. Manajemen rantai pasok . upply chain managemen. berperan penting dalam mengatur aliran produk, informasi, serta biaya dari produsen sampai konsumen. Efisiensi dalam proses distribusi dapat meningkatkan daya saing, menekan biaya pemasaran, serta memperbaiki struktur bagi hasil antara peternak dan lembaga pemasaran. Evaluasi terhadap margin pemasaran, farmerAos share, dan rasio keuntunganAebiaya menjadi indikator penting untuk mengukur kinerja rantai pasok. Selain itu. Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan faktor penentu efisiensi serta aktor dominan dalam aliran distribusi ikan lele di Cimanggu Fish Center. Dengan demikian, penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi struktur rantai pasok, menghitung tingkat efisiensi pemasaran, serta menganalisis pengaruh saluran distribusi dan biaya pemasaran terhadap kinerja rantai pasok di Cimanggu Fish Center. Meskipun penelitian mengenai rantai pasok ikan telah banyak dilakukan, fokus pada efisiensi spesifik di wilayah Cianjur menggunakan integrasi metode margin pemasaran dan AHP masih terbatas. Penelitian terdahulu oleh Manalu et al. pada UMKM Easy Farm menunjukkan pentingnya koordinasi antar aktor, namun belum mendalami efisiensi biaya secara mendetail di lokasi Cimanggu. KAJIAN TEORI Rantai Pasok (Supply Chai. Rantai pasok merupakan sistem yang mengintegrasikan berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyediaan barang, mulai dari pemasok input, produsen, distributor, hingga konsumen Setiap aktor berperan dalam menciptakan nilai tambah melalui aktivitas produksi, penyimpanan, transportasi, dan pemasaran. Efektivitas rantai pasok ditentukan oleh bagaimana aliran barang, informasi, dan biaya dikelola secara terkoordinasi. Efisiensi Pemasaran Sri Agustina dkk. Identifikasi Dan Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Ikan Lele Di Cimanggu Fish Center Kabupaten Efisiensi pemasaran dapat dievaluasi melalui: Margin pemasaran: selisih harga antara produsen dan konsumen yang menunjukkan besarnya biaya dan keuntungan lembaga pemasaran. FarmerAos share: persentase harga yang diterima peternak dibandingkan harga akhir semakin tinggi, semakin efisien. Rasio keuntungan terhadap biaya: mengukur kemampuan lembaga pemasaran memperoleh keuntungan relatif terhadap biaya yang dikeluarkan. Analytical Hierarchy Process (AHP) AHP merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria yang digunakan untuk menentukan prioritas alternatif berdasarkan penilaian responden. Metode ini menghasilkan bobot faktor, aktor, dan tujuan dalam rantai pasok, sekaligus menguji konsistensi logis dari penilaian tersebut melalui Consistency Ratio (CR). KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Berpikir Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian ini mengidentifikasi bagaimana struktur distribusi dan Tingkat efisiensi pemasaran menentukan performa akhir dari rantai pasok ikan lele. Variabel Saluran Distribusi (X. diukur melalui pola aliran barang dari peternak sampai ke konsumen, sedangkan Efisiensi Pemasaran (X. diukur menggunakan indikator margin pemasaran. FarmerAos share, dan rasio keuntungan Ae biaya. Kedua variabel ini kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap Kinerja Rantai Pasok (Y). Hal ini sejalan dengan Putra & Handrito . yang menekankan pentingnya efisiensi saluran dalam meningkatkan performa agribisnis. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka pemikiran, maka hipotesis dalam penelitian ini Adalah: A H1: Saluran Distribusi (X. berpengaruh terhadap Kinerja Rantai Pasok (Y) di Cimanggu Fish Center. A H2: Efisiensi Pemasaran (X. berpengaruh terhadap Kinerja Rantai Pasok (Y) di Cimanggu Fish Center. A H3: Saluran Distribusi (X. dan Efisiensi Pemasaran (X. secara simultan berpengaruh terhadap Kinerja Rantai Pasok (Y) di Cimanggu Fish Center. JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 29 Ae xx METODE Objek dan Lokasi Penelitian, penelitian ini dilakukan di Cimanggu Fish Center. Kabupaten Cianjur. Objek penelitian difokuskan pada identifikasi struktur dan efisiensi kinerja rantai pasok ikan lele di lokasi tersebut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Responden dalam penelitian ini ditentukan secara sengaja dengan memilih pengelola Cimanggu Fish Center sebagai informan kunci . ey informan. Pengelola dipilih karena memiliki otoritas dan informasi menyeluruh mengenai aliran barang, pelaku yang terlibat, serta data operasional rantai pasok dari hulu Jenis dan Sumber Data Data Primer, diperoleh melalui wawancara mendalam dan kuesioner kepada pengelola untuk mendapatkan data margin pemasaran, biaya, dan bobot kepentingan faktor dalam AHP. Data Sekunder, berasal dari dokumen internal perusahaan, literatur manajemen rantai pasok, dan jurnal pendukung terkait komoditas ikan lele. Metode Analisis Data, analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui instrumen Margin pemasaran untuk menghitung selisih harga antara tingkat peternak dan konsumen. FarmerAos share untuk mengukur proporsi harga yang diterima peternak. Rasio keuntungan terhadap biaya untuk melihat kelayakan ekonomi dari saluran distribusi yang ada. AHP untuk menentukan faktor paling berpengaruh, aktor dominan, dan tujuan prioritas dalam rantai pasok. Seluruh pengukuran AHP diuji melalui Consistency Ratio (CR < 0,. HASIL DAN PEMBAHASAN Saluran Distribusi (X. Terdapat dua saluran rantai pasok di Cimanggu Fish Center: Saluran I: Peternak Ie Tengkulak Ie Pasar Ie Konsumen Saluran II: Peternak Ie Konsumen Hasil AHP menunjukkan konsistensi penilaian: Faktor rantai pasok (CR=0,. A Aktor rantai pasok (CR=0,. A Tujuan rantai pasok (CR=0,. Biaya Distribusi (X. Margin Pemasaran A Saluran I: 29,6% Ie kurang efisien karena biaya distribusi tinggi A Saluran II: 0% Ie paling efisien, tidak ada biaya distribusi tambahan Sri Agustina dkk. Identifikasi Dan Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Ikan Lele Di Cimanggu Fish Center Kabupaten FarmerAos Share Saluran I: 70,4% A Saluran II: 100% Ie peternak menerima seluruh harga jual Rasio Keuntungan- Biaya Saluran I: 1 Saluran II: 1 Keduanya layak, namun saluran II lebih menguntungkan karena biaya lebih rendah. Kinerja Rantai Pasok (Y) Saluran II memberikan kinerja lebih baik karena biaya distribusi rendah dan profit lebih tinggi, sehingga menunjukkan bahwa saluran pendek meningkatkan efisiensi Pembahasan Pengaruh Saluran Distribusi Terhadap Kinerja Rantai Pasok Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran distribusi memiliki pengaruh langsung terhadap tingkat efisiensi dan biaya pemasaran. Saluran yang lebih panjang meningkatkan keterlibatan lembaga pemasaran, sehingga menambah biaya distribusi dan menurunkan efisiensi. Sebaliknya, saluran II yang lebih sederhana memberikan efisiensi lebih tinggi dan profit yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan pendapat Zaid et al. yang menyatakan bahwa koordinasi yang baik dalam rantai pasok pangan sangat penting untuk menjaga stabilitas aliran barang dan efisiensi biaya Pengaruh Efisiensi Pemasaran Terhadap Kinerja Rantai Pasok Efisiensi pemasaran berperan signifikan dalam menentukan kinerja rantai pasok. Nilai farmerAos share yang mencapai 100% pada saluran II menunjukkan bahwa peternak memperoleh pendapatan maksimal. Efisiensi yang dicapai di Cimanggu Fish Center berkontribusi langsung pada kinerja rantai pasok yang berkelanjutan. Namun, perlu diperhatikan juga aspek pengelolaan risiko dalam setiap tahapan distribusi, sebagaimana ditekankan oleh Lusia . bahwa analisis risiko yang tepat pada rantai pasok pakan maupun hasil produksi sangat menentukan ketahanan usaha dalam jangka panjang. Pengaruh Simultan X1 dan X2 terhadap Y Saluran distribusi dan efisiensi pemasaran secara bersama-sama menentukan kinerja rantai Kombinasi saluran distribusi pendek dan biaya pemasaran rendah terbukti paling optimal untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya distribusi. JIMP Vol 6 . (Maret 2. : 29 Ae xx SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Terdapat dua saluran distribusi pada Cimanggu Fish Center, dan saluran II merupakan saluran paling efisien dengan farmerAos share 100% dan biaya distribusi minimal. Faktor, aktor, dan tujuan paling penting dalam efisiensi rantai pasok menurut AHP Adalah kualitas produk, peternak sebagai aktor utama, serta peningkatan kepuasan konsumen sebagai tujuan Saluran II memberikan kinerja rantai pasok terbaik karena biaya pemasaran rendah dan profit Pengelolaan distribusi yang lebih sederhana menjadi strategi utama peningkatan efisiensi. Saran Bagi Cimanggu Fish Center: diperlukan optimalisasi manajemen distribusi dengan memperpendek rantai pasok dan mempertahankan kualitas untuk meningkatkan daya saing. Bagi Peternak: memperkuat posisi tawar dengan menjual langsung ke konsumen agar memperoleh keuntungan maksimal. Bagi Akademisi: penelitian ini dapat menjadi rujukan untuk kajian manajemen rantai pasok produk perikanan air tawar. Bagi Peneliti Berikutnya: dapat menambahkan variabel seperti teknologi distribusi, digitalisasi pemasaran, atau risiko rantai pasok untuk memperkaya analisis. DAFTAR PUSTAKA