Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Vol. No. September 2024, pp. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit terhadap Nilai Perusahaan di Bursa Efek Indonesia Loso Judijanto IPOSS Jakarta Info Artikel ABSTRAK Article history: Penelitian ini menguji pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan kuantitatif digunakan, dengan melibatkan 150 perusahaan, dengan data yang dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan CSR. GCG, dan kualitas audit memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, dengan kualitas audit menunjukkan pengaruh yang paling kuat. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya praktik CSR yang transparan, struktur tata kelola yang kuat, dan audit yang berkualitas tinggi dalam meningkatkan kinerja perusahaan dan penilaian pasar. Wawasan ini menawarkan rekomendasi yang berharga bagi para manajer perusahaan, pembuat kebijakan, dan investor dalam mendorong penciptaan nilai jangka panjang. Received September, 2024 Revised September, 2024 Accepted September, 2024 Kata Kunci: Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Kualitas Audit. Nilai Perusahaan Keywords: Corporate Social Responsibility. Good Corporate Governance. Audit Quality. Corporate Value ABSTRACT This study examines the effect of Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), and Audit Quality disclosure on company value in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). A quantitative approach was used, involving 150 companies, with data analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that CSR. GCG, and audit quality disclosure have a significant positive influence on company value, with audit quality showing the strongest influence. These findings underscore the importance of transparent CSR practices, strong governance structures, and high-quality audits in improving corporate performance and market valuation. These insights offer valuable recommendations for company managers, policymakers, and investors in driving long-term value creation. This is an open access article under the CC BY-SA license. Corresponding Author: Name: Loso Judijanto Institution: IPOSS Jakarta Email: losojudijantobumn@gmail. Journal homepage: https://wnj. westscience-press. com/index. php/jakws Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 266 PENDAHULUAN Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit sangat penting dalam meningkatkan nilai perusahaan, terutama di Bursa Efek Indonesia (BEI) (Anagnostopoulou. Kartika & Wirawati, n. Praktik GCG, seperti kepemilikan manajerial dan institusional, berdampak signifikan pada kinerja keuangan perusahaan, termasuk laba atas aset (ROA) (Vania. Ukuran komite audit dan struktur kepemilikan mempengaruhi pengungkapan CSR, yang meningkatkan transparansi dan kepercayaan pemangku kepentingan (Bobi et al. , 2. Inisiatif CSR juga memiliki dampak positif terhadap nilai perusahaan, terutama jika dimoderasi oleh Enterprise Risk Management (ERM) (Fitriani et al. , 2. Selain itu, kualitas audit sebagai bagian dari GCG memastikan keandalan laporan keuangan, penting untuk investor dan penilaian perusahaan (Vania. Peningkatan nilai perusahaan di Indonesia dipengaruhi oleh CSR. GCG, dan kualitas audit. CSR dapat meningkatkan nilai perusahaan dengan memperbaiki reputasi dan efisiensi operasional melalui kinerja keuangan sebagai variabel intervening (Hartono & Ratnaningsih, 2024. Ratnawati & Hidayat, 2. Namun, efektivitas pengungkapan CSR bergantung pada faktor lain seperti profitabilitas dan leverage (Valentino & Setiawan, 2. GCG, terutama kepemilikan institusional dan manajerial, terbukti meningkatkan nilai perusahaan dengan memperkuat akuntabilitas dan menarik investor (Mita et al. , 2. Kualitas audit yang tinggi meningkatkan kepercayaan investor dan nilai perusahaan melalui kinerja keuangan (Hartono & Ratnaningsih, 2. Leverage dan likuiditas yang tinggi dapat menurunkan nilai perusahaan, sementara profitabilitas memiliki dampak yang kompleks (Malik & Ismiyanti, n. Penelitian-penelitian sebelumnya telah meneliti peran CSR. GCG, dan kualitas audit secara individual, namun hanya sedikit yang mengeksplorasi dampak gabungan dari variabel-variabel tersebut terhadap nilai perusahaan, terutama dalam konteks Bursa Efek Indonesia. CSR. GCG, dan Kualitas Audit berperan penting dalam meningkatkan nilai perusahaan. CSR berdampak positif pada nilai perusahaan di sektor logistik, transportasi, manufaktur, dan teknologi, meskipun profitabilitas dapat memoderasi hubungan ini secara negatif (Misheleiloen, 2024. Pratama & Serly. Rusli et al. , n. Di sektor dasar dan kimia. CSR berpengaruh positif, sedangkan GCG tidak signifikan (Fransiska et al. , 2. Kualitas audit memperkuat pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor, sehingga berpotensi meningkatkan nilai perusahaan (Meviani & Syafruddin, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan ini dengan menginvestigasi efek gabungan dari pengungkapan CSR, praktik GCG, dan kualitas audit terhadap nilai perusahaan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada literatur yang berkembang mengenai tata kelola perusahaan dan kinerja keuangan, dengan fokus khusus pada pasar Indonesia. Signifikansi penelitian ini terletak pada potensinya untuk memberikan wawasan tentang bagaimana perusahaan dapat meningkatkan nilai mereka dengan mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan, meningkatkan tata kelola, dan memastikan audit yang berkualitas tinggi. Selain itu, temuan-temuan penelitian ini juga dapat memberikan rekomendasi praktis bagi para manajer perusahaan, pembuat kebijakan, dan investor yang ingin mengoptimalkan kinerja perusahaan dan nilai pemegang saham di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang dinamis. TINJAUAN PUSTAKA 1 Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahan merupakan elemen penting dalam strategi bisnis modern, terutama dalam meningkatkan nilai dan keberlanjutan perusahaan di Indonesia. Selain menjadi persyaratan peraturan. CSR juga berfungsi sebagai alat strategis untuk memperkuat reputasi, kepercayaan pemangku kepentingan, dan kinerja keuangan. Pengungkapan Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A CSR yang efektif dapat menarik investor yang bertanggung jawab secara sosial dan memperkuat hubungan dengan pelanggan, yang pada akhirnya mendukung kesuksesan jangka panjang (Sivapriya, 2024. Udayasri, 2. Di Indonesia, perusahaan publik, terutama yang berdampak signifikan terhadap lingkungan, diwajibkan untuk mengungkapkan kegiatan CSR, yang mendorong integrasi CSR dalam operasi perusahaan dan meningkatkan minat terhadap hubungannya dengan nilai perusahaan (Pranoto et al. , 2. Faktor seperti umur, ukuran, dan likuiditas perusahaan juga mempengaruhi pengungkapan CSR, dengan perusahaan yang lebih besar dan lebih likuid cenderung memiliki pengungkapan yang lebih komprehensif, meskipun profitabilitas tidak langsung memengaruhinya (Pranoto et al. , 2. CSR diakui sebagai investasi strategis yang mendukung preferensi konsumen dan minat investor, serta berfungsi sebagai alat pemasaran inovatif yang berkontribusi terhadap keberhasilan perusahaan, terutama jika diselaraskan dengan strategi bisnis (Bhatt & Kadiyan, 2023. Sivapriya, 2. 2 Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) adalah kerangka kerja penting yang meningkatkan nilai perusahaan melalui transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam manajemen. GCG mengurangi biaya keagenan, menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham, serta meningkatkan kinerja perusahaan dan kepercayaan investor. Penelitian menunjukkan hubungan positif antara GCG dan nilai perusahaan, terutama di sektor pertambangan dan BUMN, meskipun profitabilitas tidak selalu menjadi faktor moderasi (Cahyani et al. , 2024. Firdaus & Haryati, 2. GCG juga memastikan kredibilitas pengungkapan CSR, dengan perusahaan ber-tata kelola kuat lebih mungkin melakukan CSR secara autentik (Firdaus & Haryati, 2. Integrasi GCG dan CSR dapat meningkatkan nilai perusahaan, terutama jika didukung oleh kepemilikan manajerial yang kuat dan dewan yang independen. Di sektor lain, seperti BUMDes dan UMKM, penerapan GCG juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kinerja organisasi, serta efisiensi dan keterbukaan (Nanang & Pratiwi, 2024. Rachmawati, 2. PT. Kereta Cepat Indonesia Cina (PT. KCIC) merupakan contoh penerapan prinsip GCG yang selaras dengan standar peraturan (Afrilia, 3 Kualitas Audit Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) adalah kerangka kerja penting yang meningkatkan nilai perusahaan melalui transparansi, akuntabilitas, dan keadilan dalam manajemen. GCG mengurangi biaya keagenan, menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham, serta meningkatkan kinerja perusahaan dan kepercayaan investor. Penelitian menunjukkan hubungan positif antara GCG dan nilai perusahaan, terutama di sektor pertambangan dan BUMN, meskipun profitabilitas tidak selalu menjadi faktor moderasi (Cahyani et al. , 2024. Firdaus & Haryati, 2. GCG juga memastikan kredibilitas pengungkapan CSR, dengan perusahaan ber-tata kelola kuat lebih mungkin melakukan CSR secara autentik (Firdaus & Haryati, 2. Integrasi GCG dan CSR dapat meningkatkan nilai perusahaan, terutama jika didukung oleh kepemilikan manajerial yang kuat dan dewan yang independen. Di sektor lain, seperti BUMDes dan UMKM, penerapan GCG juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kinerja organisasi, serta efisiensi dan keterbukaan (Rachmawati, 2024. Nanang & Pratiwi, 2. PT. Kereta Cepat Indonesia Cina (PT. KCIC) merupakan contoh penerapan prinsip GCG yang selaras dengan standar peraturan (Afrilia, 4 Nilai Perusahaan Hubungan antara nilai perusahaan dan faktor-faktor seperti tata kelola perusahaan. CSR, dan kualitas audit telah didokumentasikan dengan baik, terutama di pasar negara berkembang. Kinerja ESG (Lingkungan. Sosial, dan Tata Kelol. adalah penentu penting nilai perusahaan, karena meningkatkan persepsi pasar melalui manajemen efisien dan pengurangan risiko keuangan (Li. Yang & Zhang, 2. Di Tiongkok, kinerja ESG dikaitkan dengan peningkatan nilai perusahaan melalui transformasi digital dan inovasi, terutama di perusahaan milik negara dan teknologi tinggi (C. Yang, 2. Praktik CSR, termasuk pengungkapan karbon, berkontribusi secara Vol. No. September 2024: pp. A 268 Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science signifikan pada peningkatan nilai perusahaan, terutama di industri dengan tingkat polusi tinggi, dengan pengungkapan karbon memperkuat kredibilitas upaya (Shi & Wang, 2. Tata kelola perusahaan yang efektif, sebagai bagian dari praktik ESG, mengurangi biaya keagenan dan meningkatkan nilai perusahaan melalui transparansi dan akuntabilitas, sementara kualitas audit yang tinggi memverifikasi keakuratan pengungkapan, meningkatkan kepercayaan investor (Cheng et al. , 2024. Li, 2. 5 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Kualitas Audit, dan Nilai Perusahaan di Indonesia Hubungan antara pengungkapan CSR. GCG, kualitas audit, dan nilai perusahaan di Indonesia sangat erat, dengan setiap elemen berperan penting dalam meningkatkan nilai Pengungkapan CSR memiliki pengaruh positif, terutama di industri barang konsumsi, karena meningkatkan citra dan kepercayaan pemangku kepentingan (Misheleiloen, 2. Namun, dampaknya terhadap kinerja keuangan bervariasi, dengan CSR berdampak positif pada ROE tetapi negatif pada ROA dan Tobin's Q, menunjukkan hubungan yang kompleks (Meviani & Syafruddin. GCG yang efektif, seperti independensi dewan, meningkatkan pengungkapan LST dan menarik investor, meskipun komite audit tidak selalu mempengaruhi hubungan antara CSR dan nilai perusahaan (Marheni et al. , 2024. Mita et al. , 2. Kualitas audit memoderasi hubungan CSR dan kinerja keuangan, meningkatkan kredibilitas di mata investor (Meviani & Syafruddin, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan ini dengan menguji bagaimana faktor-faktor tersebut berinteraksi untuk mempengaruhi nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik mengenai peran CSR. GCG, dan kualitas audit dalam membentuk kinerja perusahaan dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan nilai perusahaan (Bobi et al. , 2. Gambar 1. Kerangka Teoritis dan Pengembangan Hipotesis METODE PENELITIAN 1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif untuk menyelidiki pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pendekatan berbasis survei digunakan untuk mengumpulkan data primer dari sampel yang dipilih sebanyak 150 perusahaan. Metode kuantitatif sangat cocok untuk penelitian ini karena memungkinkan pengukuran hubungan antar variabel melalui analisis statistik. Teknik Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) versi 3 digunakan untuk analisis data untuk menguji hipotesis yang diajukan dan mengeksplorasi interaksi antara variabel independen dan Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 2 Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling, dimana hanya perusahaan yang mengungkapkan kegiatan CSR, telah menerapkan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), dan telah menjalani audit eksternal yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Sebanyak 150 perusahaan dipilih berdasarkan kriteria-kriteria tersebut. Metode purposive sampling memastikan bahwa sampel mewakili populasi target dan relevan dengan tujuan penelitian. Sampel tersebut dianggap tepat untuk analisis SEM-PLS, karena teknik ini bekerja secara efektif dengan ukuran sampel yang kecil hingga menengah. 3 Pengumpulan Data Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan survei terstruktur yang didistribusikan kepada perusahaan yang terpilih. Survei ini mencakup pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pengungkapan CSR, praktik GCG, kualitas audit, dan nilai perusahaan. Semua pertanyaan diukur dengan menggunakan skala Likert mulai dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Skala Likert sesuai untuk menangkap persepsi responden dan memungkinkan interpretasi yang jelas mengenai hubungan antar variabel. Survei didistribusikan kepada informan kunci di setiap perusahaan, seperti manajer atau petugas keuangan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kegiatan CSR perusahaan, struktur tata kelola, dan proses audit. Sebelum didistribusikan, survei ini diuji coba untuk memastikan kejelasan dan keandalannya. Versi final dari survei ini didistribusikan melalui email, dengan pengingat tindak lanjut untuk memaksimalkan tingkat respon. 5 Analisis Data Data survei dianalisis menggunakan SEM-PLS versi 3, teknik statistik yang memungkinkan analisis hubungan antar variabel secara simultan, cocok untuk model kompleks dengan variabel laten dan sampel kecil. Analisis dimulai dengan penilaian reliabilitas dan validitas model pengukuran melalui Cronbach's alpha dan reliabilitas komposit (CR), dengan nilai di atas 0,70 dianggap reliabel, serta validitas konvergen dan diskriminan dinilai melalui AVE dan kriteria Fornell-Larcker. Selanjutnya, model struktural dievaluasi untuk menguji hubungan antar variabel seperti pengungkapan CSR. GCG, kualitas audit, dan nilai perusahaan menggunakan Kecocokan model dinilai dengan koefisien determinasi (RA) dan QA untuk menilai relevansi prediktif. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Statistik Deskriptif Analisis deskriptif memberikan gambaran umum mengenai karakteristik sampel dari 150 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tersebar di sektor manufaktur, jasa, dan barang konsumsi. Rata-rata skor variabel diukur menggunakan skala Likert 1-5, dengan hasil sebagai berikut: pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) memiliki skor 4,12, menunjukkan transparansi tinggi dalam pelaporan CSR. Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) mencapai skor 4,23, mengindikasikan praktik tata kelola yang baik. Kualitas Audit tercatat di 4,30, mencerminkan keandalan proses audit. sedangkan Nilai Perusahaan mencapai 4,05, menandakan kinerja yang baik dari perspektif pasar dan keuangan. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaanperusahaan sampel secara umum berkinerja baik dalam CSR. GCG, dan kualitas audit, yang memberikan dasar kuat untuk menguji hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan nilai Penelitian ini melibatkan 150 perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menganalisis dampak pengungkapan CSR. GCG, dan kualitas audit terhadap nilai perusahaan. Perusahaan diklasifikasikan berdasarkan sektor industri, ukuran aset, lama beroperasi, struktur kepemilikan, dan jenis auditor. Mayoritas sampel berasal dari sektor manufaktur . ,67%), diikuti Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 270 oleh jasa . ,67%) dan barang konsumsi . %). Dari segi ukuran, 40% perusahaan memiliki total aset Rp 1-5 triliun, dan 26,67% di bawah Rp 1 triliun. Lama beroperasi juga bervariasi, dengan 33,33% perusahaan telah beroperasi 10-20 tahun. Sebagian besar perusahaan dimiliki swasta . ,33%), dan 60% menggunakan auditor non-Big Four. Karakteristik demografis ini memberikan konteks yang kuat untuk analisis pengaruh variabel-variabel ini terhadap nilai perusahaan. 2 Measurement Model Model pengukuran dievaluasi dengan menggunakan indikator utama seperti Cronbach's Alpha (CA). Composite Reliability (CR). Average Variance Extracted (AVE), dan loading factor untuk mengkonfirmasi keandalan dan validitas konstruk. CSR menunjukkan faktor loading yang tinggi. CA sebesar 0,905. CR sebesar 0,940, dan AVE sebesar 0,840, yang mengindikasikan keandalan yang kuat. GCG memiliki faktor loading di atas 0,70. CA sebesar 0,798. CR sebesar 0,882, dan AVE sebesar 0,714. Kualitas Audit menunjukkan nilai loading dari 0. 697 sampai 0. CA sebesar 0. dan AVE sebesar 0. Nilai Perusahaan memiliki muatan yang kuat. CA sebesar 0,898. CR sebesar 0,929, dan AVE sebesar 0,766. Hasil ini mengkonfirmasi kekokohan konstruk untuk analisis. Gambar 2. Kecocokan Model Dalam pemodelan SEM. R Square (RA) mengukur varians variabel dependen yang dijelaskan oleh variabel independen, sementara Adjusted RA menyesuaikan nilai RA untuk menghindari Pada penelitian ini. RA sebesar 0,658 menunjukkan 65,8% varians Nilai Perusahaan dijelaskan oleh pengungkapan CSR. GCG, dan Kualitas Audit, yang merupakan nilai tinggi dalam ilmu sosial. Adjusted RA sebesar 0,650 menunjukkan bahwa setelah penyesuaian, 65,0% varians Perbedaan kecil antara RA dan Adjusted RA mengindikasikan model yang baik tanpa overfitting, dengan prediktor yang relevan dan signifikan. Validitas diskriminan mengacu pada sejauh mana sebuah konstruk berbeda dari konstruk lain dalam sebuah model, yang menunjukkan bahwa konstruk-konstruk tersebut mengukur konsepkonsep yang berbeda. Dalam menilai validitas diskriminan, kriteria Fornell-Larcker biasanya digunakan, di mana akar kuadrat dari Average Variance Extracted (AVE) setiap konstruk harus lebih besar daripada korelasi antara konstruk tersebut dan konstruk lain dalam model. Tabel 1. Validitas Diskriminan Corporate Good Kualitas Nilai Social Corporate Audit Perusahaan Responsibility Governance Corporate Social 0. Responsibility Good Corporate Governance 0. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Kualitas Audit Nilai Perusahaan Hasil dari kriteria Fornell-Larcker menunjukkan bahwa konstruk-konstruk dalam penelitian ini menunjukkan validitas diskriminan yang baik. Akar kuadrat dari AVE untuk setiap konstruk lebih tinggi daripada korelasi dengan konstruk lainnya, menunjukkan bahwa setiap konstruk mengukur konsep yang berbeda. 3 Kecocokan Model Menilai kecocokan model struktural merupakan langkah penting dalam menentukan seberapa baik model yang diusulkan mencerminkan data. Dalam hal ini, kecocokan Model Jenuh . ang mencakup semua kemungkinan hubungan antar konstru. dan Model Estimasi . ang hanya mencakup hubungan yang dihipotesiska. dinilai dengan menggunakan beberapa indeks kecocokan utama: Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), d_ULS, d_G. Chi-Square, dan Normed Fit Index (NFI). Tabel 2. Model fit Saturated Estimated Model Model SRMR d_ULS ChiSquare NFI Kecocokan model dinilai dengan menggunakan beberapa indikator, dimulai dengan Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), yang mengukur perbedaan antara matriks korelasi yang diamati dan yang diprediksi oleh model. Baik Model Jenuh maupun Model Estimasi memiliki nilai SRMR sebesar 0,089, sedikit di atas ambang batas yang direkomendasikan yaitu 0,08, yang mengindikasikan kecocokan yang masuk akal tetapi dengan ruang untuk perbaikan. Nilai d_ULS (Squared Euclidean Distanc. dan d_G (Geodesic Distanc. untuk kedua model masingmasing adalah 0,941 dan 0,507, menunjukkan kecocokan yang baik, karena nilai yang lebih rendah mengindikasikan perbedaan yang minimal antara matriks kovarian yang teramati dengan yang tersirat dalam model. Nilai Chi-Square untuk kedua model adalah 354,445, yang, meskipun tidak sempurna, dipengaruhi oleh ukuran sampel 150 dan harus ditafsirkan dengan hati-hati. Terakhir. Normed Fit Index (NFI) untuk kedua model adalah 0,765, di bawah ambang batas yang direkomendasikan yaitu 0,90, yang menunjukkan bahwa model tersebut dapat disempurnakan lebih lanjut untuk menangkap hubungan antar variabel dengan lebih baik dan meningkatkan kecocokan secara keseluruhan. 4 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam structural equation modeling (SEM) dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan yang diusulkan antara konstruk dalam model signifikan secara Dalam penelitian ini, terdapat tiga hipotesis yang diuji untuk menguji pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit terhadap Nilai Perusahaan. Tabel di bawah ini merangkum hasil pengujian hipotesis, termasuk Original Sample (O). Sample Mean (M). Standar Deviasi (STDEV). T-Statistics, dan PValues untuk setiap hubungan. Tabel 3. Hypothesis Test Original Sample Standard Statistics P Sample (O) Mean (M) Deviation (|O/STDEV|) Valu (STDEV) Vol. No. September 2024: pp. A 272 Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science Corporate Social Responsibility Nilai Perusahaan Good Corporate Governance -> Nilai Perusahaan Kualitas Audit -> Nilai Perusahaan Hasil analisis menunjukkan bahwa pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), dan kualitas audit memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Koefisien jalur antara pengungkapan CSR dan nilai perusahaan adalah 0. 480, dengan T-Statistic sebesar 3. 504 dan P-Value sebesar 0. 000, yang menunjukkan hubungan yang kuat dan signifikan. GCG juga berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, dengan koefisien jalur sebesar 0,370. T-Statistik sebesar 2,593, dan P-Value sebesar 0,002, yang menegaskan signifikansinya. Kualitas audit memiliki pengaruh paling kuat terhadap nilai perusahaan, dengan koefisien jalur sebesar 0,528. T-Statistik sebesar 5,258, dan P-Value sebesar 0,000, yang semakin memantapkan pengaruh positif yang signifikan. PEMBAHASAN Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) dan Nilai Perusahaan Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, mendukung pentingnya praktik CSR dalam meningkatkan reputasi dan kinerja keuangan. Dengan melaporkan kegiatan CSR secara transparan, perusahaan menandakan komitmen mereka terhadap tanggung jawab etika, sosial, dan lingkungan, yang menumbuhkan kepercayaan di kalangan investor, pelanggan, dan regulator. Hal ini berkontribusi pada loyalitas merek, kepuasan pelanggan, dan hubungan investor yang lebih kuat. Hubungan positif antara pengungkapan CSR dan nilai perusahaan konsisten dengan teori pemangku kepentingan, yang menyatakan bahwa perusahaan harus menyeimbangkan kepentingan berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai kesuksesan jangka Panjang (Bhatt & Kadiyan, 2023. Pranoto et al. , 2024. Udayasri, 2. Perusahaan yang terlibat dalam inisiatif CSR tidak hanya memenuhi kewajiban sosial tetapi juga menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan mengurangi risiko reputasi dan membedakan diri dari pesaing. Di Indonesia, dengan peraturan pengungkapan CSR yang semakin ketat, perusahaan yang mematuhi aturan ini cenderung mendapat persepsi pasar yang lebih baik dan nilai perusahaan yang lebih tinggi. Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan Nilai Perusahaan Penelitian ini mengkonfirmasi bahwa Good Corporate Governance (GCG) memiliki dampak positif signifikan terhadap nilai perusahaan, mendukung peran penting mekanisme tata kelola dalam memastikan akuntabilitas dan melindungi kepentingan pemegang saham. Teori keagenan menjelaskan bahwa praktik tata kelola yang kuat dapat mengurangi masalah keagenan dengan menyelaraskan kepentingan manajer dan pemegang saham, mengurangi oportunisme manajerial, dan meningkatkan kinerja perusahaan. Dalam penelitian ini. GCG diukur melalui indikator seperti independensi dewan, aktivitas komite audit, dan hak-hak pemegang saham, di mana kerangka kerja tata kelola yang kuat dianggap mengurangi risiko dan meningkatkan penilaian Tata kelola yang efektif mendorong pengambilan keputusan yang baik, transparansi, dan perilaku manajemen yang etis, yang berkontribusi pada keberlanjutan keuangan jangka Panjang (Afrilia, 2024. Firdaus & Haryati, 2024. Nanang & Pratiwi, 2. Temuan ini sangat relevan di Indonesia, di mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperkuat pedoman tata kelola, dan perusahaan yang menerapkannya cenderung mengalami peningkatan nilai perusahaan, menekankan pentingnya reformasi tata kelola yang berkelanjutan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A Kualitas Audit dan Nilai Perusahaan Di antara ketiga variabel independen, kualitas audit memiliki pengaruh positif terkuat terhadap nilai perusahaan, menekankan perannya dalam memastikan keakuratan dan keandalan pelaporan keuangan yang menjaga kepercayaan investor. Berdasarkan teori sinyal, audit berkualitas tinggi mengirimkan sinyal positif ke pasar, menunjukkan kredibilitas laporan keuangan dan komitmen manajemen terhadap transparansi. Hubungan signifikan antara kualitas audit dan nilai perusahaan menunjukkan bahwa perusahaan dengan proses audit yang ketat dipandang lebih baik oleh investor, karena audit yang berkualitas mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan kepercayaan investor, yang berujung pada penilaian pasar yang lebih tinggi (Kinasih et al. , 2023. Nugrahanti et al. , 2023. Susilowati, 2. Di Indonesia, pengawasan terhadap praktik audit semakin ketat, dengan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) memainkan peran penting dalam menetapkan standar dan memantau kepatuhan. Perusahaan yang menggunakan jasa auditor bereputasi baik cenderung mengalami peningkatan nilai perusahaan. Kualitas audit juga berperan sebagai faktor moderasi penting dalam hubungan antara GCG dan nilai perusahaan, di mana perusahaan dengan tata kelola yang baik akan memperoleh manfaat lebih besar ketika laporan keuangan mereka diaudit oleh auditor berkualitas tinggi, menunjukkan pentingnya mekanisme tata kelola internal dan jaminan eksternal dalam mendorong kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini mengkonfirmasi bahwa pengungkapan CSR. GCG, dan kualitas audit secara bersama-sama menjelaskan sebagian besar varians nilai perusahaan, dengan nilai RA sebesar 0,658. Hal ini mengindikasikan bahwa 65,8% dari variasi nilai perusahaan disebabkan oleh ketiga faktor tersebut, yang menyoroti pentingnya ketiga faktor tersebut secara kolektif dalam membentuk kinerja perusahaan. Kombinasi kegiatan CSR yang transparan, struktur tata kelola yang kuat, dan audit yang berkualitas tinggi memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk meningkatkan nilai perusahaan di pasar Indonesia. Efek positif yang signifikan dari faktor-faktor ini menunjukkan bahwa perusahaan harus mengadopsi pendekatan terpadu untuk meningkatkan nilai perusahaan. Pengungkapan CSR. GCG, dan kualitas audit saling berhubungan, dan perusahaan yang memprioritaskan aspek-aspek ini dalam manajemen perusahaan cenderung mencapai kinerja keuangan dan persepsi pasar yang lebih Temuan ini sangat relevan untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia, di mana kerangka kerja peraturan seputar CSR, tata kelola, dan kualitas audit masih terus berkembang. Implikasi Praktis Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis yang penting bagi para manajer perusahaan, pembuat kebijakan, dan investor: Untuk meningkatkan nilai perusahaan, manajer harus memprioritaskan pengungkapan CSR yang transparan, menerapkan kerangka kerja tata kelola yang kuat, dan melibatkan perusahaan audit yang memiliki reputasi baik. Praktik-praktik ini tidak hanya meningkatkan kinerja keuangan, tetapi juga memperkuat reputasi perusahaan dan hubungan dengan para pemangku kepentingan. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan regulasi dalam mendorong pengungkapan CSR, reformasi tata kelola, dan kualitas audit. Para pembuat kebijakan harus terus menegakkan peraturan yang mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam praktik-praktik perusahaan, karena faktor-faktor ini merupakan pendorong utama nilai Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kegiatan CSR, struktur tata kelola, dan kualitas audit ketika mengevaluasi peluang investasi. Perusahaan yang berkinerja baik di bidang-bidang ini cenderung lebih stabil dan memberikan imbal hasil yang lebih baik dalam jangka panjang. Vol. No. September 2024: pp. Jurnal Akuntansi dan Keuangan West Science A 274 KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Good Corporate Governance (GCG), dan Kualitas Audit berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Di antara faktor-faktor tersebut, kualitas audit memberikan dampak positif yang paling kuat terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan peran penting pelaporan keuangan yang transparan dalam mendorong kepercayaan investor dan meningkatkan penilaian pasar. Pengungkapan CSR dan GCG juga berkontribusi positif terhadap nilai perusahaan, menyoroti pentingnya praktik-praktik perusahaan yang etis dan kerangka kerja tata kelola yang efektif dalam mendorong kinerja keuangan jangka Efek gabungan dari faktor-faktor ini menjelaskan sebagian besar varians dalam nilai perusahaan, yang menunjukkan bahwa perusahaan harus mengadopsi pendekatan terpadu untuk manajemen perusahaan. Kegiatan CSR yang transparan, mekanisme tata kelola yang kuat, dan audit berkualitas tinggi sangat penting untuk meningkatkan nilai perusahaan dan mempertahankan kepercayaan investor, terutama di tengah lingkungan peraturan yang terus berkembang di Indonesia. Temuan-temuan ini memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para manajer perusahaan untuk menerapkan strategi yang meningkatkan keberlanjutan dan penciptaan nilai perusahaan, serta memberikan panduan praktis bagi para pembuat kebijakan untuk memperkuat kerangka kerja peraturan seputar tata kelola dan praktik-praktik audit. DAFTAR PUSTAKA