E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif HUBUNGAN ANTARA OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR YANG SEDANG MENJALANI SKRIPSI DI STIKES HANGTUAH TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU Kania Widyanti1. Tatiyani2. Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y. I Jl. Pangeran Diponegoro No. Kenari. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430 E-mail : kaniaa. widyanti@upi-yai. id1, tatiyani@upi-yai. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada Hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi pada mahasiswa akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dari jumlah siswa terdaftar sebanyak 77 mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi dan merupakan jumlah sampel dari penelitian. Pengumpulan data menggunakan skala likert dan pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan menggunakan teknik sampel jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara optimisme dan resiliensi sebesar r = 0,686 dan p = < 0,05 dan terdapat hubungan dengan arah positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi sebesar r = 0,485 dan p = < 0,05. Selanjutnya, hasil analisis data dengan multivariate correlation menggunakan SPSS 29. for windows diperoleh koefisien determinasi R square sebesar 0,493 dan berdasarkan regresi korelasi multivariat diperoleh nilai koefisien korelasi R = 0,702 dan p = <0,001 yang berarti terdapat hubungan antara optimisme dan dukungan sosial teman sebaya terhadap resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Kata Kunci : Optimisme. Dukungan Sosial Teman Sebaya. Resiliensi ABSTRACT The purpose of this study is to find out if there is a relationship between Optimism and peer social support towards Resilience in final students who are undergoing a thesis at STIKES Hang Tuah Tanjungpinang. Riau Islands. This research is a quantitative research. The population of the number of registered students is 77 final students who are undergoing a thesis and are the number of samples from the research. Data collection uses a likert scale and sampling uses nonprobability sampling using a saturated sample technique, which is a sample collection technique when all members of the population are used as samples. The results showed that there was a significant positive relationship between optimism and resilience of r = 0. 686 and p = < 0. 05 and there was a significant positive relationship between peer social support with resilience of r = 0. 485 and p = < 0. Furthermore, the results of data analysis with multivariate correlation using SPSS 29. 0 for windows obtained a Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif determination coefficient of R square of 0. 493 and based on multivariate correlation regression, the correlation coefficient values R = 0. 702 and p = <0. 001 were obtained, which means that there is a relationship between optimism and peer social support for resilience in final year students who are undergoing a thesis at STIKES Hang Tuah Tanjungpinang. Riau Islands. Keyword : Optimism. Peer Social Support. Resilience PENDAHULUAN Mahasiswa adalah pembelajar di perguruan tinggi yang mendalami berbagai teori dan menyelesaikan SKS per semester. Setelah memenuhi SKS yang ditentukan, mereka menyelesaikan pendidikan dengan mengerjakan tugas akhir atau skripsi. Menurut Darmono dan Hasan . , skripsi merupakan syarat wajib untuk meraih gelar sarjana. Skripsi adalah karya ilmiah hasil penelitian, kajian kepustakaan, atau pengembangan terhadap suatu masalah yang dilakukan secara seksama oleh mahasiswa program sarjana di akhir masa studinya. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi akan berhadapan dengan berbagai kesulitan, dan hal tersebut dapat menimbulkan stres. Hal ini dapat menghambat proses pengerjaan skripsi dan bahkan dapat berdampak pada kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Maka dari itu dibutuhkan peran resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk bangkit dan menjadi lebih kuat dalam menghadapi Connor dan Davidson . alam Dian et al. , 2022, p. merupakan kualitas pribadi yang mengatasi kesulitan dalam hidup. Dengan resiliensi, individu tidak mudah putus asa dan mampu beradaptasi dengan situasi sulit. Salah satu faktor penting yang berkontribusi pada resiliensi pada mahasiswa tingkat khir yang sedang menjalani skripsi adalah Optimisme. Menurut Segerestrom . alam Ghufron & Rini, 2010, p. , mendefinisikan optimisme sebagai sebuah cara berpikir positif dan realistis dalam memandang suatu masalah. Berpikir positif berarti berusaha mencapai hal terbaik dari keadaan terburuk. Selain optimisme, dukungan sosial teman sebaya juga menjadi faktor penting dari resiliensi. Menurut Simanjuntak dan Indrawati . , merupakan penilaian individu terhadap bantuan atau dukungan positif yang diterima dari teman yang tingkat kematangannya atau usianya lebih Hal ini menyebabkan individu merasa dihargai, diperhatikan, dan Berdasarkan hasil wawancara. STIKES Hangtuah Tanjungpinang berbagai kesulitan dan tantangan, seperti revisi berulang, kesulitan mendapatkan referensi, keterbatasan waktu penelitian, kesibukan dosen pembimbing, dan kurangnya dukungan Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif Hal ini membuat mereka merasa stres, tidak percaya diri, pesimis, dan ragu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan skripsi. Mahasiswa juga membutuhkan dukungan sosial yang lebih baik, seperti perhatian, semangat, motivasi, bantuan dalam menyelesaikan kesulitan, dan apresiasi, untuk membantu mereka menyelesaikan skripsinya. Apakah ada hubungan antara Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau Apakah ada hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau Rumusan Masalah TINJAUAN PUSTAKA Apakah ada hubungan antara Optimisme dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau? Apakah ada hubungan antara Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau? Apakah ada hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau? Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk Apakah ada hubungan antara Optimisme dengan Resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau Resiliensi Menurut Santrock . alam Hertinjung et al. , 2022, p. mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan individu untuk beradaptasi secara positif dan mencapai hasil yang sukses dalam menghadapi berbagai risiko yang bermakna dan keadaan yang merugikan bagi diri. Menurut Reivich dan Shatte . alam Isfaiyah et al. , 2. terdapat tujuh kemampuan yang membentuk resiliensi yaitu sebagai berikut: Regulasi emosi . motion regulatio. Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap tenang di bawah kondisi yang menekan. Pengendalian . mpuls Pengendalian mengendalikan keinginan, dorongan, kesukaan, dan tekanan yang muncul dalam diri. Optimisme Individu yang resilien memiliki pandangan optimis terhadap masa Mereka yakin bahwa masa depan mereka akan cemerlang dan Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Keyakinan ini didasari oleh kepercayaan diri mereka dalam kemampuan diri untuk mengatasi berbagai kemalangan yang mungkin terjadi di masa depan. Optimisme ini menjadi salah satu faktor penting dalam membangun resiliensi, karena membantu individu untuk tetap fokus pada tujuan dan harapan, bahkan di tengah situasi yang sulit. Analisis penyebab masalah . ausal Analisis kausal adalah kemampuan penting untuk mengidentifikasi akar Kemampuan menentukan penyebab utamanya, sehingga mereka dapat mencari solusi yang tepat dan efektif. Empati . Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Efikasi diri . elf efficac. Efeksi diri adalah kepercayaan bahwa individu dapat memecahkan dan menghadapi masalah yang dialami dengan efektif. Efeksi diri juga berarti menyakini diri sendiri dapat, berhasil, dan sukses. Reaching Out Resiliensi bukan sekadar bangkit dari menemukan makna dan pertumbuhan positif dari pengalaman sulit. Individu yang resilien tidak hanya tangguh dalam menghadapi kemalangan, tapi mereka belajar dan berkembang Kesulitan dilihat sebagai peluang untuk menjadi lebih kuat dan Sedangkan menurut Mansfield . alam Akbar & Tahoma, 2. , resiliensi memiliki beberapa faktor https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif yang dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu faktor protektif dan faktor resiko. Faktor resiko adalah karakteristik yang terasosiasikan negatif dengan kesehatan mental, seperti stres, burnout, dan lain-lain. Faktor protektif adalah karakteristik yang diasosiasikan positif dengan kesehatan mental, seperti dukungan sosial, stres coping, dan efikasi diri. Optimisme Menurut Scheier dan Carver . alam Dian et al. , 2022, p. , optimisme merupakan keyakinan individu bahwa usahanya akan menghasilkan sesuatu yang baik. Keyakinan ini menjadi pendorong untuk terus berusaha mencapai tujuan dan meyakini bahwa hal terbaik akan selalu datang dalam hidup. Menurut Seligman . alam Ghufron & Rini, 2. terdapat tiga aspek yang menggambarkan optimisme, antara lain: Permanence (Keabadia. Aspek ini menunjukkan bagaimana berdasarkan waktu, yaitu apakah bersifat sementara . atau menetap . Orang yang mudah menyerah . cenderung meyakini bahwa penyebab kejadian buruk bersifat permanen dan akan terus berlangsung, memengaruhi seluruh hidup mereka. Di sisi lain, orang yang optimis . elawan ketidakberdayaa. percaya bahwa penyebab kejadian buruk bersifat sementara dan tidak akan terus . Pervasive (Universal vs Spesifi. Aspek ini berkaitan dengan ruang lingkup peristiwa, apakah universal . atau spesifik . Orang yang optimis cenderung Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif membuat penjelasan spesifik ketika dihadapkan pada kejadian buruk. Mereka melihat kejadian buruk sebagai akibat dari faktor khusus dan tidak akan meluas ke hal lain. Sedangkan, ketika dihadapkan pada hal baik, mereka akan menjelaskannya dengan faktor universal. Personalization (Personalisas. Aspek ini berkaitan dengan sumber penyebab kejadian, apakah berasal dari internal . ari dalam dir. atau eksternal . ari luar dir. Ketika hal cenderung menyalahkan diri sendiri . , sehingga menurunkan rasa penghargaan diri. Mereka merasa tidak berguna, tidak memiliki kemampuan, dan tidak dicintai. Orang optimis, di sisi lain, cenderung menyalahkan faktor eksternal atau Dukungan Sosial Teman Sebaya Menurut Taylor . alam Sari & Indrawati, 2016, p. , dukungan sosial teman sebaya adalah bantuan dari teman sebaya yang dapat berupa instrumental. Dukungan ini membantu siswa merasa dihargai dan diperhatikan oleh orangorang di sekitarnya. Menurut Sarafino . dukungan sosial terdiri dari beberapa aspek, yaitu: Dukungan emosional . motional Dukungan ini membantu individu merasa nyaman, dicintai, dan Bentuknya meliputi ekspresi empati, perhatian, afeksi, dan kesediaan mendengarkan keluh kesah orang lain. Dukungan . steem Dukungan ini berupa ungkapan hormat, dorongan maju, persetujuan atas gagasan atau perasaan individu, dan perbandingan positif dengan orang lain untuk meningkatkan rasa percaya diri dan penghargaan diri. Dukungan instrumental . nstrumental Dukungan ini berupa bantuan langsung, seperti bantuan finansial atau bantuan dalam menyelesaikan . Dukungan informasi . nformasional Dukungan ini mencakup pemberian nasehat, arahan, dan umpan balik untuk membantu individu mengatasi masalah dan membuat keputusan. METODOLOGI Pada pengambilan sampel yang di pergunakan dalam penelitian ini adalah teknik nonprobability sampling dengan populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i STIKES Hang Tuah Tanjungpinang semester akhir yang sedang menjalani Jumlah mahasiswa yang terdaftar adalah sebanyak 77 mahasiswa yang terdiri dari 37 mahasiswa reguler dan 40 mahasiswa non reguler. Mahasiswa reguler merupakan mahasiswa yang berkuliah dengan sistem perkuliahan pada umumnya dan berusia 20 -24 tahun, sedangkan mahasiswa non reguler perkuliahan semester pendek, mahasiswa berusia diatas 25 tahun dan sistem perkuliahan online. Selain itu, populasi mahasiswa terdiri dari 11 mahasiswa laki-laki dan 66 mahasiswa perempuan. Terdapat 3 skala dalam penelitian ini, skala pertama yaitu skala resiliensi disusun berdasarkan aspek Connor dan Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Davidson . alam Octaryani & Baidun, 2. yang terdiri dari Personal high standard and tenacity (Kompetensi Personal. Standar yang Tinggi dan Keuleta. Trust in one's tolerance of negative affect. (Kepercayaan terhadap naluri. Toleransi terhadap efek negative, dan kuat dalam menghadapi stres. Positive acceptance of change and secure relationships (Penerimaan positif terhadap perubahan, dan memiliki hubungan yang lain terhadap orang lai. Control and factor (Kontro. dan Spiritual influences (Pengaruh spiritua. Skala kedua ialah skala optimisme disusun berdasarkan aspek Seligman . alam Ghufron & Rini, 2. yang terdiri dari Permanence (Keabadia. Pervasive (Universal vs Spesifi. ,Personalization (Personalisas. Skala ketika ialah sakal dukungan sosial teman sebaya berdasarkan aspek Sarafino . yang terdiri dari Dukungan . motional Dukungan penghargaan . steem suppor. Dukungan instrumental . nstrumental suppor. dan Dukungan informasi . nformasional suppor. Analisis pertama menggunakan metode bivariate correlation agar mengetahui hubungan antara satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu : Ha1 : Ada Hubungan antara Optimisme dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Menjalani Skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau Ha2 : Ada Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Menjalani Skripsi https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau Pada analisis ketiga menggunakan metode multivariate correlation untuk mengetahui hubungan antara lebih dari satu variabel independent dan satu variabel dependent, yaitu : Ha3 : Ada Hubungan antara Optimisme dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Sedang Menjalani Skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil perhitungan dengan metode analisis data Bivariate Correlation dengan koefisien korelasi antara Optimisme dan Resiliensi adalah r = 0, 686 dan p = < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan ke arah positif yang signifikan. Oleh karena itu. Ha1 : AuTerdapat hubungan Optimisme dengan Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy dapat diterima dan Ho1 : AuTidak terdapat hubungan Optimisme dengan Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy ditolak. Pengujian hipotesis kedua dilakukan dengan menggunakan metode analisa Bivariate Correlation untuk Dukungan sosial teman sebaya dan Resiliensi dan didapatkan hasil r = 0,485 dan p = < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan ke arah positif yang signifikan. Oleh karena itu Ha2 : AuTerdapat hubungan Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy dapat diterima dan Ho2 : AuTidak terdapat hubungan Dukungan sosial teman sebaya dengan Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy ditolak. Pengujian Hipotesis ketiga dilakukan dengan menggunakan metode analisis Multivariate Correlation dengan metode Enter untuk Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi dan di dapatkan hasil R = 0,702 dan R Square = 0,493 dengan p = < 0,05. Sehingga dapat dinyatakan bahwa Ha3 : AuTerdapat hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy dapat diterima dan Ho3 : Au Tidak terdapat hubungan antara Optimisme dan Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan RiauAy ditolak. Peneliti melakukan analisis regresi linear menggunakan analisis Multivariate Correlation dengan metode Stepwise dengan tujuan untuk mengetahui kontribusi dari variabel bebas secara simultan terhadap variabel terikat dan kontribusi dari masing-masing variabel Total Optimisme terhadap Resiliensi sebesar 47,1% dan untuk variabel Dukungan sosial teman sebaya terhadap Resiliensi sebesar 2,2%, sehingga keduanya Resiliensi sebesar 49,3%, sementara itu 100% - 49,3% = 50,7% merupakan faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti . motion regulatio. , pengendalian impuls . mpuls contro. , efikasi diri . elf efficac. , analisi penyebab masalah . ausal analysi. , empati . , reaching out, stress, burn out dan stres coping. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa : Terdapat hubungan signifikan kearah positif antara optimisme dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Hal mengindikasikan bahwa semakin tinggi optimisme maka semakin tinggi resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Begitu pula optimisme maka semakin rendah juga Terdapat hubungan signifikan kearah positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya maka semakin tinggi resiliensi mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial teman sebaya maka semakin rendah juga resiliensi. Terdapat hubungan signifikan kearah dukungan sosial teman sebaya dengan kemampuan resiliensi pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menjalani Vol. 4 No. : Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 4 No 3 November 2024 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://doi. org/10. 37817/PsikologiKreatifInovatif skripsi di STIKES Hang Tuah Tanjungpinang Kepulauan Riau. DAFTAR PUSTAKA