NUR EL-ISLAM: Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan DOI: https://doi. org/10. 51311/nuris. ISSN: 2337-7828. EISSN: 2527-6263 https://ejurnal. id/index. php/nurelislam/article/view/x Maharah Qiroah dalam Pembelajaran Bahasa Arab Nur Hasanah STAI Jarinabi Bukti QurAoan Tanjung Jabung Timur. Jambi Email : nurulhaq903@gmail. Abstract Maharah qiroah . eading skil. is one of the main skills in Arabic language learning, playing a vital role in understanding Arabic texts for academic, religious, or communication purposes. This study aims to analyze effective approaches, methods, and strategies in the development of maharah qiroah, as well as the factors that influence the success of teaching this skill. This research uses a qualitative approach with a literature review method, examining various literature related to Arabic language learning theories and qiroah teaching practices. The findings indicate that communicative approaches, text-based teaching strategies, and the utilization of digital technology can significantly enhance qiroah skills. However, challenges such as lack of student motivation and limited authentic learning resources remain obstacles. This study recommends the development of authentic materials and teacher training to optimize the teaching of maharah qiroah. Keywords: Maharah Qiroah. Arabic Language Learning. Communicative Approach. Teaching Strategies. Digital Technology Pendahuluan Dalam pembelajaran bahasa Arab, maharah qiroah . eterampilan membac. memiliki peran sentral karena menjadi pintu masuk untuk memahami teks-teks berbahasa Arab, termasuk Al-QurAoan, hadis, literatur klasik, dan teks modern. Qiroah tidak hanya melibatkan kemampuan membaca teks secara literal, tetapi juga memahami makna, konteks budaya, dan implikasi teks tersebut. Menurut Al-Khuli . , qiroah adalah proses kognitif yang melibatkan dekoding simbol bahasa, memahami kosa kata, dan menangkap makna secara Seiring berkembangnya pendekatan dalam pengajaran bahasa asing, sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas metode dan strategi dalam pengembangan keterampilan membaca bahasa Arab. Kesuksesan belajar ini sangat barkaitan dengan berbagai faktor yang mendukungnya yaitu faktor antara siswa dengan guru, karena hal ini adalah metode atau cara yang dipakai dalam pembelajaran untuk mempermudah seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan kebahasaan, tetapi ada kalanya juga seseorang mendapatkan kesulitan jika dalam beajarnya tidak sesuai dengan karakteristik metodenya atau tidak tepat sasaran. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa maharotul qirAAoah tidak hanya menjadi fondasi dalam memahami teks berbahasa Arab, tetapi juga mampu meningkatkan pemahaman bacaan dan motivasi belajar siswa. Misalnya Hambali . dalam penelitiannya menyoroti rendahnya kemampuan membaca siswa disebabkan oleh kurangnya strategi pembelajaran yang bervariasi serta minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif. dalam penelitian oleh Nurhayati . , yang menemukan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis teks otentik juga mampu meningkatkan pemahaman bacaan dan motivasi belajar Namun, banyak pelajar bahasa Arab, terutama di lingkungan nonArab, menghadapi kesulitan dalam mengembangkan maharah qiroah. Tantangan ini meliputi keterbatasan kosa kata, pemahaman struktur nahwu-sharaf, serta kurangnya paparan terhadap teks autentik. Namun, hingga saat ini belum banyak penelitian yang secara komprehensif membahas pengembangan maharah qirAAoah dalam pembelajaran bahasa Arab dengan mengintegrasikan pendekatan komunikatif, strategi pengajaran yang variatif, serta pemanfaatan teknologi digital secara terpadu dalam satu model pembelajaran. Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 b. Metode penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti buku teks, jurnal akademik, dan artikel ilmiah yang relevan dengan pembelajaran bahasa Arab dan maharah qiroah. Analisis dilakukan dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi tema-tema utama, seperti pendekatan pengajaran, strategi pembelajaran, dan peran Literatur yang dianalisis mencakup karya-karya klasik seperti Al-Khuli . dan penelitian kontemporer tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa. Dalam kajian ilmiah dari kajian pustaka akan melahirkan kerangka pemikiran atau yang bisa dikenal pula dengan istilah Aukerangka konseptualAy. Kerangka pemikiran menjadi dasar bagi pengajuan hipotesis . ika penelitian itu berhipotesi. Pada hakikatnya kerangka pemikiran adalah acuan dasar mengenai konteks permasalahan penilitian yang dilakukan dengan menunjukkan fenomena-fenomena, fakta empiris, serta kejadian actual dan unik yang ada di Masyarakat. asan, 2019, p. Dalam analisisnya, peneliti menelaah berbagai strategi pengajaran yang telah digunakan dalam pembelajaran keterampilan membaca, serta mengevaluasi sejauh mana teknologi digital telah dimanfaatkan dalam mendukung pembelajaran Data dikumpulkan dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, artikel, dan hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan pola, kecenderungan, serta celah penelitian yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan Hasil Dan Pembahaan Pendekatan dan Strategi Pengajaran Maharah Qiroah Maharah qirAAoah . eterampilan membac. merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan melafalkan huruf atau kata secara benar, tetapi juga mencakup pemahaman makna. Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 struktur kalimat, dan konteks teks yang dibaca. Menurut Mustofa, target pembelajaran qiroAoah adalah mampu membaca text arab dengan fasih, mampu menerjemahkan dan mampu memahaminya dengan baik dan lancar. mrullah, 2023, p. Dalam konteks pendidikan, keterampilan membaca menjadi kunci untuk mengakses berbagai sumber ilmu pengetahuan berbahasa Arab, baik klasik maupun Oleh karena itu, pengembangan maharah qirAAoah harus dilakukan secara terarah dan sistematis, sesuai dengan tingkat kemampuan siswa. Adapun beberapa pendekatan dan strategi yang efektif dalam pengajaran maharah qiroah meliputi: Pendekatan Komunikatif : Prinsip pendekatan komunikatif yang relevan untuk maharah alqira'ah menawarkan pendekatan pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan bermakna, dengan fokus pada interaksi aktif antara peserta didik dan pengajar untuk mengatasi tantangan seperti rendahnya motivasi mahasiswa, kesulitan memahami teks Arab otentik, dan kurangnya media interaktif, sebagaimana diidentifikasi dalam literatur. auri, 2. Pendekatan ini menekankan penggunaan teks autentik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari pelajar, seperti artikel berita, cerita pendek, atau iklan. Pendekatan ini membantu pelajar memahami konteks penggunaan bahasa secara Aktivitas komunikasi dua arah mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dengan bertanya langsung kepada pengajar saat menghadapi kesulitan dalam memahami teks, seperti kosa kata atau struktur tata bahasa yang kompleks. usmita, 2. interaksi ini mempercepat pemahaman teks dengan memungkinkan klarifikasi makna secara realtime, yang penting untuk maharah al-qira'ah yang menuntut pemahaman mendalam. Dengan pendekatan komunikatif, yang mengutamakan pembacaan secara bergiliran serta interaksi langsung antara siswa dan pengajar, memberikan pengalaman belajar yang bersifat personal. Pendekatan ini membantu memperdalam pemahaman terhadap teks melalui arahan yang sesuai dengan konteks. Keunggulan pendekatan ini terletak pada kemampuannya dalam memberikan umpan balik langsung dari pengajar, khususnya dalam hal Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 pelafalan dan pemahaman, yang sangat penting ketika mempelajari teks Arab yang menuntut ketepatan dalam makharijul huruf. Penguasaan menekankan pembelajaran dalam konteks nyata, bukan hafalan mekanis, untuk memastikan mahasiswa dapat mengaplikasikan makna teks dalam situasi sehari-hari, pendekatan ini meningkatkan retensi kosa kata dengan menghubungkannya ke konteks budaya, seperti membaca artikel tentang tradisi Arab (Yunus Abidin, 2. Fitur kolaborasi dan interaksi, seperti pembuatan presentasi bersama, mendorong siswa berdiskusi tentang teks, memperkuat pendekatan komunikatif. Dalam modul, forum diskusi daring atau ruang kolaborasi virtual memungkinkan siswa berbagi analisis teks, seperti mendiskusikan AuA( AyEO EOIOAhari ray. , yang meningkatkan Pendukung pembelajaran mandiri dan otonom, berbasis TPACK . echnological Pedagogical and Content Knowledg. dan literasi terstruktur, seperti teks otentik dengan glosarium interaktif. Modul dapat menyertakan glosarium digital dengan audio pengucapan dan contoh kalimat, mendukung pemahaman kosa kata secara mandiri . Agar mereka mampu memahami dan menginterpretasikan teks dalam konteks komunikasi sehari-hari. Pendekatan komunikatif berlandaskan pada beberapa prinsip utama, antara lain: Bahasa sebagai alat komunikasi: Bahasa dipahami bukan hanya sebagai struktur gramatikal, tetapi sebagai sarana menyampaikan dan memahami Kontekstualisasi materi: Penggunaan teks dan aktivitas yang relevan dengan kehidupan nyata siswa. Interaksi dua arah: Pembelajaran menekankan pada proses interaktif antara guru dan siswa serta antar siswa. Penggunaan strategi komunikasi: Siswa diajak untuk mengembangkan strategi membaca seperti prediksi makna, skimming, dan scanning. Dengan demikian, pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Arab memberikan alternatif strategis yang menekankan pada fungsi bahasa sebagai alat komunikasi nyata. Melalui aktivitas yang Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada makna, pendekatan ini mampu meningkatkan keterampilan berbahasa siswa secara lebih menyeluruh, termasuk keterampilan membaca. Oleh karena itu, penerapan pendekatan komunikatif perlu terus dikembangkan agar proses pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih efektif, menarik, dan relevan dengan kebutuhan komunikasi di dunia nyata. Strategi Berbasis Teks Strategi berbasis teks adalah pendekatan pembelajaran yang menjadikan teks bacaan sebagai pusat aktivitas belajar. Dalam konteks maharah al-qirAAoah . eterampilan membac. , strategi ini digunakan untuk melatih siswa memahami, menganalisis, dan menginterpretasi teks berbahasa Arab secara aktif dan bermakna. Strategi ini melibatkan kegiatan seperti prabaca . re-readin. , membaca intensif . ntensive readin. , dan pascabaca . ost-readin. Misalnya, kegiatan prabaca dapat berupa diskusi tentang topik teks untuk mengaktifkan pengetahuan awal pelajar. Pendekatan berbasis teks membantu siswa memahami makna bacaan secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek bahasa, tetapi juga isi, konteks, dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Untuk mengoptimalkan keterampilan ini, proses pembelajaran biasanya dibagi menjadi tiga tahapan utama: Tahap Pra-Baca (Pre-Readin. Tahap ini bertujuan membangkitkan minat dan membangun pengetahuan awal siswa terhadap teks yang akan dibaca. Kegiatan yang dapat dilakukan dengan prediksi isi teks berdasarkan judul, gambar, atau kata kunci. Tanya jawab ringan terkait topik bacaan: "Menurutmu, apa yang akan dibahas dalam teks ini?" Pengenalan kosakata penting yang muncul dalam teks. Aktivasi pengalaman atau pengetahuan sebelumnya yang berkaitan dengan topik. Tujuan utama yaitu menyiapkan mental dan fokus siswa. Membantu siswa memiliki kerangka berpikir sebelum membaca. Menumbuhkan rasa ingin tahu. Tahap Membaca Intensif (Whilst-Reading / Intensive Readin. Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 Pada tahap ini, siswa membaca teks secara mendalam dan terstruktur, dengan fokus pada pemahaman isi dan struktur bahasa. Kegiatan yang dapat dilakukan misalnya membaca teks secara individu atau bergiliran. Menganalisis struktur teks: ide pokok, kalimat utama, kata ganti, urutan kejadian. Mencatat kosakata baru dan mencoba menebak maknanya dari konteks. Menjawab pertanyaan pemahaman . aik literal maupun inferensia. Diskusi makna kalimat atau paragraf yang kompleks. Tujuan utamanya melatih pemahaman detail. , mengembangkan kemampuan linguistik dan kognitif, mengenali bentuk kebahasaan dalam konteks nyata. Tahap Pasca-Baca (Post-Readin. Tahap ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman siswa terhadap teks dan membuka ruang untuk refleksi, ekspresi dan produksi bahasa. Kegiatan yang dapat dilakukan yaitu menyusun kembali isi teks dalam bentuk ringkasan atau mind map, menjawab pertanyaan evaluatif atau opini: "Apa pelajaran yang bisa diambil dari bacaan ini?", diskusi kelompok tentang pesan teks atau nilai moral, menulis tanggapan atau menceritakan kembali isi teks dengan kata sendiri . aik lisan maupun tulisa. , latihan membuat teks baru dengan topik serupa. Tujuan utamanya mengaitkan isi teks dengan kehidupan nyata siswa. Mengembangkan kemampuan berbicara dan menulis berdasarkan teks. Mendorong berpikir kritis dan ekspresi diri. Pendekatan maharah qirAAoah berbasis teks yang sistematis melalui tahapan pra-baca, baca intensif, dan pasca-baca memberikan pengalaman membaca yang lebih utuh. Siswa tidak hanya memahami teks secara linguistik, tetapi juga secara makna dan nilai. Strategi ini sangat cocok digunakan dalam pembelajaran bahasa Arab modern yang komunikatif dan interaktif. Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 Metode Interaktif Metode interaktif dalam pembelajaran maharotul qiro'ah . eterampilan membac. bahasa Arab dapat melibatkan berbagai pendekatan yang membuat proses belajar lebih menarik dan efektif seperti Penggunaan diskusi kelompok, tanya jawab, dan analisis teks secara kolaboratif dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi Metode interaktif adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, baik melalui diskusi, kerja kelompok, maupun tanya jawab. Dalam konteks maharah al-qirAAoah . eterampilan membac. , metode ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teks secara individual, tetapi juga mendorong siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan mengomunikasikan Diskusi Kelompok Dalam diskusi kelompok, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil dan diminta untuk membaca serta membahas isi teks Bentuk kegiatannya menentukan ide pokok tiap paragraf. Menyusun ringkasan bersam. Mendiskusikan pesan moral atau nilai dalam teks. Manfaatnya meningkatkan pemahaman melalui pertukaran ide. Menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam belaja. Melatih keterampilan berbicara dan kerja tim. Tanya Jawab Interaktif Siswa diajak untuk saling bertanya dan menjawab, baik dengan guru maupun sesama teman, seputar isi bacaan. Bentuk kegiatan, misalnya guru mengajukan pertanyaan terbuka: AuApa pendapatmu tentang tokoh dalam teks ini?Ay. Siswa membuat pertanyaan sendiri berdasarkan teks. Sesi kuis cepat atau tanya jawab acak. Manfaat, misalnya mendorong keterlibatan langsung siswa. Membantu siswa menggali makna lebih dalam dari teks. Melatih konsentrasi dan daya Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 Analisis Teks secara Kolaboratif Siswa diajak untuk membedah struktur dan isi teks secara bersama-sama, seperti struktur narasi, penggunaan kata, atau hubungan antar paragraf. Bentuk kegiatan misalnya menandai kalimat penting atau kosa kata baru. Mengaitkan paragraf satu dengan yang Menganalisis gaya bahasa atau makna tersirat. Manfaanya yaitu mengembangkan keterampilan berpikir analitis. Membantu siswa menguasai unsur kebahasaan dalam konteks. Meningkatkan ketelitian dalam membaca. Penggunaan metode interaktif seperti diskusi kelompok, tanya jawab, dan analisis teks secara kolaboratif dalam maharah qirAAoah terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman bacaan dan motivasi belajar siswa. Dengan pendekatan ini, pembelajaran membaca bahasa Arab menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan komunikatif. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Maharah Qiroah Beberapa faktor yang memengaruhi keberhasilan pengembangan maharah qiroah dalam pembelajaran Bahasa arab adalah: . Kosa Kata dan Tata Bahasa : Penguasaan kosa kata dan pemahaman struktur nahwu-sharaf sangat penting untuk memahami teks. Pelajar yang memiliki kosa kata terbatas sering kali kesulitan memahami makna teks secara keseluruhan. Penguasaan Kosakata (MufradA. Kosakata merupakan unsur dasar dalam memahami teks bahasa Arab. Tanpa mengenal arti kata, siswa akan kesulitan menangkap makna kalimat dan ide pokok bacaan. Faktor-faktor penting dari aspek kosakata yaitu Jumlah kosakata yang dikuasai: Semakin banyak mufradAt yang diketahui, semakin mudah memahami bacaan tanpa tergantung pada Kemudian pemahaman makna kontekstual: Satu kata dalam bahasa Arab bisa memiliki banyak arti, tergantung pada konteks Misalnya, kata "A "OIAbisa berarti mata, mata-mata, atau mata Kemampuan menebak makna dari konteks: Siswa yang terlatih menebak makna kata berdasarkan konteks akan lebih lancar dalam Pemahaman bentuk kata . ashrf/musytAqA. : Siswa yang mengerti hubungan antara kata dasar dan turunannya . isalnya - AEA Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 A EA- A EA- A )OEAakan lebih cepat memahami teks. Penguasaan Tata Bahasa (QawA'i. Tata bahasa sangat menentukan bagaimana katakata dalam teks saling terhubung untuk membentuk makna yang utuh. Kelemahan dalam memahami struktur kalimat bisa menyebabkan salah Faktor-faktor penting dari aspek qawA'id: . Pemahaman struktur kalimat dasar . umlah ismiyyah & jumlah fi'liyya. Mengetahui subjek, predikat, dan objek dalam kalimat memudahkan memahami maknanya. Penguasaan tarkb nauwi . truktur sintaksi. Contohnya, memahami posisi mubtadaAo dan khabar, fiAoil dan fAAoil, serta kata majrr. Kemampuan mengenali perubahan bentuk kata . AorA. Memahami perubahan akhir kata . akibat kedudukannya dalam kalimat membantu menghindari kesalahpahaman. Keterampilan memahami jenis kalimat: Kalimat tanya, negatif, syarat, dan sebagainya memiliki struktur dan makna khusus. Keberhasilan dalam maharah qirAAoah sangat dipengaruhi oleh dua hal utama: penguasaan kosakata dan tata bahasa. Siswa yang memiliki cukup bekal keduanya akan mampu memahami teks secara utuh, menangkap makna tersurat maupun tersirat, serta berpikir kritis terhadap isi bacaan. Oleh karena itu, guru harus menyeimbangkan pengajaran mufradAt dan qawAAoid secara terpadu dalam konteks Motivasi dan Minat : Motivasi dan minat merupakan faktor psikologis yang sangat keterampilan membaca bahasa Arab . aharah qirAAoa. Motivasi intrinsik dan ekstrinsik pelajar memainkan peran besar. Pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap budaya Arab atau tujuan spesifik . isalnya, memahami Al-QurAoa. cenderung lebih berhasil. Contoh Penerapan dalam Pembelajaran Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 Strategi Guru untuk Meningkatkan Contoh Kegiatan Motivasi & Minat Memilih dan Cerita lucu, kisah nabi, dialog Memberi penghargaan atas usaha Pujian, nilai tambah, sertifikat Menghubungkan kehidupan siswa dengan Membaca teks tentang sekolah, keluarga, atau hobi Motivasi dan minat adalah kunci penting dalam meningkatkan efektivitas maharah qirAAoah. Tanpa motivasi, siswa cenderung pasif dan cepat menyerah. Tanpa minat, membaca terasa membosankan dan Maka, guru perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memilih teks yang relevan, dan memberikan dukungan emosional agar siswa termotivasi dan tertarik dalam membaca teks bahasa Arab. Kualitas Materi Pembelajaran : Materi pembelajaran merupakan komponen utama dalam proses Dalam konteks maharah qirAAoah, materi bacaan yang relevan, menarik, dan sesuai dengan tingkat kemampuan siswa sangat menentukan sejauh mana siswa dapat memahami, menikmati, dan terlibat dalam aktivitas membaca. Teks yang terlalu sulit atau tidak relevan dengan kebutuhan pelajar dapat menurunkan motivasi. Sebaliknya, teks autentik yang sesuai dengan tingkat kemampuan pelajar dapat meningkatkan keterlibatan. Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 Peran Teknologi dalam Maharah Qiroah Teknologi memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan membaca . aharah qira'a. dalam pembelajaran bahasa Arab. Penggunaan teknologi dapat membuat pembelajaran lebih interaktif, menarik, dan efektif, serta membantu siswa mengatasi kesulitan dalam membaca bahasa Arab. Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru dalam pengajaran maharah qiroah. bacaan yang luas, siswa dapat lebih mudah memahami teks Arab, meningkatkan motivasi, serta belajar secara mandiri dan fleksibel. Namun, teknologi harus digunakan secara bijak dan terarah, agar benar-benar mendukung pencapaian kompetensi membaca bahasa Arab. Beberapa aplikasi dan platform yang dapat dimanfaatkan meliputi : Aplikasi Pembelajaran Bahasa : Aplikasi seperti Duolingo. Quizlet, atau platform khusus bahasa Arab seperti Madinah Arabic menyediakan latihan membaca interaktif. Media Digital : Video, podcast, dan artikel daring berbahasa Arab dapat digunakan sebagai bahan bacaan autentik. Kecerdasan Buatan (AI) : Teknologi AI, seperti asisten bahasa berbasis AI, dapat membantu pelajar memahami teks dengan memberikan terjemahan instan, penjelasan kosa kata, atau latihan interaktif. Meskipun berbagai strategi dan teknologi tersedia, beberapa tantangan tetap ada, seperti: Kurangnya sumber belajar autentik yang sesuai dengan tingkat pelajar. Keterbatasan kompetensi guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Rendahnya motivasi pelajar, terutama di lingkungan non-Arab. Kesimpulan Maharah qiroah merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab yang membutuhkan pendekatan dan strategi yang tepat untuk mencapai hasil optimal. Pendekatan komunikatif, strategi berbasis teks dengan metode pembelajaran interaktif, dan Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 pemanfaatan teknologi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan qiroah. Namun, tantangan seperti keterbatasan kosa kata, motivasi pelajar, dan akses ke materi autentik perlu diatasi melalui pengembangan materi pembelajaran yang relevan dan pelatihan guru yang berkelanjutan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan model pengajaran qiroah yang berbasis teknologi dan dapat diterapkan secara luas di berbagai konteks pendidikan. Pada karya ilmiah ini penulis merekomendasikan pada Lembaga Pendidikan bahwa ada beberapa persiapan yang bisa kita lakukan untuk pembelajaran Bahasa arab, terutama dalam maharotul qiroAoah. Guru bahasa Arab perlu dilatih untuk mengintegrasikan teknologi digital dalam pengajaran qiroah. Institusi pendidikan harus menyediakan akses ke teks autentik yang sesuai dengan tingkat kemampuan pelajar. Pengembangan aplikasi pembelajaran bahasa Arab yang berfokus pada maharah qiroah perlu didorong untuk mendukung pembelajaran mandiri. Saran Penulis : Artikel ini disusun berdasarkan analisis literatur dan tidak melibatkan penelitian empiris langsung. Untuk penelitian lebih lanjut, disarankan untuk melakukan studi lapangan guna menguji efektivitas strategi yang diusulkan dalam konteks nyata. Jika Anda memiliki data spesifik atau konteks tertentu . isalnya, tingkat pendidikan atau wilayah tertent. , artikel ini dapat disesuaikan lebih lanjut Volume 12. Nomor 2. Oktober 2025 DAFTAR PUSTAKA